Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL

LARUTAN RINGER LAKTAT

DISUSUN OLEH

Nama : Kris Agustin

NIM : 16.0585

Kelompok :A

AKADEMI FARMASI THERESIANA

SEMARANG

2018
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL

LARUTAN RINGER LAKTAT

I. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat menghitung tonisitas dari larutan Ringer Laktat.
2. Mahasiswa dapat menghitung jumlah bahan yang dibutuhkan dalam Larutan
Ringer Laktat.
3. Mahasiswa dapat melakukan pengujian sediaan larutan berupa pH larutan,
Kebocoran, Partikel dan kejernihan, dan keseragaman volume.

II. DASAR TEORI


Sediaan Injeksi Volume Besar adalah larutan produk obat yang disterilisasi
akhir dan dikemas dalam wadah dosis tunggal dengan kapasitas 100 ml atau lebih dan
ditujukan untuk manusia. Parenteral volume besar meliputi infus intravena, larutan
irigasi, larutan dialisis peritonal & blood collecting units with antikoagulant (Ario
Dewangga dan Vicky Sumarki Budipramana, 2011).
Infus merupakan sediaan steril, berupa larutan atau emulsi dengan air sebagai
fase kontinu; biasanya dibuat isotonis dengan darah. Prinsipnya infus dimaksudkan
untuk pemberian dalam volume yang besar. Infus tidak mengandung tambahan berupa
pengawet antimikroba.Larutan untuk infus, diperiksa secara visible pada kondisi yang
sesuai, adalah jernih dan praktis bebas partikel-partikel. Emulsi pada infus tidak
menujukkan adanya pemisahan fase (Perdana dan Iman, 2016).
Ringeris Lactatis adalah larutan steril dari Kalsium Klorida, Kalium klorida,
Natrium klorida dan Natrium Lactat dalam air untuk injeksi. Tiap 100 ml
mengandung tidak kurang dari 285,0 mg dan tidak lebih dari 315,0 mg natrium
(sebagai NaCl dan C3H5NaO3), tidak kurang dari 14,1 mg dan tidak lebih dari 17,3
mg Kalium (K, setara dengan tidak kurang dari 27,0 mg dan tidak lebih dari 33,0 mg
KCl), tidak kurang dari 4,90 mg dan tidak lebih dari 6,00 mg kalsium (Ca, setara
dengan tidak kurang dari 18,0 mg dan tidak lebih dari 2,0 mg CaCl2.2H2O), dan tidak
kurang dari 231,0 mg dan tidak lebih dari 261,0 mg laktat (C3H5O3, setara dengan
tidak kurang dari 290,0 mg dan tidak lebih dari 330,0 mg C3H5NaO3). Injeksi Ringer
Laktat tidak boleh mengandung bahan antimikroba (Depkes RI, 1995).
Botol kecil injeksi (vial, botol penusuk, botol kapsolut) dapat sebagai wadah
takaran tunggal atau takaran ganda. Mereka berlaku untuk menerima serbuk bahan
obat, larutan suspensi dan pada umumnya meliputi 5ml, tetapi juga yang lebih besar
diperdagangkan. Tutup karet atau tutup bahan buatan yang berlaku untuk menutupi
botol infusi atau botol penusuk tidak boleh memberikan bahan padat, behan pewarna
seperti juga komponen toksis atau pirogen ke dalam larutan.Suatupenggunaan tutup
yang berulang kali tidak diijinkan. (Priambodo,2007)

