Anda di halaman 1dari 12

LABORATORIUM ANALISIS PARAMETER

LINGKUNGAN (APL)
SMK- SMAK BOGOR

LAPORAN ANALISIS PARAMETER UDARA

Nama :

NIS : 16.62.08

Kelas : 13-7

Kelompok :4

Tanggal Analisis : 30 September 2019

Parameter Analisis :

1. Pengujian Cemaran Udara (NOx, SOx, dan NH3) Menggunakan Air Sampler Impinger.
2. Pengujian Partikel Tersuspensi Total (TSP) Dengan Dust Sampler Metode Gravimetri.
3. Pengujian Partikel Debu dalam Udara Ambien dengan Portable Enviromental Particular
Monitor (Haz Dust).

1
LABORATORIUM ANALISIS PARAMETER
LINGKUNGAN (APL)
SMK- SMAK BOGOR

PENGUJIAN PENCEMARAN UDARA (NOx, SOx, NH3) MENGGUNAKAN AIR


SAMPLER IMPINGER

A. Standar yang Digunakan


1. SNI 19-7119.1-2005 (Udara ambien – Bagian 1: Cara uji kadar NH3 metoda
indofenol dengan spektrofotometer)
2. SNI 19-7119.2-2005 (Udara ambien – Bagian 2: Cara uji kadar NO2 metoda Griess
Saltzman dengan spektrofotometer)
3. SNI 19-7119.7-2005 (Udara ambien – Bagian 7: Cara uji kadar SO2 metoda
pararosanilin dengan spektrofotometer)
4. SNI 19-7119.6-2005 (Udara ambien – Bagian 6: Penentuan lokasi pengambilan
contoh uji pemantauan kualitas udara ambien)
5. PP RI No. 41 Tahun 1999 (Pengendalian pencemaran udara)

B. Data Sampling
1. Nama sampel : Udara ambien
2. Parameter analisis : Pencemaran udara
3. Peralatan : Air Sampler Impinger
4. Lokasi sampling : Lapangan Upacara SMK-SMAK Bogor
5. Hari/tanggal sampling : Senin / 30 September 2019
6. Waktu sampling : 08.20 – 09.20 WIB
7. Aktivitas di sekitas lokasi : Pembangunan gedung baru

C. Komentar dan Pengamatan


Pada praktikum kali ini dilakukan analisis cemaran udara pada sampel udara
ambien di lokasi Lapangan Upacara SMK-SMAK Bogor. Udara ambien adalah udaraa
bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfir yang dibutuhkan dan memengaruhi
kesehatan manusia, makhluk hidup, dan unsur lingkungan hidup lainnya. Dilakukan uji
terhadap tiga parameter cemaran udara yaitu SOx, NOx, dan NH3. Sebelum pengambilan
sampel, alat (Air Sampler Impinger) harus dalam kondisi baik. Tabung impinger

2
LABORATORIUM ANALISIS PARAMETER
LINGKUNGAN (APL)
SMK- SMAK BOGOR

dibersihkan terlebih dahulu sebelum diisi dengan larutan penjerap yang sesuai. Pada
tabung pengaman, silica gel harus dalam kondisi baik (warna biru, tandanya dapat
menyerap uap air dengan baik). Silica gel berfungsi untuk menyerap uap air dari udara
agar tidak menyumbat pompa. Selang yang menghubungkan tabung impinger, tabung
pengaman, dan pompa harus terpasang rapat agar udara dapat terhisap masuk. Masuknya
udara dapat teramati dari adanya gelembung pada tabung impinger dengan mengatur laju
alir pompa. Digunakan satuan NL/min yang artinya aliran udara (liter per menit) dalam
kondisi normal (suhu 25°C dan tekanan 1 atm). Setiap tabung yang sudah selesai
dilakukan sampling cemaran udara seharusnya diuji kembali dengan spektrofotometer
sesuai dengan metodenya masing-masing untuk mengetahui secara pasti kadar dari
cemaran udara tersebut.

D. Data Pengamatan
1. Kondisi udara:
Menit Menit Menit Menit
No. Parameter Satuan Awal
ke-15 ke-30 ke-45 ke-60

1 Cuaca - Cerah Cerah Cerah Cerah Cerah

o
2 Suhu C 29,3 29,5 31,8 31,6 31,5

3 Kelembapan % 65 67 61 59 62

Tekanan
4 mmHg 760 760 760 760 760
udara

Laju alir

Tabung 1
0,50 0,50 0,55 0,55 0,60
(SOx)
5 Tabung 3
NL/min 0,40 0,36 0,38 0,40 0,40
(NOx)
Tabung 5
1,00 1,00 1,00 1,05 1,05
(NH3)

3
LABORATORIUM ANALISIS PARAMETER
LINGKUNGAN (APL)
SMK- SMAK BOGOR

2. Kondisi larutan penjerap:


Tabung Larutan Awal Akhir
Larutan penjerap SOx
Komposisi : Larutan jernih Larutan jernih
Tabung 1
HgCl2, KCl, EDTA, dan tak berwarna tak berwarna
H2O
Larutan penjerap NOx
Komposisi :
Larutan jernih Larutan jernih
Tabung 3 Asam sulfanilat, Asam
agak kekuningan agak kekuningan
asetat glasial, aseton, H2O
dan NEDA
Larutan penjerap NH3
Larutan jernih Larutan jernih
Tabung 5 Komposisi :
tak berwarna tak berwarna
H2SO4 97% dan H2O

E. Kesimpulan
Dari hasil praktikum analisis cemaran udara pada sampel udara ambien di Lapangan
Upacara SMK-SMAK Bogor dengan Air Sampler Impinger, diperoleh hasil berupa:
1. Cemaran NO2 dinyatakan negatif, karena larutan penjerap tidak berubah warna
menjadi merah muda.
2. Cemaran SO2 dan NH3 belum pasti keberadaan dan jumlahnya. Hal ini karena reaksi
antara kedua zat tersebut dengan larutan penjerap tidak menimbulkan perubahan
warna. Perlu adanya penambahan pereaksi tertentu yang kemudian dilakukan
pengukuran dengan spektrofotometer.
Hasil tidak dapat dibandingkan dengan PP RI No.41 tahun 1999, karena tidak
dilakukan perhitungan kadar cemaran udara.

4
LABORATORIUM ANALISIS PARAMETER
LINGKUNGAN (APL)
SMK- SMAK BOGOR

PENGUKURAN KADAR PARTIKEL TERSUSPENSI TOTAL (TSP) DENGAN


DUST SAMPLER METODE GRAVIMETRI

A. Standar yang Digunakan


1. SNI 19-7119.6-2005 (Udara ambien – Bagian 6: Penentuan lokasi pengambilan
contoh uji pemantauan kualitas udara ambien)
2. SNI 16-7058-2004 (Pengukuran kadar debu total di udara tempat kerja)
3. SNI 19-7119.3-2005 (Udara ambien – Bagian 3: Cara uji partikel tersuspensi total
menggunakan peralatan high volume air sampler dengan metode gravimetri)
4. PP RI No. 41 Tahun 1999 (Pengendalian pencemaran udara)

B. Data Sampling
1. Nama sampel : Udara ambien
2. Parameter analisis : Kadar partikel tersuspensi total (TSP)
3. Peralatan : Dust Sampler DS 600-03
4. Lokasi sampling : Lapangan Upacara SMK-SMAK Bogor
5. Hari/tanggal sampling : Senin / 25 Juli 2019
6. Waktu sampling : 08.15-09.15 WIB
7. Aktivitas di sekitas lokasi : Pembangunan gedung baru

C. Komentar dan Pengamatan


Pada praktikum kali ini dilakukan pengambilan sampel udara ambien di lokasi
Lapangan Upacara SMK-SMAK Bogor untuk diuji dengan parameter konsentrasi partikel
tersuspensi total atau Total Suspended Particle (TSP). Udara ambien adalah udaraa bebas
di permukaan bumi pada lapisan troposfir yang dibutuhkan dan memengaruhi kesehatan
manusia, makhluk hidup, dan unsur lingkungan hidup lainnya. Sebelum pengambilan
sampel, alat Dust Sampler DS 60-03 harus dalam kondisi baik. Selain itu, perlu disiapkan
kertas saring dengan ukuran yang sesuai. Kertas saring digunakan sebagai filter untuk
menyaring debu dan partikel tersuspensi lain di udara ambien. Sebelum digunakan pada
alat, filter terlebih dahulu dikeringkan di oven dan didinginkan di desikator. Bila tidak,

5
LABORATORIUM ANALISIS PARAMETER
LINGKUNGAN (APL)
SMK- SMAK BOGOR

maka dapat terjadi kesalahan pengukuran karena penambahan bobot oleh uap air. Saat
mengukur dengan alat, pompa penghisap udara dinyalakan dengan kecepatan alir
maksimal (sekrup diputar).
Setelah selesai pengukuran, terlebih dahulu sekrup diputar untuk menurunkan laju
alir pompa barulah alat dimatikan. Filter yang telah terisi debu dan partikel lain kemudian
disimpan dahulu di desikator unuk memastikan uap air tidak ikut saat penimbangan. Saat
memindahkan filter tidak boleh dipegang langsung agar kotoran dari tangan tidak
menempel dan menambah bobot, sehingga perlu dipakai pinset. Agar tidak dipengaruhi
oleh debu sekitar yang tidak diinginkan, kertas saring dimasukkan ke dalam plastik klip
sebelum akhirnya dimasukkan ke desikator. Karena pengukuran menggunakan metode
gravimetri, maka dilakukan pengukuran bobot di awal dan akhir. Tidak seperti praktik
lain yang mengulang penimbangan hingga didapat bobot tetap, penimbangan cukup sekali
saja. Hal ini karena tidak ada proses lagi (seperti pemanasan, pemijaran, dll.) sebelum
analat ditimbang. Debu yang terukur oleh alat jumlahnya lebih rendah daripada yang
seharusnya karena terjadinya hujan sebelum sampling sehingga kadar debu menurun.

D. Data Pengamatan
1. Kondisi udara:
Parameter Satuan Awal Akhir
Cuaca - Cerah Cerah
Laju Alir m/s 3,6 3,4

2. Kondisi udara (Konversi):


Parameter Satuan Awal Akhir
Cuaca - Cerah Cerah
Laju Alir m3/menit 0,112 0,108

3. Data penimbangan:
Flow rate Filter kosong (g) Filter terisi (g) Debu (g) Waktu
0,110 0,7643 g 0,7655 g 0,0012 g 60 menit

6
LABORATORIUM ANALISIS PARAMETER
LINGKUNGAN (APL)
SMK- SMAK BOGOR

E. Perhitungan
 Perhitungan konversi laju alir udara

m/s dm3/menit
3 100
3,4 x
3,6 y
4 120

𝑥 − 100 3,6 − 3 𝑦 − 100 3,4 − 3


= =
120 − 100 4−3 120 − 100 4−3
𝑥 − 100 0,6 𝑦 − 100 0,4
= =
20 1 20 1
𝑥 − 100 = 12 𝑦 − 100 = 8
𝑥 = 112 𝑁𝑑𝑚3 /𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑦 = 108 𝑁𝑑𝑚3 /𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑥 = 0,112 𝑁𝑚3 /𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑦 = 0,108 𝑁𝑚3 /𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

0,112 + 0,108
𝑥̅ 𝑓𝑙𝑜𝑤 𝑟𝑎𝑡𝑒 = = 0,110 𝑁𝑚3 /𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
2

 Kadar debu total di udara tempat kerja dihitung sebagai berikut :

(𝑊2 − 𝑊1 ) 𝑥 106
C=
𝑉
(0,7655 − 0,7643) 𝑥106
C=
6,6
0,0012 𝑥106
=
6,6
= 181,82 µ𝑔/𝑁𝑚3
= 1,82 × 102 µ𝑔/𝑁𝑚3

7
LABORATORIUM ANALISIS PARAMETER
LINGKUNGAN (APL)
SMK- SMAK BOGOR

Dimana, 𝐕 = 𝐟 × 𝐭

0,110m3
𝑉= × 60 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 = 6,6 𝑚3
menit
= 6,66 m3
Keterangan :
C = kadar debu respirabel (µg/Nm3)
W1 = berat filter awal (g)
W2 = berat filter akhir (g)
106 = Konversi dari satuan g ke µg
V = volume udara pada waktu pengambilan sampel (m3)
f = laju alir udara saat pengambilan sampel, flow rate=laju alir terakhir ( m3/menit)
t = waktu pengambilan sampel (menit)

F. Kesimpulan

Dari hasil praktikum analisis udara ambien di Lapangan Upacara SMK-SMAK Bogor
pada parameter kadar partikel tersuspensi total dengan Dust Sampler, diperoleh hasil
berupa:

1. Dari hasil perhitungan, didapat kadar partikel tersuspensi total sebesar


1,82 × 102 µ𝑔/𝑁𝑚3 .
2. Kadar partikel tersuspensi total dihitung dengan pengukuran selama 1 jam (60 menit),
Hasil ini tidak dapat dibandingkan dengan standar PP RI No. 41 tahun 1999 karena
waktu pengukuran yang tidak sesuai dengan standar yaitu minimal 24 jam.

8
LABORATORIUM ANALISIS PARAMETER
LINGKUNGAN (APL)
SMK- SMAK BOGOR

PENGUJIAN PARTIKEL DEBU DENGAN PORTABLE ENVIROMENTAL


PARTICULAR MONITOR (HAZ DUST)

A. Standar yang Digunakan


1. SNI 16-7058-2004 (Pengukuran kadar debu di udara tempat kerja)
2. SNI 19-7119.6-2005 (Udara ambien – Bagian 6: Penentuan lokasi pengambilan contoh
uji pemantauan kualitas udara ambien)
3. SNI 19-7119.15-2016 (PM 10, Outdoor)
4. PP RI No. 41 Tahun 1999 (Pengendalian pencemaran udara)

B. Data Sampling
1. Nama sampel : Udara ambien
2. Parameter analisis : Kadar debu PM 10
3. Peralatan : HAZ DUST EPAM-5000 (Particular Air Monitoring
Equipment)
4. Lokasi sampling : Laboratorium Analisis Parameter Lingkungan SMK-
SMAK Bogor
5. Hari/tanggal sampling : Senin / 30 September 2019
6. Waktu sampling : 09.30-10.00 WIB
7. Aktivitas di sekitas lokasi : Praktikum

C. Komentar dan Pengamatan


Pada praktikum kali ini dilakukan pengambilan sampel udara ambien di lokasi
Laboratorium Analisis Parameter Lingkungan SMK-SMAK Bogor untuk diuji dengan
parameter kadar debu. Debu merupakan partikel padat yang terbentuk karena adanya
kekuatan alami atau mekanik. Udara ambien merupakan udara di sekitar kita, sehingga
dapat dilakukan pengambilan sampel di area sekitar. Sebelum pengambilan sampel, alat
(Haz Dust) harus dalam kondisi baik. Haz Dust dapat digunakan untuk mengukur kadar
debu halus pada udara. Debu halus akan dihisap melalui tabung inpektor yang telah
dipasang pada alat. Pada tabung inpektor terdapat filter yang ukurannya 5-10 mikron.

9
LABORATORIUM ANALISIS PARAMETER
LINGKUNGAN (APL)
SMK- SMAK BOGOR

Untuk melakukan pengukuran, filter harus dipastikan dalam kondisi bersih. Jika filter
telah kotor dapat dibersihkan dengan merendamnya pada alkohol. Ketika menggunakan
Haz Dust, tutup kotak peralatan perlu dilepas dan alat diposisikan tidak di dekat gedung
dan pohon yang tinggi. Hal ini bertujuan agar alat dapat menyerap debu dengan optimal
dari segala arah. Dengan menggunakan alat ini dapat diketahui jumlah partikel debu yang
terhisap di waktu tertentu, serta dapat diketahui jumlah partikel debu maksimal, minimal,
maupun rata-rata (Total Weight Average). Saat melakukan praktik, tidak muncul data
partikel maksimal, minimal, dan rata-rata, sehingga perlu dihitung secara manual.

D. Data Pengamatan
Pengamatan mg/m3 µg/m3
Partikel maksimal 0,18 180
Partikel minimal 0,014 14
Partikel TWA 0,0358833 35,8833

Menit mg/m3 µg/m3 Menit mg/m3 µg/m3 Menit mg/m3 µg/m3

0,5 10,5 20,5


0,180 180 0,027 27 0,023 23

1 11 21
0,167 167 0,024 24 0,021 21

1,5 11,5 21,5


0,156 156 0,024 24 0,019 19

2 12 22
0,136 136 0,024 24 0,018 18

2,5 12,5 22,5


0,103 103 0,024 24 0,018 18

3 13 23
0,082 82 0,023 23 0,017 17

3,5 13,5 23,5


0,067 67 0,023 23 0,017 17

4 14 24
0,056 56 0,022 22 0,016 16

4,5 14,5 24,5


0,048 48 0,022 22 0,016 16

10
LABORATORIUM ANALISIS PARAMETER
LINGKUNGAN (APL)
SMK- SMAK BOGOR

5 15 25
0,042 42 0,022 22 0,016 16

5,5 15,5 25,5


0,037 37 0,023 23 0,017 17

6 16 26
0,039 39 0,023 23 0,016 16

6,5 16,5 26,5


0,036 36 0,024 24 0,016 16

7 17 27
0,034 34 0,023 23 0,014 14

7,5 17,5 27,5


0,033 33 0,022 22 0,014 14

8 18 28
0,031 31 0,021 21 0,014 14

8,5 18,5 28,5


0,030 30 0,022 22 0,014 14

9 19 29
0,028 28 0,022 22 0,015 15

9,5 19,5 29,5


0,028 28 0,021 21 0,016 16

10 20 30
0,028 28 0,023 23 0,016 16

E. Kesimpulan

Dari hasil praktikum analisis udara ambien di Laboratorium APL SMK-SMAK


Bogor pada parameter kadar debu PM 10 dengan Portable Enviromental Particular
Monitor (Haz Dust), diperoleh hasil berupa:

1. Kadar debu PM 10 minimal sebesar 14 µg/m3 dengan pengukuran selama 30 menit.


2. Kadar debu PM 10 maksimal sebesar 180 µg/m3 dengan pengukuran selama 30 menit.
3. Kadar debu PM 10 rata-rata atau TWA (Total Weight Average) sebesar 35,8833
µg/m3 dengan pengukuran selama 30 menit.
Hasil ini tidak dapat dibandingkan dengan standar PP RI No. 41 tahun 1999 karena
waktu pengukuran yang tidak sesuai dengan standar yaitu minimal 24 jam.

11
LABORATORIUM ANALISIS PARAMETER
LINGKUNGAN (APL)
SMK- SMAK BOGOR

Praktikan, Guru Praktik,

( ) ( )

12