Anda di halaman 1dari 5

PAJAK PENGHASILAN

UU No 36 tahun 2008
BAGIAN 1. Pajak Penghasilan Umum
Penghasilan Kena Pajak (WP Badan) = penghasilan netto x Tarif pasal 17
= (penghasilan bruto – Biaya yang diperkenankan UU PPh) x Tarif pasal 17
Penghasilan Kena Oajak (WP Pribadi) = (penghasilan netto – PTKP) x Tarif pasal 17
= [(penghasilan bruto – Biaya yang diperkenankan UU PPh) – PTKP] x Tarif
pasal 17
PTKP
 WP orang pribadi = Rp54.000.000
 WP yang kawin = Rp4.500.000
 Istri yang bekerja = Rp54.000.000
 Tanggungan keluarga = Rp4.500.000 (max 3 orang)
Tarif Pajak
1. WP Orang Pribadi dalam Negeri
Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak

PKP ≤ Rp50.000.000 5%

Rp50.000.000 < PKP ≤ Rp250.000.000 15%

Rp250.000.000 < PKP ≤ Rp500.000.000 25%


PKP > Rp500.000.000 30%

2. WP Badan dalam Negeri dan BUT


 Tarif Pajak = 25%
 WP Badan berbentuk PT minimal 40% saham di perdagangkan BEI = 5% lebih rendah
 WP Badan dengan peredaran bruto ≤ Rp50.000.000.000 = 50% dari PKP (max potongan Rp4.800.000.000)
BAGIAN 2. PPh Pasal 21
 PPh pasal 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain
sehubungan dengan pekerjaan
Biaya Jabatan dan Biaya Pensiun
1. Biaya Jabatan = 5% dari penghasilan Bruto (max potongan Rp6.000.000/ tahun atau Rp500.000/bulan)
2. Biaya Pensiun = 5% dari penghasilan Bruto (max potongan Rp2.400.000/ tahun atau Rp200.000/bulan)
Tarif Pajak
1. Pegawai tetap
PPh Pasal 21= (Penghasilan Netto – PTKP) x Tarif Pasal 17
= (Penghasilan Bruto – Biaya Jabatan – iuran pensiun dan iuran THT/JHT yang dibayar sendiri –
PTKP) x Tarif Pasal 17

2. Penerima Pensiun Berkala


PPh Pasal 21= (Penghasilan Netto – PTKP) x Tarif Pasal 17
= (Penghasilan Bruto – Biaya Pensiun – PTKP) x Tarif Pasal 17

BAGIAN 3. Pajak Penghasilan Pasal 22


Kegiatan Impor dan Ekspor
1. Tarif impor
 Barang tertentu (lampiran I PMK No 34 thn 2017) = 10% dari nilai impor
 Barang tertentu lainnya (lampiran II PMK No 34 thn 2017) = 7,5% dari nilai impor
 Kedelai, gandum, tepung terigu = 0,5% dari nilai impor dengan menggunakan API
 Barang selain di point 1-3 = 2,5% dari nilai impor
 Barang selain di point 1-4 yg tidak menggunakan API = 7,5% dari nilai impor
 Barang yang tidak dikuasai = 7,5% dari harga jual lelang
2. Tarif Ekspor
 Komoditas tambang batubara, mineral logam, dan mineral bukan logam = 1,5% dari nilai ekspor
Pembelian Barang oleh Bendaharawan Pemerintah
 Tarif = 1,5% dari harga pembelian tidak termasuk PPN
Pembelian barang oleh BUMN dan Badan Usaha Tertentu
 Tarif = 1,5% dari harga pembelian tidak termasuk PPN
Penjualan hasil produksi Industri tertentu
 Penjualan semen = 0,25% dari dasar pengenaan PPN
 Penjualan kertas = 0,1% dari dasar pengenaan PPN
 Penjualan baja = 0,3% dari dasar pengenaan PPN
 Penjualan kendaraan bermotor = 0,25% dari dasar pengenaan PPN
 Penjualan obat = 0,25% dari dasar pengenaan PPN

BAGIAN 4. Pajak Penghasilan Pasal 23


Tarif
1. Sebesar 15% dari jumlah bruto atas:
a. Dividen
b. Bunga, termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang
c. Royalti
d. Hadiah, penghargaan, bonus yang telah dipotong PPh pasal 21

2. Sebesar 2% dari jumlah bruto tidak termasuk PPN atas:


a. Sewa dan penghasilan lain kecuali sewa tanah atau bangunan
b. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, manajemen, konstruksi, konsultas, dan jasa lain yang telah dipotong
PPh pasal 21
Bagian 5. Pajak Penghasilan Pasal 25