Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

a. Latar belakang
Dalam proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media
pembelajaran. Dalam makalah ini akan membahas bagaimana perbedaan antara media pembelajaran,
media pendidikan serta media massa dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
Dalam metodologi pengajaran ada dua aspek yang paling menonjol yakni metode mengajar dan medis
pendidikan sebagai alat bantú mengajar. Sedangkan penilaian adalah untuk mengukur atau menentukan
taraf tercapai tidaknya tujuan pengajaran. Kedudukan media pendidikan sebagi alat bantú mengajar ada
dalam komponen metodologi, sebagai salah satu lingkungan belajar yang diatur oleh guru.
Di sini juga akan dibahas penggunaan media pembelajaran. Seperti yang kita ketahui media
pembelajaran itu banyak macamnya. Untuk proses belajar mengajar yang baik kita harus menggunakan
media pembelajaran yang tepat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian dalam makalah ini.

b. Tujuan
1. Mengetahui Pengertian Media Pembelajaran
2. Mengetahui perbedaaan Media Pembelajaran dengan Media Pendidikan dan Media Massa
3. Mengetahui Manfaat media pembelajaran dalam pengajaran bahasa inggris

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara”,
atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara () atau pengantar pesan dari pengirim
kepada penerima pesan.
Menurut Gerlach dan Ely (1971), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau
kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,
keterampilan atau sikap. Sehingga guru, buku teks dan lingkungan sekolah marupakan media.
Fleming (1987: 234) menyatakan media berfungsi untuk mengatur hubungan yang efektif antara dua
pihak yaitu siswa dan isi pelajaran.
Hainich dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah media sebagai perantara yang mengantar
informasi antara sumber dan penerima.
Kesimpulannya, media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari
pengirim ke penerima. Sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa
sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
• Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan
instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran menurut Gagne dan Briggs (1975) media
pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang
terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar), foto, gambar,
grafik, televisi dan computer.
• Media Pendidikan
Adapun pengertian media pendidikan itu antara lain:
a. Media pendidikan memiliki pengertian fisik (hardware) atau perangkat keras, yaitu sesuatu benda
yang dapat dilihat, didengar atau diraba dengan panea indera.
b. Media pendidikan memiliki pengertian nonfisik (software) atau perangkat lunak, yaitu kandungan
pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
c. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio.
d. Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar
kelas.
e. Media pendidikan dapat digunakan secara missal (radio, TV), kelompok besar dan kecil (film, slide,
video, OHP), atau perorangan (modul, computer, radio, tape,/kaset, video recorder)
Jadi kesimpulannya, media pendidikan adalah perantara yang membawa informasi atau pesan-pesan
sebagai sumber belajar, baik berupa software dan hardware. Contoh media pendidikan adalah gambar,
foto, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, radio dan lain-lain.
• Media Massa
Media massa berasal dari dua kata, yaitu media dan massa. Media adalah alat atau perantara,
sedangkan massa adalah orang banyak dan masyarakat umum. Jadi dapat disimpulkan bahwa media
massa adalah suatu perantara untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat atau orang banyak.
Pesannya itu mengandung informasi-informasi yang diperlukan masyarakat, baik mengenai politik,
sosial, ekonomi, maupun budaya. Sehingga dengan adanya media massa masyarakat mendapat
pengetahuan tentang negaranya. Contoh dari media massa adalah surat kabar dan Koran.

B. Manfaat Media Pembelajaran


Salah satu alasan penggunaan media pembelajaran adalah terkait dengan manfaat media pembelajaran
bagi keberhasilan belajar mengajar di kelas. Salah satu aspek yang menentukan keberhasilan dalam
belajar mengajar adalah pemilihan media pembelajaran yang tepat.
Menurut Hamalik (1986), media pembelajaran yang tepat dapat membangkitkan motivasi, keinginan
minat, dan rangsangan kepada siswa. Sehingga dapat membantu pemahaman, menyajikan data dengan
menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, memadatkan informasi.
Adapun mengapa media pembelajaran yang tepat dapat membawa keberhasilan belajar dan mengajar
di kelas, menurut Levie dan Lentz (1982), itu karena media pembelajaran khususnya media visual
memiliki empat fungsi yaitu:
• Fungsi atensi, yaitu dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi
pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi dan
pelajaran.
• Fungsi afektif, yaitu dapat menggugah emosi dan sikap siswa.
• Fungsi kognitif, yaitu memperlancar tujuan untuk memahami dan mengingat informasi/pesan yang
terkandung dalam gambar.
• Fungsi compensations, yaitu dapat mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan
memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau secara verbal.

