Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOKIMIA

JUDUL PERCOBAAN
SPEKTROSKOPI UNTUK SAMPEL BIOLOGI
KARBOHIDRAT

DISUSUN OLEH :

NAMA : Anastasya Donda V


NIM : 185090100111029
KELOMPOK :3
TANGGAL PRAKTIKUM : 13 September 2019
ASISTEN : Khaqki Nurhabibah

LABORATORIUM BIOKIMIA
JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG
2019
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Karbohidrat adalah aldehida atau keton polihidroksilasi dan turunannya. Kata "Karbohidrat"
termasuk polimer dan senyawa lain yang disintesis dari polihidroksilasi aldehida dan keton.
Mereka dapat disintesis di laboratorium atau di sel hidup. Karbohidrat sederhana atau seluruh
keluarga karbohidrat juga dapat disebut sakarida. Secara umum karbohidrat memiliki rumus
empiris (CH2O)n. Secara kimia, karbohidrat adalah molekul yang tersusun dari karbon, bersama
dengan hidrogen dan oksigen - biasanya dalam rasio yang sama seperti yang ditemukan dalam air
(H2O). (Khowala et al, 2008)
Analisa kualitatif adalah analisa kimia yang digunakan untuk mengetahui jenis bahan yang
terkadung dalam suatu zat sampel.contoh: untuk analisa pati( karbohidrat) dalam bahan pangan
digunakan uji yodium. artinya analisa ini hanya dapat menentukan berapa banyak macam bahan
yang dikandung oleh suatu zat sampel saja. Karbohidrat merupakan senyawa yang mengandung
gugus fungsi keton atau aldehid, dan gugus hidroksi. Karbohidrat berfungsi sebagai penyedia
energi yang utama. Protein dan lemak berperan juga sebagai sumber energi bagi tubuh kita, tetapi
karena sebagian besar makanan terdiri atas karbohidrat, maka karbohidratlah yang terutama
merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Amilum atau pati, selulosa, glikogen, gula atau
sukrosa dan glukosa merupakan beberapa senyawa karbohidrat yang penting dalam kehidupan
manusia. (Elzagheid, 2018)

1.2 Tujuan Percobaan


Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu, melakukan identifikasi senyawa-senyawa
karbohidrat, mengetahui reaksi-reaksi yang terjadi, dan menentukan senyawa-senyawa
karbohidrat secara kualitatif dan kuantitatif.
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2,1 Pengertian Karbohidrat


Karbohidrat adalah aldehida atau keton polihidroksilasi dan turunannya. Kata "Karbohidrat"
termasuk polimer dan senyawa lain yang disintesis dari polihidroksilasi aldehida dan keton.
Mereka dapat disintesis di laboratorium atau di sel hidup. Karbohidrat sederhana atau seluruh
keluarga karbohidrat juga dapat disebut sakarida. Secara umum karbohidrat memiliki rumus
empiris (CH2O)n. Secara kimia, karbohidrat adalah molekul yang tersusun dari karbon, bersama
dengan hidrogen dan oksigen - biasanya dalam rasio yang sama seperti yang ditemukan dalam air
(H2O). (Khowala et al, 2008)

Gambar 1. Karbohidrat.
(Khowala et al, 2008)

2.2 Jenis-Jenis Karbohidrat


Klasifikasi karbohidrat antara lain :
 Monosakarida
Satuan karbohidrat yang paling sederhana dan terkecil adalah monosakarida, (mono =
satu, sakarida = gula) dari mana disakarida, oligosakarida, dan polisakarida dibangun.
Monosakarida adalah aldehida atau keton, dengan satu atau lebih hidroksil kelompok;
glukosa monosakarida enam karbon (aldohexose) dan fruktosa (ketoheksosa) memiliki
lima gugus hidroksil. (Khowala et al, 2008)

Gambar 2. Monosakarida.
(Khowala et al, 2008)

