Anda di halaman 1dari 29

PEDOMAN

PENGORGANISASIAN KOMITE KEPERAWATAN

DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR


RUMAH SAKIT UMUM DAHA HUSADA
JL. Veteran No. 48 Telp. (0354) 771062 Fax. (0354) 773479
Email.kustakediri@yahoo.co.id
KEDIRI
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat kepada kita,
sehingga buku Pedoman Pengorganisasian Keperawatan di RSU Daha Husada
selesai. Tujuan dari penulisan Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan ini
untuk memberikan arahan kepada seluruh perawat RSU Daha Husada yang terlibat
dalam pelayanan kesehatan di RSU Daha Husada.
Semoga buku Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan ini dapat
memberikan pemahaman bagi seluruh perawat RSU Daha Husada dalam
memberikan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan.
Kritik dan saran untuk penyempurnaan buku panduan ini senantiasa
diharapkan, agar Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan ini bisa lebih
sempurna demi kelancaran dan kesempurnaan pelayanan kesehatan di RSU Daha
Husada.

Tim Penyusun

ii
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT UMUM DAHA HUSADA
Jalan Veteran No. 48. Telp. (0354) 771062 Fax. 773479. Kode pos 64112
KEDIRI
PERATURAN DIREKTUR

PERATURAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAHA HUSADA
NOMOR : 445/003/PED-KOPER/102.6/2019

TENTANG
PEMBERLAKUAN PEDOMAN PENGORGANISASIAN KEPERAWATAN

RUMAH SAKIT UMUM DAHA HUSADA

DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM DAHA HUSADA

Menimbang : Bahwa dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan


Rumah Sakit Umum Daha Husada Kediri, dipandang perlu
menetapkan peraturan.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang


Kesehatan;
2. Undang - Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang
Rumah Sakit;
3. Permenkes Nomor 49 tahun 2013 tentang Komite
Keperawatan Rumah Sakit;
4. Permenkes Nomor 436/Menkes /Per/XI/1993 tentang
Standart Pelayanan Rumah Sakit dan Standar
Pelayanan Medik

MEMUTUSKAN

Menetapkan : Peraturan tentang Pemberlakuan Pedoman


Pengorganisasian Komite Keperawatan di Rumah
Sakit Umum Daha Husada sebagaimana terdapat
dalam lampiran keputusan ini

iii
PERTAMA : Hal – hal yang berhubungan dengan perkembangan
keadaan yang memerlukan pengaturan lebih lanjut
akan diatur dalam keputusan tersendiri.

Ditetapkan di : KEDIRI
Pada tanggal : 16 Januari 2019

DIREKTUR RSU DAHA HUSADA

dr. YUNIHAN GUSTAM, M.MKes


Pembina
NIP. 19630628 199003 1 003

iv
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................... ii

PERATURAN DIREKTUR .......................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................... 1

BAB II GAMBARAN UMUM......................................................................................... 3

2.1. LOKASI BISNIS ............................................................................................. 3

2.2. JENIS PELAYANAN....................................................................................... 3

2.3. JAM PELAYANAN DOKTER .......................................................................... 4

BAB III VISI, MISI, MOTTO & FASLASAH .................................................................. 5

3.1 VISI, MISI, MOTTO & FALSAFAH ................................................................. 5

BAB IV STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT UMUM DAHA HUSADA ............. 6

BAB V STRUKTUR ORGANISASI UNIT ..................................................................... 6

BAB VI URAIAN JABATAN ......................................................................................... 8

BAB VII TATA HUBUNGAN KERJA.......................................................................... 17

BAB VIII POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL............................... 18

BAB IX KEGIATAN ORIENTASI .............................................................................. 19

BAB X PERTEMUAN/ RAPAT .................................................................................. 20

BAB XI PELAPORAN ................................................................................................ 22

BAB XII PENUTUP.................................................................................................... 23

v
Lampiran : Peraturan Direktur RSU Daha Husada
Nomor : 445/002/PED-KOPER/102.6/2019
Tanggal : 16 Januari 2019
Perihal : Pemberlakuan Pedoman Pengorganisasian
Komite Keperawatan RSU Daha Husada

BAB I
PENDAHULUAN

Rumah Sakit Umum Daha Husada merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74
Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005
tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah, memberikan fleksibilitas kepada Instansi Pemerintah yang
mempunyai tugas dan fungsi memberikan pelayanan umum kepada masyarakat
dalam Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD).
Rumah Sakit Umum Daha Husadamerupakan salah satu instansi pemerintah
yang dipandang sesuai untuk melakukan PPK-BLUD apabila bisa memenuhi
persyaratan yang meliputi persyaratan substantif, teknis dan administratif. Pada
tanggal 23 Desember 2009 berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur No.
188/529/KPTS/013/2009 menetapkan 9 (Sembilan) UPT. pada Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Timur sebagai BLUD Unit Kerja.
Pencapaian kinerja Rumah Sakit Umum Daha Husada sampai dengan saat ini
antara lain menambah jenis pelayanan non kusta atau pelayanan umum pelayanan
rawat inap umum. Dengan adanya perkembangan saat ini Rumah Sakit Umum Daha
Husada merubah nomenklatur dari Rumah Sakit Khusus menjadi Rumah Sakit Umum.
Review Master Plan Rumah Sakit Umum Daha Husada tahun 2014 dengan adanya
renovasi Gedung yang direncanakan hingga lantai 3 (tiga) dan bertambahnya
beberapa jenis layanan.
Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Kota Kediri Nomor: 503/0005/IOPFASYANKES/419.104/2018
Tanggal 22 Maret 2018, Tentang Izin Operasional Rumah Sakit Type D. Maka Rumah
Sakit Kusta Kediri berubah nomenklatur menjadi Rumah Sakit Umum Daha Husada.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 1 / 31


Untuk mendukung keberhasilan perkembangan Rumah Sakit Umum Daha
Husada dibutuhkan adanya ketersediaan data dan informasi yang akurat bagi proses
pengambilan keputusan dan perencanaan program, karena dengan adanya data yang
akurat maka keputusan dan perencanaan yang dibuat juga menghasilkan dampak
yang baik. Salah satu produk informasi yang dapat digunakan untuk memantau dan
mengevaluasi capaian program adalah Profil Rumah Sakit Umum Daha Husada.
Profil Rumah Sakit Umum Daha Husada dibuat untuk memberikan gambaran
Rumah Sakit, layanan unggulan dan beberapa jenis pelayanan kesehatan lainnya.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 2 / 31


BAB II
GAMBARAN UMUM

2.1. LOKASI BISNIS


Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Kota Kediri Nomor: 503/0005/IOPFASYANKES/419.104/2018
Tanggal 22 Maret 2018, Tentang Izin Operasional Rumah Sakit Type D. Maka Rumah
Sakit Kusta Kediri berubah nomenklatur menjadi Rumah Sakit Umum Daha Husada.
Rumah Sakit Umum Daha Husada adalah Rumah Sakit Umum milik Provinsi
Jawa Timur, melaksanakan tugas sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Timur. Rumah Sakit Umum Daha Husada mempunyai dua lokasi yang
terpisah.
Untuk kegiatan pelayanan pasien kusta dan umum berlokasi di Jalan Veteran
No. 48 Kediri dengan luas tanah 7.701 m2 dan luas bangunan 3.924 m2 telp. (0354)
771062, Nomor Fax (0354) 773479 Email : kustakediri@yahoo.co.id Website :
rskustakediri.jatimprov.go.id. Untuk kegiatan pertemuan internal dan eksternal
berlokasi di Jalan Veteran No. 10-12 Kediri dengan luas tanah 3.904 m2 dan luas
bangunan 735,75 m2.
Secara keseluruhan Rumah Sakit Umum Daha Husada memiliki luas 16.264,75
m2. terdiri dari luas tanah 11.605 m2 dan luas bangunan 4.659,75 m2. Kedua lahan
tersebut diatas terletak di Desa Mojoroto, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri yang
berada disebelah barat aliran sungai Brantas.

2.2. JENIS PELAYANAN


NO JENIS PELAYANAN
1 IGD 24 Jam
2 Poli Rawat Jalan Umum :
a. Poli Mata
b. Poli Penyakit Dalam
c. Poli Anak
d. Poli Kulit
e. Poli Obgyn
f. Poli Bedah
g. Poli THT
h. Poli Gigi
i. Poli Umum

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 3 / 31


3 Poli Rawat Jalan Kusta :
a. Poli Kusta
b. Poli Gigi Kusta
4 Rawat Inap
a. Rawat Inap Umum
b. Rawat Inap Kusta
5 Penunjang :
a. Rekam Medis
b. Laboratorium
c. Radiologi
d. Rehab Medik
e. Konsultasi Gizi
f. Farmasi
g. Kesehatan Lingkungan
h. Pemeliharaan Sarana
i. Laundry
j. Pendidikan & Penelitian

2.3. JAM PELAYANAN DOKTER


No Nama Dokter Hari Jam
1 dr. Darwan Triyono Sp.M Senin s/d Jumat 10.00 Wib s/d 13.00 Wib
dr. Sujut Winartoyo
2 Senin s/d Jumat 10.00 Wib s/d 13.00 Wib
Sp.THT-KL
dr. Anggraini Dian P
3 Senin s/d Jumat 10.00 Wib s/d 12.00 Wib
Sp.PD
Senin, Rabu,
10.00 Wib s/d 12.00 Wib
4 dr. Bram Mustiko U Sp.OG Jumat
Selasa & Kamis 16.00 Wib s/d 18.00 Wib
dr. Andityo Sumbarwoto
5 - -
Sp.An
dr. Nunik Tjempakawati
6 Rabu 10.00 Wib s/d 12.00 Wib
Sp.KK
7 dr. Rudi S. Sp.A Selasa 18.00 Wib s/d 20.00 Wib
dr. Niko Sukmawan
8 Kamis 09.00 Wib s/d 12.00 Wib
F.Sp.PK
dr. Jonathan C Nainggolan
9. Senin s/d Jumat 08.00 Wib s/d 12.00 Wib
Sp.OG
10. Dokter Umum Poli Senin s/d Jumat 07.00 Wib s/d 13.00 Wib

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 4 / 31


BAB III
VISI, MISI, MOTTO & FASLASAH

3.1 VISI, MISI, MOTTO & FALSAFAH


Visi Rumah Sakit Umum Daha Husada :
“menjadi Rumah Sakit Yang Bermutu Dan Terjangkau”

Misi Rumah Sakit Umum Daha Husada :


1. Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Mutu Pelayanan Kesehatan yang
Terjangkau dan Paripurna
2. Meningkatkan jejaring kemitraan dengan institusi kesehatan, Pendidikan, dan
Penelitian.
3. Mewujudkan Tata Kelola Rumah Sakit yang Profesional, Akuntabel dan
Transparan.

