Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM 3 KARTOGRAFI

ACARA III

PEMBUATAN PETA KEPENDUDUKAN I

Dosen Pengampu:

1. Dedy Miswar, S.Si., M.Pd.


2. Listumbinang H.,S.Si.,M.Sc.

Disusun Oleh:

Intan Permata Sari ( 1813034005 )

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

2019
1. Tujuan:

Setelah praktikum pertemuan ketiga ini diharapkan agar mahasiswa dapat:

1. Mahasiswa dapat mengklasifikasi data statistik kependudukan


2. Mahasiswa dapat membuat 50% peta tematik kependudukan

2. Alat dan Bahan:

Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah:

1. Peta RBI atau Topografi atau peta yang ada pada data statistik
2. Laptop/PC
3. Data statistik
4. Aplikasi Corel Draw

3. Tinjauan Referensi:
a. Definisi Peta Tematik

Peta tematik merupakan peta yang mempunyai tema tertentu. Peta tematik
menggambarkan kenampakan, informasi, atau data yang bersifat kualitatif dan
atau kuantitatif, kaitannya dengan unsur atau detail-detail topografi yang spesifik
sesuai dengan tema peta. Pada umumnya detail-detail topografi tidak digambarkan
secara lengkap tetapi hanya berlaku sebagai unsur penunjang data-data khusus
yang disesuai dengan tema peta tematik yang dibuat.

Data-data yang digunakan dalam peta tematik dapat diperoleh dan hasil
survei lapangan secara langsung (sebagai data primer) maupun data-data statistik
(data sekunder). Pembahasan tentang isi peta tematik akan dikemukakan lebih
lanjut pada bab empat, pada bab ini memaparkan tentang komponen dan
komposisi peta tematik saja.

Komponen peta tematik merupakan informasi tepi peta, meliputi judul


peta, skala peta, orientasi peta, garis tepi peta, letak koordinat, sumber peta, inset
peta, dan legenda peta. Biasanya komponen peta tematik ini diatur sedemikian
rupa sebagai komposisi atau tata letak peta tematik yang telah dibahas pada bab
dua, dengan memperhatikan aspek selaras, serasi, seimbang atau disingkat aspek
3S.

b. Definisi Data Kependudukan

Data kependudukan adalah segala tampilan data penduduk dalam bentuk


resmi maupun tidak resmi yang diterbitkan oleh badan-badan pencatatan
kependudukan (pemerintah maupun non pemerintah), dalam berbagai bentuk baik
angka, grafik, gambar dan lain lain.

Secara khusus UU No.24 Tahun 2013 pasal 1 point 9 menyebutkan bahwa


data kependudukan adalah data perseorangan dan/atau data agregat yang
terstruktur sebagai hasil dari kegiatan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.
Dalam UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, data
dikelompokkan menjadi :

1. Data Pribadi adalah data perseorangan tertentu yang disimpan, dirawat,


dan dijaga kebenaran serta dilindungi kerahasiaannya (pasal 1 point 22).

2. Database adalah kumpulan berbagai jenis data kependudukan yang


tersimpan secara sistematik, terstruktur dan saling berhubungan dengan
menggunakan perangkat lunak, perangkat keras dan jaringan komunikasi
data (pasal 1 point 29 PP No. 37 Tahun 2007).

3. Data Kependudukan adalah data perseorangan atau data agregat yang


terstruktur sebagai hasil kegiatan pendaftaran penduduk dan pencatatan
sipil.

Data perseorangan menurut UU No. 24 Tahun 2013, pasal 58 ayat 2,


meliputi nomor Kartu Keluarga; Nomor Induk Kependudukan; nama lengkap;
jenis kelamin; tempat lahir; tanggal/bulan/tahun lahir; golongan darah;
agama/kepercayaan; status perkawinan; status hubungan dalam keluarga; cacat
fisik dan/atau mental; pendidikan terakhir; jenis pekerjaan; NIK ibu kandung;
nama ibu kandung; NIK ayah; nama ayah; alamat sebelumnya; alamat sekarang;
kepemilikan akta kelahiran/surat kenal lahir; nomor akta kelahiran/nomor surat
kenal lahir; kepemilikan akta perkawinan/buku nikah; nomor akta
perkawinan/buku nikah; tanggal perkawinan; kepemilikan akta perceraian; nomor
akta perceraian/surat cerai; tanggal perceraian; sidik jari; iris mata; tanda tangan;
dan elemen data lainnya yang merupakan aib seseorang.

4. Data agregat adalah kumpulan data tentang peristiwa kependudukan,


peristiwa penting, jenis kelamin, kelompok usia, agama, pendidikan, dan
pekerjaan (penjelasan pasal 58 ayat 3 UU No. 24 Tahun 2013).

Data kependudukan yang dihimpun dari pendaftaran penduduk dan pencatatan


sipil menjadi data agregat penduduk yang meliputi himpunan data perseorangan
berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data Kependudukan tersebut digunakan
untuk semua keperluan berasal dari Kementerian Dalam Negeri (pasal 58 UU No.
24 Tahun 2013), antara lain dimanfaatkan untuk :

a. Pelayanan publik antara lain untuk penerbitan surat izin mengemudi, izin
usaha, pelayanan wajib pajak, pelayanan perbankan, pelayanan penerbitan
sertifikat tanah, asuransi, jaminan kesehatan masyarakat, dan jaminan sosial
tenaga kerja.

b.Perencanaan pembangunan yakni untuk perencanaan pembangunan


nasional, perencanaan pendidikan, perencanaan kesehatan, perencanaan
tenaga kerja, dan pengentasan masyarakat dari kemiskinan.

c.Alokasi anggaran meliputi penentuan Dana Alokasi Umum (DAU) dan


perhitungan potensi perpajakan.

d. Pembangunan demokrasi yaitu penyiapan Data Agregat Kependudukan per


kecamatan (DAK2) dan penyiapan data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu
(DP4).

e. Penegakan hukum dan pencegahan kriminal antara lain untuk memudahkan


pelacakan pelaku kriminal, mencegah perdagangan orang dan mencegah
pengiriman tenaga kerja illegal.

c. Syarat-syarat Pembuatan Peta


Peta bisa dikatakan bagus, jika pada peta tersebut memenuhi syarat – syarat
peta sebagai berikut:

1. Ekuivalen

Maksudnya ialah gambaran untuk bidang maupun daerah yang ada pada peta
jika sudah dihitung dengan skalanya maka akan sama dengan keadaan yang
aslinya atau sama dengan di lapangan.

2. Ekuidistan

Maksudnya ialah jarak yang ada pada peta jika dikalikan dengan skala pada
peta akan sama dengan jarak yang ada di lapangan atau jarak aslinya.

3. Conform

Maksudnya ialah bentuk dari peta yang dibuat juga harus sama dan sebangun
dengan yang aslinya atau sama dengan yang ada di lapangannya.

4. Langkah Kerja Praktikum

Langkah kerja yang dilakukan dalam praktikum adalah sebagai berikut:

1. Buka applikasi corel draw pda pc/laptop anda


2. Ambil peta administrasi atau peta yang telah ada pada data statistik.
3. Kemudian import peta administrasi ke dalam applikasi corel draw
4. Mulailah membuat sketsa peta tersebut sesuai dengan peta aslinya
5. Selanjutnya berilah warna dan nama per wilayah pada peta tersebut
6. Buatlah garis tepi,koordinat, dan legenda sesuai dengan komponen-
komponen peta yang ada
7. Lalu masukan data BPS tentang kependudukan dalam peta anda
8. Setelah selesai janganlah lupa simpan peta tersebut ke dalam folder anda
dalam bentuk JPG

5. Hasil
Hasil praktikum ini berupa peta tematik kependudukan.

1. Peta Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun 2010-2018 dan 2017-2018


2. Peta Kepadatan Penduduk per km2 Kabupaten Pingsewu tahun 2018
3. Peta Persentase Penduduk Kabupaten Pringsewu tahun 2010 dan 2018

6. Pembahasan

Hasil praktikum membuat peta tematik pada praktikum kali ini saya membuat
Peta Laju Petumbuhan Penduduk Kabupaten Pringsewu per Tahun 2010-2018 dan
2017-2018, Peta Kepadatan Penduduk per km2 Kabupaten Pingsewu tahun 2018,
dan Peta Persentase Penduduk Kabupaten Pringsewu tahun 2010 dan 2018.

a. Data Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun 2010-2018 dan 2017-2018

NO KECAMATAN Laju Petumbuhan Laju Petumbuhan


Penduduk per Tahun Penduduk per Tahun
2010-2018 2017-2018
1. Pardasuka 1,06 0,89
2. Ambaraa 0,92 0,75
3. Pagelaran 0,65 0,49
4. Pagelaran Utara 1,16 0,99
5. Pringsewu 1,21 1,05
6. Gadingrejo 0,86 0,70
7. Sukoharjo 1,19 1,03
8. Banyumas 1,19 1,03
9. Adiluwih 0.,92 0,75

Laju pertumbuhan penduduk adalah angka yang menunjukan kecepatan


pertumbuhan penduduk dalam bentuk angka setiap dalam kurun waktu tertentu.
Yang dimaksud dengan pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan antara
faktor-faktor demografi yang mempengaruhi perubahan jumlah penduduk baik
berkurang atau bertambah, yang terjadi disuatu daerah. Pertumbuhan penduduk
dipengaruhi oleh faktor fertilitas ( kelahiran), kelahiran (mortalitas) dan
perpindahan peduduk baik masuk atau keluar suatu wilayah (migrasi). Jumlah
penduduk bertambah karena adanya kelahiran dan migrasi masuk, sedangkan
jumlah penduduk berkurang karena adanya kematian dan migrasi keluar (Faqih,
2010).

Menurut pendapat Faqih (2010), pertumbuhan penduduk merupakan


keseimbangan antara faktor-faktor demografi yang mempengaruhi bertambah dan
berkurangnya jumlah penduduk. Secara berkala penduduk bertambah karena
adanya kelahiran, dan secara bersamaan penduduk akan berkurang akibat adanya
kematian penduduk. Masuknya penduduk ke suatu daerah tujuan dan perpindahan
penduduk keluar dari daerah asal juga menyebabkan bertambah atau
berkurangnya penduduk di suatu daerah.

Tingginya pertumbuhan penduduk memang menjadi salah satu prioritas


masalah yang harus segera ditangani terutama di Indonesia. Namun disisi lain,
jika angka pertumbahan penduduk terlalu rendah juga akan berdampak buruk
terhadap per- kembangan daerah. Sehingga masalah tersebut juga perlu untuk
diperhatikan. Rendahnya pertumbuhan penduduk sangat mungkin terjadi pada
suatu daerah apabila jumlah kelahirannya sangat rendah sedangkan jumlah
kematiannya sangat tinggi serta banyaknya penduduk yang keluar dari daerah
tersebut yang disebabkan oleh keadaan tertentu. Tinggi rendahnya pertumbuhan
penduduk suatu negara dapat dilihat dari angka laju pertumbuhan penduduk. Yang
dimaksud laju pertumbuhan penduduk adalah persentase perubahan jumlah
penduduk di suatu wilayah dalam setiap tahunya. Berdasarkan Badan Pusat
Statistik Nasional (2016), di Indonesia pada tahun 2016 ini angka laju per-
tumbuhan penduduk mencapai 1,26%. Pemerintah akan terus berupaya untuk
menekan laju pertumbuhan penduduk agar tidak terjadi ledakan penduduk yang
akan mempengaruhi kualitas dan kesejahteraan penduduk. Namun tidak dijelaskan
hingga mencapai angka berapa laju pertumbuhan penduduk di Indonesia akan
terus ditekan.

Di Kabupaten Pringsewu rata-rata angka laju pertumbuhan penduduknya


pada periode tahun 2010-2018 adalah 1,01%. Pada periode pada tahun 2017-2018
laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Pringsewu turun menjadi 0,84%. Dari 9
kecamatan yang terdapat di Kabupaten Pringsewu per tahun 2010-2018 laju
pertumbuhan tertinggi yaitu di Kecamatan Pingsewu sebesar 1,21 %, sedangkan
Kabupaten Pringsewu per tahun 2017-2018 Kecamatan Pringsewu laju
pertumbuhannya menjadi 1,05%. Laju pertumbuhan penduduk per tahun 2010-
2018 dan 2017-2018 terendah yaitu di Kecamatan Pagelaran adalah 0,65% dan
0,49%.
Dari uraian data tersebut menunjukkan bahwa angka laju pertumbuhan penduduk
di Kabupaten Pringsewu tidak melebihi angka laju pertumbuhan penduduk
nasional. Sehingga pertumbu-han penduduk di Kabupaten Pringsewu tidak terlalu
besar.

b.Peta Kepadatan Penduduk per km2 Kabupaten Pingsewu tahun 2010 dan
2018

NO KECAMATAN Kepadatan Kepadatan


Penduduk 2010 Penduduk 2018
1. Padasuka 341 371
2. Ambarawa 1.045 1.125
3. Pagelaran 617 649
4. Pagelaran Utara 144 158
5. Pringsewu 1.433 1.578
6. Gadingrejo 811 869
7. Sukoharjo 615 676
8. Banyumas 478 526
9. Adiluwih 442 475

Kepadatan penduduk merupakan jumlah penduduk per satuan wilayah tertantu


(Mantra, 2000). Kepadatan penduduk wilayah terdiri dari berbagai konsep, seperti
fisiologis, agraris, dan ekonomi.

Jumlah penduduk Kabupaten Pringsewu hasil proyeksi penduduk tahun 2018


sebesar 397.219 jiwa. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk pertahun dari tahun
2010 sampai 2018 sebesar 1,01 persen. Berdasarkan data diatas Kecamatan
Pringsewu merupakan kecamatan yang paling banyak dibandingkan 8 kecamatan
lainnya. Dari sisi kepadatan penduduk, kecamatan ini merupakan kecamatan
terpadat di Kabupaten Pringsewu tahun 2010 adalah 1.433 dan 2018 yaitu 1.578
penduduk dalam 1 km2 di Kecamatan Pringsewu. Sementara Kecamatan
Pagelaran Utara merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit
dan kepadatan penduduk terendah dari seluruh kecamatan di Kabupaten
Pringsewu.

c.Data Presentase Penduduk Kabupaten Pringsewu Tahun 2010 dan 2018.

NO KECAMATAN PRESENTASE PRESENTASE


PENDUDUK 2010 PENDUDUK 2018
1. Pardasuka 8,79 8,82
2. Ambarawa 8,84 8,78
3. Pagelaran 12,19 11,89
4. Pagelaran Utara 3,94 3,98
5. Pringsewu 20,83 21,13
6. Gadingrejo 18,97 18,78
7. Sukoharjo 12,24 12,39
8. Banyumas 5,20 5,27
9. Adiluwih 9,01 8,96
Presentase penduduk di Kabupaten Pringsewu yang paling tinggi baik
tahun 2010 maupun 2018 adalah di Kecamatan Pringsewu yaitu tahun 2010
sebesar 20,83 dan tahun 2018 sebesar 21,13. Sedangkan kecamatan dengan
presentase penduduk terendah adalah kecamatan Pagelaran Utara yaitu pada tahun
2010 presentase penduduknya adalah 3,94 dan tahun 2018 adalah 3,98.

Dari uraian data diatas dapat menunjukkan bahwa dari per Kecamatan
yang ada di Kabupaten Pringsewu ada yang mengalami penurunan dan kenaikan
presentase penduduknya. Presentase yang menunjukkan penurunan terdapat pada
Kecamatan Ambarawa, Pagelaran, Gadingrejo, dan Adiluwih. Sedangkan
presentase yang menunjukan kenaikan adalah Kecamatan Pardasuka, Pagelaran
Utara, Pringsewu, Sukoharjo, dan Banyumas.

KESIMPULAN

Peta tematik merupakan peta yang mempunyai tema tertentu. Peta tematik
menggambarkan kenampakan, informasi, atau data yang bersifat kualitatif dan
atau kuantitatif, kaitannya dengan unsur atau detail-detail topografi yang spesifik
sesuai dengan tema peta.

Pada praktikum kali ini dibahas tentang kependudukan yang ada di Kabupaten
Pringsewu yang memuat tentang Peta Peta Laju Petumbuhan Penduduk
Kabupaten Pringsewu per Tahun 2010-2018 dan 2017-2018, Peta Kepadatan
Penduduk per km2 Kabupaten Pingsewu tahun 2018, dan Peta Persentase
Penduduk Kabupaten Pringsewu tahun 2010 dan 2018 serta dilengkapi dengan
data-datanya.
DAFTAR PUSTAKA

Miswar.Dedy dan Listumbinang, 2017 “ Panduan Praktikum Kartografi Tematik “

https://pringsewukab.bps.go.id/publication/2019/08/16/0664d6b768c90c087ce2ed
03/kabupaten-pringsewu-dalam-angka-2019.html. Diakses pada tanggal 18
September 2019 pukul 20.05 WIB.

http://ejournal.kependudukan.lipi.go.id. Diakses pada tanggal 24 September 2019


pukul 21.12 WIB.