Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN

KETERAMPILAN MENULIS
MODUL 4
SURAT

Disusun oleh :

ENDANG PRATIWI
NIM :
TRI OKTARINA
NIM :
NUR NGAINI
NIM :
ROSIDAH ROSMALA DEWI
NIM :

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


JURUSAN S1 PGSD
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ BANDAR LAMPUNG POKJAR SIDOMULYO
TAHUN 2019
MODUL 4
SURAT
Kegiatan Belajar 1
Seluk Beluk Surat
Ketika era sebelum telepon seluler menjadi bagian hidup masyarakat,fungsi surat, khususnya
surat pribadi sangatlah penting. Sementara itu, di era teknologi informasi ini, fungsi surat
sebagian telah tergantikan.
A. Pengertian Surat
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI,1999) surat didefinisikan sebagai :
1. Sebagai kertas dan sebagainya yang bertulis (berbagai-bagai isi maksudnya)
2. Secarik kertas dan sebagainya sebagai tanda atau keterangan,kartu,
3. Sesuatu yang ditulis,yang tertulis,tulisan.
Untuk lebih mengkonkretkan pemahaman anda, Yunus menjelaskan bahwa surat adalah sehelai
kertas atau lebih yang di dalamnya tertulis pesan, yang disajikan dalam format yang khas, yaitu
format surat. Pesan yang terkandung di dalamnya dapat berisi pemberitahuan, penghiburan,
pernyataan, pertanyaan, permintaan, penawaran, penolakan atau persetujuan.

B. Fungsi Surat
Secara garis besar surat berfungsi sebagai sarana komunikasi tulis dalam
konteks formal yang di dalamnya dapat berisi pemberitahuan, penghiburan, pernyataan,
pertanyaan, permintaan, penawaran, penolakan, penjelasan atau klarifikasi.
Secara lebih rinci Yunus menjelaskan bahwa karena kelebihan-kelebihan penggunaan surat
dibandingkan dengan komunikasi secara lisan,maka fungsi surat sebagai berikut :
1. Wakil pribadi, kelompok, atau suatu organisasi untuk berhadapan dengan kelompok
atau organisasi lain. Yang termasuk dalam fungsi ini adalah surat izin cuti, surat antar
lembaga, surat antar organisasi masyarakat dan lain sebagainya.
2. Dasar atau pedoman untuk bekerja. Yang termasuk dalam fungsi ini adalah surat
keputusan, surat edaran, surat pemberitahuan, surat tugas, dan sebagainya.
3. Bukti tertulis otentik hitam diatas putih yang memilikki kekuatan hukum atau yuridis.
Yang termasuk dalam fungsi ini misalnya surat jual beli (akta), kontrak kerja, surat
wakaf dan sebagainya.
4. Alat pengingat atau arsip jika sewaktu-waktu diperlukan.
5. Dokumen historis atau yang memilikki kesejarahan,misalnya untuk menelusuri
peristiwa masa lalu.

C. Bagian-bagian Surat
Jika membahas tentang bagian-bagian surat, sebenarnya terdapat bagian utama
yang wajib hadir, sebagaimana penulis paparkan di awal pembahasan, yakni tempat dan
waktu penulisan, salam pembuka-penutup, pesan yang ingin disampaikan, dan juga
identitas penulis surat. Bagian ini pula yang ada dalam surat pribadi dan surat dinas.
Namun khusus surat dinas, setidaknya terdapat bagian-bagian yang relatif lengkap dan
seragam, yang terdiri atas 16 bagian. Keenam belas bagian tersebut antara lain:
1. Kepala Surat,
Hal pertama yang membedakan surat dinas dengan surat pribadi adalah bagian kepala surat.
Bagian ini berfungsi memudahkan penerima surat secara cepat mengetahui nama dan alamat
kantor, organisasi atau perusahaan yang mengirim surat.
2. Nomor Surat,
Hal kedua yang membedakan surat dinas dengan surat pribadi adalah nomor surat. Menurut
yunus surat dinas mencantumkan nomor dan kode surat,kecuali surat dinas yang ditulis oleh
perseorangan.
3. Tanggal, Bulan, dan Tahun Penulisan Surat,
Dalam hal penulisan surat, maka tanggal,bulan, dan tahun pengiriman surat harus di cantumkan
apalagi dalam hal penulisan surat dinas.
4. Lampiran,
Lampiran atau kadang-kadang disingkat lamp. adalah sesuatu yang melengkapi surat, misalnya
jadwal,makalah,brosur,biodata,atau dokumen lainnya.
5. Perihal,
Perihal merupakan bentuk yang lebih lengkap dibandingkan dengan hanya menyebutkan hal.
Perihal atau hal mencantumkan pokok atau inti persoalan yang akan disampaikan dalam surat
dinas.
6. Alamat Surat,
Alamat surat digunakan sebagai petunjuk langsung orang yang harus menerima surat.
7. Salam Pembuka,
Pada umumnya, salam pembuka dalam surat dinas terdapat pada surat dinas yang berasal dari
organisasi masyarakat,partai politik, organisasi politik, organisasi keagamaan, dan perusahan.
8. Isi Surat,
Isi surat terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup.
Bagian-bagianini tidak selalu dituliskan dalam bentuk paragraph. Oleh karena itu, penulisan
modul ini lebih cocok menggunakan istilah bagian untuk komponen-komponen tubuh surat
daripada alinea atau paragraph.
9. Salam Penutup,
Seperti halnya salam pembuka, salam penutup sifatnya juga tidak wajib.
10. Jabatan Penulis Surat, Tanda Tangan,Cap,Nama Terang, dan NIP
Sebuah surat resmi atau dinas di Indonesia khususnya, dianggap sah jika ditandatangani oleh
orang yang namanya tercantum sebagai pengirim surat.
11. Tembusan,
Tembusan digunakan untuk menunjukkan bahwa ada pihak lain, baik instansi, unit kerja, atau
perseorangan yang juga perlu mengetahui tentang ihwal pengiriman surat.
12. Inisial.
Inisial adalah kode pengenal yang berupa singkatan nama pengonsep dan atau pengetik surat.
Inisial dapat juga berupa file computer yang menunjukkan tersimpanya dokumen surat
tersebut.
Kegiatan Belajar 2
Surat Dinas

A. Berbagai Jenis Surat Dinas


Surat dinas terdiri atasnota dinas, memo, surat pengantar, surat edaran, surat
tugas, surat kuasa, surat pengumuman, dan surat pernyataan.
1. Nota Dinas
Nota dinas adalah surat yang dibuat oleh atasan kepala bawahan atau oleh
bawahan kepada atasan atau yang setingkat, yang berisi catatan singkat tentang
pokok persoalan kedinasan.
2. Memo
Memo adalah catatan singkat yang diketik atau yang ditulis tangan oleh
atasan kepada bawahan tentang pokok persoalan kedinasan.
3. Surat Pengantar
Surat pengantar adalah surat yang ditujukan kepada institusi, seseorang, atau
pejabat yang berisi penjelasan singkat tentang surat, dokumen, barang, atau bahan
lain yang dikirimkan dalam bentuk surat/paket.
4. Surat Edaran
Surat edaran adalah salah satu bentuk surat yang berisi penjelasan atau petunjuk
tentang cara pelaksanaan suatu peraturan perundang-undangan dan/atau perintah
yang telah ada.
5. Surat Tugas
Surat tugas adalah surat yang berisi penugasan dari pejabat yang berwenang
kepada satu orang atau lebih untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu.
6. Surat Kuasa
Surat kuasa adalah surat yang berisi pelimpahan kewenangan dari pemberi
kuasa kepada penerima kuasa untuk bertindak atau melakukan sesuatu kegiatan atas
nama pemberi kuasa.
7. Surat Pengumuman
Surat pengumuman adalah surat yang berisi pemberitahuan mengenai suatu hal
yang ditujukan kepada para pegawai atau masyarakat umum.
8. Surat Pernyataan
Surat pernyataan adalah surat yang menyatakan kebenaran sesuatu hal disertai
dengan pertanggungjawaban atas pernyataan tersebut.

B. Kesalahan yang Sering Ditemukan dalam Penulisan Surat Dinas


Beberapa kesalahan yang sering ditemukan secara umum terletak pada
kebenaran dan ketaatasasan penggunaan bagian-bagian surat.
Dalam hal pengalimatan, kesalahan yang sering ditemukan adalah pemborosan
kalimat, pemenggalan kata, penggunaan tanda baca(koma dan titik), dan pemilihan kata
yang maknanya terlalu berlebihan.
MODUL 5
PARAGRAF 1

Kegiatan Belajar 1
Paragraf Diskripsi

A. Pengertian dan Ciri-ciri Paragraf deskripsi


1. Pengertian Paragraf Deskripsi
Dari segi istilah, deskripsi adalah suatu bentuk karangan yang melukiskan
sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya, sehingga pembaca dapat mencitrai(melihat,
mendengar, mencium, dan merasakan) apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra
penulisnya.
2. Cirri-ciri Paragraf Deskripsi
Ciri-ciri paragraph deskripsi adalah a) menggambarkan sesuatu, b)
penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indra, c)
membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.

