Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL

“GERBANG LOGIKA”

Oleh:

Mutia Ulfah Seftianingsih

Pendidikan Fisika I 2017

17302244031

PRODI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2019
A. Tujuan

1. Memahami cara kerja gerbang logika dasar.

2. Membiasakan dan mengenali letak dan fungsi pin (kaki) pada gerbang logika dasar.

3. Membandingkan hasil keluaran pada praktikum dengan datasheet.

B. Dasar Teori

1. Gerbang Logika Dasar

Dalam elektronika digital, aturan permainanya adalah menghasilkan keluaran


digital dari masukan digital. Seperti kita ketahui, mesin-mesin digital hanya mampu
mengenali dan mengolah data yang berbentuk biner. Dalam sistem biner hanya
diijinkan dua keadaan yang saling bertentangan. Contoh dua keadaan yang
bertentangan adalah hidup-mati, tinggi-rendah, benar-salah, sambung-putus, terbuka-
tertutup, siang-malam, besar-kecil, susah-senang, potensial tinggi-potensial rendah, dan
sebagainya. Dua keadaan dari sistem biner itu disajikan dengan angka biner 0 atau 1.
Misalnya hidup: 1 dan mati: 0, tinggi: 1 dan rendah:0, dan benar:1 salah:0. Dapat pula
kebalikannya misal hidup: 0 mati: 1 tergantung dengan kesepakatan sejak awal. Nilai 1
atau 0 dari sistem biner disebut sistem logika. Bila keadaan 1 menyatakan potensial
tinggi dan keadaan 0 menyatakan keadaan potensial rendah maka sistemnya disebut
sistem logika positif. Sebaliknya jika nilai 0 menyatakan ptensial tinggi dan logika 1
menyatakan postensial rendah maka termasuk logika negative. Logika yang digunakan
pada umunya yaitu logika positif.

Pada alat digital, keadaan biner tersebut adalah potensial tinggi dan potensial
rendah terhadap acuan tertentu, dan uga dapat diperlihatkan dengan lampu yang
menyala atau padam. Alat-alat elektronik digital tersusun dari rangkaian digital, yaitu
rangkaian yang masukan dan keluarannya memenuhi sistem biner. Rangkaian itu
dikenal pula dengan istilah gerbang logika. Dengan demikian pada gerbang logika
memenuhi aturan main aljabar logika atau aljabar Boole. Kenyataannya dalam aljabar
boole hanya mengenal tida operasi dasar yaitu OR, AND, dan NOT.Operasi tersebut
dapat direlisasikan dalam bentuk rengkaian elektronik berupa gerbang logika. Ketiga
gerbang tersebut dapat dikembangkan menjadi gerbang logika lain yang sangat
bermanfaat neperti NAND (NOT-AND), NOR (NOT-OR), EX-OR (EXCLUSIVE
OR), dan (EX-NOR) (EXCLUSIVE NOT OR). Pada gerbang logika memiliki satu atau
lebih masukan dan hanya satu keluaran. Hubungan antara keadaan keluaran dan semua
kombinasi keadaan masukan ditunjukkan melalui tabel kebenaran.

A. Gerbang AND

Gerbang AND memiliki dua atau lebih saluran masukan dan satu saluran
keluaran. Selanjutnya didefinisikan bahwa keadaan keluaran gerbang AND akan 1
(tinggi) bila dan hanya bila semua masukannya dalam keadaaan 1 (tinggi). Misalkan
A maupun B menyatakan saluran masuk gerbang AND yang saling bebas yang
masing-masing hanya dapat bernilai 1 (tinggi) atau 0 (rendah) dan Y menyatakan
saluran keluarannya yang hanya dapat bernilai 1 atau 0, maka hubugan antara
masukan dan keluaran pada gerbang AND tersebut dapat dituliskan sebagai:

Y=A AND B atau Y=A.B atau Y=AB

Dan tabel kebenaran untuk gerbang AND dan dua masukan tampak pada tabel
berikut:

A B Y=AB

0 0 0

0 1 0

1 0 0

1 1 1

B. Gerbang OR

Gerbang OR memiliki dua atau lebih saluran masukan dan satu saluran
keluaran. Seanjutnya didefinisikan bahwa keadaan keluaran gerbang OR akan 1
(tinggi) bila satu atau lebih masukannya dalam keadaan 1 (tinggi). Misalkan A
maupun B menyatakan saluran masukan gerbang OR yang saling bebas yang
masing-masing hanya dapat bernilai 1 (tinggi) atau 0 (rendah) dan Y menyatakan
saluran keluarannya yang hanya dapat bernilai 1 atau 0, maka hubungan antara
masukan dan keluaran pada gerbang OR tersebut dapat dituliskan sebagai:

Y=A OR B atau Y=A+B


Dan tabel kebenaran untuk gerbang OR dua masukan sebagai berikut:

A B Y=A+B

0 0 0

0 1 1

1 0 1

1 1 1

C. Gerbang NOT

Kita sering mendengar kebalikan (komplemen) dari suatu pernyataan logika.


Oleh karenanya kita memerlukan gerbang NOT (Inverter). Tidak seperti gerbang
OR dan AND, gerbang NOT hanya memiliki satu saluran masukan dan satu saluran
keluaran. Keadaan keluaran gerbang NOT selalu berlawanan (kebalikan atau
komplemen) dari masukannya. Jika A menyatakan saluran masukan dan Y
merupakan saluran keluaran pada gerbang NOT, maka hunbungan antara A dan Y
dituliskan sebagai berikut:

Y=NOT A atau Y=A

Tabel kebenaran gerbang NOT sebagai berikut:

A Y=A

0 1

1 0

D. Gerbang NAND dan NOR


Gerbang AND dan OR masing-masing dapat digabungkan dengan gerbang
NOT. Gerbang AND yang digabungkan dengan gerbang NOT menghasilkan
NAND. Sedangkan gerbang OR yang digabungkan dengan NOT menghasilkan
NOR. Dengan demikian gerbang NAND atau NOR memiliki dua atau lebih saluran
untuk masukkan dan satu keluaran.
Tabel kebenaran untuk gerbang NAND
A B Y=AB

0 0 1

0 1 1

1 0 1

1 1 0

Keluaran gerbang NAND berkebalikan dengan keluaran gerbang AND.

A B Y=A+B

0 0 1

0 1 0

1 0 0

1 1 0

Keluaran gerbang NOR berkebalikan dengan keluaran gerbang OR

E. Gerbang EX-OR dan EX-NOR


Dua gerbang logika yang meskipun tidak mendasar tetapi sering dijumpai dalam
rangkaian digital adalag gerbang EXCLUSIVE-OR (EX-OR atau X-OR) dan
gerbang EXCLUSIVE NOR (EX-NOR atau X-NOR). Keluaran pada gerbang EX-
OR akan tinggi apabila dan hanya bila tingkat logika dan masukannya saling
berlawanan. Gerbang EX-OR. Jika A dan B menyatakan dua masukan pada gerbang
EX-OR dan Y menyatakan keluarannya, maka operasi EX-OR dapat ditulis sebagai
berikut.
EX-OR
A B Y

0 0 0

0 1 1

1 0 1

1 1 0

EX-NOR

A B Y

0 0 1

0 1 0

1 0 0

1 1 1

2. Digital Abstraction
Pada gerbang logika terdapat output, output tersebut memiliki 2 jenis keadaan,
yaitu 1 nyala dan 0 mati, keadaan dikatakan 0 atau 1 apabila masuk dalam suatu rentang
tertentu, rentang tersebut terbagi sebagai berikut.

