Anda di halaman 1dari 3

Dosis suatu obat adalah dosis pemakaian sekali untuk peroral atau injeksi.

Dalam
pemberian terapi obat yang rasional, dosis obat merupakan faktor penting dlm
menghasilkan efek yang diinginkan, bahkan dpt membahayakan jika terjadi over
dosis. Untuk menetapkan dosis yang tepat, perlu diketahui macam-macam dosis:

Dosis lazim, dosis terapeutik adalah sejumlah obat (dalam satuan berat/
volume unit) yang memberikan efek terapeutik pada penderita (dewasa).
Selain dosis terapeutik dikenal pula istilah dosis awal, dosis pemeliharaan,
dosis maksimum, dosis toksis, dan dosis letal.

Dosis Maksimum (DM) kecuali dinyatakan lain, adalah dosis maksimum


untuk dewasa untuk pemakaian melalui mulut, injeksi subkutan dan rektal.
Penyerahan obat dengan melebihi DM dapat dilakukan, jika di belakang
jumlah obat bersangkutan pada resep dibubuhi tanda seru dan paraf dokter
penulis resep. Dosis Lazim untuk dewasa, anak dan bayi hanya merupakan
petunjuk dan tidak mengikat.
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi dosis antara lain adalah faktor
obat, faktor pemberian, faktor penderita dan indikasi dan patologi penyakit. Berikut
ini adalah penjelasan mengenai masing-masing faktor:
1.Faktor obat
Dipengaruhi oleh sifat fisika, daya larut (air / lemak), bentuk (kristal / amorf),
sifat kimia (asam, basa, garam, ester), derajat keasaman (pH dan pKa), toksisitas.
2.Faktor rute pemberian obat
Dosis obat yang diberikan melalui rute / cara pemberian apapun, harus mencapai
dosis terapi pada target organ. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor,
misalnya faktor yang membatasi kemampuan absorbsi obat pada pemberian per
oral, maka dosis oral berbeda dengan dosis obat yang diberikan secara parenteral.
Dosis obat pada pemberian per oral lebih tinggi dari pada parenteral.
3.Faktor penderita
Dipengaruhi oleh umur (anak, dewasa, geriatri), berat badan (normal, obesitas,
malnutrisi), luas permukaan tubuh, ras dan sensitivitas individual.
4.Indikasi dan patologi penyakit
a.Penyebab penyakit
b.Keadaan patofisiologis, misalnya pada gangguan fungsi hepar dan/atau
gangguan fungsi ginjal, beberapa jenis obat dikontraindikasikan, atau
perlu diturunkan dosisnya, atau diperpanjang interval pemberiannya.

Perhitungan Dosis Obat Untuk Anak


Anak bukanlah miniatur dewasa, karena organ tubuhnya (hepar, ginjal, saluran
pencernaan, dan SSP) belum berfungsi secara sempurna, luas permukaan tubuh,
kecepatan metabolisme basal, serta volume dan distribusi cairan tubuh berbeda
dengan orang dewasa, maka besar dosis pada anak ditentukan berdasarkan pada
keadan fisiologi anak.
Dalam menghitung dosis obat untuk anak, perlu dibedakan antara :
 Prematur
 Neonatus ( 1bln)
 Infant ( s.d 1 thn)
 Balita (>1-5 thn)
 Anak ( 6-12 tahun)
Faktor farmakokinetik obat perlu diperhatikan dalam menentukan dosis anak, yaitu:
 Absorpsi(kemampuan absorpsi), dipengaruhi oleh
 PH lambung dan usu
 Waktu pengosongan lambun
 Waktu transit
 Enzim pencernaan
Distribusi( jumlah obat yang sampai di jaringan), dipengaruhi oleh:
 Masa jaringan
 Kandungan lemak
 Aliran darah
 Permeabilitas membran
 Kadar protein plasma
 Volume cairan ekstraseluler

Metabolisme(kecepatan metabolisme), dipengaruhi oleh:


 Ukuran hepar
 Kemampuan enzim mikrosomal
Eksresi(proses eksresi obat), terutama melalui ginjal dan dipengaruhi oleh:
 Kecepatan filtrasi glomeruler
 Proses sekresi dan reabsopsi tubuler
Cara menghitung dosis anak

1.Didasarkan perbandingan dengan dosis dewasa


Berdasar perbandingan umur:
Rumus young ( Anak umur 1 – 8 tahun)
𝑛
Da = x DM mg
𝑛+12

Angka 12 menunjukkan berlaku untuk umur anak <12 tahun

Dosis Rangkap = Dosis Kombinasi


Apabila dalam resep terdapat dua atau lebih obat yang mempunyai khasiat sama,
maka dosis-dosis yang ada dihitung sebagai berikut :
𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠 𝐴 𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠 𝐵
𝐷𝑀 𝐴
+ 𝐷𝑀 𝐵 +dan seterusnya ≤1
Dihitung dosis rangkap sekali dan dosis rangkap sehari.
Rumus Dilling
20
Da = 𝑛 DM (mg)

Angka 20 menunjukkan bahwa rumus ini berlaku untuk orang dewasa >20-24
tahun.
Keterangan rumus Diling:
Da= dosis anak
DM= dosis Maksimum
n= umur

2.Berdasar perbandingan berat badan


Dianggap berat badan orang dewasa 70 kg
Rumus Clark
=
3.Berdasar perbandingan luas permukaan tubuh (LPT)
Dianggap bahwa luas permukaan tubuh orang dewasa : 1,73 m2
Rumus Crawford- Terry Rouke
=
4.Berdasarkan ukuran fisik anak secara individual
 Sesuai dengan BB anak ( dalam kg)
 Sesuai dengan LPT anak ( dalam m2 )
Catatan:
Kelemahan perhitungan anak dengan perbandingan dengan dosis dewasa:
 Umur : tidak tepat oleh karena ada variasi BB dan LPT
 Berat Badan : tidak tepat untuk semua obat
 LPT : tidak praktis terutama kasus gawat

Karena kelemahan-kelemahan tersebut maka diciptakan rumus baru untuk


menghitung dosis anak yang lebih akurat oleh bagian farmasi kedokteran
Universitas Airlangga.

Untuk bayi 0-11 bulan


89
Da= DM
13+𝑚

Da = dosis anak
DM = Dosis Maksimum
m = umur dalam bulan
atau
28,8+0,9 𝑊
Da = DM
1+W

W= berat badan dalam kg

Untuk balita 1 – 4 tahun


4,5+𝑛
Da = 19,8
DM

n = umur dalam tahun


atau
2,5+𝑤
Da = 41
DM

W= berat badan dalam kg

Catatan:

rumus ini diturunkan dari Rumus Clark (yang telah disesuaikan untuk anak
Indonesia).
Perhitungan Dosis Obat berdasarkan Berat Badan
Perhitungan dosis berdasarkan berat badan sebenarnya lebih tepat karna sesuai
dengan kondisi pasien ketimbang umur yang terkadang tidak sesuai dengan berat
badan, bila memungkinkan hitung dosis melalui berat badan

Rumus Thermich
𝑛
DO = 70
DM

n : berat badan dalam kilogram