Anda di halaman 1dari 7

Proses Emisi Efek

Emisi efek atau sering disebut penawaran umum (go public) merupakan suatu proses
yang melibatkan lembaga penunjang pasar modal dalam rangka penjualan efek (saham
dan obligasi) suatu perusahaan kepada masyarakat umum. Proses emisi efek tersebut
dapat dilakukan dengan melalui mekanisme Bursa Efek atau Bursa Paralel. Proses
emisi pada kedua bursa tersebut secara prinsipil tidak berbeda kecuali pada
persyaratan-persyaratan emisi masing-masing Bursa. Jangka waktu pemberian ijin
emisi oleh Bapepam sampai dengan pencacatan di Bursa menurut ketentuan maksimal
90 hari.

Proses emisi efek di Pasar Modal Indonesia yang berlaku saat ini adalah sebagai
berikut :

1. Perusahaan yang akan menerbitkan efek (emiten atau issuer) menyampaikan


pernyataan maksud (letter of intent) kepada Bapepam.

2. Emiten menghubungi dan menunjuk penjamin emisi (underwriter) serta lembaga


penunjang emisi lainnya.

3. Emiten dan underwriter mempersiapkan dokumen pernyataan pendaftaran emisi


efek berikut lampiran dan dokumen emisi lainnya.

4. Emiten melalui underwriter menyampaikan pernyataan pendaftaran emisi efek


kepada Bapepam.

5. Bapepam melakukan penelaahan kesesuaian dokumen emisi dengan ketentuan


yang berlaku.

6. Ijin emisi diberikan oleh Bapepam bilamana semua dokumen emisi telah lengkap
dan memenuhi ketentuan.

7. Pengumuman dan pendistribusian prospektus. Dalam prospektus tersebut memuat


informasi yang perlu diketahui calon investor antara lain yaitu :

a. Tujuan penawaran.

b. Keterangan tentang perseroan antara lain riwayat perusahaan dan susunan Dewan
Direksi dan Dewan Komisaris.

c. Masa penawaran.

d. Tanggal penjahatan.

e. Tanggal pengembalian uang pesanan (refund).

f. Tanggal pencatatan di Bursa.

g. Harga, jumlah dan jenis saham yang ditawarkan


h. Nama-nama penjamin emisi yang terdiri dari : penjamin utama, penjamin
pelaksana, penjamin peserta.

i. Ikhtisar keuangan perusahaan dan rasio-rasio keuangan penting.

j. Kegiatan dan prospek usaha perusahaan.

k. Struktur permodalan perusahaan sebelum dan setelah emisi.

l. Faktor-faktor resiko yang mungkin dihadapi dalam usaha emiten.

m. Persyaratan dan tata cara pemesanan efek.

n. Perpajakan.

o. Nama-nama dan alamat agen penjual.

Sedangkan prospektus untuk emisi obligasi di samping hal-hal tersebut juga


dicantumkan hal-hal sebagai berikut :

a. Ketentuan mengenai pembayaran dan penetapan bunga (tetap dan atau


mengambang)

b. Jatuh waktu

c. Jaminan atas obligasi

d. Masa kadaluarsa obligasi dan kupon bunga

e. Nama wali amanat (trustee) dan penanggung (guarantor)

1. Emiten dan underwriter melakukan penawaran efek melalui pasar perdana

2. Penjatahan saham

3. Pengembalian uang kepada pemesan (refund)

4. Penyerahan sertifikat efek

5. Pencatatan saham di Bursa

Penjatahan Saham

Pelaksanaan penjatahan saham dalam proses pasar perdana atau allotment dikenal
beberapa sistem sebagai berikut :

a. Fixed allotment. Yaitu cara penjatahan di mana anggota penjamin emisi maupun
agen penjual telah memiliki pembeli sehingga jatah saham yang diberikan oleh
penjamin pelaksana tidak di jual kepada klien lainnya.

