Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL

PERENCANAAN PEMBANGNAN
SISTEM PENANGGULANGAN KEKURANGAN AIR BERSIH
DI KECAMATAN TEGALWARU DAN PANGKALAN.
Diajukan oleh Bumdes Desa Cinta Asih

Rincian Proyek:
A. Pembangunan Embung, dan
B. Pipanisasi
Biaya yang diperlukan Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah).

Detail Engineering Design (DED) Dalam Pekerjaan Konstruksi dapat diartikan


sebagai produk dari konsultan perencana, yang biasa digunakan dalam membuat
sebuah perencanaan (gambar kerja) detail bangunan sipil seperti gedung, kolam
renang, jalan, jembatan, bendungan, dan pekerjaan konstruksi lainnya.

Detail Engineering Design (DED) bisa berupa gambar detail namun dapat dibuat
lebih lengkap yang terdiri dari beberapa komponen seperti di bawah ini:
 Gambar detail bangunan/gambar bestek, yaitu gambar desain bangunan
yang dibuat lengkap untuk konstruksi yang akan dikerjakan;
 Engineer's Estimate (EE) atau Rencana Anggaran Biaya (RAB);
 Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) serta
 Laporan akhir tahap perencanaan, meliputi:
 laporan arsitektur;
 laporan perhitungan struktur termasuk laporan penyelidikan tanah (Soil
Test);
 laporan perhitungan mekanikal dan elektrikal;
 laporan perhitungan IT (Informasi & Teknologi).

Untuk keterangan lebih jelasnya mengenai isi dari DED berikut ini:
Gambar detail bangunan atau bestek bisa terdiri dari gambar rencana teknis.
Gambar rencana teknis ini meliputi arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal,
serta tata lingkungan. Semakin baik dan lengkap gambar akan mempermudah
proses pekerjaan dan mempercepat dalam penyelesaian pekerjaan konstruksi.

Rencana Anggaran Biaya atau RAB adalah perhitungan keseluruhan harga dari
volume masing-masing satuan pekerjaan. RAB dibuat berdasarkan gambar.
Kemudian dapat dibuat juga Daftar Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) serta
spesifikasi dan harga. Susunan dari RAB nantinya akan direview, perhitungannya
dikoreksi dan diupdate harganya disesuaikan dengan harga pasar sehingga dapat
menjadi Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini mencakup persyaratan mutu dan
kuantitas material bangunan, dimensi material bangunan, prosedur pemasangan
material dan persyaratan-persyaratan lain yang wajib dipenuhi oleh penyedia
pekerjaan konstruksi. RKS kemudian menjadi syarat yang harus dipenuhi penyedia
sehingga dapat dimasukan ke dalam Standar Dokumen Pengadaan (SDP).

Demikianlah itu pengertian Detail Engineering Design (DED) dan komponen


didalamnya. Semoga bermanfaat.

Proyek DED sering disebut juga sebagai Proyek Perencanaan Fisik. Yaitu proyek
untuk membuat sebuah perencanaan detail bangunan sipil (gedung, pipanisasi,
jembatan, bendungan, dll)

Hasil dari proyek ini yang nantinya akan digunakan sebagai pedoman dalam
pelaksanaan pembangunan. Produk yang dihasilkan dari proyek ini antara lain :
1. Gambar detail bangunan/gambar bestek.
2. Rencana Anggaran Biaya (RAB)/Engineer's Estimate (EE).
3. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)

Gambar detail bangunan/gambar bestek merupakan gambar desain bangunan


secara lengkap dan merupakan dokumen perencanaan yang paling utama.
Kelengkapan gambar sangat berpengaruh dalam kecepatan pelaksanaan fisik.
Semakin lengkap gambar bestek maka semakin cepat pula proyek fisik dapat
diselesaikan.

Dalam perhitungan RAB juga mencakup perhitungan volume masing-masing


satuan pekerjaan. RAB dibuat berdasarkan gambar bestek.