 Disakarida
Disakarida terdiri dari dua monosakarida yang bergabung dengan ikatan O-glikosidik.
Disakarida dapat menjadi homo dan heterodisakarida. Tiga yang paling melimpah dari
disakarida adalah sukrosa, laktosa, dan maltosa. Dalam sukrosa atom karbon anomerik dari
sebuah unit glukosa dan unit fruktosa bergabung. Laktosa, disakarida susu, terdiri dari
galaktosa bergabung dengan glukosa oleh hubungan glikosidik β (1 → 4).
Pada maltosa, α (1 → 4) glikosidik pertalian bergabung dengan dua unit glukosa. Sukrosa
dan laktosa adalah heterosakarida dan maltosa adalah homosaccharide. (Khowala et al,
2008)

Gambar 3. Disakarida.
(Khowala et al, 2008)

 Oligosakarida
Oligosakarida adalah polimer sakarida yang mengandung sejumlah kecil (biasanya tiga
sampai sepuluh) gula komponen, dan juga dikenal sebagai gula sederhana. Mereka
umumnya ditemukan baik O- atau N-terkait dengan rantai samping asam amino yang
kompatibel dalam protein atau untuk gugus lipid. Mereka (homo-dan hetero-oligosakarida)
juga dibebaskan sebagai produk antara sakarifikasi dengan aksi glikosidase pada
polisakarida. (Khowala et al, 2008)

 Polisakarida
Polisakarida adalah karbohidrat yang relatif kompleks. Mereka adalah polimer yang terdiri
dari banyak monosakarida bergabung bersama oleh ikatan glikosidik. Karenanya, mereka
sangat besar, sering bercabang, makromolekul. Mereka cenderung amorf, tidak larut dalam
air, dan tidak memiliki 8 rasa manis. Ketika semua monosakarida dalam polisakarida
adalah dari jenis yang sama, maka polisakarida disebut homopolysaccharide dan ketika
lebih dari satu jenis monosakarida hadir, mereka disebut heteropolisakarida. Contohnya
termasuk penyimpanan polisakarida seperti pati dan glikogen dan polisakarida struktural
seperti selulosa, dan kitin. Satu hemicellulose xylan adalah heteropolysaccharide.
Polisakarida milikirumus umum Cn (H2O) n-1 di mana n dapat berupa angka antara 200
dan 2500. Menimbang bahwa unit berulang dalam tulang punggung polimer sering enam
karbon monosakarida, rumus umum juga dapat direpresentasikan sebagai (C6H10O5) di
mana n = {40 ... 3000}. (Khowala et al, 2008)
2.3 Sifat Karbohidrat
 Sifat umum karbohidrat :
Karbohidrat bertindak untuk sebagai cadangan energi, menyimpan bahan bakar, dan zat
antara metabolisme. Ribosa dan guladeoksiribosa untuk membentuk suatu kerangka
struktural dari materi genetik, RNA dan DNA. Polisakarida seperti selulosa ialah suatu
elemen struktural dalam dinding sel bakteri dan tumbuhan Karbohidrat terkait dengan
protein dan lipid yang memainkan suatu peran penting dalam interaksi sel.Karbohidrat
ialah senyawa organik, mereka ialah suatu aldehidaatauketon dengan banyak gugus
hidroksil. (Asif et al, 2011)

 Sifat Fisik :
1. Berwarna putih atau putih kecoklatan
2. Berwujud padat
3. Karbohidrat monosakarida dan aligosakarida dapat larut dalam air maupun etanol /
alkohol. Tapi karbohidrat jenis ini tidak larut di dalam cairan organik misalnya pada
ether, chloroform, benzene.
4. Monosakarida dan disakarida memiliki rasa khas yaitu terasa manis.
5. Bersifat optis aktif atau dapat memutar cahaya terpolarisasi.
6. Tingkat kemanisan Karbohidarat berbeda-beda
7. Tingkat kemanisanmonosakarida:
Fruktosa>glukosa>galaktosa
8. Tingkat kemanisandisakarida:
Sukrosa>maltosa>laktosa
9. Tingkat kemanisankarbohidarat secara umum:
Disakarida > monosakarida > polisakarida (Asif et al, 2011)

 Sifat Kimia
1. Monosakarida adalah suatu bentuk molekul yang sudah tidak dapat di uraikan atau di
pecah kedalam bentuk yang lebih kecil lagi. Molekul ini merupakan molekul pembentuk
oligosakarida dan polisakarida. Glukosa, fruktosa dan galaktosa merupakan beberapa
jenis karbohidrat yang termasuk ke dalam kelompok monosakarida.
2. Sedangkan disakarida adalah gabungan dari dua molekul monosakarida. Disakarida
yang paling banyak digunakan dalam industri pangan adalah maltosa, laktosa dan
sukrosa. Biasanya maltosa digunakan sebagai bahan pemanis.
3. Monosakarida dan beberapa disakarida bersifat reduktor atau mempunyai sifat dapat
mereduksi terutama dalam suasana basa.
4. Jika dipanaskan dengan asam kuat yang pekat dapat mengalami reaksi dehidrasi, yaitu
reaksi pelepasan molekul air.
5. Bereaksi dengan asam membentuk senyawa ester.
6. Monosakarida dapat bereaksi dengan basa.
7. Monosakarida dapat bereaksi dengan alkohol.
(Asif et al, 2011)

2.4 Fungsi Karbohidrat


Karbohidrat mempunyai tiga fungsi utama yaitu sebagai sumber energi, menjaga cadangan
energi, serta pembentuk protein dan lemak dalam tubuh. Berikut beberapa manfaat karbohidrat:
1. Berperan penting dalam proses metabolisme, menjaga keseimbangan asam dan basa dalam
tubuh, dan pembentuk struktur sel, jaringan,serta organ tubuh.
2. Karbohidrat digunakan untuk komponen dalam menyusun gen pada inti sel yang penting
dalam pewarisan sifat (keturunan). Gen terdiri dari asam deoksiribunukleat (DNA) dan
asam ribonukleat (RNA) yang merupakan karbohidrat beratom C lima.
3. Melindungi protein agar tidak terbakar sebagai penghasil energi.
4. Pembentukan cadangan sumber energi, kelebihan karbohidrat dalam tubuh akan disimpan
dalam bentuk lemak sebagai cadangan sumber energi.
5. Karbohidrat juga berfungsi sebagai pemberi rasa manis pada makanan, khususnya
monosakarida dan disakarida. Gula tidak mempunyai rasa manis yang sama, dan Fruktosa
adalah jenis gula yang paling manis.
6. Karbohidrat akan mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna untuk
mengatur metabolisme lemak dalam tubuh
7. Memudahkan proses pencernaan makanan.
8. Mengoptimalkan penyerapan kalsium. (Asif et al, 2011)

2.5 Macam Uji dan Prinsip Tiap Uji


2.5.1 Uji Molisch
Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat. Dehidrasi
heksosa menghasilkan senyawa hidroksi metil furfural, sedangkan dehidrasi pentosa
menghasilkan senyawa fulfural. Uji positif jika timbul cincin merah ungu yang merupakan
kondensasi antara furfural atau hidroksimetil furfural dengan alpha-naftol dalam pereaksi
molish.
KH (pentose) + H2SO4 pekat à furfural à + a naftol à warna ungu
KH (heksosa) + H2SO4 pekat à HM-furfural à + a naftol à warna ungu
Kedua macam reaksi diatas berlaku umum, baik untuk aldosa (-CHO) maupun karbohidrat
kelompok ketosa (C=O).
2.5.2 Uji Seliwanoff
Merupakan uji spesifik untuk karbohidrat yang mengandung gugus keton atau disebut juga
ketosa. Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasikan
warna merah pada larutannya.
KH (ketosa) + H2SO4 à furfural à + resorsinol à warna merah.
KH (aldosa) + H2SO4 à furfural à + resorsinol à negative
2.5.3 Uji Benedict
Merupakan uji umum untuk karbohidrat yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas.
Uji benedict berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+ oleh gugus aldehid atau keton bebas
dalam suasana alkalis. Biasanya ditambahkan zat pengompleks seperti sitrat atau tatrat
untuk mencegah terjadinya pengendapan CuCO3. Uji positif ditandai dengan terbentuknya
larutan hijau, merah, orange atau merah bata serta adanya endapan.
KH + camp CuSO4, Na-Sitrat, Na2CO3 à Cu2O endapan merah bata.
2.5.4 Uji Barfoed
Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel. Uji positif
ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah orange.
KH + camp CuSO4 dan CH3COOH à Cu2O endapan merah bata
2.5.5 Uji Iodium
Digunakan untuk menunjukkan adanya polisakarida. Amilum dengan iodine dapat
membentuk kompleks biru. Amilopektin dengan iodin akan memberi warna merah ungu
sedangkan dengan glikogen dan dekstrin akan membentuk warna merah coklat.
KH (poilisakarida) + Iod (I2) à warna spesifik (biru kehitaman)
2.5.6 Uji Fehling
Digunakan untuk menunjukkan adanya karbohidrat pereduksi (monosakarida, laktosa,
maltosa, dll). Uji positif ditandai dengan warna merah bata.
KH + camp CuSO4, K-Na-tatrat, NaOH à Cu2O endapan merah bata
2.5.7 Uji Osazon
Digunakan baik untuk larutan aldosa maupun ketosa, yaitu dengan menambahkan larutan
fenilhidrazin, lalu dipanaskan hingga terbentuk kristal berwarna kuning yang dinamakan
hidrazon (osazon).
(Elzagheid, 2018).
2.6 MSDS Bahan
2.6.1 MSDS HCl
Asam chloride sangat korosif dan toksik serta iritatif bila kontak dengan kulit, mata atau
terhirup. Akibatnya terhadap kesehatan, mata : menyebabkan iritasi bahkan dapat menyebabkan
kebutaan, kulit : menyebabkan luka bakar dan dermatitis, tertelan : menyebabkan luka bakar
membrane mukosa di mulut, esophagus dan mulut, terhirup : menyebabkan bronchitis kronis
(Anonim, 2016).
2.6.2 MSDS Etanol
Menyebabkan iritasi mata, menyebabkan iritasi saluran pernapasan, jika tertelan
menyebabkan pusing, kantuk, dan perasaan muak, hindarkan dari kulit dan pakaian, jangan
menghirup uapnya, wadah hasus tertutup, gunakan ventilasi yang cukup, cuci tangan setelah
menangani bahan, mata : menyebabkan iritasi, kulit : menyebabkan iritasi, berbahaya jika terserap
dalam jumlah banyak, pernapasan : menyebabkan iritasi saluran pernapasan, pencemaran : jika
tertelan menyebabkan defresi, kantuk, menunjukkan gejala-gejala keracunan (Anonim, 2016).
2.6.3 MSDS Asam Sulfat
Asam Sulfat memiliki rumus molekul H2SO4. Asam sulfat pekat bersifat sangat asam dan
berbahaya bila disentuh secara langsung. Asam sulfat yang terhirup dapat menyebabkan iritasi
hidung dan paru paru. Asam sulfat dapat menyebabkan kebutaan apabila terkena mata (Itokindo,
2009).
BAB 3
METODOLOGI
3.1 Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum adalah larutan karbohidrat 1%, Reagen
Molisch (α-naftol, 95% etil alkohol, asam sulfat pekat), Reagen Benedict (kristal natrium sitrat,
natrium karbonat anhidrat, air hangat), Reagen Barfoed (kupri asetat, asam asetat glasial, air),
larutan Iodine (I2 dan air yang mengandung Kl), larutan-larutan selulosa; glikogen; amilum dan
inulin, larutan HCl encer, larutan HCl 2N, Reagen saliwanoff (resorcinol, asam klorida), etanol
95%, dan bkentang.

3.2 Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum adalah corong buchner, kertas saring, kain
penyaring, tabung reaksi, penangas air mendidih, blender, dan pisau.

