Anda di halaman 1dari 11

KEPALA DESA SEMBUNGANYAR

KABUPATEN GRESIK
PERATURAN DESA SEMBUNGANYAR
KECAMATAN DUKUN KABUPATEN GRESIK
NOMOR : 04 TAHUN 2017
TENTANG
ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
BUM Desa SEMBUNGANYAR

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa

KEPALA DESA SEMBUNGANYAR

Menimbang : 1. BUM Desa adalah lembaga pengelola keuangan dan


usaha dalam wilayah desa dan dikelola secara otonomi
oleh masyarakat yang selanjutnya dikembangkan
menjadi usaha milik desa yang berdaya saing ;
2. Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) merupakaan
bagian dari aset Pemerintah Desa untuk meningkatkan
perekonomian masyarakat secara umum ;
3. bahwa BUM Desa diharapkan memiliki legalitas dan
perangkat yang tertata rapi dan sistematis .

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang


Pemerintah Daerah ;
2. Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa :
3. Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 7 tahun
2007 tentang Pembentukan dan Pengelolaan Badan
Usaha Milik Desa (BUM Desa) ;
4. Surat Keputusan Kepada Desa Sembunganyar Nomor
2017 tentang Keputusan Susunan Pengurus BUM Desa
Sembunganyar
Memperhatikan : hasil rapat perencanaan pembentukan BUM Desa tanggal,
2017 bertempat di Balai Desa Sembunganyar.

Dengan persetujuan bersama


KEPALA DESA SEMBUNGANYAR DAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

MEMUTUSKAN

Menetapkan : 1. Mengesahkan Peraturan Desa Sembunganyar tentang


Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)
badan Usaha Milik Desa “ MAKMUR SENTOSA ”
2. Apabila terdapat kekeliruan di kemudian hari akan
dibetulkan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Sembunganyar
Pada tanggal : 28 April 20178 April
2017

MENETAPKAN

Ketua BPD Kepala Desa

ABD. WAHIB ROSYIDI K H O B I R, S. I P


ANGGARAN DASAR
BADAN USAHA MILIK DESA (BUM Desa)
DESA SEMBUNGANYAR KECAMATAN DUKUN KABUPATEN GRESIK

BAB I
NAMA, TEMPAT/KEDUDUKAN DAN DAERAH KERJA
Pasal 1

1. Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang bergerak di bidang pelayanan
keuangan mikro dan usaha lainnya ini dinamakan BUM Desa “ MAKMUR
SENTOSA ” Desa Sembunganyar Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik ;
2. Lembaga ini berkedudukan dan memiliki daerah kerja di Desa
Sembunganyar Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik Propinsi Jawa Timur.
Daerah kerja akan diperluas dengan mendirikan cabang-cabang lembaga
perwakilan sesuai dengan kebutuhan.

BAB II
LANDASAN, AZAZ DAN TUJUAN
Pasal 2

1. BUM Desa berlandasan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 ;


2. Azaz Demokrasi Ekonomi yang dimaksudkan adalah dari, oleh dan untuk
masyarakat.

Pasal 3

1. BUM Desa bertujuan melayani jasa transaksi keuangan atau bidang


transaksi lain yang berkaitan dengan pengembangan usaha produktif dan
permodalan ;
2. Dalam merealisasikan tujuannya, BUM Desa dapat bekerjasama dengan
pihak lain untuk mengembangkan usaha atau kerjasama usaha atas dasar
saling menguntungkan.

BAB III
VISI DAN MISI
Pasal 3

1. Visi BUM Desa “ MAKMUR SENTOSA ” Mewujudkan ekonomi masyarakat


yang mandiri dan berkeadilan sosial.
2. Misi BUM Desa “ MAKMUR SENTOSA ” :
a. Pengembangan usaha ekonomi melalui usaha simpan pinjam dan
sektor riil ;
b. Pembangunan layanan sosial melalui sistem jaminan sosial bagi rumah
tangga miskin ;
c. Pengembangan jaringan kerjasama ekonomi dengan berbagai pihak ;
d. Mengelola dana program yang masuk ke desa bersifat dana bergulir
dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pengembangan usaha
ekonomi pedesaan

BAB IV
KEANGGOTAAN
Pasal 4

1. BUM Desa “ MAKMUR SENTOSA ” sebagai Badan Usaha Milik Desa


Sembunganyar didirikan berdasarkan hasil musyawarah desa yang
selanjutnya ditetapkan dengan Peraturan Desa oleh pemerintah desa ;
2. Semua warga masyarakat yang berdomisili di Desa Sembunganyar atau
yang berdomisili di luar Desa sebagaimana disebut, dapat menjadi anggota
BUM Desa bilamana telah memenuhi persyaratan, ketentuan dan
prosedur menjadi anggota sesuai dengan keputusan desa ;
3. Untuk pertama kali syarat keanggotaan BUM Desa adalah setiap
masyarakat desa yang telah memenuhi ketentuan kelayakan permohonan
pinjaman secara berkelompok dengan sistem renteng dengan segenap hak
dan kwajiban sesuai dengan yang diperjanjikan ;
4. Setiap anggota wajib menyetor sejumlah dana berupa simpanan beku ke
BUM Desa, yang besarnya ditentukan oleh hasil musyawarah bersama.
Simpanan beku merupakan jaminan tanggung renteng terhadap pinjaman
pokmas di BUM Desa ;
5. Setiap anggota berkwajiban untuk mengembangkan tabungan kelompok di
BUM Desa, untuk pengembangan usaha kelompok ;
6. Setiap anggota yang tergabung dalam POKMAS bisa menunjuk salah satu
wakilnya untuk duduk sebagai inti yang memiliki suara dalam
pengambiulan keputusan lembaga ;
7. Anggota ini terdiri dari : (i) Perwakilan Pokmas masing-masing satu orang,
(ii) dua orang wakil pemerintahan desa, (iii) dua orang wakil Badan
Perwakilan Desa, (iv) dua orang wakil dari KD atau sebutan lain dan (v) tiga
orang pengurus ;
8. Anggota ini berkwajiban melakukan pengawasan terhadap kinerja
pengurus memberikan masukan pengembangan program kepada pengurus
dan mengambil keputusan berkaitan dengan kebijakan strategis BUM
Desa.

STATUS KEPEMILIKAN
Pasal 5

1. BUM Desa “ MAKMUR SENTOSA ” adalah Badan Usaha Milik Desa yang
dimiliki oleh Pemerintah Desa dan masyarakat dengan komposisi
kepemilikan mayoritas oleh Pemerintah Desa ;
2. Yang dimaksud dengan masyarakat pada awal pendirian BUM Desa “
MAKMUR SENTOSA ” adalah masyarakat Desa Sembunganyar ;
3. Masyarakat dapat berperan dalam kepemilikan BUM Desa “ MAKMUR
SENTOSA ” melalui penyertaan modal maksimal 40%.