Produk terakhir dari pekerjaan Proyek DED adalah Rencana Kerja dan Syarat-
syarat (RKS). Dalam RKS ini mencakup persyaratan mutu dan kuantitas material
bangunan, dimensi material bangunan, prosedur pemasangan material dan
persyaratan-persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh kontraktor dalam
melaksanakan pekerjaan fisik.

Detail Engineering Design (DED) Dalam Pekerjaan Konstruksi dapat diartikan


sebagai produk dari konsultan perencana, yang biasa digunakan dalam membuat
sebuah perencanaan (gambar kerja) detail bangunan sipil seperti gedung, kolam
renang, pipanisasi, jembatan, bendungan, dan pekerjaan konstruksi lainnya.
Detail Engineering Design (DED) bisa berupa gambar detail namun dapat dibuat
lebih lengkap yang terdiri dari beberapa komponen seperti di bawah ini:
 Gambar detail bangunan/gambar bestek, yaitu gambar desain bangunan
yang dibuat lengkap untuk konstruksi yang akan dikerjakan
 Engineer's Estimate (EE) atau Rencana Anggaran Biaya (RAB)
 Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
 Laporan akhir tahap perencanaan, meliputi
 laporan arsitektur;
 laporan perhitungan struktur termasuk laporan penyelidikan tanah (Soil Test)
 laporan perhitungan mekanikal dan elektrikal;
 laporan perhitungan IT (Informasi & Teknologi)

Untuk keterangan lebih jelasnya mengenai isi dari DED berikut ini:
Gambar detail bangunan atau bestek bisa terdiri dari gambar rencana teknis.
Gambar rencana teknis ini meliputi arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal,
serta tata lingkungan. Semakin baik dan lengkap gambar akan mempermudah
proses pekerjaan dan mempercepat dalam penyelesaian pekerjaan konstruksi.

Rencana Anggaran Biaya atau RAB adalah perhitungan keseluruhan harga dari
volume masing-masing satuan pekerjaan. RAB dibuat berdasarkan gambar.
Kemudian dapat dibuat juga Daftar Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) serta
spesifikasi dan harga. Susunan dari RAB nantinya akan direview, perhitungannya
dikoreksi dan diupdate harganya disesuaikan dengan harga pasar sehingga dapat
menjadi Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini mencakup persyaratan mutu dan
kuantitas material bangunan, dimensi material bangunan, prosedur pemasangan
material dan persyaratan-persyaratan lain yang wajib dipenuhi oleh penyedia
pekerjaan konstruksi. RKS kemudian menjadi syarat yang harus dipenuhi penyedia
sehingga dapat dimasukan ke dalam Standar Dokumen Pengadaan (SDP).

Kajian Teoritis
Detail Engineering Design ( DED ) adalah produk dari konsultan perencana yang
biasa digunakan dalam membuat sebuah perencanaan detail bangunan sipil
seperti gedung, pipanisasi, jembatan, bendungan dll

Tujuan dari Detail Engineering Design ( DED ) adalah menyusun dan merancang
desain teknis secara rinci yang akan dipergunakan sebagai pedoman pelaksanaan.
Produk yang dihasilkan dari DED antara lain : gambar rencana, Desain rencana,
RAB ( Rencana Anggaran dan Biaya ), sebagai acuan bagi pelaksanaan konstruksi
dalam melaksanakan serta mengawal proses terkait penyelenggaraan konstruksi.

