Anda di halaman 1dari 3

1. Apa perbedaan antara jasa audit dan reviu yang dilakukan oleh akuntan publik?

 Audit merupakan proses sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara
objektif mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuan menetapkan
kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dnegan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya,
serta penyampaian hasil akhirnya kepada pihak yang berkepentingan. Audit terbagi atas 3,
yaitu:
-Audit laporan keuangan (Financial Audit)
Audit laporan keuangan berkaitan dengan kegiatan memeroleh dan mengevaluasi bukti
tentang lapora-laporan entitas dengan maksud agar dapat memberikan pendapat tentang
kewajaran penyajian laporan keuangan.
-Audit kepatuhan (Compliance Audit)
Audit kepatuhan berkaitan dengan kegiatan memeroleh dan memeriksa bukti-bukti untuk
menetapkan apakah kegiatan keuangan atau operasional suatu entitas telah sesuai dengan
persyaratan, ketentutan, atau peraturan tertentu.
-Audit Operasioal (Operational Audit)
Berkaitan dengan kegiatan memeroleh dan memeriksa bukti-bukti tentang efisiensi dan
efektifitas kegiatan operasi entitas dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan tertentu.

Contoh di PT ASAHIMAS FLAT GLASS Tbk


Terdiri dari

1. SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI


2. LAPORAN KEUANGAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2017
DAN 2016
3. LAPORAN POSISI KEUANGAN
4. LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
5. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
6. LAPORAN ARUS KAS
7. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
8. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

 Review merupakan jasa yang memungkinkan praktisi akuntansi dalam memberikan


pernyataan tentang dasar prosedur namun tidak memerlukan bukti secara keseluruhan seperti
jasa audit. Artinya, ruang lingkup dari jasa review lebih sempit dan kurang detail seperti audit,
sehingga jasa review hanya memberikan analasis dari ringkasan temuan dan rekomendasi
terkait dari temuan tersebut. Auditor tidak mengeluarkan sebuah opini, namun hanya
menginformasikan hasil temuan dan juga memberikan rekomendasi terhadap hasil temuan
tersebut. Jasa review ini bisa keseluruhan laporan keuangan, maupun sebagian akun-akun
yang terdapat dalam laporan keuangan.
Contoh di PT ASAHIMAS FLAT GLASS Tbk
Terdiri dari

1. SURAT PERNYATAAN DIREKSI


2. LAPORAN REVIU AKUNTAN INDEPENDEN
3. LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM PER 30 JUNI 2017
4. LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM
UNTUK PERIODE 6 BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2017
5. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM UNTUK PERIODE 6 BULAN
BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2017
6. LAPORAN ARUS KAS INTERIM UNTUK PERIODE 6 BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL 30 JUNI 2017
7. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM PER 30 JUNI 2017
DAN UNTUK PERIODE 6 BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
TERSEBUT
2. Apabila auditor telah memberikan jasa audit pada tahun 2017 dan kemudian diminta oleh
kliennya untuk melakukan jasa pembukuan di tahun 2018. Apa sikap yang bisa dilakukan auditor
tersebut?
Auditor tidak boleh melakukan dua jasa sekaligus karena itu melanggar kode etik profesi
akuntan. Pemberian dua jasa sekaligus mengindikasikan tidak adanya independensi seorang
akuntan publik dalam profesinya. Akibat dari dari kasus Enron dan Arthur Andersen, pemerintah
AS menerbitkan Sarbanes-Oxley Act (SOX) untuk melindungi para investor dengan cara
meningkatkan akurasi dan reabilitas pengungkapan yang dilakukan perusahaan publik. Sarbanes
Oxley adalah nama lain dari undang-undang reformasi perlindungan investor (The Company
Accounting Reform and Investor Protection Act of 2002) yang ditandatangani George Bush
bulan Juli tahun 2002 lalu. Selain itu, dibentuk pula PCAOB (Public Company Accounting
Oversight Board) yang bertugas:

1. Mendaftarkan KAP yang mengaudit perusahaan public menetapkan atau mengadopsi


standar audit,
2. Pengendalian mutu, etika, independensi dan standar lain yang berkaitan dengan audit
perusahaan public menyelidiki KAP dan karyawannya,
3. Melakukan disciplinary hearings, dan mengenakan sanksi jika perlu melaksanakan
kewajiban lain yang diperlukan untuk meningkatkan standar professional di KAP
meningkatkan ketaatan terhadap SOX, peraturan-peraturan PCAOB, standar professional,
peraturan pasar modal yang berkaitan dengan audit perusahaan publik

Adapun ringkasan isi pokok dari Sarbanes-Oxley Act adalah sebagai berikut:

a. Membentuk public company board untuk melakukan pengawasan terhadap public company,
b. Mensyaratkan salah seorang anggota komite audit adalah orang yang ahli dalam bidang
keuangan
c. Perusahaan harus melakukan full disclosure kepada para pemegang saham berkaitan dengan
transaksi keuangan yang bersifat kompleks,
d. Chief Executive Officer (CEO) dan Chief Financial Officer (CFO) harus melakukan sertifikasi
validitas pembuatan laporan keuangan perusahaan.
e. Kantor Akuntan Publik dilarang menerima tawaran jasa lainnya, seperti konsultasi, ketika
sedang melaksanakan audit pada perusahaan yang sama,
f. Peusahaan harus mempunyai kode etik yang terdaftar pada SEC.
g. Mutual Fund Professional harus menyampaikan suaranya kepada wakil pemegang saham.
h. Memberikan perlindungan kepada individu yang melaporkan adanya tindakan menyimpang
kepada pihak berwenang.
i. Penasihat hukum perusahaan harus mengkap adanya penyimpangan kepada pejabat senior
dan kepada dewan komisaris.