C. Metode
1. Alat dan Bahan
a. IC 7408, 7400, 7402, 7432, 7486, 7404, 7426
b. Resistor (1kohm)
c. Power Supply Shimadzhu (1 buah)
d. Multimeter analog Senwa (1 buah)
e. Project Board (1 buah)
f. Kabel pengubung (6 buah)
g. Kabel pengubung (1r buah)
h. LED (3 buah)

2. Langkah-langkah Praktikum

1. Gerbang logika AND 2-masukan

a. Menyiapkan alat dan bahan yaitu, IC seri 7408, project board, power supply, kabel
penghubung power supply, multimeter, LED, kabel penghubung (jumperwire).

b. Mengatur power supply pada tegangan 5 volt.

c. Merangkai rangkaian AND 2-masukan dengan IC seri 7408 pada project board
dengan menghubungkan VCC/ kabel positif dengan kaki IC nomor 14 dan ground/
kabel negatif power supply dengan kaki IC nomor 7

d. Memasang jumper pada kaki 1 dan kaki 2 IC untuk digunakan sebagai masukkan.

e. Memasang sebuah LED dengan kaki positif LED di kaki IC nomor 3 dan kaki
negatif LED dengan ground.

f. Menghubungkan jumper wire di kaki 1 atau 2 dengan VCC untuk sinyal masukan A
atau B 1 dan menghubungkan jumper wire di kaki 1 atau 2 dengan ground untuk
masukan A atau B 0.

g. Mengamati keadaan lampu LED apakah nyala atau mati.

h. Mencatat hasil output keadaan lampu, apabila nyala (1) dan mati (0).

i. Mengukur dan mencatat nilai tegangan output di kaki LED.

j. Mengulangi langkah ke f-I dengan masukkan yang berbeda.

2. Gerbang logika OR 2-masukan

a. Menyiapkan alat dan bahan yaitu, IC seri 7432, project board, power supply, kabel
penghubung power supply, multimeter, LED, kabel penghubung (jumperwire).
b. Mengatur power supply pada tegangan 5 volt.

c. Merangkai rangkaian OR 2-masukan dengan IC seri 7432 pada project board dengan
menghubungkan VCC/ kabel positif dengan kaki IC nomor 14 dan ground/ kabel
negatif power supply dengan kaki IC nomor 7

d. Memasang jumper pada kaki 1 dan kaki 2 IC untuk digunakan sebagai masukkan.

e. Memasang sebuah LED dengan kaki positif LED di kaki IC nomor 3 dan kaki negatif
LED dengan ground.

f. Menghubungkan jumper wire di kaki 1 atau 2 dengan VCC untuk sinyal masukan A
atau B 1 dan menghubungkan jumper wire di kaki 1 atau 2 dengan ground untuk
masukan A atau B 0.

g. Mengamati keadaan lampu LED apakah nyala atau mati.

h. Mencatat hasil output keadaan lampu, apabila nyala (1) dan mati (0).

i. Mengukur dan mencatat nilai tegangan output di kaki LED.

j. Mengulangi langkah ke f-I dengan masukkan yang berbeda.

3. Gerbang logika NOT

a. Menyiapkan alat dan bahan yaitu, IC seri 7404, project board, power supply, kabel
penghubung power supply, multimeter, LED, kabel penghubung (jumperwire).

b. Mengatur power supply pada tegangan 5 volt.

c. Merangkai rangkaian NOT 2-masukan dengan IC seri 7404 pada project board
dengan menghubungkan VCC/ kabel positif dengan kaki IC nomor 14 dan ground/
kabel negatif power supply dengan kaki IC nomor 7

d. Memasang jumper pada kaki 1 digunakan sebagai masukkan.

e. Memasang sebuah LED dengan kaki positif LED di kaki IC nomor 2 dan kaki negatif
LED dengan ground.

f. Menghubungkan jumper wire di kaki 1 dengan VCC untuk sinyal masukan A 1 dan
menghubungkan jumper wire di kaki 1 dengan ground untuk masukan A 0.

g. Mengamati keadaan lampu LED apakah nyala atau mati.


h. Mencatat hasil output keadaan lampu, apabila nyala (1) dan mati (0).

i. Mengukur dan mencatat nilai tegangan output di kaki LED.

j. Mengulangi langkah ke f-I dengan masukkan yang berbeda.

4. Gerbang logika NAND 2-masukan

a. Menyiapkan alat dan bahan yaitu, IC seri 7400, project board, power supply, kabel
penghubung power supply, multimeter, LED, kabel penghubung (jumperwire).

b. Mengatur power supply pada tegangan 5 volt.

c. Merangkai rangkaian NAND 2-masukan dengan IC seri 7400 pada project board
dengan menghubungkan VCC/ kabel positif dengan kaki IC nomor 14 dan ground/
kabel negatif power supply dengan kaki IC nomor 7

d. Memasang jumper pada kaki 1 dan kaki 2 IC untuk digunakan sebagai masukkan.

e. Memasang sebuah LED dengan kaki positif LED di kaki IC nomor 3 dan kaki negatif
LED dengan ground.

f. Menghubungkan jumper wire di kaki 1 atau 2 dengan VCC untuk sinyal masukan A
atau B 1 dan menghubungkan jumper wire di kaki 1 atau 2 dengan ground untuk
masukan A atau B 0.

g. Mengamati keadaan lampu LED apakah nyala atau mati.

h. Mencatat hasil output keadaan lampu, apabila nyala (1) dan mati (0).

i. Mengukur dan mencatat nilai tegangan output di kaki LED.

j. Mengulangi langkah ke f-I dengan masukkan yang berbeda.

5. Gerbang logika NOR 2-masukan

a. Menyiapkan alat dan bahan yaitu, IC seri 7402, project board, power supply, kabel
penghubung power supply, multimeter, LED, kabel penghubung (jumperwire).

b. Mengatur power supply pada tegangan 5 volt.

c. Merangkai rangkaian NOR 2-masukan dengan IC seri 7402 pada project board
dengan menghubungkan VCC/ kabel positif dengan kaki IC nomor 14 dan ground/
kabel negatif power supply dengan kaki IC nomor 7
d. Memasang jumper pada kaki 2 dan kaki 3 IC untuk digunakan sebagai masukkan.

e. Memasang sebuah LED dengan kaki positif LED di kaki IC nomor 1 dan kaki
negative LED dengan ground.

f. Menghubungkan jumper wire di kaki 2 atau 3 dengan VCC untuk sinyal masukan B
atau A 1 dan menghubungkan jumper wire di kaki 2 atau 3 dengan ground untuk
masukan B atau A 0.

g. Mengamati keadaan lampu LED apakah nyala atau mati.

h. Mencatat hasil output keadaan lampu, apabila nyala (1) dan mati (0).

i. Mengukur dan mencatat nilai tegangan output di kaki LED.

j. Mengulangi langkah ke f-I dengan masukkan yang berbeda.

6. Gerbang logika EX-OR 2-masukan

a. Menyiapkan alat dan bahan yaitu, IC seri 7486, project board, power supply, kabel
penghubung power supply, multimeter, LED, kabel penghubung (jumperwire).

b. Mengatur power supply pada tegangan 5 volt.

c. Merangkai rangkaian EX-OR 2-masukan dengan IC seri 7486 pada project board
dengan menghubungkan VCC/ kabel positif dengan kaki IC nomor 14 dan ground/
kabel negatif power supply dengan kaki IC nomor 7

d. Memasang jumper pada kaki 1 dan kaki 2 IC untuk digunakan sebagai masukkan.

e. Memasang sebuah LED dengan kaki positif LED di kaki IC nomor 3 dan kaki negatif
LED dengan ground.

f. Menghubungkan jumper wire di kaki 1 atau 2 dengan VCC untuk sinyal masukan A
atau B 1 dan menghubungkan jumper wire di kaki 1 atau 2 dengan ground untuk
masukan A atau B 0.

g. Mengamati keadaan lampu LED apakah nyala atau mati.

h. Mencatat hasil output keadaan lampu, apabila nyala (1) dan mati (0).

i. Mengukur dan mencatat nilai tegangan output di kaki LED.

j. Mengulangi langkah ke f-I dengan masukkan yang berbeda.


