Anda di halaman 1dari 19

Master of Creative Solution | JILC

Master of Creative Solution BAB 01
Master of Creative Solution
BAB
01

JILC

Solution | JILC Master of Creative Solution BAB 01 JILC       LAMBANG BESARAN DEFENISI
     

LAMBANG

BESARAN

DEFENISI

SATUAN

DIMENSI

Panjang

 

m

L

Massa

kg

M

Waktu

s

T

Suhu

K

θ

Kuat Arus

Besaran Pokok

A

I

Intensitas Cahaya

Cd

J

Jumlah Zat

mol

N

Kecepatan

Panjang/waktu

m/s

 

Percepatan

Kecepatan/waktu

m/s 2

 

Gaya

Massa x percepatan

Newton

 

Tekanan

Gaya/Luas

N/m

 

Usaha

Gaya x jarak

Joule

 

Daya

Usaha/waktu

Watt

 

Impuls

Gaya x waktu

N.s

 

Momentum

Massa x kecepatan

Kg.m/s

 

Besaran vector

:

besaran yang memiliki nilai dan arah (perpindahan, kecepatan, percepatan, gaya, impuls, momentum).

Besaran scalar

:

besaran yang hanya memiliki nilai (jarak, kelajuan, usaha, energi, daya, tekanan).

Resultan dua buah vektor A dan B yang mengapit sudut α adalah:

R  A 2  B 2  2 AB cos
R 
A
2
 B
2
2
AB
cos

Tiga buah Gaya sebidang :

F 1 F 2 γ β α
F 1
F 2
γ
β
α
F F F 1  2  3 sin  sin  sin 
F
F
F
1
2
3
sin 
sin 
sin 
F 2 γ β α F F F 1  2  3 sin  sin

F 3

Sejarah SMU Kelas

| Fisika | SMA Kelas 3 |

1
1

ANGKA PENTING

Master of Creative Solution | JILC

Master of Creative Solution

Angka Penting

:

Semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan alat ukur (mistar, jangka sorong,

mikrometer sekrup

Angka pasti

Angka taksiran

dsb),

terdiri dari :

Operasional Angka Penting

: penjumlahan/pengurangan dan perkalian/pembagian

Penting : penjumlahan/pengurangan dan perkalian/pembagian 1. Suatu besaran memiliki dimensi ML 2 T - 2 ,

1. Suatu besaran memiliki dimensi ML 2 T -2 , besaran yang dimaksud adalah ….

A. Impuls

B. Tekanan

C. Daya

D. Gaya

E. Usaha

2. Vektor P, Q, dan R pada gambar berikut bertitik tangkap di 0, masing-masing memiliki panjang 10 cm, maka resultan ketiganya adalah ….

A. 0 y B. 15 cm C. 20 cm Q D. 25 cm E. 30
A. 0
y
B. 15 cm
C. 20 cm
Q
D. 25 cm
E. 30 cm
P 60 0
30 0
R
3. Hasil pengukuran panjang dan lebar suatu

x

lantai rumah adalah 12,61 m dan 5,2 m. Hasil perhitungan luar lantai rumah tersebut menurut aturan angka penting adalah

A. 66 m2

B. 65,6 m2

C. 65,572 m2

D. 65,5 m2

E. 65 m2

4. Untuk mengukur tebal sebuah balok kayu digunakan jangka sorong. Kedudukan skalanya saat rahang menyentuh jepit balok, seperti terlihat pada gambar.

rahang menyentuh jepit balok, seperti terlihat pada gambar. Bacaan tebal balok kayu adalah A. 1,09 cm

Bacaan tebal balok kayu adalah

A. 1,09 cm

B. 1,12 cm

C. 1,14 cm

D. 1,24 cm

E.

1,27 cm

5. Dua vektor A dan B masing-masing besarnya 12 N dan 8 N yang titik tangkap kerjanya pada

pusat sumbu koordinat, seperti tergambar. Resultan kedua vektor tersebut dinyatakan dengan vektor satuan i dan j adalah

A. 12 i 833 j

B. 10 i 833 j

C. -4 i + 633 j

D. -2 i + 633 j

E. - i + 8 j

833 j B. 10 i – 833 j C. -4 i + 633 j D. -2
833 j B. 10 i – 833 j C. -4 i + 633 j D. -2
| 2
|
2

| Fisika | SMA Kelas 3

Geografi SMU Kelas 3

Master of Creative Solution | JILC

Master of Creative Solution

6. Massa jenis air dalam system cgs (cm, gram, sekon) adalah 1 mg/cm 3 . Bila massa jenis ini

dikonversikan ke system Internasional (SI), maka nilainya adalah…

A.

B.

C.

D.

