Anda di halaman 1dari 3

ISMAIL KURNIAWAN

A31116509

KONSTRUKSI TEORI AKUNTANSI

Teori dapat didefinisikan sebagai hasil pemikiran yang didasarkan atas metode ilmiah
atau logika. Teori terdiri dari dua bagian. Pertama, Asumsi – asumsi klasik termasuk definisi
variabel variabelnya dan logika yang menghubungkan antara variabel tersebut. Kedua,
himpunan hipotesis hipotesis yang penting. Sedangkan hipotesis merupakan anggapan awal
dari fenomena atau masalah yang akan di analisis. Tujuan dari Teori Akuntansi adalah
menjelaskan dan meramalkan praktik akuntansi.
Godfrey dkk (1992) membuat periodisasi akuntansi sebagai berikut :
 Pre-teory (1942-1800)
 General scientific period (1800-1955)
 Normatife period (1956-1970)
 Specific scientific period ( 1970- sekarang)
Dalam literatur dikenal beberapa pendekatan dalam merumuskan teori akuntansi, pendekatan
dalam peranan teori akuntansi menurut belkoui sebagai berikut :
 Pendekatan informal
 Pendekatan informal di bagi dalam pendekatan non teoritis.
 Pendekatan otoriter.
 Pendekatan teoritis.
Teori Pragmatis
Teori pragmatis menekankan pada pengaruh laporan serta ikhtisar akuntansi terhadap
perilaku atau keputusan. Penekanan dalam perkembangan teori akuntansi adalah penerimaan
orientasi komunikasi dan pengambilan keputusan.
Pendekatan Pragamatis Deskriptif
Pendekatan Pragmatis Psikologis
Teori Sintaksis dan semantik
Salah satu interpretasi teoritis akuntansi biaya tradisional historis adalah bahwa
sebagian besar merupakan teori sintaksis. Penafsiran ini dapat digambarkan sebagai berikut:
systemsemantik adalah transaksi dan pertukaran tercatat dalam voucher, jurnal dan buku
besar bisnis.
Teori Normative
Perumusan akuntansi normative mencapai masa keemasan pada tahun 1950
dan1960an. Selama periode ini perumus akuntansi lebih tertarik pada rekomendasi kebijakan
danapa yang seharusnya dilakukan, bukan apa yang sekarang dipraktekkan. Pada periode
tersebut, teori normative lebih berkonsentrasi pada:
1. Penciptaan laba sesungguhnya (true income)
Teori ini berkonsentrasi pada penciptaan pengukur tunggal yang unik dan benar untuk
aktiva dan laba. Meskipun demikian, tidak ada kesepakatan terhadap apa yang dimaksud
denganpengukur nilai dan laba yang benar.
2.Pengambilan keputusan (decision usefulness)
Pendekatan ini menganggap bahwa tujuan dasar dari akuntansi adalah untuk
membantu proses pengambilan keputusan dengan cara menyediakan data akuntansi yang
relevan atau bermanfaat.
Teori Positif
Metode yang diawali dari suatu teori atau model ilmiah yang sedang berlaku atau
diterima umum. Berdasarkan teori ini, dirumuskan problem penelitian untuk mengamati
perilaku atau fenomena nyata yang tidak ada dalam teori. Kemudian dikembangkan teori
untuk menjelaskan fenomena tadi dan dilakukan penelitian secara terstruktur dan peraturan
yangstandar dengan melakukan perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengumpulan
datadan pengujian statistik ilmiah.
Perspective Lainnya
Pada poin ini, penulis berfokus pada apa yang dapat dilihat sebagai pendekatan yang
sangat terstruktur untuk formulasi teori pendekatan ilmiah. Penulis mulai dengan teori yang
didasarkan pengetahuan sebelumnya atau diterima secara ‘ilmiah’ konstruksi teorinya.
Langkah selanjutnya adalah dengan menggunakan teori untuk membangun masalah
penelitian ketika kita mengamati dunia nyata perilaku yang tidak setuju dengan teori, kita
memperlakukan anomali itu sebagai masalah penelitian dan mengungkapkannya sebagai
masalah penelitian yang akan dijelaskan.
perbandingan pendekatan ilmiah dan alamiah dalam tabel 2.2.
Scientific research Naturalistic research
Asumsi Ontologis Realitas objektif dan Realitas dikonstruksi
konkret. secara sosial dan diproduksi
Akuntansi adalah realitas dari imajinasi manusia.
objektif yang terpisah dari Akuntansi dibangun dari
peneliti. realitas.
Pendekatan Epistimologis Satu demi kemajuan Holistik
pengetahuan Kompleksitas dunia tidak
reduksionisme dapat diselesaikan dengan
Pengujian hipotesis reduksionisme
individual Hukum Kerumitan yang
Mampu generalisasi tak Teruraikan
Hukum
Metodologi Tersusun Tidak terstruktur
Sebelum teoritis dasar Tidak ada teori
Empiris validasi atau sebelumnya
ekstensi
Metode Sintaksis model formulasi Studi kasus
Empiris induksi untuk Eksplorasi oleh
membentuk hipotesis fleksibilitas
Sesuai metode statistic Pengalaman peristiwa
individu

Pendekatan ilmiah diterapkan untuk akuntansi


Kesalahpahaman tujuan
Banyak kesalahpahaman tentang upaya untuk menerapkan pendekatan ilmiah untuk
akuntansi. Beberapa percaya bahwa upaya ini adalah untuk membuat para ilmuwan keluar
dari praktisi akuntansi. Pandangan ini bukanlah tujuan dari pendekatan. Seorang ilmuwan
adalah salah satu yang menggunakan metode ilmiah dan, oleh karena itu, terutama peneliti.
Profesi medis memberikan analogi yang baik dari perbedaan antara peneliti dan praktisi dan
penggunaan dan efek dari metode ilmiah.

Pertanyaan :
1.Teori yang mana biasa digunakan oleh seorang akuntan? apakah Sintaksis atau Semantik?

2. Berilah beberapa contoh pemecahan masalah praktik akuntansi yang bersifat pragmatis!

3. Apabila akuntansi dipandang sebagai sains, jelaskan pengertian teori akuntansi.