7. Gerbang logika EX-NOR 2-masukan

a. Menyiapkan alat dan bahan yaitu ; IC seri 74LS266, resistor 1000 Ω, project board,
power supply, kabel penghubung power supply, multimeter, LED, kabel penghubung
(jumper-wire)

b. Mengatur power supply pada tegangan 5 volt

c. Merangkai rangkaian EX-NOR dengan IC seri 74LS266 pada project board dengan
menghubungkan VCC kabel positif dengan kaki IC nomor 14 dan ground/ kabel negatif
power supply dengan kaki IC nomor 7.

d. Memasang jumper pada kaki 1 dan kaki 2 IC untuk digunakan sebagai masukkan.

e. Memasang sebuah resistor 1 kohm di kaki nomor 3 IC.

f. Menmasang LED ecara seri dengan resistor dimana kaki positif LED di kaki IC
nomor 3 (seri dengan resistor) dan kaki negative LED dengan ground.

f. Menghubungkan jumper wire di kaki 1 atau 2 dengan VCC untuk sinyal masukan A
atau B 1 dan menghubungkan jumper wire di kaki 1 atau 2 dengan ground untuk
masukan A atau B 0.

g. Mengamati keadaan lampu LED apakah nyala atau mati.

h. Mencatat hasil output keadaan lampu, apabila nyala (1) dan mati (0).

i. Mengukur dan mencatat nilai tegangan output di kaki LED.

j. Mengulangi langkah ke f-I dengan masukkan yang berbeda.


D. Data Percobaan
1. 7408
𝐴1 𝐴2 Y Nilai Hasil Rentang Tegangan
Tegangan Datasheet (v)
(volt)
0 1 0 0,15 𝑉𝑂𝐿 ≤ 0,4𝑉

0 0 0 0,15 𝑉𝑂𝐿 ≤ 0,4𝑉

1 1 1 2,3 𝑉𝑂𝐻 ≥ 2,4 𝑉

1 0 0 0,15 𝑉𝑂𝐿 ≤ 0,4𝑉


2. 7400
𝐴1 𝐴2 Y Nilai Hasil Rentang Tegangan
Tegangan Datasheet (v)
(volt)
0 0 1 2,3 𝑉𝑂𝐻 ≥ 2,4 𝑉

0 1 1 2,3 𝑉𝑂𝐻 ≥ 2,4 𝑉

1 0 1 2,3 𝑉𝑂𝐻 ≥ 2,4 𝑉

1 1 0 0,15 𝑉𝑂𝐿 ≤ 0,4𝑉


3. 7402
𝐴1 𝐴2 Y Nilai Hasil Rentang Tegangan
Tegangan Datasheet (v)
(volt)
0 0 1 2,3 𝑉𝑂𝐻 ≥ 2,4 𝑉

1 0 0 0,15 𝑉𝑂𝐿 ≤ 0,4𝑉

0 1 0 0,15 𝑉𝑂𝐿 ≤ 0,4𝑉

1 1 0 0,15 𝑉𝑂𝐿 ≤ 0,4𝑉


4. 7432
𝐴1 𝐴2 Y Nilai Hasil Rentang Tegangan
Tegangan Datasheet (v)
(volt)
0 0 0 0,15 𝑉𝑂𝐿 ≤ 0,5𝑉

0 1 1 2,3 𝑉𝑂𝐻 ≥ 2,7𝑉

1 0 1 2,3 𝑉𝑂𝐻 ≥ 2,7𝑉

1 1 1 2,3 𝑉𝑂𝐻 ≥ 2,7𝑉


5. 7486
𝐴1 𝐴2 Y Nilai Hasil Rentang
Tegangan Tegangan
(volt) Datasheet (v)

0 0 0 0,1 𝑉𝑂𝐿 ≤ 0,4𝑉

0 1 1 2,4 𝑉𝑂𝐻 ≥ 2,4 𝑉

1 0 1 2,4 𝑉𝑂𝐻 ≥ 2,4 𝑉

1 1 0 0,15 𝑉𝑂𝐿 ≤ 0,4𝑉


6. 7404
𝐴1 Y Nilai Hasil Rentang Tegangan
Tegangan Datasheet (v)
(volt)
0 1 2,4 𝑉𝑂𝐻 ≥ 2,4 𝑉

