Anda di halaman 1dari 59

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN

RPP SOFT SKILL DAN MULTIPLE INTELEGENCE UNTUK SMA

Oleh :
Kelompok : 2
Anggota : Ernita Susanti (15175009)
Fitri Yusmak (15175014)
Nurhikmah Sasna Junaidi (15175027)
Vonny Tinedi (15175045)

Dosen:
Prof. Dr. Festiyed, M.S

PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN FISIKA (S2)


FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah mata kuliah Pengembangan Model Pembelajaran Fisika dengan judul
“RPP Softskill dan Multiple Intelegence untuk SMA”.
Dalam penyelesaian makalah ini penulis menemui beberapa kendala.
Namun berkat bantuan dari berbagai pihak, penulis dapat menyelesaikan makalah
ini dengan baik. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu khususnya dosen pembimbing mata kuliah Pengembangan
Model Pembelajaran Fisika, Ibu Prof. Dr. Festiyed, M.S..
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari masih banyak terdapat
kekurangan. Untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan demi
kesempurnaan makalah ini untuk kedepannya. Semoga makalah ini bisa
dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Padang, November 2015

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................. i


Daftar isi............................................................................................................. ii
Daftar Tabel......................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................. 2
C. Tujuan Penulisan ............................................................................... 2
D. Manfaat Penulisan ............................................................................. 3
BAB II KAJIAN TEORI .................................................................................. 4
A. Soft Skill............................................................................................. 4
B. Multiple Intelegence .......................................................................... 9
C. Hakikat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .................................. 12
D. Pengembangan RPP ........................................................................ 13
E. Komponen RPP ............................................................................... 16
F. Mekanisme Pengembangan RPP ..................................................... 20
BAB III PEMBAHASAN ............................................................................... 25
A. Pengembangan Softskill dan Multiple Intelegence dalam
Pembelajaran ................................................................................... 25
B. Pengembangan RPP dalam Pembelajaran Fisika di SMA .............. 34
C. Kisi-kisi Kegiatan Pembelajaran ..................................................... 34
D. Contoh RPP Satu Kali Pertemuan ................................................... 42
Daftar Pustaka ................................................................................................. 50

ii
DAFTAR TABEL

1. Elemen Soft Skills yang Harus dan Baik untuk Dimiliki .............................. 5
2. Indikator Softskil ........................................................................................... 26
3. Indikator Multiple Intelegenci ....................................................................... 30
4. Kisi- kisi Kegiatan Pembelajaran .................................................................. 33

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor
20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, disebutkan dalam
undang-undang tersebut bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggungjawab.
PP Nomor 65 tahun 2013 Tentang Standar proses pendidikan dasar dan
Menengah menjelaskan bahwa prinsip pembelajaran yang digunakan diantaranya
peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskill) dan
keterampilan mental (softskill).
Berdasarkan undang-undang dan PP tersebut, maka sekolah khususnya
guru yang berinteraksi langsung dengan peserta didik memiliki tanggung jawab
untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain
itu, guru juga bertanggung jawab dalam hal peningkatan dan keseimbangan antara
keterampilan fisikal (hardskill) dan keterampilan mental (softskill).
Kenyataan yang kita jumpai saat ini, semakin tinggi tingkat pendidikan,
mental peserta didik semakin rendah. Misalnya saat kelulusan UN, sering kita
jumpai siswa SMP dan SMA ngebut-ngebutan dijalan, coret-coret baju, semua
tindakan yang dilakukan menggambarkan rendahnya keterampilan mental.
Bandingkan dengan kelulusan anak TK, mereka bernyanyi bersama,
mengucapkan rasa syukur dan menyalami guru dan teman-temannya.
Tantangan masa depan yang dihadapi oleh peserta didik diantaranya
globalisasi, masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, ekonomi

1
2

berbasis ilmu pengetahuan, kebangkitan industri kreatif dan budaya dan


pergeseran kekuatan ekonomi dunia. Sementara itu, kompetensi yang harus
dimiliki oleh peserta didik masa depan adalah kemampuan berkomunikasi,
kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral
suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga Negara yang bertanggung jawab,
kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang
berbeda, kemampuan hidup dalam masyarakat yang menglobal mamiliki minat
luas dalam kehidupan, memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat dan minatnya
dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Salah satu upaya penting yang dilakukan guru untuk membekali peserta
didik dalam memecahkan masalah dalam kehidupannya adalah dengan
mengembangkan softskill dan kemampuan peserta didik dalam proses
pembelajaran. Beberapa data menunjukkan 60 persen keberhasilan seseorang
dalam menjalani hidup dipengaruhi oleh softskill seperti kemampuan bekerja
secara kolaborasi, berkomonikasi dengan jelas, dll. Sementara kompetensi
pengetahuan (kognitif) hanya berpengaruh sekitar 30 persen.
Makalah ini akan membahas mengenai softskill dan multiple intelegence
dalam pembelajaran yang akan dikembangkan dalam rencana pelaksanaan
pembelajaran.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Apakah yang dimaksud dengan softskill dan jenis-jenisnya?
2. Apakah yang dimaksud dengan multiple intelegence dan jenis-jenisnya?
3. Bagaimana cara mengembangakan RPP softskill dan multiple intelegence?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah adalah.
1. Untuk menjelaskan tentang softskill dalam pembelajaran serta jenis-jenisnya.
2. Untuk menjelaskan tentang multiple intelegence serta jenis-jenisnya.
3. Untuk menjelaskan cara mengembangakan RPP softskill dan multiple
intelegence.
3

D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah.
1. Bagi penulis, diharapkan makalah ini dapat menjadi acuan dalam
mengembangakan RPP softskill dan multiple intelegence yang digunakan
dalam pembelajaran.
2. Bagi pembaca, makalah ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai
cara mengembangakan RPP softskill dan multiple intelegence dan bagaimana
mengimplementasikannya dalam pembelajaran Fisika.
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Softskill
1. Pengertian Softskill
Softskill adalah suatu istilah dalam sosiologi tentang EQ (Emotional
Intelegence Quotient) seseorang, yang dapat dikategorikan menjadi kehidupan
sosial, komunikasi, bertutur bahasa, kebiasaan, keramahan dan optimasi. Menurut
Berthal dalam Illah Seulah (2008) soft skill adalah
“Personal dan interpersonal behaviours that developand maximize human
performance (eg,coaching team building, decision making, initative)
Softskill don’t include technical skill, such as financial,computer and
assembly skill”

Artinya softskill atau keterampilan lunak merupakan tingkah laku personal dan
interpersonal yang dapat mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia
(melalui pelatihan, pengembangan kerja sama tim, inisiatif, pengambilan
keputusan lainnya). Keterampilan lunak ini merupakan modal dasar bagi peserta
didik untuk berkembang secara maksimal sesuai dengan pribadi masing-masing.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa softskill adalah
seperangkat kemampuan yang mempengaruhi bagaimana seseorang berinteraksi
dengan orang lain atau keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang
lain (interpersonal skill) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri
(intrapersonal skill) yang memuat komunikasi efektif, berpikir kreatif dan kritis,
membangun tim, serta kemampuan lainnya yang terkait kapasitas kepribadian
individu. Pada dasarnya yang dapat mengendalikan arah serta tujuan hidup untuk
menjadi lebih baik adalah softskill yang dimiliki seorang manusia.

2. Jenis- jenis Softskill


Softskill sebenarnya merupakan pengembangan dari konsep yang selama
ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional (emotional intelligence). Softskill
sendiri diartikan sebagai kemampuan di luar kemampuan teknis dan akademis,
yang lebih mengutamakan pada kemampuan intrapersonal dan interpersonal

4
5

seseorang. Secara garis besar Coates (2006) menggolongkan Softskill ke dalam


dua kategori yaitu sebagai berikut:
a. Intrapersonalitas adalah keterampilan yang dimiliki seseorang dalam mengatur
dirinya sendiri, seperti manajemen waktu, manajemen stress, manajemen
perubahan, karakter transformasi, berpikir kreatif, memiliki acuan tujuan
positif, dan teknik belajar cepat. Keterampilan ini mencakup:
1) self awareness (self confident, self assessment, trait & preference,
emotional awareness)
2) self skill (improvement, self control, trust, worthiness, time/source
management, proactivity, conscience).
b. Interpersonalitas adalah keterampilan berhubungan atau berinteraksi dengan
lingkungan kelompok masyarakat dan lingkungan kerja serta interaksi dengan
individu manusia sehingga mampu mengembangkan unjuk kerja secara
maksimal, kemampuan memotivasi, kemampuan memimpin, kemampuan
negosiasi, kemampuan presentasi, kemampuan komunikasi, kemampuan
menjalin relasi, dan kemampuan bicara dimuka umum. Keterampilan ini
mencakup:
1) social awareness (political awareness, developing others, leveraging
diversity, service orientation, empathy)
2) social skill (leadership,influence, communication, conflict management,
cooperation, team work, synergy)
Adapun elemen Soft skill yang harus dan baik untuk dimiliki oleh
seseorang menurut Sharma (2009) adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Elemen Soft Skills yang Harus dan Baik untuk Dimiliki
Sub-skills Elemen yang Sub-skills Elemen yang
No Soft Skills
harus dimiliki baik untuk dimiliki
1 Kemampuan a. Kemampuan a. Kemampuan untuk
berkomunikasi menyampaikan ide menggunakan teknologi
secara jelas, efektif dan selama presentasi
meyakinkan baik oral b. Kemampuan untuk
maupun tertulis. berdiskusi dan
b. Kemampuan untuk mengakhiri dengan
mempraktikkan consensus
keterampilan c. Kemampuan
6

Sub-skills Elemen yang Sub-skills Elemen yang


No Soft Skills
harus dimiliki baik untuk dimiliki
mendengar dengan berkomunikasi dengan
baik dan memberi individu yang
tanggapan . mempunyai latar
c. Kemampuan belakang budaya
berpresentasi secara berbeda
jelas dan meyakinkan d. Kemampuan
kepada audiens menggunakan
keterampilan non-oral
e. Keterampilan untuk
menularkan kemampuan
komunikasinya ke orang
lain
2 Keterampilan a. Kemampuan untuk a. Kemampuan berfifir
berpikir dan mengidentifikasi dan lebih luas
menyelesaikan menganalisis masalah b. Kemampuan untuk
masalah dalam situasi sulit dan membuat kesimpulan
melakukan justifikasi berdasarkan pembuktian
b. Kemampuan yang valid
memperluas dan c. Kemampuan untuk
memperbaiki menerima dan
keterampilan berfikir memberikan
seperti menjelaskan, tanggungjawab
menganalisis dan sepenuhnya
mengevaluasi diskusi. d. Kemampuan untuk
c. Kemampuan memahami seseorang
mendapatkan ide dan dan mengakomodasikan
mencari solusi ke dalam suasana kerja
alternative yang beragam
3 Kerja dalam a. Kemampuan untuk a. Kemampuan untuk
tim membangun hubungan, memberikan kontribusi
berinteraksi dan terhadap perencanaan
bekerja secara efektif dan mengkoordinasikan
dengan lainnya kerja group.
b. Kemampuan untuk b. Bertanggungjawab
memahami dan terhadap keputusan
berperan sebagai group
pemimpin dan
pengikut (anggota)
c. Kemampuan untuk
memahami,
menghargai dan
menghormati prilaku,
pemahaman dan
keyakinan orang lain
7

Sub-skills Elemen yang Sub-skills Elemen yang


No Soft Skills
harus dimiliki baik untuk dimiliki
4 Belajar a. Kemampuan untuk a. Kemampuan untuk
sepanjang mengelolainformasi mengembangkan
hayat dan yang relevan dari keingingnan untuk
pengelolaan berbagai sumber menginvestigasi dan
informasi b. Kemampuan untuk mencari pengetahuan
menerima ide-ide baru
5 Keterampilan Kemampuan untuk a. Kemampuan untuk
kewirausahaan mengidentifikas mengajukan proposal
peluang kerja peluang bisnis
b. Kemampuan untuk
membangun,mengekspl
orasi dan mencari
peluang bisnis dan kerja
c. Kemampuan untuk
berwirausahasendiri
6 Etika, moral a. Kemampuan untuk a. Kemampuan untuk
dan memahami krisis mempraktikan etika
Profesionalism ekonomi, aspek social prilaku di samping
e budaya secara mempunyai
professional tanggungjawab terhadap
b. Kemampuan analisis masyarakat.
untuk membuat
keputusan pemecahan
masalah terkait dengan
etika.
7 Keterampilan a. Mempunyai a. Kemampuan untuk
kepemimpinan pengetahuan teori memahami dan menjadi
dasar kepemimpinan alternative pemimpin
b. Kemampuan untuk dan Pengikut
meminpin suatu projek b. Kemampuan
mensupervisi
anggotasuatu group.

3. Pengukuran Soft Skill


Softskill lebih didominasi oleh komponen kepribadian individu sehingga
prosedur pengukurannya sedikit berbeda dengan pengukuran komponen abilitas
individu. Oleh karena itu, pengukuran softskill akan mengarah pada karakteristik
yang sifatnya internal dan manifest pada diri individu seperti dimensi afektif,
motivasi, interes, atau sikap. Pengukuran kepribadian terbagi menjadi dua jenis
yaitu pelaporan diri (self-report) dan proyeksi (projective).
8

a. Self Report
Sebagaimana tes yang diartikan sebagai sekumpulan sampel respon yang
menunjukkan atribut ukur pada diri individu, pengukuran softskill juga
menghasilkan sejumlah respon dari individu yang menunjukkan tingkat softskill
yang dimiliki. Self report merupakan sekumpulan stimulus berupa pernyataan,
pertanyaan atau daftar deskripsi diri yang direspon oleh individu. Pernyataan
merupakan turunan dari domain ukur yang sifanya teoritik konseptual setelah
melalui proses operasionalisasi menjadi indikator-indikator. Setelah domain ukur
dan indikator telah ditetapkan, proses penyusunan instrument pengukuran
selanjutnya adalah penulisan item (wording).
b. Checklist
Checklist adalah jenis alat ukur afektif atau perilaku yang memuat
sejumlah indikator, biasanya kata sifat atau perilaku yang diisi oleh seorang
penilai (rater). Checklist lebih banyak dipakai untuk mengukur aspek psikologis
yang tampak (overt), misalnya perilaku. Sama seperti self report, penyusunan
item-item pada checklist juga diawali dari operasionalisasi aspek-aspek domain
ukur yang sifatnya konseptual menjadi seperangkat indikator yang sifatnya
operasional. Pada pengukuran softskill, checklist lebih tepat dipakai untuk
mengukur dimensi perilaku individu misalnya cara mempresentasikan makalah,
cara berinteraksi dengan orang lain, atau strategi mengatasi masalah. Teknik peer
evaluation antar individu biasanya menggunakan checklist.
c. Pengukuran Performansi
Beberapa softskill banyak yang terkait dengan abilitas relatif aktual seperti
komunikasi efektif, pemecahan masalah, berpikir kreatif atau berpikir kritis
sehingga pengukuran dengan menggunakan self report pada tataran tertentu
kurang relevan. Desain yang tepat untuk mengukur komponen ini adalah
pengukuran performansi. Pengukuran performansi merupakan pengukuran
terhadap proses atau hasil kinerja individu terhadap tugas yang diberikan.
9

B. Multiple Intelegence
1. Pengertian Multiple Intelegence
Kecerdasan (intelegence) adalah kemampuan untuk melakukan abstraksi,
serta berpikir logis dan cepat sehingga dapat bergerak dan menyesuaikan diri
terhadap situasi baru. Kemampuan kognitif, psikomotor, dan afektif yang dimiliki
seseorang disebut dengan kecerdasan (Amsal Amri, 2008), sedangkan Howard
Garder (1993) mendefinisikan kecerdasan sebagai:
a. Kemampuan memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan nyata.
b. Kemampuan melahirkan masalah baru untuk dipecahkan.
c. Kemampuan menyiapkan atau menawarkan suatu layanan yang bermakna
dalam kehidupan kultur tertentu
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan adalah
kemampuan-kemampuan yang dimiliki seseorang dimana kemampuan
tersebut tidak akan semuanya sama dengan kemampuan-kemampuan yang
dimiliki orang lain, karena kemampuan banyak jenisnya (beranekaragam),
dan keanekaragaman dari kemampuan-kemampuan itu disebut dengan
kecerdasan majemuk (multiple intelegence).
2. Jenis-Jenis Intelegence
Yaumi (2012) menyatakan bahwa Gardner menemukan delapan macam
kecerdasan jamak, yakni (1) kecerdasan verbal-linguistik, (2) logis-matematis, (3)
visual-spasial, (4) berirama-musik, (5) jasmaniah-kinestetik, (6) interpersonal, (7)
intrapersonal, dan (8) naturalistik. Selanjutnya, Walter McKenzie dalam bukunya
Multiple Intelligences and Instruksional Technology memasukkan kecedasan
eksistensial sebagai salah satu bagian dari kecerdasan jamak. Berikut penjelasan
masing-masing kecerdasan.
a. Kecerdasan Verbal-Linguistik
Kecerdasan verbal-linguistik atau dikenal dengan istilah pintar kata adalah
kemampuan untuk mengggunakan bahasa baik lisan maupun tulisan secara tepat
dan akurat. Mereka yang mempunyai kecerdasan ini cendrung mempunyai
keterampilan reseptif (input) dan produktif (output) verbal yang sangat baik.
Pekerjaan yang sangat disukai oleh mereka yang memiliki kecerdasan verbal-
10

linguistik adalah guru, pendongeng, pembawa acara, wartawan, penulis,


pengarang, kepala sekolah, pelawak, pembaca berita di radio atau televise, editor
surat kabar, dan penyair.
b. Kecerdasan Logis-Matematis
Kecerdasan logis-matematis atau dikenal dengan istilah cerdas angka
termasuk kemampuan ilmiah (scientific) yang sering disebut dengan berpikir
kritis. Mereka yang memiliki kecerdasan ini cendrung berpikir induktif, deduktif
dan rasional. Karier-karier yang sesuai dengan orang yang memiliki kecerdasan
ini adalah guru matematika, akuntan pajak, ahli statistik, dokter, insinyur, arsitek,
guru pendidikan khusus, ahli matematika, ilmuwan, peneliti medis, pemograman
komputer, dan ahli konstruksi.
c. Kecerdasan Visual-Spasial
Kecerdasan visual-spasial atau disebut dengan kecerdasan visual adalah
kemampuan untuk memahami gambar-gambar dan bentuk termasuk kemampuan
untuk menginterpretasi dimensi ruang yang tidak dapat dilihat.Karier-karier yang
sesuai dengan orang yang memiliki kecerdasan ini adalah arsitek, pemahat,
penjahit wanita, illustrator buku, tukang kayu, guru vokasional, perancang busana,
seniman, penghias, ahli kecantikan, kartunis, guru seni, perancang mobil, dan ahli
mesin.
d. Kecerdasan Jasmaniah-Kinestetik
Kecerdasan jasmaniah-kinestetik atau disebut juga dengan cerdas
jasmaniah adalah. Mereka yang memiliki kecerdasan ini bisa memproses
informasi melalui perasaan yang dirasakan melalui aspek badaniah atau
jasmaniah. Karier-karier yang sesuai dengan orang yang memiliki kecerdasan ini
adalah actor/aktris, penari, pelatih, guru dansa, ahli bahasa tubuh, interpreter
bahasa isyarat, atlet professional, ahli terapi fisik, guru pendidikan fisika, pemain
pantonim, pengukir, dan ahli bedah.
e. Kecerdasan Berirama-Musik
Kecerdasan berirama-musik (musical-rhythmic intelligence) adalah
kapasitas untuk berpikir tentang musik, seperti mampu mendengar, mengenal,
mengingat, dan bahkan memanipulasi pola-pola musik. Mereka yang memiliki
11

kecerdasan ini memiliki apresiasi yang kuat terhadap musik, dengan mudah
mengingat lagu-lagu dan melodi, mempunyai pemahaman tentang warna nada dan
komposisi, dapat membedakan perbedaan antara pola nada dan pada umumnya
senang terbenam dalam musik. Karier-karier yang sesuai dengan orang yang
memiliki kecerdasan ini adalah ahli teologi, penulis, penemu, psikolog, ahli terapi,
motivator, filsuf, imam, pendeta, entrepreneur, guru, peneliti, penyair, artis, dan
musisi.
f. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan Interpersonal atau pintar bergaul adalah kemampuan untuk
membaca tanda dan isyarat sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, dan mampu
menyesuaikan gaya komunikasi secara tepat. Mereka yang memiliki kecerdasan
ini dapat melakukan negosiasi hubungan dengan keterampilan dan kemahiran
karena orang tersebut mengerti kebutuhan tentang empati, kasih sayang,
pemahaman, ketegasan, dan ekspresi dari kebutuhan dan keinginan. Karier-karier
yang sesuai dengan orang yang memiliki kecerdasan ini adalah pemimpin politik,
guru, perawat, bidan, pelayan, sales man, pemimpin agama, kepala sekolah,
pembawa acara talk show di tv atau radio, psikolog, penasehat, aktivis, peneliti
ilmu-ilmu social, negosiator, diplomat, ilmuwan, dan konsultan manajemen.
g. Kecerdasan Naturalistik
Kecerdasan naturalistik adalah kemampuan seseorang untuk
mengidentifikasi dan mengklasifikasi pola-pola alam (nature). Mereka yang
memiliki kecerdasan ini mempunyai ketertarikan pada dunia luar atau dunia
binatang, ketertarikan ini muncul sejak dini. Karier-karier yang sesuai dengan
orang yang memiliki kecerdasan ini adalah guru ilmu pengetahuan alam, ahli atau
pengawas pengairan, ahli ekologi, ahli ilmu perbintangan, polisi hutan, pelaut,
pemancing yang handal, pemimpin pramuka, ahli lingkungan, ahli biologi
kelautan, petani atau ahli pertanian, nakhkoda kapal, guru biologi dan navigator.
h. Kecerdasan Eksistensial-Spiritual
Kecerdasan eksistensial-spiritual kemampuan untuk menempatkan diri
dalam hubungannya dengan suatu kosmos yang tak terbatas dan sangat kecil serta
kapasitas untuk menempatkan diri dalam hubungannya dengan fitur-fitur
12

eksistensial dari suau kondisi manusia seperti makna kehidupan, arti kematian,
perjalanan akhir dari dunia fisik dan psikologis dan pengalaman dalam tentang
cinta kepada orang lain atau perendaman diri secara total dalam suatu karya seni.
Karier-karier yang sesuai dengan orang yang memiliki kecerdasan ini adalah
filsuf, pendeta, duta, penulis dan pembicara inspirasi, ahli agama, guru sejarah dan
filsafat serta guru agama.
i. Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional adalah kemampuan yang dapat membuat orang
bisa mengingat, memperhatikan, belajar dan membuat keputusan yang jernih
tanpa keterlibatan emosi. Jadi intelegensi emosional disini berkaitan dengan sikap
motivasi, kegigihan, dan harga diri yang akan mempengaruhi keberhasilan dan
kegagalan siswa.
j. Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan spiritual adalah kemampuan yang berhubungan dengan
pengakuan adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta isinya.

C. Hakikat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Menurut UU No.19 tahun 2005 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah
seperangkat rencana yang menggambarkan proses dan prosedur pengorganisasian
kegiatan pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar (KD) yang telah
ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan di dalam silabus. Dalam
Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 dinyatakan bahwa rencana
pelaksanaan pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan
secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada
silabus. Selanjutnya dalam Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 RPP
merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada
silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru.
Selanjutnya menurut Kemendikbud (2014) RPP merupakan rancangan
pembelajaran yang harus dikembangkan guru sebagai bentuk pertanggungjawaban
kegiatan profesinya kepada masyarakat, sejawat, dan peserta didik. RPP adalah
taught curriculum yang berarti bahwa apa yang dirancang dalam kurikulum harus
tertuang dalam RPP, untuk mencapai hasil belajar peserta didik atau learned
13

curriculum yang merupakan hasil langsung dari pengalaman belajarnya. RPP


mencakup: (1) identitas sekolah/madrasah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2)
alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian kompetensi; (4) materi
pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran; (6) penilaian; dan (7) media/alat, bahan,
dan sumber belajar.

D. Pengembangan RPP
Menurut Kemendikbud (2014) pengembangan RPP merupakan kewajiban
yang harus dikembangkan guru mata pelajaran sebelum melaksanakan proses
pembelajaran. Dalam mengembangkan RPP perlu diperhatikan beberapa hal
antara lain; (1) landasan operasional, (2) hubungan antara empat Kompetensi Inti,
(3) prinsip pengembangan, dan (4) pendekatan, atau model, atau metode yang
disesuaikan dengan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) atau karakteristik mata
pelajaran, serta tujuan yang akan dicapai.
1. Landasan Operasional
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Permendikbud Nomor 54
Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan
Menengah terkait dengan standar isi, standar proses, dan standar penilaian
pendidikan, maka peraturan tersebut menjadi acuan dalam mengembangkan RPP
yang antara lain mencakup materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan
kegiatan penilaian. Selanjutnya Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang
Standar Proses menyatakan bahwa langkah awal dalam proses pembelajaran
adalah perencanaan yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP).
2. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Kompetensi Inti (KI)
Berdasarkan Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 tentang SKL, maka
lulusan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB/PAKET C harus memiliki kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
a. Kompetensi sikap
Bertujuan agar peserta didik memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab
14

dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
b. Kompetensi Pengetahuan
Bertujuan agar peserta didik memiliki pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan
budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian.
c. Kompetensi keterampilan
Bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan pikir dan tindak yang
efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari
yang dipelajari di sekolah secara mandiri.

3. Prinsip-prinsip pengembangan RPP yang mencakup;


a. RPP disusun sebagai terjemahan dari ide kurikulum dan berdasarkan silabus
ke dalam bentuk rancangan proses pembelajaran
b. RPP dikembangkan dengan menyesuaikan apa yang dinyatakan dalam silabus
dengan kondisi di satuan pendidikan baik kemampuan awal peserta didik,
minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar
kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai,
dan/atau lingkungan peserta didik.
c. Proses pembelajaran dalam RPP dirancang dengan berpusat pada peserta didik
untuk mengembangkan motivasi, minat, rasa ingin tahu, kreativitas, inisiatif,
inspirasi, kemandirian, semangat belajar, keterampilan belajar dan kebiasaan
belajar.
d. Proses pembelajaran dalam RPP dirancang untuk mengembangkan kegemaran
membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai
bentuk tulisan Mengembangkan budaya membaca dan menulis.
e. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut.
f. RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan,
pengayaan, dan remedi.
g. Pemberian pembelajaran remedi dilakukan setiap saat setelah suatu ulangan
atau ujian dilakukan, hasilnya dianalisis, dan kelemahan setiap peserta didik
15

dapat teridentifikasi di mana pemberian pembelajaran diberikan sesuai dengan


kelemahan peserta didik.
h. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI
dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber
belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
i. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan
lintas matapelajaran untuk sikap dan keterampilan, dan keragaman budaya.
j. RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan
komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi
dan kondisi.
4. Pendekatan, Model,dan Metode Pembelajaran
a. Pendekatan Pembelajaran.
Pendekatan pembelajaran pada Kurikulum 2013 adalah pembelajaran
saintifik yang merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis
dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah yaitu mengamati,
menanya, mengumpulkan informasi atau mencoba, mengasosiasi atau menalar
dan mengkomunikasikan.
b. Model pembelajaran
Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari
awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Berdasarkan
Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, model
pembelajaran yang diutamakan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah
model pembelajaran Inkuiri (Inquiry Based Learning), model pembelajaran
Discovery (Discovery Learning), model pembelajaran berbasis projek (Project
Based Learning), dan model pembelajaran berbasis permasalahan (Problem Based
Learning).
c. Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk
mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata
dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode
pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi
16

pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi;
(5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, dan (9)
simposium. Pendekatan pembelajaran saintifik dapat menggunakan metode
pembelajaran antara lain metode diskusi, metodeeksperimen, metode demonstrasi,
dan metode simulasi.
E. Komponen RPP
Mengacu pada Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 komponen-
komponen RPP terdiri dari.
1. Identitas mata pelajaran, meliputi:
a. satuan pendidikan,
b. kelas,
c. semester,
d. program studi,
e. mata pelajaran atau tema pelajaran,
f. jumlah pertemuan.
2. Kompetensi inti (KI)
Menurut Kemendikbud (2013: 7) kompetensi Inti merupakan terjemahan
atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang
telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang
pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan
ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari
peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi
Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skill
dan softskill.
3. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar adalah kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap
kelas yang diturunkan dari kompetensi inti.
4. Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator pencapaian kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur
dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu
yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi
17

dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati


dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
5. Alokasi Waktu,
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD
dan beban belajar
6. Metode Pembelajaran,
Metode pembelajara digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar
atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran
disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap
indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran
7. Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran dapat berasal dari buku teks pelajaran dan buku
panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian, konteks
pembelajaran dari lingkungan sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk
pembelajaran reguler, pengayaan, dan remedial
8. Kegiatan pembelajaran
a. Kegiatan Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan
pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan
perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
1) Mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan
2) Mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan
sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan
dikembangkan
3) Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam
kehidupan sehari-hari
4) Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan;
5) Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.
b. Kegiatan inti
18

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD.


Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan
ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat,
minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kegiatan inti menggunakan pendekatan saintifik yang disesuaikan dengan
karakteristik mata pelajaran dan peserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik
untuk melakukan proses mengamati, menanya, mengumpulkan
informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Dalam setiap
kegiatan guru harus memperhatikan perkembangan sikap peserta didik pada
kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2 antara lain mensyukuri karunia Tuhan, jujur,
teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan, menghargai pendapat orang lain
yang tercantum dalam silabus dan RPP.
c. Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri
aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau
simpulan, penilaian, refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut. Kegiatan penutup
terdiri atas:
1) Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu: (a) membuat rangkuman/simpulan
pelajaran; (b) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;
dan (c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; dan
2) Kegiatan guru yaitu: (a) melakukan penilaian; (b) merencanakan kegiatan
tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan
konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok
sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan (c) menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
9. Penilaian pembelajaran
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan
dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.
10. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
19

Penentuan media/alat, bahan, dan sumber belajar didasarkan pada standar


kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan
indikator pencapaian kompetensi.
Adapun susunan RPP sebagai berikut.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA …
Mata Pelajaran :…
Kelas/Semester :…
Materi Pokok :…
Alokasi Waktu : ...
A. Kompetensi Inti (KI)
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
1. KD pada KI-1
2. KD pada KI-2
3. KD pada KI-3
4. KD pada KI-4
C. Indikator Pencapaian Kompetensi*)
1. Indikator KD pada KI-1
2. Indikator KD pada KI-2
3. Indikator KD pada KI-3
4. Indikator KD pada KI-4
D. Materi Pembelajaran (dapat berasal dari buku teks pelajaran dan buku
panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian,
konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang dikelompokkan
menjadi materi untuk pembelajaran reguler, pengayaan, dan remedial)
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama: (...JP)
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti **)
 Mengamati
 Menanya
 Mengumpulkan informasi/mencoba
 Menalar/mengasosiasi
 Mengomunikasikan
c. Kegiatan Penutup
2. Pertemuan Kedua: (...JP)
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti **)
 Mengamati
 Menanya
 Mengumpulkan informasi/mencoba
 Menalar/mengasosiasi
20

 Mengomunikasikan
c. Kegiatan Penutup
3. Pertemuan seterusnya.
F. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1. Teknik penilaian
2. Instrumen penilaian
a. Pertemuan Pertama
b. Pertemuan seterusnya
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
Pembelajaran remedial dilakukan segera setelah kegiatan penilaian.
G. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media/alat
2. Bahan
3. Sumber Belajar

*) Pada setiap KD dikembangkan indikator atau penanda. Indikator untuk KD


yang diturunkan dari KI-1 dan KI-2 dirumuskan dalam bentuk perilaku umum
yang bermuatan nilai dan sikap yang gejalanya dapat diamati sebagai dampak
pengiring dari KD pada KI-3 dan KI-4. Indikator untuk KD yang diturunkan
dari KI-3 dan KI-4 dirumuskan dalam bentuk perilaku spesifik yang dapat
diamati dan terukur.
**) Pada kegiatan inti, kelima pengalaman belajar tidak harus muncul seluruhnya
dalam satu pertemuan tetapi dapat dilanjutkan pada pertemuan berikutnya,
tergantung cakupan muatan pembelajaran. Setiap langkah pembelajaran dapat
digunakan berbagai metode dan teknik pembelajaran.

F. Mekanisme Pengembangan RPP


Pengembangan RPP merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari
kajian terhadap silbus dan buku guru/peserta didik, dengan tujuan menyusun
perencaanaan kegiatan pembelajaran supaya efektif dan efisien, sehingga peserta
didik dapat mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Dengan demikian, maka
pengembangan RPP dapat digambarkan sebagai suatu proses menjabarkan
keterkaitan antara KI dan KD dengan ketercapaian SKL, melalui proses
pembelajaran dan penilaian. Rangkain proses tersebut dapat digambarkan seperti
pada Gambar 1 beriku
21

Penilaian
KI-3, KD-3 Materi Pengetahuan
Pokok

IPK
KI-1, KI-2,
KD-2 Tujuan Penilaian S
KD-1
Sikap K
Pembelaja L
Kegiatan
ran Pembelaj
aran

Penilaian
KI-4, KD-4 Keterampilan

Gambar 1. Keterkaitan KI dan SKL dalam Pembelajaran


Adapun penjelasan gambar diatas adalah sebagai berikut.
1. Keterkaitan antara KI dan SKL
a. KI-3 kompetensi pengetahuan yang dikembangkan menjadi Kompetensi Dasar
(KD) dan Indikator Pencpaian Kompetensi (IPK), dan selanjutnya
dikembangkan menjadi materi pokok/tema/topik yang harus dicapai oleh
peserta didik melalui kegiatan pembelajaran (though curriculum) dan akan
memberikan pengalaman belajar secara langsung (direct teaching). Untuk
mengetahui keberhasilan peserta didik terhadap pengetahuan, dilakukan
penilaian pengetahuan dalam bentuk tes tulis, tes lisan, atau penugasan.
b. KI-1 dan KI-2 merupakan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial (dapat
dikembangkan menjadi KD dan IPK sesuai karakteristik mata pelajaran) yang
harusdicapai peserta didik sebagai dampak penggiring (nurturant effects) dan
merupakan pengalaman belajar tidak langsung (indirect teaching) melalui
kegiatan pembelajaran yang dikembangkan guru. Penilaian ketercapaian
kompetensi sikap tersebut dapat dilakukan melalui pengamatan/observasi,
penilaian diri, penilaian antar teman, atau jurnal.
c. KI-4 merupakan kompetensi keterampilan yang dikembangkan menjadi KD
dan IPK dan harus dicapai oleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran
(though curriculum) yang akan memberikan pengalaman belajar secara
22

langsung (direct teaching). Penilaian kompetensi keterampilan dapat dilkukan


antara lain dengan penilaian projek, unjuk kerja, atau portofolio.
d. Kegiatan pembelajaran yang dikembangkan menggunakan pendekatan
saintifik, yaitu pendekatan pembelajaran yang memberikan pengalaman
belajar belajar kepada peserta didik melalui kegiatan mengamati, menanya,
mencoba/mengumpulkan informasi, menalar atau mengasosiasi, dan
mengomunikasikan.
e. Keempat kompetensi tersebut harus dicapai peserta didik sebagai hasil
pembelajaran secara utuh dan terpadu, agar peserta didik dapat mencapai
kompetensi minimal sesuai dengan tuntutan Standar Kompetensi Lulusan
(SKL).
2. Mengembangkan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dan Tujuan
Pembelajaran
a. Indikator merupakan rumusan yang menggambarkan karakteristik, ciri-ciri,
perbuatan,atau respon yang harus ditunjukkan atau dilakukan oleh peserta
didik dan digunakansebagai penanda/indikasi pencapaian kompetensi dasar.
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) adalah perilaku yang dapat diukur
dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu
yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian
kompetensi dapat dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional
yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.
b. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dikembangkan dari KD yang berasal
dari KI-1 (jika ada), KI-2, KI-3, dan KI-4.
c. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dari KI-1 dan KI-2 tidak harus
dikembangkan, namun jika akan dikembangkan maka dapat mengacu pada
KD-1 dan KD-2, dan tidak menggunakan kata kerja operasional (KKO)
seperti halnya pada IPK untuk KD dari KI-3 dan KI-4.
d. Penggunaan KKO pada IPK disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran,
dan dikaitkan dengan materi pembelajaran yang memuat pengetahuan faktual,
23

konseptual, dan prosedural (untuk kelas X), serta metakognisi (untuk kelas XI
dan XII).
3. Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan kompetensi dasar, dengan
menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Tujuan dapat diorganisasikan
mencakup seluruh KD atau diorganisasikan untuk setiap pertemuan. Tujuan
pembelajaran dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan yang menggambarkan
arah dan target yang dicapai dalam seluruh rangkaian kegiatan (dalam satu atau
berberapa minggu/pertemuan) dalam satu materi pokok/tema/teks, serta memuat
penjelasan proses dan hasil yang diharapkan.
4. Mengidentifikasi materi pembelajaran
Materi pembelajaran dikembangkan dari KD-3 dan/atau KD-4, serta
memperhatikan KD-1 dan KD-2 sebagai dampak penggiring (nurturant effects)
hasil belajar peserta didik. Untuk melakukan identifikasi materi pembelajaran
harus mempertimbangkan hal-hal antara lain;
a. Potensi peserta didik.
b. Relevansi dengan karakteristik daerah.
c. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual
peserta didik.
d. Kebermanfaatan bagi peserta didik.
e. Struktur keilmuan.
f. Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran.
g. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, dan
h. Alokasi waktu.
5. Mengembangkan kegiatan pembelajaran
a. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang
melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik,
peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya untuk
mencapai KD.
24

b. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan


pendekatan pembelajaran Saintifik yang berpusat pada peserta didik, serta
metode atau yang memberikan pengalaman belajar bervariasi disesuaikan
dengan kemampuan awal peserta didik dan karakteristik materi pembelajaran,
serta berorientasi pada tujuan yang ingin dicapai.
c. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta
didik. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan
pembelajaran antara lain; 1) Kegiatan pembelajaran disusun sebagai acuan
bagi guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional,
(2) Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan manajerial yang
dilakukan guru, agar peserta didik dapat melakukan kegiatan yang merupakan
pengalaman belajar untuk mencapai kompetensi tertentu sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang telah dikembangkan, (3) Kegiatan pembelajaran untuk
setiap pertemuan merupakan skenario atau langkah-langkah yang dapat
memotivasi dan mengarahkan peserta didik untuk aktif belajar dan
menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata melalui kegiatan 5M.
d. Kegiatan pembelajaran diorganisasikan menjadi kegiatanPendahuluan,
kegiatan Inti, dan kegiatan Penutup. Keseluruhan proses pembelajaran tersebut
harus menggambarkan pengalaman peserta didik dalam mencapai kompetensi
melalui kegiatan 5M. Kegiatan pembelajaran dapat berupa
pemodelan/demonstrasi oleh guru atau ahli, peniruan oleh peserta didik,
pengecekan dan pemberian umpan balik oleh guru, dan pelatihan lanjutan.
Selain hal yang dijelaskan di atas, dalam pengembangan kegiatan
pembelajaran juga perlu diperhatikan model atau metode pembelajaran yang
digunakan, alokasi waktu, serta alat/bahan, atau sumber, serta media yang
diperlukan.
a. Model dan/atau metode pembelajaran dipilih yang sesuai dengan pendekatan
saintifik yang diperlukan untuk mengembangkan sikap (spiritual dan sosial,
pengetahuan, dan keterampilan) yang pelaksanaannya difokuskan kepada
kesesuaian dengan pengalaman belajar peserta untuk mencapai kompetensi
25

tertentu. Selain itu, pemilihan model atau metode juga harus


mempertimbangkan karakteristik KD atau materi pembelajaran.
b. Menentukan alokasi waktu
1) Penentuan alokasi waktu pada setiap KD didasarkan pada jumlah minggu
efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan
mempertimbangkan jumlah KD, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan
tingkat kepentingan KD.
2) Waktu harus leluasa untuk memungkinkan peserta didik berproses
(menyelesaikan tugas dan mengikuti prosedur yang ditetapkan)
3) Alokasi waktu dirinci dan disesuaikan dengan RPP karena yang dicantumkan
pada silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai KD yang
dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.
c. Menentukan alat/bahan/media, atau simber belajar
Merupakan rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan
pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, nara sumber, serta
lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
6. Mengembangkan Penilaian
a. Penilaian pencapaian KD peserta didik dilakukan berdasarkan indikator.
b. Penilaian dilakukan dengan menggunakan penilaian autentik dan tes dalam
bentuk tertulis maupun lisan. , pengamatan kinerja, pengukuran sikap,
penilaian hasil karya berupa tugas, projek dan/atau produk, penggunaan
portofolio, dan penilaian diri.
c. Oleh karena pada setiap pembelajaran peserta didik didorong untuk
menghasilkan karya, maka penyajian portofolio merupakan cara penilaian
yang harus dilakukan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.
d. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi yaitu KD-KD
pada KI-3 dan KI-4.
e. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa
dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan
untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
26

f. Sistem penilaiannya berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih,


kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan KD yang telah dimiliki dan
yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik. Hasil penilaian
dianalisis untuk menentukan tindak lanjut.
g. Tindak lanjut hasil penilaian berupa perbaikan proses pembelajaran
berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian
kompetensinya di bawah ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta
didik yang telah memenuhi ketuntasan.
Sistem penilaian disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam
proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan
tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses
misalnya teknik wawancara, maupun produk berupa hasil melakukan observasi
lapangan.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengembangan Softskill dan Multiple Intelegence dalam Pembelajaran


Softskill adalah seperangkat kemampuan yang mempengaruhi bagaimana
seseorang berinteraksi dengan orang lain atau keterampilan seseorang dalam
berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill) dan keterampilan dalam
mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skill) yang memuat komunikasi efektif,
berpikir kreatif dan kritis, membangun tim, serta kemampuan lainnya yang terkait
kapasitas kepribadian individu.
Softskill dimiliki oeleh setiap orang, tetapi dalam jumlah dan kadar yang
berbeda-beda dan dapat berubah sesuai kemauan orang yang bersangkutan.
Adapun cara untuk mengembangkan soft skill adlaha dengan cara diasah dan
dipraktekkan. Salah satu ajang yang cukup baik untuk mengembangkan soft skill
adalah melalui pembelajaran dengan segala aktivitasnya. Berdasarkan hasil
penelitian untuk memasuki dunia kerja Softskill lah yang mempunyai peran yang
lebih dominan. Untuk mendiseminasikan softskill pada para peserta didik, faktor
yang sangat berpengaruh adalah dimulai dari guru. Guru harus bisa jadi living
example. Dari mulai datang tepat waktu, mengoreksi tugas, dan sebagainya. Soft
skill yang diberikan kepada para peserta didik dapat diintegrasikan dengan materi
pembelajaran. Materi softskill yang perlu dikembangkan kepada para peserta
didik, tidak lain adalah penanaman sikap jujur, kemampuan berkomunikasi, dan
komitmen.
Allah berfirman dalam Q.S An Anfal ayat 58 :

(۵۸) ََ‫ل ي ُِحبَ ْالخَا ِئنِين‬


ََ ‫ّللا‬
َََ ‫ن‬ََ ‫س َواءَ َۚ ِإ‬ َ ‫ن قَ ْومَ ِخيَانَةَ فَا ْنبِ َْذ ِإَلَ ْي ِه َْم‬
َ َ‫علَى‬ َْ ‫ن ِم‬
ََ َ‫َو ِإ َما َت َخَاف‬
Artinya : “Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu
golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang
jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat”.
Berdasarkan ayat di atas dapat dilihat bahwa kejujuran itu sangat penting dalam
diri seseorang.

27
Adapun jenis-jenis Softskill adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Indikator Softskill
Pengembangan dalam
Jenis Softskill Indikator Sub Indikator Instrumen
Pembelajaran
Intrapersonalitas Religius Kemampuan berdoa dan Peserta didik berdoa sebelum dan Peserta didik dapat berdoa
adalah bersyukur kepada Tuhan selesai pembelajaran sebelum dan selesai
keterampilan pembelajaran dengan baik
yang dimiliki
seseorang dalam Guru membimbing peserta didik Peserta didik mampu bersyukur
mengatur untuk bersyukur atas karunia atas karunia Tuhan yang
dirinya sendiri Tuhan yang berhubungan dengan berhubungan dengan
pembelajaran pembelajaran
Belajar Kemampuan untuk Peserta didik melakukan studi Peserta didik mampu
sepanjang mengelola informasi yang pustaka untuk menemukan solusi menentukan dan mengelola
hayat dan relevan dari berbagai permasalahan informasi yang relevan dari
pengelolaan sumber berbagai sumber
informasi
Keterampilan Kemampuan untuk Peserta didik mengidentifikasi Mengidentifikasi masalah
berpikir dan mengidentifikasi dan masalah berdasarkan gambar sesuai dengan gambar yang
menyelesaikan menganalisis masalah yang diamati diamati
masalah dalam situasi sulit
Peserta didik menganalisis
masalah untuk menentukan Menganalisis masalah dalam
langkah-langkah dalam proses menentukan proses pemecahan
pemecahan masalah masalah
Kemampuan memperluas Peserta didik menjelaskan Peserta didik mampu

28
dan memperbaiki perbedaan ketelitian pada setiap menjelaskan perbedaan
Pengembangan dalam
Jenis Softskill Indikator Sub Indikator Instrumen
Pembelajaran
keterampilan berfikir alat ukur ketelitian pada setiap alat ukur
seperti menjelaskan,
menganalisis dan Peserta didik menganalisis hasil Peserta didik mampu
mengevaluasi diskusi. pengukuran yang didapatkan menganalisis hasil pengukuran
yang didapatkan
Kemampuan mendapatkan Peserta didik menyampaikan ide Peserta didik mampu
ide dan mencari solusi untuk memecahkan masalah menyampaikan ide untuk
alternatif dalam pembelajaran memecahkan masalah dalam
pembelajaran
Etika, moral Kemampuan analisis untuk Peserta didik melakukan analisis Peserta didik mampu
dan membuat keputusan untuk menemukan pemecahan memutuskan solusi pemecahan
Profesionalisme pemecahan masalah dan masalah dan bertanggung jawab masalah
bertanggung jawab atas atas pemecahan masalah yang
keputusan tersebut. telah diputuskan Peserta didik memiliki rasa
tanggung jawab atas tugas,
praktikum, dan laporan yang
dilakukan
Interpersonalitas Kerja dalam Kemampuan untuk Peserta didik bekerja sama selama Kemampuan peserta didik
adalah tim membangun hubungan, melakukan percobaan dan dalam bekerja sama dalam
keterampilan berinteraksi dan bekerja menganalisis hasil percobaan kelompok
berhubungan secara efektif dengan
atau berinteraksi lainnya
dengan Kemampuan untuk Peserta didik berperan secara Peserta didik dapat berperan
lingkungan memahami dan berperan aktif baik sebagai anggota aktif sebagai ketua kelompok
kelompok sebagai pemimpin dan maupun ketua kelompok Peserta didik dapat berperan

29
Pengembangan dalam
Jenis Softskill Indikator Sub Indikator Instrumen
Pembelajaran
masyarakat dan pengikut (anggota) aktif sebagai anggota kelompok
lingkungan Kemampuan untuk Peserta didik melakukan diskusi Peserta didik mampu
kerja serta memahami, menghargai baik diskusi kelas maupun diskusi menghargai pendapat teman
interaksi dengan dan menghormati prilaku, kelompok
individu pemahaman dan keyakinan
manusia orang lain
Kemampuan Kemampuan Peserta didik menyampaikan Penyampaian pendapat selama
Berkomunikasi menyampaikan ide secara pendapat selama diskusi kelas diskusi kelas jelas, efektif, dan
jelas, efektif dan meyakinkan
meyakinkan baik oral Peserta didik menyampaikan
maupun tertulis. pendapat selama diskusi Penyampaian pendapat selama
kelompok diskusi kelompok jelas, efektif,
dan meyakinkan
Kemampuan untuk Peserta didik mendengarkan Kemampuan mendengarkan
mempraktikkan jawaban dan penjelasan dari guru jawaban dan penjelasan dari
keterampilan mendengar dan teman guru dan teman
dengan baik dan memberi Peserta didik menanggapi
tanggapan. pernyataan teman Kemampuan menanggapi
pernyataan teman
Kemampuan berpresentasi Peserta didik mengomunikasikan Mengomunikasikan hasil
secara jelas dan hasil diskusi diskusi secara jelas dan
meyakinkan kepada audien meyakinkan
Keterampilan Kemampuan untuk Peserta didik sebagai ketua Kemampuan memimpin teman-
Kepemimpinan meminpin suatu projek kelompok memimpin teman- teman dalam diskusi kelompok
teman dalam diskusi kelompok

30
31

Multiple intelegence adalah kemampuan untuk memahami informasi/


masalah/ hubungan-hubungan yang membentuk pengetahuan dan kesadaran,
kemampuan untuk memproses informasi/ masalah/ hubungan-hubungan agar
dapat dipecahkan, serta kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi-
situasi baru mencakup parameter atau aspek logika (matematis), bahasa, kinetis,
musical, visual-spatial, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Dengan
mengasah seluruh intelegensi peserta didik, berarti memberi jalan yang mudah
untuk mencapai tujuan hidup dan puncak kariernya.
Intelegensi dapat ditingkatkan dengan cara mengaktifkan seluruh indra
peserta didik, melatih kecerdasan secara berimbang, melatih silang intelegensi
yang berbeda. Cara melihat intelegensi adalah mengidentifikasi pendekatan yang
dilakukan dalam mempelajari isi / materi / subyek pelajaran. Semua intelegensi
tersebut dapat diberdayakan dalam suatu rencana atau program pembelajaran. Jika
seluruh intelegensi dioptimalkan, maka diharapkan tujuan pelajaran dapat tercapa.
Penerapan teori multiple intelegensi dalam program pembelajaran dapat
dikembangkan dengan menggunakan program pembelajaran yang berorientasi
pada siswa bukan pada materi. Jenis- jenis multiple intelence dapat dilihat pada
Tabel 3.
Tabel 3. Indikator Multiple Intelengence
Multiple Pengembangan dalam
Indikator Instrumen
Inteligence Pembelajaran
Kecerdasan 1. Mampu menulis laporan 1. Peserta didik menulis laporan 1. Peserta didik mampu menulis laporan
Verbal- berdasarkan hasil diskusi berdasarkan hasil diskusi kelompok
Linguistik kelompok 2. Peserta didik mendengarkan penjelasan
2. Mendengarkan 2. Peserta didik mendengarkan dari guru
penjelasan guru penjelasan dari guru 3. Peserta didik dapat mencari bahan untuk
3. Mencari bahan untuk 3. Peserta didik mencari bahan melengkapi tugas
melengkapi tugas untuk melengkapi tugas 4. Peserta didik dapat mengemukakan
4. Mengemukakan 4. Peserta didik mengemukakan pendapat
pendapat pendapat dalam diskusi kelas dan
diskusi kelompok
Kecerdasan 1. Mampu mengumpulkan 1. Peserta didik mengumpulkan 1. Peserta didik mampu mengumpulkan
Logis- data data dari hasil percobaan yang data dari hasil percobaan
matematis diperlukan 2. Peserta didik mampu mengolah data
2. Mampu mengolah data 2. Peserta didik mengolah data hasil percobaan
hasil percobaan
Kecerdasan Mampu melakukan Peserta didik melakukan percobaan Peserta didik mampu melakukan percobaan
kinestetik percobaan sesuai dengan sesuai dengan prosedur sesuai dengan prosedur
prosedur
Kecerdasan Mampu menginterpretasikan Peserta didik menginterpretasikan Peserta didik dapat menginterpretasikan data
visual- spasial data yang ada data hasil percobaan hasil percobaan
Kecerdasan 1. Mampu melakukan Peserta didik melakukan diskusi Peserta didik dapat melakukan diskusi
interpersonal diskusi kelompok kelompok kelompok
2. Mampu Peserta didik mempresentasikan Peserta didik mampu mempresentasikan
mempresentasikan hasil hasil percobaan hasil percobaan

32
Multiple Pengembangan dalam
Indikator Instrumen
Inteligence Pembelajaran
percobaan
Kecerdasan Menghargai pendapat orang Peserta didik menghargai pendapat Peserta didik dapat menghargai pendapat
intrapersonal lain. teman dalam diskusi kelompok dan teman dalam diskusi kelompok dan diskusi
diskusi kelas kelas
Kecerdasan Mampu mengaplikasikan Peserta didik mengetahui contoh Peserta didik mengetahui contoh aplikasi
naturalis pembelajaran dalam aplikasi pembelajaran dalam pembelajaran dalam kehidupan sehari- hari.
kehidupan sehari- hari. kehidupan sehari- hari.
Kecerdasan Mampu memotivasi diri Peserta didik memotivasi diri sendiri Peserta didik dapat memotivasi diri sendiri
emosional sendiri dan orang lain dan teman selama pembelajaran dan teman selama pembelajaran
Kecerdasan 1. Berdoa sebelum dan 1. Peserta didik berdoa sebelum 1. Peserta didik berdoa sebelum dan
spiritual sesudah pembelajaran dan sesudah pembelajaran sesudah pembelajaran
2. Mengucapkan syukur 2. Peserta didik mengucapkan 2. Peserta didik mengucapkan syukur atas
atas karunia tuhan syukur atas karunia Tuhan sesuai karunia Tuhan sesuai dengan materi
dengan materi yang dipelajari yang dipelajari

33
34

B. Pengembangan RPP dalam Pembelajaran Fisika di SMA


Berdasarkan penjelasan diatas semua guru diharapkan dapat
mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Semua guru di
setiap sekola harus menyusun RPP untuk mata pelajaran kelas dimana guru
tersebut mengajar (guru kelas dan guru mata pelajaran). Pengembangan RPP
dianjurkan untuk dikembangkan/disusun di setiap awal semester atau awal
semester atau awal tahu pelajaran. Hal in ditujukan agar RPP telah tersedia
terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan
penyususnan RPP dapat dilakukan secara individu atau secara berkelompok
melalui MGMP. Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara mandiri
dan/atau secara bersama-sama melalui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP)
di dalam suatu sekolah tertentu semestinya harus difasilitasi dan disupervisi
kepala sekolah atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah.
Pengembangan RPP melalui MGMP antar sekolah atau antar wilayah
dikoordinasikan dan disupervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan.
Pengembangan RPP merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari kajian
terhadap silbus dan buku guru/peserta didik, dengan tujuan menyusun
perencaanaan kegiatan pembelajaran supaya efektif dan efisien, sehingga peserta
didik dapat mencapai kompetensi yang telah ditentukan

C. Kisi-kisi Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan pembelajaran dalam silabus sudah dikembangkan dengan
pendekatan saintifik sesuai tuntutan Kurikulum 2013. Dalam buku guru Fisika
kurikulum 2013 terdapat proses-proses pembelajaran yang memudahkan para
guru dalam melaksanakan pembelajaran Fisika. Buku itu terdiri dari dua bagian.
Bagian pertama berisi tentang petunjuk umum pembelajaran Fisika, keterampilan
proses dalam pembelajaran Fisika, serta penilaian dalam pembelajaran Fisika.
Bagian kedua menguraikan strategi pembelajaran Fisika pada tiap materi. Dengan
buku guru diharapkan guru mendapatkan kemudahan dan pemahaman lebih dalam
terhadap materi ajar, cara pembelajarannya, serta cara penilaiannya. Adapun kisi-
kisi kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.
Tabel 4. Kisi-kisi Kegiatan Pembelajaran
Pendekatan
Deskripsi Multiple
Sintaks Mengumpulkan Mengasosiasi Mengomuni- Soft Skill
Kegiatan Mengamati Menanya Intelegence
data/informasi kasikan
Kegiatan Pendahuluan: Ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya berkaitan dengan materi yang akan dipelajari, menyampaikan materi yang akan dipelajari,
menyampaikan garis besar cakupan materi dan menyampaikan lingku dan teknik penilaian yang dignakan
Guru mengajak Peserta didik religius  Kecerdasan
peserta didik berdoa bersama (Berdoa spiritual
berdoa sebelum dengan guru bersama) (Berdoa
pembelajaran bersama)
dimulai
Guru menyiapkan Peserta didik Peserta didik Kemampuan  Verbal-
peserta didik mengamati memberitahu guru berkomunikasi Linguistik
secara psikis dan kondisi kelas jika ada temannya (memberitahu) (memberitahu)
fisik untuk (bangku, meja) yang tidak hadir
mengikuti proses dan merapikannya
pembelajaran
Guru melakukan Peserta didik Guru dan peserta Peserta didik Peserta didik Peserta didik Kemampuan Verbal-
review materi mengamati materi didik melakukan membaca buku melakukan memaparkan berkomunikasi linguistik
pembelajaran yang dipelajari tanya jawab sumber yang penalaran materi yang telah (memeparkan (memeparkan
yang sebelumnya pada pertemuan tentang materi berkaitan dengan terhadap materi dipelajari pada materi) materi)
sebelumnya sebelumnya materi yang akan yang akan pertemuan
direview direview sebelumnya
Mengorientasi Guru Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik  Keterampil  Kecerdasan
peserta didik menyampaikan mengamati tujuan bertanya kepada membaca pada mengolah an berpikir verbal
pada masalah tujuan dan cakupan guru jika ada buku sumber informasi yang dan linguistik
 Peserta didk pembelajaran dan materi tujuan dan cakupan materi diberikan oleh menyelesai  Kecerdasan
menyimak cakupan materi pembelajaran cakupan materi pembelajaran guru logis
kan

35
Pendekatan
Deskripsi Multiple
Sintaks Mengumpulkan Mengasosiasi Mengomuni- Soft Skill
Kegiatan Mengamati Menanya Intelegence
data/informasi kasikan
penjelasan pembelajaran pembelajaran yang akan dibahas masalah matematis
tentang tujuan yang kurang  Kemampua
pembelajaran dipahami n
dan logistik yg berkomunik
dibutuhka
asi
 Peserta didik
dimotivasi  Belajar
untuk terlibat sepanjang
aktif dalam hayat dan
pemecahan pengelolan
masalah yang informasi
dipilih Guru menyiapkan Peserta didik Peserta didik Peserta didik  Keterampil  Kecerdasan
LKS untuk mengamati LKS bertanya kepada mencari sumber an berpikir interpersonal
diskusi kelompok yang dibagikan guru jika ada yang relevan dan  Kecerdasan
dan membagi guru petunjuk dalam dengan LKS yang menyelesai verbal
peserta didik LKS yang kurang diberikan guru linguistik
kan
dalam kelompok dipahami
masalah
 Belajar
sepanjang
hayat dan
pengelolan
iinformasi
Kegiatan inti : Menggunakan pendekatan saintifik yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan peserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan
proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan
Guru Peserta didik Peserta didik Mencari Peserta didik Mempresentasika  Keterampil  Visual
menampilkan mengamati bertanya informasi tentang menganalisis n/menyampaikan an berpikir Spasial

36
Pendekatan
Deskripsi Multiple
Sintaks Mengumpulkan Mengasosiasi Mengomuni- Soft Skill
Kegiatan Mengamati Menanya Intelegence
data/informasi kasikan
gambar beberapa gambar beberapa berdasarkan gambar beberapa gambar yang hasil analisis dan (mengama
alat ukur seperti alat ukur seperti gambar yang alat ukur seperti diamati terhadap gambar menyelesai ti gambar)
mistar, meteran, mistar, meteran, diamati mistar, meteran, beberapa alat ukur kan  Verbal-
timbangan timbangan timbangan seperti mistar, masalah Linguisti
meteran, (menganali (memprese
timbangan ntasikan
sis gambar)
hasil
 Kemampuan
analisis)
berkomunika
si
(mempresent
asikan hasil
analisis)
Mengorganisas Guru memberikan Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik  Keterampil  Verbal-
ikan kegiatan kesempatan mengamati bertanya sesuai mencari gambar memikirkan menyampaikan an berpikir Linguistik
pembelajaran kepada peserta gambar alat ukur permasalahan lain yang relevan masalah permasalahan dan (menyamp
Peserta didik didik untuk yang ada di LKS yang ditemukan dengan gambar berdasarkan yang ditemukan menyelesai aikan
didorong bertanya tentang ? alat ukur dalam gambar yang dari hasil permasala
kan
mendefinisikan permasalahan LKS dari buku diamati pengamatan han)
masalah
dan yang ditemukan sumber lain terhadap gambar  Intraperso
mengorganisasi yang ada pada (memikirkan nal
kan tugas LKS masalah) (mencari
belajar yang  Kemampuan gambar
berhubungan berkomunika dan
dengan masalah si memikirka
tersebut (menyampai n masalah)
kan  Interperso
permasalaha

37
Pendekatan
Deskripsi Multiple
Sintaks Mengumpulkan Mengasosiasi Mengomuni- Soft Skill
Kegiatan Mengamati Menanya Intelegence
data/informasi kasikan
n) nal
(bertanya
sesuai
permasala
han)
Membimbing  Guru Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik  Kerja dalam  Interpersonal
Penyelidikan membimbing mengamati alat bertanya pada melakukan perc memikirkan cara berdiskusi sambil tim (melakukan
Mandiri peserta didik dan bahan yang guru jika ada obaan secara melaksanakan melaksanakan (melakukan percobaan)
Peserta didik melakukan digunakan dalam prosedur berkelompok percobaan yang percobaan percobaan)  Intrapersonal
didorong untuk percobaan percobaan percobaan yang tepat berdasarkan menggunakan set  Etika, (etika dalam
mengumpulkan secara kurang dipahami prosedur yang ada alat ukur yang moral dan menyampai
informasi yang berkelompok di dalam LKS digunakan dengan profesionali kan
sesuai,  Guru kelompok belajar sme (etika pendapat)
melaksanakan membimbing dalam  Kecerdasan
eksperimen peserta didik
untuk menyampai emosional
untuk
mendapatkan kan (memimpin
melakukan
penjelasan dan prosedur pendapat) dalam
pemecahan percobaan  Keterampil kelompok)
masalah dengan aman an
dan benar, tanpa kepemimpi
takut salah nan
sesuai prosedur (memimpin
yang ada pada dalam
LKS kelompok)
Mengembangk Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik  Kemampuan  Intrapersonal

38
Pendekatan
Deskripsi Multiple
Sintaks Mengumpulkan Mengasosiasi Mengomuni- Soft Skill
Kegiatan Mengamati Menanya Intelegence
data/informasi kasikan
an dan mengamati hasil bertanya kepada mencari informasi mengolah hasil mendiskusikan berkomunika  Logis
Menyajikan percobaan yang guru jika ada dalam sumber pengamatan hasil pengamatan si (bertanya matematis
Karya telah didapatkan konsep yang belajar untuk yang telah kepada guru) (mengolah
Peserta didik kurang dipahami membantu dalam didapatkan  Keterampil hasil)
dibimbing mengolah hasil an berpikir  Kecerdasan
dalam pengamatan dan emosional
merencanakan menyelesai (bertanya
dan menyiapkan kan kepada guru)
karya yang
masalah  Interpersonal
sesuai (bertanya
(mendiskusi
kepada guru)
kan hasil
pengamatan)
Analisis dan Guru meminta Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik  Keterampil  Logika
Evaluasi Hasil peserta didik mengamati hasil melakukan tanya membaca sumber melakukan membuat laporan an berpikir matematis
belajar membuat laporan diskusi yang jawab setelah yang relevan jika penalaran tertulis dan dan (melakuka
peserta tertulis percobaan dipresentasikan selesai presentasi masih ada materi terhadap hasil melakukan menyelesai n
didikdievaluasi meminta salah yang kurang diskusi yang presentasi untuk
kan penalaran)
terkait materi satu kelompok dipahami dipresentasikan mempresentasika
yang telah mempresentasika n hasil masalah  Visual-
dipelajari n hasil dan (melakukan spasial
/meminta mengarahkan penalaran) (membuat
kelompok peserta didik laporan)
presentasi hasil pada kesimpulan  Verbal
kerja mengenai linguistik
percobaan yang (melakukan
dilakukan presentasi)
 Kecerdasan

39
Pendekatan
Deskripsi Multiple
Sintaks Mengumpulkan Mengasosiasi Mengomuni- Soft Skill
Kegiatan Mengamati Menanya Intelegence
data/informasi kasikan
emosional
(melakukan
tanya
jawab)
 Interperson
al
(melakukan
tanya
jawab)
Kegiatan penutup : Merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau simpulan, penilaian,
refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut
Guru dan peserta Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik  Keterampil  Verbal-
didik mengamati LKS bertanya jawab membaca LKS memikirkan memaparkan an berpikir Linguistik
menyimpulkan dan buku sumber dengan guru untuk membantu kesimpulan dari kesimpulan dari dan (memaparka
tentang materi lain yang relevan untuk dalam materi materi menyelesai n
yang dipelajari menyimpulkan menyimpulkan pembelajaran pembelajaran kan kesimpulan)
pada pertemuan materi materi
masalah
tersebut pembelajaran pembelajaran
(memikirka
n
kesimpulan
)
 Kemampuan
berkomunika
si
(memaparka
n

40
Pendekatan
Deskripsi Multiple
Sintaks Mengumpulkan Mengasosiasi Mengomuni- Soft Skill
Kegiatan Mengamati Menanya Intelegence
data/informasi kasikan
kesimpulan)

Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik  Keterampil Verbal-
melakukan mengamati hasil bertanya kepada membaca kembali mengerjakan memaparkan hasil an berpikir Linguistic
refleksi serta yang didapatkan guru jika masih hasil yang tugas mandiri refleksi setelah dan (memaparkan
penugasan dari awal hingga ada yang kurang didapatkan dari yang diberikan selesai menyelesai hasil refleksi)
mandiri akhir dipahami dari awal hingga akhir oleh guru melaksanakan kan
pembelajaran hasil pembelajaran proses
masalah
pembelajaran pembelajaran
yang didapatkan (mengerjak
an tugas
mandiri)
 Kemapuan
berkomunika
si
(memaparka
n hasil
refleksi)
 Belajar
sepanjang
hayat dan
pengelolaan
Informasi
(membaca
kembali
hasil yang

41
Pendekatan
Deskripsi Multiple
Sintaks Mengumpulkan Mengasosiasi Mengomuni- Soft Skill
Kegiatan Mengamati Menanya Intelegence
data/informasi kasikan
didapatkan)

Guru Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik Belajar
menyampaikan mengamati materi bertanya jika ada membaca buku mengolah sepanjang
cakupan materi pembelajaran materi yang masih sumber yang informasi yang hayat dan
pembelajaran yang ditampilkan kurang jelas relevan terhadap diberikan oleh pengelolaan
pertemuan oleh guru materi guru Informasi
berikutnya pembelajaran
(mengolah
informasi)

42
42

D. RPP Satu Kali Pertemuan


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/semester : X/ I
Materi Pokok/Topik : Pengukuran
Sub Materi : Besaran, Instrumen Pengukuran Besaran, dan
Kesalahan dalam Pengukuran
Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan (2 JP)
A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator

KI Kompetensi Dasar Indikator


1. 1.1 Bertambah keimanannya 1.1.1 Mensyukuri kebesaran Tuhan
dengan menyadari hubungan yang menciptakan dan
keteraturan dan kompleksitas mengatur alam jagad raya
alam dan jagad raya terhadap melalui pengamatan alat ukur
43

KI Kompetensi Dasar Indikator


kebesaran Tuhan yang
menciptakannya
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan 1.2.1 Menyadari kebesaran Tuhan
yang mengatur katakteristik yang menciptakan dan
fenomena gerak, fluida, kalor, mengatur alam jagad raya
dan optik melalui pengamatan alat ukur
2. 2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah 2.1.1 Melakukan
(memiliki rasa ingin tahu; pengamatan/percobaan secara
objektif; jujur; teliti; cermat; jujur, bertanggung jawab,
tekun; hati-hati; bertanggung disiplin dan kerja sama
jawab; terbuka; kritis; kreatif; 2.1.2 Melaporkan hasil
inovatif dan peduli lingkungan) pengamatan/ percobaan secara
dalam aktivitas sehari-hari teliti dan santun
sebagai wujud implementasi
sikap dalam melakukan
percobaan, melaporkan, dan
berdiskusi
2.2. Menghargai kerja individu dan 2.2.1 Bekerja sama dalam
kelompok dalam aktivitas sehari melakukan percobaan dan
sebagai wujud implementasi diskusi kelompok
sikap dalam melakukan
percobaan dan berdiskusi
3. 3.1 Memahami hakikat fisika dan 3.1.1.Menjelaskan pengertian alat ukur
prinsip-prinsip pengukuran 3.1.2.Mengurutkan alat ukur
(ketepatan, ketelitian, dan berdasarkan ketelitian alat ukur
aturan angka penting) 3.1.3.Mengetahui cara menentukan
ketelitian pada alat ukur
3.1.4 Memahami kesalahan pada
penggunaan alat ukur
4. 4.1 Menyajikan hasil pengukuran 4.1.1 Melakukan percobaan
besaran fisis dengan pengukuran dengan berbagai
menggunakan peralatan dan alat ukur
teknik yang tepat untuk 4.1.2 Membuat hasil laporan
penyelidikan ilmiah percobaan

C. Materi Pembelajaran
 Besaran turunan merupakan besaran yang satuannya diturunkan dari
satuan besaran pokok
 Alat ukur atau instrumen pengukuran panjang, seperti mistar, jangka
sorong dan mikrometer sekrup
 Alat ukur atau intrumen pengukuran massa seperti neraca
44

 Alat ukur atau intrumen pengukuran waktu seperti arloji atau stopwatch
 Alat ukur atau intrumen pengukuran suhu seperti termometer
 Ketelitian pengukuran sangat diperlukan dalam setiap percobaan, semakin
kecil ketelitian alat ukur maka pengukuran alat ukur tersebut akan semakin
teliti
 Kesalahan dalam pengukuran ada dua yaitu
1) Kesalahan sistematikmerupakan kesalahan yang berhubungan dengan
alat ukur
2) Kesalahan acak berhubungan dengan pelaksana pengukuran
D. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
 Guru mengajak peserta didik berdoa sebelum pembelajaran dimulai
 Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti
proses pembelajaran
 guru menyiapkan beberapa alat ukur panjang dan massa, seperti mistar,
jangka sorong, mikrometer sekru dan beberapa jenis neraca
 Guru melakukan review materi pembelajaran yang sebelumnya
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan materi
pembelajaran
 Guru menyiapkan LKS untuk diskusi kelompok dan membagi peserta
didik dalam kelompok
2. Kegiatan inti
Kegiatan inti dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Problem
Based Learning
a. Mengorientasi peserta didik pada masalah
Guru meminta peserta didik untuk mengamati gambar beberapa alat ukur.
Selain itu guru juga memperlihatkan bebrapa alat ukur besaran fisika
(misal mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca) dan beberapa
jenis benda (misal selembar kertas, pensil, sehelai benang dan batu).
Peserta didik diminta untuk mengelompokkan alat-alat ukur tersebut
45

berdasarkan fungsinya, misalnya mistar merupakan kelompok alur ukur


besaran panjang.
 Peserta didik mengamati tujuan dan cakupan materi pembelajaran
 Peserta didik bertanya kepada guru jika ada tujuan dan cakupan materi
pembelajaran
 Peserta didik membaca pada buku sumber cakupan materi pembelajaran
 Peserta didik mengolah informasi yang diberikan oleh guru
Guru menyiapkan LKS untuk diskusi kelompok dan membagi peserta didik
dalam kelompok
 Peserta didik mengamati LKS yang dibagikan guru
 Peserta didik bertanya kepada guru jika ada petunjuk dalam LKS yang
kurang dipahami
 Peserta didik mencari sumber yang relevan dengan LKS yang diberikan
guru
Guru menampilkan gambar beberapa alat ukur seperti mistar, meteran,
timbangan
 Peserta didik mengamati gambar beberapa alat ukur seperti mistar,
meteran, timbangan
 Peserta didik bertanya berdasarkan gambar yang diamati
 Mencari informasi tentang gambar beberapa alat ukur seperti mistar,
meteran, timbangan
 Peserta didik menganalisis gambar yang diamati
 Mempresentasikan/menyampaikan hasil analisis terhadap gambar
beberapa alat ukur seperti mistar, meteran, timbangan
b. Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik mengenai gambar
beberapa lat ukur besaran fisika. Guru membimbing peserta didik untuk
mengajukan pertanyaan sehingga peserta didik berani bertanya tanpa ada
rasa takut dan salah. Saat bertanya peserta didik diharapkan
mengemukakannya dengan bahasa yang santun dan lugas.
 Peserta didik mengamati LKS yang dibagikan guru
46

 Peserta didik bertanya kepada guru jika ada petunjuk dalam LKS yang
kurang dipahami
 Peserta didik mencari sumber yang relevan dengan LKS yang diberikan
guru

Guru menampilkan gambar beberapa alat ukur seperti mistar, meteran,


timbangan

 Peserta didik mengamati gambar beberapa alat ukur seperti mistar,


meteran, timbangan
 Peserta didik bertanya berdasarkan gambar yang diamati
 Mencari informasi tentang gambar beberapa alat ukur seperti mistar,
meteran, timbangan
 Peserta didik menganalisis gambar yang diamati
 Mempresentasikan/menyampaikan hasil analisis terhadap gambar
beberapa alat ukur seperti mistar, meteran, timbangan
c. Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
Peserta didik menggali informasi tentang cara menggunakan alat ukur dan
cara membaca skalanya. Kemudian peserta didik diminta untuk
melakukan cara membaca skalanya. Kemudian peserta didik diminta
untuk melakukan pengkuran besaran panjang, massa dan waktu secara
berkelompok melalui percobaan. Benda yang akan dikukur dapat
ditentukan oleh peserta didik sendiri, untuk satu benda dapat digunakan
beberapa alat ukur dapat disesuaikan dengan besaran yang diukur.
Misalnya pensil dapat diukur dengan menggunakan mistar, jangka sorong
dan mikrometer sekrup.
 Peserta didik mengamati gambar alat ukur yang ada di LKS
 Peserta didik bertanya sesuai permasalahan yang ditemukan
 Peserta didik mencari gambar lain yang relevan dengan gambar
alat ukur dalam LKS dari buku sumber lain
 Peserta didik memikirkan masalah berdasarkan gambar yang
diamati
47

 Peserta didik menyampaikan permasalahan yang ditemukan dari


hasil pengamatan terhadap gambar yang ada pada LKS
Guru membimbing peserta didik untuk melakukan prosedur percobaan
dengan aman dan benar, tanpa takut salah sesuai prosedur yang ada pada
LKS
 Peserta didik mengamati alat dan bahan yang digunakan dalam
percobaan
 Peserta didik bertanya pada guru jika ada prosedur percobaan yang
kurang dipahami
 Peserta didik melakukan percobaan secara berkelompok
 Peserta didik memikirkan cara melaksanakan percobaan yang
tepat berdasarkan prosedur yang ada di dalam LKS
 Peserta didik berdiskusi sambil melaksanakan percobaan
menggunakan set alat ukur yang digunakan dengan kelompok
belajar
d. Mengembangkan dan Menyajikan Karya
Peserta didik diminta untk mengolah hasil percobaan kemudian
mendiskusikannya dan menghitung ketidakpastian relatifnya secara
berkelompok.
 Peserta didik mengamati hasil percobaan yang telah didapatkan
 Peserta didik bertanya kepada guru jika ada konsep yang kurang
dipahami
 Peserta didik mencari informasi dalam sumber belajar untuk membantu
dalam mengolah hasil pengamatan
 Peserta didik mengolah hasil pengamatan
 Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan yang telah didapatkan
e. Analisis dan Evaluasi Hasil belajar
Guru meminta peserta didik membuat laporan tertulis percobaan
meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil dan mengarahkan
peserta didik pada kesimpulan mengenai percobaan yang dilakukan
 Peserta didik mengamati hasil diskusi yang dipresentasikan
48

 Peserta didik melakukan tanya jawab setelah selesai presentasi


 Peserta didik membaca sumber yang relevan jika masih ada materi yang
kurang dipahami
 Peserta didik melakukan penalaran terhadap hasil diskusi yang
dipresentasikan
 Peserta didik membuat laporan tertulis dan melakukan presentasi untuk
mempresentasikan hasil
3. Kegiatan Penutup
 Guru dan peserta didik menyimpulkan tentang materi yang dipelajari pada
pertemuan tersebut
 Peserta didik melakukan refleksi serta penugasan mandiri
 Guru menyampaikan cakupan besar materi yang akan diajarkan pada
pertemuan berikutnya
E. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan
1. Jenis dan Teknik Penilaian
Penilaian dilakukan dari proses dan hasil. Jenis dan teknik penilaian yang
digunakan adalah tes dan non tes:
a. Pengamatan (Penilaian Sikap)
b. Unjuk Kerja (Penilaian Ketrampilan)
c. Tes Tertulis (Penilaian Pengetahuan)
2. Bentuk Instrumen dan Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
b. Lembar Pengamatan Diskusi
c. Tes Uraian
a. Instrumen Penialaian Aspek Sikap
1) Penilaian Aspek Sikap Spiritual
Aspek yang
No. Nama Peserta didik dinilai Skor Nilai
A B
1
2
3
Aspek yang dinilai
49

A. Berdoa sebelum dan selesai pembelajaran


B. Mengucapkan syukur atas karunia Tuhan sesuai dengan materi yang
dipelajari

2) Lembar Penilaian Sikap Sosial Peserta didik


Aspek yang dinilai
Nama
N Tanggung Kerja

Nilai
Skor
Peserta Santun Disiplin
o. jawab sama
didik
a b c a b c a b c a b c
1
2
Aspek yang dinilai
1. Tanggung jawab Indikator Penilaian
a. tanggung jawab atas tugas yang dilakukan
b. tanggung jawab atas praktikum yang dilakukan
c. tanggung jawab atas laporan yang dilakukan
2. Santun indikator penilaian
a. Menghargai pendapat teman
b. Mendengarkan jawaban dan penjelasan dari guru dan teman
c. Mengemukakan pendapat
3. Disiplin indikator penilaian
a. Masuk dan mengumpulkan tugas tepat waktu.
b. Mengerjakan tugas yang diberikan.
c. Mengikuti pratikum/ diskusi sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
4. Kerja sama indikator penilaian
a. Aktif sebagai anggota dalam kerja kelompok.
b. Memimpin teman dalam kerja kelompok.
c. Aktif sebagai ketua dalam kerja kelompok
Keterangan
50

Skor 4 selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan


Skor 3 sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang- kadang tidak melakukan
Skor 2 kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
Skor 1 tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :


𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑥 4 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
b. Instrumen Penilaian Keterampilan
Penilaian
No Aspek yang dinilai
1 2 3
1 Mengidentifikasi masalah
Merumuskan
2
pertanyaan/masalah
Melakukan pengamatan,
3
percobaan atau penyelidikan
Menjelaskan perbedaan
4
ketelitian
5 Mengelola informasi
Menganalisis pemecahan
6
masalah
7 Interpretasi hasil percobaan
8 Mengkomunikasikan
9 Menulis laporan

Rubrik Penilaian Aspek Keterampilan


Aspek yang Penilaian
No
dinilai 1 2 3
1 Mengidentifikasi Tidak Identifikasi Identifikasi
masalah melakukan masalah masalah
identifikasi dilakukan dilakukan
masalah dengan secara mandiri
bantuan guru
2 Merumuskan Masalah Perumusan Perumusan
masalah tidak masalah masalah
dirumuskan dilakukan dilakukan
dengan secara
bantuan guru mandiri
(individual
atau
51

kelompok)
3 Melakukan Pengamatan Pengamatan Pengamatan
pengamatan atau tidak cermat cermat, tetapi cermatdan
penyelidikan mengandung bebas
interpretasi interpretasi
(tafsiran
terhadap
pengamatan
3 Menafsirkan Tidak Melakukan Melakukan
data melakukan analisis analisis dan
penafsiran data, namun mencoba
data tidak mengaitkan
melakukan antarvariabel
upaya yang
mengaitkan diselidiki (atau
antarvariabel bentuk lain,
misalnya
mengklasifikas
Menjelaskan Tidak dapat Penjelasan Dapat
perbedaan menjelaskan perbedaan menjelaskan
4 ketelitian perbedaan ketelitian perbedaan
ketelitian kurang tepat ketelitian
secara tepat
Mengelola Tidak mampu Pengelolaan Dapat
informasi mengelola informasi mengelola
5 informasi kurang informasi
lengkap dan secara lengkap
jelas dan jelas
Menganalisis Belum Analisis Dapat
pemecahan mampu pemecahan menganalisis
6 masalah menganalisis masalah pemecahan
pemecahan kurang tepat masalah secara
masalah tepat
Interpretasi hasil Belum Interpretasi Telah dapat
percobaan mampu hasil menginterpreta
menginterpre percobaan si hasil
7
tasi hasil kurang tepat percobaan
percobaan dan jelas dengan tepat
dan jelas
8 Mengkomunikas Dilakukan Lisan dan Memadukan
ikan secara lisan tertulis, namun hasil tertulis
tidak sebagai bagian
dipadukan dari penyajian
secara lisan
9 Menulis laporan Tidak dapat Salah satu Menulis
52

memenuhi kriteria laporan dengan


kedua kriteria terpenuhi struktur yang
tepat dan
sesuai dengan
hasil
percobaan
Kriteria penilaian
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = 𝑥100
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚

c. Intrumen Soal Pengetahuan


1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan besaran?
2. Jelaskan syarat- syarat satuan Internasional!

F. MEDIA/ALAT,BAHAN DAN SUMBER BELAJAR


1. Media : Komputer dan LCD
2. Sumber Belajar
- Hari Subagya. 2014. Buku Siswa Fisika Kelas X Edisi Revisi: Jakarta: Bumi
Aksara.
- LKS Besaran dan pengukuran
3. Alat dan Bahan
- Mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca
53

DAFTAR PUSTAKA
Amsal. Amri 2008. Pedagogik Transformatif. Aceh : FKIP Universitas Syah
Kuala.

Coates, D.E. 2006. People Skill Traning: Are You Getting a Return on Your
Investmen. http://www.2020insight.net/Docs4/PeopleSkill.pdf. Diakses 25
Oktober 2015.

Hari Subagya. 2014. Buku Siswa Fisika Kelas X Edisi Revisi: Jakarta: Bumi Aksara.

Hari Subagya. 2014. Buku Guru Fisika Kelas X Edisi Revisi: Jakarta: Bumi Aksara.

Illah Seulah. 2008. Pengembangan Softskill di Perguruan Tinggi. Jakarta :Tim


Kerja pengembangan Softskill Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Kemendikbud. 2013. Kompetensi Dasar Sekolah Menengah Pertama


(SMP)/Madrasah Aliyah (MA).

Kemendikbud. 2014. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII Edisi Revisi. Jakarta:
Mentri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemendibud. 2014. Panduan Pengembangan RPP. Direktorat Jenderal


Pendidikan Menengah Direktorat Pembinaan SMA.

Permendikbud No 103 Tahun 2014 tentang tentang Pembelajaran Pada


Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah.

Permendikbud No 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan


Menengah. Jakarta: Depdiknas.

Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan


Pendidikan Dasar dan Menengah.

Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Pembelajaran.


54

Sharma, A. 2009 Professional Development for Teachers. http://schoolof


educators.com/2009/02/importance-of-soft-skills development-in-education.
Diakses 25 Oktober 2015.

Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 tentang Fungsi Pendidikan Nasional.

Undang- undang Nomor 19 Tahun 2005.