Lingkup Pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam DED sesuai dengan Kerangka
Acuan Kerja, secara garis besar dapat dibagi sebagai berikut :
1. Pekerjaan Lapangan
 Survey Pendahuluan
 Survey Topografi
 Survey Hidrologi
 Penyelidikan Tanah
2. Analisa dan Perencanaan Teknis
 Analisa Hidrologi
 Analisa Mekanika Tanah
 Perencanaan Geometrik pipanisasi
 Perencanaan Perkerasan pipanisasi
 Perencanaan Bangunan Pelengkap
 Penyusunan Gambar Teknis
 Perhitungan Perkiraan Kuantitas dan Biaya
 Penyusunan Dokumen Lelang

Survey Topografi
Survei topografi adalah suatu metode untuk menentukan posisi tanda-tanda
(features) buatan manusia maupun alamiah diatas permukaan tanah. Survei
topografi juga digunakan untuk menentukan konfigurasi medan (terrain).
Kegunaan survei topografi adalah untuk mengumpulkan data yang diperlukan
untuk gambar peta topografi. Gambar peta dari gabungan data akan membentuk
suatu peta topografi. Sebuah topografi memperlihatkan karakter vegetasi dengan
memakai tanda-tanda yang sama seperti halnya jarak horizontal diantara
beberapa features dan elevasinya masing-masing diatas datum tertentu.

Lingkup Pekerjaan
Lingkup Pekerjaan Pengukuran Topografi untuk perencanaan pipanisasi
terdiri dari beberapa bagian pekerjaan yaitu :
1. Persiapan
2. Pemasangan Patok, Bench mark (BM) dan Control Point (CP).
3. Pekerjaan perintisan untuk pengukuran
4. Pekerjaan pengukuran yang terdiri dari :
 Pengukuran titik kontrol horizontal (Polygon) dan vertikal
(Waterpass)
 Pengukuran situasi/detail
 Pengukuran penampang memanjang dan melintang
 Pengukuran-p jalan engukuran khusus

Survey Hidrologi
Proses ini dimaksudkan untuk melakukan pengumpulan data hidrologi dan
karakter/perilaku aliran air pada bangunan air yang ada (sekitar pipanisasi), guna
keperluan analisis hidrologi, penentuan debit banjir rencana (elevasi muka air
banjir), perencanaan drainase yang diperlukan dan data-data ini outputnya
digunakan sebagai input dalam perhitungan debit banjir rencana untuk
menentukan ukuran dimensi saluran, gorong-gorong dalam analisis hidrologi.

Penyelidikan Tanah
Penyelidikan tanah merupakan suatu upaya memperoleh informasi bawah tanah
untuk perencanaan pondasi bangunan sipil. Penyelidikan tanah harus mencapai
kedalaman dimana tanah memberikan daya dukungnya atau mengkontribusi
penurunan akibat struktur yang akan dibangun. Penyelidikan tanah mencakup
antara lain, pengeboran tanah, pengambilan contoh tanah, pengujian lapangan,
pengujian laboratorium dan observasi air tanah. Kedalaman penyelidikan
tergantung pada Jenis Struktur, Jenis Tanah, Prakiraan awal jenis pondasi yang
akan dipakai.

Analisa Hidrologi
Analisis hidrologi merupakan salah satu bagian dari keseluruhan rangkaian dalam
perencanaan bangunan air seperti sistem drainase, gorong-gorong , tanggul
penahan banjir dan sebagainya. Pengertian yang terkandung didalamnya adalah
bahwa informasi dan harga-harga yang diperoleh dalam survey hidrologi
merupakan masukan penting dalam analisa analisa hidrologi. Ukuran dan
karakter bangunan-bangunan tersebut sangat tergantung dari tujuan
pembangunan dan informasi yang diperoleh dari survey hidrologi. Sebelum
informasi yang jelas tentang sifat-sifat dan variabel-variabel hidrologi diketahui,
hampir tidak mungkin dilakukan analisa untuk menetapkan berbagai sifat dan
karakter banjirnya. Demikian pula, pada dasarnya bangunan-bangunan air harus
dirancang atas suatu patokan yang benar, yang diharapkan akan dapat
menghasilkan rancangan yang memuaskan. Pengertian memuaskan dalam hal ini
adalah bahwa bangunan air tersebut harus dapat berfungsi baik secara struktural
maupun fungsional dalam jangka waktu yang ditetapkan.

Analisa Mekanika Tanah


Analisis Laboratorium Mekanika Tanah dipakai untuk mengetahui sifat-sifat teknis
tanah, khususnya tanah lunak. Evaluasi hasil penyelidikan lapangan dan analisis
laboratorium selanjutnya digunakan untuk mengetahui penyebaran dan sifat-sifat
teknis tanah. Berdasarkan hal tersebut dapat ditentukan parameter desain untuk
perhitungan daya dukung pondasi dan kestabilan pipanisasi

Perencanaan Geometrik pipanisasi


Perencanaan geometrik pipanisasi merupakan bagian dari perencanaan
pipanisasi yang dititikberatkan pada bentuk fisik sehingga dapat memenuhi fungsi
dasar dari pipanisasi yaitu memberikan pelayanan yang optimum pada arus lalu
lintas air dan sebagai akses ke rumah-rumah. Dalam lingkup perencanaan
geometrik tidak termasuk perencanaan tebal pipanisasi walaupun dimensi dari
perkerasan yang merupakan bagian dari perencanaan gemetrik sebagai bagian
dari perencanaan yang seutuhnya. Demikian pula dengan drainase pipanisasi.
Jadi tujuan dari perencanaan geometrik pipanisasi adalah menghasilkan
infrastruktur yang aman, efisiensi pelayanan arus lalu lintas dan memaksimalkan
rasio tingkat penggunaan/biaya pelaksanaan.

Ruang, bentuk, dan ukuran pipanisasi dikatakan baik, jika dapat memberikan rasa
aman dan nyaman kepada pemakai pipanisasi Yang menjadi dasar perencanaan
geometri adalah sifat gerakan , dan ukuran kendaraan, sifat pengemudi dalam
mengendalikan gerak kendaraannya, dan karakteristik arus lalu lintas. Hal-hal
tersebut haruslah menjadi bahan pertimbangan perencana sehingga dihasilkan
bentuk-bentuk dan ukuran pipanisasi , serta ruang gerak kendaraan yang
memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan yang diharapkan

Tahapan Pekerjaan Geometri pipanisasi


 Rencanakan Trase pipanisasi
 Perhitungan Alinyemen Horizontal
 Perhitungan Alinyemen Vertikal
 Perhitungan Galian & Timbunan
Perencanaan Perkerasan pipanisasi
berfungsi memberikan pelayanan kepada sarana transportasi dan selama masa
pelayanannya diharapkan tidak terjadi kerusakan yang berarti. Agar perkerasan
pipanisasi yang sesuai dengan mutu yang diharapkan, maka pengetahuan tentang
sifat, pengadaan dan pengolahan dari bahan penyusun perkerasan pipanisasi
sangat diperlukan .Lapisan perkerasan berfungsi untuk menerima dan
menyebarkan beban lalu lintas tanpa menimbulkan kerusakan pada konstruksi
pipanisasi itu sendiri. Dengan demikian lapisan perkerasan ini memberikan
kenyamanan kepada pengguna pipanisasi selama masa pelayanan pipanisasi
tersebut. Dalam perencanaannya, perlu dipertimbangkan beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi fungsi pelayanan konstruksi perkerasan tersebut,
diantaranya fungsi pipanisasi, kinerja perkerasan, umur rencana, lalu lintas yang
merupakan beban dari perkerasan, sifat dasar tanah, kondisi lingkungan, sifat dan
material tersedia di lokasi yang akan digunakan untuk perkerasan, dan bentuk
geometrik lapisan perkerasan

Perencanaan Bangunan Pelengkap


Bangunan pelengkap adalah bangunan-bangunan yang merupakan pendukung
dari pipanisasi tersebut, antara lain jembatan, tempat perkir, gorong-gorong,
tembok penahan, saluran drainase, dll. Sedangkan perlengkapan pipanisasi
adalah perlengkapan-perlengkapan guna menambah kenyamanan bagi pengguna
pipanisasi, misalnya rambu-rambu lalu lintas, pagar pengaman, dll.

Penyusunan Gambar Teknis


Gambar perencanaan akhir tersebut akan diplot dalam kertas A3 yang
selengkapnya terdiri dari :
1. Umum (General)
 Sampul.
 Lembar Pengesahan.
 Daftar Isi.
 Legenda, symbol dan singkatan.
 Peta Lokasi Pekerjaan.
 Peta Sumber Material.
 Rekapitulasi Daftar Kuantitas.
2. Situasi dan Potongan Memanjang.
 Skala horizontal 1:1000 dan Vertikal 1:100, Maksimum 350 m per
lembar
 Dilengkapi dengan detail situasi yang ada, letak dan tanda patok
beton, letak dan ukuran jembatan/gorong-gorong, tanda-tanda lalu
lintas, dan lain-lain.

3. Potongan Melintang
 Skala horizontal 1:100 dan Vertikal 1:100
 Untuk kondisi lurus interval dibuat per 50 m dan kondisi tikungan
interval dibuat per 25 m
4. Struktur
 Detail Pondasi
 Detail Bangunan Atas
5. Gambar Standar
 Rambu – Rambu Lalu Lintas
 Marka pipanisasi
 Patok Kilometer, Patok Pengarah, Rel Pengaman.
 Saluran Samping
 Gorong – Gorong
 Dinding Penahan Tanah
 Diagram super elevasi

Perkiranaan Biaya Konstruksi


Lingkup pekerjaan untuk tahapan pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
1. Perhitungan kuantitas pekerjaan berdasarkan mata pembayaran
standar yang dikeluarkan oleh Dirjen Bina Marga Dinas Pekerjaan
Umum.
2. Analisa Harga Dasar Satuan Bahan dengan mempertimbangkan jarak
lokasi pekerjaan dengan lokasi Quarry
3. Analisa Harga Satuan Pekerjaan.
4. Perhitungan Perkiraan Biaya Pekerjaan Fisik

Dokumen Lelang
Dokumen tender/pelelangan akan dibuat untuk masing-masing ruas.
Dokumen tender yang akan disiapkan Konsultan antara lain:
a. Buku 1 : Bab I Instruksi Kepada Peserta Lelang
: Bab II Bentuk Penawaran, Informasi Kualifikasi dan BentukPerjanjian.
: Bab IIISyarat-syarat Kontrak
: Bab IVData Kontrak
b. Buku 2 : Bab V.1. Spesifikasi Umum
: Bab V.2. Spesifikasi Khusus
c. Buku 3 : Bab VI Gambar Rencana
d. Buku 4 : Bab VII Daftar Kuantitas
: Bab VIII Bentuk-bentuk Jamina

B. Rumusan Masalah
Masalah yang berkaitan dengan Detail Engineering Design Rpoyek Pembangunan
Sistem Penanggulangan kekeringan di Kecamatan Tegalwaru dan kecamatan
Pangkalan, dapat dirumuskan sebagaiberikut:
1. Bagaimana upaya penanggulangan kekeringan di Kecamatan Tegalwaru dan
Kecamatan Pangkalan ?
2. Seperti apa sistem yang harus dibangun untuk menanggulangi kekeringan di
Kecamatan Tegalwaru dan Kecamatan Pangkalan ?
3. Berapa biaya yang diperlukan untuk menjelmakan sistem tersebut ?

C. Tujuan
Proyek Detail Engineering Design dimaksudkan untuk mendapat gambaran secara
utuh tentang rencana kerja kedepan dalam penanggulangan kekeringan di
Kecamatan Tegalwaru dan Kecamatan Pangkalan, serta menentukan sistem
penanggulangannya dan menghitung biaya yang diperlukannya.

D. Biaya yang diperlukan


Untuk mewujudkan Detail Engineering Design yang dapat dipertangungjawabkan
secara sine dan Teknologi, diperlukan peran serta konsultan yang ahli,
dibidangnya>

Biaya yang diperlukan untuk membuat Detail Engineering Design kurang lebih
Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah).