Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Syukur yang tak terhingga kami panjatkan kehadirat Allah Swt., yang tiada henti-
hentinya mengalirkan segala kearifan dalam setiap kalbu hamba-Nya, yang cinta akan ilmu,
yang tidak pernah kering samudera pikir dan terbukalah setiap mata hati. Begitu pula dengan
segala rahmat dan hidayah-Nya-lah sehingga tugas mengenai “ Sistem Integumen“ dapat
terselesaikan.

Adapun tujuan dari penyusunan laporan ini ialah untuk memenuhi tugas ASKEB
PERSALINAN DAN BBL Selain itu juga. Kami ucapan terima kasih terbesar dipersembahkan
pada seorang yang telah memberi arah dan penuntun dalam gelap dan bantu tatapan mata kami
dalam mengetuk tiap-tiap pintu khazanah budaya, diantaranya :
1. Ibu DARMIATI, S.ST.,M.Kes.,M.Keb selaku Dosen Mata Kuliah askeb
persalinan dan BBL
2. Orangtua dirumah yang tak pernah hentinya memberikan bantuan materil dan
doa serta segala bentuk dukungannya.
Demikianlah laporan ini dibuat dan tidak menutup kemungkinan dalam penyusunannya
terdapat kekurangan dan kesalahan didalamnya. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran
dan komentarnya yang dapat dijadikan masukan dalam penyusunan laporan tugas selanjutnya.

Penyusun,

Makassar, 04 Oktober 2019

[Date] 1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................................. 1

Daftar Isi ............................................................................................................................ 2

Bab I Pendahuluan .......................................................................................................... 3

A. Latar Belakang ........................................................................................................ 3


B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 3
C. Tujuan Penulisan ..................................................................................................... 3
D. Manfaat Penulisan ................................................................................................... 3

Bab II Pembahsan ............................................................................................................. 4

1. Definisi emboli air ketuban ..................................................................................... 4


2. Tanda-tanda dan gejala ........................................................................................... 4-5
3. Penyebab emboli air ketuban .................................................................................. 5
4. Faktor pemicu ......................................................................................................... 6-7
5. Pencegahan emboli air ketuban .............................................................................. 7

Bab III Penutup................................................................................................................. 8

1. Kesimpulan ............................................................................................................. 8

Daftar Pustaka .................................................................................................................. 20

[Date] 2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Emboli cairan amnion adalah gangguan langkah dimana sejumlah besar
cairan ketuban tiba-tiba memasuki aliran darah. Cairan ketuban berisi sampah yang
dapat menghambat pembuluh darah dan mencairkan darah yang mempengaruhi
koagulasi. Hal ini dapat terjadi bila ada bukaan pada dinding pembuluh darah dan
dapat terjadi jika kelahiran melibatkan tenaga, wanita tua, sindrom janin mati atau
bayi besar. Kondisi ini dapat mengakibatkan kematian ibu cepat. Kasus emblisi
cairan amnion yang paling sering terjadi saat persalinan baik pervaginam maupun
sesar, tidak ada yang bisa aman 100% dari resiko emboli cairan amnion.

B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan definisi dari emboli air ketuban?
2. Apa saja tanda-tanda dari emboli air ketuban?
3. Apa saja penyebab emboli air ketuban?
4. Apa yang menjadi Faktor pemicu dari emboli air ketuban?
5. Bagaimana pencegahan emboli air ketuban?

C.Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah untuk
mendeskripsikan dan memberi penjelasan mengenai emboli air ketuban

D.Manfaat Penulisan
Manfaat yang ingin dicapai yaitu penulis dan pembaca dapat memperoleh
pengetahuan dan pemahaman tentang emboli air ketuban.

[Date] 3
BAB II

PEMBAHASAN

Emboli air ketuban

A. Definisi emboli air ketuban

Emboli cairan amnion atau disebut juga emboli air ketuban adalah komplikasi
yang jarang terjadi saat melahirkan. Emboli air ketuban merupakan kondisi di mana
air ketuban, sel-sel janin, rambut, atau yang lainnya memasuki aliran darah ibu
melalui dasar plasenta rahim.