E. 10 3 kg/m 3

10 -9 kg/mm 3 10 -6 kg/mm 3 10 kg/m 3 10 2 kg/m 3

JILC

9. Sebuah mikrometer sekrup digunakan untuk

mengukur garis tengah bola yang kecil. Hasil pengukurannya adalah

A. 2,20 mm

2,52 mm

C.

D.

B.

3,70 mm

4,20 mm

E.

4,70 mm

0

0 25

25

 

20

 

15

 
 

7. Dalam system SI, satuan daya adalah watt. Maka satuan tersebut memiliki dimensi?

A. ML 2 T

B. ML 2 T

C. ML -2 T -2

D.

E.

-2

-3

ML 2 T ML 3 T

3

-2

10. Vektor A besarnya 40 satuan dan vektor B 20 satuan. Jika sudut antara kedua vektor itu adalah 60 0 , maka besar A – B adalah …

A. 60

B. 40

C. 30

D. 20

E. 20

3 3
3
3

8. Jumlah dua buah vektor adalah 3 kali vektor yang lebih kecil. Jika kedua buah vektor saling tegak lurus, maka perbandingan kedua vektor adalah

A. 2 : 1

B. 4 : 1 15 C. 2 15 : D. 1 :
B. 4 : 1
15
C. 2
15
:
D. 1
:

E. 4 : 1

kedua vektor adalah A. 2 : 1 B. 4 : 1 15 C. 2 15 :

Sejarah SMU Kelas

| Fisika | SMA Kelas 3 |

3
3

Master of Creative Solution | JILC

Master of Creative Solution

BAB 02
BAB
02
Master of Creative Solution | JILC Master of Creative Solution BAB 02 | 4 | Fisika
Master of Creative Solution | JILC Master of Creative Solution BAB 02 | 4 | Fisika
Master of Creative Solution | JILC Master of Creative Solution BAB 02 | 4 | Fisika
| 4
|
4

| Fisika | SMA Kelas 3

Geografi SMU Kelas 3

Master of Creative Solution

Master of Creative Solution | JILC

JILC

Creative Solution Master of Creative Solution | JILC JILC 1. GERAK LURUS BERATURAN (GLB) Variasi GLB

1. GERAK LURUS BERATURAN (GLB)

Variasi GLB

P Q A B
P
Q
A
B
JILC 1. GERAK LURUS BERATURAN (GLB) Variasi GLB P Q A B S P + S
JILC 1. GERAK LURUS BERATURAN (GLB) Variasi GLB P Q A B S P + S

S P + S Q = AB

A B
A
B

SA = SB

2. GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB)  r r  2 r 1 V 
2. GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB)
r
r
2
r 1
V
1. 
 t
t
 t
2
1
 v
v
 v
2
1
a
2. 
 t
 t
t 2
1
dr
x
dr
y
dr
z
x 
; v
y 
; v
z 
3. v
dt
dt
dt
2
2
2
v 
vx
vy
vz

4.

5.

a x

dv

x

dt

;

a

y

dv

y

dt

;

a

z

 
a 
a

ax

2

ay

2

az

2

dv

z

dt

dt

Jika diketahui a (t ) dan v(t)

v

t

2

a t

 

t

1

dt

v(t) v  t 2  a t   t 1  dt 6. r

6.

r

t

2

( )

v t

t

1

dt

Sejarah SMU Kelas

| Fisika | SMA Kelas 3 |

5
5

3. GERAK PADA BIDANG DATAR

A. Gerak Melingkar :

Gaya sentripetal

Percepatan sentripetal

Kecepatan linier

:

:

F

s

a

s

m

v

2

r

v

2

r

,

: v = ω . r

Master of Creative Solution | JILC

Master of Creative Solution

Kecepatan maksimum mobil menikung:

  . g R . s  jalan datar : v  jalan miring
 .
g R
.
s
 jalan datar : v
 jalan miring : v  g.R.tan
A
B
A B
A
B

B. Gerak proyektil :

Tinggi maksimum

Jarak mendatar maksimum

:

:

ω A .R A = ω B .R B A B V V A 
ω A .R A = ω B .R B
A
B
V
V
A
B
R
R
A
B
2
2
sin
v 0
y
m
2. g
2
sin2
v 0
x
m

g

A B 2 2 sin  v 0 y m  2. g 2 sin2 v
| 6
|
6

| Fisika | SMA Kelas 3

Geografi SMU Kelas 3

Master of Creative Solution

4. GERAK ROTASI

Master of Creative Solution | JILC

JILC

GERAK TRANSLASI

GERAK ROTASI

HUBUNGANNYA

Pergeseran linier

 

s

Pergeseran sudut

s

= . R

Kecepatan linier

 

v

Kecepatan sudut

v

= . R

Percepatan Linier

 

a

Percepatan sudut

a

= . R

Kelembaman

 

Kelembaman rotasi

   

translasi (massa)

 

m

(momen inersia)

I

I = m.r 2

Gaya

F = m . a

Torsi (momen gaya)

= I .

= F . R

Energi kinetik

Ek = 1/2 mv 2

Energi kinetik

Ek = 1/2 I .2

 

-

Daya

P

= F . v

Daya

P = .

 

-

Momentum linier

p

= m.v

Momentum anguler

L = I .

 

-

GERAK TRANSLASI

GERAK ROTASI

(ARAH TETAP)

(SUMBU TETAP)

 

vt = v 0 + at

t = 0 + .t

s

= v o t + 1/2 a t 2

=

0 t + .t 2

v

t 2 = v 0 2 + 2 a.s

t 2 = 0 2 + 2.

2 + 2 a.s  t 2 =  0 2 + 2  . 

1. Sebuah benda bergerak di jelaskan dengan grafik hubungan kecepatan terhadap waktu. Berapakah jarak tempuhnya dalam selang waktu dari 4 sekon sampai 9 sekon?

A. 28 m

B. 14 m

C. 12 m

D. 8 m

E. 4 m

V (m/s) 4 5 9
V (m/s)
4
5
9

t (s)

2. Sebuah partikel bergerak pada lintasan lurus dinyatakan dengan persamaan kedudukan s = 10

+ 5t 2t 2 , dengan t dalam sekon dan s dalam meter. Kecepatan rata-rata partikel itu dalam selang waktu antara t = 1 s sampai dengan t = 3 s adalah …

A. 1 m/s

B. 2 m/s

C. 3 m/s

D. 4 m/s

E. 5 m/s

dengan t = 3 s adalah … A. 1 m/s B. 2 m/s C. 3 m/s

Sejarah SMU Kelas

| Fisika | SMA Kelas 3 |

7
7

Master of Creative Solution | JILC

3. Sebuah partikel bergerak dari keadaan diam pada

suatu gerak lurus, dengan persamaan posisi x = t 3

dalam s.

Kecepatan partikel pada t = 5 sadalah …

2t 2

+

3

dengan x dalam m

dan

t

A. 25 m/s

30 m/s

45 m/s

55 m/s

60 m/s

D.

E.

C.

B.

4. Sebuah mobil direm dengan perlambatan konstan dari kelajuan 25 m/s menjadi 15 m/s dalam jarak 40 m. Jarak total yang ditempuh mobil sampai berhenti adalah …

A. 40 m

B. 62,5 m

C. 85 m

D. 107,5 m

E. 130 m

5. Dari

bergerak

melingkar sehingga dalam waktu 1 sekon benda memiliki kecepatan 4 rad/s. Titik P berada pada

benda

rotasinya. Percepatan tangensial rata-rata yang dialami titik P adalah …(m/s 2 )

A. 4,00

B. 1,60

C. 0,64

4 cm dari sumbu

keadaan

tersebut

diam,

sebuah

benda

berjarak

8.

Master of Creative Solution

Peluru

kecepatan awal = 1,4 x 10 3 m/s dan mengenai

sasaran yang jarak mendatarnya sejauh 2 x 10 5

m.

percepatan gravitasi 9,8 m/s 2 , maka

elevasinya adalah n derajat, dengan n adalah

A.

B.

C.

D.

E. 75

dengan

ditembakkan

condong

ke

atas

Bila

10

30

45

60

9. Dua orang pelari, dari tempat yang sama brlari menuju arah yang sama. Orang pertama bergerak dengan kecepatan 5 m/s, tiga sekon kemudian orang kedua bergerak dengan kecepatan 9 m/s. Setelah berapa sekon orang kedua bergerak menyusul orang pertama?

A. 15/4 sekon

B. 18/4 sekon

C. 20/4 sekon

D. 27/4 sekon

E. 32/4 sekon

10. Grafik di bawah ini menunjukkan hubungan antara jarak yang ditempuh s dan waktu t untuk sebuah benda yang bergerak dalam suatu garis yang lurus.

Dari grafik itu terlihat bahwa:

D. 0,16

1)

kecepatan benda tetap

E. 0,04

2)

percepatan benda sama dengan nol

3) selama selang waktu yang sama, benda menempuh jarak yang sama 4) pada saat t
3) selama selang waktu yang sama, benda
menempuh jarak yang sama
4) pada saat t = 0 kecepatan benda sama
dengan nol
s
t
0
Dari
pernyataan
tersebut,
yang
benar
adalah

pernyataan…

A. 1, 2, dan 3

B. 1 dan 3

C. 2 dan 4

D. 4 saja

E. 1, 2, 3, dan 4

2, dan 3 B. 1 dan 3 C. 2 dan 4 D. 4 saja E. 1,

Geografi SMU Kelas 3

6. Sebuah

dan

hubungan antara ketinggian terhadap waktunya

ditunjukkan oleh gambar di samping. Ketinggian maksimum yang dicapai bola itu adalah

bola

dilempar

vertikal

ke

atas,

A. y(m)

B. 30 m

C. 45 m

D. 60 m

E. 90 m

15 m

0

ke atas, A. y(m) B. 30 m C. 45 m D. 60 m E. 90 m

6

t (s)

7. Roda A dan B konsentris dan keduanya melekat satu sama lain. Roda B dan C dihubungkan dengan tali karet. Jari-jari A, B, dan C masing- masing 50 cm, 20 cm, dan 30 cm. Tiap menit roda C berputar 30 kali. Berapakah besar kecepat a tangensial roda A?