III. ALAT DAN BAHAN


ALAT BAHAN

1. Glassware 1. Natrium laktat

2. Timbangan digital 2. NaCl

3. Kertas saring 3. KCl

4. Botol vial 4. CaCl2.2H2O

5. Cup alumunium 5. Aqua pro injeksi

6. Autoklav 6. karbo adsorben

IV. FORMULA
R/ Natrium laktat 0,31
NaCl 0,6
KCl 0,03
CaCl2.2H2O 0,01
Aqua p.i. ad 100,0 ml

V. PEMERIAN
1. Natrium Laktat (Sodium Lactat)
 Organoleptis : tidak berwarna, bening, tidak berbau atau sedikit
berbau dengan rasa garam yang khas, higroskopik.
 Kelarutan : larut dalam etanol (95%) dan dalam air.
 Khasiat : Buffering agent, isotonis agent.
(Rowe, 2009)
2. Natrium Klorida
 Organoleptis : hablur berbentuk kubus, tidak berwarna, atau serbuk
hablur putih; rasa asin.
 Kelarutan : mudah larut dalam air, sedikit mudah larut air
mendidih; larut dalam gliseril; sukar larut dalam methanol.
 Kegunaan : zat pengisotonis.
(Departemen Kesehatan RI, 1995)
3. Kalium Klorida
 Organoleptis : tidak berbau, Kristal bening atau serbuk Kristal putih,
rasa garam dan berbentuk kubus.
 Kelarutan : praktis tidak larut dalam aseton dan eter, larut dalam
250 bagian etanol, larut dalam 4 bagian gliserin, larut dalam 2,8 bagian air.
 Kegunaan : zat pengisotonis, antimikroba.
(Rowe, 2009)
4. Kalsium Klorida
 Organoleptis : granul atau serpihan, putih, keras, tidak berbau.
 Kelarutan : mudah larut dalam air dan etanol, tidak larut dalam
dietileter.
 Kegunaan : zat penyerap air dan anti mikroba.
(Rowe, 2009)
5. Carbo Adsorben
 Pemerian : Berupa serbuk sangat halus, bebas dari butiran, hitam,
tidak berbau, tidak berasa.
 Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dan etanol 95%.
(Departemen Kesehatan RI, 1979).
6. Aqua pro injection
 Organoleptis : cairan jernih; tidak berwarna; tidak berbau; tidak
berasa.
 Kegunaan : aqua untuk pembuatan injeksi.
(Departemen KEsehatan RI, 1995)
VI. PERHITUNGAN PTB DAN PERHITUNGAN BAHAN
 Perthitungan PTB
Diketahui PTB
Natrium Laktat : 0,31
NaCL : 0,576
KCl : 0,439
CaCl2.2H2O : 0,3

B = 0,52-((0,31x0,31) + (0,6x0,576) + (0.03x0,439) + (0,01x0,3))


0,576
= 010786 g/ 100mL
Vial @10mL = 10mL x 10 vial = 100mL
Overmat 10% = 10mL
110mL/ orang
Total untuk kelompok = 5x 110mL
= 550mL

 Perhitungan Bahan
Nama Bahan Individu Kelompok

1. Natrium Laktat 110 5 x 0,341g = 1,705 g


x 0,31g = 0,341g
100

2. NaCl 110 5 x 0,66 g = 3,3 g


x 0,6 g = 0,66 g
100

3. KCl 110 5 x 0,033 g = 0,165 g


x 0,03 g = 0,033 g
100

4. CaCl2.2H2O 110 5 x 0,011 g = 0,055 g


x 0,01 g = 0,011 g
100

5. Aqua p.i 110mL – (0,341 + 0,66 5 x 108,95mL =


+ 0,033 + 0,011 g) = 653,7mL
108,95mL
VII. CARA KERJA
a) Cara kerja pembuatan sediaan
Hitung tonisitas larutan dari formula di atas (jika belum isotonis, hitung
berapa banyak NaCl yang dibutuhkan untuk membuat larutan isotonis)

Didihkan aquadest.

Semua bahan dilarutkan ke dalam aquadest panas

Periksa pH larutan apakah telah mencapai antara 5 – 7; jika kurang
asam
ditambahkan HCl 0,1 N; jika kurang basa bisa ditambah NaOH 0,1 N

Sisa aquadest ditambahkan

Larutan digojok dengan karbo adsorben 0,1% yang telah diaktifkan selama 5-
10 menit, diamkan, dan disaring hingga jernih

Masukan larutan dalam vial

Larutan disterilisasi dengan autoklaf pada 121oC selama 20 menit

Setelah dingin, lakukan uji-uji berikut :
a. pH larutan
b. Kebocoran
c. Partikel
d. Kejernihan
e. Keseragaman volume

Beri etiket
b) Cara kerja pengujian

 pH larutan
Diambil 10 mL larutan

Dimasukkan kertas pH didalamnya atau pH indikator

Dicatat hasil yang ditunjukkan

 Kebocoran
Dibuat larutan metilen blue 0.5% sebanyak 250 mL

Direndam ampul kedalam larutan tersebut

Diamati hasilnya, ampul yang berwarna biru menandakan tidal lolos dalam uji
kebocoran

 Partikel dan Kejernihan


Diambil 10 mL larutan

Dilihat kejernihan larutan di latar belakang berwarna hitam

Dicatat hasilnya

 Keseragaman volume
Diambil 10 ampul yang berisi larutan

Diukur volume yang ada didalamnya

Dicatat hasil volume yang diperoleh
VIII. HASIL PERCOBAAN

NO. Evaluasi Hasil

1. Uji pH larutan

2. Uji kebocoran

3. Uji kejernihan

4. Uji keseragaman volume