Anda di halaman 1dari 4

ASMA BRONKIAL

No.Dokumen :

SOP No.Revisi :

Tanggal Terbit :

Halaman :
UPTD Ilham Willem, SKM,M.Kes
PUKESMAS LOMPOE Nip. 19710228 19940310 1 005
1. Pengertian Asma bronkial

No . ICPC II: R96 Asthma

No . ICD X: J45 Asthma

Asma bronkial adalah gangguan inflamasikronik saluran napas yang melibatkan


banyak sel inflamasi dan mediator. Inflamasi kronik menyebabakan peningkatan
hiperesponsif jalan napas terhadap bermacam-macam stimulasi dan penyempitan
jalan nafas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak nafas,
dada terasa berat dan batuk-batuk terutama pada malam dan atau dini hari. Derajat
pemnyempitan bervariasi yang dapat membaik secara spontan dengan pengobatan.

2. Tujuan Agar petugas dapat mendiagnosa dan memberikan terapi pasien dengan asma
bronkial
3. Kebijakan SURAT KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS LOMPOE

Nomer : 435.2/ /Pkm Lompoe

Tentang Penanganan Paisen Gawat Darurat

4. Referensi Panduan praktek klinis dokter di fasyankes primer edisi revisi 2014

5. Prosedur /  Alat n bahan


Langkah-langkah 1. Tabung Oksigen
2. Nebulizer
 Langkah-langkah
1. Petugas memanggil pasien sesuai nomor urut
2. Petugas menulis identitas pasien di buku register
3. Petugas melakukan anamnesa, apakah pasien mengeluh sesak nafas
terutama kalau aktifitas, Batuk-batuk berdahak yang sering memburuk pada
malam dan pagi hari menjelang subuh. Batuk biasanya terjadi kronik. Mengi
pada saat auskultasi
4. Petugas memeriksa tanda-tanda vital pasien, kondisi umum pasien,
kesadaran,tensi, nadi, pernapasan ,suhu
5. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, didapatkan
a. Inspeksi :
Bentuk dada barrel chest(dada seperti tong) terdapat cara bernafas
purse lips breathing ( seperti orang meniup) terdapat penggunaan dan
hipertrofi (pembesaran) otot bantu nafas pelebaran sela iga
b. Palapasi
stem fremitus melemah
c. Perkusi
Hipersonor
d. Auskultasi :
suara nafas vesikuler melemah atau normal
ekspirasi memanjang
mengi/whezing biasanya timbul pada eksaserbasi
ronkhi

6. Apabila pasien dbutuhkan rawat inap, petugas menjelaskan kepada pasien


bahwa pasien harus dirawat
7. Petugas memberikan terapi pada pasien Asma bronkial
 Terapi cairan apabila pasien membutuhkan terapi cairan seperti infus
RL
 Pemberian obat-obatan
- Bronkodilator
Dianjurkan penggunaan dalam bentuk inhalasi kecuali pada
Eksaserbasi digunakan oral atau sistemik
- Antiinflamsi
Pilihan utama bentuk metilprednisolon atau prednison
Pada eksaserbasi dapat digunakan oral dalam bentuk oral atau
sistemik
- Antibiotika
Tidak dianjurkn penggunaan jangka panjang untuk pencegahan
eksasebasi
Pilihan antibiotika pada eksaserbasi disesuaikan dengan pola
kuman setempat
- Mukolitik
Tidak diberikan secara rutin, hanya diberikan sebagai pengobatan
sistomik bila terdapat dahak yang lengket dan kental
- Antitusif
Diberikan bila batuk sngat mengganggu, tidak boleh secara rutin
karena kontraindikasi
 Terapi oksigen
8. Petugas memberikan informasi kepadapasien dan keluarga menegenai
seluk belukpenyakit, sifat penyakit , perubahan penyakit (apakah membaik
atau memburuk), jenis n mekanisme kerja obat-obatan dan mengetahui
kapan harus meminta pertolongan dokter.
 Kontrol secara teratur antara lain untuk menilai dan monitor berat
asma secara teratur berkala
 Pola hidup sehat.
 Menjelaskan pentingnya melakukan pencegahan dengan :
- Menghindari setiap faktor pencetus.
9. Petugas menulis resep
10. Petugas menyerahkan resep kepada pasien untuk mengambil obat di
apotik
11. Petugas menyarankan pasien untuk kembali control apabila masih ad
keluhan
12. Petugas menulis hasil pemeriksaan dan terapi direkam medik.
13. Petugas menulis hasil diagnose dan terapi pada buku register

a.
6. BaganAlir Petugas Petugas menulis Petugas melakukan
memanggil identitas ke buku anamnesa
pasien register

Menegakan diagnose Petugas melakukan Petugas pemeriksaan


berdasarkan pemeriksaan vital sign
pemeriksaan fisik fisik
dan lab, radiologi

Petugas memberi Petugas Petugas


terapi memberikan mempersilahkan
edukasi pasien kontrol
apabila masih ada
keluhan

Petugas menulis
hasil
pemeriksaan,
diagnose dan
terapi pada
buku register

7. Unit terkait
1. Rawat jalan

8. Hal-hal yang Kondisi pasien saat datang, jika terlalu sesak maka prosudur bisa langsung diberikan
perlu diperhatikan terapi oksigen jika tersedia sambil melakukan autoanamnesis kepada keluarga pasien
dilanjutkan pemeriksaan fisik.
9. Dokumen terkait 1. Rekam Medik,
2. Blanko Resep
3. Buku register

10. Rekaman Historis


No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai
Perubahan
diberlakukan
ASMA BRONCKIAL

DAFTAR No.Revisi :
TILIK
Tanggal Terbit :

Halaman :
UPTD Ilham Willem, SKM,M.Kes
PUKESMAS LOMPOE Nip. 19710228 19940310 1 005
Unit :
Nama Petugas
Tanggal Pelaksanaan :

Tidak
No. Langkah Kegiatan Ya Tidak
Berlaku
1. Apakah Petugas memanggilpasien sesuai nomor urut?
2. Apakah petugas menulis identitas pasien di buku register
3. Apakah petugas melakukan anamnesa
4. Apakah petugas memeriksa tanda-tanda vital pasien
5. Apakah petugas memeriksa fisik pasien
Apakah petugas pasien dibutuhkan rawat inap, petugas menjelaskan kepada
6.
pasien bahwa pasien harus dirawat
7. Apakah petugas petugas memberikan terapi pada pasien
8. Apakah petugas memberikan informasi tentang penyakitnya kepada pasien
9. Apakah petugas menuliskan resep dan menyerahkan kepada pasien?
Apakah petugas menyarankan pasien untuk kembali control apabila msih ada
10.
keluhan?/
Apakah petugas menulis hasil pemeriksaan, diagnose dan terapi di rekam
11.
medic pasien
12. Apakah petugas menulis hasil diagnose dan terapi pada buku register

Compliance rate (CR) : …………………………………%

………………..,........................
Pelaksana / Auditor

_________________________
Nip.