A. 75π cm/s

B. 60π cm/s

C. 45π cm/s

D. 15π cm/s

E. 30π cm/s

| 8
|
8

| Fisika | SMA Kelas 3

Master of Creative Solution BAB 03
Master of Creative Solution
BAB
03
Master of Creative Solution BAB 03 Master of Creative Solution | JILC JILC Hukum I Newton

Master of Creative Solution | JILC

JILC

Hukum I Newton (hukum kelembaman)

Hukum II newton

Hukum III Newton Gaya gesekan

Gaya gravitasi

Kuat medan gravitasi (percepatan gravitasi)

: Jika ΣF = 0, benda diam atau bergerak lurus beraturan.

:

:

F

a

m

F aksi = - F reaksi

: f g = μ.N

:

F G

m

1

.

m

2

r

2

: g =

G

m

2

r

i : f g = μ.N : F  G m 1 . m 2 r

1. Sebuah gaya 8,0 N memberikan percepatan 12

ms -2 pada massa m 1 , dan memberikan percepatan 48 ms -2 pada massa m 2 . Jika gaya yang sama diberikan pada massa m 1 dan m 2 yang telah disatukan, maka percepatan yang dihasilkan adalah….

A. 10 ms -2

B. 9,6 ms -2

C. 8,8 ms -2

D. 8,0 ms -2

E. 7,4 ms _2

2. Benda dengan massa 10 kg berada di bidang mendatar kasar (s = 0,40 ; k = 0,35) g = 10 m/s 2 .

Bila benda diberi gaya horizontal yang tetap sebesar 30 N, besarnya gaya gesekan yang bekerja pada benda tersebut adalah:

A. 20 N

D.

35 N

B. 25 N

E.

40 N

C. 30 N

 

3.

Sebuah gaya

F

bekerja horizontal pada benda

yang berada pada bidang miring yang licin dengan sudut kemiringan seperti pada gambar berikut. Bila massa massa benda m dan percepatan gravitasi bumi g, maka resultan gaya yang bekerja pada benda itu adalah

 F m 
F
m

A. F cos - mg sin

B. F sin + mg cos

C. F sin - mg cos

D. F cos + mg sin

E. F + mg tan

F sin  - mg cos  D. F cos  + mg sin  E.

Sejarah SMU Kelas

| Fisika | SMA Kelas 3 |

9
9

Master of Creative Solution | JILC

4. Ditentukan: C A Meja B
4. Ditentukan:
C
A
Meja
B

Ditentukan:

Master of Creative Solution

6. Balok A massanya 2 kg, balok B massanya

1 kg. Balok B mula-mula diam, dan bergerak ke

bawah sehingga menyentuk lantai setelah selang

waktu:

A  k = 0,2 B
A
 k = 0,2
B
A. 2 sekon 5 B. sekon
A. 2 sekon
5
B. sekon

C. 5 sekon

D. g = 10 m/s 2

4 sekon

E. 3 sekon

25 m

m A = 4 kg, m B = 5 kg, g = 10 m/s 2 . Koefisien

gesekan statis antara benda A dengan C adalah

0,3 dan antara benda A dengan meja 0,2 (lihat

gambar), Sistem tidak bergerak.

7. Seoarang yang massanya 60 kg ditimbang dalam

sebuah lift. Jarum timbangan menunjukkan angka

480 N. apabila percepatan gravitasi bumi g = 10

m/s 2 , dapat disimpulakan bahwa

Pernyataan di bawah ini yang benar adalah:

1. gaya gesekan antara A dan C adalah nol

2. tegangan tali 50 N

3. massa minimum benda C adalah

21 kg

4. gaya gesekan antara A dan meja adalah 50 N

5. Benda dengan massa 4 kg terletak di atas bidang

mendatar. Pada benda bekerja gaya mendatar

sebesar 50 N. Bila koefi-sien gesekan statis 0,75,

koefisien gesekan kinetis 0,5 dan

maka:

1. benda akan diam

2. gaya gesek benda 20 N

g = 10 ms -2 ,

A. Lift sedang bergerak ke bawah dengan kecepatan 2 m/s

B. Massa orang dalam lift berkuarang menjadi 48 kg

C. Lift sedang bergerak ke atas dengan percepatan 2 m/s 2

D. Lift sedang bergerak ke atas dengan kecepatan 2 m/s

E. Lift sedang bergerak ke bawah dengan percepatan 2 m/s 2

8. Anggap dua massa yang tidak sama dihubungkan

oleh seutas tali yang dilewatkan melalui katrol.

