Anda di halaman 1dari 6

B.Konsep Dasar Keperawatan.

pengkajian pola Gordon

a.pola persepsi kesehatan dan pemeliharaan kesehatan

- Riwayat keluarga dan Aterosklerosis

- Trauma pembuluh darah

- Riwayat DM

-Riwayat Hipertensi

-Kebiasaan Merokok

-Kebiasaan mengkonsumsi alkohol

-Riwayat penyakit ginjal

b.pola nutrisi metabolic

- Kaji apakah nafsu makan klien berkurang

-kaji apakah sering makan makanan berlemak

-kaji berat badan pasien apakah mengalami obesitas

c.pola eliminasi

- Kaji apakah klien ada buang air besar becampur dengan darah

d.Pola aktivitas dan latihan

-Kelemahan,ketidak mampuan melaksanakan aktivitas sehari-hari

-Perubahan aktivitas
e.Pola tidur dan istirahat

- Kaji apakah klien mengalami gangguan tidur

-insomia

f.Pola persepsi kognitif

- Kaji tingkat nyeri klien

-Kaji apakah ada nyeri pada malam hari dalam keadaan dingin

g.Pola persepsi dan konsep diri

-Persepsi klien thdp penyakitnya

-Perasaan minder thdp penyakit

h.Pola peran dan hubungan dengan sesama

-Perubahan interaksi klien dengan sesama

-Peran klien di keluarga,kelompok dan dimasyrakat

i.Pola reproduksi dan seksualitas

-Kaji apakah klien mengalami gangguan atau perubahan berhubungan dengan


penyakitnya

j.Pola mekanisme koping dan toleransi thdp stress

- Perasan takut dan cemas

-Perasaan stress terhadap penyakitnya

-Menolak kondisi penyakit yang berat


k.Pola kepercayaan

-Terganggu menjalankan ibadah

- Pasrah terhadap penyakit atau menyalahkan Tuhan

Diagnosa keperawatan

DP 1: Nyeri berhubungan dengan aneurisma aorta

Hasil yang diharapkan :


– Mendemonstrasikan hilangnya nyeri
– Melaporkan penurunan intensitas nyeri
– Ekspresi wajah rileks
– Tak ada merintih

Rencana Tindakkan :
1.Kaji dan catat intensitas, lokasi dan lama nyeri.
R/ Mengetahui tingkat rasa nyeri, berguna dalam pengawasan
keefektifan obat.
2.Kaji tanda nyeri baik verbal maupun non verbal.
R/ Bermanfaat mengevaluasi nyeri.
3.Ajarkan teknik relaksasi seperti: imajinasi, musik yang lembut.
R/ Membantu untuk memfokuskan kembali perhatian dan membantu
pasien untuk mengatasi nyeri/rasa tidak nyaman.

4.Berikan analgesik yang diresepkan dan evaluasi keefektifan seperlunya.


Namun gunakan amanlgesik narkotik secara hemat.
R/: Analgesik memblok jaras nyeri. Dosis besar narkotik dapat
menutupi gejala-gejala.
5.Beri tahu dokter bila nyeri menetap atau memburuk
R/: Ini dapat menandakan progresi aneurisma dan seperlunya
intervensi pembedahan segera.

DP 2: Resiko tinggi terhadap komplikasi : Ruptur berhubungan dengan


aneurisma aorta

Hasil yang diharapkan :


– Mendemonstrasikan tak adanya komplikasi
– TD tetap antara 90/60-120/80 mmHg
– Tak adanya manisfestasi syok hipovoleksmik

Rencana Tindakan :
1. Pantau masukan dan halauran setiap jam bila halauran urine 8 jam
kurang dari 240 ml sebaliknya setiap 8 jam.
R/: Untuk mengevaluasi keefektifan terapi dan untuk deteksi dini
komplikasi.
2. Pantau TD, nadi dan pernapasan setiap jam bila di UPI, sebaliknya 2-4
jam.
R/: Untuk mengevaluasi keefektifan terapi dan untuk deteksi dini
komplikasi
3. Pantau kualitas nyeri setiap 1-2 jam
R/: Untuk mengevaluasi keefektifan terapi dan untuk deteksi dini
komplikasi
4. Pertahankan tirah baring pada posisi semi fowler’s
R/: Tirah baring menurunkan penggunaan energi. Posisi tegak
memudahkan pernapasan.
5. Beritahu dokter bila : nyeri dada hebat dan rasa tersobek, syok (kulit
dingin dan lembab, disertai dengan hipotensi, takikardia dan pucat)
R/: Tindakan segera diperlukan unutk menyelamatkan hidup pasien.
DP 3: kurangnya pengetahuan berhubungan dengan proses penyakit, dan
pengobatan.

Hasil yang di harapkan:


Pasien dapat memahami proses penyakit dan pengobatan dan berpartisipasi
dalam program pengobatan.

Rencana tindakan
1.Kaji kemampuan dan pengetahuan pasien tentang proses penyakit dan
pengobatan.
R/: Membantu memberikan penjelasan yang tepat dan sesuai
kebutuhan.
2.Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur persiapan operasi seperti:
waktu pembedahan, lingkungan kamar operasi.
R/: Pasien akan lebih mudah mengingat dan lebih kooperatif.
3.Ajarkan pasien untuk melatih nafas dalam dan latihan otot.
R/: Meningkatkan pengajaran dan aktivitas pasca operasi.
4.Anjurkan untuk berhenti merokok.
R/: Merokok tidak menstimulasi kambuhnya Tuberkulosis; tapi
gangguan pernapasan/ bronchitis.

5.Identifikasi tanda-tanda yang dapat dilaporkan pada dokter misalnya: ,


nyeri,Sakit kepala,pusing,hipertensi.
R/: Indikasi perkembangan penyakit atau efek samping obat yang
membutuhkan evaluasi secepatnya.