b. Separate account. Sistem ini pada prinsipmya hampir sama dengan sistem fixed
allotment. Hanya saja pada sistem ini di samping ada jatah untuk klien dekat, juga
menyediakan saham yang akan di jual kepada investor di luar klien dekat.
Kelemahan kedua sistem ini tidak mencerminkan pemerataan. Karena investor di
luar klien harus berebutan sisa saham yang tidak dibeli klien dekat penjamin emisi
dan agen penual.

c. Polling. Dalam sistem ini seluruh pemesanan saham di pool pada penjamin emisi
pelaksana. Jika terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed akan dilakukan
penjatahan secara proporsional. Seluruh pemesan diberi jatah satu satuan
perdagangan. Apabila jumlah saham yang tersedia tidak mencukupi, maka
penjatahan dilakukan dengan cara diundi. Jika dalam penjatahan satu satauan
perdagangan terdapat sisa, maka pembagian lebih lanjut dilakukan secara
proporsional berdasarkan jumlah pesanan dari pemesan.

d. Gabungan fixed allotment dan pooling. Akhir-akhir ini untuk mengimbangi


kelemahan masing-masing sistem dalam penjatahan saham, penjamin emisi mulai
mengambil langkah kebijaksanaan dengan cara menggabunhlan sistem fixed
allotment dengan sistem pooling.

Pencatatan Saham

Pencatatan saham atau listinh di Bursa Efek dapat dibedakan sebagai berikut :

a. Share Listing. Yaitu pencatatan saham di Bursa Efek sejumalh emisi yang
dilakukan.

b. Partial listing. Yaitu pencatatan saham di Bursa Efek melebihi jumlah yang
diemisikan tetepi masih di bawah jumlah modal disetor.

c. Company listing. Yaitu pencatatan saham sejumlah modal sahamnya yang telah
disetor, dengan kata lain perusahaan yang bersangkutan mencatatkan seluruh
sahamnya sesuai dengan jumlah saham yang telah disetor.

Penjamin Emisi

Seperti telah dijelaskan bahwa dalam melakukan emisi efek, selalu melibatkan
lembaga-lembaga penunjang pasar modal yang menjalankan perannya sesuai dengan
fungsinya masing-masing. Dalam pelakasanaan emisi efek penjamin emisi
(underwriter) memiliki peran yang sangat menentukan keberhasilan emisi terutama
dalam melakukan pemasaran dan penjualan suatu efek. Pentingnya fungsi underwriter
tersebut disebabkan alasan-alasan sebagai berikut :

a. Membantu emiten mempersiapkan pernyataan pendaftaran berikut dokumen


pendukungnya.

b. Memberikan konsultasi di bidang keuangan seperti jumlah dan jenis efek yang
akan diterbitkan, bursa yang akan dipilih untuk mencatatkan saham, jadwal emisi,
penunjukkan lembaga penunjang lain, metode pendistribusian efek dan
sebagainya.

c. Melakukan penjaminan terhadap efek yang diemisikan.

d. Melakukan evaluasi terhadap kondisi perusahaan antara lain : keuangan,


manajemen, pemasaran, produksi berikut prospeknya.

e. Menentukan harga saham bersama-sama dengan emiten.

f. Sebagai pembentuk pasar (market maker) di Bursa Paralel. Melihat peran dan
fungsi underwriter tersebut di atas, maka keberhasilan suatu emisi efek jelas sangat
dipengaruhi oleh kemampuan dan pengalaman penjamin emisi terutama dalam
pemasaran.

Penjamin emisi efek (underwriting) senantiasa berkaitan dengan risiko yang dapat
dihadapo oleh underwriter terutama apabila emisi dalam jumlah yang cukup besar.
Perhitungan dan perkiraan mengenai kemampuan atau kekuatan pasar yang kurang
tepat akan menimbulkan risiko terhadap tidak berhasilnya suatu emisi efek yang pada
gilirannya akan mengakibatkan tanggung jawab penjamin emisi efek, umumnya
dilakukan dalam suatu indikasi yang terdiri dari kalangan penjamin emisi. Dilihat dari
masing-masing fungsi dan tanggung jawab dalam sindikasi penjaminan emisi maka
underwriter dapat digolongkan sebagai berikut :

1. Penjamin Utama Emisi (Lead Underwriter). Lead underwriter dengan emiten


membuat suatu perikatan dalam suatu perjanjian penjaminan emisi efek. Dalam
perjanjian tersebut penjamin emisi menjamin penjualan efek dan pembayaran
seluruh nilai efek. Apabaila dalam suatu emisi terdapat lebih dari satu penjamin
emisi utama, maka jaminan dilakuakn secara bersama.

Tugas pokok penjamin utama adalah sebagai berikut :

a. Menjamin penjualan emisi efek dan pembayaran keseluruhan nilai efek yang
diemisikan kepada emiten

b. Mewakili para penjamin emisi efek dalam hubungannya dengan emiten dan pihak
ketiga

c. Menetapkan bagian kewajiban masing-masing baguan emisi efek sesuai dengan


ketentuan yang telah disepakati dalam perjanjian antar penjamin emisi.

d. Mengumpulkan semua hasil penjualan efek yang dilakukan oleh para penjamin
peserta emisi dan para agen penjual pada tanggal setelah masa penutupan
penawaran umum.

e. Menyerahkan hasil penjualan efek kepada emiten serta membayar efek yang tidak
habis terjual tepat pada tanggal yang disepakati.

1. Penjamin pelaksana Emisi (Managing underwriter). Seperti disebutkam bahwa


dalam suatu emisi bisa saja terdapat lebih dari satu lead underwriter. Apabila hal
tersebut terjadi, maka diantara mereka harus dipilih satu atau lebih yang akan
bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi atau managing underwriter. Penjamin
pelaksana emisi dalam suatu proses emisi memiliki tugas sebagai berikut :

a. Memgatur pengelolaan serta penyelenggaraan emisi efek.

b. Mengkoordinasikan seluruh penjamin emisi dalam hal pelaksanaan penjaminan


efek, serta kegiatan-kegiatan lainnya sesuai dengan kewajiban para penjamin emisi
efek.

1. Penjamin Peserta Emisi (Co underwriter). Fungsi co underwriter ini adalah ikut
menjamin penjaulan dan pembayaran bilai efek sesuai dengan porsi efek yang
diberikan kepadanya yang diikat dengan suatu perjanjian penjaminan emisi dalam
pelaksanaan suatu emisi tidak bertanggung jawab langsung kepada emiten, tapi
kepada lead underwriter.

Kerjasama antara penjamin emisi efek sebagaimana telah di jelaskan di atas yaitu, lead,
managing san co underwriter diwujudkan dalam suatu perjanjian antar mereka setelah
memisahkan jumlah porsi yang akan langsung ditawarkan sendiri kepada investor,
dapat juga mempergunakan jasa perusahaan-perusahaan broker atau
perusahaan-perusahaan efek sebagai agen penjual (selling agent) untuk melaksanakan
penjualan efek yang sebenarnya merupakan bagian dari underwriter yang bersangkutan.
Ikatan kerjasama antara penjamin emisi dengan agen penjual tersebut dilakukan atas
dasar suatu perjanjian yang disebut Perjanjian Agen Penjual.

Jasa Penjaminan Emisi

Dalam melaksanakan fungsu penjamin emisi, underwriter memperoleh pembayaran


dari emiten yang disebut jasa penjamin emisi atau underwriting fee. Besarnya fee
biasanya ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara emiten dengan underwriter yang
dinyatakan dalam suatu presentase. Jumlah fee tersebut dihitung dari nilai penawaran
pada pasar perdana.

Jasa-jasa penjaminan emisi tersebut terdiri dari :

a. Management fee. Pada dasarnya management fee ini dibayarkan kepada penjamin
pelaksana emisi (managing underwriter)
b. Underwriting fee. Yaitu pembayaran fee kepada semua penjamin emisi secara
proporsional artinya besar-kecilnya fee yang dibayarkan tergantung dari besarnya
bagian efek yang dijamin oleh masing-masing underwriter.

c. Selling fee. Yaitu pembayaran fee kepada agen penjual yang ditunjuk (broker atau
perusahaan-perusahaan efek) berdasarkan perjanjian agen penjual yang besarnya
sesuai dengan jumlah efek yang terjual.

