Anda di halaman 1dari 31

Terjadinya Sinar-X secara

kelistrikan
Tabung Sinar X
Katoda
• Sumber elektron tabung sinar-X adalah dari
katoda, yaitu dari filament yang
berbentuk helical terbuat dari
kawat tungsten yang dikelilingi
olehfocusing cup
• Sudut negatif
Anoda
• Anoda adalah sebuah target
logam electrode yang mempunyai potensial
positif. Elektron-elektron membentur
lapisan anoda membentuk suatu energi
yang sebagian besar energi menjadi energi
panas dengan sedikit mengemisikan sinar-
X (Bushberg, 2001)
• Merupakan bagian positif dari tabung sinar-
X
Fungsi Anoda
• Menerima pancaran elektron dari katoda,
menginduksikan elektron tersebut
malalui tabung yang dihubungkan kabel
dan kembali pada bagian tegangan tinggi
tabung dari pesawat sinar-X.
• Anoda sebagai support mekanik dari
target.
• Anoda sebagai radiator suhu yang baik.
Proses Terjadinya sinar X
Terjadinya sinar X
• Katoda (filament) dipanaskan lebih dari
2000°C sampai menyala menggunakan
aliran listrik yang berasal dari transformator
• Karena panas, elektron2 dari katoda
terlepas
• Sewaktu dihubungkan dengan
transformator tegangan tinggi, elektron-
elektron akan dipercepat gerakanya
menuju anoda menggunakan alat
pemusat (focusing cup).
Terjadinya sinar X
• Filament dibuat relatif negatif terhadap
target sehingga terbentuk panas >99% dan
sinar-X <1%
• Pelindung atau perisai timah akan
mencegah keluarnya sinar-X dari tabung
sehingga sinar-X yang terbentuk hanya
dapat keluar melalui jendela tabung.
• Panas yang tinggi pada target akibat
benturan elektron diminimalisasi oleh
radiator pendingin.
Faktor Eksposi
• Faktor eksposi ( faktor penyinaran ) terdiri
dari kV ( kilo volt ), mA ( mili Amper ) dan s
( second )
• kV adalah satuan beda potensial yang
diberikan antara katoda dan anoda didalam
tabung Roentgen. kV akan menentukan
Kualitas sinar – x
• mA adalah suatu arus tabung, dan s adalah
satuan waktu penyinaran. mAs akan
menentukan kuantitas sinar - x.
Tegangan Listrik
• Tegangan listrik (kV) adalah satuan beda
potensial yang diberikan antara katoda dan
anoda didalam tabung Roentgen
• kV atau Tegangan listrik akan menentukan
kualitas sinar-x dan daya tembus sinar-x,
makin tinggi besaran tegangan listrik yang
di gunakan makin besar pula daya
tembusnya
Hal-hal yang mempengaruhi
tegangan tabung

• Jenis pemotretan
• Ketebalan obyek
• Jarak pemotretan
• Perlengkapan yang digunakan
Efek yang terjadi sehubungan dengan
kenaikan tegangan listrik (kV) adalah :

• Energi radiasi sinar-x akan meningkat,


sehingga densitas pada film akan
meningkat
• Mengurangi kontras obyek
• Mengurangi dosis radiasi pada kulit
sedangkan pada gonad meningkat
• kVp berpengaruh terhadap kontras film
• Dengan penambahan nilai kVp radiasi
hambur yang sampai ke film akan
bertambah
• Penambahan nilai kVp akan menurunkan
kontras
• Perubahan tegangan tabung yang
digunakan akan berpengaruh terhadap
kualitas dan kuantitas sinar-X. Dengan
bertambahnya kV, maka energi elektron
akan bertambah sehingga kemampuan
menembus bahan juga bertambah.
Perubahan kV menyebabkan lebih banyak
interaksi yang terjadi pada target sehingga
kuantitas dari sinar-X juga bertambah
Arus dan waktu (mAs)
• Arus dan waktu adalah pekalian arus listrik
(mA) dan waktu exposi (s), yang mana
besaran arus ini menentukan kuantitas
radiasi
• mAs hanya mempengaruhi kuantitas
radiasi
• mAs juga berpengaruh terhadap densitas
radiograf
TERJADINYA SINAR-X SECARA
RANGKAIAN

17
JIKA SEMUA PENGATURAN TELAH
DILAKUKAN

• Kv telah disetting (60 kV)


• mA telah dipilih (100 mA)
• S telah diatur (0.1 detik)
• Kondisi ini digunakan untuk suatu proyeksi
thoraks PA
• Semua pengaturan sudah diatur sesuai
dengan prosedur standar
18
PADA SAAT PENGATURAN SEMUA
DIATUR PADA BLOK I
• HAND SWITCH MEMPUNYAI DUA TOMBOL
TEKAN “PUSH” YANG SATU DG YG LAINNYA
BERURUTAN, TOMBOL TERSEBUT ADALAH
TOMBOL “READY” DAN “EXPOSE”
• PADA SAAT TOMBOL READY DITEKAN , ARUS
DAN TEGANGAN KELUAR DARI AUTOTRAFFO
SESUAI DGN TEG DAN ARUS YG DIBUTUHKAN
MASUK KE STATOR UNTUK MENGINDUKSI
MOTOR YANG ADA PADA TABUNG SINAR-X,
SEHINGGA MOTORNYA BERPUTAR. 19
PADA SAAT PENGATURAN
SEMUA DIATUR PADA BLOK I
• PADA SISI LAIN ARUS DARI AUTOTRAFO MASUK KE
TRAFO FILAMEN UNTUK MENYUPLAI ARUS DAN
TEGANGAN KE FILAMEN, SUPLAI ARUS DR TRAFFO
FILAMEN KE KUMPARAN FILAMEN, MEMBUAT
KUMPARAN FILAMEN MENJADI MEMBARA (EMISI
ELEKTRON)
• ANTARA MOTOR PADA ROTATING ANODA DI
TABUNG SINAR-X DAN TRAFFO FILAMEN INI
BEKERJA SECARA BERSAMAAN KARENA
KEDUANYA TERSAMBUNG PADA TOMBOL HAND
SWITCH READY (TERSMBUNGNYA KOMPONEN INI
BIASA DIGUNAKAN RELAY ) 20
PADA SAAT EKSPOSI
DITEKAN
• PADA SAAT EKSPOSI DITEKAN, MAKA
KEADAAN TABUNG SINAR-X DIANGGAP
CUKUP UNTUK MEMBUAT SINAR-X