Anggap katrol dapat berputar pada sumbunya

dengan bebas tanpa gesekan dan massanya

diabaikan, jika m 2 lebih besar dari m 1 . Hitung

tegangan tali pada system tersebut!

3. percepatannya 5 ms -2

4. benda bergerak dengan percepatan tetap

A.

B.

C.

T

T

T

2

m

2

m

1

m

2

1

m

2

m

m

2

1

m

2

m

m

1

2

m

1

g

g

g

D.

E.

T

T

2 m

2

m

1

2( m

1

m

2

m

2 2

m m 1 m

2

1

g

)

g

m

1

m

2

2 m 2 m 1 2( m 1  m 2  m 2 2 m
| 10
|
10

| Fisika | SMA Kelas 3

Geografi SMU Kelas 3

Master of Creative Solution

Master of Creative Solution | JILC

JILC

9. Sebuah bola besi digantungkan pada langit-langit

seperti pada gambar. T menyatakan tegangan tali

dan w menyatakan berat beban.Yang merupakan

pasangan gaya aksi-reaksi adalah…

A. T 1 dan w

T 2 dan w T 1 dan T 2 T 1 dan T 3

E. T 2 dan T 3

D.

C.

B.

T 3

T 2

T 1

T 1 dan T 3 E. T 2 dan T 3 D. C. B. T 3

10. Sistem

berada

dalam

keseimbangan.

C. B. T 3 T 2 T 1 10. Sistem berada dalam keseimbangan. Besar tegangan tali

Besar tegangan tali BC adalah……

A. 0

B. 300 N

C. 300

3
3

N

D. 300

2
2

N

E. 600

2
2

N

B. 300 N C. 300 3 N D. 300 2 N E. 600 2 N Sejarah

Sejarah SMU Kelas

| Fisika | SMA Kelas 3 |

11
11

Master of Creative Solution | JILC

Master of Creative Solution

BAB 04
BAB
04
Solution | JILC Master of Creative Solution BAB 04 MOMEN KESETIMBANGAN TITIK BERAT BENDA Momen Gaya

MOMEN

KESETIMBANGAN

TITIK BERAT BENDA

Momen Gaya : =F.l.sin

Momen Kopel : dua gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah, besarnya = F.d

Kesetimbangan Translasi : Fx=0,Fy=0

Kesetimbangan Rotasi : =0

Kesetimbangan translasi dan Rotasi : F=0, =0

Kesetimbangan Stabil (mantap)

Kesetimbangan Indeferen

Keseimbangan labil

: Apabila gaya dihilangkan, akan kembali ke kedudukan semula. (titik berat benda akan naik)

: Gaya dihilangkan, setimbang di tempat berlainan (titik berat benda tetap)

:

Apabila gaya dihilangkan, tidak dapat kembali semula. (titik berat benda akan turun)

Titik berat untuk benda yang homogen (massa jenis tiap-tiap bagian benda sama).

a. Untuk benda linier (berbentuk garis)

x

0

l

n

.

x

n

l

y

0

. y

l

n

n

l

b. Untuk benda luasan (benda dua dimensi), maka:

x 0

A

n

.

x

n

A

y

0

A

n

. y

n

A

c. Untuk benda ruang (berdimensi tiga)

x

0

V

n

.

x

n

V

y

0

V

n

. y

n

V

x 0   V n . x n V y 0   V n
| 12
|
12

| Fisika | SMA Kelas 3

Geografi SMU Kelas 3

Master of Creative Solution Tabel Titik Berat Teratur Linier

Master of Creative Solution | JILC

JILC

NAMA BENDA

GAMBAR BENDA

LETAK TITIK BERAT

   

KETERANGAN

1. Garis lurus

1. Garis lurus x 0 = 1 2 l z = titik tengah garis

x 0 =

1

2 l

z = titik tengah garis

2. Busur lingkaran

2. Busur lingkaran   R  tali busur AB  
 

R

tali busur AB

 

y

0

 

busur AB

R = jari-jari lingkaran

3. Busur setengah

3. Busur setengah  
 

Lingkaran

 

2 R

 

y

0

Tabel titik berat benda teratur berbentu bidang ruang homogen

 

NAMA BENDA

 

GAMBAR BENDA

LETAK TITIK BERAT

 

KETERANGAN

1. Bidang kulit

 
1. Bidang kulit     z 1 = titik berat bidang alas
 

z

1 = titik berat bidang alas

Prisma

z pada titik tengah garis z 1 z 2

 

z

2 = titik berat

 

1 bidang atas

y 0 =

l

2 = panjang sisi tegak.

l

2. Bidang kulit

 
2. Bidang kulit     T = tinggi silinder
 

T

= tinggi silinder

silinder.

1 = jari-jari

R

(tanpa tutup)

y 0 =

t

2 lingkaran alas

A = 2 R.t

 

A

= luas kulit silinder

3. Bidang Kulit

 
3. Bidang Kulit      
   

Limas

 

1

 

T’T = garis

T’z =

3

T’

 

T

tinggi ruang

4. Bidang kulit

 
4. Bidang kulit      
   

Kerucut

T T’ = tinggi

kerucut

 

1

   

zT’ =

3

T

T’

T’ = pusat lingkaran alas

    zT’ = 3 T T’ T’ = pusat lingkaran alas Sejarah SMU Kelas |

Sejarah SMU Kelas

| Fisika | SMA Kelas 3 |

13
13

Master of Creative Solution | JILC

Master of Creative Solution

5.

Bidang kulit

5. Bidang kulit    
   

setengah bola.

 

1

 

y 0 =

2

R

R = jari-jari

Tabel titik berat benda teratur berbentuk ruang, pejal homogen

NAMA BENDA

GAMBAR BENDA

LETAK TITIK BERAT

KETERANGAN

1. Prisma

1. Prisma   z 1 = titik berat bidang alas
 

z

1 = titik berat bidang alas

pada titik tengah garis z 1 z 2

z

beraturan.

 

1

l

z

2 = titik berat bidang

y 0 =

2

 

atas

V

= luas alas kali

l

= panjang sisi tegak

tinggi

 

V

= volume prisma

2. Silinder Pejal

2. Silinder Pejal   1 t t   = tinggi silinder
 

1 t

t

 

= tinggi silinder

y 0 =

2 R

= jari-jari lingkaran

V

= R 2 t

alas

3. Limas pejal

3. Limas pejal    
   

Beraturan

 

1

T T’

y 0 =

4

   

1

T T’ = t = tinggi limas

=

4

t

 

beraturan

V

= luas alas x tinggi

 

3

4. Kerucut pejal

4. Kerucut pejal   1 t t = tinggi kerucut
 

1

t

t

= tinggi kerucut

y 0 =

4

 

1

R 2 t

R

= jari-jari lingkaran

V

=

3

alas

5. Setengah bola

5. Setengah bola    
   

Pejal

 

3

R

= jari-jari bola.

y 0 =

8

R

 
  3 R = jari-jari bola. y 0 = 8 R   | 14 | Fisika
| 14
|
14

| Fisika | SMA Kelas 3

Geografi SMU Kelas 3

Master of Creative Solution MEMADU GERAK

v

R

2 v 1 
2
v 1 

v

2

2 2

v 1 v 2

cos

vx v

0 cos

x v cost

0

1.

GLB GLB

:

2.

GLB GLBB

:

y

X
X

vy v

0 sin g t

1

2

y v sint

0

gt

2

x

= jarak yang ditempuh benda pada sb x

Y = jarak yang ditempuh benda pada sb y

Koordinat titik puncak :

Jarak tembak max

:

Tinggi Max.

:

v

0

2

sin2

2 g

,

v

0

2

sin

2 g

2

x

max

v

0

2

sin 2

     
 

g

Y

max

v

0

2

sin

2 g

 

2

 

Master of Creative Solution | JILC

JILC

2 g   2    Master of Creative Solution | JILC JILC Sejarah SMU Kelas

Sejarah SMU Kelas

| Fisika | SMA Kelas 3 |

15
15
Master of Creative Solution | JILC Master of Creative Solution 1. Resultan kedua gaya sejajar

Master of Creative Solution | JILC

Master of Creative Solution

1. Resultan kedua gaya sejajar yang terlihat pada diagram di bawah ini terletak pada

A. x = + 0,6 m

B. x = + 2,1 m

C. x = + 1,4 m

D.

E.

x = - 2,1 m x = - 2,8 m

2. Sumbu kedua roda muka dan sumbu kedua roda belakang sebuah truk yang bermassa 1500 kg,

berjarak 2 m. Pusat massa truk 1,5 m di belakang roda muka. Diandaikan bahwa percepatan gravitasi bumi adalah 10 m/s 2 . Beban yang dipikul oleh kedua roda muka truk itu sama dengan

A. 1250 N

B. 5000 N

C. 2500 N

D. 6250 N

E. 3750 N

3. Benda bidang homogen pada gambar di bawah ini, mempunyai ukuran dalam cm, dimana BC = CD =√13 cm.

ini, mempunyai ukuran dalam cm, dimana BC = CD =√13 cm. Koordinat titik beratnya terhadap titik

Koordinat titik beratnya terhadap titik E adalah

A. (2,5 ; 2) cm

B. (2,8 ; 2) cm

C. (3,0 ; 2) cm

D. (3,2 ; 3) cm

E. (3,5 ; 3) cm

4. Sebuah batu gerinda sedang berputar dengan laju sudut 60 rad/s. Jari-jariny 20 cm. Pada batu gerinda diterapkan gaya gesek rata-rata 12 N (lihat gambar!) sehingga setelah 10 s berhenti berputar. Momen inersia batu gerinda adalah

1,2 kg.m 2 1,0 kg.m 2

C. 0,8 kg.m 2

B.

