Anda di halaman 1dari 6

TUGAS 2

MESIN PENDINGIN

NAMA : WAHYUDI
NIM : D21115033
KELAS : MESIN PENDINGIN A

DEPARTEMEN MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2018
SOAL:

1. Sebutkan proses ideal termodinamika yang terjadi pada komponen mesin pendingin
Jawab:

Vapor Compression System Schematic. B Refrigerasi Cycle on Pressure-Enthalpy Diagram.


Gambar diatas menggambarkan diagram p-h “Pressure – Enthalpy” dari siklus refrigerasi
(refrigeration cycle). Sumbu y menunjukkan tekanan dan sumbu x menunjukan enthalpy.
Diagram p-h ini adalah alat yang paling umum digunakan dalam menganalisa dan melakukan
perhitungan kalor, usaha dan perpindahan energi dalam suatu siklus refrigerasi. Sebuah siklus
refrigerasi tunggal terdiri dari daerah bertekanan tinggi (high side) dan daerah bertekanan
rendah (low side). Perubahan dari tekanan dapat dilihat dengan jelas pada diagram p-h ini. Juga
kalor dan perpindahan energi dapat dihitung sebagai perubahan “enthalpy” yang tergambar
dengan jelas pada diagram p-h tersebut.

Garis konstan pada diagram pressure-enthalpy

Garis konstan pada diagram pressure-enthalpy


• Garis proses kompresi digambarkan sejajar dengan garis entropy konstan.
• Garis proses kondensasi digambarkan sejajar dengan garis tekanan konstan.
• Garis proses ekspansi digambarkan sejajar dengan garis enthalpy konstan.
• Garis proses evaporasi digambarkan sejajar dengan garis tekanan konstan.
Kondisi refrigerant direpresentasikan pada diagram pressure-enthalpy
• Kompresor: Refrigerant gas bertekanan rendah dikompresikan menjadi refrigerant gas
bertekanan tinggi dengan bantuan daya dari luar sistem (input power).
• Kondenser: Refrigerant gas bertekanan tinggi dirubah menjadi refrigerant cair dengan
tekanan tetap tinggi dengan cara membuang kalor ke lingkungan sekitarnya.
• Ekspansi: Refrigerant cair bertekanan tinggi diturunkan tekanannya dengan bentuk
refrigerant menjadi cairan yang bercampur dengan sedikit gas. (Gelembung gas terjadi karena
adanya penurunan tekanan).
• Evaporator: Refrigerant cair dirubah menjadi gas/uap dengan cara menyerap kalor dari
ruang yang dikondisikan.
• Refrigerant gas/uap kemudian dihisap oleh Kompresor dan disirkulasikan kembali.

2. Gambarkan siklus ideal termodinamika mesin pendingin


Jawab:

Siklus Refrigerasi Kompresi Uap Ideal


Siklus refrigerasi kompresi-uap ideal merupakan kebalikan siklus Carnot, di mana fluida kerja
(disebut juga refrigeran) harusmenguap seluruhnya sebelum dikompresi pada kompresor,
sehinggaturbin digantikan peranannya oleh katup ekspansi (bisa berupa katup throttle atau
pun pipa kapiler).
Gambar : Siklus Refrigerasi kompresi uap IdealSumber
:http://soleno.multiply.com/journal/item/25/Analisa_Siklus_Kompresi_Uap_Ideal
Garis besar siklus kompresi uap adalah sebagai berikut:
4-1 Proses penyerapan kalor pada tekanan konstan oleh evaporator
1-2 Proses kompresi isentropis oleh kompresor
2-3 Proses pelepasan kalor pada tekanan konstan oleh kondensor
3-4 Proses penurunan tekanan pada entalpi konstan oleh katup ekspansi
Fluida kerja yang digunakan selama siklus kompresi uap disebut refrigerant.Fluida ini
mudah menguap,mengembun, dan dapat dimampatkan. Pada tekanan evaporasi yang
konstan, refrigeran cair (state4) yang dingin menyerap kalor dari refrigerated space atau
ruangan yang dikondisikan oleh AC sehingga fasanya berubah menjadi uap jenuh (state1) .
Uap ini dimampatkan oleh kompresor sehingga tekanannnya naik dari tekanan evaporator
menjadi tekanan kondensor. Pemampatan ini juga mengakibatkan kenaikan temperatur dan
fasa refrigeran pada keluaran kompresor menjadi uap super panas (state 2).Uap yang sangat
panas ini didinginkan di dalam kondensor pada tekanan yang konstan sehingga fasanya
menjadi cair jenuh ( state3). Oleh katup ekspansi tekanan cairan diturunkan dari tekanan
kondensor kembali ke tekanan evaporator(state 4).Penurunan tekanan ini berlangsung pada
entalpi yang konstan.
3. Gambarkan siklus aktual termodinamika mesin pendingin
Jawab:
Siklus Refrigerasi Kompresi Uap Aktual
Siklus kompresi uap yang sebenarnya (aktual) berbeda dari siklus standar (teoritis).
Perbedaan ini muncul karena adanya asumsi-asumsi yang ditetapkan dalam siklus standar. Pada
siklus aktual terjadi pamanasan lanjut uap refrigeran yang meninggalkan evaporator sebelum
masuk ke kondensor. Pemanasan lanjut ini terjadi akibat tipe peralatan ekspansi yang digunakan
atau dapat juga karena penyerapan kalor di jalur masuk (suction line) antara evaporator dan
kompresor. Begitu juga dengan refrigeran cair mengalami pendinginan lanjut atau bawah dingin
sebelum masuk ke katup ekspansi atau pipa kapiler. Keadaan di atas adalah peristiwa yang
normal dan melakukan fungsi yang diinginkan untuk menjamin bahwa seluruh refrigeran yang
memasuki kompresor dalam keadaan 100% uap. Perbedaan yang penting antara daur nyata
(aktual) dan standar terletak pada penurunan tekanan di dalam kondenser dan evaporator. Daur
standar dianggap tidak mengalami penurunan tekanan pada kondensor dan evaporator, tetapi
pada daur nyata terjadi penurunan tekanan karena adanya gesekan antara refrigeran dengan
dinding pipa (friksi). Akibat dari penurunan tekanan ini, kompresi pada titik 1 dan titik 2
memerlukan kerja lebih banyak dibandingkan dengan daur standar.

Gambar: Siklus kompresi uap aktual


Sumber : http://www.scribd.com/doc/76560160/8/Siklus-Kompresi-Uap-Aktual

Penjelasan gambar di atas adalah sebagai berikut :


Garis 4-1’ menunjukkan penurunan tekanan yang terjadi pada refrigeran saat melewati suction
line dari evaporator ke kompresor. Garis 1-1’ menunjukkan terjadinya panas lanjut pada uap
refrigeran yang ditunjukkan dengan garis yang melewati garis uap jenuh. Proses 1’-2’ adalah
proses kompresi uap refrigeran di dalam kompresor. Pada siklus teoritis proses kompresi
diasumsikan isentropik, yang berarti tidak ada perpindahan kalor antara refrigeran dan dinding
silinder. Pada kenyataannya proses yang terjadi bukan isentropik tetapi politropik. Garis 2’-3
menunjukkan adanya penurunan tekanan yang terjadi pada pipa-pipa kondensor. Sedangkan
pada garis 3-3’ menunjukkan penurunan tekanan yang terjadi di jalur cair (liquid line).
4. Contoh soal
Jawab:
Uap air berada pada silinder dengan kondisi awal 3.0 MPa dan 300 oC (status 1). Air
tersebut didinginkan pada volume tetap hingga mencapai suhu 200 oC (status
2). Selanjutnya dikempa pada kondisi isotermal hingga tekanan mencapai 2.5 Mpa
(status 3).

Ditanya: Tentukan volume jenis pada status 1,2,3, dan mutu uap pada status 2.

Jawab:
Dari tabel uap super panas diperoleh bahwa volume jenis pada status 1 (v1) adalah
81.1 cm3/kg (dengan memasukkan nilai p=3.0 MPa dan T=300 oC) yang mana harus
sama dengan v2 (volume jenis pada status 2). Dengan memasukkan nilai p=2.5 MPa
dan T=200 oC ke tabel uap super dingin diperoleh nilai v3 = 1.1555 cm3/kg. Mutu
uap pada status 2 (x2) dapat ditentukan melalui volume jenis yaitu dengan
mengetahui volume jeni saat jenuh cair (vf) dan jenuh uap (vg) pada suhu status
tersebut (200 oC) yaitu vv=1.1565 cm3/kg dan vg=124.4 cm3/kg. Diperoleh
x2=(81.1-1.156)/(124.4-1.1565)=0.633