Anda di halaman 1dari 26

TIPE DAN STRUKTUR DATA

MAKALAH

diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pengantar Teknologi Informasi dan Pemrograman

Nama : Zahraa’ Siti Khodijah

NPM : 18020095

Grup : 1K4

Dosen : Deni S.,S.Si,M.T.

POLITEKNIK STTT Bandung

KIMIA TEKSTIL

2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Bahasa pemprograman, adalah suatu komando atau perintah yang dibuat manusia untuk
membuat komputer menjadi memiliki fungsi tertentu. Bahasa pemrograman ini adalah suatu susunan
aturan penulisan (sintaks) yang membentuk kode kode yang kemudian akan diterjemahkan oleh
program komputer menjadi bahasa rakitan (assembly) dan terus diolah hingga dimengerti oleh mesin.
Komputer hanya mengerti bahasa mesin. Bagi pemula, belajar bahasa pemprograman memang sulit,
namun bukan berarti itu penghalang bagi kita untuk enggan belajar. Di Fakultas Informatika yang
notabene khusus mempelajari ilmu-ilmu komputer sekalipun, tidak semua mahasiswanya pandai
dalam bahasa pemrograman tertentu. Hal itu dikarenakan tidak semua orang mempunyai pemikiran
dan kreativitas yang sama sehingga daya nalar terhadap sebuah bahasa pemrograman didapatkan
hasil yang berbeda-beda untuk setiap orang. Perlu anda ketahui bahwa Program yang ditulis dengan
menggunakan bahasa pascal mempunyai ciri yang terstruktur sehingga mudah dipahami maupun
dikembangkan oleh pemogram. Pada suatu bahasa pemrograman umumnya telah menyediakan tipe
– tipe data yang sederhana ( simple ) maupun yang terstruktur. Termasuk di bahasa pascal.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Pengertian Tipe Data

Tipe data adalah suatu keyboard yang secara otomatis datang dari bahasa program Java dan
sama juga dari beberapa bahasa program lannya. Dimana tipe data biasanya digunakan ketika kita
menentukan suatu jenis nilai yang dapat ditampung oleh suatu variabel. Tipe data memiliki beberapa
kegunaan dalam jenis nilainya sesuai apa nama tipe data tersebut. Adapun perbedaan jenis kelompok
tipe data yang harus kita ketahui, yaitu tipe data bilangan bulat (integer), bilangan pecahan (floating
point), dan tipe data boolean dan char.

1. Tipe bilangan bulat (Integer)

Integer merupakan tipe data numerik yang digunakan apabila tidak berurusan

dengan pecahan atau bilangan desimal. Bilangan integer juga mengenal nilai positif dan

negatif ( signed number ). Tipe data numerik yang termasuk integer adalah sebagai

berikut :

Tipe Data Ukuran (bit) Range


Byte 8 -128 s.d. 127
Short 16 -32768 s.d. 32767
Int 32 -2147483648 s.d. 2147483647
-9223372036854775808 s.d.
Long 64 9223372036854775807

Bilangan integer biasanya menggunakan int, dan bukan byte, short maupun long. Tipe data
byte dan short hanya digunakan pada aplikasi khusus yang memperhatikan penggunaan memori.
Sedangkan long jarang digunakan karena jarang memerlukan bilangan sebesar kapasitas long.

∙Byte

Type byte umumnya digunakan pada saat kita bekerja dengan sebuah data stream dari suatu
file maupun jaringan, yaitu untuk kepeluan proses membaca/menulis. Selain itu, tipe ini juga
digunakan saat bekerja dengan data biner yang tidak kompatibel dengan tipe-tipe lain yang
didefiniskan di dalam Java.