A.

D. 0,4 kg.m 2

E. 0,2 kg.m 2

kg.m 2 C. 0,8 kg.m 2 B. A. D. 0,4 kg.m 2 E. 0,2 kg.m 2

5. Koordinat

titik

berat

benda

pada

gambar

di

samping adalah

A. (3, 2, 5)

B. (3, 2, 2)

C. (2, 3, 5)

D. (2, 3, 2)

E. (2, 2, 3)

2, 5) B. (3, 2, 2) C. (2, 3, 5) D. (2, 3, 2) E. (2,

6. Pada sistem keseimbangan benda tegar di atas, batang AB homogen panjang 80 cm beratnya 18 N, pada ujung B digantung beban yang beratnya 30 N, batang ditahan oleh tali BC. Jika jarak AC = 60 cm, tegangan pada tali adalah

A. 36 N

B. 48 N

C. 50 N

D. 65 N

E. 80 N

cm, tegangan pada tali adalah A. 36 N B. 48 N C. 50 N D. 65
cm, tegangan pada tali adalah A. 36 N B. 48 N C. 50 N D. 65
| 16
|
16

| Fisika | SMA Kelas 3

Geografi SMU Kelas 3

Master of Creative Solution

Master of Creative Solution | JILC

JILC

7.

Sebuah

ditembakkan pada sudut elevasi 60 0 dan kecepatan 40 m.s -1 seperti gambar.

gram

peluru

dengan

massa

20

40 m.s - 1 seperti gambar. gram peluru dengan massa 20 9. Sebuah perahu menyeberangi sungai

9. Sebuah perahu menyeberangi sungai dengan kecepatan v tegak lurus terhadap arah arus.

Kecepatan arus sungai 0,3 m/s dan lebarnya 60

m. Jika perahu membutuhkan waktu 150 sekon

untuk sampai ke seberang maka kecepatan

perahu adalah ….

A. 0,1 m/s

B. 0,25 m/s

C. 0,4 m/s

D. 0,5 m/s

E. 0,6 m/s

Jika gesekan dengan udara diabaikan, maka energi kinetik peluru pada titik tertinggi adalah

joule

joule

C. 8

D. 12 joule

A. 0

B. 4

joule

E. 24 joule

8. Sebuah bom dijatuhkan dari sebuah pesawat yang terbang mendatar pada ketinggian 4.500 m dengan 720 km.jam -1 ! (g = 10 m.s -2 ).

4500 m tanah A B
4500 m
tanah
A
B

10. Peluru ditembakkan condong ke atas dengan kecepatan awal = 1,4 x 10 3 m/s dan mengenai

sasaran yang jarak mendatarnya sejauh 2 x 10 5

percepatan gravitasi 9,8 m/s 2 , maka

elevasinya adalah n derajat, dengan n adalah

m.

Bila

A. 10

B. 30

C. 45

D. 60

E. 75

Bila bom jatuh di titik B, jarak AB adalah…

A. 1 km

B. 3 km

C. 6 km

D. 12 km

E. 24 km

di titik B, jarak AB adalah… A. 1 km B. 3 km C. 6 km D.

Sejarah SMU Kelas

| Fisika | SMA Kelas 3 |

17
17

Master of Creative Solution | JILC

Master of Creative Solution

BAB 05
BAB
05
Solution | JILC Master of Creative Solution BAB 05 Impuls : Momentum : Hukum kekekalan momentum

Impuls

:

Momentum

:

Hukum kekekalan momentum pada tumbukan

:

Koefisien Restitusi

:

Tumbukan lenting sempurna

:

e =1,

Tumbukan lenting sebagian

:

0< e < 1

Tumbukan tidak lenting

:

e = 0

Peristiwa Pantulan (Tumbukan Lenting Sebagian)

:

I = F.∆t

p = m. v

F.∆t = m ( v 2 v 1 )

m 1. v 1 + m 2 .v 2 = m 1 .v 1 ’ + m 2 . v 2

' '

v  v e  1 2 v 1  v 2 h ' e
v
 v
e 
1
2
v 1
 v
2
h
'
e 
h
v  v e  1 2 v 1  v 2 h ' e 

1. Pada permainan bola kasti, bola bermassa 0,5 kg mula-mula bergerak dengan kecepatan 2 m.s -1 . Kemudian bola tersebut dipukul dengan gaya F berlawanan dengan gerak bola, sehingga kecepatan bola berubah menjadi 6 m.s -1 . Bila bola bersentuhan dengan pemukul selama 0,01 sekon, maka perubahan momentumnya adalah

8 kg.m.s -1 6 kg.m.s -1 5 kg.m.s -1 4 kg.m.s -1

E. 2 kg.m.s -1

D.