Jasa Penjamin Emisi

Penjaminan emisi efek selalu dihadapkan pada kemungkinan resiko. Oleh karena itu,
penjamin emisi benar-benar harus mempelajari dan meneliti seakurat mungkin
mengenai keadaan atau kinerja emiten dan memproyeksi mengenai kemampuan dan
minat calon investor terhadap saham atau efek lain yang akan dijamin emisinya. Risiko
maksimum yang akan dihadapi oleh underwriter adalah kemungkinan tidak lakunya
efek di emisi. Apabila hal tersebut terjadi, maka underwriter yang bertanggung jawab
dan mengambil alih seluruh efek yang tidak terjual tersebut. Dalam prakteknya harga
perdana efek akan sangat berpengaruh pada minat investor untuk membeli suatu saham.
Dilihat dari kepentingan emiten, makin tinggi harga suatu saham di pasar perdana
makin memperbesar kemampuan permodalan dan menguntungkan bagu emiten yang
bersangkutan. Sebaliknya dari sisi underwriter makin tinggi harga perdana suatu saham,
makin besar pula resiko kerugian yang mungkin timbul. Dalam mekanisme penjaminan
emisi ini mempertemukan kepentingan masing-masing pihak, underwriter dan emiten,
dengan melalui negosiasi yang cukup panjang.

Dalam kegiatan underwriting, dikenal beberapa cara penjamin emisi sebagai berikut :

a. Kesanggupan penuh (full commitment underwriting). Full commitment atau sering


juga disebut firm commitment underwriting yaitu suatu perjanjian penjaminan
emisi efek di mana penjamin emisi mengikatkan diri untuk menawarkan efek
kepada masyarakat dan membeli sisa efek yang tidak laku terjual. Dari pengertian
tersebut berlaku ketentuan bahwa underwriter berusaha menjual di pasar perdana
kemudian membeli efek yang ternyata tidak laku terjual dengan harga yang sama
dengan harga penawaran pada pasar perdana. Ketentuan ini berlaku pada
perjanjian Pasar Modal Indonesia. Sedangkan full commitment di Amerika Serikat
memiliki persepsi yang berbeda yaitu underwriter membeli seluruh saham emisi
kemudian menjual kembali kepada investor dengan harga yang tentunya lebih
tinggi.

b. Kesanggupan terbaik (best efforts commitments). Dalam komitmen ini,


underwriter akan berusaha semaksimal mungkin menjual efek-efek emiten.
Apabila ada efek yang belum habis terjual underwriter tidak wajib membelinya
dan oleh karena itu mereka hanya membayar semua efek yang berhasil terjual dan
mengembalikan sisanya kepada emiten.

c. Kesanggupan siaga (stand by commitment). Penjamin emisi menurut komitmen ini


adalah underwriter berusaha menawarkan efek semaksimalnya kepada investor.
Kemudian apabila ada sisa yang belum tejual sampai dengan batas waktu
penawaran yang telah ditetapkan, underwriter menyanggupi membeli sisa efek
tersebut dengan harga tertentu sesuai dengan perjanjian yang besarnya dibawah
harga penawaran pada pasar perdana.

d. Kesenggupa semua atau tidak sama sekali (all or none commitment). Komitmen ini
menyatakan bahwa apabila efek yang ditawarkan tersebut tercapai sebagian tidak
terjual, maka penjualan efek tersebut dibatalkan sama sekali. Artinya bagian efek
yang telah laku dipesan oleh investor akan dibatalkan penjualannya dan semua sisa
efek dikembalikan kepada emiten. Selanjutnya, dalam konteks ini dikenal istilah
komitmen minimum atau maksimum, paling sedikit atau paling banyak.
Komitmen ini mengatur apabila penjualan efek telah mencapai batas minimum
penjualan yang ditentukan misalnya, maka underwriter dapat meneruskan
penawaran sampai batas maksimum penjualan. Akan tetapi apabila sampai dengan
batas waktu tertentu, efek yang dapat terjual belum memenuhi ketentuan jumlah
minimum maka penjualan efek dibatalkan.