Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PENDIDIKAN AGAMA

OLEH :

Nama : Gifary Zaky M


NPM : D1D019098
Semester :IB
Dosen Pengampu : Alimansyah, S.Pd, M.PA

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS BENGKULU
2019
MAKNA ISLAM
1. Islam berasal dari bahasa arab yang memiliki banyak arti
lslam berasal dari kata "islamul wajhi" yaitu menundukan wajah.
(2:112) : menundukan wajah.
Islam adalah sebuah nilai ketundukan dan pengabdian diri dengan ikhlas di hadapan Allah
SWT. Tidak ada sebuah ketundukkan di dalamnya melainkan kepada sang khaliq
penggenggam setiap jiwa mahluk di semesta ini. Seseorang yang muslim berarti menundukan
wajah nya di hadapan Allah SWT. karena rasa hormatnya kepada Allah.

2. Islam berasal dari kata "al istislam" yang berarti (berserah diri)
(2:83) : dan kepadanya lah kamu berserah diri.
seorang muslim berarti orang yang berserahdiri kepada allah SWT, adapun yang akan di perbuat
oleh allah kepada dirinya ia akan pasrah berserahdiri ia mengikuti aturan" allah.
bagaimana dengan orang kafir?
Mereka terlambat dalam berislam karena mereka baru melakukan nya ketika di akhirat.

3. Islam berasal dari kata "as-salamah" yang artinya suci dan bersih"
(26:89) : hati yang bersih.
seseorang muslim adalah orang yang senantiasa bersih badan, pakaian, pikiran, maupun hatinya
kebersihan ini merupakan kekhasan islam, sehingga BAB thaharah (bersuci) menjadi yang
pertama dalam fiqih.
beberapa orang masuk islam karena kebersihan ini.
wc di pelopori oleh orang-orang islam yang sebelumnya wc itu belum ada (buang hajat di celana
saja).

4. Islam berasal dari kata “as-salam” yang artinya (selamat sejahtera)


(6:54) : katakan lah "selamat sejahtera untuk lantas kalian"
seseorang muslim selalu memberikan keselamatan & kesejahteraan bagi orang lain.
ucapan salam adalah khas orang islam.
Rasulullah sangat mendorong umatnya agar senantiasa membaca salam kepada orang yang di
kenal bahkan orang yang tidak di kenal, salam juga ucapan para penghuni surga.

5. Islam juga berasal dari kata "as-silmu” atau “assalmu" yang berarti (Perdamaian)
(8:61) : dan jika mereka condong kepada perdamaian.
(47:35) : dan jangan lah kamu lemah dan mengajak damai.
(2:208) : masuklah kedalam islam secara keseluruhan.
Islam adalah agama yang damai, bukan agama yang gemar kekerasan. Seorang muslim adalah
orang yang menebarkan kedamaian di muka bumi.
Konsep penciptaan manusia
Potensi manusia
1. Jasadilah atau fisik yang sempurna.
2. Akal yang membedakan dari makhluk lain.
3. Ruhiyah atau hati yang membedakan kebaikan & keburukan
Tujuan penciptaan manusia
1. Ibadah.
2. Memimpin bumi.
3. Memakmurkan bumi.
4. Menegakkan keadilan antar sesame manusia
Konsep pemimpin
- Konsep dalam islam
Yaitu untuk mencapai tujuan harus dengan cara-cara yang baik
- Konsep kepemimpinan barat (Machieveli)
Konsep yang menghalalkan segala cara
Sumber-sumber ajaran islam
Al-Qur’an
 Menurut bahasa al-Qur’an berasal dari kata “Qara’a-yaara’u-Qur’aanan” yang artinya
bacaan dan sesuatu yang di baca berulang-ulang.
 Menurut istilah Al-Qur’an adalah firman allah yang di turunkan kepada rasulullah
melalui Malaikat jibril dan membaca nya adalah ibadah.
 Al-Qur’an di turukan tidak lain dan tidak bukan untuk menjadi petunjuk bagi manusia
Kewajiban dan Tujuan Al-Qur’an
 Membaca, memahami, menghafal, mengamalkan, menyampaikan
 Al-Qur’an juga sering di gunakan menjadi
(Al-Huda) Pembeda
(As-Syifa) Obat
(Al-Kitab) Sesuatu yang di tulis
(adz-Dzikir) Pemberi peringatan
Hadist atau Sunnah
- Menurut bahasa Hadist adalah perkataan rasulullah SAW.
- Menurut istilah Hadist adalah segala perkataan (Sabda) perbuatan, ketetapan, persetujuan,
dari Rasulullah SAW yang di jadikan hokum dalam islam, menjadi sumber hukum kedua
setelah islam.
Macam-macam Hadist
 (Shahih)
 Li-Dzalihi => Bersambung.
 Li-Ghairih => Kurang Hafidz.
 (Hasan)
 (Da’if) => menghimpun kedua hadist.
Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia

Islam sudah mulai diperkenalkan ke berbagai negara yang ada di dunia sejak dahulu kala
baik itu ke afrika, timur tengah, asia dan eropa. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, agama
Islam sudah disebarluaskan ke berbagai negara bahkan setelah wafatnya beliau pada 632 M,
syi’ar agama Islam masih terus dilakukan oleh para khalifah dan para pemimpin Dinasti Islam
lainnya.

Islam pertama kali diperkenalkan di Indonesia saat Dinasti Umayyah mendirikan


pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Indonesia yang terkenal akan rempah-rempahnya,
ramai dikunjungi oleh para pedagang dari berbagai penjuru dunia. Para pedagang Muslim pun
juga berdatangan ke Indonesia untuk berdagang dan sudah berlangsung dari abad ke abad. Tidak
hanya melakukan perdagangan saja, para pedagang muslim yang berasal dari Arab, Gujarat dan
Persia itu pun juga mendakwahkan ajaran Islam kepada penduduk sekitar. Berikut penjelasan
lebih lanjut mengenai sejarah masuk dan perkembangan di Indonesia.

 Awal Masuknya

Islam masuk dan berkembang di Indonesia sudah berlangsung sejak zaman dahulu. Perihal
kapan dan siapakah yang membawa Islam masuk ke Indonesia sering menjadi pertanyaan dan
perdebatan. Berbagai macam teori dikemukakan oleh para sejarawan yang tentunya didukung
oleh fakta-fakta yang telah mereka kumpulkan.

Karena itulah beberapa sejarawan Islam terbagi-bagi dalam beberapa kelompok dimana
mereka masing-masing mendukung teori yang mereka anggap lebih kuat. Seperti halnya yang
dikemukakan oleh ahli sejarah, Ahmad Mansur Suryanegara, ia membagi perbedaan pendapat
terkait awal masuknya Islam di Indonesia menjadi tiga teori, yaitu :

1. Teori Gujarat

Suryanegara (1996:75) mengemukakan bahwa dasar dari teori ini kemungkinan berdasar
kepada Snouck Hurgronje yaitu di dalam bukunya “L’ Arabie et les Indes Neerlandaises, atau
Revue de I’Historie des Religious.” Ada tiga alasan Snouk Hurgronje lebih menitikberatkan
keyakinannya ke Gurajat yaitu :

 Tidak banyak fakta yang menerangkan peranan bangsa Arab terkait penyebaran Islam ke
Nusantara.
 Sudah lama terjalin hubungan dagang antara Indonesia dan India.
 Terdapat inskripsi tertua mengenai Islam di Sumatera sehingga memberikan gambaran
hubungan antara Sumatera dan Gujarat.
Teori ini juga didukung oleh pendapat W.F.Stutterheim dalam bukunya “De Islam en Zijn
Komst In de Archipel”. Ia menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara pada abad ke 13. Hal
itu didasarkan pada batu nisan Sultan Malik As-Saleh, Sultan Pertama dari Kerajaan Samudera
Pasai yang wafat pada 1297. Snouch Hurgronje juga mengatakan bahwa Islam masuk pada abad
ke 13 M dari Gujarat.

Selain itu, alasan mengapa Islam masuk ke Indonesia dari Gujarat adalah Islam disebarkan
melalui jalur perdagangan antara Indonesia – Cambay (Gujarat) – Timur Tengah – Eropa.

2. Teori Mekkah

Teori ini didukung oleh para sejarawan muslim seperti Prof.Hamka yang mengatakan bahwa
Islam sudah datang ke Indonesia pada abad pertama Hijriyah yakni kurang lebih sekitar abad ke
7 M sampai 8 M yang langsung dari Arab. Hal itu didukung dengan sudah adanya jalur
pelayaran yang ramai dan bersifat Internasional jauh sebelum abad ke-13 M melalui Selat
Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina ( Asia Timur), Bani Umayyah (Asia Barat)
dan Sriwijaya (Asia Tenggara). Selain itu, Hamka mengemukakan bahwa Islam masuk ke
Indonesia pada abad ke-7 M berdasarkan berita Cina Dinasti Tang yang mengatakan bahwa ada
daerah pemukiman pedagang Arab Islam di pantai Barat Sumatera.

