Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

BAHASA INDONESIA

DISUSUN OLEH:

NAMA: - ARESKY AWALIA WAEL

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

Prodi : Ekonomi syariah

INSTITUT PARAHIKMA INDONESIA

16 OKTOBER 2019
KATA PENGANTAR

Segala dan puji syukur penulis ucapkan kehadirat ALLAH SWT telah memberi
kan karunia, rahmat dan hidaya-Nya. Salawat beserta salam tidak lupa kita
sanjungkan kepada junjungan umat,Rasulullah SAW. Kita merasa bersyukur
karena telah menyelesaikan makalah mengenai “aturan aturan PUEBI (Pedoman
Umum Ejaan Bahasa indonesia ). Sebagai tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.

Kami mengucapkan terimah kasih kepada ibu selaku dosen mata


kuliah Bahasa Indonesi. Tidak lupa pula kami berterimah kasih kepada semua
pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Kami
berharap makalah ini dapat bermnfaat bagi pembaca khusunya dalam
pembelajaran berbahasa indonesia secara baik dan benar.kami menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kat sempurna maka kami mengharapkan kritik dan
saran sebanyak-banyaknya dari pembaca.

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................

a. Latar Belakang .................................................................................


b. Rumusan Masalah ............................................................................
c. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

a. Pengertian PUEBI
b. Pemakaian Huruf
c. Penulisan Kata

BAB III PENUTUP

a. Kesimpulan
b. Saran

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Bahasa indonesia memiliki fungsi dan kedudukan sebagai bahasa
nasional dan dan bhasa resmi negara indonesia. Dalam berbhsa indonesia,
tentu tidak lepas dari kaidah dan aturan penggunaan bahasa yang baik dan
benar. Kriteria yang diperlukan dalam kaidah kebahasaan indonesia tersebut
antara lain tata bunyi, tata bahasa, kosa kata, ejaan, makna, dan kelogisan.
Bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah baku,
baik tertulis maupun lisan.
Sebelum tahun 1990, indonesia yang sebagian besar penduduknya
berbhasa melayu, masih belum memliki sistem ejaan yang dapat digunakan.
Lalu seoarang ahli dari Belanda, Prof. Charles Van Opuijshen bersama dua
orang pakar bahasa, Engkoe Nawawi Soetan Ma’moer dan Mohammad Thaib
Sutan Ibrahim membuat ejaan belanda. Ejaan van ophuijsen dianggap kurang
berhasil dikarenakan kesulitan dalam memelayukan tulisan beberapa kata
dari bahasa Arab yang memiliki warna bunyi bahasa khas. Dari kesulitan
tersebutterus di perbaiki dan disempurnakan,sehingga pada tahun 1926,
sistem ejaan menjadi bentuk yang tetap dan disempurnakan (EYD)
Pada 26 november 2015, menteri pendidikan dan kebudayaan republik
indonesia mengubah Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan (PUEYD)
menjadi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sebagai pedoman
penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar.
Bahasa indonesia terus mengalami perkembangan terutama yang
berkaitan dengan ejaan. Ejaan adalah kaidah kaidah cara menggambarkan
bunyi-bunyi (kata,kalimat dan sebagainya), dalam bentuk tulisan (huru-huruf)
serta penggunaan tanda baca (Rahmadi, 2017). Ejaan bahasa indonesia saat
ini menganut sistem tulisan fenomis. Sistem tulisan fenomis merupakan
sistem tulisan yang menggunakan satu lambang atau huruf saja untuk satu
fonem secara konsisten.
2

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebudayaan terus


terjadi, secara otomatis pula akan bermunculan konsep konsep baru disertai
wadah penumpungnya, yaitu kata-kata dan istilah-istilah baru.

1.2. RUMUSAN MASALAH

1. Apakah pengertian dari pedoman umum ejaan bahasa indonesia


(PEUBI) ?
2. Bagaimanakah aturan penulisan kata dan huruf berdasarkan PEUBI
?

1.3. TUJUAN

1. Mendeskripsikan pengertian dari PEUBI

2.Mendeskripsikan aturan penulisan kata dan huruf berdasarkan


PEUBI

.
3

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA


(PEUBI)

Ejaan bahasa indonesia (EBI) adalah tata bahasa dalam indonesia yang
mengartur penggunaan bahasa indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian
huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, serta penggunaan tanda baca.

Iistilah ejaan yang disempurnkan (EYD). Sejak tahun 2015 sudah tidak
lagi digunakan berdasarkan pemendikbud nomor 50 tahun 2015 tanggal 26
november 2015. Sejak pemendikbud tersebut di undangkan, istilah EYD tidak lagi
digunakan dan digantikan dengan istilah EBI ( ejaan bahasa indonesia ). EBI
merupakan sistem yang keempat yang pernah digunakan di indonesia.

PEUBI dapat diartikan sebagai suatu ketentuan dasar secara menyeluru


yang berisi acuan penggunaan bahasa indonesia secara baik dan benar.

PEMAKAIAN HURUF

A. Pemakaian Huruf
Huruf adalah tanda aksara dalam tata tulis yang melambangkan bunyi
bahasa, sementara abjad merupakan kumpulan atau sistem aksara itu
sendiri berdasarkan urutan yang umum dan baku dalam bahasa tertentu.
Ejaan bhasa indonesia terdiri dari 26 huruf abjad yaitu sebagai berikut :
huruf nama pengucapan
kapital nonkapital
A a a a
B b be be
C c ce ce
D d de de
E e e e
F f ef ef
G g ge ge
H h ha ha
I i i i
J j je je
K k ka ka
L l el el
M m em em
N n en en
O o o o
P p pe pe
Q q ki ki
R r er er
S s es es
T t te te
U u u u
V v ve v
W w we we
X x eks eks
Y y ye ye
Z z zet zet

A. HURUF VOKAL
Huruf vokal merupakan huruf yang pelafalan bunyinya dihasilkan oleh arus
udara yang tidak mengalami rintangan dan kualitasnya ditentukan oleh tiga
faktor; tinggi rendahnya poisi lidah, bagian lidah yang dinaikan, dan bentuk bibir
pada pembentukan vokal itu. Huruf-huruf vokal pada bahasa indonesia terdiri
dari lima huruf yaitu a,i,u,e,o.
CONTOH PEMAKAIAN DALAM KATA

HURUF POSISI POSISI POSISI AKHIR


VOKAL AWAL TENGAH

a asli kari busa

e* elak perak pare

empang nenek -

elang Pecah tipe

i iipar sikat pari

o oli bola saldo

u uang suka baru

Keterangan:
* Untuk pengucapan (pelafalan) kata yang benar, diakritik berikut
ini dapat digunakan jika ejaan kata itu dapat menimbulkan
keraguan.
a. Diakritik (é) dilafalkan [e].

Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). Kedelai merupakan


bahan pokok kecap (kécap).
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

b. Diakritik (è) dilafalkan [ɛ].

Misalnya: Kami menonton film seri (sèri). Pertahanan militer


(militèr) Indonesia cukup kuat.
c. Diakritik (ê) dilafalkan [ə].

Misalnya: Pertandingan itu berakhir seri (sêri). Upacara itu dihadiri


pejabat teras (têras) Bank Indonesia. Kecap (kêcap) dulu makanan
itu.
A. HURUF KONSONAN
Huruf konsonan adalah huruf yang pelafalan bunyinya dihasilkan dengan
pengahmbat aliran udara pada salah satu tempat saluran suara diatas glotis
pada pelafalan konsonan, ada tiga faktor terlibat : keadaan pita suara,
penyentuhan atau pendekatan berbagai alat ucap, cara alat ucap itu
bersentuhan atau berdekatan (Alvi et al,2005). Huruf huruf konsonan pada
bahasa indonesia dilambangkan oleh 21 huruf yaitu b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p ,
q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.

HURUF
KONSONAN
POSISI POSISI POSISI
AWAL TENGAH AKHIR
D. Huruf Diftong
Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat diftong yang di-lambangkan
dengan gabungan huruf vokal ai, au, ei, dan oi.

