Anda di halaman 1dari 3

Baca!!

Panoftalmitis

1. Perbedaan panoftalmitis dan endoftalmitis?


Perbedaannya lebih ke arah klasifikasi...
ada yang mengkategorikan sebagai endoftalmitis dan panopthalmitis, mengacu pada pengertian
kalau endoftalmitis adalah peradangan pada bagian dalam bola mata (aqueous dan atau vitreus
humor) sementara kalau panopthalmitis adalah peradangan pada keseluruhan bagian mata
(dari bilik depan sampai retina/choroid)
Sementara berdasarkan anatomis yang juga sering dipakai, menggunakan istilah uveitis anterior,
uveitis intermediate, uveitis posterior, dan panuveitis. Dengan panuveitis menggambarkan
infeksi pada keseluruhan bagian mata (uveitis anterior sampai posterior tanpa ditemukannya
predominan proses infeksi).
Endoftalmitis biasa kita diagnosa yang etionya Eksogen yang disebabkan kuman yang dalam
waktu 24 jam pasien sangat kesakitan dan terlihat massa suppuratif yang kuning dalam bola
mata.
Sedangkan panoftalmitis biasa kita sebut apabila sudah mengenai seluruh bola mata bahkan
adneksanya

2. Definisi dari panoftalmitis?


Panoftalmitis adalah peradangan supuratif intraokular yang melibatkan rongga mata hingga
lapisan luar bola mata, kapsul tenon dan jaringan bola mata.
Panoftalmitis biasanya disebabkan oleh masuknya organisme piogenik ke dalam mata melalui
luka pada kornea yang terjadi secara kebetulan atau akibat operasi atau mengikuti perforasi
suatu ulkus kornea. Sebagian kecil, kemungkinan akibat metastasis alamiah dan terjadi dalam
kondisi seperti pyaemia, meningitis atau septikemia purpural.
Panoftalmitis menimbulkan beberapa gejala yaitu, kemunduran penglihatan disertai rasa sakit,
mata menonjol, edema kelopak, konjungtiva kemotik, kornea keruh, bilik mata dengan hipopion
dan refleks putih di dalam fundus dan okuli.
Panoftalmitis memerlukan penanganan yang tepat dan cepat karena merupakan infeksi mata
yang paling serius mengancam penglihatan. Panoftalmitis dapat terjadi didahului dengan
endoftalmitis disertai dengan proses peradangan yang mengenai ketiga lapisan mata (retina,
koroid, dan sklera) dan badan kaca. Disamping itu dapat pula karena suatu uveitis septik yang
lebih hebat dan akibat tukak kornea perforasi. Karena ini suatu keadaan septis maka ada gejala-
gejala seperti: demam, menggigil, muntah-muntah, dan sebagainya.
3. Penatalaksanaa panoftalmitis?
Pada tahap awal, tepi luka, baik itu luka karena operasi atau kecelakaan, harus di cauterisasi
dengan asam carbolic murni. Pengobatan dengan antibiotik dosis tinggi lokal dan sistemik harus
segera dimulai, seperti Vancomycin dan obat-obat sulfa, misalnya Trimethoprim-
sulfamethoxazole. Deksametason Na fosfat 1 mg, neomisina 3,5 mg, polimiksina B sulfat 6000 UI
(kandungan tiap ml tetes mata atau g salep mata).
Jika peradangan terjadi pada segmen anterior bola mata, pengobatan yang intensif dengan
kompres hangat, atropin lokal dan sulfonamide sistemik serta antibiotik sebaiknya diperiksa
kemajuannya.
Jika penyebabnya jamur diberikan amfotererisin B150 mikrogram sub konjungtiva, flusitosin,
ketokonazol secara sistemik, dan vitrektomi.
Penyebab parasit (toxoplasma) diberikan pyrimetamine, 25 mg peroral per hari, sulfadiazine, 0,5
g per oral empat kali sehari selama 4 minggu. Selain itu mg kalsium leukovorin per oral dua kali
seminggu, dan urin harus tetap dijaga agar tetap alkalis dengan minum satu sendok teh natrium
bikarbonat setiap hari. Alternatif lain clindamicyn, 300 mg per oral empat kali sehari, dengan
trisulfapyrimidine, 0,5-1 g peroral empat kali sehari. Antibiotik lain spiramycin dan minocycline.
Toksokakariasis okuler pengobatan dengan kortikosteroid secara sistemik atau periokuler bila
ada tanda reaksi radang intra okuler, dipertimbangkan vitrektomi pada pasien dengan fibrosis
vitreus nyata.
Sedangkan bila penyebabnya virus dapat diberikan sulfasetamid dan antivirus (IDU). Apabila
mata sudah tidak dapat diselamatkan lagi harus segera dilakukan eviserasi.

EVISERASI
Adalah suatu tindakan operasi dimana isi bola mata dikeluarkan dan scleral cup
disingkirkan. Hal ini biasanya dilakukan pada kasus supurati intra-ocular (panoftalmitis),
perdarahan anterior staphyloma dan trauma penetrans pada bola mata dengan keluarnya isi
bola mata. Anastesi

ANASTESI UMUM

dianjurkan pada anak-anak. Sedangkan pada orang dewasa operasi dapat dilakukan
dengan anastesi lokal dengan transquilizer sistemik. Infiltrasi 4 ml, 2 % larutan lignocaine
hydrochlor ke dalam jaringan retrobulber akan mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri pada
saat operasi. Infiltrasi subkonjungtiva pada anastesi disekeliling kornea membantu memisahkan
conjungtiva dari bola mata dengan mudah.

TINDAKAN OPERASI

Kulit kelopak mata disterilkan dengan larutan savlon dan conjungtiva diirigasi dengan
larutan garam fisiologis. Dan pada umumnya eye spekulum disisipkan untuk membuka kelopak
mata. Kemudian dilakukan irisan circum-corneal pada conjungtiva bulbi yang mengelilingi
limbus. Conjungtiva bulbi dengan kapsul Tenon’s dipisahkan dari bola mata ke fornik. Lalu dibuat
irisan sirkuler pada sclero-cornea dan kornea terpisah. Pada bagian tepi scleral cup kemudian di
geser dengan forsep arteri dan isi bola mata dikeluarkan dengan scoop. Hati-hati pada saat
proses mengeluarkan semua jaringan uvea dari dalam permukaan scleral cup, karena bagian
portio pada sclera mungkin saja terkena. Untuk memastikan agar tekanan tetap seimbang maka
kelopak mata ditutup dengan memasangan perban.

SETELAH OPERASI

Pemakaian pertama kali sebaiknya setelah 48 jam dan , setiap 24 jam selama 7 hari.
Pasien sebaiknya meninggalkan rumah sakit pada hari ke-7. Mata buatan mungkin akan
menyesuaikan setelah 3-4 minggu.