C.

B.

A.

2.

Sebuah senapan mesin menembakkan peluru- peluru bermassa 50 gr dengan kelajuan 1000

m/s. Penembak memegang senapan itu dengan kedua tangannya dan ia hanya dapat menahan senapan dengan gaya 180 N. Jumlah maksimum peluru yang dapat ditembakkannya tiap menit adalah

A. 136

B.

C.

D.

E.

210

140

216

176

tiap menit adalah … A. 136 B. C. D. E. 210 140 216 176 | 18
| 18
|
18

| Fisika | SMA Kelas 3

Geografi SMU Kelas 3

Master of Creative Solution

Master of Creative Solution | JILC

JILC

3. Bola A bermassa 2 kg bergerak ke kanan dengan kecepatan 20 m/s menumbuk bola B yang sedang bergerak ke kiri dengan kecepatan 10 m/s. Jika massa B 2 kg dan tumbukan lenting sempurna, maka kecepatan A setelah tumbukan adalah ….

A. 20 m/s ke kiri

B. 20 m/s ke kanan

C. 10 m/s ke kanan

D. 10 m/s ke kiri

E. 5 m/s ke kiri

8. Sebuah benda bermassa 2,5 kg digerakkan mendatar di meja licin dari keadaan diam oleh sebuah gaya mendatar F yang beru-bah terhadap waktu menurut F = 80 + 5t, dengan t dalam s dan F dalam N. Pada saat t = 2 s, maka:

1. Kecepatan benda 68 m/s

2. Percepatan benda 36 m/s

3. Momentum benda 170 kg m/s

4. Energi kinetik benda 5780 J.

4. Sebuah peluru bermassa 250 gr ditembakkan secara horisontal ke dalam balok kayu bermassa 6 kg yang ditahan oleh seutas tali panjang. Peluru tertancap pada kayu sehingga menyebabkan kayu naik setinggi 10 cm dari

posisi semula. Jika g = 9,8 m/s 2 maka kecepatan

peluru menumbuk balok …

A.

B.

C.

D. 281

E. 72,5

1,4

284

35

(m/s).

5. Sebuah partikel yang bermassa 2 kg bergerak

lurus menyusuri sumbu x dengan besar kecepatan mula-mula 3 m/s searah sumbu x positif. Bila gaya 6 N searah sumbu x negatif bekerja pada partikel itu selama 3 s, maka

1. besar kecepatan akhir 6 m/s

2. arah kecepatan akhir searah sumbu x negatif

3. partikel pernah berhenti

4. setelah 3 s kecepatan partikel tetap

6. Seorang nelayan meloncat ke udara dengan kecepatan 5 ms -1 dari perahu yang diam. Jika massa perahu dan massa nelayan masing-masing 200 kg dan 50 kg, maka kecepatan perahu pada saat nelayan tersebut meloncat adalah

A. 1,00 ms -1 , arah ke selatan

B. 1,00 ms -1 , arah ke utara

C. 1,25 ms -1 , arah ke selatan

D. 1,25 ms -1 , arah ke utara

E. 20 ms -1 , arah ke selatan

9. Sebutir peluru bermassa 20 g ditembakan dari

senapan

tersentak ke belakang dengan kelajuan 0,2 ms -1 ,

setelah

puncak

maka

senapan bermasa

kelajuan

peluru

3

kg.

Jika

sesaat

ditembakkan dalam ms -1 adalah

A. 0

B.

C.

D.

E.

30

10

60

20

10. Sebuah peluru bermassa 10 g ditembakkan ke dalam suatu ayunan balistik bermassa 1,49 kg. Pada saat ayunan mencapai tinggi maksimum, kawat membentuk sudut 60 o dengan vertikal (lihat gambar) Panjang kawat ayunan adalah 0,2 m. Jika g = 10 m/s 2 maka kelajuan peluru ditembakan adalah

o 60 0,2m A. 150 m/s B. 180 m/s C. 210 m/s 3 D. 150
o
60
0,2m
A. 150 m/s
B. 180 m/s
C. 210 m/s
3
D. 150
3
m/s
E. 210
m/s

7. Pada

tumbukan

elastis

sempurna

antara

dua

benda:

1. Momentum total sistem tetap besarnya

2. Kecepatan kedua benda sama

3. Energi kinetik total tetap

4. Massa benda keduanya sama

benda sama 3. Energi kinetik total tetap 4. Massa benda keduanya sama Sejarah SMU Kelas |

Sejarah SMU Kelas

| Fisika | SMA Kelas 3 |

19
19