Motto Rumah Sakit Umum Daha Husada :


“ Melayani dengan Sepenuh Hati ”
Falsafah
Budaya pelayanan prima (customer service oriented), disiplin, tertib & profesional
1. Budaya Pelayanan prima yaitu suatu sikap karyawan/pegawai dan manajemen
rumah sakit yang mengutamakan kepuasan pelanggan yaitu di upayakan
dengan adanya pendekatan sikap yang berkaitan dengan kepedulian terhadap
pelanggan, upaya melayani dengan berorientasi pada standart layanan yang
telah ditentukan. Untuk mencapai pelayanan yang prima maka perlu adanya
kedisiplinan, tertib dan profesional.
2. Disiplin dalam arti taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya,
melakukan pekerjaan tertentu dengan penuh tanggung jawab.
3. Tertib dan profesional dalam arti kemampuan dan ketrampilan seseorang
dalam melaksanakan tugas pekerjaan dengan efektif dan efisien.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 5 / 31


BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT UMUM DAHA HUSADA

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 6 / 31


BAB V
STRUKTUR ORGANISASI UNIT

Gambar. Struktur dan Kedudukan Komite Keperawatan

KEPALA/DIREKTUR
RUMAH SAKIT

KOMITE KOMITE Kasie Kasie Litbang Ka Sub Bag


MEDIS KEPERAWATAN Yanmed dan UKM TU

SUBKOMITE SUBKOMITE SUBKOMITE ETIK


KREDENSIAL MUTU PROFESI DAN DISIPLIN

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 7 / 31


BAB VI URAIAN JABATAN
URAIAN TUGAS DAN KOMPETENSI JABATAN

(1) Komite Keperawatan mempunyai fungsi meningkatkan profesionalisme tenaga


keperawatan yang bekerja di Rumah Sakit dengan cara:
a. Melakukan Kredensial bagi seluruh tenaga keperawatan yang akan
melakukan pelayanan keperawatan dan kebidanan di Rumah Sakit;
b. Memelihara mutu profesi tenaga keperawatan; dan
c. Menjaga disiplin, etika, dan perilaku profesi perawat dan bidan.

(2) Dalam melaksanakan fungsi Kredensial, Komite Keperawatan memiliki tugas


sebagai berikut:
a. Menyusun daftar rincian Kewenangan Klinis dan Buku Putih;
b. Melakukan verifikasi persyaratan Kredensial;
c. Merekomendasikan Kewenangan Klinis tenaga keperawatan;
d. Merekomendasikan pemulihan Kewenangan Klinis;
e. Melakukan Kredensial ulang secara berkala sesuai waktu yang ditetapkan;
f. Melaporkan seluruh proses Kredensial kepada Ketua Komite Keperawatan
untuk diteruskan kepada kepala/direktur Rumah Sakit;

(3) Dalam melaksanakan fungsi memelihara mutu profesi, Komite Keperawatan


memiliki tugas sebagai berikut:
a. Menyusun data dasar profil tenaga keperawatan sesuai area praktik;
b. Merekomendasikan perencanaan pengembangan profesional
berkelanjutan tenaga keperawatan;
c. Melakukan audit keperawatan dan kebidanan; dan
d. Memfasilitasi proses pendampingan sesuai kebutuhan.

(4) Dalam melaksanakan fungsi menjaga disiplin dan etika profesi tenaga
keperawatan, Komite Keperawatan memiliki tugas sebagai berikut:
a. Melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga keperawatan;
b. Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan;

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 8 / 31


c. Merekomendasikan penyelesaian masalah pelanggaran disiplin dan
masalah etik dalam kehidupan profesi dan pelayanan asuhan keperawatan
dan kebidanan;
d. Merekomendasikan pencabutan Kewenangan Klinis; dan
e. Memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan etis dalam asuhan
keperawatan dan kebidanan.
(5) Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Komite Keperawatan berwenang:
a. Memberikan rekomendasi rincian Kewenangan Klinis;
b. Memberikan rekomendasi perubahan rincian Kewenangan Klinis;
c. Memberikan rekomendasi penolakan Kewenangan Klinis tertentu;
d. Memberikan rekomendasi surat Penugasan Klinis yang berupa Surat
penugasan Kerja Klinis (SPKK);
e. Memberikan rekomendasi tindak lanjut audit keperawatan dan kebidanan;
f. Memberikan rekomendasi pendidikan keperawatan dan pendidikan
kebidanan berkelanjutan; dan
g. Memberikan rekomendasi pendampingan dan memberikan rekomendasi
pemberian tindakan disiplin.

A. URAIAN TUGAS SUBKOMITE KEPERAWATAN


(1) SUBKOMITE KREDENSIAL
Proses Kredensial menjamin tenaga keperawatan kompeten dalam memberikan
pelayanan keperawatan dan kebidanan kepada pasien sesuai dengan standar
profesi. Proses Kredensial mencakup tahapan review, verifikasi dan evaluasi
terhadap dokumen-dokumen yang berhubungan dengan kinerja tenaga
keperawatan.
Berdasarkan hasil proses Kredensial, Komite Keperawatan merekomendasikan
kepada Direktur Rumah Sakit untuk menetapkan Penugasan Klinis yang akan
diberikan kepada tenaga keperawatan berupa Surat Penugasan Kerja Klinis
(SPKK). Penugasan Klinis tersebut berupa daftar Kewenangan Klinis yang
diberikan oleh direktur Rumah Sakit kepada tenaga keperawatan untuk melakukan

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 9 / 31


asuhan keperawatan atau asuhan kebidanan dalam lingkungan Rumah Sakit untuk
suatu periode tertentu.

1. Tujuan
a. Memberi kejelasan Kewenangan Klinis bagi setiap tenaga keperawatan;
b. Melindungi keselamatan pasien dengan menjamin bahwa tenaga
keperawatan yang memberikan asuhan keperawatan dan kebidanan
memiliki kompetensi dan Kewenangan Klinis yang jelas;
c. Pengakuan dan penghargaan terhadap tenaga keperawatan yang berada
di semua level pelayanan.
2. Tugas
Tugas sub komite Kredensial adalah:
a. Menyusun daftar rincian Kewenangan Klinis;
b. Menyusun buku putih (white paper) yang merupakan dokumen persyaratan
terkait kompetensi yang dibutuhkan melakukan setiap jenis pelayanan
keperawatan dan kebidanan sesuai dengan standar kompetensinya. Buku
putih disusun oleh Komite Keperawatan dengan melibatkan Mitra Bestari
(peer group) dari berbagai unsur organisasi profesi keperawatan dan
kebidanan, kolegium keperawatan, unsur pendidikan tinggi keperawatan
dan kebidanan;
c. Menerima hasil verifikasi persyaratan Kredensial dari bagian SDM meliputi:
1) Ijazah;
2) Surat Tanda Registrasi (STR);
3) Sertifikat kompetensi;
4) Logbook yang berisi uraian capaian kinerja;
5) Surat penyataan telah menyelesaikan program orientasi Rumah Sakit
atau orientasi di unit tertentu bagi tenaga keperawatan baru;
6) Surat hasil pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan.
d. Merekomendasikan tahapan proses Kredensial:
1) Perawat dan/atau bidan mengajukan permohonan untuk memperoleh
Kewenangan Klinis kepada Ketua Komite Keperawatan;

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 10 / 31


2) Ketua Komite Keperawatan menugaskan Subkomite Kredensial untuk
melakukan proses Kredensial (dapat dilakukan secara individu atau
kelompok);
3) Sub komite membentuk panitia adhoc untuk melakukan review, verifikasi
dan evaluasi dengan berbagai metode: porto folio, asesmen kompetensi;
4) Sub komite memberikan laporan hasil Kredensial sebagai bahan rapat
menentukan Kewenangan Klinis bagi setiap tenaga keperawatan.
e. Merekomendasikan pemulihan Kewenangan Klinis bagi setiap tenaga
keperawatan.
f. Melakukan Kredensial ulang secara berkala sesuai waktu yang ditetapkan.
g. Sub komite membuat laporan seluruh proses Kredensial kepada Ketua
Komite Keperawatan untuk diteruskan ke direkturRumah Sakit.
3. Kewenangan
Sub komite Kredensial mempunyai kewenangan memberikan rekomendasi
rincian Kewenangan Klinis untuk memperoleh SPKK (clinical appointment).

4. Mekanisme Kerja
Untuk melaksanakan tugas sub komite Kredensial, maka ditetapkan
mekanisme sebagai berikut:

a. Mempersiapkan Kewenangan Klinis mencakup kompetensi sesuai area


praktik yang ditetapkan oleh rumah sakit;
b. Menyusun Kewenangan Klinis dengan kriteria sesuai dengan persyaratan
Kredensial dimaksud;
c. Melakukan assesmen Kewenangan Klinis dengan berbagai metode yang
disepakati;
d. Memberikan laporan hasil Kredensial sebagai bahan rekomendasi
memperoleh Penugasan Klinis dari direktur Rumah Sakit;
e. Memberikan rekomendasi Kewenangan Klinis untuk memperoleh
Penugasan Klinis dari direktur Rumah Sakit dengan cara:
1) Tenaga keperawatan mengajukan permohonan untuk memperoleh
Kewenangan Klinis kepada Ketua Komite Keperawatan;

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 11 / 31


2) Ketua Komite Keperawatan menugaskan sub komite Kredensial untuk
melakukan proses Kredensial (dapat dilakukan secara individu atau
kelompok);
3) Sub komite melakukan review, verifikasi dan evaluasi dengan berbagai
metode: porto folio, asesmen kompetensi;
4) Sub komite memberikan laporan hasil Kredensial sebagai bahan rapat
menentukan Kewenangan Klinis bagi setiap tenaga keperawatan.
f. Melakukan pembinaan dan pemulihan Kewenangan Klinis secara berkala;
g. Melakukan Kredensial ulang secara berkala sesuai waktu yang di tetapkan.

(2) SUBKOMITE MUTU PROFESI


Dalam rangka menjamin kualitas pelayanan/asuhan keperawatan dan
kebidanan, maka tenaga keperawatan sebagai pemberi pelayanan harus
memiliki kompetensi, etis dan peka budaya. Mutu profesi tenaga keperawatan
harus selalu ditingkatkan melalui program pengembangan profesional
berkelanjutan yang disusun secara sistematis, terarah dan terpola/terstruktur.
Mutu profesi tenaga keperawatan harus selalu ditingkatkan secara terus
menerus sesuai perkembangan masalah kesehatan, ilmu pengetahuan dna
teknologi, perubahan standar profesi, standar pelayanan serta hasil-hasil
penelitian terbaru.
Kemampuan dan keinginan untuk meningkatkan mutu profesi tenaga
keperawatan di Rumah Sakit masih rendah, disebabkan karena beberapa hal
antara lain: kemauan belajar rendah, belum terbiasa melatih berpikir kritis dan
reflektif, beban kerja berat sehingga tidak memiliki waktu, fasilitas-sarana
terbatas, belum berkembangnya sistem pendidikan berkelanjutan bagi tenaga
keperawatan.
Berbagai cara dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu profesi tenaga
keperawatan antara lain audit, diskusi, refleksi diskusi kasus, studi kasus,
seminar/simposium serta pelatihan, baik dilakukan di dalam maupun di luar
rumah sakit.
Mutu profesi yang tinggi akan meningkatkan percaya diri, kemampuan
mengambil keputusan klinik dengan tepat, mengurangi angka kesalahan dalam

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 12 / 31


pelayanan keperawatan dan kebidanan. Akhirnya meningkatkan tingkat
kepercayaan pasien terhadap tenaga keperawatan dalam pemberian pelayanan
keperawatan dan kebidanan.
1. Tujuan
Memastikan mutu profesi tenaga keperawatan sehingga dapat memberikan
asuhan keperawatan dan kebidanan yang berorientasi kepada
keselamatan pasien sesuai kewenangannya.

2. Tugas
Tugas sub komite mutu profesi adalah:

a. Menyusun data dasar profil tenaga keperawatan sesuai area praktik;


b. Merekomendasikan perencanaan pengembangan profesional
berkelanjutan tenaga keperawatan;
c. Melakukan audit asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan;
d. Memfasilitasi proses pendampingan sesuai kebutuhan.
3. Kewenangan
Subkomite mutu profesi mempunyai kewenangan memberikan
rekomendasi tindak lanjut audit keperawatan dan kebidanan, pendidikan
keperawatan dan kebidanan berkelanjutan serta pendampingan.

4. Mekanisme kerja
Untuk melaksanakan tugas subkomite mutu profesi, maka ditetapkan
mekanisme sebagai berikut:

a. Koordinasi dengan bidang keperawatan untuk memperoleh data dasar


tentang profil tenaga keperawatan di RS sesuai area praktiknya
berdasarkan jenjang karir;
b. Mengidentifikasi kesenjangan kompetensi yang berasal dari data
subkomite Kredensial sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi dan perubahan standar profesi. Hal tersebut menjadi dasar
perencanaan pengembangan professional berkelanjutan (Continuiting
Professional Deelopment / CPD).
c. Merekomendasikan perencanaan CPD kepada unit yang berwenang;

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 13 / 31


d. Koordinasi dengan praktisi tenaga keperawatan dalam melakukan
pendampingan sesuai kebutuhan;
e. Melakukan audit keperawatan dan kebidanan dengan cara:
1) Pemilihan topik yang akan dilakukan audit;
2) Penetapan standar dan kriteria;
3) Penetapan jumlah kasus/sampel yang akan diaudit;
4) Membandingkan standar/kriteria dengan pelaksanaan
pelayanan;
5) Melakukan analisis kasus yang tidak sesuai standar dan kriteria;
6) Menerapkan perbaikan;
7) Rencana reaudit.
f. Menyusun laporan kegiatan subkomite untuk disampaikan kepada
Ketua Komite Keperawatan.

(3) SUBKOMITE ETIK DAN DISIPLIN PROFESI


Setiap tenaga keperawatan harus memiliki disiplin profesi yang tinggi dalam
memberikan asuhan keperawatan dan kebidanan dan menerapkan etika profesi
dalam praktiknya. Profesionalisme tenaga keperawatan dapat ditingkatkan
dengan melakukan pembinaan dan penegakan disiplin profesi serta penguatan
nilai-nilai etik dalam kehidupan profesi.

Nilai etik sangat diperlukan bagi tenaga keperawatan sebagai landasan dalam
memberikan pelayanan yang manusiawi berpusat pada pasien. Prinsip “caring”
merupakan inti pelayanan yang diberikan oleh tenaga keperawatan. Pelanggaran
terhadap standar pelayanan, disiplin profesi keperawatan dan kebidanan hampir
selalu dimulai dari pelanggaran nilai moral-etik yang akhirnya akan merugikan
pasien dan masyarakat.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pelanggaran atau timbulnya masalah etik


antara lain tingginya beban kerja tenaga keperawatan, ketidakjelasan
Kewenangan Klinis, menghadapi pasien gawat-kritis dengan kompetensi yang
rendah serta pelayanan yang sudah mulai berorientasi pada bisnis.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 14 / 31


Kemampuan praktik yang etis hanya merupakan kemampuan yang dipelajari
pada saat di masa studi/pendidikan, belum merupakan hal yang penting dipelajari
dan diimplementasikan dalam praktik.

Berdasarkan hal tersebut, penegakan disiplin profesi dan pembinaan etika


profesi perlu dilakukan secara terencana, terarah dan dengan semangat yang
tinggi sehingga pelayanan keperawatan dan kebidanan yang diberikan benar-
benar menjamin pasien akan aman dan mendapat kepuasan.

Subkomite etik dan disiplin profesi bertujuan:

a. Agar tenaga keperawatan menerapkan prinsip-prinsip etik dalam


memberikan asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan;
b. Melindungi pasien dari pelayanan yang diberikan oleh tenaga
keperawatan yang tidak profesional;
c. Memelihara dan meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan.
1. Tugas
a. Melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga keperawatan;
b. Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan;
c. Melakukan penegakan disiplin profesi keperawatan dan kebidanan;
d. Merekomendasikan penyelesaian masalah-masalah pelanggaran
disiplin dan masalah-masalah etik dalam kehidupan profesi dan
asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan;
e. Merekomendasikan pencabutan Kewenangan Klinis dan/atau surat
Penugasan Klinis (clinical appointment);
f. Memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan etis dalam
asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan.
2. Kewenangan
Subkomite etik dan disiplin profesi mempunyai kewenangan memberikan
usul rekomendasi pencabutan Kewenangan Klinis (clinical privilege)
tertentu, memberikan rekomendasi perubahan/modifikasi rincian
Kewenangan Klinis (delineation of clinical privilege), serta memberikan
rekomendasi pemberian tindakan disiplin.
3. Mekanisme kerja
a. Melakukan prosedur penegakan disiplin profesi dengan tahapan:

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 15 / 31


1) Mengidentifikasi sumber laporan kejadian pelanggaran etik dan
disiplin di dalam rumah sakit;
2) Melakukan telaah atas laporan kejadian pelanggaran etik dan
disiplin profesi.
b. Membuat keputusan. Pengambilan keputusan pelanggaran etik
profesi dilakukan dengan melibatkan panitia Adhoc.
c. Melakukan tindak lanjut keputusan berupa:
1) Pelanggaran etik direkomendasikan kepada organisasi profesi
keperawatan dan kebidanan di Rumah Sakit melalui Ketua
Komite;
2) Pelanggaran disiplin profesi diteruskan kepada direktur medik
dan keperawatan/direktur keperawatan melalui Ketua Komite
Keperawatan;
3) Rekomendasi pencabutan Kewenangan Klinis diusulkan kepada
Ketua Komite Keperawatan untuk diteruskan kepada
direkturRumah Sakit.
d. Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan,
meliputi:
1) Pembinaan ini dilakukan secara terus menerus melekat dalam
pelaksanaan praktik keperawatan dan kebidanan sehari-hari.
2) Menyusun program pembinaan, mencakup jadwal, materi/topik
dan metode serta evaluasi.
3) Metode pembinaan dapat berupa diskusi, ceramah, lokakarya,
“coaching”, simposium, “bedside teaching”, diskusi refleksi kasus
dan lain-lain disesuaikan dengan lingkup pembinaan dan sumber
yang tersedia.
e. Menyusun laporan kegiatan sub komite untuk disampaikan kepada
Ketua Komite Keperawatan.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 16 / 31


BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

Hubungan kerja keanggotaan Komite Keperawatan yang ada di RSU Daha Husada
Kediri adalah :

(1) Semua pelayanan keperawatan dilakukan oleh setiap staf keperawatan di Rumah Sakit
berdasarkan surat penugasan kerja klinis dari Direktur RSU Daha Husada Kediri.
(2) Dalam keadaan kegawatdaruratan staf keperawatan dapat diberikan penugasan kerja
klinis untuk melakukan asuhan keperawatan di luar kewenangan klinis yang dimiliki,
sepanjang yang bersangkutan memiliki kemampuan untuk melakukannya.
(3) Dalam melaksanakan tugas, wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan
sinkronisasi baik di lingkungannya maupun denganstaf keperawatan fungsional lain atau
instansi lain yang terkait.
(4) Untuk menangani pelayanan keperawatan tertentu, Direktur RSU Daha Husada
Kediri dapat membentuk panitia atau kelompok kerja.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 17 / 31