3.3 Metode Percobaan


3.3.1 Uji Molisch
Reagen Molisch diteteskan sebanyak dua kali kedalam tabung reaksi berisi larutan
karbohidrat. Campuran dikocok dan dicampur dengan 5 mL asam sulfat pekat dari dinding
tabung reaksi. Perubahan warna diamati, hasil diperoleh.
3.3.2 Uji Benedict
Lima tetes larutan karbohidrat dimasukkan kedalam tabung reaksi berisi reagen benedict.
Campuran dikocok, kemudian dipanaskan didalam pemanas air selama 3 menit. Perubahan
warna diamati, hasil diperoleh
3.3.3 Uji Barfoed
1 mL larutan karbohidrat ditambahkan kedalam tabung reaksi yang berisi 2 mL reagen
Barfoed. Tabung reaksi dipanaskan dalam pemanas air selama satu menit. Perubahan
warna diamati, hasil diperoleh.
3.3.4 Uji Iodine
1 mL larutan selulosa, glikogen, amilum dan inulin diasamkan dengan HCl encer. Tiap
larutan ditetesi 2 tetes larutan iodine. Perubahan warna diamati, hasil diperoleh.
3.3.5 Uji Saliwanof
Dua tetes larutan karbohidrat dimasukkan kedalam tabung reaksi berisi 2 mL reagen
seliwanoff. Tabung reaksi dipanaskan didalam pemanas air selama 1 menit. Perubahan
warna diamati, hasil diperoleh.
3.3.6 Isolasi Karbohidrat
Kentang dikupas, dicuci, dipotong, ditimbang sebanyak 300 gr, diblender dengan 200 mL
air dan dihomogenkan selama 30 detik. Campuran di saring dengan kain bersih. Hasil
saringan diencerkan dengan 100 mL air dan dikocok. Campuran dibiarkan mengendap lalu
didekantasi, pati disuspensi dengan etanol 95%. Suspensi disaring dengan corong buchnerr
dan pompa vakum, pati dikeringkan dan ditimbang, hasil diperoleh.
BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisa Proses


Pada praktikum ini digunakan beberapa alat untuk menunjang keberhasilan percobaan
diantaranya, corong buchner, kertas saring, kain penyaring, tabung reaksi, labu ukur, blender, dan
pisau. Corong Büchner adalah sebuah peralatan laboratorium yang digunakan dalam penyaringan
vakum yang berfungsi untuk menyaring sampel agar lebih cepat mengering. Kertas saring juga
berfungsi untuk menyaring sampel namun dalam skala yang lebih kecil dan hasilnya lebih
tersaring. Kain saring digunakan untuk menyaring sampel yang berukuran banyak agar tersaring
merata. Tabung reaksi digunakan untuk menampung, mencampur, atau memanaskan sejumlah
kecil bahan kimia padat atau cair, terutama untuk uji kualitatif. Labu ukur berfungsi untuk
membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan dengan keakurasian yang
tinggi, biasanya digunakan untuk mendapatkan larutan zat tertentu yang nantinya hanya digunakan
dalam ukuran yang terbatas hanya sebagai sampel dengan menggunakan pipet. Blender digunakan
untuk menghancurkan kentang agar mudah dijadikan larutan. Pisau untuk memotong kentang
menjadi bagian lebih kecil agar mudah diblender.
Pada percobaan isolasi karbohidrat dibutuhkan bahan-bahan diantaranya, kentang dan
singkong sebagai sampel untuk diukur isolasi karbohidratnya. Etanol 95% digunakan untuk
mensuspensikan larutan kentang atau singkong yang sudah dihaluskan. Air atau akuades dicampur
dengan larutan kentang atau singkong untuk membantu agar mengendap. Pada percobaan isolasi
karbohidrat, saat larutan dicampur dengan air maka hal tersebut untuk homogenasi larutan. Larutan
sampel selalu disaring agar mendapat hasil yang paling tersaring untuk dtimbang.

4.2 Analisa Hasil


4.2.1 Uji Molisch
Uji ini dilakukan terhadap beberpa larutan yaitu amilum, glukosa, galaktosa, fuktosa, laktosa,
maltose, dan sukrosa. Amilum menghasilkan cincin berwarna hijau pekat. Glukosa tidak
menghasilkan cincin namun memiiki warna endapan yaitu kecoklatan. Galaktosa tidak
menghaslkan cincin namun memberi warna hijau tua. Fruktosa menghasilkan cinicn dan memberi
warna endapan hitam. Lajtosa menghasilkan 2 lapis icnicn, lapis 1 berwarna hijau pekat dan 1 lagi
berwarna coklat pekat. Maltosa membentuk cincin dengan perpaduan warna hijau dan coklat.
Sukrosa tidak menghasilkan cincin namun terdapat warna coklat pekat.

Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat. Dehidrasi
heksosa menghasilkan senyawa hidroksi metil furfural, sedangkan dehidrasi pentosa
menghasilkan senyawa fulfural. Uji positif jika timbul cincin merah ungu yang merupakan
kondensasi antara furfural atau hidroksimetil furfural dengan alpha-naftol dalam pereaksi molish.
(Elzagheid, 2018).

4.2.2. Uji Benedict


Hal yang dilakukan pada uji ini yaitu, Reagen benedict dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
Masing-masing larutan karbohidrat diamsukkan ke dalam tabung reaksi dan siap dipanaskan.
Pemanas air dipanaskan dan tiap tabung dimasukkan, ditunggu selama 3 menit hingga terjadi
perubahan warna. Dilihat perubahan warna tiap larutan karbohidrat dan didapatkan hasil : fruktosa
berwarna bitu menjadi jingga gelap, galaktosa dari biru menjadi jingga pucat, sukrosa tidak
berubah atau tetap bitu, amilum dari biru menjadi biru kehijauan, laktosa dari biru menjadi kuning
pucat, glukosa dari biru menjadi 2 lapis warna yaitu cokat dan hijau kebiruan.
Uji benedict merupakan uji umum untuk karbohidrat yang memiliki gugus aldehid atau
keton bebas. Uji benedict berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+ oleh gugus aldehid atau keton
bebas dalam suasana alkalis. (Elzagheid, 2018).

4.2.3 Uji Barfoed


Uji ini dilakukan dengan cara sebagai berikut : masing-masing larutan karbohidrat
dimasukan ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 ml. setiap larutan karbohidrat diberi reagen barfoed
dan diamati perubahan warnanya. Larutan krbohidrat yang sudah diberi reagen barfoed dipanaskan
selama 1 menit. Laktosa berubah menjadi keruh. Fruktosa berubah menjadi keruh. Amilum
berubah menjadi keruh. Maltosa berubah menjadi agak keruh.
Uji barfoed digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel. Uji positif
ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah orange. (Elzagheid, 2018).

4.2.4 Uji Iodine


Uji ini merubah warna pada beberpa larutan yaitu, amilum menjadi warna ungu kehitaman,
glikogen berwarna kuning keruh, selulosa menjadi warna kuning agak pucat, dan inulin menjadi
warna kuning pucat.
Uji iodine digunakan untuk menunjukkan adanya polisakarida. Amilum dengan iodine dapat
membentuk kompleks biru. Amilopektin dengan iodin akan memberi warna merah ungu
sedangkan dengan glikogen dan dekstrin akan membentuk warna merah coklat. (Elzagheid, 2018).

4.2.5 Uji Saliwanoff


Pada uji ini hampir sama dengan uji sebelumnya, larutan-larutan karbohidrat dimasukkan ke
dalam rabung reaksi lalu diberi reagen saliwanoff, setelah itu dipanaskan selama 4 menit. Diamati
perubhan warna yang terjadi. Didapatkan hasil yaitu fruktosa berwarna merah bata, sukrosa
berwarna merah bata kepink-an, sedangkan amilum, galaktosa, glukosa, maktosa, dan laktosa
tidak mengalami perubahan warna.
Merupakan uji spesifik untuk karbohidrat yang mengandung gugus keton atau disebut juga
ketosa. Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasikan warna
merah pada larutannya. (Elzagheid, 2018).

4.2.6. Isolasi Karbohidrat


Pada uji ini dilakukan dengan 2 sampel yaitu kentang dan singkong dimana keduanya
dipotong dan dihaluskan dengan blender terlebih dahulu. Setelah itu disaring dengan kain, lalu
ditunggu selama 30 menit sampai ada endapan. Kemudian ditambah alcohol 70% lalu disaring
dengan kertas saring. Setelah disaring pati akan terpisah dari alcohol. Langkah terakhir yaitu
ditimbang.
BAB 5

PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Hasil dari praktikum ini dapat disimpulkan bahwa larutan karbohidrat terdiri atas beberapa
senyawa yaitu glukosa, galaktosa, maltosa, sukrosa, fruktosa, dan lainnya. Menentukan kndungan
dalam karbohidrat dapat diketahui melalu beberapa uji diantaranya uji barfoed, uji benedict, uji
iodine, uji saliwanoff, isolasi karbohidrat dan lain lain. Dalam melakukan percobaan ini juga
dibantu dengan larutan kimia lain seperti etanol dan alkohol serta dibantu alat-alat kimia sebagai
sarananya.