Contoh

program 1 :

public class a {

public static void main (String [] args)

//deklarasi variabel bytejumlah=1;

//output

System.out.println(“Jumlah = "+jumlah);}}

Contoh

program 2 :

public class a {

public static void main (String [] args)

//deklarasi variabel byte jumlah; //inisialisasi variabel jumlah=1;

//output

System.out.println(“Jumlah = "+jumlah);}}

Short

Pada umumnya diaplikasikan pada komputer-komputer 16-bit, yang saat ini semakin jarang
keberadaanya.

Contoh

program 1 :

public class b {
public static void main (String [] args) // deklarasi variabel
short jumlah=2;

// output

System.out.println(“Jumlah = "+jumlah);}}

Contoh program 2 :

public class b {

public static void main (String [] args)

//deklarasi variabel short jumlah; //inisialisasi variabel jumlah=2;

//output

System.out.println(“Jumlah = "+jumlah);}}

∙Int

Tipe ini juga merupakan tipe yang paling banyak dipakai dalam merepresentasikan angka dalam Java,
dikarenakan dianggap paling efisien dibandingkan dengan tipe- tipe integer lainnya. Tipe Int banyak
digunakan untuk indeks dalam struktur pengulangan maupun dalam konstruksi sebuah array.Selain
itu, secara teori setiap ekspresi yang melibatkan tipe integer byte, short, int, long) semuanya akan
dipromosikan ke int terlebih dahulu sebelum dilakukan proses perhitungan.

Contoh

program 1 :

public class c {

public static void main (String [] args)

// deklarasi variabel
int jumlah=20;

// output
System.out.println(“Jumlah = "+jumlah);}}

Contoh program 2 :

public class a {

public static void main (String [] args)

//deklarasi variabel int jumlah; //inisialisasi variabel jumlah=20;

//output

System.out.println(“Jumlah = "+jumlah);}}

Long

Tipe ini digunakan untuk kasus-kasus tertentu yang nilainya berada di luar rentang tipe int, karna tipe
ini punya range paling tinggi dibanding Integer lainnya. Dengan kata lain, tipe long terpaksa digunakan
jikadata memiliki range diluar range int.

Contoh

program 1 : public class d {

public static void main (String [] args)

//deklarasi variabel long jumlah=22121;

//output
System.out.println(“Jumlah = "+jumlah);}}

Contoh program 2 :

public class d {

public static void main (String [] args)


//deklarasi variabel int jumlah; //inisialisasi variabel jumlah=22121;

//output

System.out.println(“Jumlah = "+jumlah);}}

Integer adalah sebuah tipe data yang paling dasar yang berupa bilangan yang tidak
mengandung pecahan desimal. Tipe data ini juga memiliki urutan tersendiri, sehingga kita dapat
menggunakannya sesuai kebutuhan dalam pemograman dan kita dapat membandingkannya satu
dengan yang lainnya. Di bagian tabel diatas kita bisa tahu nama- nama tipe data integer ini dan kita
bisa menggunakannya sesuai kebutuhan. Akan tetapi tipe data int lebih umum digunakan dalam
pemogramannya.

Contoh program penggabungan beberapa tipe data:

package TipeData;

public class TipeInteger{

public static void main(string[] args)

//membuat variabel dengan beberapa tipe data yang berbeda

byte a = 1; short b = 2; int c = 3; int d;

//menjumlahkan variabel a, b, c

d = a + b + c;

//mencetak variabel d atau menampilkan hasil

system.out.println(“Hasil = “ +d);}}

2.Tipe data Floating Point ( Bilangan Pecahan )


Floating Point digunakan untuk menangani bilangan desimal atau perhitungan yang lebih
detail dibanding integer. Ada dua macam floating point, yaitu :

Ukuran Presisi (jumlah


Tipe bytes bit Range digit)
float 4 32 +/- 3.4 x 1038 6-7
double 8 64 +/- 1.8 x 10308 15

Semua bilangan pecahan atau desimal dalam Java tanpa diakhiri huruf f akan dianggap sebagai
double. Sedangkan bilangan yang ingin dikategorikan sebagai float harus diakhiri dengan huruf F.
Misalnya : 4.22 F atau 2.314f. Sedangkan untuk bilangan doeuble, bisa menambah dengan huruf D,
karena secara default bilangan dengan koma atau pecahan atau desimal akan dianggap sebagai
double.

∙Float

Tipe ini digunakan untuk menandakan nilai–nilai yang mengandung presisi atau ketelitan tunggal
(single-precision) yang menggunakan ruang penyimpanan 32-bit. Presisi tunggal biasanya lebih cepat
untuk processor-processor tertentu dan memakan ruang penyimpanan setengah kali lebih sedikit
dibandingkan presisi ganda (double precision). Permasalahan yang timbul dari pemakaian tipe float
untuk nilai-nilai yang terlalu kecil atau justru terlalu besar, karena nilai yang dihasilkan akan menjadi
tidak akurat.

Contoh program 1 :

public class a {

public static void main (String [] args)

//deklarasi variabel float ip=3,7;


// output

System.out.println(“ip saya = "+ip);}}

Contoh program 2 :

public class a {
public static void main (String [] args)

//deklarasi variabel int ip; //inisialisasi variabel ip=3,7;

//output

System.out.println(“ip saya = "+ip);}}

∙Double

Tipe ini mengandung tingkat ketelitian ganda atau presisi ganda (double precisiondan menggunakan
ruang penyimpanan 64-bit untuk menyimpan nilai. Tipe double tentu lebih cepat untuk melakukan
perhitungan-perhitungan matematis daripada tipe float. Untuk perhitungan yang bersifat bilangan riil
dan menghasilkan hasil yang lebih akurat, maka lebih baik menggunakan tipe double.

Contoh

program 1 :

public class b {

public static void main (String [] args)

//deklarasi variabel double pi=3,1416;

//output
System.out.println(“nilai pi = "+pi);}}

Contoh program 2 :

public class b {

public static void main (String [] args)

//deklarasi variabel int pi; //inisialisasi variabel pi=3,1416;

//output

System.out.println(“nilai pi = "+pi);}}
Bilangan pecahan juga bisa dibilang real, real adalah tipe data yang dipakai pada variable yang
berdata bilangan pecahan desimal. Dimana kita tahu di dunia matematika ada yang namanya angka
dibelakang koma, makanya tipe data ini sangat cocok membantu kita untuk menuntaskan segala
masalah dalam perhitungan. Pada tipe data ini yang paling umum digunakan yaitu tipe data double
dimana double memiliki ukuran yang besar senilai 64 bit setara dengan 8 byte. Tipe data ini mampu
menuntaskan segala hitungan yang melibatkan bilangan pecahan yang banyak angka dibelakang
koma, seperti halnya perhitungan kosinus, perhitungan akar, pangkat, bahkan volume, dan masih
banyaklagi.

3.Tipe data char

Char adalah karakter tunggal yang didefinisikan dengan diawali dan diakhiri dengan tanda
„( petik tunggal ). Char berbeda dengan String, karena String bukan merupakan tipe data primitif,
tetapi sudah merupakan sebuah objek.

Contoh program 1 :

public class c {

public static void main (String [] args)

//deklarasi variabel char HurufPertama=‟a‟;

//output

System.out.println(“Huruf pertama adalah "+HurufPertama);}}

Contoh program 2 :

public class a {

public static void main (String [] args)

//deklarasi variabel char HurufPertama; //inisialisasi variabel HurufPertama=‟a‟;

//output

System.out.println(“Huruf pertama adalah "+HurufPertama);}}


Tipe char mengikuti aturan unicode, sehingga dapat menggunakan kode /u kemudian diikuti bilangan
dari 0 sampai 65535, tetapi yang biasa digunakan adalah bilangan heksadesimal dari 0000 sampai
FFFF. Misalnya : „\u123‟.

Java menggunakan karakter Unicode untuk merepresentasikan semua karakter yang ada.Unicode
ialah sekumpulan karakter yang terdapat pada semua bahasa, seperti bahasa Latin, Arab, Yunani dan
lain-lainnya. Karena bahasa Java dirancang untuk dapat diterapkan di berbagai macam platform, maka
Java menggunakan karakter Unicode yang membutuhkan ukuran 16-bit.

Untuk karakter-karakter yang tidak dapat diketikkan secara langsung melalui keyboard, java
menyediakan beberapa escape sequence (pasangan karakter yang dianggap sebagai karakter tunggal).
Escape sequence tidak dianggap sebagai String, melainkan tetap sebagai tipe karakter khusus. Di
bawah ini akan dijelaskan beberapa contoh tentang escape sequence.

Escape Nilai Unicode

Sequence Keterangan
\ddd Karakter octal (ddd)
Karakter Unicode heksadecimal
\uxxxx (xxxx)
\‟ Petik tunggal \u0027
\* Double Quote \u0022
\\ Backslash \u005c
\r Carriage return \u000d
\n Baris baru (line feed) \u000a
\f Form feed
\t Tab \u0009
\b Backspace \u0008

4.Boolean

Tipe data Boolean mempunyai dua nilai yaitu true (benar) dan false (salah). Nilai Boolean
sangat penting digunakan untuk pengambilan keputusan dalam suatu kejadian tertentu.Contoh
penggunaan:

Contoh penggunaan tipe data boolean pada java bisa dicoba dengan perintah berikut :
class TipeData {

public static void main(String[] args) {

// Tipe data primitif

long data1 = 546767226531;

int data2 = 2235641;

short data3 = 714;

bytedata4 = 34;

float data6 = 1.733; // tipe data pecahan


double data5 = 4.967; // tipe data pecahan

char data7 = „C‟;

boolean data8 = true;

System.out.println(“Nilai Long : “+ data1);

System.out.println(“Nilai Int : “+ data2);

System.out.println(“Nilai Short : “+ data3);

System.out.println(“Nilai Byte : “+ data4);

System.out.println(“Nilai Double : “+ data5);

System.out.println(“Nilai Float : “+ data6);

System.out.println(“Nilai Char : “+ data7);

System.out.println(“Nilai Boolean : “+ data8);}}

5.String
String adalah tipe data dasar yang berupa kumpulan karakter dengan panjang tertentu. Meskipun
berupa kumpulan karakter, karena tipe data string sering digunakan dalam pemrograman, string
dianggap sebagai tipe data dasar.

Untuk penyimpanan string didalam memori, dibutuhkan 1 byte untuk tiap karakternya. Serupa
dengan penulisan karakter, penulisan sebuah string juga harus diawali dan diakhiri dengan tanda petik
ganda. String juga mengenal null yang dituliskan dengan "".

Contoh string:

•"BANDUNG"

•"Politeknik Negeri Lhoseumawe"

•"ABC3456"

•"Lucu"

•"30202001"
•"z"

Perhatikan bahwa sebuah karakter tunggal ("z") juga merupakan string.

Contoh

program 1 :

public class x {

public static void main (String [] args)

//deklarasi variabel

string a=”enang”;

//outsput

System.out.println(“Saya sedang merasa "+a);}}

Contoh
program 2 :

public class y {

public static void main (String [] args)

//deklarasi variabel string a;

//inisialisasi variabel a=”senang”;

//output

System.out.println(“Saya sedang merasa "+a);}}

2.2. Pengertian Variabel

Variabel adalah item yang digunakan data untuk menyimpan pernyataan objek. Variabel
memiliki tipe data dan nama. Tipe data menandakan tipe nilai yang dapat dibentuk oleh variabel itu
sendiri. Nama variabel harus mengikuti aturan untuk identifier.

1. Variabel Reference dan Variabel Primitif

Sekarang kita akan membedakan dua tipe variabel yang dimiliki oleh program Java.

Ada variabel reference dan variabel primitif.

Variabel primitif adalah variabel dengan tipe data primitif. Mereka menyimpan data dalam
lokasi memori yang sebenarnya dimana variabel tersebut berada.

Variabel Reference adalah variabel yang menyimpan alamat dalam lokasi memori. Yang
menunjuk ke lokasi memori dimana data sebenarnya berada. Ketika Anda mendeklarasikan variabel
pada class tertentu, Anda sebenarnya mendeklarasikan reference variable dalam bentuk objek dalam
classnya tersebut.

Sebagai contoh, Apabila kita mempunyai dua variabel dengan tipe data int dan
String.

int num = 10;


String name = "Hello"

Dimisalkan ilustrasi yang ditunjukkan dibawah ini adalah memori yang ada pada komputer
Anda, dimana Anda memiliki alamat dari setiap sel memorinya, nama variabel dan datanya terbentuk
sebagai berikut.

Seperti yang dapat Anda lihat, untuk variable primitif num, datanya berada dalam lokasi
dimana variabel berada. Untuk reference variable name, variabel hanya menunjuk alamat dimana
data tersebut benar-benar ada.

Variabel merupakan container yang digunakan untuk menyimpan suatu nilai pada sebuah
program dengan tipe tertentu. Untuk mendefinisikan variabel, kita dapat menggunakan identifier
untuk menamai variabel tersebut.

a)Identifier

Identifier adalah kumpulan karakter yang dapat digunakan untuk menamai variabel, method,
class, interface, dan package. Sebagaimana bahasa pemrograman pada umumnya, Java memiliki
peraturan untuk identifier yang valid atau sah. Identifier bisa disebut valid atau sah apabila diawali
dengan :

-Huruf / abjad
-Karakter mata uang
-Underscore ( _ )
Identifier dapat terdiri dari :

-Huruf / abjad
-Angka
-Underscore ( _ )

Identifier tidak boleh mengandung @, spasi atau diawali dengan angka. Selain itu, identifier
tidak boleh menggunakan keyword atau katakata yang memiliki arti atau digunakan dalam
pemrograman Java.

b)Mendeklarasikan Variabel

Sintaks dasar : [tipe data] [nama variabel];


Menuliskan tipe data dari variabel, contoh :

int bilangan;

char karakter;

float bildesimal;

boolean status;

Setelah mendeklarasikan variabel dengan tipe data, selanjutnya memberikan nilai variabel
tersebut dengan tanda = ,contoh :

bilangan = 20;

karakter = „k‟;

bildesimal = 22.2f;

status = true;

Dapat juga mendeklarasikan dan memberikan nilai dalam satu baris.

int bilangan = 20;

char karakter = „k‟;

float bildesimal = 22.2f;

boolean status = true;

Kita dapat membuat variabel menjadi konstanta yang tidak dapat diubah nilainya dengan
menambahkan keyword sebelum tipe data dari variabel.

Contoh :
final int konstantainteger = 10;

final float pajak = 15.5;


2.3.Pengertian Operator

Dalam Java, ada beberapa tipe operator. Ada operator aritmatika, operator relasi, operator
logika, dan operator kondisi. Operator ini mengikuti bermacam-macam prioritas yang pasti sehingga
compilernya akan tahu yang mana operator untuk dijalankan lebih dulu dalam kasus beberapa
operator yang dipakai bersama-sama dalam satu pernyataan.

1.Operator Aritmatika Dasar

Operator aritmetika adalah operator yang berfungsi perhitungan matematis. Yang termasuk
dalam arithmatic operator adalah sebagai berikut :

+ : Penjumlahan

- : Pengurangan

* : Perkalian

/ : Pembagian

%: Modulus (sisa hasil bagi)

++: Increment (menaikkan nilai dengan 1)

–: Decrement(menurunkan nilai dengan 1)

Berikut ini contoh program menggunakan operator aritmetika :

class Program1{

public static void main(String[] args){

System.out.println(“Operasi aritmetika ” + “pada tipe integer”);

int a = 7 + 4; int b = a – 4; int c = a * b; int d = c / 3; int e = -a;

System.out.println(“Nilai a: ” + a);
System.out.println(“Nilai b: ” + b);
System.out.println(“Nilai c: ” + c);
System.out.println(“Nilai d: ” + d);
System.out.println(“Nilai e: ” + e);
System.out.println();

System.out.println(“Operasi aritmetika ” + “pada tipe floating-point”);

double fa = 7 + 4; double fb = fa – 4; double fc = fa * fb; double fd = fc / 3; double fe = -a;

System.out.println(“Nilai fa: ” + fa);


System.out.println(“Nilai fb: ” + fb);
System.out.println(“Nilai fc: ” + fc);
System.out.println(“Nilai fd: ” + fd);
System.out.println(“Nilai fe: ” + fe);}}

A. Operator Modulus (Sisa Bagi)

Operator modulus (%) digunakan untuk menentukan sisa hasil bagi dari sebuah operasi
pembagian bilangan bulat maupun bilangan riil.

Berikut ini contoh program menggunakan operator modulus :

class Program2{

public static void main(String[] args){

int a=25, b=6; int c = a % b; double d = 17.75; double e = d % b;

System.out.println(“Sisa bagi ” + a + “/” + b + ” adalah ” + c);

System.out.println(“Sisa bagi ” + d + “/” + b + ” adalah ” + e);}}


b. Operator Increment – Decrement

Increment decrement operator adalah operator yang berguna untuk menaikkan 1 nilai
(increment) dan menurunkan 1 nilai (decrement).

Berdasarkan urutan eksekusi penaikann dan penurunan nilainya, increment- decrement


operator ini dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu pre- increment/decrement dan post-
increment/decrement.

Berikut ini contoh program menggunakan operator increment :


class Program3{

public static void main(String[] args){

int a=17;

System.out.println(“Pre-increment”);

System.out.println(“a\t: ” + a);

System.out.println(“++a\t: ” + ++a);

System.out.println(“a\t: ” + a);

int b=17;

System.out.println(“\nPost-increment”);

System.out.println(“b\t: ” + b);

System.out.println(“b++\t: ” + b++);

System.out.println(“b\t: ” + b);}}

Berikut ini contoh program menggunakan operator decrement :

class Program4{

public static void main(String[] args){

int a=17;

System.out.println(“Pre-decrement”);

System.out.println(“a\t: ” + a);

System.out.println(“–a\t: ” + –a);

System.out.println(“a\t: ” + a);

int b=17;

System.out.println(“\nPost-decrement”);
System.out.println(“b\t: ” + b);

System.out.println(“b–\t: ” + b–);

System.out.println(“b\t: ” + b);}}

2. Operator Relasional
Operator relasional adalah operator yang menyatakan hubungan antara satu operand dengan
operand lainnya. Hasil yang diberikan dari operasi ini akan bernilai boolean (true/false).

Operator Keterangan
== sama dengan
!= tidak sama dengan
> lebih besar
< lebih kecil
>= lebih besar atau sama dengan
<= lebih kecil atau sama dengan

Berikut ini contoh program menggunakan operator relasional :

class Program5{

public static void main(String[] args){

int a=7, b=17;

System.out.println(“a == b bernilai ” + (a == b));

System.out.println(“a != b bernilai ” + (a != b));

System.out.println(“a > b bernilai ” + (a > b));

System.out.println(“a < b bernilai ” + (a < b));

System.out.println(“a >= b bernilai ” + (a >= b));

System.out.println(“a <= b bernilai ” + (a <= b));}}

3. Operator Logika

Operator logika berguna ketika kita ingin menguji dua kondisi atau lebih secara bersamaaan
apakah syarat itu bernilai benar atau tidak. Operator logika digunakan untuk
melakukan operasi terhadap dua operand yang bertipe Boolean. Hasil yang diberikan dari operasi ini
juga akan bertipe Boolean.