Bukan hanya itu saja, J.C. Van Leur mengatakan dalam bukunya “Indonesia : Trade and
Society” bahwa pada 674 M di pantai Barat Sumatera terdapat pemukiman Arab Islam dengan
perkiraan bahwa bangsa Arab telah membangun pemukiman perdagangannya di Kanton pada
abad ke-4 M. Sedangkan, teori yang menyatakan bahwa Islam masuk pada abad ke-13 M yang
ditandai dengan berdirinya Kerajaan Samudera Pasai, dikatakan bukan sebagai awal masuknya
Islam tapi merupakan perkembangan Islam di Nusantara.

3. Teori Persia

Suryanegara ( 1996 : 90 ) mengatakan bahwa pelopor teori Persia di Indonesia adalah


P.A.Hoesein Djajaningrat. Hal itu didukung dengan adanya kebudayaan yang ada di kalangan
masyarakat Islam di Indonesia dirasakan serupa dengan kebudayaan Persia sebagai contoh dalam
hal arsitektur dan sebagainya.

Upaya Islamisasi

Islam datang ke Nusantara dan menyebarkan agama Islam ke berbagai kalangan masyarakat
secara damai. Berikut ini beberapa cara yang dilakukan guna menyebarkan Islam ke Indonesia.

 Perdagangan
Dikarenakan Indonesia berada di posisi yang strategis untuk jalur perdagangan dan juga
merupakan penghasil rempah-rempah sudah pasti Indonesia banyak disinggahi para pedangan
dari segala penjuru dunia termasuk pedagang Islam. Banyak dari pedagang Islam tersebut yang
tinggal dan membangun pemukiman serta berdakwah.

 Perkawinan
Banyak para pengusaha lokal yang menikahkan putri mereka dengan para pedangan Islam
karena pada saat itu para pedagang Islam dianggap sebagai kalangan yang terpandang.
Perkawinan akan berlangsung jika gadis tersebut memeluk agama Islam. Dengan begitu,
semakin banyaklah keluarga muslim dan keturunan muslim yang berada di Indonesia.

 Pendidikan
Para pedagang muslim juga membangun pondok pesantren sebagai sarana mendakwahkan
Islam di Indonesia yang dipmpin langsung oleh para guru agama Islam dan para ulama. Para
santri yang sudah lulus belajar di pondok pesantren akan mendakwahkan agama Islam seketika
mereka kembali ke kampong halaman masing-masing.

 Kesenian
Dakwah di Indonesia juga dilakukan dengan menggunakan kesenian dimana para pendakwah
menggunakan media seni untuk memperkenalkan Islam ke penduduk pribumi. Sebagai contoh
Sunan Kalijaga menggunakan wayang untuk berdakwah.

 Tasawuf
Penyebaran agama Islam ke penduduk pribumi dilakukan dengan menyebarkan teosofi yang
sudah bercampur dengan pemahaman masyarakat Indonesia karena pada umumnya para
pendakwah tersebut paham mengenai hal – hal magis dan memiliki kekuatan untuk
menyembuhkan.

Sebagai contoh Syaikh Hamzah Fansuri , Syamsudin Sumatrani, Nuruddin ar Raniri, Abdul
Rauf Singkel dari Aceh.

Kondisi Umat Islam Saat Ini di Indonesia

Menurut saya kondisi umat Islam di Indonesia pada saat ini berkembang sangat baik dan
agama Islam dapat di terima di kalangan masyarakat Indonesia. Dilihat dari penduduk nya yang
yang 85 persen dari 100 persen penduduk nya menganut agama Islam, oleh karena itu Indonesia
dikatakan Negara mayoritas Islam terbesar di dunia saat ini.

Walaupun Indonesia tidak akan terlepas dari globalisasi, modernisasi, maupun perubahan
sosial, masih saja ada pihak ataupun oknum-oknum tertentu yang masih belum siap dengan
perubahan. Namun di samping itu, juga banyak orang-orang yang menjadi salah satu sebab suatu
perubahan, baik itu gaya hidup, ajakan berbuat kebaikan, maupun dakwah.
Para inspirator tersebut memanfaatkan canggihnya media yang ada, untuk menyebarkan
nilai – nilai Islam, tanpa merasa ketinggalan zaman. Contohnya adalah Dian Pelangi sebagai
perancang baju wanita muslim, Fatin Shidqia Lubis sebagai juara X-Factor Indonesia yang
berhijab, dan masih banyak lagi.