Alasan-alasan mengapa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa yaitu:
a. Alasan yang pertama yaitu berkenaan dengan menfaat media pengajaran itu sendiri, antara lain:
1. Pengajaran lebih menarik perhatian siswa, sehingga menumbuhkan motivasi belajar.
2. Bahan pengajaran lebih jelas maknanya, sehingga dapat menguasai tujuan pembelajaran dengan baik.
3. Metode pengajaran akan bervariasi
4. Siswa dapat lebih banyak melakukan aktivitas belajar, seperti mengamati, melakukan,
mendemonstrasikan dan lain-lain.

b. Alasan kedua yaitu sesuai dengan taraf berpikir siswa. Dimulai dari taraf berfikir konkret menuju
abstrak, dimulai dari yang sederhana menuju berfikir yang kompleks. Sebab dengan adanya media
pengajaran hal-hal yang abstrak dapat dikonkretkan, dan hal-hal yang kompleks dapat disederhanakan.
Itulah beberapa alasan mengapa media pembelajaran dapat mempertinggi keberhasilan dalam proses
belajar mengajar.

C. Perbedaan Media dua dimensi dan tiga dimensi

1. Media Dua Dimensi


Media dua dimensi sering disebut media grafis. Media dua dimensi adalah media yang memiliki ukuran
panjang dan lebar. Grafis sebagai media pengajaran dapat mengkombinasikan fakta-fakta, gagasan-
gagasan secara jelas dan kuat melalui perpaduan antara ungkapan atau grafik. Kata-kata dan angka-
angka dipergunakan sebagai judul dan penjelasan kepada grafik, bagan, diagram, poster, kartun dan
komik. Sedangkan sketsa, lambing bahkan foto digunakan untuk mengartikan fakta, pengertian dan
gagasan yang pada hakikatnya sebagai penyajian grafis. Contoh media dua dimensi C media grafis, yaitu:
a. Bagan
Yaitu kombinasi antara media grafis dan gambar foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara
logis dan teratur mengenai fakta pokok atas gagasan. Fungsi bagan adalah untuk menunjukkan
hubungan, perbandingan, jumlah relative, perkembangan, proses, klasifikasi dan organisasi.
b. Diagram
Yaitu suatu gambaran sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbal-balik
terutama dengan garis-garis.
c. Grafik
Yaitu penyajian data berangka. Grafik merupakan keterpaduan yang lebih menarik dengan sejumlah
tabulasi data yang tersusun dengan baik. Tujuan dalam grafik adalah memperlihatkan perbandingan,
informasi kualitatif dengan cepat serta sederhana. Beberapa macam grafik diantaranya yaitu grafik garis,
batang, lingkaran, atau piring dan grafik.
d. Poster
Yaitu kombinasi visual dari rancangan yang kuat dengan makna dan pesan dengan maksud untuk
menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam
ingatannya. Poster berguna untuk motivasi, peringatan dan pengalaman yang kreatif.

e. Kartun
Yaitu penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan, atau situasi yang
didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat.
f. Komik
Yaitu suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan
yang erat dihubungkan dengan gambar dan dirancang untuk memberi hiburan kepada para pembaca.
2. Media Tiga Dimensi
Yaitu media yang mempunyai panjang, lebar dan isi. Media tiga dimensi yang sering dipakai adalah
model dan boneka. Model adalah tiruan 3 dimensional dari beberapa objek nyata yang terlalu besar,
terlalu jauh, terlalu kecil, terlalu mahal, terlalu jarang, terlalu ruwet untuk dibawa ke kelas, dan
dipelajari siswa dalam wujud aslinya.
1) Jenis model dan penggunaannya
a) Model padat (solid model), yaitu memperlihatkan bagian permukaan luar dari pada objek dan sering
kali membuang bagian-bagian yang membingungkan gagasan-gagasan utamanya dari bentuk, warna dan
susunannya. Contoh model padat yaitu boneka, bendera, bola, anatomi manusia. Guna model padat
untuk membantu dan melayani para siswa sebagai informasi berbagai pengetahuan agar siswa lebih
paham dalam pelajaran.
b) Model penanpang (cuteway model), yaitu memperlihatkan bagaimana sebuah objek itu tampak,
apabila bagian permukaannya diangkat untuk mengetahui susunan bagian dalamnya. Model ini berguna
untuk mata pelajaran biologi, karena berfungsi untuk mengganti objek sesungguhnya.
c) Model kerja (working model), yaitu tiruan dari objek yang memperlihatkan bagian luar dari objek asli.
Gunanya untuk memperjelas dalam pemberian materi kepada siswa.
d) Mock-ups, yaitu penyederhanaan susunan bagian pokok dan suatu proses atau sistem yang lebih
ruwet. Guru menggunakan mock-up untuk memperlihatkan bentuk berbagai objek nyata seperti
kondensator-kondensator, lampu-lampu tabung,serta pengeras suara, lambing-lambang yang berbeda
dengan apa yang tertera di dalam diagram.
e) Diorama, yaitu sebuah pemandangan 3 dimensi mini bertujuan menggambarkan pemandangan
sebenarnya.
2) Jenis boneka dan penggunaannya
Contohnya boneka tangan, dan wayang yang dapat digunakan agar siswa menjadi lebih tertarik untuk
belajar.

D. Berbagai bentuk media audio visual


Media audio visual terdiri dari dua kata yaitu audio dan visual. Audio artinya pendengaran atau dapat
didengar, sedangkan visual yaitu yang Nampak oleh mata atau yang kelihatan. Jadi media audio visual
adalah media yang dapat didengar dan dapat pula dilihat oleh panca indera kita. Contoh media audio
visual yaitu televisi dan computer.
Kelebihan media Audio Visual, yaitu:
o Pada televisi; televisi bersifat langsung, dapat membawa dunia nyata ke rumah dan ke kelas-kelas,
seperti orang, tempat-tempat, dan peristiwa-peristiwa, melalui penyiaran langsung/rekaman.
o Menghemat waktu guru dan siswa.
o Televisi bersifat langsung dan nyata, sehingga siswa dapat dengan jelas melihat program apa yang lagi
ditayangkan dan dapat memaksimalkan fungsi inderanya yaitu mata dan telinga.
o Lebih menarik minat siswa
o Pelajaran lebih bervariasi dan berkesan
o Jangkauannya luas

Kelemahan media audio visual adalah:


o Keanekaragaman siaran di TV menyulitkan guru untuk memilih siaran mana yang baik dan sesuai
dengan pelajaran.
o Alat dan dana yang tidak memungkinkan.
o Menyita waktu guru, karena harus menjelaskan lagi setiap peristiwa yang ada.
o Tidak setiap guru mampu menjelaskan peristiwa yang ada secara gambling.

E. Kriteria pemilihan media pelajaran


Faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pendidikan adalah sebagai berikut
- Relevansi pengadaan media pendidikan edukatif
- Kelayakan pengadaan media pendidikan edukatif
- Kemudahan pengadaan media pendidikan edukatif
Harus disadari bahwa setiap media memiliki kelemahan dan kelebiha. Pengetahuan tentang keunggulan
dan keterbatasan media menjadi penting bagi gurudapat memperkecil kelemahan atas media yang
dipilih oleh guru sekaligus dapat langsung memilih berdasarkan kriteria yang dikehendaki.
Kriteria pemilihan media pembelajaran yaitu:
• Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah
ditetapkan baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor.
• Keterpaduan (validitas).Media harus tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep,
prinsip atau generalisasi.
• Media harus praktis, luwes dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber daya lainnya
untuk memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang mahal dan memakan waktu yang lama
bukanlah jaminan. Sebagai media yang terbaik. Sehingga guru dapat memilih media yang ada, mudah
diperoleh dan mudah dibuat sendiri oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan
dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang ada di lingkungan sekitarnya, dan mudah dibawa dan
dipindahkan ke mana-mana.
• Media harus dapat digunakan guru dengan baik dan terampil. Apapun medianya, guru harus mampu
menggunakan dalam proses pembelajaran. Komputer, proyektor transparansi (OHP), proyektor slide,
dan film, dan peralatan canggih lainnya tidak akan berarti apa-apa jika guru belum dapat
menggunakannya dalam proses belajar mengajar di kelas.
• Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan teknis
tertentu. Misalnya visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin
disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen lain yang berupa latar belakang.
• Media yang digunakan harus sesuai dengan taraf berfikir siswa. Media yang digunakan harus dapat
menunjang dan membantu pemahaman siswa terhadap pelajaran tersebut sehingga proses
pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Menurut Prof. Drs Hartono Kasmadi M.Sc bahwa dalam memilih media pendidikan perlu
dipertimbangkan adanya 4 hal yaitu: produksi, peserta didik, isi, dan guru.
1) Pertimbangan produksi
- Availabilty
- Cost
- Physical condition
- Accessibility to student
- Emotional impact.
2) Pertimbangan peserta
- Students characeristics
- Students relevance
- Students involvement
3) Pertimbangan isi
- Curriculair – relevance
- Content-soundness
- Presentation
4) Pertimbangan guru
- Teacher-Utilization
- Teacher peace of mind

BAB III
PENUTUP

Media merupakan suatu perantara (alat) untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan media yang
tepat dapat menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran. Media dua dimensi dan tiga dimensi
masing-masing berbeda dan mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri. Media pembelajaran yang
diuraikan diatas mampu diaplikasikan dalam pengajaran bahasa Inggris. Hal ini akan lebih
mempermudah bagi guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Seperti yang kita ketahui
media pembelajaran itu banyak macamnya. Untuk proses belajar mengajar yang baik kita harus
menggunakan media pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu guru harus dapat memilih media yang
sesuai dengan bahan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik dan lancar.

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. 2006. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.


Danim, Sudarbuan. 1995. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai.2002. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
S. Sadiman, Arief, dkk. Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers
Harjanto. Perencanaan pengajaran. Rineka cipta
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa Inggris adalah bahasa Internasional. Dengan menguasai bahasa Inggris dengan baik,
maka kita akan dapat berkomunikasi dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini. Di samping itu, kita
pun akan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita demi kemajuan bangsa dan
negara kita, karena kita akan dapat membaca literatur-literatur bahasa Inggris, mendengarkan
siaran-siaran radio luar negeri, serta menontong film-film ilmu pengetahuan yang lainnya.
Dengan demikian, pada akhirnya kita dapat menguasai pengetahuan-pengetahuan di segala
bidang.

Setiap bahasa tentunya mempunyai kaidah-kaidah atau sering kita sebut dengan istilah tata
bahasanya masing-masing, begitupun dengan bahasa Inggris, banyak sekali kaidah-kaidah yang
harus diperhatikan dalam penggunaannya, terutama dalam bidang writingnya. Oleh karena itu,
penulis mencoba menyajikan empat kaidah dari sekian banyak kaidah bahasa Inggris, selain
untuk memenuhi tugas kuliah juga bertujuan semoga tulisan sesingkat ini dapat menambah
wawasan kita tentang bahasa Inggris. Keempat kaidah yang kami maksud adalah: Past Perfect
Tense, Present Perfect Continuous Tense, Direct and Indirect Speech, Preposition. Yang
pembahasanya akan dipaparkan pada bab selanjutnya.
B. Identifikasi Masalah
Dalam tulisan ini kami simpulkan beberapa yang akan kami bahas, yaitu:

1. Apa yang dimaksud Past Perfect Tense, rumus serta bagaimana contohnya?
2. Bagaimana pengertian Present Perfect Continuous Tense, seperti apa rumusnya,
pembagiannya serta contohnya?
3. Apa Direct and Indirect Speech (kalimat langsung dan tidak langsung) itu?
4. Preposition

C. Tujuan
Dari identifikasi masalah di atas, maka penulis tentunya bertujuan untuk menjelaskan atau
memaparkan point-point tersebut, sesuai dengan pengetahuan yang kami peroleh, baik dari buku
sumber maupun dari guru-guru kami. Semoga semuanya memberikan manfaat bagi kita. Bila ada
kesalahan tulisan atau kata-kata di dalam makalah ini, penulis mohon maaf yang sebesar-
besarnya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Past Perfect Tense


Past Perfect Tense mirip dengan Present Perfect Tense hanya berbeda pada waktunya saja.
Present Perfect Tense mengenai suatu kejadian atau peristiwa yang SELESAI (sempurna,
perfect) saat ini, contohnya: She has just gone (Dia baru saja pergi).
Sedangkan Past Perfect Tense adalah bentuk lampau (Past) dari Present Perfect Tense, karena itu
disebut Past Perfect Tense, sama-sama Perfectnya! Kalau Present Perfect Tense menggunakan
rumus S + Have/has + V3, maka Past Perfect Tense menggunakan bentuk lampau dari Has/has
yaitu “HAD”.
Rumus-rumus Past Perfect Tense
Positif : S + had + V3
Negatif : S + had + not + V3
Tanya : Had + S + V3
Past Perfect Tense sering digunakan dengan menggunakan kalimat lain yang berbentuk lampau
(Past Tense) yang dihubungan dengan kata sambung seperti When (ketika), After (setelah).
Untuk menekankan bahwa Perfectnya (Sudahnya) itu adalah di masa lampau.
Contoh kalimatnya:
@ Past Perfect Tense dalam kalimat positif
Rumus: S + had + V3
1. I had gone When He arrived at my home
“I had gone” adalah Past Perfect Tense, dengan subjectnya adalah I. Lihat ada “had” nya, dan
kata kerja bentuk ketiganya (V3) adalah gone. Sesuai rumusnya S + had + V3. Kalimat
pembandingnya adalah bentuk past tense: “When He arrived at my home”.
2. I had written 3 articles when you visited my blog for the first time
Jadi Past Perfect Tense adalah tentang “Sudah, masa lalu”. Present Perfect Tense tentang
“Sudah, kini”. Rumusnya mirip, karena sama-sama Perfect. Setiap Perfect pasti pakai kata kerja
bentuk ke-3 baik itu pada Kata Kerja utamanya atau pada kata kerja bantu-nya.

1. 3. I had studied hard but I didn’t make good result in the exam
2. 4. You had told me twice before I understood

@ Past Perfect Tense Dalam Kalimat Negatif


Rumus: S + had + not + V3
Kita tinggal menambahkan kata NO setelah HAD. Seperti contoh berikut:

 I had not studied hard, so I didn’t make good result


 You had not told me that, that’s why I didn’t understand

@ Past Perfect Tense Dalam Kalimat Tanya


Kita tinggal mengubah kata meletakkan kata HAD sebelum subjek:
Rumusnya: Had + S + V3
Misalnya:
v Had You studied hard my friend?
v Had You told me about this problem?
B. Present Perfect Continuous Tense
Menyatakan suatu kejadian, peristiwa dan sebagainya, yang SUDAH terjadi dan MASIH
berlangsung bahkan sangat mungkin AKAN berlanjut. Dari dulu hingga kini bahkan nanti. Kata
“sudah” atau “dari dulu” disini bisa saja waktunya kemarin, 2 jam lalu, se-abad lalu, bisa juga
beberapa menit yang lalu. Intinya kejadian yang hendak diungkapkan dalam Present Pefect
Continuous Tense ini sebenarnya mirip dengan Present Continuous Tense, hanya saja
penekannya bukan pada saat ini, melainkan pada periode waktunya tadi itu: sudah, masih dan
akan terjadi. Misalnya:
! She has been learning english for 3 years
! I have been teaching english since last year
! They have been touring since yesterday
Semua kata yang digaris bawahi menunjukkan pada kita bahwa semua pekerjaan dan kegiatan itu
masih berlangsung, dan bahkan mungkin akan berlanjut lagi di masa kemudian.
v Penggunaan Presen Perfect Continuous Tense
Kita menggunakan Present Perfect Continous ketika kita menemui kondisi dimana suatu
kejadian yang telah lama terjadi dan baru saja berhenti. Contoh kondisinya adalah seperti ini:
Mira bertanya kepada Sinta kenapa jalanan basah.
F Mira: Shinta, the road is wet do you know why?
F Shinta: It has been raining Mira.
It has been raining adalah kalimat Present Perfect Continous. Shinta menjelaskan bahwa
sebelumnya telah terjadi hujan. Kalimat-kalimat Present Perfect Continous selalu berhubungan
dengan kondisi sekarang ini. Perhatikan kalimat-kalimat berikut:
Q Jamie is very tired. He has been working very hard. (He is tired now)
Q You are bleeding. What have you been doing? (you are bleeding now)
Q She has been talking to Ira about the plan. Ira is telling everyone now.
v Rumus
Positif : Subject + have/has + been + verb-ing
Negatif : S + have/has + not + been + Ving
Tanya : Have/has + S + been + Ving
Contoh-contoh:

 We have been discussing the problem for several hours. (+)


 She has not been learning english for 3 years. (-)
 Has She been learning english for 3 years?. (?)

v Pengkombinasian Presen Perfect Continuous Tense


Untuk menjelaskan kejadian yang berlangsung sejak tadi dan masih berlangsung sampai
sekarang, kita dapat mengkombinasikannya dengan how long, for dan since.
Contoh kalimat:
ü How long have you been watching this movie? (You’re still watching the movie)
ü Where is Joni? I have been looking for him for the last three hours (You’re still looking for
Joni)
ü Every Sunday he practices swimming at Ragunan. He has been swimming since he was five
(He still practices swimming)
Kalimat terakhir juga menunjukkan sesuatu yang dikerjakan berulang-ulang dalam rentang
waktu tertentu.
v Perbandingan Present Perfect Continous dengan Present Continous
Mari kita perhatikan keenam kalimat berikut:
1. Present Continous

1. Fahmi, please answer the phone. I am cooking now.


2. Lets go to that house, it is raining.
3. Ben, we are waiting for you please hurry.
2. Present Perfect Continous
1.
1. I have been cooking for three hours, now I’m to going to watch tv
2. The road is wet. It has been raining
3. We have been waiting for two hours, now let’s get going

Pada present continous tense seluruh kalimat menunjukkan kondisi pada saat sekarang.
Sedangkan pada present perfect continous, kalimat dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian yang
berada pada saat sekarang dan saat lampau.
C. Direct and Indirect Speech
Direct and indirect speech digunakan untuk mengatakan atau menceritakan kembali apa yang
dikatakan seseorang kepada orang lain. Dalam Direct Speech (Kalimat Langsung) kita
mengulang kembali persis seperti apa yang dikatakan seseorang atau apa yang kita dengar
dengan tidak mengubah satu katapun.
Misalnya: My sister said: “I have lost my money”.
Dalam Direct Speech, ucapan atau kata-kata yang diulang ditempatkan dalam tanda kutip dengan
didahului oleh titik dua sesudah Reporting Verb. Kalimat langsung (Direct Speech) biasanya
digunakan pada percakapan-percakapan dalam buku-buku, sandiwara, drama, atau kutipan-
kutipan. Jika Direct speech di atas diubah ke dalam Indirect Speech akan menjadi: My sister said
that she had lost her money.
Berdasarkan contoh di atas jelaslah bahwa Simple Past Tense dalam tanda kutip berubah menjadi
Past Perfect Tense dalam Indirect Speech.
Untuk mengubah Direct Speech ke dalam Indirect Speech yang perlu sekali diperhatikan adalah
Reporting Verb dalam bentuk Simple Present Tense, maka dalam Indirrect Speech tidak akan
mengalami perubahan Tenses. Yang berubah hanya Pronoun-nya saja. Misalnya:
He says: “The first train will arrive early today”.
He says that the first train will arrive early today.
Dalam perubahan Direct Speech ke Indirect Speech tenses akan mengalami perubahan sebagai
berikut:
No Direct Speech Indirect Speech
Simple Present Tense Simple Past Tense
Linda said: “I buy my dictionary at Linda said that she bought her dictionary
the book shop” at the book shop
Present Continuous Tense Past Continuous
She said: “I doing my English She said that she was doing her English
homework” homework
Present Perfect Past Perfect Tense
John said: “I have finished doing my John said that he had finished doing his
reports” reports
Present Perfect Continuous Tense Past Perfect Continuous Tense
He said: “We have been living here He said that they had been living there for
for three years” three years
Future Tense Past Future Tense
Laila said: “We will leave for Laila said that they would leave for
Singapore” Singapore.
Past Continuous Past Perfect Continuous Tense
He said: “I was reading an English He said that he had been reading English
novels” novels
Selain perubahan tense dalam contoh-contoh di atas, keterangan waktu juga mengalami
perubahan sebagai berikut:
No Direct Speech Indirect Speech
Father said: “I’ll be very busy today” Father said that he would be very busy
1.
that day
He said: “I came to your house He said that he had come to my house the
2.
yesterday” day before
He promised: “I will return your He promised that he would return my
3.
books tomorrow” books the next day
They said: “We will go to your house They said that they would come to my
4.
next week” house the following week
She said: “I am going to America She said that she was going to America
5.
next year” the following year
He said to me: “I bought this He told me that he had bought that
6.
dictionary last week dictionary the previous week
John said: “My father came back John said that his father had come back
7.
from Japan last month” from Japan the previous month
She said: “I sent my application letter She said that she had sent her application
8.
the day before yesterday” letter two days before
D. Preposition
Preposition adalah bagian particle yang diikuti oleh objek. Dalam penggunaannya, preposition
membentuk sebuah frase terhadap kata yang mendahuluinya maupun kata yang mengikutinya.
Penggunaan preposition ini dipengaruhi oleh kata kerja atau kata sifat yang mendahuluinya.
Prinsip penggunaan preposition ini dibedakan menjadi tiga jenis:

1. Berdasarkan kata kerja atau kata sifat yang mendahuluinya

Contoh: object to, wait for, live in, look at, turn off, etc.

1. Berdasarkan objek yang mengikutinya

Contoh: made in + keterangan tempat, agree with personal noun / personal pronoun, etc.

1. Berdasarkan arti
Contoh: switch on = menyalakan, go out, etc.
Preposition ini ada beberapa macam, diantaranya adalah Preposition of Place (kata depan yang
menunjukkan tempat), Preposition of Time (kata depan yang menunjukkan waktu).
v Preposition of Place
Adalah preposisi yang menunjukkan hubungan antara dua benda atau lebih. Sebagai contoh:
“The lamp is on the table” mengandung preposisi “on“. Kata ini menunjukkan hubungan ruang
antara lampu dan meja.
Preposisi tempat yang paling umum adalah: in, on, under, next to, in front of, behind, at. in, on,
under, in front of, dan behind jelas terlihat. Contoh-contoh kalimatnya adalah:
* The dog is in the box
* The cat is under the table
* The man is next to the building
Akan tetapi at merupakan konsep yang lebih abstrak – preposisi ini digunakan untuk menunjuk
pada sebuah titik dalam ruang, biasanya sebuah titik pada sebuah garis. Lihat berikut untuk
penjelasan yang lebih rinci.

 In digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang mengelilingi atau melingkupi kita.


Contoh:

* I sleep in my bedroom
* The desk in the room
In juga digunakan untuk area-area geografis seperti kota dan negara. Misalnya: “I live in
London” atau “I live in England”.

 On digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang ada di atas sebuah permukaan.


Misalnya:

* I sleep on my bed
* The paper is on the desk
On juga digunakan untuk nama-nama jalan, misalnya: “I live on Orchard Roard”.

 At digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang berada pada sebuah titik tertentu,
seringkali sebagai bagian dari sebuah garis. Sebagai contoh:
* Marzuqi is at the bus stop
* Amirul is at the post office

 At juga digunakan untuk alamat-alamat lengkap, contoh:

* “I live at 98 Kadudampit Road, Sukabumi, West Java.”


Untuk memastikan kapan kita bisa menggunakan in, on atau at? Ini tergantung pada perspektif
pembicara, dan apa yang dianggap berterima dalam Bahasa Inggris.
v Preposition of Time
Preposition of time digunakan juga sebagai adverbs of time. Yakni kata yang bisa memberikan
informasi tentang kapan, bagaimana, di mana, atau pada situasi yang diharapkan oleh sesuatu.
Kata-kata yang menunjukkan waktu, antara lain: at, in, on, for, since, during, from….to/till/until.
Before and after.
1) At digunakan pada:
- Jam : at 5 o’clock
- Waktu makan : at lunchtime, at breakfast
- Acara keagamaan : at Rajaban, at Muludan
- Waktu spesifik : at morning, at week-end
2) In digunakan pada:
- Bagian dari hari : in the night, in the evening
- Bulan : in July, in May
- Musim : in autumns, in the spring
- Tahun : in 2010, in 2012
- Abad : in seventh century
3) On digunakan pada:
- Hari : on Monday, onTuesday
- Hari-hari tertentu : on his wedding day
- Tanggal : on (the) 30th (of) May
4) For digunakan untuk mengatakan berapa lama sesuatu itu terjadi.
Contoh: Amirul Mu’minin was in Sukabumi for fiveteen years.
5) Since digunakan untuk mengatakan kapan sesuatu peristiwa itu mulai terjadi.
Contoh: Ahmad Marzuqi has gone since 13 o’clock.
6) During digunakan untuk menyatakan periode waktu dimana peristiwa itu terjadi.
Contoh: I will do that during the holiday next week
7) From . . . to/till/untill and between . . . and digunakan untuk menyatakan berapa
waktu yang dihabiskan antara memulai suatu pekerjaan sampai pekerjaan itu selesai.
Contoh: I will be off from the beginning until the end of Juny. – You can see her between 1th and
10th October.
8) Before and after digunakan untuk menyatakan apa yang akan dikerjakan sesudah
pekerjaan yang lain atau apa yang sudah dikerjakan sebelum mengerjakan yang lainnya.
Contoh: – after dinner, I will watch TV. – She arrived before five o’clock

BAB III
KESIMPULAN

1. Past Perfect Tense


Past perfect tense merupakan ungkapan yang menunjukkan arti lampau, atau suatu pertbuatan
yang telah terjadi di masa yang lalu (past). Maka dalam penggunaannya memakai verb bentuk
lampau dari Has/has yaitu “HAD”.
Rumusnya:
Positif : S + had + V3
Negatif : S + had + not + V3
Tanya : Had + S + V3
Contoh:
- I Had slept when you come to my house last night. (+)
- I Had Not slept when you come to my house last night. (-)
- Had I slept when you come to my house last night? (?)
2. Present Perfect Continuous Tense
Ciri-ciri waktu yang biasa dipakai Present Perfect Continuous Tense adalah sama seperti pada
Present Perfect. Misalnya: since, for dll. Tenses ini adalah untuk menyatakan perbuatan yang
telah sedang dilaksanakan.
Rumusnya:
S + HAVE/HAS + BEEN + V3
Contoh: Amirul has been studying for this campus for two years.
3. Direct and Indirect Speech
Direct and indirect speech digunakan untuk mengatakan atau menceritakan kembali apa yang
dikatakan seseorang kepada orang lain. Dalam Direct Speech (Kalimat Langsung) kita
mengulang kembali persis seperti apa yang dikatakan seseorang atau apa yang kita dengar
dengan tidak mengubah satu katapun.
Contoh:
- My friend said: “I have lost my money”. (Direct speech)
- My friend said that he had lost his money. (Indirect Speech)
4. Preposition
Preposition are words which give information about When, How, Where, or in what
circumstances something happens.
Contoh: I studying at STAI Syamsul Ulum Sukabumi, West Java

DAFTAR PUSTAKA

Simanjuntak, Herpinus.2005.Bahasa Inggris Sistem 52M jilid 2.visipro:Jakarta


Emalia Iragiliati Lukman, M.Pd., Dra.2004.Headlight An Extensive Exposure to English
Learning for SMA Students. Penerbit: Erlangga,Jakarta
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/present-perfect-continuous.html
http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-bahasa/bahasa-inggris/belajar-bahasa-inggris-
present-perfect-continous
http://rindeera.wordpress.com/2009/07/26/direct-and-indirect-speech