Anda di halaman 1dari 2

NAMA : ANDINI PRAWITASARI

NPM : 16215108
OUTLINE JURNAL KAJIAN INTERNASIONAL
JUDUL :
“Peningkatan Kemampuan Pemecahan masalah matematik Peserta didik menggunakan
model pembelajaran MEA (Means-Ends Analysis)”
LATAR BELAKANG MASALAH:
-Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern yang
mempunyai peran pentik dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia.
- Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah
dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis,
kritid dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama. Standar isi untuk satuan pendidikan Dasar
dan Menengah diantaranya; memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami
masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang
diperoleh. Oleh karena itu kemampuan pemecahan masalah matematis, peserta didik penting
untuk ditingkatkan.
- Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru matematika peneliti mengatakan bahwa
pada saat proses pembelajaran matematika lebih sering menggunakan model pembelajaran
langsung, pada proses pembelajaran, kurangnya pemikiran yang mendalam serta kesiapan
peserta didik dala mengikuti pembelajaran matematika, dan peserta didik belum bisa
memberikan jawaban sessuai yang diminta oleh gutu serta belum bisa mengaplikasikan konsep
dalam pemecahan masalah. Dalam proses pembelajaran, guru menyampaikan materi dengan
ceramah ddan memebrikan soal-soal serta kemampuan peserta didik dalam mengerjakan soal
non rutin belum optimal, peserta dodok kebingungan untuk merencanakan penyelesaian dari
soal non rutin yang diberikan oleh guru, sehingga kerap sekali peserta didik menyelesaikan
soal tanpa langkah-langkah yang tepat.
- Pemberlajaran matematika di sekolah terutama yang sedang berjalan, tidak dakan lepas
pengaruhnya dari pemilihan model pembelajaran, sebab model pembelajaran untuk
embelajaran matematika tradisional yang mengutamakan kepada hafalan dan keterampilan
berhitung, kecepatan, hasil akhir, dan wawasannya itu berbeda dengan model pembelajaran
matematika modern yang mengutamakan kepada pengertian, penemuan, proses, keakuratan
dan wawasan yang luas. Maka dari itu dicari sala satu alternatik pembelajaran yang dapat
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematik dan memberikan kesempatan untuk
meningkatkan kemandirian belajar peserta didik.
- Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematik dapat digunakan berbagai cara.
Salah satunya menggunakan model pembelajaran MEA (Means-Ends Analysis) yang
merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar
aktif kepada peserta didik. Model pembelajaran MEA (Means-Ends Analysis) yang
menekankan keaktifan dan kreativitas peserta didik dalam belajar matematika dan menjadi
solusi untuk mendorong peserta didik berpikir dan bekerja ketimbang menghafal dan
bercerita.Sehingga peneliti melakukan penelititan dengan judul “Peningkatan Kemampuan
Pemecahan masalah matematik Peserta didik menggunakan model pembelajaran MEA
(Means-Ends Analysis)”
RUMUSAN MASALAH :
1. Apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik peserta didik dengan
menggunakan model MEA (Means-Ends Analysis) lebih baik daripada peningkatan
kemampuan pemecahan masalah matematik peserta didik dengan menggunakan model
pembelajaran langsung?
2. Bagaimana kemandirian belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran
MEA (Means-Ends Analysis)?