Operator Keterangan
&& AND
|| OR
^ XOR (exclusive OR )
! NOT ( negasi )

Berikut ini contoh program menggunakan operator logika :

class Program6{

public static void main(String[] args){

System.out.println(“Operasi AND”);

System.out.println(“true && true = ” + (true && true));


System.out.println(“true && false = ” + (true && false));

System.out.println(“false && true = ” + (false && true));

System.out.println(“false && false = ” + (false && false));

System.out.println(“\nOperasi OR”);

System.out.println(“true || true = ” + (true || true));


System.out.println(“true || false = ” + (true || false));
System.out.println(“false || true = ” + (false || true));

System.out.println(“false || false = ” + (false || false));

System.out.println(“\nOperasi XOR”);

System.out.println(“true ^ true = ” + (true ^ true));


System.out.println(“true ^ false = ” + (true ^ false));
System.out.println(“false ^ true = ” + (false ^ true));

System.out.println(“false ^ false = ” + (false ^ false));

System.out.println(“\nOperasi NOT”);

System.out.println(“!true = ” + (!true));
.out.println(“!false = ” + (!false));
}
}
4. Operator Assignment (penugasan)

Operator penugasan berguna untuk memberikan nilai kesuatu variabel.Operator penugasan


menggunakan tanda sama dengan ( = ). Dibawah ini beberapa operator penugasan.

Operator Keterangan
= Pemberian nilai

+= Penambahan bilangan

-= Penguragan bilangan

*= Pengalian bilangan

/= Pembagian bilangan

%= Pemrolehan sisa bagi

Operator += digunakan untuk menaikan nilai terhadap suatu variabel contohnya a +=2, jika
semula variabel a berisi 5 maka a saat ini akaan bernilai 7.

Operator -= digunakan untuk menurunkan nilai terhadap suatu variabel contohnya a -=2, jika
semula variabel a berisi 5 maka a saat ini akaan bernilai 3.

Operator /= digunakan untuk membagi nilai terhadap suatu variabel contohnya a /=2, jika
semula variabel a berisi 5 maka a saat ini akaan bernilai 2.5

Operator %= digunakan untuk memperoleh sisa pembagian nilai terhadap suatu isi variabel
contohnya x%=2, berarti nilai variabel x (bertipe int) akan diisi dengan sisa pembagian x dengan 2.
Kalau misal x berisi 5 maka x saat ini akan bernilai 1.

Contoh operator penugasan yaitu:

class penugasan{

public static void main(String args[]){

int a =1; int b = 2; int c = 3; int d = 4; int e = 5; 3a+=5; b*=4; c-=1;

d/=2;

e%=2;
System.out.println("a = " +a); System.out.println("b = " +b); System.out.println("c = " +c);

System.out.println("b = " +d); System.out.println("c = " +e);}}

5. Operator Bitwise

Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit-bit dari nilai data yang ada di memori.
Operator bitwise dalam bahasa Java :

Operator Penjelasan Contoh Hasil


>> Pergeseran bit ke kanan 12 >> 2 3
<< Pergeseran bit ke kiri 7 << 2 28
& Manipulasi bit dengan logika AND 11 & 7 3
| Manipulasi bit dengan logika OR 9|3 11
^ Manipulasi bit dengan logika XOR 8^6 14
~ Manipulasi bit dengan logika NOT ~13 -14

Setiap numerik yang dimanipulasi harus dirubah dulu kedalam bentu biner, pada contoh di atas maka
binernya ada sebagai berikut:

Desimal Biner
3 11
6 110
7 111
8 1000
9 1001
10 1010
11 1011
12 1100

Setelah didapatkan biner dari sertiap numerik yang akan dimanipulasi maka barulah dilakukan operasi
bitwise sesuai dengan operator yang di gunakan. Penjelasan dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Penggunaan Penjelasan Hasil Biner Hasil Desimal


12>>2 1100 digeser 2 bit ke kanan 11 3
7<<2 111 digeser 2 bit ke kiri 11100 28
12 & 7 1100 & 0111 maka setiap bit dibandingkan dengan logika AND 0100 8
9|3 0101 | 0011 maka setiap bit dibandingkan dengan logika OR 0111 11
8^6 0100 ^ 0110 maka setiap bit dibandingkan dengan logika XOR 0010 2
~13 ~(1101) -14

Pada operator ~ (Not) ada perhitungan tersendiri, secara sederhana rumusnya sebagai berikut
~(n) = – (n+1), contoh: ~(82) = -83
~(-n) = n-1, contoh: ~(-43) = 42

Contoh Program :

public class OperatorBitwise {

public static void main(String[] args) {

//TODO Auto-generated method stub System.out.println(" 7 << 2 = "+ (7 << 2)); System.out.println("
12 >> 2 = "+ (15 >> 2)); System.out.println(" 12 & 7 = "+ (12 & 7)); System.out.println(" 9 | 3 = "+ (9 |
3)); System.out.println(" 8 ^ 6 = "+ (8 ^ 6)); System.out.println(" ~13 = "+ (~13)); System.out.println("
~(-8) = "+ ~(-8));}}
BAB III

PENUTUP

3.1 .Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan di atas yaitu:


1. Java dikenal sebagai bahasa pemrograman yang bersifat strongly, yang berarti diharuskan
mendeklarasikan tipe data dari semua variable yang apabila lupa atau salah dalam mengikuti aturan
pendeklarasian variable, maka akan terjadi error pada saat proses kompilasi.
2.Tipe data yang terdapat pada bahasa pemrograman Java pada umumnya tidak jauh berbeda dengan
bahasa pemrograman lain seperti C, C++, Pascal, Basic, dan lainnya, yakni terdiri dari integer, floating
point, char, string dan boolean.
3.Aturan penulisan variabel pada bahasa pemrograman Java juga tidak jauh berbeda dengan bahasa
pemrograman lain seperti C, C++, Pascal, Basic, dan lainnya, yakni harus diawali dengan huruf/abjad,
karakter mata uang, dan underscore ( _ ) dan terdiri dari huruf/abjad, angka, dan underscore ( _ ),
serta tidak boleh menggunakan kata-kata yang dikenal oleh bahasa pemrograman Java (keyword),
seperti byte, case, int, dan lainnya.

4.Sama halnya dengan semua bahasa dapat dipemrograman, Java juga menyediakan operator-
operator aritmatika untuk memanipulasi data numerik.
5.Selain operator aritmatika, Java juga mempunyai operator-operator lain, seperti operator increment
dan decrement, operator assignment (penugasan), operator relasi, operator logical, operator bitwise
(yang terdiri dari and, or, xor, dan complement), dan operator precedence.
BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

http://smkn1panji.sch.id/AJAL/Tutorial/Variable%20dan%20tipe%20data.pdf

http://eskun.blogspot.co.id/2013/03/macam-macam-tipe-data-pada-java.html
http://s3.amazonaws.com/ppt-download/tipedatapadajava-140907114819-
phpapp01.pdf?response-content-
disposition=attachment&Signature=lWpOJ1trxzB6ln8RZOaFJwJKwWM%3D&Expires=1
444040088&AWSAccessKeyId=AKIAIA7QTBOH2LDUZRTQ

Enterprise, Jubilee. 2015. Mengenal Java dan Database dengan NetBeans. Jakarta: Gramedia

Materi Perkuliahan, S1 Informatika FMIPA UNS

http://yuliastutik15.blogspot.co.id/2013/02/konsep-variabel-pada-java-programing.html