HURUF DIFTONG CONTOH PEMAKAIAN DALAM KATA

Posisi awal posisi tengah posisi akhir


Ai - balairung rantai
au aura saaudara imbau
ei eigendom geiser survei
oi - boikot tomboi

E. Gabungan Huruf Konsonan


Gabungan huruf konsonan kh, ng, ny, dan sy masing-masing
melambangkan satu bunyi konsonan.
F. Huruf Kapital

1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.


Misalnya:
Apa maksudnya?
Dia membaca buku.
Kita harus bekerja keras.
Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam.
1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk
julukan.

Misalnya:
Amir Hamzah
Dewi Sartika
Halim Perdanakusumah
Wage Rudolf Supratman
Jenderal Kancil

(1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang
merupakan nama jenis atau satuan ukuran.

Misalnya:
ikan mujair
mesin diesel
5 ampere
10 volt
(2) Huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata yang
bermakna ‘anak dari’, seperti bin, binti, boru, dan van, atau huruf pertama kata
tugas.

Misalnya:
Abdul Rahman bin Zaini
Siti Fatimah binti Salim
Indani boru Sitanggang
Charles Adriaan van Ophuijsen
Ayam Jantan dari Timur
Mutiara dari Selatan
1. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.

Misalnya:
Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”
Orang itu menasihati anaknya, “Berhati-hatilah, Nak!”
“Mereka berhasil meraih medali emas,” katanya.
“Besok pagi,” kata dia, “mereka akan berangkat.”
1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab
suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan.

Misalnya:
Islam Alquran
Kristen Alkitab
Hindu Weda
Allah
Tuhan
Allah akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.
Ya, Tuhan, bimbinglah hamba-Mu ke jalan yang Engkau beri rahmat.
1. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan,
keturunan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk
gelar akademik yang mengikuti nama orang.

Misalnya:
Sultan Hasanuddin
Mahaputra Yamin
Haji Agus Salim
Imam Hambali
Nabi Ibrahim
Raden Ajeng Kartini
Doktor Mohammad Hatta
Agung Permana, Sarjana Hukum
Irwansyah, Magister Humaniora
b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar
kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan
kepangkatan yang dipakai sebagai sapaan.
Misalnya:
Selamat datang, Yang Mulia.
Semoga berbahagia, Sultan.
Terima kasih, Kiai.
Selamat pagi, Dokter.
Silakan duduk, Prof.
Mohon izin, Jenderal.
1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan
pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti
nama orang tertentu, nama ins-tansi, atau nama tempat.

Misalnya:
Wakil Presiden Adam Malik
Perdana Menteri Nehru
Profesor Supomo
Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara
Proklamator Republik Indonesia (Soekarno-Hatta)
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gubernur Papua Barat
2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa,
dan bahasa.

Misalnya:
bangsa Indonesia
suku Dani
bahasa Bali
Catatan:
Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk
dasar kata turunan tidak ditulis dengan huruf awal kapital.
Misalnya:
pengindonesiaan kata asing
keinggris-inggrisan

1. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan
hari besar atau hari raya.
Misalnya:
tahun Hijriah tarikh Masehi
bulan Agustus bulan Maulid
hari Jumat hari Galungan
hari Lebaran hari Natal
b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur na-ma peristiwa
sejarah.

2. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan
hari besar atau hari raya.
Misalnya:
tahun Hijriah tarikh Masehi
bulan Agustus bulan Maulid
hari Jumat hari Galungan
hari Lebaran hari Natal
b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur na-ma peristiwa
sejarah.
Misalnya:
Konferensi Asia Afrika
Perang Dunia II
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Catatan:
Huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama
tidak ditulis dengan huruf kapital.
Misalnya:
Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerde-kaan bangsa
Indonesia.
Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.
1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.

Misalnya:
Jakarta Asia Tenggara
Pulau Miangas Amerika Serikat
Bukit Barisan Jawa Barat
Dataran Tinggi Dieng Danau Toba
Jalan Sulawesi Gunung Semeru
Ngarai Sianok Jazirah Arab
Selat Lombok Lembah Baliem