5.2 Saran
Sebaiknya praktikan lebih memahami teori yang ada di petunjuk umum sehingga saat praktikum
tidak banyak mengalami kesulitan.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2016. ETANOL : ETHANOL. http://ik.pom.go.id/v2016/katalog/ETANOL.pdf. Diakses


pada 12 September 2019.

Asif, H.M., Muhammad Akram., Tariq Saeed., M. Ibrahim Khan., Naveed Akhtar., Riaz ur
Rehman., S. M. Ali Shah., Khalil Ahmed., Ghazala Shaheen. 2011. Carbohydrates. International
Research Journal of Biochemistry and Bioinformatics. Vol. 1(1) pp. 001-005.

Elzagheid, M.I. 2018. Laboratory Activities to Introduce Carbohydrates Qualitative Analysis to


College Students. World Journal of Chemical Education. Vol. 6. No. 2. 82-86.
Itokindo. 2009. Material Safety Data Sheet (MSDS) – Asam Sulfat. www.itokindo.org. diakses
pada tanggal 19 September 2019.

Khowala, S., Deepak Verma., Samudra P. Banik. 2008. BIOMOLECULES: (INTRODUCTION,


STRUCTURE & FUNCTION) : Carbohydrates. https://www.researchgate.net/ . Diakses pada
12 September 2019.
LAMPIRAN

1. Uji Molisch

Jawaban Pertanyaan :
1. Cincin yang terbentuk akan berwarna ungu
2. Gugus hidroksimetilfurfural
3. Karena reaksi Molisch adalah reaksi antara a-Naftol dengan furfural
2. Uji Benedict

Jawaban Pertanyaan :
1. Warna endapan fruktosa adalah jingga pekat, galaktosa adalah jingga pucat, sukrosa
adalah biru, amilum adalah biru kehijauan, laktosa adalah kuning pucat, glukosa adalah
coklat dibagian atas dan hijau kebiruan dibagian bawah
2. Bereaksi dengan karbohidrat membentuk senyawa dengan warna tertentu
3. Reagen Benedict bereaksi dengan positif dengan senyawa yang mempunyai gugus alfa-
hidroksi aldehida (seperti pada aldosa) atau alfa-hidroksi keton (seperti pada ketosa),
tetapi tidak dengan aldehida atau keton sederhana, Sedangkan reagen Fehling dan
Tollens bereaksi positif dengan gula aldosa dan ketosa, maupun dengan aldehida
sederhana.
4. Amonia
3. Uji Barfoed

Jawaban Pertanyaan :
1. Reagen Benedict bereaksi dengan positif dengan senyawa yang mempunyai gugus alfa-
hidroksi aldehida (seperti pada aldosa) atau alfa-hidroksi keton (seperti pada ketosa),
tetapi tidak dengan aldehida atau keton sederhana, sedangkan reagen barfoed akar
mereduksi semua monosakarida yang dapat direduksi.
2. Monosakarida
3. Disakarida akan terhidrolisis menghasilkan derivat monosakarida dan menghasilkan
reaksi positif yabf salah
4. Tidak
4. Uji Iodine

Jawaban Pertanyaan :
1. Larutan kerbohidrat golongan keton
2. Tidak
5. Uji Saliwanoff

Jawaban Pertanyaan :
1. Larutan sukrosa dan fruktosa
2. Tidak, hal ini terjadi karena HCl dalam reagen saliwanoff mendehidrasi fruktosa
menghasilkan hidroksi furfural terkondensasi yang berwarna merah. Warna merah
larutan sukrosa muncul karena terjadi proses hidrolisis menghasilkan glukosa dan
fruktosa, yang akan berubah menjadi merah pula oleh HCl sehingga sulit dibedakan.
6. Isolasi Karbohidrat

Jawaban Pertanyaan :
Nilai rendemen pati pada kentang = 2,5204/55,5 x 100% = 4,54%
Nilai rendemen pati pada singkong = 9,8508/113,88 x 100% = 8,65