22
PROSES TERJADI SINAR-X

• ARUS DAN TEGANGAN SEBESAR 60 V AKAN


MASUK KEDALAM SISI PRIMER HTT DAN
SEGERA DINAIKKAN MENJADI OUT PUT 60 kV.
HAL INI TERJADI KARENA HTT BERFUNGSI
SEBAGAI TRAFO PENAIK TEGANGAN DENGAN
PEBANDINGAN 1: 1000.
• ARUS/TEGANGAN OUT PUT 60 kV YG MASIH
AC AKAN MENUJU DIODE REKTIFIER
TEGANGAN TINGGI UNTUK DIBUAT DC.
DIBUAT DC KARENA TABUNG SINAR-X HANYA
23
MENGGUNAKAN ARUS DC SAJA
PROSES TERJADI SINAR-X

• JADI FUNGSI DIODE REKTIFIER ADALAH


MERUBAH TEG AC MENJADI DC .
• TEGANGAN DC INILAH YANG AKAN
MEMASTIKAN BAHWA TARGET AKAN
MENJADI ANODA (MUATAN POSITIF) DAN
SELANJUTNYA FILAMEN AKAN SELALU
MENJADI ELEKTRODA NEGATIF

24
• DENGAN PENGGUNAAN DIODE INILAH MAKA
KEADAN POSISTIF DAN NEGATIF PADA
TARGET DAN FILAMEN DIPERTAHANKAN.
• KARENA BEDA POTENSIAL ANTARA TARGET
DAN FILAMEN SANGAT TINGGI MAKA
ELEKTRON (YANG BERMUATAN NEGATIF) YG
TELAH TERKUMPUL PADA DAERAH KONDUKSI
MATERIAL FILAMEN (EMISI/AWAN ELEKTRON)
AKIBAT DIKENAKAN ENERGI PANAS/LISTRIK
PADA SAAT READY, AKAN TERTARIK DENGAN
SANGAT CEPAT MENUJU TARGET YG
BERMUATAN POSISTIF (ANODA). 25
• KECEPATAN PERGERAKAN ELEKTRON INI
TERGANTUNG DARI PENGATURAN BEDA
POTENSIAL YANG DIGUNAKAN (KV).
KECEPATAN PERGERAKAN ELEKTRON
INILAH YANG MENENTUKAN KUALITAS
SINAR-X YG DIHASILKAN.
• SEMAKIN BESAR BEDA POTENSIAL,
SEMAKIN BESAR KECEPATAN ELEKTRON
FILAMEN BERGERAK MEMBOMBARDIR
TARGET, SEMAKIN BESAR KUALITAS
26
ENERGINYA
• KECEPATAN PERGERAKAN ELEKTRON INI
TERGANTUNG DARI PENGATURAN BEDA
POTENSIAL YANG DIGUNAKAN (KV). KECEPATAN
PERGERAKAN ELEKTRON INILAH YANG
MENENTUKAN KUALITAS SINAR-X YG DIHASILKAN.
• BOMBARDIR ELEKTRON PADA TARGET YANG
BERTUBI-TUBI AKAN MENIMBULKAN PANAS YG
HEBAT
• JUMLAH ELEKTRON YANG MEMBOMBARDIR
TARGET TERGANTUNG DARI PENGATURAN mA
YANG DIGUNAKAN, PENGATURAN mA INI
MENETUKAN KUANTITAS SINAR-X YG TERJADI 27
• 99 % AKAIBAT BOMBARDIR ELEKTRON PADA
TARGET MENGAKIBATKAN PANAS DAN HANYA
1 % MENJADI SINAR-X.
• SINAR-X AKAN KESEGALA ARAH DAN YG
TEBESAR ADALAH MENUJU SUDUT YG
BERHADAPAT DG TARGET
• ELEKTRON AKAN MASUK KE MATERIAL
LOGAM TARGET
• SEDANGKAN ENERGI FOTON SINAR=X AKAN
INILAH YANG DIGUNAKAN PADA
PEMERIKSAAN THORAKS
28
• PROSES INI AKAN SELESAI JIKA
FILAMEN YG BERFUNGSI SEBAGAI
KATODA DAN TARGET YG BERFUNGSI
SEBAGAI ANODA AKAN KEMBALI
MENJADI NETRAL (TDK BERMUATAN) ,
KEMBALI SEDIAKALA
• KEADAAN INI TERJADI KARENA WAKTU
EKPOSI YG DILAKUKAN TELAH
SELESAI 29
• Sekian dan terima kasih