B. Pola Pengembangan dan Pendekatan Paragraf Deskripsi


1. Pola Pengembangan Paragraf Deskripsi
Pola pengembangan tersebut terdiri atas 3 hal, yaitu: a) pola pengembangan
paragraf deskripsi spasial, b) pola pengembangan paragraf deskripsi subyektif, c) pola
pengembangan paragraf deskripsi objektif.
2. Pendekatan Paragraf Deskripsi
Pendekatan paragraf deskripsi dapat dibedakan atas pendekatan ekspositoris,
pendekatan impresionistik, pendekatan menurut sikap pengarang(Suparno, 2001:4.7-
4.11).

C. Memperbaiki dan Menyusun Paragraf Deskripsi


Dalam menyusun paragraph deskripsi, sebuah paragraph yang baik harus
memiliki 3 syarat, yaitu: 1) kesatuan, 2) kepaduan, dan 3) kelengkapan.
Untuk membantu mempermudah dalam menyusun paragraph deskripsi, berikut
ini disajikan rambu-rambu yang dapat diikuti. Langkah yang harus dilakukan
setidaknya adalah:
1. Tentukan apa yang akan dideskripsikan,
2. Rumuskan tujuan pendeskripsian,
3. Tetapkan bagian yang akan dideskripsikan,
4. Rinci dan sistematiskan hal-hal yang menunjang kekuatan bagian yang akan
dideskripsikan.
Kegiatan Belajar 2
Paragraf Narasi

A. Pengertian dan Ciri-ciri Paragraf Narasi


1. Pengertian Paragraf Narasi
Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian
atau peristiwa sehingga tampak seola-olah pembaca melihat atau mengalami sendiri
peristiwa itu.
Berdasarkan perbedaan itu jenis narasi dapat dikelompokkan menjadi dua jenis,
yaitu: (a) narasi ekspositoris atau narasi teknis, dan (b) narasi sugestif.
2. Ciri-ciri Paragraf Narasi
Cirri-ciri paragraph narasi yang paling mudah diidentifikasi adalah adanya pola
secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal-tengah-akhir(Wikipedia,
2011).
a. Awal narasi biasanya berisi pengantar,
b. Bagian tengah merupakan bagian yang paling memunculkan suatu konflik.
c. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara mengungkapkan bermacam-macam.

B. Narasi Fakta dan Narasi Fiktif


1. Narasi Fakta
Sesuai dengan perbedaan antara narasi ekspositoris dan narasi sugestif, maka
narasi pun dapat dibedakan atas dasar fakta dan fiktifnya. Narasi yang berdasarkan pada
fakta atau nonfiktif ada beberapa bentuk khusus, yaitu: (a) atobiografi dan biografi yang
berisi sejarah riwayat hidup seorang tokoh, (b) anekdot dan insiden yang dialami oleh
seorang tokoh, (c) sketsa, dan (d) profil.
2. Narasi Fiktif
Contoh narasi fiktif adalah cerpen dan novel.

C. Memperbaiki dan Menyusun Paragraf Narasi


Untuk menyusun paragraph narasi dan memperbaiki paragraph tersebut,
diperlukan daya kreativitas. Kreativitas ini dimulai dengan mencari, menemukan, dan
menggali ide. Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan “Rumus”
5W+1H, yaitu:
1. What,
2. Where,
3. When,
4. Who,
5. Why,
6. How.
Kegiatan Belajar 3
Paragraf Argumentasi

A. Pengertian dan Ciri-ciri Paragraf Argumentasi


1. Pengertian Paragraf Argumentasi
Paragraf Argumentasi adalah paragraph yang bertujuan membuktikan kebenaran
suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta berbagai alasan/bukti.
2. Ciri-ciri paragraph Argumentasi
Dengan bahasa yang paling sederhana, setidaknya terddapat empat cirri
paragraph argumentasi, yakni:
a. Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin,
b. Memerlukan fakta untuk pembuktian, berupa data, gambar/grafik, uji statistik, atau
lainnya,
c. Menggali sumber ide atas dasar pengamatan, pegalaman, dan penelitian,
d. Memaparkan penutup dalam bentuk simpulan atau rekomendasi.

B. Menyusun Paragraf Argumentasi


1. Langkah-langkah Menyusun Paragraph Argumentasi
Untuk menyusun paragraph argumentasi pertama yang harus dilakukan adalah
menentukan tema/topic yang akan diangkat sebagai dasar penulisan.
Terdapat lima langkah dalam menyusunnya, yakni:
a. Menentukan topic/tema,
b. Menetapkan tujuan,
c. Mengumpulkan data dari berbagai sumber,
d. Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topic yang dipilih,
e. Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi.
2. Teknik Pengembangan Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi umumnya dikembangkan dari paparan hal-hal yang
khusus untuk mencapai suatu generalisasi dan kadang-kadang juga dirangkai dari
paparan yang sifatnya umum ke paparan yang sifatnya khusus. Atas dasar itu, dalam
teknik pengembangan paragraph argumentasi dikenal (a) teknik induktif dan (b) teknik
deduktif(Suparno, 2002:5.38).