BAB V
ORGANISASI DAN PENGELOLA
Pasal 6

1. BUM Desa sebagai Badan Usaha Milik Desa menjalankan kegiatan


usahanya dengan pengelolaan secara profesional dan terpisah dari
pemerintahan desa ;
2. Pengelola BUM Desa terdiri dari minimal 3 (tiga) orang pengurus yakni :
Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Pemilihan pengurus untuk pertama kali
dilaksanakan melalui musyawarah desa dan ditetapkan berdasarkan Surat
Keputusan Kepala Desa ;
3. Pemilihan pengurus untuk selanjutnya menjadi kewenangan dari
musyawarah anggota. Pengurus terpilih ditetapkan dengan surat
Keputusan Kepala Desa ;
4. Dalam mengelola kegiatan dan mengembangkan usahanya, pengurus
dapat mengangkat personalia organisasi misalnya Pengelola Unit Tata
Usaha, Petugas Pembukuan Keuangan< Bagian Penilaian Kelayakan
Pinjaman, Kasir, Manajer Unit Desa dan seterusnya sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan lembaganya ;
5. Masa kerja pengurus BUM Desa ditetapkan selama lima tahun dan setelah
itu dapat dipilih kembali maksimum satu periode berikutnya ;
6. Pengurus baik secara perorangan maupun kolektif dapat diberhentikan
sebelum masa jabatannya berakhir apabila nyata-nyata melakukan
penyelewengan dan atau melakukan hal-hal lain yang dapat merugikan
lembaga ;
7. BUM Desa dapat membentuk unit usaha di luar pelayanan simpan pinjam.
Pengelolaan usaha tersebut diatur tersendiri.

Pasal 7

TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB PENGURUS

A. Ketua
 Memimpin organisasi BUM Desa ;
 Membahas dan menetapkan kelayakan pinjaman yang diajukan
berdasarkan penilain kelayakan usaha dan peminjam ;
 Melakukan pengendalian kegiatan dan pembinaan pada pokmas sebagai
nasabah BUM Desa dalam pemanfaatan modal pinjaman, pengendalian
pinjaman ;
 Melakukan kuasa pemindahbukuan simpanan bekuke rekening BUM
Desa maupun rekening-rekening lain yang disepakati oleh Pokmas dapat
dipindahbukukan untuk menyelesaikan pelunasan tunggakan angsuran
atau kemacetan pengembalian pinjaman secara tanggung renteng ;
 Mengatur perputaran dan pemupukan modal lembaga BUM Desa ;
 Bertindak atas nama lembaga untuk mengadakan perjanjian kerjasama
dengan pihak ketiga dalam pengembangan usaha atau lain-lain kegiatan
yang dipandang perlu dilaksanakan ;
 Melaporkan keadaan keuangan lembaga secara periodik setiap akhir
tahun melalui rapat anggota tahunan ;
 Memberikan laporan keadaan lembaga dengan sejumlah permasalahan
yang dihadapi kepada berbagai pihak yang dipandang perlu untuk
memperoleh bantuan teknis pemecahan masalah dan pengembangan
lembaga ;

b. Sekretaris
 Melaksanakan tugas kesekretariatan untuk mendukung kegiatan ketua ;
 Melaksanakan administrasi umum kegiatan operasional BUM Desa ;
 Melaksanakan administrasi pembukuan keuangan BUM Desa ;
 Bersama ketua meneliti kebenaran dari berkas-berkas pengajuan
permohonan pinjaman, pengecekan di lapangan ;
 Bersama ketua dan bendahara membahas dan memutuskan
permohonan pinjaman yang layan direalisasikan.
c. Bendahara
 Menerima menyimpan dan membayarkan uang berdasarkan bukti-bukti
yang syah ;
 Membantu ketua dalam membahas dan memutuskan permohonan
pinjaman yang layak direalisasikan ;
 Melakukan penagihan terhadap Pokmas yang menjadi nasabah BUM
Desa ;
 Melaporkan posisi keuangan kepada ketua secara periodik atau
sewaktu-waktu diperlukan ;
 Menyelenggarakan pembukuan keuangan BUM Desa secara sistematis,
dapat dipertanggungjawabkan dan menunjukkan kondisi keuangan dan
kekayaan BUM Desa yang sesungguhnya ;

d. Karyawan
 BUM Desa dapat mengangkat karyawan, maka tugas-tugas terutama
tugas sekertaris dan bendahara dapat didistribusikan secara profesional
sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing.

Pasal 8
HONORARIUM

a. Dalam melaksanakan pengelolaan kegiatan BUM Desa, pengurus


mendapatkan honorarium yang besarnya ditetapkan sebesar 25% dari total
Sisa hasil Usaha (SHU) dengan proporsi (i) Ketua 35%, (ii) Sekretaris 30%,
(iii) Bendahara 25%, (iv) karyawan 10% ;
b. Dalam menunjang kegiatannya, pengurus BUM Desa mendapatkan biaya
operasional, pembinaan dan pelatihan sebesar 15% dari SHU ;
c. Honorarium pengurus diberikan 3 bulan sekali ;
d. Jumlah besar kecilnya honorarium disesuaikan dengan besar kecilnya
SHU.

BAB VI
FORUM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 9

Forum pengambilan keputusan terdiri dari :


a. Musyawarah anggota, sebagaimana forum pengambilan keputusan
tertinggi. Forum ini dapat memilih dan memberhentikan pengurus BUM
Desa maupun menetapkan pembuabaran BUM Desa ;
b. Musyawarah anggota khusus adalah forum penyelesaian terhadap
penyelewengan dan atau hal-hal lain yang dapat merugikan lembaga BUM
Desa ;
c. Rapat Anggota Tahunan, sebagai forum laporan pertanggungjawaban
pengurus dan penyusunan rencana strategis pengembangan BUM Desa ;
d. Rapat pengurus, sebagai forum pengambilan keputusan pengurus untuk
menentukan kebijakan operasional pengelolaan dan pengembangan
lembaga maupun usaha.

BAB VII
PERMODALAN
Pasal 10

a. Penyertaan modal, dari angota perorangan maupun secara berkelompok


dan atau lembaga lain yang diberi jasa sesuai dengan kesepakatan antara
BUM Desa dengan pihak yang bersangkutan ;
b. Tabungan kelompok dari masing-masing Pokmas yang diberi jasa sesuai
proporsi SHU masing-masing Pokmas ;
c. Simpanan beku tanggungrenteng Pokmas yang telah dipindahkanbukukan
ke rekening BUM Desa ;
d. Tambahan modal kerja yang disisihkan dari sisa hasul usaha ;
e. Hibah atau bantuan dari pihak manapun yang tidak mengikat ;
f. Pertama modal BUM Desa diperoleh dari dana program BUM Desa pilot
project.

BAB VIII
KEGIATAN USAHA
Pasal 11

Jenis usaha BUM Desa antara lain :


1. Usaha pelayanan jasa antara lain :
a. Lembaga Kuangan Mikro atau simpan pinjam ;
b. Penyediaan air bersih ( HIPPAM ) ;
c. Listrik desa
d. Jasa lain sesuai kebutuhan masyarakat .
2. Usaha pertanian dan budidaya antara lain :
a. Pengelolaan pertanian ;
3. Usaha produksi/industri rumah tangga antara lain :
a. Industri mikro dan kecil pengolahan makanan;
4. Pasar desa
5. Usaha lain dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan
kemampuan BUM Desa.

Pasal 12
KETENTUAN PINJAMAN

a. Pinjaman BUM Desa hanya dipergunakan untuk membiayai kegiatan


usaha ekonomi produktif yang dinilai layak. Pemberian pinjaman hanya
diberikan secara berkelompok melalui Pokmas dengan sistem tanggung
renteng ;
b. Permohonan pinjaman dari masing-masing pokmas/perorangan, dinilai
kelayakan usaha dan kelayakan peminjam oleh BUM Desa ;
c. Permohonan pinjaman Pokmas/perorangan dinyatakan layak selanjutnya
Pokmas/perorangan menandatangani akad pinjaman ;
d. Untuk menjamin kelancaran pinjaman maka pinjaman di atas Rp.
1.000.000,- ( Satu juta rupiah ) harus menyerahkan jaminan ;
e. Plafon pinjaman yang diberikan BUM Desa disesuaikan dengan akumulasi
permodalan BUM Desa ;
f. Pokmas atau anggota perorangan yang memiliki pinjaman pada BUM Desa
setiap bulan wajib menyetorkan angsuran pokok dan bunga kepada BUM
Desa;
g. Jasa pinjaman ditentukan oleh pengurus dengan setelah
memperhitungkan biaya, tingkat resiko, tingkat keuntungan ;
h. Apabila terjadi tunggakan angsuran maupun kemacetan pinjaman bagi
pokmas, akan dikenakan ketentuan tanggungrenteng, demi menjamin
pengembalian pinjaman dana BUM Desa sesuai dengan prosedur dan
ketentuan sebagaimana di atur dalam peraturan organisasi ;
i. Bagi peminjam perorangan yang tidak menggunakan jaminan dan
menunggak angsuran atau macet pengembalian pinjaman kepada BUM
Desa maka tidak diperbolehkan mengajukan permohonan pinjaman
selama belum menyelesaikan tunggakannya, akan diumumkan di kantor
desa dan kantor desa tidak akan memberi pelayanan administrasi
terhadap penunggak ;
j. Bagi peminjam perorangan yang menggunakan jaminan dan menunggak
angsuran atau macet pengembalian pinjaman kepada BUM Desa maka
jaminannya akan disita sesuai dengan prosedur yang berlaku ,;
k. Bagi pokmas atau anggota perorangan yang dinilai telah melaksanakan
kewejiban angsuran pinjamannnya ke BUM Desa secara tertib akan
diberikan imbalan berdasarkan ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam
peraturaan organisasi ;
l. Besar jasa pinjaman pada tahap awal minimal 1% dan pada tahap
berikutnya maksimal 2%.

Pasal 13

Dana BUM Desa dapat digunakan untuk mengembangkan usaha yang dinilai
prosfektif, menguntungkan dan tidak merugikan lembaga BUM Desa

BAB IX
PENGELOLAAN KEUANGAN
Pasal 14

a. Pembukuan kegiatan operasional usaha dilakukan dengan menggunakan


sistem pembukaan keuangan standar (akuntasi) sehingga mudah
mengetahui perkembangan kondisi keuangan maupun kesehatan
BUMDesa sebagai Lembaga Pelayanan Usaha Simpan Pinjam ;
b. BUM Desa juga berkewajiban membina manajemen usaha dan pengelolaan
keuangan UEP terutama dengan pengelolaan dana pinjaman dan
tabungan ;
c. Tahun pembukuan dimulai tanggal 1 Januari s/d 31 Desember 2017

BAB X
SISA HASIL USAHA
Pasal 15

a. Sisa hasil usaha (SHU) adalah pendapatan yang diperoleh dari hasil
transaksi dikurangi dengan pengeluaran biaya dan kewajibaan pada hak
pihak lain, serta penyusutan atas barang-barang inventaris dalam satu
tahun buku ;
b. Pembagian SHU dibagi berbagi berdasarkan proporsi :
 35% untuk modal kerja ;
 25% untuk honor pengurus dan karyawan ;
 15% untuk biaya operasional pengelolaan, pembinaan dan pelatihan;
 10% untuk jasa pokmas ;
 10% untuk dana pembangunan desa ;
 5% untuk dana sosial.

BAB XI
PEMBUBARAN
Pasal 16

a. Pembubaran BUM Desa hanya bisa dilaksanakan melalui keputusan


musyawarah anggota. Hasil musyawarah anggota ditindaklanjuti dengan
Surat Keputusan Kepala Desa tentang Pembubaran BUM Desa ;
b. Kekayaan BUM Desa yang telah dibubarkan diserahkan kepada
Pemerintah Desa sebagai dana pembangunan desa.

Demikian Anggaran Dasar ini dibuat dengan sesungguhnya. Apabila terdapat


kekeliruan akan dilaksanakan peninjauan kembali berdasarkan ketentuan
yang disepakati.

Ditetapkan di : Desa Sembunganyar


Pada tanggal : 28 April 2017
Kepala Desa Sembunganyar

K H O B I R, S. I P