BAB VIII POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI


KOMITE KEPERAWATAN DI RSU DAHA HUSADA KEDIRI

Nama Kualifikasi
No Pengalaman Kerja
Jabatan Formal Sertifikat
1 Ketua Komite Pendidikan 1. Menejemen • Pengalaman kerja 5
Keperawatan Sarjana keperawatan tahun
Keperawatan 2. Pembimbing • Mampu
Klinik mengembangkan
keperawatan pelayanan
keperawatan.
• Mempunyai
semangat
profesionalisme
• Reputasi baik
2 Sekertaris Pendidikan 1. Menejemen • Pengalaman kerja 3
Komite Sarjana keperawatan tahun
Keperawatan Keperawatan 2. Pembimbing • Mempunyai
/ Pendidikan klinik semangat
D-III keperawatan profesionalisme
Keperawatan • Reputasi baik
3 Sub Komite Pendidikan 1. Menejemen • Pengalaman kerja 2
Kredensial Sarjana keperawatan tahun
Keperawatan 2. Pembimbing • Mempunyai
/ Pendidikan Klinik semangat
D-III keperawatan profesionalisme
Keperawatan • Reputasi baik
4 Sub Komite Pendidikan 1. Menejemen • Pengalaman kerja 2
peningkatan Sarjana keperawatan tahun
Mutu Keperawatan 2. Pembimbing • Mempunyai
Pelayanan / Pendidikan Klinik semangat
D-III keperawatan profesionalisme
Keperawatan • Reputasi baik
5 Sub Komite Pendidikan Pengalaman • Pengalaman kerja 2
Disiplin Etik Sarjana aktif dalam tahun
Dan profesi Keperawatan kegiatan profesi • Mempunyai
/ Pendidikan (PPNI) semangat
D-III profesionalisme
Keperawatan • Reputasi baik

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 18 / 31


BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

Orientasi merupakan kegiatan pengenalan mengenai Komite


Keperawatan di rumah sakit yang meliputi tentang penyelenggaraan Komite
Keperawatan, susunan organisasi, tata kerja serta prosedur tetap di Komite
Keperawatan. Kegiatan orientasi tentang Komite Keperawatan:
1. Sasaran orientasi Komite Keperawatan
1) Calon tenaga keperawatan di Rumah Sakit Umum Daha Husada Kediri.
2) Tenaga Keperawatan Kontrak Khusus di Rumah Sakit Umum Daha Husada
Kediri.
2. Tanggung Jawab
1) Direktur Rumah Sakit Umum Daha Husada Kediri bertanggung jawab untuk
menyediakan sarana, prasarana bagi program orientasi.
2) Ketua Komite Keperawatan bertanggung jawab untuk membuat usulan
tentang materi, waktu pelaksanaan, metode dan biaya yang berhubungan
dengan program orientasi.
3. Tujuan
1) Agar calon tenaga keperawatan di rumah sakit mengetahui / memahami
falsafah dan tujuan serta penyelenggaraan Komite Keperawatan
2) Mengetahui Struktur Organisasi dan Tata Kerja di Komite Keperawatan
3) Mengetahui dan memahami Prosedur Kerja di Komite Keperawatan
4. Metode
1) Ceramah, tanya jawab.
2) Melihat langsung pelaksanaan kegiatan Komite Keperawatan.
5. Waktu
Waktu kegiatan orientasi disesuaikan dengan jadwal orientasi bagi pegawai baru di
rumah sakit dan jadwal tenaga praktik/magang di rumah sakit.
6. Alokasi biaya
Biaya disesuaikan dan dibebankan pada anggaran Rumah Sakit Umum Daha
Husada Kediri dan direncanakan dalam RAPB RSU Daha Husada Kediri.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 19 / 31


BAB X
PERTEMUAN/ RAPAT

Rapat merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang memiliki
kepentingan dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau memecahkan suatu
masalah tertentu .

Tujuan umum :
Membantu terselenggaranya program kerja Komite Keperawatan yang ada di RSU
Daha Husada Kediri.
Tujuan khusus :
1. Dapat menggali segala permasalahan yang terkait dengan program kerja Komite
Keperawatan
2. Dapat mencari jalan keluar atau pemecahan permasalahan yang terkait dengan
program kerja Komite Keperawatan guna peningkatan mutu pelayanan rumah
sakit.

Penyelenggaraan rapat :
(1) Rapat Komite Keperawatan adalah rapat yang diselenggarakan oleh Komite
Keperawatan untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan keprofesian tenaga
keperawatan sesuai tugas dan kewajibannya.
(2) Rapat Komite Keperawatan terdiri dari rapat rutin, rapat dengan Kepala Seksi
Pelayanan Medis, dan rapat khusus.
(3) Peserta rapat Komite Keperawatan selain Anggota Komite Keperawatan, apabila
diperlukan dapat juga dihadiri oleh pihak lain yang terkait dengan agenda rapat, baik
internal maupun eksternal Rumah Sakit yang ditentukan oleh Komite Keperawatan.
(4) Setiap rapat Komite Keperawatan dibuat notulen rapat.

Jenis pertemuan atau rapat di keanggotaan Komite Keperawatan :


1. Rapat rutin
- Rapat rutin diselenggarakan terjadual paling sedikit 1(satu) kali dalam 3 (tiga) bulan
dengan interval yang tetap pada waktu dan tempat yang ditetapkan oleh Komite
Keperawatan;

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 20 / 31


- Rapat rutin merupakan rapat koordinasi untuk mendiskusikan, melakukan
klarifikasi,
mencari alternatif solusi berbagai masalah pelayanan keperawatan dan membuat
usulan tentang kebijakan pelayanan keperawatan;
- Notulen rapat rutin disampaikan pada setiap penyelenggaraan rapat rutin berikutnya
2) Rapat Komite Keperawatan dengan Kepala Seksi Pelayanan Medis:
- Rapat dengan Kepala Seksi Pelayanan Medis diselenggarakan terjadual paling
sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun dengan waktu dan
tempat yang ditetapkan oleh Kepala Seksi Pelayanan Medis;
- Rapat bertujuan untuk menginternalisasikan kebijakan dan peraturan-peraturan
yang berhubungan dengan profesi dan pelayanan keperawatan, mendiskusikan
berbagai masalah pelayanan keperawatan, sumber daya manusia, sarana dan
prasarana, keuangan serta menampung usulan tentang kebijakan pelayanan
keperawatan;
- Risalah rapat dengan Kepala Seksi Pelayanan Medis disampaikan pada setiap
penyelenggaraan rapat dengan Kepala Seksi Pelayanan Medis berikutnya.
3) Rapat khusus Komite Keperawatan:
- Rapat khusus diselenggarakan atas permintaan yang ditandatangani oleh paling
sedikit 3 (tiga) orang anggota Komite Keperawatan;
- Rapat khusus bertujuan untuk membahas masalah mendesak/penting yang segera
memerlukan penetapan/keputusan Direktur RSU Daha Husada Kediri;
- Undangan rapat khusus disampaikan oleh Sekretaris Komite Keperawatan kepada
peserta rapat melalui telepon sebelum rapat diselenggarakan, dengan memberitahukan
agenda rapat.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 21 / 31


BAB XI
PELAPORAN

A. Monitoring
Monitoring kegiatan komite keperawatan dilakukan oleh Ketua Komite.
B. Evaluasi
1. Evaluasi program kerja komite keperawatan dilakukan oleh Ketua Komite
dengan frekuensi minimal setiap 6 bulan
2. Analisa evaluasi program kerja komite keperawatan oleh Komite Keperawatan
setiap 1 tahun
C. Laporan
Prinsip pelaporan mutu pelayanan keperawatan :
1. Laporan kegiatan komite keperawatan dilaporkan oleh komite keperawatan
2. Laporan dibuat sistematik, singkat, tepat waktu dan informative.
3. Laporan dibuat dalam bentuk grafik atau table (bila perlu)
4. Laporan dibuat semester dan tahunan.
5. Laporan disertai analisis masalah dan rekomendasi penyelesaian.
6. Laporan dipresentasikan dalam bentuk rapat koordinasi dengan pimpinan.

Tujuan diseminasi agar pihak terkait dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk
menetapkan strategi selanjutnya. Laporan disampaikan pada seluruh anggota
komite, keperawatan, pimpinan rumah sakit, ruangan atau unit terkait.

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 22 / 31


BAB XII
PENUTUP

Demikian Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan RSU Daha Husada


Kediri ini dibuat dalam rangka upaya memenuhi segala peraturan undang-undang
yang berlaku di rumah sakit , khususnya RSU Daha Husada Kediri sesuai dengan
kondisi dan kemampuan yang dimilikinya.

Dalam penyusunan Pedoman Pengorganisasi Komite Keperawatan ini kami


menyadari masih banyak kekurangan sehingga kami sangat membutuhkan usulan
perbaikan . Kami juga mohon semua dukungan demi keberhasilan seluruh program
dalam pedoman ini demi tercapai visi, misi, moto dan tujuan RSU Daha Husada Kediri
yang kita cintai. Amin.

Mengetahui
DIREKTUR RSU DAHA HUSADA

dr. YUNIHAN GUSTAM, M.MKes


Pembina
NIP. 19630628 199003 1 003

Pedoman Pengorganisasian Komite Keperawatan 23 / 31


LEMBAR PENGESAHAN

1. JUDUL : PEDOMAN PENGORGANISASIAN KOMITE


KEPERAWATAN
2. PENYUSUN : KUSTIAN ANJAR SETYO BS, A.Md.Kep
3. PENELAAH DOKUMEN : dr. DARWAN TRIYONO
4. NAMA INSTITUSI : RUMAH SAKIT UMUM DAHA HUSADA KEDIRI
Jl. Veteran no 48 Kediri

Ditetapkan di : KEDIRI
Pada tanggal : 16 Januari 2019

DIREKTUR RSU DAHA HUSADA

dr. YUNIHAN GUSTAM, M.MKes


Pembina
NIP. 19630628 199003 1 003