1 0 0,14 𝑉𝑂𝐿 ≤ 0,4𝑉


7. 7426
𝐴1 𝐵2 Y Nilai Hasil Tegangan
Tegangan Datasheet (v)
(volt)
0 0 1 2,2 𝑉𝑂𝐻 ≤ 5,5𝑉

0 1 0 0,275 𝑉𝑂𝐿 ≤ 0,5𝑉

1 0 0 0,275 𝑉𝑂𝐿 ≤ 0,5𝑉

1 1 1 2,2 𝑉𝑂𝐻 ≤ 5,5𝑉

E. Pembahasan

Praktikum gerbang logika ini bertujuan untuk memahami cara kerja gerbang logika
dasar membiasakan dan mengenali letak dan fungsi pin (kaki) pada gerbang logika dasar,
menyusun suatu unit rangkaian dari gerbang logika dasar sedemikian sehingga membentuk
suatu sistem rangkaian dengan fungsi tertentu, membandingkan hasil keluaran pada praktikum
dengan datasheet. Pada praktikum kali ini dibutuhkan berbagai jenis IC dimana masing-masing
IC mewakili gerbang yang berbeda. Masing-masing IC tersebut diberi berbagai kode masukkan
yang mana nantinya akan menghasilkan keadaan yang berbeda, kita dapat mengetahui keadaan
output dengan menghubungkan output IC dengan lampu LED dimana keadaan bisa bernilai 0
atau 1 dinyatakan dengan nyala atau matinya lampu LED (nyala=1; mati=0). Output pada
gerbang logika tersebut erat kaitannya dengan bilangan biner. Pada sistem digital, alat-alat
digital seperti kalkulator, computer, counter, dll tidak bisa mengenali bilangan analog secara
langsung, alat-alat tersebut dapat beroperasi apabila menggunakan sistem digital, yang mana
sistem digital erat kaitannya dengan bilangan biner, maka dari itu dapat dikatakan gerbang
logika adalah kompunen-komponen dasar penyusun sistem digital di sebuah alat, dikarenakan
gerbang logika adalah dasarnya sehingga diharapkan kita dapat mengetahui dan
memahaminya.

IC pertama yang digunakan adalah IC 7408, seperti yang kita ketahui bahwa IC 7408
memiliki 4 gerbang AND. Seperti yang kita ketahui bahwa, pada komponen IC terdapat
beberapa komponen lain di dalamnya yaitu seperti transistor dan juga resistor. Pada IC
transistor berfungsi sebagai saklar, apabila ketika diberi masukkan 0 dianggap saklatnya
terbuka dimana arus tidak dapat mengalir dan apabila diberi masukkan 1 dianggap saklar
tertutup sehingga arus bisa mengalir. Selain itu transistor eratkaitannya dengan semikonduktor
yang terdapat dalam transistor. Sebelumnya kami perlu mengingat bahwa transistor memiliki
3 bagian yaitu emitor, basis, dan kolektor. Ketika IC tidak diberi arus sumber (Vcc) maka
electron dari emitor tidak bisa bergerak ke kolektor, begitu juga arus dari kolektor tidak bisa
bergerak ke emitor dikarenakan lapisan pengosongannya tebal, ketika diberi (Vcc) maka
electron bisa bergerak dari emitor ke kolektor dank arena lapisan pengosongan semakin
menipis maka arus listriknya pun juga bisa mengalir dari kolektor ke emitor. IC 7408
mempunyai 2 masukkan yaitu A dan B. Dengan variasi masukkan AB sebagai berikut
[00;01;10;11] didapatkan hasil sebagai berikut [0;0;0;1]. Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya bahwa pada IC terdapat 2 transistor yang disusun seri, yang mana kemiduan
disusun seri dengan resistor, dan outputnya dibuat parallel,. Ketika salah satu masukkan diberi
masukkan 0 otomatis outputnya akan 0 juga dikarenakan transistor disusun seri, sehingga
ketika salah satu saklarnya tertutup maka arus tidak bisa mengalir ke LED. Apabila IC diberi
masukkan (11) yang mana menandakan bahwa kedua saklarnya tertutup dan terdapat arus yang
lewat maka akan menghasilkan keadaan output 1 yang mana LED akan menyala. Dalam IC
setelah transistor terdapat resistor, guna dari resistor tersebut adalah menghalangi arus
langsung menuju ground, sehingga dengan adanya hambatan itu arus akan lebih memilih ke
hambatan yang lebih kecil yaitu ke LED. Pada saat keadaan 0 nilai tegangan pada output
(lampu LED) yaitu sebesar 0,15V dan pada saat keadaan 1 nilai tegangan sebesar 2,3V.

IC yang kedua yaitu IC 7432, seperti yang kita ketahui bahwa IC 7432 adalah IC yang
memiliki 4 gerbang OR. Seperti halnya pada umumnya IC ini memiliki transistor dan resistor
di dalamnya, yang mana transistor berfungsi sebagai saklar. Dalam IC 7432 transistor disusun
secara parallel, sehingga apabila ada salah satu masukkan yang diberi tegangan Vcc (1), salah
satu saklarnya tertutup, maka output yang didapatkan bernilai 1 karena posisi LED setelah
kedua transistor itu, sehingga LED akan menyala. Pada saat keadaan 0 nilai tegangan pada
output (lampu LED) yaitu sebesar 0,15V dan pada saat keadaan 1 nilai tegangan sebesar 2,3V.

IC yang ketiga yaitu IC 7404 yaitu IC yang mana terdapat gerbang NOT di dalamnya.
Pada IC ini hanya terdapat 1 transistor, berbeda dengan IC yang telah dijelaskan sebelumnya.,
susunan komponen pada IC 7404 sedikit berbeda yaitu hanya terdiri dari 1 tansistor sehingga
hal tersebutlah yang mengakibatkan hanya terdapat 1 masukkan pada gerbang ini dan letak
output berada sebelum transistor sehingga output yang dikeluarkan berkebalikan dengan input
yang diberikan. Misal diberikan input 0 maka keluarannya akan 1 dan apabila diberi input 1
maka keluarannya 0. Jika saat 0 maka saklar akan terbuka sehingga tegangan dari Vcc mengalir
ke LED karena hambatan di transistor lebih besar jadi otomatis arus akan memilih ke LED
yang hambatannya lebih kecil sehingga LED akan menyala. Apabila diberikan input 1 maka
saklar akan tertutup dan hambatan di sekitar saklar menjadi lebih kecil disbanding dengan
hambatan di LED sehingga arus akan mengalir ke transistor sehingga LED tidak nyala. Pada
saat keadaan 0 nilai tegangan pada output (lampu LED) yaitu sebesar 0,14V dan pada saat
keadaan 1 nilai tegangan sebesar 2,4V.

IC yang keempat yaitu IC 7400 yaitu IC yang di dalamnya terdapat gerbang NAND,
NAND adalah kolaborasi dari NOT dan AND. Rangkaian komponen di dalam IC ini umumnya
sama dengan gerbang AND, yang membedakannya adalah output berada sebelum transistor
dan terdapat resistor sebelum transistor yang mana dirangkai parallel antara resistor dengan
transistor, kemudian dirangkai seri dengan LED. Sehingga hasil outputnya berkebalikan
dengan gerbang AND, apabila inputnya 00,01,10 saklar terbuka hambatan di saklar lebih besar
karena adanya hambatan tersebut arus tidak tertransfer ke resistor dan langsung menuju LED
sehingga lampu menyala, menunjukkan keadaan 1. Apabila diberi input 11 maka kedua saklar
akan tertutup yang mana hambatannya menjadi kecil dan arus lebih memilih melewati saklar
menuju ke ground, sehingga lampu tidak menyala menunjukkan keadaan 0. Pada saat keadaan
0 nilai tegangan pada output (lampu LED) yaitu sebesar 0,15V dan pada saat keadaan 1 nilai
tegangan sebesar 2,3V. IC yang kelima yaitu IC 7402 yaitu IC yang di dalamnya terdapat
gerbang NOR, gerbang NOR adalah kolaborasi antaran NOT dan OR, seperti halnya gerbang
NAND, gerbang NOR ini nantinya keadaan outputnya akan berkebalikan dengan output
gerbang OR. Pada gerbang NOR antara transistornya tetap disusun parallel yang kemudian
diparalelkan dengan resistor dan LED, ketika salah satu masukkan dalam keadaan 1 maka arus
yang mengalir akan memilih untuk melewati hambatan tersebut daripada resistor, dimana
untuk mencapai LED arus harus mengalir melewati resistor, sehingga jika salah satu masukkan
diberi keadaan 1 maka LED tidak akan menyala, outputnya 0. Apabila kedua output diberi
keadaan 1 maka hambatan yang ada di transistor akan lebih kecil sehingga arus juga akan
mengalir ke transistor lalu digroundkan sehingga outputnya akan bernilai 0 juga. Tetapi,
apabila kedua masukkannya dalam keadaan 0 maka arus akan memilih untuk melewati resistor,
karena hambatan ketika kedua saklar terbuka lebih banyak ketimbang hambatan di resistor
sehingga lampu LED akan menyala menunjukkan keadaan output 1. Pada saat keadaan 0 nilai
tegangan pada output (lampu LED) yaitu sebesar 0,15V dan pada saat keadaan 1 nilai tegangan
sebesar 2,3V.

IC yang keenam yaitu IC 7486, IC ini sering disebut dengan IC gerbang EX-OR,
gerbang EX-OR dalam IC ini terbentuk dari susunan 4 gerbang NAND, gerbang-gerbang
tersebut disusun sedemikian rupa sehingga apabila diberi input yang sama maka keadaan
output akan 0 dan apabila inputnya berbeda keadaan output menjadi 1. Pada saat keadaan 0
nilai tegangan pada output (lampu LED) yaitu sebesar 0,1V dan0,15V serta pada saat keadaan
1 nilai tegangan sebesar 2,4V.

Dari data praktikum dapat diketahui bahwa sebagian besar hasil atau bahkan
keseluruhannya, hasil nilai tegangan output pada keadaan down telah sesuai dengan datasheet,
tetapi pada keadaan high belum sesuai dengan datasheet, bahwa tegangan pada saat kondisi
high (1) cenderung lebih rendah daripada batas terkecil yang terdapat pada datasheet. Hal
tersebut dapat terjadi dikarenakan beberapa factor seperti, suhu ruangan yang dingin sehingga
tegangan tidak maksimal, IC yang telah sering digunakan sehingga performanya kurang
maksimal, adanya hambatan dalam multimeter analog yang mana memungkinkan tegangan
tidak sesuai dengan datasheet, serta lampu LED yang didalamnya diseretai hambatan yang
memungkinkan tegangan output kurang maksimal.
F. Kesimpulan
1. Cara kerja gerbang logika yaitu dengan menerjemahkan input yang diberikan,
sehingga apabila input yang diberikan berbeda komponen di dalam IC akan
menerjemahkannya dan menghasilkan output yang berbeda pula. Selain itu,
masing-masing jenis gerbang seperti AND,OR,NOT, dll, memiliki mekanisme
penerjemahan yang berbeda yang mana nantinya masing-masing jenis gerbang akan
memiliki output yang berbeda pula.
2. Letak kaki (pin) pada IC, dengan posisi lekukan di kiri, dimulai dari kiri bawah
menuju kanan bawah dari 1-7 kemudian dilanjutkan ke kanan atas sampai kiri atas
8-14. Sehingga berlawanan dengan arash jarum jam, serta pin 7 dan 14 selalu
menjadi tempat ground dan Vcc.
3. Dari hasil praktikum dapat diketahui bahwa keseluruhan keadaan output sesuai
dengan datasheet, tetapi pada nilai tegangannya sedikit berbeda, terutama pada saat
keadaan output high (1) yang mana tegangannya kurang dari batas minimum di
datasheet.
G. Daftar Pustaka
Sumarna, 2000. Elektronika Digital. Yogyakarta. LIPI.
Tim UNY. Gerbang Logika Dasar dan Kombinasional. Petunjuk Praktikum. Tidak
diterbitkan. Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta.