Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan
nasional yang bertujuan untuk meningkatkan.kesadaran,kemauan,dan
kemampuan masyarakat untuk hidup sehat sehinggaterwujudlah kesehatan yang
optimal. Keberhasilan pembangunan kesehatan berperan penting dalam
meningkatkan kualitas sumber daya manusia, indra penglihatan dan pendengaran
sangat menentukan kwalitas sumber daya manusia karena informasi sehari hari
masuknya melalui jalur tersebut.
Dalam rangka menurunkan angka kebutaan, WHO telah merencanakan
program Vision 2020: Thi Right to Sight di Indonesia pada tnggal 15 Februari
2000 oleh ibu Megawati Soekarnoputri dalam siding World Health Assembly ke
59 di Geneva, di bahas berbagai isu penting di antaranya pemberantasan
kebutaan yang masih menjadi masalah dunia, dengan penyebab terbanyak adalah
katarak dan trachoma.
Sebagai tindak lanjut atas perencanaan tersebut, Departemen Kesehatan telah
menyusun kebijakan di bidang Kesehatan Indera Penglihatan yaitu Renstranas
PGPK (Rencana Strategi Nasional Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan
Kebutaan) dan Pedoman Menejemen Kesehatan Indera Penglihatan dan
Pendengaran. Kegiatan Penanggulangan gangguan pengihatan dan kebutaan di
Provinsi dan Kabupaten kota akan di fokuskan pada 4 penyebab utama kebutaan
yaitu Katarak, kelainan refraksi, xeroftalmia dan glaucoma.
Menurut WHO prevalensi kebutaan yang melebihi 1 % Bukan hanya
masalah medis saja tetapi sudah merupakan masalah social yang perlu ditangani
secara lintas program dan lintas sector . dalam rangka menurunkan prevalensi
kesehatan indra, departemen kesehatan telah menyusun kebijakan – kebijakan di
bidang kesehatan indra yaitu strategi nasional penanggulangan gangguan
kesehatan indra.
Kegiatan penanggulangan gangguan kesehatan indra di provinsi dan
kabupaten semua dengan rekomendasi WHO akan diprioritaskan pada 4
penyakit penyebab gangguan kesehatan indra.
Penyebab utama kebutaan adalah katarak(0,78%), Glukoma(0,20%),
Kelainan refraksi(0,14 %) dan penyakit –penyakit lain yang berhubungan
dengan usia lanjut(0,39 %). Untuk masalah gangguan pendengaran dan ketulian
didapatkan prevalensi ketulian 0,4 %, gangguan pendengaran 16,8 %, gangguan
pendengaran pada laki-laki 18,7 % pada perempuan 15,5 % sedangkan ketulian
0,5% pada laki –laki 0,3 % pada perempuan.

1 |Pedoman Program Indra


Dalam upaya peningkatan mutu layanan agar pelayanan kesehatan yang
dilakukan dapat memuaskan pasien (konsumen), Puskesmas Manyar
membangun budaya kerja yang harus dihayati dan dilaksanakan oleh setiap
karyawan Puskesmas. Budaya kerja dapat dilaksanakan dengan memegang tata
nilai dasar sebagai acuan dalam berprilaku yang menunjang tercapainya Program
Indra tingkat puskesmas, Tata Nilai UKM di Puskesmas Manyar yaitu PEDULI
 Pelayanan
memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat guna meningkatkan
tingkat kesehatan masyarakat dan lingkungannya.
 Empati
ikut memikirkan,merasakan,perasaan dan kesakitan orang lain.
 Disiplin
mengikuti peraturan kode etik dan mendahulukan tanggung jawab

sebagai aparat kesehatan dalam pelaksanaan tugas.

 Upaya dan Usaha

aktip mengembangkan dan melaksanakan program kesehatan dengan

semangat membina kerjasama tim untuk mencapai kinerja optimum

 Lugas

melaksanakan tugas secara efisien untuk memperoleh hasil kinerja

yang tinggi.

 Inisiatif

terus menerus melahirkan ide dan prakarsa dalam pelayanan maupun


pengembangan cara kerja yang lebih baik

B. Tujuan Pedoman
1. Tujuan Umum
Meningkatkan kesehatan indra dalam masyarakat diwilayah kerja
Puskesmas Manyar.
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan kemudahan pelayanan kesehatan indra dalam
mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan.
b. Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan indra,
khususnya aspek peningkatan dan pencegahan tanpa mengabaikan aspek
pengobatan dan pemulihan.
Dalam upaya peningkatan mutu layanan agar pelayanan kesehatan yang di
lakukan dapat memuaskan pasien ( konsumen), Puskesmas Manyar
membangun budaya kerja yang harus di hayati dan di laksanakan dengan
memegang tata nilai dasar sebagai acuan dalam perilaku yang menunjang
tercapainya kegiatan Program indra.

2 |Pedoman Program Indra


C. Sasaran Pedoman
1. Bagi fungsional medis dan pelaksana kegiatan INDRA sebagai pedoman
pelaksanaan kegiatan kebidanan di Puskesmas Manyar
2. Bagi manajemen medis sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan kebidanan di
Puskesmas Manyar
3. Bagi kepala unit pelaksana teknis puskesmas manyar sebagai pedoman untuk
mengevaluasi kinerja program INDRA

D. Ruang Lingkup Pedoman


Ruang lingkup pedoman ini meliputi :
1. Kegiatan Pokok Program INDRA
2. Tata laksana kegiatan Program INDRA
3. Logistik
4. Keselamatan sasran kegiatan program INDRA
5. Keselamatan kerja pelaksana program INDRA
6. Pengendalian mutu

E. Landasan Hukum
1. Undang-Undang Nomor : 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1457 Tahun 2003
tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
3. Peraturan menteri kesehatan Nomor 75 tahun 2014

BAB II
BATASAN OPERASIONAL

A. Kegiatan Program
Program Indera mempunyai beberapa kegiatan yaitu :
1. Penemuan kasus di masyarakat dan puskesmas melalui pemeriksaan visus /
refraksi
2. Penemuan kasus penyakit mata di puskesmas
3. Penemuan kasus buta katarak pada usia > 45 tahun
4. Pelayan operasi katarak di puskesmas
5. Pelayanan rujukan mata

B. Upaya kesehatan telinga / pencegahan ga ngguan pendengaran


1. Penemuan kasus rujukan spesialis di puskesmas melalui
pemeriksaanfungsi pendengaran.
2. Penemuan kasus penyakit telinga di puskesmas.
3. Kejadian komplikasi operasi.

3 |Pedoman Program Indra


4 |Pedoman Program Indra
BAB III
TATA LAKSANA KEGIATAN

A. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


No. Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
1) Penyuluhan dan 1. Melakukan penyuluhan dan screening di seluruh
screening indera sekolah di wilayah kerja Puskesmas Manyar.

2) Penemuan kasus 1. Pendaftaran


2. Pemeriksaan di poli
penyakit Indera di
3. Penemuan kasus Indera
Puskesmas
3) Pelayanan 1. Melakukan kerjasama lintas program dan poli
rujukan indera untuk melakukan rujukan kasus indera
4) Pencatatan dan 1. Merekap hasil pelaporan dari Puskesmas,
pelaporan Ponkesdes
dan Pustu

B. Cara Melaksanakan Kegiatan


Di laksanakan baik di dalam ataupun di luar gedung
1. Menyiapkan ruangan dalam jarak 6 meter dan kartu snellen
2. Melakukan anamnese
3. Mengukur visus mata kanan dan kiri
4. Memeriksa telinga kanan dan kiri
5. Bila menemukan kasus yang memerlukan rujukan, maka dilakukan
kerjasama lintas sektor (Rumah sakit) terkait.
6. Melakukan pencatatan dan pelaporan

C. Sasaran
Kegiatan program indera ini dilakukan pada semua penderita indra yang di
laporkan, baik di dalam ataupun di luar gedung

D. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


Uraian Bulan Sumber
No.
kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 dana
Penyuluhan BOK
dan dan
1 screening   swadaya
penemuan
2 kasus indera            
Rujukan
penyakit
3 indera            
Pencatatan
dan
4 Pelaporan            

5 |Pedoman Program Indra


E. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan
Dilakukan evaluasi di puskesmas tiap 1 bulan,evaluasi/monitoring oleh dinas
kesehatan.

F. Pencatatan , Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan


Laporan bulanan dari desa ke puskesmas kemudian dilaporkan ke Dinas
Kesehatan

BAB IV
LOGISTIK

Hal- hal yang dibutuhkan dalam kegiatan Perkesmas antara lain:

1. Alat Tulis Kantor


2. Map Folder
3. Alat Dokumentasi
4. Senter
5. Snellen
6. Form Laporan bulanan

 Indikator pemantauan program INDRA


1. Proses dan Output

6 |Pedoman Program Indra


2. Dalam kurun waktu tertentu (1 tahun)
3. Denominator berdasarkan wilayah setempat.
 Target Indikator Program INDRA pada tahun 2017
Pelaksanaan kegiatan program Indera di puskesmas manyar menitik
beratkan pada pelaksaan upaya kesehatan yang bersifat promotif, preventif dan
kuratif yg memiliki beberapa indikator yg dapat dijadikan sebagai ukuran
keberhasilan pelaksanaan program tersebut antara lain :

A. Kesehatan Mata

Kegiatan Target

Penemuan kasus di masyarakat dan


puskesmas melalui pemeriksaan visus/ 70 %
refraksi

Penemuan kasus penyakit mata di


1.22 %
puskesmas

Penemuan kasus buta katarak pada usia >


40 %
45 tahun

Pelayanan operasi katarak di puskesmas 1 kali/ thn

Pelayanan rujukan mata 100 %

B. Kesehatan Telinga

Kegiatan Target

Penemuan kasus rujukan spesialis di


puskesmas melalui pemeriksaan fungsi 15 %
pendengaran

Penemuan kasus penyakit telinga di


1.2 %
puskesmas

Kejadian komplikasi operasi 100 %

7 |Pedoman Program Indra


BAB V
KESELAMATAN SASARAN DAN KESELAMATAN KERJA
A. Keselamatan Pasien
1. Pengertian
Keselamatan Sasaran (patient safety)
Adalah suatu sistem dimana Puskesmas membuat asuhan terhadap pasien lebih
aman. Sistem tersebut meliputi :
a. Assesement resiko
b. Identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan denga resiko pasien
c. Pelaporan dan analisis
Sistem tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya cedera yang disebabkan
oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak melakukan
tindakan yang seharusnya dilakukan.
2. Tujuan
a. Terciptanya budaya keselamatan pasien di puskesmas
b. Meningkatnya akutanbilitas puskesmas terhadap pasien masyarakat
c. Menurunkannya kejadian tidak diharapkan (KTD) di puskesmas
d. Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi
pengulangan kejadian tidak diharapkan
3. 7 langkah keselamatan pasien
Uraian tujuh langkah menuju keselamatan pasien adalah sebagai berikut:
a. Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien
b. Pimpin dan dukung staf anda
c. Integrasikan aktivitas pengelolaan resiko
d. Kembangkan sistem pelaporan
e. Libatkan dan bekomunikasi dengan pasien
f. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien
g. Cegah cedera melalui implementasi sistem keselamatan pasien
4. Insiden keselamatan pasien
Patient safety incident :
Setiap kejadian yang tidak disengaja dan tidak diharapkan yang dapat
mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera pada pasien.
Program keselamatan bagi sasaran kegiatan dalam hal ini, meliputi:
a. Ketepatan identitas pasien
Untuk menghindari kesalahan identitas pasien dalam memberikan pelayanan
dilakukan dengan cara: pada saat pemanggilan pasien selain disebutkan
nama disebutkan juga alamat pasien dan sebelum melakukan pemeriksaan

8 |Pedoman Program Indra


ditanyakan dulu nama dan alamat pasien apakah sesuai dengan rekam medis
apa tidak, setelah sesuai baru dilakukan pemeriksaan.
b. Peningkatan komunikasi yang efektif
Peningkatan komunikasi yang efektif di poli umum dilakukan dengan cara :
1) Anamnesa mengenai keluhan pasien dilakukan secra cermat dan teliti
2) Selalu menanyakan kepada pasien tentang pemahaman dari penjelasan
yang diberikan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan
penyakitnya serta mempersilahkan menanyakan hal-hal yang mungkin
belum dipahami oleh pasien
3) Komunikasi yang efektif juga dilakukan antar unit pelayanan untuk
pasien yang memerlukan pelayanan lebih dari satu poli atau pasien yang
memerlukan pemeriksaan penunjang.
c. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspada
Sebelum memberikan terutama pada pasien baru dilakukan penapisan sesuai
dengan pedoman yang ada.
d. Kepastian tepat lokasi dan tepat prosedur
Semua kegiatan program harus mengacu pada SOP yang ada
e. Pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
Upaya untuk mengurangi resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan

B. Keselamatan Kerja
Program upaya keselamatan kerja bagi pelaksana program dilakukan dengan cara:
1. Selalu mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan pemeriksaan dan tindakan
pada pasien.
2. Pada saat melakukan tindakan medis memakai alat pelindung diri masker dan
handscone

BAB VI
PENGENDALIAN MUTU

9 |Pedoman Program Indra


Upaya pengendalian mutu pelayanan kegiatan program INRDAdilakukan meliputi 8 dimensi
mutu pelayanan yaitu :

1. Kompetensi petugas
Pelayanan kegiatan program INDRA dilakukan oleh petugas yang sesuai
kompetensinya dan petuga diwajibkan untuk selalu mengikuti standart pelayanan
yang telah ditetapkan dalam hal: kepatuhan, ketepatan, kebenaran dan konsistensi.
2. Akses terhadap pelayanan
Letak Puskesmas Pembantu, Ponkesdes berdekatan dengan rumah warga untuk
memudahkan koordinasi.
3. Efektifitas
4. Pelayanan kegiatan upaya kesehatan masyarakat yang dilakukan pada program
INDRA selalu dilakukan sesuai dengan standart yang ada.
5. Efisiensi
Tidak ada tariff pada pelaksanaan kegiatan program upaya kesehatan masyarakat
6. Kontinuitas
Pelayanan diberikan secara berkesinambungan sesuai dengan metode kerja yang ada
pada program upaya kesehatan masyarakat program INDRA
7. Keamanan
Upaya keamanan bagi sasaran kegitan upaya kesehatan masyarakat INDRAsesuai
dengan program keselamatan pasien Puskesmas Manyar secara umum
8. Interpersonal relation
Hubungan antar manusia meliputi hubungan antar bidan dan pasien, bidan dengan
kepala puskesmas, hubungan ini akan selalu dibina dengan baik dalam rangka
menanamkan kepercayaan kepada masyarakat dan meningkatkan kredibilitas
puskesmas dengan cara menghargai, menjaga rahasia, menghormati, responsive, dan
memberikan perhatian.
9. Kenyamanan
Kenyamanan sasaran dan pelaksana kegiatan upaya kesehatan masyarakat program
INDRAdiupayakan melalui upaya selalu menjaga hubungan baik dengan selalu
mengutamakan tata nilai puskesmas

BAB VII
PENUTUP
Pedoman upaya kesehatan program INDRA ini disusun dalam rangka memberikan
acuan bagi tenaga kesehatan yang yang melaksanakan kegiatan upaya kesehatan masyarakat
di wilayah kerja Puskesmas Manyar agar dapat menyelenggarakan pelayanan yang bermutu,
aman, efektif dan afisien sesuai standart yang ada.

10 |Pedoman Program Indra