Anda di halaman 1dari 8

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hubungan Head Loss dengan Kecepatan Volumetrik pada Variasi


Sistem Perpipaan.
Aliran fluida yang melalui pipa akan selalu mengalami kerugian head (head
loss). Hal ini disebabkan oleh gesekan yang terjadi antara fluida dengan dinding
pipa atau karena perubahan kecepatan yang dialami oleh aliran fluida. Di samping
itu, pada suatu jalur pipa juga sering terjadi kerugian karena kelengkapan pipa
seperti belokan, siku, sambungan, katup, perbesaran pipa, pengecilan pipa dan lain
sebagainya.
Percobaan aliran fluida dalam sistem perpipaan ini dilakukan dengan
memvariasikan bukaan valve (25%, 50%, 75%, dan 100%) pada masing-masing
variasi sistem perpipaan (pipa horizontal 2 ), elbow (900 dan 1350)
enlargement dan contraction). Semakin besar bukaan valve, kecepatan fluida yang
mengalir semakin besar pula. Secara umum, hasil percobaan menunjukkan bahwa
untuk setiap variasi sistem perpipaan, head loss selalu berbanding lurus dengan
kecepatan fluida. Artinya, semakin besar kecepatan fluida maka head loss nya akan
semakin besar pula. Hasil ini sesuai dengan persamaan Darcy-Weisbach yang
menyatakan bahwa head loss berbanding lurus dengan kecepatan aliran fluida di
dalam pipa (Giles, 1986) :
L V2
hf = f
D 2g

Secara lengkap, hubungan antara head loss dengan kecepatan fluida untuk setiap
variasi sistem perpipaan dapat dilihat pada Gambar 3.1 sampai Gambar 3.4.

3.1.1 Kecepatan Volumetrik dan Head Loss Pipa No. 2


Hubungan head loss terhadap kecepatan volumetrik fluida serta hubungan
log H terhadap log v pada pipa 2 disajikan pada Gambar 3.1 dan 3.2.
8.695
13.89,
13.85, 8.688
8.680 8.681
Head loss, H (inHg)

14.08,
8.665 8.668

8.650
12.63,
8.642
8.635

8.620
12.5 13.0 13.5 14.0 14.5
Kecepatan, v (ft/s)

Gambar 3.1 Hubungan head loss terhadap kecepatan volumetrik fluida yang

mengalir melalui pipa

Pipa 2 yang digunakan pada percobaan dalam keadaan horizontal/mendatar,


dimana diameter dari pipa memiliki ukuran yang sama disepanjang pipa. Gambar
3.1 menunjukkan bahwa semakin besar kecepatan volumetrik fluida yang mengalir
dalam pipa, maka semakin besar pula head loss yang terjadi. Penurunan head loss
terjadi pada bukaan valve 100%, dimana kecepatan volumetrik fluida tertinggi
tercapai pada bukaan valve tersebut. Penurunan head loss terjadi karena volume
fluida yang mengalir disepanjang pipa 2 pada bukaan 100% terlalu besar dibanding
diameter pipa tersebut. Head loss terkecil yaitu 8,642 inHg terjadi pada bukaan valve
25% dengan kecepatan volumetrik 12,63 ft/s, sedangkan head loss terbesar yaitu
8,688 inHg terjadi pada bukaan valve 75% dengan kecepatan volumetrik 13,85 ft/s.
0.9390 1.143,
1.141, 0.9389
0.9386

0.9380 1.149,
0.9379
log H

0.9370
1.101,
0.9366

0.9360
1.09 1.11 1.13 1.15 1.17
log V

Gambar 3.2 Hubungan log H terhadap log V pada pipa 2.


Berdasarkan Gambar 3.2 dapat dilihat bahwa hubungan fungsi logaritma head
loss dengan logaritma kecepatan volumetrik pipa 2 sama dengan hubungan head
loss terhadap kecepatan volumetrik pada pipa 2 namun dengan nilai yang berbeda.
Logaritma head loss terkecil yaitu 0,9366 terjadi pada bukaan valve 25% dengan
nilai logaritma kecepatan volumetrik 1,101. Logaritma head loss terbesar yaitu
0,9389 terjadi pada bukaan valve 75% dengan nilai logaritma kecepatan volumetrik
1,143.
3.1.2 Kecepatan Volumetrik dan Head Loss Pipa Elbow 1350
Hubungan head loss terhadap kecepatan volumetrik fluida serta hubungan
log H terhadap log V pada pipa elbow 1350 disajikan pada Gambar 3.3 dan 3.4

0.28 9.07,
0.276

0.26
Head loss, H (inHg)

0.24 9.18,
0.236
8.91,
0.22
8.35,
0.210
0.20
8.00 8.50 9.00 9.50
Kecepatan, v (ft/s)

Gambar 3.3 Hubungan head loss terhadap kecepatan fluida yang mengalir pada
0
pipa elbow 135
0
Elbow 135 yang digunakan pada percobaan ini berada pada pipa 5.
Gambar 3.3 menunjukkan bahwa semakin besar kecepatan fluida yang mengalir
dalam pipa, maka semakin besar besar pula head loss yang terjadi. Penurunan head
loss terjadi pada bukaan valve 100%, dimana kecepatan volumetrik fluida tertinggi
tercapai pada bukaan valve tersebut. Head loss terkecil yaitu 0,21 inHg terjadi pada
saat kecepatan fluida 8,35 ft/s bukaan valve 25%, sedangkan head loss terbesar
yaitu 0,276 inHg terjadi pada saat kecepatan fluida 9,07 ft/s bukaan valve 75%.
log v
0.91 0.93 0.95 0.97
-0.50

0.957, -
0.56
log H -0.55

-0.60
0.963, -
0.950, -
0.63
0.65
-0.65

0.922, -
-0.70 0.68

Gambar 3.4 Hubungan log H terhadap log v pada pipa elbow 1350
Berdasarkan Gambar 3.4 dapat dilihat bahwa hubungan fungsi logaritma head loss

dengan logaritma kecepatan volumetrik pipa elbow 1350 sama dengan hubungan head

loss terhadap kecepatan volumetrik pada pipa elbow 1350 namun dengan nilai yang
berbeda. Logaritma head loss terkecil yaitu -0,68 terjadi pada bukaan valve 25% dengan
nilai logaritma kecepatan volumetrik 0,922. Logaritma head loss terbesar yaitu -0,56
terjadi pada bukaan valve 75% dengan nilai logaritma kecepatan volumetrik 0,957. Nilai

logaritma head loss negatif dikarenakan head loss yang terjadi pada pipa elbow 1350
sangat kecil.

3.1.3 Kecepatan Volumetrik dan Head Loss Pipa Elbow 900

Elbow 900 yang digunakan pada percobaan ini berada pada pipa 5 (lihat Lampiran
D untuk spesifikasi pipa). Hubungan head loss terhadap kecepatan volumetrik fluida serta

hubungan log H terhadap log v pada pipa elbow 900 disajikan pada Gambar 3.5 dan 3.6.
Berdasarkan Gambar 3.5, semakin besar kecepatan fluida yang mengalir dalam pipa,
maka semakin besar besar pula head loss yang dialaminya. Penurunan head loss terjadi
pada bukaan valve 100%, dimana kecepatan volumetrik fluida tertinggi tercapai pada

bukaan valve tersebut. Penurunan head loss pada bukaan valve 100% pipa elbow 90o lebih

kecil dibanding penurunan head loss pada pipa elbow 135o dengan bukaan valve yang
sama. Head loss terkecil yaitu 0,617 inHg terjadi pada saat kecepatan fluida 7,81 ft/s
bukaan valve 25%, sedangkan head loss terbesar yaitu 0,893 inHg terjadi pada saat
kecepatan fluida 9,10 ft/s bukaan valve 75%.
9.10,
0.9 0.893
9.21,
8.77, 0.880
0.841
Head loss, H (inHg)
0.8

0.7

7.81,
0.617
0.6
7.7 8.1 8.5 8.9 9.3
Kecepatan, v (ft/s)

Gambar 3.5 Hubungan head loss terhadap kecepatan fluida yang mengalir

Melalui pipa elbow 900

Berdasarkan Gambar 3.6 dapat dilihat bahwa hubungan fungsi logaritma head
loss dengan logaritma kecepatan volumetrik pipa elbow 900 sama dengan hubungan
head loss terhadap kecepatan volumetrik pada pipa elbow 900 namun dengan nilai
yang berbeda. Logaritma head loss terkecil yaitu -0,21 terjadi pada bukaan valve
25% dengan nilai logaritma kecepatan volumetrik 0,893. Logaritma head loss
terbesar yaitu -0,05 terjadi pada bukaan valve 75% dengan nilai logaritma kecepatan
volumetrik 0,959. Nilai logaritma head loss negatif dikarenakan head loss yang
terjadi pada pipa elbow 900 sangat kecil.

log V
0.88 0.91 0.94 0.97
0.00
0.959, -
0.05
-0.05 0.943, -
0.08 0.964, -
log H

-0.10 0.06

-0.15

-0.20 0.893, -
0.21
-0.25

Gambar 3.6 Hubungan log H terhadap log V pada pipa elbow 900