Berbagai cairan dan bahan-bahan tersebut dapat memicu reaksi yang menyerupai
alergi. Reaksi ini kemudian dapat mengakibatkan kolaps kardiorespirasi (jantung dan
paru-paru) dan pendarahan yang berlebihan (koagulopati).

Emboli air ketuban sebenarnya bisa terjadi selama kehamilan. Akan tetapi,
komplikasi melahirkan yang satu ini lebih sering terjadi selama proses persalinan
berlangsung, atau segera setelahnya.

Kondisi ini cukup sulit untuk didiagnosis. Jika dokter mencurigai Anda mengalami
kondisi ini, akan segera dilakukan tindakan guna mencegah komplikasi pada Anda
dan bayi yang berisiko mengancam nyawa.

Bahkan, emboli air ketuban masih merupakan salah satu komplikasi yang bisa
berujung fatal, karena sulit diprediksi dan dicegah.

B. Tanda-Tanda dan Gejala

Emboli cairan amnion terjadi secara tiba-tiba dan cepat. Tahap awal emboli air
ketibun biasanya meliputi serangan jantung dan gagal pernapasan yang cepat.
Serangan jantung terjadi ketika jantung berhenti bekerja dan Anda kehilangan
kesadaran serta berhenti bernapas.

Gagal pernapasan cepat terjadi ketika paru-paru tidak dapat memasok cukup
oksigen untuk darah atau membuang cukup karbon dioksida dari darah. Ini membuat
sangat sulit untuk bernapas.

Kemungkinan tanda-tanda dan gejala dari emboli cairan ketuban lain dapat meliputi:

 Sesak napas mendadak


 Cairan berlebih dalam paru-paru (edema paru)

[Date] 4
 Tekanan darah rendah yang mendadak
 Jantung mendadak gagal untuk memompa darah dengan efektif (kolaps
kardiovaskular)
 Masalah pembekuan darah yang mengancam nyawa (koagulopati
intravaskular diseminata)
 Perubahan keadaan mental, seperti kecemasan
 Kedinginan
 Ritme jantung cepat atau gangguan dalam ritme jantung
 Fetal distress, seperti ritme jantung lambat
 Kejang
 Koma
 Abnormalitas ritme jantung pada janin secara mendadak
 Pendarahan dari rahim, sayatan, atau lokasi intravena (IV)

C. Penyebab emboli air ketuban

Emboli air ketuban dapat terjadi selama persalinan, maupun setelah proses
melahirkan selesai. Kondisi ini bisa dialami oleh Anda yang melahirkan normal
melalui vagina atau menjalani operasi caesar.

Emboli air ketuban terjadi ketika cairan ketuban atau bagian-bagian dari janin
memasuki aliran darah ibu. Alasan terjadinya hinggsa kini belum dapat dipahami
dengan baik. Penyebab yang paling mungkin adalah kerusakan pada penghalang
plasenta, seperti karena adanya trauma atau luka.

Ketika kerusakan ini terjadi, sistem kekebalan tubuh merespons dengan melakukan
berbagai hal. Mulai dari melepaskan suatu bahan yang menyebabkan reaksi
inflamasi (peradangan), mengaktifkan pembekuan abnormal pada paru-paru, dan
pembuluh darah ibu.

Semua hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan pembekuan darah serius yang
disebut sebagai koagulasi intravaskular diseminata. Namun, emboli air ketuban
adalah sesuatu yang langka.

Sebab adanya sebagian air ketuban yang memasuki aliran darah ibu selama
persalinan tidak selalu menyebabkan masalah. Tidak jelas mengapa dalam
beberapa kasus hal ini sampai menyebabkan emboli cairan amnion.

Untuk lebih jelasnya, dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai penyebab emboli
air ketuban ini.

[Date] 5
D. Faktor Pemicu emboli air ketuban

Beberapa faktor yang dapat memicu seseorang terkena emboli air ketuban yakni
meliputi:

1. Usia tua saat hamil

Jika Anda berusia 35 tahun ke atas pada saat kelahiran, risiko Anda untuk terkena
emboli air ketuban akan meningkat. Semakin tua usia Anda saat hamil dan
melahirkan, maka semakin besar pula risiko untuk mengalami emboli air ketuban.

2. Masalah plasenta

Jika terdapat kelainan pada plasenta Anda, risiko Anda terkena emboli cairan
amnion jadi meningkat. Misalnya kelainan pada struktur yang berkembang dalam
rahim selama masa kehamilan.

Adanya kelainan plasenta, meliputi sebagian atau seluruh plasenta yang menutupi
leher rahim (plasenta previa) atau plasenta mengelupas dari dinding dalam rahim
sebelum persalinan (abruptio plasenta). Kedua kondisi ini dapat menimbulkan
masalah pada plasenta atau pelindung bayi selama berada di dalam kandungan.

3. Preeklamsia

Hati-hati, jika Anda memiliki preeklampsia yaitu tekanan darah tinggi dan kelebihan
protein di dalam urine setelah 20 mingu kehamilan. Pasalnya, berbagai kondisi
tersebut dapat membuat Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami
emboli air ketuban.

4. Kelahiran yang dipicu secara medis

Metode induksi persalinan yang diberikan sebelum melahirkan diperkirakan dapat


meningkatkan risiko mengalami emboli air ketuban. Namun, dibutuhkan penelitian
lebih lanjut untuk memastikan kejelasan hal ini.

5. Melahirkan dengan operasi caesar

Menjalani operasi caesar, persalinan dengan forceps, maupun ekstraksi vakum


dapat meningkatkan risiko emboli air ketuban. Ini karena penggunaan alat tersebut
dapat menghancurkan penghalang fisik antara Anda dan bayi Anda alias kantung
ketuban.

Namun, tidak jelas apakah persalinan dengan operasi memang merupakan faktor
risiko emboli cairan amnion. Sebab penggunaan forceps dan vakum sebenarnya
ditujukan untuk mempercepat kelahiran pada persalinan normal. Terlebih jika dokter
telah mencurigai Anda mengalami emboli air ketuban.

[Date] 6
6. Polihidramnion

Polihidramnion adalah kondisi ketika jumlah air ketuban bayi di dalam kandungan
terlalu banyak. Ini merupakan salah satu jenis kelainan cairan ketuban (hidramnion).

Adanya terlalu banyak cairan yang mengelilingi bayi di dalam kandungan dapat
membuat Anda berisiko terkena emboli air ketuban.

E. Pencegahan emboli air ketuban

Emboli air ketuban tidak dapat dicegah. Komplikasi kehamilan ini juga cenderung
sulit untuk diprediksi kapan terjadinya. Jika Anda pernah mengalami emboli air
ketuban dan berencana untuk mengupayakan hamil kembali, sebaiknya
konsultasikan pada dokter kandungan terlebih dahulu.

Dokter sebelumnya akan mengecek riwayat kesehatan dan kondisi tubuh Anda saat
ini untuk membantu menentukan pilihan terbaik bagi Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan pada dokter untuk lebih memahami
solusi terbaik untuk Anda.

[Date] 7
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Emboli cairan amnion atau disebut juga emboli air ketuban adalah komplikasi
yang jarang terjadi saat melahirkan. Emboli air ketuban merupakan kondisi di mana
air ketuban, sel-sel janin, rambut, atau yang lainnya memasuki aliran darah ibu
melalui dasar plasenta rahim

Emboli cairan amnion terjadi secara tiba-tiba dan cepat. Tahap awal emboli air
ketibun biasanya meliputi serangan jantung dan gagal pernapasan yang cepat.
Serangan jantung terjadi ketika jantung berhenti bekerja dan Anda kehilangan
Beberapa faktor yang dapat memicu seseorang terkena emboli air ketuban yakni
meliputi: . Usia tua saat hamil,masalah plasenta, preeklampsia kelahiran yang dipicu
secara medis, melahirkan operasi caesar polihidraminion.

[Date] 8
DAFTAR PUSTAKA

https://hellosehat.com/penyakit/emboli-air-ketuban-cairan-amnion/

[Date] 9