Anda di halaman 1dari 80

CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

BAB. I
PENDAHULUAN

Untuk mewujudkan Akuntabilitas dan Transfaransi dalam

mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah,

khususnya APBD Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dan sesuai dengan

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 tentang

Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah Pasal 2 menyebutkan

bahwa dalam rangka Pertanggung jawaban pelaksanaan APBN/APBD, setiap

Entitas Pelaporan wajib menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan dan

Laporan Kinerja, dan juga Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59

Tahun 2007 dan terakhir telah diubah menjadi Peraturan Menteri Dalam Negeri

Nomor 21 tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan keuangan Daerah maka

harus dibuat Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Operasional, Laporan

Perubahan Ekuitas, Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Selain

itu Pertanggungjawaban Laporan Keuangan Tahunan ini menggunakan Sistim

Akuntansi Pemerintah berbasis Akrual sebagaimana yang tertuang dalam

Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 64 Tahun 2013.

1.1. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan

Maksud dan tujuan dibuatnya Laporan Keuangan Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi

keuangan dari seluruh transaksi yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak selama satu periode pelaporan, juga sebagai pertanggung

jawaban terhadap pelaksanaan program-program serta kegiatan selama Tahun

1
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Anggaran 2018 sesuai aturan perundang undangan yang berlaku secara

transparan, efektif dan efisien.

Laporan keuangan digunakan untuk membandingkan realisasi dengan

anggaran yang telah ditetapkan dan sebagai representasi dari seluruh komponen

kegiatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dalam satu tahun anggaran

serta merupakan siklus pengelolaan anggaran, sehingga dapat diketahui sejauh

mana pelaksanaan anggaran itu sendiri sekaligus merupakan pertanggung

jawaban pengguna anggaran.

CaLK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak adalah dokumen yang memuat

penjelasan-penjelasan bidang pendapatan dan belanja sesuai dengan pos-pos

laporan keuangan, ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan,

hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan

selama tahun 2018, dan Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan.

Pembaca yang terbiasa dengan orientasi anggaran mempunyai potensi

kesalah pahaman dalam memahami konsep akuntansi akrual, sementara itu bagi

yang terbiasa dengan laporan keuangan sektor komersial cenderung melihat

laporan keuangan Pemerintah seperti laporan keuangan perusahaan. Untuk itulah

laporan keuangan disajikan guna memenuhi tuntutan akan informasi yang lazim

baik bagi masyarakat, legislatif, lembaga pengawas internal maupun eksternal,

pemeriksa dan tentu saja sebagai bahan pengendalian kebijakan Pimpinan

Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Laporan keuangan selain mengungkapkan basis akuntansi dan kebijakan

akuntansi yang ditetapkan juga sebagai pertanggungjawaban entitas akuntansi

selama periode tertentu.

2
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah dalam rangka akuntabilitas

dan transparansi. Akuntabilitas merupakan pertanggungjawaban dalam

pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang menjadi tugas dan

fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak selaku Organisasi Perangkat Daerah

(OPD) guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kurun waktu tertentu,

sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak tahun 2015 -2019.

Sedangkan Transparansi bertujuan memberikan informasi posisi keuangan

yang tertuang dalam Lampiran Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan

Perubahan Ekuitas (LPE), Laporan Operasional (LO), Neraca dengan penjelasan

dan pengungkapannya dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) dan dapat

dipertanggungjawabkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak sesuai peraturan

perundang-undangan.

Dalam rangka pengelolaan keuangan Daerah, Dinas Kesehatan Kabupaten

Lebak berupaya menerapkan prinsip-prinsip penganggaran sesuai dengan

Peraturan Perundang-undangan dan Standar Akuntansi Pemerintahan yang

meliputi : partisipasi, transparansi dan akuntabilitas anggaran, disiplin anggaran

serta ekonomis, efisiensi, efektifitas dan equality anggaran.

Kebijakan peningkatan kemampuan keuangan daerah dalam pembangunan

dilakukan melalui upaya peningkatan pendapatan daerah melalui intensifikasi dan

ekstensifikasi sumber-sumber penerimaan daerah serta berdasarkan ketentuan

Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Dengan tetap berpedoman pada prinsip penganggaran, belanja Dinas

Kesehatan Kabupaten Lebak tahun 2018 disusun dengan pendekatan anggaran

berbasis kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang telah

3
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

direncanakan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan

anggaran secara ekonomis, efektif, efesien dan equality.

Kebijakan anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak diarahkan agar :

1. Terpenuhinya kebutuhan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas

Kesehatan Kabupaten Lebak.

2. Terwujudnya anggaran kinerja yang terukur

3. Terwujudnya peningkatan kinerja pelayanan kesehatan.

1.2. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan

1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara

yang Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 3851);

2. Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-

undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 246, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4048);

3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 471, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 4287);

4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

5. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan

Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia

4
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 4400);

6. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah

diubah dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4548);

7. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antar

Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

3637);

8. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia No. 5063);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan

Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4090);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 118, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4138);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 119, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4139);

5
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

12. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi

Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2005 tentang Dana Perimbangan

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi

Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor

138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578) ;

16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 sebagaimana telah

diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 dan

terakhir telah diubah menjadi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21

tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

17. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609);

18. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan

Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008

Nomor 20);

19. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan

Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

6
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4614);

20. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 43 Tahun 2016 tentang Standar

Pelayanan Minimal Pelayanan Kesehatan Kabupaten/Kota;

21. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014

Tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan

Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 81);

22. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2014

sebagaimana telah diubah ke dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 21

Tahun 2016 tentang Penggunaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan dan

Dukungan Biaya Operasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik

Pemerintah Daerah;

23. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.64 Tahun 2013 tentang Penerapan Sistim

Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual;

24. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 10 Tahun 2007 tentang

Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Lebak

(Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2007 Nomor 8 Seri);

25. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 6 Tahun 2004 tentang

Transparansi dan Partisipasi dalam Penyelenggaraan Pemerintah dan

Pengelolaan Pembangunan di Kab. Lebak Tahun 2004 (Nomor 10 Seri E);

26. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pokok-

pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Lebak

Tahun 2006);

7
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

27. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 7 Tahun 2010 tentang Retribusi

Jasa Umum (Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2010 Nomor 7);

28. Peraturan Bupati Lebak No. 20 Tahun 2014 tentang Kebijakan Akuntansi

Pemerintah Daerah;

29. Peraturan Bupati Lebak No. 21 Tahun 2014 tentang Sistim Akuntansi

Pemerintah Daerah;

30. Peraturan Bupati Lebak Nomor 2 Tahun 2007 tentang Sistem dan Prosedur

Pengelolaan Keuangan Daerah;

31. Peraturan Bupati Kabupaten Lebak Nomor 10 Tahun 2017 tentang Anggaran

Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018;

32. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 07 Tahun 2018 tentang

Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lebak

Tahun 2018;

33. Peraturan Bupati Lebak No. 71 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan

Anggran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2018.

34. Peraturan Bupati Lebak Nomor 19 Tahun 2014 sebagaimana telah dirubah

dengan Peraturan Bupati Lebak Nomor 4 Tahun 2015, dan terakhir dirubah

dengan Peraturan Bupati No. 17 Tahun 2015, dan telah diubah kedalam

Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2016 Tentang Pedoman Tata Layanan dan

Pengelolaan Dana Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Fasilitas

Kesehatan Tingkat Pertama/Pusat Kesehatan Masyarakat.

1.3. Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan

Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) ini

berdasarkan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006

sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59

8
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Tahun 2007 dan terakhir telah diubah menjadi Peraturan Menteri Dalam Negeri

Nomor 21 tahun 2011 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Peraturan

Menteri Dalam Negeri No. 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi

Pemerintah berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah, sebagai berikut :

Bab. I Pendahuluan

1.1. Maksud Dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan.

1.2. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan.

1.3. Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan.

Bab. II Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan SKPD

2.1. Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan SKPD

2.2. Hambatan Dan Kendala Yang Ada Dalam Pencapaian Target Yang

Telah ditetapkan

Bab. III Penjelasan Pos – Pos Laporan Keuangan SKPD.

3.1. Rincian Dari Penjelasan Masing-Masing Pos-Pos Pelaporan

Keuangan

3.1.1. Pendapatan

3.1.2. Beban

3.1.3. Belanja

3.1.4. Aset

3.1.5. Kewajiban

3.1.6. Ekuitas Dana

3.2. Pengungkapan Tentang Pos-Pos Aset Dan Kewajiban yang timbul

sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan

belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas, untuk

9
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

entitas akuntansi/entitas pelaporan yang menggunakan basis

akrual Pemda.

Bab. IV Penjelasan Atas Informasi-Informasi Non Keuangan

Pemda

Bab. V Penutup

10
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

BAB II
IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN

2.1. Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan

Sebagaimana Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 10 Tahun

2017 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lebak Tahun

Anggaran 2018 dan Peraturan Bupati Lebak Nomor 07 Tahun 2018 tentang

Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lebak Tahun

2018, Anggaran Pendapatan dan Belanja Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak

mengalami perubahan yaitu :

I. Pendapatan

Target sebelum Perubahan sebesar Rp. 56.139.570.000,- setelah perubahan

menjadi Rp. 58.915.970.905,- mengalami peningkatan target sebesar Rp.

2.776.400.905,-

II. Anggaran Belanja Tidak Langsung (BTL) dan Belanja Langsung (BL)

sebelum Perubahan sebesar Rp. 193.298.955.847,- setelah perubahan

anggaran menjadi Rp. 229.232631.112,- mengalami kenaikan sebesar

Rp.35.933.675.265,- terdiri dari :

1. Belanja Tidak Langsung naik menjadi Rp. 77.656.107.460,-

2. Belanja Langsung sebesar Rp. 151.576.523.652,-

Jumlah Anggaran Belanja Dinas Kesehatan Tahun 2018 sebesar

Rp. 229.232.631.112,- guna membiayai Program dan Kegiatan yang terdiri dari

15 Program dan 47 Kegiatan Belanja Langsung dan 1 (satu) Belanja Tidak

Langsung, dengan realisasi sampai dengan 31 Desember 2018 sebesar Rp.

193.179.853.979,20,- atau 84,27 % dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini :

11
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Tabel 1
PENETAPAN KINERJA DAN REALISASI ANGGARAN TAHUN 2018

Program Indikator Kinerja


NO
Utama/Kegiatan Input Realisasi % Outcome
1 2 3 4 5 6
PROGRAM
PELAYANAN
1 3.188.605.800 2.869.900.277 90,00
ADMINISTRASI
PERKANTORAN
1.1 Penyediaan Jasa - Terselenggaranya
396.000 92.000 23,23
Surat - layanan administrasi
Perkantoran dan tertib
Menyurat
administrasi surat
menyurat
- Terpenuhinya
1.2 Penyediaan jasa
672.000.000 641.104.600 95,40 kebutuhan
komunikasi
penyediaan
jasa komunikasi,
Sumber Daya Air dan
sumber daya air dan
Listrik Listrik
- Terpenuhinya
1.3 Penyediaan jasa 689.435.000 550.173.819 79,80
pemeliharaan dan
pemeliharaan dan perijinan kendaraan
perizinan dinas
Kendaraan
dinas/operasional
1.4 Penyediaan jasa - Tersedianya
158.225.000 153.234.250 96,85
kebersihan penyedian kebersihan
Kantor kantor
- Tersedianya
1.5 Penyediaan Alat Tulis 413.592.200 413.473.000 99,97
penyediaan alat tulis
Kantor kantor
1.6 Penyediaan barang - Terpenuhinya
279.430.000 279.359.800 99,97
cetakan kebutuhan barang
cetakan dan
Dan penggandaan
penggandaan
- Terpenuhinya
1.7 Penyediaan
93.350.000 92.915.000 99,53 kebutuhan
komponen
penerangan
Instalasi kantor dinas kesehatan
listrik/penerangan dan 42
Bangunan kantor Puskesmas
1.8 Penyediaan bahan - Tersedianya bahan
16.000.000 16.000.000 100
bacaan bacaan
Dan peraturan
perundang -
Undangan
- Terpenuhinya
1.9 Penyediaan makan
202.818.000 93.389.500 46,05 penyediaan makanan
dan
dan
Minuman Minuman
1.10 Rapat-rapat 663.359.600 630.158.308 94,99 - Terlaksananya rapat-
koordinasi rapat koordinasi

12
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Dan konsultasi ke luar baik dalam daerah


daerah maupun luar daerah
PROGRAM
PENINGKATAN
2 SARANA DAN 52.250.000 52.245.000 99,99
PRASARANA
APARATUR
2.1 Pemeliharaan - Meningkat nya fungsi
47.250.000 47.250.000 100
rutin/berkala gedung kantor
Gedung kantor
2.2 Pemeliharaan - Meningkat nya fungsi
5.000.000 4.995.000 99,90
rutin/berkala gedung kantor
Peralatan gedung
kantor
PROGRAM
PENINGKATAN
PENGEMBANGAN
3 169.112.500 150.660.000 89,09
SISTEM PELAPORAN
CAPAIAN KINERJA
DAN KEUANGAN
3.1 Penyusunan laporan - Terselesaikan nya
169.112.500 150.660.000 89,09
capaian laporan keuangan
Kinerja dan ikhtisar
realisasi
Kinerja SKPD
PROGRAM OBAT DAN
4 PERBEKALAN 15.805.344.870 15.498.887.216 98,06
KESEHATAN
- Terpenuhinya
4.1 Pengadaan obat dan 8.821.009.000 8.593.209.716 97,42 Pemberian obat
Secara
perbekalan kesehatan
tepat dan Rasional
(DAK)
- Terpenuhinya
4.2 Pengadaan obat dan 6.984.245.870 6.905.677.500 98,88 Pemberian obat
Secara
perbekalan kesehatan
tepat dan Rasional
(DAU)
PROGRAM UPAYA
5 KESEHATAN 112.307.198.707 90.237.969.651.20 80,35
MASYARAKAT
- Cakupan Pelayanan
5.1 Pelayanan kesehatan 283.357.500 278.462.900 98,27
Kesehatan Dasar
Penduduk miskin di
Masyarakat Miskin
puskesmas
Dan jaringannya
dilakukan Evaluasi
Jaminan Pemeliharaan 91,15
tentang pelaksanaan
Kesehatan Masyarakat
JKN FKTP
(JPKM)
- Diketahuinya capaian
Kegiatan JKN di
42 FKTP
- Diketahuinya Proses
Pelaksanaan
BLUD FKTP
5.3 Fasilitas penunjang 50.000.000 39.816.210 79,63 - Tersedianya
kegiatan

13
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Kebutuhan Kegiatan
UPTD Labkesda
5.4 Peningkatan mutu - Meningkatnya
3.248.000.000 1.939.520.129 59,71
pelayanan pengetahuan kepala
puskesmas dan
stafnya tentang Audit
Internal dan Tinjauan
manajemen,
Keselamatan Pasien
serta Manajemen
Resiko melalui
workshop penunjang
implementasi
akreditasi
- Tersusunnya
komitmen bersama
pada
puskesmas yang
berproses akreditasi
- Difahaminya standar
dan instrumen
akreditasi puskesmas
- Mampu melakukan
self asesment dan
menyusun POA
akreditasi puskesmas
- Mampu menyusun
dokumen sesuai
standar akreditasi
puskesmas
- Mampu melakukan
implementasi
dokumen akreditasi
puskesmas
- Mampu melalui pre
assesment survey
dan survey akreditasi
puskesmas
dengan tuntas
- Didapatkannya
tingkat akreditasi
Puskesmas
- Terjaganya mutu
pelayanan
puskesmas
tersertifikasi
akreditasi
- Cakupan Pelayanan
5.5 Pelayanan kedokeran 100.000.000 51.287.500 51,29
Kesehatan
kehakiman Masyarakat
- Dana/Anggaran
- Terlaksananya
Sosialisasi Teknis
Penanganan Kasus
Kedokteran

14
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Kehakiman Bagi Para


Dokter dan
Pihak Terkait
- Jumlah kasus
forensik kehakiman
yang
Tertangani
5.6 Jaminan Kesehatan - Jumlah Peserta JKN
63.913.195.507 48.674.502.410,20
Nasional yang dilayani
5.7 Peningkatan sumber - Terpenuhinya
13.077.700.000 11.636.250.000 88,98
daya Tenaga Kesehatan
- Terpilihnya Tenaga
Kesehatan (BOK)
Kesehatan
Teladan Tingkat
Kabupaten
- Dana/Anggaran
- Ketersediaan tenaga
kesehatan di
Puskesmas
- Terpenuhinya
kebutuhan tenaga
kesehatan di
Puskesmas dan
Jaringannya
- Terpilihnya Tenaga
kesehatan
Teladan Tingkat
Kabupaten
- Terpenuhinya
Tenaga Kesehatan di
Puskesmas
oleh bidan atau
tenaga kesehatan
yang memiliki
kompetensi
Kebidanan
- Cakupan Kunjungan
K4
- Cakupan desa/
kelurahan UC
- Cakupan Gizi buruk
yang
mendapatkan
perawatan
- Cakupan kunjungan
Neonatal (KN1)
- Cakupan Anak usia
0-59 bulan yang
mendapatkan
pelayanan
kesehatan balita
sesuai standar
- Cakupan neonatal
dengan kompliasi
yang ditangani

15
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

- Cakupan anak usia


pendidikan dasar
yang mendapat
skrining kesehatan
Sesuai standart
- Cakupan penemuan
dan penanganan
penderita penyakit
pneumonia balita
- Cakupan warga usia
15-59 tahun
mendapat skring
kesehatan sesuai
Standart
- Cakupan warga usia
60 tahun keatas
mendapat skrining
kesehatan sesuai
Standar
- Cakupan Penderita
hipertensi yang
mendapat pelayanan
kesehatan sesuai
Standar
- Cakupan Penderita
ODGJ yang
mendapat pelayanan
kesehatan sesuai
Standar
- Diketahui Dan Di
5.9 Pembinaan upaya
46.191.200 46.191.200 100 Evaluasi nya
kesehatan
Progres
Pendampingan
Dasar
Akreditasi Puskesmas
dalam Pelayanan
Kesehatan Dasar
yang
Terstandar
5.10 Pembinaan upaya - Fasilitas pelayanan
100.000.000 89.570.000 89,57
kesehatan kesehatan rujukan
berkualitas yang dapat
Rujukan
dijangkau oleh
masyarakat baik
regional maupun
Nasional
PROGRAM
6 PENGAWASAN 35.000.000 21.845.000 62,41
OBAT DAN MAKANAN
6.1 Pengawasan obat - Terlaksananya
35.000.000 21.845.000 62,41
dan Pengawasan dan
Monitoring obat,
Makanan
makanan, produk
pangan Industri
Rumah tangga, dan
Sarana kesehatan
7 PROGRAM PROMOSI 305.947.500 208.883.625 68,27
KESEHATAN DAN

16
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
7.1 Pengembangan - Meningkatnya
263.947.500 177.988.625 67,43
media Promosi Kesehatan
promosi dan informasi
Prioritas di Puskesmas
sadar
- Meningkatnya
hidup sehat
Promosi Kesehatan
Prioritas untuk siswa
di Pendidikan
Dasar
- Meningkatnya
cakupan Desa Siaga
aktif

SMP/MTS yang
Sekolah (UKS)
melaksanakan
penjaringan Kesehatan
siswa sekolah
PROGRAM
8 PERBAIKAN GIZI 97.150.000 93.320.000 96,06
MASYARAKAT
8.1 Perbaikan dan - Didapat cakupan status
97.150.000 93.320.000 96,06
peningkatan gizi balita
- Didapat cakupan
Gizi masyarakat
garam beryodium di
rumah tangga
- Didapat kesepakatan
dalam
penanggulangan gizi
buruk lintas sector
PROGRAM
9 PENGEMBANGAN 161.577.000 145.347.000 89,96
LINGKUNGAN SEHAT
9.1 Peningkatan - Bertambahnya Desa
35.045.000 30.300.000 86,46
Kesehatan ODF
Lingkungan
- Tertanganinya penyakit
9.2 Pengawasan dan 86.027.000 80.873.000 94,01
yang disebabkan
oleh lingkungan yang
Pengendalian Lingkungan
kurang sehat
9.3 Pelayanan Kesehatan - Meningkatkan
40.505.000 34.174.000 84,37
Kerja presentase puskesmas
yang
dan Kesehatan Olahraga menyelenggarakan
kegiatan
kesehatan kerja dan
olah Raga
PROGRAM
PENCEGAHAN DAN
10 282.600.000 258.903.097 91,61
PENANGGULANGAN
PENYAKIT MENULAR
10.1 Peningkatan - Kelompok sasaran
92.800.000 85.657.010 92,30
Imunisasi kegiatan : 23.536
Bayi, 28.148 Ibu
hamil, 345 Desa/Kel,

17
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

1062 SD-MI, 42
Puskesmas
10.2 Peningkatan - Terlaksanannya
50.000.000 48.156.623 96,31
Surveilance Pemeriksaan Jemaah
Epideminologi Dan Haji
- Terjalin komunikasi
Penanggulangan Wabah
penguatan jejaring
- Terpantaunya Status
kesehatan Jemaah
haji dan pengawasan
Kinerja surveilans
Puskesmas
10.3 Pemberantasan - Meningkatnya
94.000.000 79.311.464 84,37
Penyakit Tatalaksana
- Pengendalian Penyakit
Menular
Menular
- Data Cakupan
10.4 Pelayanan
45.800.000 45.778.000 99,95 Pelayanan Faktor
Pencegahan dan
risiko
Penanggulangan Penyakit
Penyakit tidak menular
Tidak
- Data cakupan
Menular pelayanan kesehatan
jiwa
PROGRAM
STANDARISASI
11 78.360.000 57.481.000 73,36
PELAYANAN
KESEHATAN
- Adanya Tindak Lanjut
11.1 Pembangunan Dan 36.320.000 17.441.000 48,02
Penanganan
Pemutahiran Data Dasar
- SIKDA/SIP
Standar
- Tersedianya tenaga
Pelayanan Kesehatan
terlatih operator
SIKDA/SIP
- Tersedianya Data
Layanan Kesehatan
Puskesmas
- Teratasinya Masalah
Operasional
SIKDA/SIP
- Tersedianya Dokumen
Profil kesehatan
- Tersedianya Informasi
Publik Tentang
Kesehatan
11.2 Penyusunan - Dokumen LKPJ, LPPD
42.040.000 40.040.000 95,24
Perencanaan, dan IKU Dinas
- Kesehatan Tahun 2017
Monitoring Dan Evaluasi
dan LKJ Tahun
Pembangunan Bidang
- 2017
Kesehatan
12.1 Peningkatan 6.280.000.000 5.929.220.815 94,41 - Meningkatnya jumlah
Puskesmas Puskesmas DTP

18
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Menjadi Puskesmas
Rawat Inap
(Bantuan Keuangan
Provinsi)
12.2 Peningkatan - Jumlah Puskesmas
240.885.000 240.885.000 100
Puskesmas Perawatan
Menjadi Puskesmas
Rawat Inap
(Kewajiban)
12.3 Pembangunan - Jumlah Pustu
33.670.275 33.670.275 100
Puskesmas Terbangun
Pembantu (Kewajiban)
12.4 Pengadaan Sarana - Meningkatnya Jumlah
2.250.000.000 1.967.670.045 87,45
Dan Puskesmas DTP
Prasarana Puskesmas
(Bantuan
Keuangan Provinsi)
12.5 Peningkatan - Meningkatnya Jumlah
282.051.000 82.478.427 29,24
Puskesmas Puskesmas DTP
Menjadi Puskesmas
Rawat Inap
(BANTUAN KEUANGAN
PROVINSI)
PROGRAM
PENINGKATAN
13 50.000.000 45.950.000 91,90
PELAYANAN
KESEHATAN LANSIA
13.1 Peningkatan - Meningkatnya
50.000.000 45.950.000 91,90
Kesehatan Cakupan Pelayanan
Kesehatan Anak
Anak Remaja Lanjut Usia
Remaja di Puskesmas
- Meningkatnya
Cakupan Pelayanan
Kesehatan pada
Lansia di Posbindu
- Meningkatkan
Pengetahuan
Pengelola
Proram Kesehatan
Anak Remaja
dan Pengelola
Program Kesehatan
Lansia
- Meningkatnya
Pelayanan Kesehatan
Balita Sakit sesuai
standar dan
meningkatkan
pelayanan SDIDTK di
Puskesmas
- Meningkatnya
Pelayanan Kesehatan
Lansia di Posbindu
sesuai standar
14 PROGRAM 9.921.801.000 7.632.947.053 76,93
PENINGKATAN
KESELAMATAN IBU

19
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

MELAHIRKAN DAN
ANAK
- Terlayaninya
14.1 Peningkatan
9.543.271.000 7.298.298.993 76,48 Persalinan di Faskes
Kesehatan Ibu
bagi
Keluarga Tidak
Dan Anak (Dak)
Mampu
- Kualitas Pelayanan
Rujukan
- Kegawatdaruratan
dan Maternal
Neonatal
14.2 Kesehatan Ibu - Cakupan Puskesmas
378.530.000 334.648.060 88,41
Melahirkan yang sudah
Dan Anak (Bantuan mengikuti program
Keuangan Sijariemas
Provinsi)
PROGRAM
PERENCANAAN
15 35.000.000 25.100.000 71,71
PEMBANGUNAN
DAERAH
15.1 Penyusunan Renja - Tersedianya Pedoman
35.000.000 25.100.000 71,71
SKPD SKPD dalam
- Pelayanan Kesehatan
Sumber data : Sub.Bag.Keuangan Dinkes Kab. Lebak Tahun 2018

Bila diperhatikan tabel diatas ada beberapa kegiatan yang realisasi

penyerapannya 70 % dan dibawah 70 % diantaranya :

1. Kegiatan Penyediaan Jasa Surat Menyurat dengan anggaran Rp. 396.000,-

realisasi penyerapan sebesar Rp. 92.000,- (23,23%), hal ini dikarenakan

Dinas Kesehatan tidak ada pengiriman surat atau dokumen melaui Tiki,

lebih banyak dikirimkan langsung dan menggunakain e mail.

2. Kegiatan penyediaan makanan dan minuman dengan anggaran

202.818.000,- realisasi penyerapan sebesar Rp. 93.389.500,- hal ini

dikarenakan rapat Dinas hanya dilaksanakan 5 kali dalam satu tahun.

3. Kegiatan Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat realisasinya

hanya 59,71% atau sebesar Rp. 1.939.520.129,- dari Pagu Anggaran

sebesar Rp. 3.248.000.000,- tidak terserap sebesar Rp. 1.308.479.871,-

Rendahnya realisasi tersebut disebabkan antara lain :

20
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

 Pelaksanaan workshop yang dianggarkan untuk 2 angkatan dilaksanakan

hanya 1 angkatan dengan sasaran peserta terdiri dari :

Puskesmas yang sedang diakreditasi saja pada tahun berjalan.

 Pendampingan dilaksanakan dengan volume yang lebih rendah dari

anggaran sehubungan dengan kurangnya tim pendamping dan padatnya

jadwal tugas rutin dimasing masing seksinya.

4. Kegiatan Pelayanan Kedokteran Kehakiman realisasi penyerapannya hanya

51,29% atau sebesar Rp. 51.287.500,- dari anggaran sebesar

Rp.100.000.000,- realisasi tidak mencapai 100% dikarenakan kurangnya

koordinasi penanganan kasus dilapangan antara Polsek dan Polres.

5. Kegiatan Pembangunan dan Pemutahiran Data Dasar Standar Pelayanan

Kesehatan penyerapan anggaran yang digunakan sebesar Rp. 17.441.000,-

(48,02%) dari Pagu anggaran Rp. 36.320.000,- hal ini dikarenakan : uang

harian pertemuan penyusunan profil dan evaluasi tidak dilakukan

penyerapan dikarenakan kesalahan kode rekening dalam DPA, sewa gedung

aula tidak dilakukan penyerapan dikarenakan pertemuan dapat dilakukan

diaula Dinas Kesehatan.

6. Kegiatan Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar Hidup Sehat

realisasi Rp. 177.988.625,- (67,43%) dari pagu anggaran Rp. 263.947.500,-

hal ini dikarenakan Forum Kabupaten Sehat tidak melakukan kegiatan

karena semua biaya pelaksanaan kegiatan bersumber dari anggaran

perubahan, yang waktu pelaksanaannya terlalu sempit, kegiatan

penyuluhan dan pendataan promkes tidak terserap seluruhnya karena 9

Puskesmas tidak melaksanakan kegiatan tersebut.

21
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

II.2. Hambatan dan Kendala yang ada dalam pencapaian target

yang telah ditetapkan.

Hampir dapat dipastikan pada setiap entitas penyelenggara

Pemerintahan akan senantiasa menghadapi kesenjangan fiskal, yang

disebabkan oleh tidak seimbangnya antara kebutuhan dan kemampuan.

Kebijakan Pemerintah Daerah khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten

Lebak dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan

sudah mengalami peningkatan, tetapi untuk pencapaian target indikator

kesehatan sebagaimana yang telah ditetapkan baik dalam Standar Pelayanan

Minimal (SPM) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia maupun dalam

Renja dan Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak harus terus melakukan

analisa, menentukan strategi pendekatan dan urutan prioritas dalam

penetapan anggaran sehingga dapat mencapai indikator kesehatan dan IKU

(Indikator Kebijakan Umum) yang telah ditetapkan.

Hambatan dan kendala yang dihadapi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten

Lebak Tahun 2018 dalam pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan

meliputi :

A. Secara akumulasi Pendapatan Dinas Kesehatan hanya mencapai 93,77%

dari yang telah ditetapkan, hal ini adanya beberapa tindakan pelayanan

yang menjadi hambatan terhadap pencapaian target Pendapatan Asli

Daerah (PAD) sektor kesehatan melalui retribusi pelayanan kesehatan, yang

meliputi :

1) Rendahnya pencapaian Pemeriksaan Kesehatan Keuring di Puskesmas

yang meliputi : Pemeriksaan Kir Kesehatan Umum, dan Kir Kesehatan

Anak Sekolah

22
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

2) Belum tercapainya Pemeriksaan lain-lain seperti : Visum et refertum,

Pemeriksaan Jemaah Haji Tahap I di Puskesmas, Buta Warna dan TT

Calon pengantin.

B. Hambatan dalam penyerapan anggaran belanja Dinas Kesehatan.

Belum optimalnya penyerapan anggaran dengan perencanaan Kas yang

telah ditetapkan dalam DPA/DPPA pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak

disebabkan oleh beberapa hal :

1) Pengelola keuangan belum memahami secara menyeluruh tentang

pengelolaan keuangan non tunai;

2) Belum terpenuhinya kebutuhan Sumber Daya Manusia dengan latar

belakang pendidikan keuangan/Akuntansi sebagaimana yang diperlukan;

3) Adanya penggantian Bendahara Pengeluan Pembantu pada saat

pergantian tahun anggaran, sehingga pemahaman akan system

keuangan daerah oleh bendahara Pembantu Dinas Kesehatan dan

Puskesmas belum merata;

4) Bendahara Pembantu baik di Dinas dan Puskesmas mempunyai tugas

rangkap, sehingga mempengaruhi terhadap penyelesaian pertanggung

jawaban keuangan dan pengajuan uang persediaan berikutnya.

5) Perencanaan penyerapan anggaran oleh Bendahara Pengeluaran

Pembantu dan PPTK belum sesuai dengan Jadwal yang telah ditetapkan

dalam anggaran Kas sehingga terjadi penyerapan anggaran di akhir

tahun sangat tinggi.

C. Hambatan terhadap pencapaian target indikator kesehatan. Pencapaian

target indikator SPM sebagaimana tertuang dalam rencana strategis

23
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

(RENSTRA) Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun 2015 – 2019 adalah

sebagai berikut :

1) Pembangunan Kesehatan yang dilakukan belum terfokus pada

pencapaian 3 sasaran indikator kesehatan yaitu : menurunnya angka

kematian ibu (AKI), menurunnya angka kematian bayi (AKB),

menurunnya angka prevalensi gizi buruk balita serta meningkatnya usia

harapan hidup

2) Masih kurangnya ketajaman analisa akan pencapaian target dan

indikator kesehatan

3) Belum semua pelaksana kegiatan program memahami “Anggaran

Berbasis Kinerja”

Dengan permasalahan, hambatan dan kendala yang dihadapi Dinas

Kesehatan Kabupaten Lebak dalam pencapaian kinerja Tahun 2018, telah

dilakukan analisa dan rencana pemecahan masalah sebagaimana tabel 2

berikut dibawah ini :

BAB III
PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN
DINAS KESEHATAN KABUPATEN LEBAK

24
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

III.Rincian dan Penjelasan Masing-masing Pos-Pos Pelaporan Keuangan

3.1.1 Pendapatan

Pendapatan adalah semua penerimaan yang menambah ekuitas dana

dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak Pemerintah Daerah

dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah Daerah.

Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada Kas daerah. Akuntansi

pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan

penerimaan bruto dan tidak mencatat jumlah netto (setelah dikomfensasikan

dengan pengeluaran). Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis pendapatan.

Sumber Pendapatan Asli Daerah Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak

pada tahun 2018 berasal dari :

a. Retribusi Pelayanan Kesehatan Umum di Puskesmas

b. Lain-lain Pendapatan yang sah (Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional

(JKN) pada 42 FKTP.

c. Pelayanan Pemeriksaan Laboratorium di UPTD Laboratorium Kesehatan

Daerah

d. Pemeriksaan Haji Tahap II Kabupaten

Sebagaimana Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 10 Tahun 2017

tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lebak Tahun

Anggaran 2018 dan Peraturan Bupati Lebak Nomor 07 Tahun 2018 tentang

Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lebak Tahun

2018, Target Pendapatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mengalami

perubahan dari target sebesar Rp. 56.139.570.000,- menjadi

Rp.58.915.970.905,- Alasan Perubahan pendapatan ini disebabkan :

25
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

1. Adanya Peraturan BPJS No. 3 tahun 2015 tentang Norma Penetapan

besaran kapitasi berbasis komitmen pelayanan di FKTP;

2. Adanya perubahan Target Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional 42

FKTP yang sebelum perubahan sebesar Rp. 54.900.330.000,-

bertambah menjadi Rp. 57.676.730.905,-. Perubahan tersebut

dikarenakan, ada penambahan pendapatan non kapitasi sebesar Rp.

2.776.400.905,-

3. Terdapat Akumulasi Silpa Dana JKN Kapitasi sampai dengan tahun

2017 sebesar Rp. 6.236.464.602,-

4. Adanya penambahan Klaim Dana Non Kapitasi sebesar

Rp. 2.776.400.905,- dari target sebelum perubahan Rp.

6.000.000.000,- menjadi Rp. 8.776.400.000,-

Dapat kami jelaskan Lain-lain Pendapatan yang sah Kapitasi Jaminan

Kesehatan Nasional sampai tanggal 29 Desember 2017 realisasi dari BPJS

dalam tiap bulan tidak konstan, hal ini disebabkan :

a) Adanya penambahan SDM dokter di Puskesmas akan menambah besaran

kapitasi;

b) Adanya perpindahan peserta BPJS dari Puskesmas ke Klinik-Klinik akan

mengurangi kapitasi di Puskesmas.

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Kesehatan Kabupaten

Lebak tahun anggaran 2018 sebesar Rp. 55.248.333.842,38 dari target Rp.

58.915.970.905,- atau 93,77% mengalami kenaikan dari realisasi Pendapatan

TA 2017 mencapai 46.481.626.415,28 dari target 48.773.328.431. Penerimaan

tersebut berasal dari retribusi Pelayanan Kesehatan umum, LabKesda,

26
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Pemeriksaan Haji, dan Lain-lain Pendapatan yang sah yaitu Dana Kapitasi dan

Non Kapitasi Jaminan kesehatan Nasional (JKN) 42 FKTP.

Realisasi pendapatan Asli Daerah Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak

tahun 2018 dari Seluruh sumber pendapatan sampai dengan tanggal 31

Desember 2018 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2
Realisasi Pendapatan Dinas Kesehatan Per Jenis Pelayanan Tahun 2018

NO JENIS PELAYANAN TARGET REALISASI %


A Puskesmas 1.214.400.000 1.288.510.000 106,10
I Pemeriksaan dan Pengobatan : 922.835.000 1.039.352.000 112,63
II Perawatan : 47.982.500 44.402.500 92,54
III Tindakan Medik : 147.702.500 117.207.500 79,35
Pemeriksaan Kesehatan
IV 17.987.000 13.301.000 73,95
(Keuring)
V Pemeriksaan Laboratorium : 33.713.000 30.027.000 89,07
VI Penunjang Diagnostik Medik 36.925.000 36.275..000 98,24
VII Pemeriksaan Lain-Lain : 7.255.000 7.945.000 64,87
B Kabupaten : 24.840.000 44.425.000 109,51
I Labkesda 14.000.000 30.230.000 215,93
II Pemeriksaan Haji Tahap II 10.840.000 3.160.000 129,15
* Dinkes (Kir) - -
LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG
C 57.676.730.905 53.915.398.842,38 93,48
SAH
KAPITASI DANA JKN 42 FKTP 57.676.730.905 53.915.398.842,38 93,48
Dana Kapitasi 42 FKTP 48.753.310.212 45.993.443.225 94,34
Dana Non Kapitasi 42 FKTP 8.776.400.905 7.803.835.000 88,92
Pendapatan Bunga 147.019.788 118.120.617,38 80,34
JUMLAH ABC
48.773.800.000 55.246.922.843 95,28

Pendapatan Retribusi 31 Des


D 2018 disetor Jan 2019/Kas di 1.411.000
Bend. Penerimaan

JUMLAH ABCD 58.915.970.905 55.248.333.842,38 93,77

Sumber Data : Subag Keuangan Dinas Kesehatan Kab. Lebak, 31 Desember 2018

Bila disimak tabel diatas Target Retribusi Pelayanan Kesehatan untuk

42 Puskesmas melebihi target yang telah ditetapkan yaitu dari target

27
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Rp.1.239.240.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 1.332.935.000,- atau

mencapai 107,56%.

Realisasi pendapatan tertinggi pertama yaitu Pelayanan

Laboratorium Kesehatan Daerah (LabKesDa) realisasinya mencapai 215,93%

atau Rp. 16.230.000,- dari target Rp. 14.000.000,-. Hal ini menunjukan

banyaknya kunjungan pasien yang membutuhkan pemeriksaan di Labkesda

milik Pemerintah tersebut.

Realisasi Pendapatan tertinggi kedua yaitu Pemeriksaan dan

Pengobatan realisasinya mencapai 112,63% atau sebesar Rp.

1.039.352.000,- dari target sebesar Rp. 922.835.000,- Pelayanan

Pemeriksaan dan Pengobatan yang meliputi tindakan Pemeriksaan umum

dan tindakan pelayanan gigi menunjukan bahwa Pemeriksaan dan

pengobatan umum sebagai portal di Puskesmas sebelum ke pelayanan

tindakan yang lainnya.

Pendapatan tertinggi ketiga yaitu Lain-lain (Haji, buta warna, catin)

realisasinya mencapai 109,51% sebesar Rp. 7.945.000,- dari target sebesar

Rp. 7.255.000,- Hal ini menunjukan kesadaran dari calon pengantin (catin)

untuk melaksanakan vaksinasi TT Catin sebelum menikah.

Bila melihat tabel diatas pendapatan terendah adalah Pemeriksaan

Kesehatan Keuring di Puskesmas hanya mencapai 73,95% atau sebesar

Rp.13.301.000,- pelayanan tersebut meliputi tindakan : Pemeriksaan Kir

Kesehatan Umum, dan Kir Kesehatan Anak Sekolah, rendahnya pendapatan

dari tindakan tersebut antara lain :

1. Pemeriksaan Kir Kesehatan tersebut merupakan pemeriksaan waktu

tertentu untuk masuk sekolah ke SLTA dan melamar pekerjaan.

28
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

2. Sudah ada penetapan/kerjasama sekolah-sekolah selain dengan

Puskesmas juga dengan Rumah Sakit Umum sebagai tempat

pemeriksaan/Kir yang sudah ditunjuk langsung.

Kemudian sebagaimana pada tabel diatas terdapat retribusi

pelayanan kesehatan bulan Desember 2018 yang disetor bulan Januari 2019

sebesar Rp. 1.411.000,- hal ini disebabkan Bank Jabar Banten (BJB) pada

tanggal 31 Desember 2018 hanya memberikan pelayanan sampai dengan

jam 11.00 Wib. sehingga pelayanan tanggal 31 Desember 2018 di

Puskesmas disetorkan bulan Januari 2019, tetapi nilai setoran sebesar Rp.

1.411.500,- tetap diakui sebagai pendapatan Tahun Anggaran 2018.

Selain itu pada tanggal 31 Desember 2018 terdapat pelayanan untuk

pasien rawat inap di Puskesmas-Puskesmas DTP sebanyak 32 pasien atau

sebesar Rp. 240.000,- nilai tersebut merupakan piutang Dinas Kesehatan

tahun 2018.

Untuk lebih jelasnya Realisasi PAD pelayanan kesehatan dari pasien

umum di 42 Puskesmas, dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini :

Tabel 3
Realisasi capaian Target Retribusi 42 Puskesmas Tahun 2018

TARGET CAPAIAN KUMULATIF


NO PUSKESMAS 1 TAHUN JUMLAH % KESENJANGAN
1 RANGKASBITUNG 33,000,000 35,356,500.00 107.14 2,356,500.00
2 KALANGANYAR 38,600,000 28,904,500.00 101.06 304,500.00
3 MEKARSARI 20,900,000 26,249,000.00 125.59 5,349,000.00
4 KOLELET 31,900,000 31,875,000.00 99.92 (25,000.00)
5 CIBADAK 31,900,000 33,779,000.00 105.89 1,879,000.00
6 MANDALA 63,800,000 63,690,000.00 99.83 (110,000.00)
7 WARUNGGUNUNG 35,200,000.00 33,344,000.00 94.73 (1,856,000.00)
8 BAROS 24,200,000 23,972,500.00 99.06 (227,500.00)
9 CIKULUR 19,800,000 20,178,000.00 101.91 378,000.00
10 PAMANDEGAN 26,400,000 25,711,000.00 97.39 (689,000.00)
11 CIMARGA 31,900,000 32,200,000.00 100.94 300,000.00
12 SARAGENI 14,300,000 14,393,500.00 100.65 93,500,000.00
13 MAJA 78,100,000 82,266,500.00 105.33 4166,500.00
14 CURUGBITUNG 33,000,000 33,155,000.00 100.47 155,000.00
15 SAJIRA 24,200,000 31,733,000.00 131.13 7,533,000.00

29
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

16 PAJAGAN 27,500,000 40,699,500.00 148.00 13,199,500.00


17 LEUWIDAMAR 26,400,000 30,750,500.00 116.48 4,350.500.00
18 CISIMEUT 27,500,000 27,607,500.00 100.39 107,500.00
19 CIPANAS 59,400,000 70,609,500.00 118.87 11,209,500.00
20 LEBAKGEDONG 24,200,000 20,932,000.00 86.50 (3,268,000.00)
21 MUNCANG 30,800,000 31,352,000.00 101.79 552,000.00
22 BOJONGMANIK 22,000,000 23,139,500.00 105.18 1,139,500.00
23 CIRINTEN 26,400,000 27,477,500.00 104.08 1,077,500.00
24 SOBANG 23,100,000 23,320,000.00 100.95 220,000.00
25 CILELES 20,900,000 24,046,000.00 115.05 3,146,000.00
26 PRABUGANTUNGAN 29,700,000 30,768,000.00 103.60 1,068,000.00
27 GUNUNGKENCANA 28,600,000 30,508,500.00 106.67 1,908,500.00
28 BANJARSARI 33,000,000 38,319,500.00 116.12 5,319,500.00
29 BOJONGJURUH 22,000,000 22,195,000.00 100.89 195,000.00
30 CIJAKU 20,900,000 22,048,500.00 125.28 1,148,500.00
31 CIGEMBLONG 24,200,000 24,326,000.00 100.52 126,000.00
32 MALINGPING 31,900,000 32,166,500.00 100.84 266,500.00
33 BINUANGEUN 28,600,000 28,582,500.00 99.94 (17,500.00)
34 PARUNGSARI 17,600,000 17,625,000.00 100.14 25,000.00
35 PANGGARANGAN 26,400,000 29,190,000.00 110.57 2,790,000.00
36 CIHARA 27,500,000 27,611,500.00 100.41 111,500.00
37 BAYAH 39,600,000 39,690,000.00 100.23 90,000.00
38 CILOGRANG 31,900,000 31,600,000.00 99.06 (300,000.00)
39 CIBEBER 23,100,000 27,035,000.00 117.03 3,935,000.00
40 CISUNGSANG 22,000,000 23,990,500.00 109.95 1,990,500.00
41 CITOREK 9,900,000 10,105,000.00 102.07 205,000.00
42 CIPEUNDEUY 12,100,000 16,007,000.00 132.29 3,907,000.00
I. JUMLAH 1,214,400,000.00 1,288,510,000.00 106.10 69,998,000.00
PUSKESMAS
II. LABKESDA 14,000,000.00 30,230,000.00 215.93 16,230,000.00
III. Pemeriksaan haji 10,840,000.00 14,000,000.00 129.15 3,160,000.00
tahap II
JAMINAN IV.
KESKESEHATAN NASINAL
JKN (KAPITASI) 48,753,310,212.00 45,993,443,225.00 (2,759,866,987.00)
PENDAPATAN BUNGA 147,019,788.00 118,120,617.00 (28,899,170,62)
JKN (NON KAPITASI) 6,000,000,000.00 7,803,835,000.00 1,803,835,000.00
JUMLAH LAIN-LAIN 54,900,330,000.00 53,913,398,842.38 - (984,931,157.62)
PAD YANG SAH
PIUTANG PASIEN 195,000.00 - 195,000.00
RANAP 31 DES’
2017
JUMLAH I+II+III 1,239,240,000.00 1,332,935,000.00 107.56 93,695,500.00
56,139,570,000.00 55,248,333,842.38 98.41 (891,236,157.62)
JUMLAH
(I+II+III+IV+V)
Sumber Data : Sub Bagian Keuangan Dinkes Kab. Lebak tahun 2018

Dari tabel diatas, pendapatan retribusi pelayanan kesehatan yang

dilaksanakan oleh 42 Puskesmas secara akumulasi melebihi target yang

telah ditetapkan yaitu mencapai 106,10% atau sebesar Rp. 1.288.510.000,-

dari target Rp. 1.214.400.000,-

30
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Pendapatan tertinggi yaitu Puskesmas Pajagan realisasi retribusi

pelayanan kesehatannya mencapai 148% atau Rp. 40.699.500,- dari target

Rp. 27.500.000,-. Puskesmas Pajagan yang letaknya sangat strategis banyak

dikunjungi oleh pasien –pasien diwilayah Puskemas juga banyak dikunjungi

pasien dari luar wilayah Kabupaten Lebak. selain didukung oleh SIMPUS

yang sudah sudah berjalan, sehingga data dari mulai pendaftaran sampai ke

pelayanan obat sudah terkaper dalam operator SIMPUS sehingga kunjungan

pasien tercatat dalam register pelayanan kesehatan sampai ke pelayanan

obat. Selain itu sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang

memadai.

Realisasi capaian retribusi pelayanan kesehatan tertinggi kedua

yaitu Puskesmas Cipendeuy realisanya mencapai Rp. 16.007.000,-

(132,29%) dari target sebesar Rp. 12.100.000,- hal ini disebabkan

Puskesmas Cipendeuy yang tahun 2016 menjadi Puskesmas dengan tempat

perawatan sangat mendukung keberadaannya dirasakan oleh masyarakat.

Akses menuju Puskesmas sudah lebih baik, Selain itu Puskesmas Cipendeuy

pada tahun 2017 ini mendapat penghargaan sebagai Juara ke I dari

Kementrian Dalam Negeri, dalam Lomba Inovasi Pelayanan Publik di

Pemerintah Kabupaten Lebak Tahun 2017 dengan judul Proposal

“Peningkatan Cakupan Persalinan di Puskesmas Cijaku melalui Program

“UJAS” artinya Undang, Jemput, Antar dan Selamat .

Sedangkan untuk Puskesmas yang pendapatan retribusinya tidak

mencapai 100% ada 8 Puskesmas diantaranya Puskesmas Kolelet dengan

capaian 99,92%, Puskesmas Mandala dengan capaian 99,83%, Puskesmas

Warunggunung dengan capaian 94,73%, Puskesmas Baros dengan capaian

31
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

99,06%, Puskesmas Pamandegan dengan capaian 97,39%, Puskesmas

Lebakgedong dengan capaian 86,50%, Puskesmas Binuangeun dengan

capaian 99,94%, Puskesmas Cilograng dengan capaian 99,06%, tidak

tercapainya target tersebut sebagaian besar pasien yang berobat ke

Puskesmas adalah kunjungan dari pasen BPJS.

Selain pendapatan pelayanan kesehatan yang diperoleh dari 42

Puskesmas, pendapatan Dinas Kesehatan juga bersumber dari pelayanan

Laboratorium Kesehatan Daerah (LabKesDa) sebesar Rp. 30.230.000,-

(215,93%) dari target Rp. 14.000.000,- Hal ini disebabkan banyaknya

kunjungan dari Masyarakat umum dan adanya rujukan dari Puskesmas untuk

pemeriksaan Laboratorium.

Untuk Pemeriksaan Haji Tahap II ditingkat Kabupaten mencapai Rp.

14.000.000,- dari target sebesar Rp. 10.840.000,- hal ini karena jumlah

Pemeriksaan Calon Jemaah Haji sebanyak 1400 orang yang diperiksa

ditingkat Kabupaten, selain itu banyaknya klinik swasta yang memudahkan

calon Jemaah haji memeriksakan kesehatannya.

Pendapatan lain yang menjadi target Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak

yaitu Program Jaminan Kesehatan Nasional dari Kementerian Kesehatan RI

setelah Perubahan Anggaran sebesar Rp. 57.676.730.905,- dengan realisasi

sebesar Rp. 53.915.398.842,38,- atau 93,48%. Realisasi tersebut masih kurang

dari target yang telah ditetapkan karena Dana Non Kapitasi yang ditargetkan

sebesar Rp. 8.776.400.905,- hanya teralisasi sebesar Rp. 7.803.835.000,-

(88,92%), Hal ini disebabkan belum adanya pembayaran klaim oleh BPJS

Kesehatan.

32
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Sedangkan realisasi Pendapatan Lain-lain PAD Yang Sah/Kapitasi


Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sampai dengan 31 Desember 2018 sesuai
SP2B dan Rekening Koran 42 FKTP sebesar Rp. 46.111.563.842,38,- Realisasi
Dana Kapitasi tersebut terdiri dari :
 Dana Kapitasi 42 FKTP di Bank Mandiri sebesar Rp. 45.993.443.225,-
(94,34%) dari target Rp. 48.753.310.212,-
 Pendapatan Bunga sebesar Rp. 118.120.617,38 (80,34%) dari target Rp.
147.019.788,-
Ditambah Silpa JKN TA 2017 sebesar Rp. 6.236.464.602 jadi total
Pendapatan JKN Kapitasi per 29 Desember 2017 sebesar
Rp.52.348.028.445,38,-

Untuk lebih jelasnya Target dan realisasi Pendapatan dan Belanja


dana kapitasi 42 FKTP bisa dilihat pada tabel 5 dibawah ini :
Tabel 4
TARGET,SILPA DAN REALISASI PENDAPATAN DAN
BELANJA KAPITASI JKN 42 FKTP
PER 31 DESEMBER 2018
N PUSKESMAS TARGET SILPA JUMLAH REALISASI REALISASI SILPA
O PENDAPATA TA.2017 PAGU PENDAPATAN BELANJA 2018
N BELANJA
2018 2018
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Rangkasbitung 2.291.760.000 29.075.540 2,320,835,540 1.957.537.185,24 1.741.876.338.21 244,736,387.00
2 Kalanganyar 1.241.784.000 85.548.119 1.327.332.119 1.186.876.351,05 953,400,876.65 319,023,593.00
3 Mekarsari 365.520.000 17.151.993 437.168.933 415.490.775,80 394,813,055.16 37,829,714.00
4 Kolelet 470.808.000 37.558.482 508.366.482 409.767.505,46 362,395,087.18 84,843,901.00
5 Cibadak 1.102.080.000 298.947.142 1.401.027.142 1.312.548.829,18 1,086,721,825.40 524,774,146.00
6 Mandala 950.184.000 140.813.671 1.090.997.671 932.899.724,37 832,769,403.11 240,943,993.00
7 Warunggunung 1.008.792.000 181.778.987 1.190.570.987 1.326.944.550,12 1,089,521,917.20 419,201,620.00
8 Baros 959.760.000 121.039.118 1.080.799.118 1.003.194.996,21 856,290,499.77 267,943,615.00
9 Cikulur 1.541.160.000 207.796.593 1.748.956.593 1.491.646.219,89 1,351,811,110.27 347,631,703.00
10 Pamandegan 862.020.000 100.411.061 962.431.061 750.241.424,95 673,757,636.64 176,894,850.00
11 Cimarga 1.873.728.000 375.003.551 2.248.731.551 1.671.662.783,46 1,420,722,955.60 625,943,379.00
12 Sarageni 669.840.000 53.730.953 723.570.953 633.496.709,15 555,339,079.50 131,888,582.00
13 Maja 2.308.824.000 238.018.586 2.546.842.586 2.326.529.445,12 2,148,727,331.33 415,820,700.00
14 Curugbitung 1.543.392.000 257.939.388 1.801.331.388 1.630.270.713,19 1,437,883,855.97 450,326,246.00
15 Sajira 1.380.096.000 235.878.812 1.615.974.812 1.206.358.634,24 1,103,568,617.80 338,668,829.00
16 Pajagan 1.114.560.000 87.311.397 1.201.187.397 763.869.239,38 679,963,800.23 171,216,836.00
17 Leuwidamar 1.026.792.000 104.405.408 1.131.197.408 1.009.176.113,65 962,898,292.11 150,683,229.00
18 Cisimeut 905.364.000 81.906.168 987.270.168 831.888.023,54 725,986,395.26 187,807,797.00
19 Cipanas 1.781.280.000 82.966.104 1.864.246.104 1.751.121.260,22 1,634,272,810.98 199,814,553.00
20 Lebakgedong 778.680.000 127.012.793 905.692.793 609.398.904,46 558,593,953.92 177,862,993.00
21 Muncang 1.645.344.000 252.485.396 1.897.829.396 1.441.696.648,43 1,296,106,635.39 398,075,409.00
22 Bojongmanik 856.680.000 74.797.614 931.477.614 876.236.336,70 820,192,993.97 130,840,957.00
23 Cirinten 996.732.000 128.774.885 1.125.506.885 913.373.855,19 798,962,125.36 243,186,614.00
24 Sobang 1.106.064.000 135.732.176 1.151.796.176 826.018.799,10 763,395,935.27 198,355,040.00
25 Cileles 761.040.000 60.182.775 821.222.775 717.059.053,67 602,161,451.73 175,080,377.00
26 Prabugantungan 894.240.000 38.365.078 932.605.078 797.450.122,64 769,178,543.38 66,636,657.00
27 Gunungkencana 1.489.380.000 178.441.793 1.667.821.793 1.420.896.112,79 1,302,125,729.27 297,212,176.00
28 Banjarsari 1.379.016.000 510.253.861 1.774.351.861 1.441.275.687,64 1,286,422,468.98 665,107,080.00
29 Bojongjuruh 910.926.000 130.191.526 1.041.117.526 938.900.001,28 809,337,297.13 259,754,230.00
30 Cijaku 995.328.000 190.792.397 1.407.304.397 1.299.657.181,54 1,246,010,257.14 244,439,321.00
31 Cigemlong 813.348.000 95.697.126 909.045.126 724.518.704,38 735,778,789.85 84,437,040.00
32 Malingping 2.368.278.000 378.113.974 2.746.391.974 2.154.257.707,30 1,930,466,754.52 601,904,927.00
33 Binuangeun 1.415.070.000 93.121.251 1.508.191.251 1.298.439.379,31 1,204,559,017.18 187,001,613.00

33
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

34 Parungsari 1.168.992.000 202.713.931 1.371.705.931 1.123.170.514,05 1,021,545,593.32 304,338,851.00


35 Panggarangan 1.405.470.000 121.795.265 1.527.265.265 804.274.233,48 693,573,017.41 232,496,481.00
36 Cihara 1.191.996.000 62.389.513 1.254.385.513 1.115.729.246,14 1,081,765,432.00 96,353,328.00
37 Bayah 1.510.272.000 137.991.914 1.648.263.914 1.384.069.798,67 1,265,881,176.73 256,180,536.00
38 Cilograng 1.064.118.000 103.998.111 1.168.116.111 856.905.129,93 869,247,843.12 91,655,398.00
39 Cibeber 658.284.000 59.602.678 717.886.678 662.745.866,62 631,908,294.53 90,440,250.00
40 Cisungsang 484.542.000 59.747.837 544.289.837 441.115.413,66 433,713,169.26 67,150,081.00
41 Citorek 485.406.000 28.030.219 513.436.219 451.024.539,56 404,778,729.03 74,276,029.00
42 Cipeundeuy 1.213.380.000 328.951.416 1.542.331.416 1.201.830.121,25 1,164,941,313.34 365,840,224.00
JUMLAH 6.236.464.602 55.297.557.542 46.111.563.842,38 41,703,367,410.20 10,664,619,285.00
Sumber Data : Sub.Bagian Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak TA. 2018

Jika memperhatikan tabel diatas target pendapatan Kapitasi tertinggi

adalah FKTP Malingping sebesar Rp. 2.368.278.000,-ditambah silpa tahun 2017

sebesar Rp. 378.113.974,- sehingga di tahun 2018 pagu anggaran belanja FKTP

Malingping sebesar Rp. 2.746.391.974,-, sedangkan target Pendapatan JKN

Kapitasi terkecil yaitu FKTP Mekarsari sebesar Rp. 365.520.000,- ditambah silpa

tahun 2017 sebesar Rp. 17.151.993,- sehingga pagu belanjanya sebesar Rp.

437.168.933,-

Kalau kita lihat kolom (6) realisasi pendapatan Dana JKN Kapitasi

sebesar Rp. 46.111.563.842,38,- ditambah silpa tahun 2017 Rp. 6.236.464.602,-

ditambah pendapatan bunga Rp. 118.120.617,38,- maka jumlahnya sebesar

Rp.52.994.970.897,50 dikurangi penyerapan Belanja oleh 42 FKTP sebesar

Rp.46.758.506.295,69. Sehingga silpanya sebesar Rp.6.236.464.602,-

Selain Dana Kapitasi JKN dalam Pendapatan Lain-Lain PAD yang Sah

terdapat juga Pendapatan Bunga Bank dari 42 FKTP dengan Realisasi

sebagaimana pada tabel dibawah ini.

Tabel. 5
REALISASI PENDAPATAN BUNGA JKN 42 FKTP
PER 31 DESEMBER 2018

NO PUSKESMAS REALISASI

1 Rangkasbitung 2,455,135.24
2 Kalanganyar 2,272,801.05
3 Mekarsari 555,104.80
4 Kolelet 776,139.46
5 Cibadak 5,605,204.18
6 Mandala 2,395,147.37

34
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

7 Warunggunung 4,303,125.12
8 Baros 2,440,296.21
9 Cikulur 3,919,069.89
10 Pamandegan 1,671,232.95
11 Cimarga 6,983,762.46
12 Sarageni 1,309,884.15
13 Maja 4,625,013.19
14 Curugbitung 3,550,784.24
15 Sajira 1,620,280.38
16 Pajagan 1,620,280.38
17 Leuwidamar 1,919,063.65
18 Cisimeut 1,694,237.54
19 Cipanas 2,824,010.22
20 Lebakgedong 1,805,987.46
21 Muncang 4,557,756.53
22 Bojongmanik 1,581,943.70
23 Cirinten 2,206,401.19
24 Sobang 2,246,489.10
25 Cileles 1,335,678.67
26 Prabugantungan 851,385.64
27 Gunungkencana 3,208,737.79
28 Banjarsari 9,268,001.64
29 Bojongjuruh 2,501,601.68
30 Cijaku 3,222,609.54
31 Cigemlong 1,403,619.38
32 Malingping 7,599,421.30
33 Binuangeun 1,961,328.31
34 Parungsari 3,200,267.05
35 Panggarangan 2,075,616.48
36 Cihara 1,414,873.41
37 Bayah 2,669,248.67
38 Cilograng 1,514,665.93
39 Cibeber 1,097,389.62
40 Cisungsang 874,028.66
41 Citorek 675,362.56
42 Cipeundeuy 4,455,059.25
Sumber data : Sub.Bagian Keuangan Dinas Kesehatan Tahun Angaran 2018

3.1.2. Beban

Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode

pelaporan yang menurunkan Ekuitas yang dapat berupa pengeluaran atau

konsumsi aset atau timbulnya kewajiban. Beban dan Belanja Gaji dicatat jumlah

brutonya, yaitu nilai sebelum potongan-potongan. Berbagai potongan atas Gaji

dan Tunjangan tidak dicatat oleh PPK-SKPD karena dicatat oleh fungsi

akuntansi PPKD.

Beban Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak TA. 2018 sebagaimana pada lampiran

Laporan Operasional (LO) terdiri dari :

35
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

1. Pendapatan LO sebesar Rp. 52.880.815.091,84,- jumlah tersebut adalah

terdiri:

 LO Pendapatan Retribusi sebesar Rp. 1.334.391.500,-

= Rp. 1.332.935.000,- Piutang Ranap TA. 2017 sebesar Rp. 195.000,- +

Piutang Ranap TA. 2018 sebesar Rp. 240.000,-, piutang retribusi

pelayanan kesehatan 2018 Rp. 1.411.500,-

 LO Lain-lain PAD Yang Sah sebesar Rp. 51.546.423.591,84,- = JKN

Kapitasi Rp. 43.624.467.974,46 + JKN Non Kapitasi Rp. 7.803.835.000 +

Pendapatan Bunga Rp. 118.120.617,38,-

a) Beban Barang Jasa sebesar Rp. 119.881.750.588,20 yaitu :

Nilai yang sesuai pada LRA ditambah adanya Utang dan persediaan

diantaranya :

 Beban ATK Tahun 2018 pada LO sebesar Rp. 1.071.154.300,- nilai

tersebut terdiri dari :

a. Belanja Alat Tulis Kantor sesuai LRA sebesar Rp. 1.071.154.300,-

b. Sisa Persediaan Awal per 29 Desember 2017 sebesar Rp.

204.000,-

c. Sisa Persediaan akhir per 31 Desember 2018 sebesar Rp.

206.000,-

 Beban Rekening Air pada LO sebesar Rp. 26.810.590,- nilai tersebut

adalah :

a. Belanja Rek. Air sesuai LRA sebesar Rp. 22.601.220,-

b. Utang Rek. Air bulan Oktober sd Desember 2018 sebesar Rp.

4.209.370,-

36
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

 Beban Rekenining Listrik pada LO sebesar Rp. 609.761.522,- nilai

tersebut adalah :

a. Belanja Rekening Listrik sesuai LRA sebesar Rp. 509.796.491,-

b. Adanya Utang Rek. Listrik Belanja Desember 2018 sebesar Rp.

99.965.031,-

 Beban Bahan Obat-obatan pada LO sebesar Rp. 15.595.628.216,- Nilai

tersebut yakni :

a. Belanja Obat sesuai LRA TA. 2018 sebesar Rp. 15.595.628.216,-

b. Sisa Persediaan Obat per 31 Desember 2018 sebesar

Rp. 13.027.992.854,-

c. Sisa Persediaan per 31 Desember 2018 sebesar

Rp. 13.271.323.403,-

Stock Persediaan sebesar itu merupakan persediaan obat yang

dananya bersumber dari APBD II, DAK dan dari Kementerian

Kesehatan.

 Beban Persediaan Bahan/Material lainnya pada LO sebesar Rp.

10.610.625,- Nilai tersebut adalah :

a. Belanja Bahan Material sesuai LRA sebesar Rp. 10.610.625,-

b. Persediaan Tahun 2017 sebesar Rp. 17.534.767.029,-

c. Beban Penyusutan sebesar Rp. 11.982.065.766,26,-

d. Surplus/Devisit LO Rp. (148.217.457.760,62)

( Sebagaimana Lampiran Laporan Operasional (LO)

3.1.3. Belanja

37
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Belanja adalah semua pengeluaran Bendahara Umum Daerah yang mengurangi

saldo anggaran lebih dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak

akan diperoleh pembayarannya kembali oleh Pemerintah Daerah.

Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari BUD, khusus melalui

Bendahara Pengeluaran OPD, pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggung

jawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Badan Pengelolaan Keuangan

Daerah (BPKAD).

Anggaran Belanja Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak sebagaimana yang telah

ditetapkan dalam DPPA Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp. 229.232.631.112,-

yang terdiri dari :

I. Belanja Tidak langsung (BTL) Pagu sebesar Rp. 77.656.107.460,-

 Gaji dan Tunjangan Pegawai pagu sebesar Rp. 58.245.245.460,-

 Tambahan penghasilan PNS berdasarkan beban kerja pagu sebesar

Rp. 19.348.900.000,-

 Insentif Pemungutan Retribusi Daerah sebesar Rp. 61.962.000,-

II. Belanja Langsung (BL) pagu sebesar Rp. 151.576.523.652,- yakni :

 Belanja Pegawai pagu sebesar Rp. 2.132.794.000,-

 Belanja Barang Jasa pagu sebesar Rp. 134.469.512.240,-

 Belanja Modal pagu anggaran Rp. 14.874.217.412,-

Sebagaimana pada lampiran Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

Belanja Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun 2018 realisasi yang telah

dipertanggung jawabkan sebesar Rp. 193.179.853.979,20 atau 84,27%

sedangkan realisasi tahun 2017 sebesar Rp. 186.713.191.309,69 atau 87,87%.

Realisasi Tahun Anggaran 2018 ada penurunan penyerapan anggaran karena

38
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

ada keterlambat Juklak dan Juknis dana yang bersumber dari DAK dan adanya

perubahan Regulasi dari Tunai ke Non Tunai.

Anggaran tersebut telah terealisasi dengan SP2D Mekanisme APBD


sebesar Rp. 151.476.486.569,- dan realisasi SP2B (JKN Kapitasi) dengan
mekanisme diluar APBD sebesar Rp. 41.703.367.410,-.
Realisasi SP2D dan SP2B tersebut telah dipertanggungjawabkan

sebesar Rp. 193.179.853.979.20,- sehingga ada pengembalian sisa lebih

anggaran terdiri dari :

a. Pengembalian SP2D sebesar Rp. 194.719.665,-

b. Pengembalian UP/GU sebesar Rp. 3.496.635,-

Realisasi Anggaran Belanja Tahun 2018 sebesar Rp.

193.179.853.979,20 terdiri dari :

1) Belanja Tidak Langsung (BTL) realisasi yang telah

dipertanggungjawabkan dengan spj sebesar Rp. 67.624.602.498,-

(87,08%) sedangkan realisasi tahun 2017 realisasinya sebesar Rp.

58.153.529.019,- (91,98%), ada sedikit Penurunan dari tahun 2018 tapi

dilihat dari besar anggaran 2018 terjadi lebih meningkat daripada

anggaran tahun 2017.

Realisasi Belanja Tidak Langsung (BTL) sebesar Rp. 67.624.602.498,-

tersebut terdiri dari :

 Gaji pegawai dan tunjangan lainnya sebesar Rp. 51.385.359.046,- atau

88,22% dari anggaran sebesar Rp. 52.267.432.072,-

 Penghasilan PNS berdasarkan beban kerja terealisasi sebesar

Rp. 16.177.281.452,- atau 83,61% dari pagu anggaran Rp.

19.348.900.000,-

39
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

 Insentif Pemungutan Retribusi Daerah pagu anggaran sebesar

Rp.56.140.000,- dapat digunakan dan dipertanggungjawabkan sebesar

Rp.56.140.000,- atau 100%

 Pengembalian Belanja Tidak Langsung (BTL) sampai dengan Desember

2018 sebesar Rp.34.685.868,-

 Insentif Pemungutan Retribusi Daerah pagu anggaran sebesar Rp.

61.962.000,- dapat digunakan dan dipertanggung jawabkan sebesar

Rp. 61.962.000,- atau 100%

2) Realisasi penyerapan Belanja Langsung (BL) dapat

digunakan dan dipertanggung jawabkan sebesar Rp.

193.179.853.979,20,- atau 84,27% sedangkan Tahun Anggaran 2017

realisasinya sebesar Rp. 128.559.662.290,69,- atau 86,13%

dibandingkan realisasi TA. 2017 ada sedikit penurunan, hal ini

disebabkan adanya anggaran 2018 lebih besar dari TA. 2017, tetapi

dalam pelaksanaannya adanya efesiensi.

Realisasi Anggaran Belanja Langsung (BL) sebesar Rp.

193.179.853.979,20 tersebut terdiri :

 Belanja Pegawai pada BL sebesar Rp. 1.609.854.000,-

 Belanja Barang dan Jasa Realisasi sebesar Rp. 114.428.703.462,-

 Belanja Modal realisasi sebesar Rp. 9.516.694.019,-

3) Pengembalian belanja Langsung Dinas Kesehatan Kabupaten

Lebak sampai dengan 31 Desember 2018 terdiri dari pengembalian SP2D

Rp. 115.959.500,- dan pengembalian UP/GU Rp. 3.496.635,-

4) Total Pengembalian Belanja sampai 31 Desember 2018

sebesar Rp. 198.216.300,- dapat kami jelaskan sbb :

40
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

 Pengembalian Belanja Tidak Langsung (BTL) sebesar Rp.

78.760.165,-

 Pengembalian Belanja Langsung (BL) terdiri dari :

- Pengembalian SP2D sebesar Rp. 115.959.500,-

- Pengembalian UP/GU sebesar Rp. 3.496.635,-

 Pengembalian sisa uang persediaan sebesar Rp. 271.155.411,-

5) Dapat dijelaskan juga khusus untuk Belanja Jaminan Kesehatan Nasional

(JKN) Tahun Anggaran 2018 Anggaran Belanja JKN sebelum perubahan

sebesar Rp. 54.900.330.000,- setelah Perubahan menjadi

Rp. 63.913.195.507,- terjadi perubahan dikarenakan :

a) Adanya penambahan pendapatan Non Kapitasi sebesar Rp.

2.776.400.905,-

b) Adanya Akumulasi Silpa Dana JKN Kapitasi sampai dengan tahun

2017 sebesar Rp. 6.236.464.602,-

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.21 Tahun

2016 tentang Penggunaan Dana Kapitasi JKN untuk Jasa pelayanan

Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional pada FKTP Milik Pemerintah

Daerah ; Bab V Pasal (7) yang berbunyi :

 Bahwa Pendapatan Dana Kapitasi yang tidak digunakan seluruhnya

pada tahun anggaran berkenaan, sisa dana kapitasi dimanfaatkan

untuk tahun anggaran berikutnya.

 Dalam Hal sisa Dana Kapitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

berasal dari dana dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan

maka pemanfaatannya hanya dapat digunakan untuk dukungan

biaya operasional pelayanan kesehatan

41
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Realisasi Belanja Kapitasi JKN diluar mekanisme APBD II sampai 31

Desember 2018 oleh 42 FKTP yang sesuai SP2B sebesar Rp.

41.703.367.410,20

Jumlah realisasi tersebut akumulasi dari :

 Belanja Pegawai sebesar Rp. 402.840.000,-

 Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp. 39.989.308.853,20,-

 Belanja Modal sebesar Rp. 1.311.218.557,-

Sehingga Saldo akhir Kas Dana JKN 42 FKTP sebesar

Rp. 10.644.619.285 (Rekening koran FKTP terlampir),

Untuk lebih jelasnya Realisasi Pendapatan dan Belanja JKN Kapitasi per

31 Desember 2018 sebagai berikut :

1. Silpa JKN Kapitasi TA. 2017 sebesar Rp. 6.236.464.602,-

2. Pendapatan Kapitasi TA.2018 sebesar Rp. 45.993.443.225,-

3. Pendapatan Bunga sebesar Rp. 118.120.617,38,-

4. Jadi Jumlah Pendapatan sebesar Rp. 46.111.563.842,38,-

5. Realisasi Belanja JKN Kapitasi TA. 2017 sebesar

Rp. 41.703.367.410,20,-

6. Jadi Sisa Kas FKTP sebesar Rp. 10.644.619285,-

3.1.4. Aset

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki

oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan memiliki manfaat

ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh. Aset

diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah. Jumlah

Aset Dinas Kesehatan Per 31 Desember 2018 sebagaimana pada Neraca

42
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

sebesar Rp. 137.635.543.173,- Jumlah Aset tersebut diklasifikasikan menjadi

Aset Lancar dan Aset Tetap.

A. Aset Lancar

Aset Lancar pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak TA. 2017

sebesar Rp. 27.622.790.330,81,- sedangkan Aset Lancar TA. 2018

sebesar Rp. 25.264.227.686,45,- terdiri dari :

1. Kas di Bendahara Penerimaan per 31 Desember 2018 sebesar

Rp. 1.411.500,-

2. Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2018 sebesar Rp.

0,-

3. Kas di Bendahara FKTP per 31 Desember 2018 sebesar Rp.

10.644.619.285,-

Jumlah tersebut berada di Rekening Bank Mandiri Bendahara 42

FKTP

4. Piutang Retribusi yang merupakan Pelayanan Rawat Inap TA. 2018

dibayarkan TA. 2019 sebesar Rp. 240.000,-

5. Piutang FKTP Klaim Non Kapitasi sebesar Rp. 1.346.546.500,-

adalah klaim rawat inap, persalinan dan lain lain yang belum

dibayar oleh BPJS kepada FKTP sampai Desember 2018.

Sehingga menjadi piutang FKTP Dana Non Kapitasi untuk TA.

2019.

6. Persediaan Jumlah Sisa Persediaan per 31 Desember 2018 sebesar

Rp. 13.271.323.403,- yang terdiri dari :

a) Sisa Persediaan Barang Pakai Habis Alat Tulis Kantor Tahun 2018

sebesar Rp. 206.000,- persediaan ATK tersebut yang akan digunakan

43
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

untuk mendukung operasional Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak

sebelum mengajukan Uang Persediaan anggaran 2018.

b) Persediaan Obat tahun 2018 :

Persediaan Obat per 31 Desember 2018 sebesar Rp. 13.027.992.854,-

Nilai Persedian obat tersebut terdiri dari :

 Persedian Obat yang ada di Gudang Farmasi sebesar Rp.

11.274.521.520,-

 Obat Program Rp. 218.703.780,-

 Vaksin Rp. 1.093.876.410,-

 Laboratorium Rp. 440.891.144,-

Sedangkan Persediaan Obat (Buffer stock) tersebut bersumber dari

dana APBD II, DAK, Propinsi, APBN (Kementrian Kesehatan) dan Dana

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diharapkan dapat mendukung

kegiatan pelayanan kesehatan di 42 Puskesmas dan jaringannya sampai

pengadaan obat tahun anggaran 2018 yang akan datang. (sebagaimana

BAP Stock Opname Inspektorat Lebak terlampir)

B. Aset Tetap :

Aset tetap mencakup seluruh aset yang dimanfaatkan oleh

Pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa

manfaat lebih satu tahun, aset tetap dilaporkan pada neraca per 31

Desember 2018 berdasarkan harga perolehan serta sesuai Neraca inputing

terakhir dan hasil rekonsiliasi Bendahara Barang Dinas Kesehatan dengan

Bidang Aset BPKAD Kabupaten Lebak. Aset Tetap Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak dapat kami sajikan dalam neraca sebesar Rp.

181.698.798.734,40,- dikurangi Akumulasi Penyusutan sebesar Rp.

44
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

77.974.702.380,36,- sehingga Aset tetap menjadi senilai Rp.

25.749.393.974,- yang terdiri dari :

 Tanah sebesar Rp. 5.936.747.109,15,-

 Peralatan dan Mesin sebesar Rp. 72.936.017.756.99,-

 Gedung dan Bangunan sebesar Rp. 102.794.726.686,26,-

 Asset tetap lainnya Rp. 31.307.182,-

 Akumulasi Penyusutan sebesar Rp. 77.974.702.380,36,-

 Aset lain-lain dengan kondisi rusak berat sebesar

Rp.8.647.219.132,51,-

3.1.5. Kewajiban/Utang jangka pendek lainnya :

Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang

penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi

pemerintah. Untuk tahun anggaran 2018 tidak dilakukan penyerapan

anggaran 100% tetapi untuk masa pemeliharaan pihak ketiga menyampaikan

jaminan pemeliharaan berupa asuransi sebesar 5% dari total kontrak sebagai

jaminan pemeliharaan bangunan fisik.

3.1.6. Ekuitas Dana

Ekuitas Dana merupakan kekayaan bersih pemerintah, yaitu selisih

antara aset dan kewajiban pada periode pelaporan.

Jumlah Aset Dinas Kesehatan TA. 2018 sebagaimana yang tertulis

dalam Neraca sebesar Rp. 137.635.543.173,- dikurangi utang belanja rek.

listrik dan rek. air sebesar Rp. 104.174.401,- utang belanja honorarium non

PNS Rp. 1.117.657.561,- sehingga Ekuitas Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak

tahun anggaran 2018 sebesar Rp. 136.413.711.211,- (Lihat lampiran Neraca

TA. 2018)

45
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

III.2.Pengungkapan atas pos-pos aset dan kewajiban yang timbul

sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan

belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas, untuk

entitas akuntansi/entitas pelaporan yang menggunakan basis akrual.

3.2.1.Pengungkapan Atas Pos-Pos Neraca

Jumlah Aset Dinas Kesehatan Per 31 Desember 2018 sebesar

Rp.137.635.543.173,-

Jumlah Aset tersebut diklasifikasikan menjadi Aset Lancar dan Aset Tetap

yaitu :

1. Aset Lancar :

a. Kas di Bendahara Penerimaan per 31 Desember 2018

Kas di Bendahara Penerimaan per 31 Desember 2018 Rp.

1.411.500,- Nilai tersebut merupakan retribusi pelayanan kesehatan di

Puskesmas bulan Desember yang penyetorannya dilakukan bulan Januari

2019.

Sedangkan pelayanan kesehatan tanggal 31 Desember 2018

untuk pasien Rawat inap sebanyak 20 pasien (1-3 malam) sebesar

Rp.240.000,- merupakan piutang retribusi yang penyetorannya pada

Tahun 2019.

b. Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2018

Sebagaimana telah dijelaskan diatas Selama periode tahun

2018 Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak telah

merealisasikan penyerapan dana yang bersumber dari APBD II ditambah

dana yang bersumber dari BPJS yaitu Dana Kapitasi Program Jaminan

Kesehatan Nasional (JKN) yang sudah digunakan dan

46
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

dipertanggungjawabkan sebesar Rp. 193.179.853.979,20,- atau 84,27%

dari Pagu Anggaran sebesar Rp. 229.232.631.112,-

Pengembalian Sisa Kas sebesar Rp. 198.216.300,-

pengembalian sebesar tersebut terdiri dari :

- Pengembalian Sisa Belanja Langsung sebesar Rp. 119.456.135,- terdiri

dari :

- Pengembalian SP2D Rp. 115.959.500,-

- Pengembalian UP/GU Rp. 3.496.635,-

- Pengembalian Belanja Tidak langsung sebesar Rp. 78.760.165,-

- Pengembalian Sisa UP/GU per 31 Desember 2018 Rp. 271.155.411,-

(Rekap setoran pengembalian terlampir)

Sedangkan keadaan Kas Bendahara pengeluaran Dinas

Kesehatan Kabupaten Lebak per 31 Desember 2018 terdapat saldo

sebesar Rp. 0,-

Kas di Bendahara FKTP per 31 Desember 2018 :

Kas Dana Kapitasi di 42 FKTP per 31 Desember 2017 hasil

audited BPK yang dijadikan Saldo Awal TA. 2018 sebesar Rp.

6.236.464.602,-

Dalam DPPA TA. 2018 Pagu anggaran Belanja JKN sebelum

perubahan sebesar Rp. 54.900.330.000,- setelah Perubahan menjadi Rp.

63.913.195.507,- terjadi perubahan dikarenakan :

c) Adanya Akumulasi Silpa Dana JKN Kapitasi sampai dengan tahun 2017

sebesar Rp. 4.408.196.432,18,-

47
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

d) Adanya penambahan Klaim Dana Non Kapitasi sebesar

Rp.2.776.400.905,- dari target sebelum perubahan Rp. 6.000.000.000,-

menjadi Rp. 8.776.400.905,-

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.21 Tahun

2016 tentang Penggunaan Dana Kapitasi JKN untuk Jasa pelayanan

Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional pada FKTP Milik Pemerintah

Daerah; Bab V Pasal (7) yang berbunyi :

1. Bahwa Pendapatan Dana Kapitasi yang tidak digunakan seluruhnya

pada tahun anggaran berkenaan, sisa dana kapitasi dimanfaatkan

untuk tahun anggaran berikutnya.

2. Dalam Hal sisa Dana Kapitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

berasal dari dana dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan

maka pemanfaatannya hanya dapat digunakan untuk dukungan

biaya operasional pelayanan kesehatan

Realisasi Belanja Kapitasi JKN diluar mekanisme APBD II sampai

31 Desember 2018 oleh 42 FKTP yang sesuai SP2B sebesar Rp.

41.703.367.410,20 Jumlah realisasi tersebut akumulasi dari :

 Belanja Pegawai sebesar Rp. 402.840.000,-

 Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp. 39.989.308.853,20,-

 Belanja Modal sebesar Rp. 1.311.218.557,-

Sehingga Saldo akhir Kas Dana JKN 42 FKTP sebesar Rp.

10.644.661.034,18,- sedangkan Saldo akhir yang ada di Rekening 42

FKTP Bank Mandiri per 31 Desember 2018 sebesar Rp. 10.644.619.285,-

(Rekening koran FKTP terlampir), ada perbedaan sebesar Rp.

41.749,18,- merupakan kelebihan pengakuan pendapatan FKTP Kolelet

48
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

sebesar Rp. 87.000,- dan kelebihan setor FKTP Lebakgedong sebesar Rp.

41.250,-

Tabel 6
DAFTAR SALDO AKHIR DANA JKN FKTP/PUSKESMAS SESUAI
REKENING KORAN
PER 31 DESEMBER 2018

NO PUSKESMAS /FKTP SALDO BANK PER 31


DESEMBER 2018
1 Rangkasbitung 244,736,387.00
2 Kalanganyar 319,023,593.00
3 Mekarsari 37,829,714.00
4 Kolelet 84,843,901.00
5 Cibadak 524,774,146.00
6 Mandala 240,943,993.00
7 Warunggunung 419,201,620.00
8 Baros 267,943,615.00
9 Cikulur 347,631,703.00
10 Pamandegan 176,894,850.00
11 Cimarga 625,943,379.00
12 Sarageni 131,888,582.00
13 Maja 415,820,700.00
14 Curugbitung 450,326,246.00
15 Sajira 338,668,829.00
16 Pajagan 171,216,836.00
17 Leuwidamar 150,683,229.00
18 Cisimeut 187,807,797.00
19 Cipanas 199,814,553.00
20 Lebakgedong 177,862,993.00
21 Muncang 398,075,409.00
22 Bojongmanik 130,840,957.00
23 Cirinten 243,186,614.00
24 Sobang 198,355,040.00
25 Cileles 175,080,377.00
26 Prabugantungan 66,636,657.00
27 Gunungkencana 297,212,176.00
28 Banjarsari 665,107,080.00
29 Bojongjuruh 259,754,230.00
30 Cijaku 244,439,321.00
31 Cigemblong 84,437,040.00
32 Malingping 601,904,927.00
33 Binuangeun 187,001,613.00
34 Parungsari 304,338,851.00
35 Panggarangan 232,496,481.00
36 Cihara 96,353,328.000
37 Bayah 256,180,536.00
38 Cilograng 91,655,398.00
39 Cibeber 90,440,250.00
40 Cisungsang 67,150,081.00
41 Citorek 74,276,029.00
42 Cipeundeuy 365,840,224.00
JUMLAH 10,644,619,285.00

49
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Sumber data : Sub.Bag. Keuangan Dinas Kesehatan Kab.Lebak. TA. 2018

c. Piutang FKTP Lain-lain PAD yang Sah

Piutang FKTP sebesar Rp. 1.346.546.500,- adalah tagihan

Klaim Non Kapitasi FKTP yang belum dibayar oleh BPJS TA. 2018.

Piutang Klaim Non Kapitasi FKTP sebagaimana Peraturan Menteri

kesehatan RI No.28 Tahun 2014 Bab V Hal.47 bahwa batas waktu

maksimal (Kadaluarsa Klaim) pengajuan klaim bagi FKTP milik

Pemerintah maupun swasta adalah 2 (dua) tahun setelah pelayanan

diberikan.

Besaran Klaim Non Kapitasi yang diajukan oleh FKTP

realisasinya tidak selalu sama dengan yang diajukan FKTP, karena pihak

BPJS yang melakukan verifikasi yang diajukan FKTP. Namun klaim yang

tidak disetujui oleh BPJS bisa dilakukan pengklaiman ulang dengan

melengkapi kekurangan administrasinya sesuai aturan.

d. Persediaan

Jumlah Sisa Persediaan per 31 Desember 2018 sebesar Rp.

13.028.198.854,- yang terdiri dari :

1. Sisa Persediaan Barang Pakai Habis Alat Tulis Kantor Tahun 2018

sebesar Rp. 206.000,- persediaan ATK tersebut yang akan digunakan

untuk mendukung operasional Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak

sebelum mengajukan Uang Persediaan anggaran 2019.

2. Persediaan Obat tahun 2018 :

Persediaan Obat per 31 Desember 2018 sebesar Rp.

13.027.992.854,- Nilai Persedian obat tersebut terdiri dari :

50
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

 Persedian Obat yang ada di Gudang Farmasi sebesar Rp.

11.274.521.520,-

 Obat Program Rp. 218.703.780,-

 Vaksin Rp. 1.093.876.410,-

 Laboratorium Rp. 440.891.144,-

Persediaan Obat (Buffer stock) tersebut bersumber dari dana APBD

II, DAK, Propinsi, APBN (Kementrian Kesehatan) dan Dana Jaminan

Kesehatan Nasional (JKN) diharapkan dapat mendukung kegiatan

pelayanan kesehatan di 42 Puskesmas dan jaringannya sampai

pengadaan obat tahun anggaran 2019 yang akan datang.

(sebagaimana BAP Stock Opname Inspektorat Lebak terlampir).

(sebagaimana Rekap Persediaan terlampir)

3. Aset Tetap

Aset tetap mencakup seluruh aset yang dimanfaatkan oleh

Pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa

manfaat lebih dari satu tahun, aset tetap dilaporakan pada neraca per 31

Desember 2018 berdasarkan harga perolehan serta sesuai Neraca inputing

terakhir dan hasil rekonsiliasi Bendahara Barang Dinas Kesehatan dengan

Bagian Aset pada BPKAD Kabupaten Lebak, Aset Tetap Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak dapat kami sajikan dalam neraca sebesar Rp.

181.698.798.734,40 dikurangi Akumulasi Penyusutan sebesar Rp.

77.974.702.380,36,- sehingga Aset tetap menjadi senilai Rp.

103.724.096.354,04,- yang terdiri dari :

 Tanah sebesar Rp. 5.936.747.109,15,-

 Peralatan dan Mesin sebesar Rp. 72.936.017.756,99,-

51
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

 Gedung dan Bangunan sebesar Rp. 102.794.702.380,36,-

 Aset Tetap Lainnya Rp. 31.307.182,-

 Akumulasi Penyusutan sebesar Rp. 77.974.702.380,36,-

 Aset lain-lain dengan kondisi rusak berat sebesar

Rp.8.647.219.132,51,-

Rincian aset tetap sebesar tersebut terdiri dari :

a). Aset tanah

Aset Tanah Tahun 2017 sebesar Rp. 4.700.612.073,81,- sedang nilai

aset Tanah tahun 2018 sebesar Rp. 5.936.747.109,15,-

b).Peralatan dan mesin

Pada Tahun 2018 nilai aset Peralatan dan Mesin Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak sebesar Rp. 72.936.017.756,99,- Nilai tersebut terdiri

dari :

 Alat–Alat Besar sebesar Rp. 20.747.749,64,-

 Alat angkutan darat Kendaraan Bermotor sebesar

Rp.5.782.049.239,19,-

 Alat Bengkel dan Alat Ukur sebesar Rp. 252.623.480,07,-

 Alat Pertanian sebesar Rp. 47.166.477,67,-

 Alat Kantor dan Rumah tangga Rp. 7.414.850.900,79,-

 Alat Studio dan Alat Komunikasi sebesar Rp. 361.912.840,24,-

 Alat-Alat Kedokteran sebesar Rp. 7.718.427.065,66,-

 Alat Laboratorium sebesar Rp. 4.567.962.803,57,-

c). Gedung dan Bangunan

Nilai Aset Gedung dan Bangunan tahun 2018 menurut angka aplikasi

Aset ke neraca hasil Rekonsiliasi Bendahara Barang dengan Bagian Aset

52
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

BPKAD Lebak sebesar Rp. 102.794.726.686,26,- jumlah nilai tersebut

terdiri dari :

d). Aset Lainnya

Nilai Aset lain lain pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak tahun 2018

sebesar Rp. 8.647.219.132,51,- Nilai Aset tersebut dengan kondisi rusak

berat.

3. Kewajiban/Utang jangka pendek lainnya

Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang

penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi

pemerintah.

4. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)

Ekuitas Dana merupakan kekayaan bersih pemerintah, yaitu selisih antara

aset dan kewajiban pada periode pelaporan.

Jika melihat tabel Laporan Perubahan Ekuitas Dinas Kesehatan Kabupaten

Lebak tahun anggaran 2018 sebesar Rp. 138.436.038.466,- Jumlah Ekuitas

tersebut merupakan penjumlahan dari Ekuitas TA. 2017 sebesar

Rp.155.244.956.404,70 ditambah surplus/Devisit LO sebesar

Rp.148.217.457.760,62 kemudian adanya :

 Koreksi Kas sebesar Rp. (12.720,-)

 Koreksi akumulasi penyusutan Rp. (11.067.627.407,-)

 Koreksi Ekstra Kompatabel sebesar Rp. (187.662.561,-) yaitu :

Adanya kebijakan Akuntansi yang Belanja modal dibawah 1 juta tidak

dimasukan dalam aset tetap.

 Koreksi atas tanah Rp. 489.751.450,-

 Mutasi tanah Rp. 746.383.585,34,-

53
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

 Mutasi Peralatan Mesin Rp. 2.071.124,-

 Koreksi Penghapusan Rp. (778.487.517,71)

 RK.PPKD sebesar Rp. 142.204.123.869,-

BAB. IV.

PENJELASAN ATAS INFORMASI – INFORMASI NON KEUANGAN

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, berkedudukan sebagai unsur penunjang

Pemerintah Kabupaten Lebak dibidang Kesehatan yang dipimpin oleh Kepala Dinas

yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris

Daerah.

Tugas pokok Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak adalah Berdasarkan

Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 36 tahun 2016 tentang Pembentukan

Organisasi Perangkat Daerah. Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak yang mempunyai

tugas melaksanakan urusan pemerintah daerah di bidang kesehatan serta

melaksanakan tugas pembantuan yang diserahkan kepada Pemerintah Daerah.

Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud Dinas Kesehatan

mempunyai fungsi :

 Perumusan kebijakan teknis dibidang kesehatan

 Pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan umum

54
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

 Pembinaan terhadap unit pelaksana teknis Dinas (UPTD)

 Pengelolaan urusan ketatausahaan Dinas

A. Susunan Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak

Susunan organisasi Dinas Kesehatan terdiri dari :

1. Kepala Dinas

2. Sekretaris :

a. Sub Bagian Keuangan

b. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

c. Sub Bagian Program

3. Bidang Kesehatan Masyarakat :

a. Seksi Kesejahteraan keluarga dan Gizi masyarakat

b. Seksi Promosi Kesehatan dan UKS

c. Seksi Kesling Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olah raga

4. Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit :

a. Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular

b. Seksi Pencegahan Pengendalian PTM Kesehatan

c. Seksi Imunisasi, Surveilans dan Krisis Kesehatan

5. Bidang Pelayanan Kesehatan :

a. Seksi Pelayanan Kesehatan Primer, Mutu dan Akreditasi

b. Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Event khusus

c. Seksi Jaminan Kesehatan Masyarakat

6. Bidang SDK, Farmasi dan POM

a. Seksi SDMK dan Sistem Informasi Kesehatan

b. Seksi Farmasi dan POM

c. Seksi Sarana dan Prasarana Puskesmas

55
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

7. UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah ( LabKesDa)

8. Kelompok Jabatan FungsionaL

B. Kepegawaian

1. Berdasarkan status kepegawaian jumlah pegawai di Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak sebanyak 2041 orang yang terdiri dari :

a. Pegawai Negeri Sipil/CPNS akhir Desember 2017 berjumlah 969 orang.

Berdasarkan golongan kepangkatan adalah sebagai berikut :

1) Golongan IV : 50 orang

2) Golongan III : 603 orang

3) Golongan II : 314 orang

4) Golongan I : 2 orang

b. Pegawai Tidak Tetap (PTT)

 Bidan PTT Kriteria Desa Biasa : 12 orang

 Bidan PTT Kriteria Desa Terpencil : 3 orang

c. Selain dari tenaga CPNS/PNS dan PTT, untuk mendukung dan meningkatkan

pelayanan prima serta terselenggaranya administrasi perkantoran yang

efektif dan efesien di 42 Puskesmas tahun 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten

Lebak dalam anggaran belanja mengalokasikan dana untuk tenaga Sporting

staf yang berada pada Kegiatan Peningkatan Sumber Daya Kesehatan

sebanyak 1038 orang, yang terdiri dari : Dokter 28 orang, Apoteker 8

orang, Sarjana/D3 843 orang, SLTP/SLTA 154 orang . Untuk penggajian

Tenaga Sporting staf tersebut sebagaimana tercantum dalam DPA dan DPPA

Tahun Anggaran 2018 dengan Pagu Anggaran sebesar Rp. 13.077.700.000,-

realisasi sebesar Rp. 11.636.250.000,-

56
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Kemudian Pegawai Honorer di Dinas Kesehatan yang dibiayai dari Program

kegiatan sebanyak 19 orang.

2. Berdasarkan Jenis Pendidikan

Tenaga Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak terdiri dari berbagai disiplin

ilmu baik dengan latar belakang pendidikan kesehatan maupun non kesehatan.

Adapun jenis pendidikan tenaga kesehatan di Kabupaten Lebak meliputi :

a. Pasca Sarjana Non Kesehatan

b. Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat

c. Sarjana Non Kesehatan

d. Sarjana Kesehatan terdiri dari :

1) Dokter Umum

2) Dokter Gigi

3) Sarjana Keperawatan

4) Sarjana Kesehatan Masyarakat

5) Sarjana Keperawatan

6) Sarjana Farmasi

e. Sarjana Non Kesehatan :

1. Sarjana Ekonomi

2. Sarjana Sosial

3. Sarjana Pendidikan

4. Sarjana Ilmu Agama

5. Sarjana Hukum

f. Diploma 4 Kebidanan (Sarjana Sain Terapan/SST)

g. Diploma 3 Kesehatan meliputi :

1) D3 Kebidanan

57
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

2) D3 Keperawatan

3) D3 Gizi

4) D3 Analis

5) D3 Farmasi

6) D3 Gigi

7) D3 Kesehatan Lingkungan

h. Diploma 3 Non Kesehatan

i. SMA sederajat

j. SMP sederajat

2. Aset Yang Dikelola

Aset yang menunjang pelayanan kesehatan yaitu : 42 Puskesmas

yang terdiri dari : Puskesmas Rawat Inap sebanyak 22 Puskesmas, dan

Puskesmas biasa sebanyak 20 Puskesmas, Untuk Puskesmas Pembantu

(PUSTU) saat ini berjumlah 69, Pos Kesehatan Desa (POSKESDES) sebanyak

80, Puskesmas Keliling (PUSLING) roda empat sebanyak 78 Pusling, Armada

Mantri Keliling (MANLING) roda 2 sebanyak 202.

Jumlah Rumah Dinas sebanyak 67, Kelengkapan sarana prasarana

penunjang pelayanan kesehatan di Kabupaten Lebak telah ditunjang oleh

alat kesehatan medis dan non medis dengan jumlah, kondisi, jenis, tahun

dan nilai perolehan serta lokasi sebagaimana yang ada dalam daftar aset.

Dengan sumberdaya yang dimiliki, dan dalam rangka menjamin

upaya pencapaian tujuan pembangunan kesehatan di Kabupaten

Lebak,Dinas Kesehatan berupaya untuk selalu mewujudkan Visi dan

Misinya yang telah ditetapkan melalui Renstra Tahun 2014 – 2019.

58
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Dalam periode 2014-2019 pencapaian pembangunan kesehatan

diharapkan mampu mendukung terwujudnya Visi Pembangunan Kabupaten

Lebak yaitu “Menuju Kabupaten Lebak yang maju dan Berdaya saing

Melalui Pemanfaatan Pembangunan Perdesaan dan

pengembangan Ekonomi Kerakyatan” . Untuk itu Pembangunan

kesehatan harus mampu menyentuh upaya-upaya pokok yang mampu

mencerminkan apa yang diinginkan di daerah, memberikan arah dan fokus

strategis yang jelas menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan

strategis, memiliki orientasi terhadap masa depan dan menumbuhkan

komitmen seluruh jajaran baik masyarakat maupun Pemerintah Daerah.

Sejalan dengan upaya untuk mensinergikan dalam

penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, pencapaian

pembangunan 2014-2018 merupakan bagian dari langkah penanganan

permasalahan. Keterbatasan dan permasalahan yang dihadapi Bangsa

Indonesia sejak tahun 2010, mendorong Kabupaten Lebak untuk mampu

memberikan dukungan dan berperan serta secara aktif dam pencapaian Visi

Pembangunan Kesehatan Nasional yaitu ” Masyarakat Mandiri Hidup Sehat

dan Berkeadilan ”

Berpijak pada dasar pertimbangan diatas, serta dalam rangka

menindak lanjuti berbagai issue strategis, tantangan yang diemban oleh

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, maka Visi Dinas Kesehatan Kabupaten

lebak 2014-2019 adalah “ Penggerak Pembangunan Kesehatan Yang

Profesional menuju Masyarakat Sehat, Mandiri, Berkualitas dan

Berkeadilan”.

59
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Untuk mewujudkan visi sebagaimana tersebut di atas, maka misi

yang akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak bersama

masyarakat, instansi kesehatan lainnya dan pihak-pihak peduli Kesehatan di

Kabupaten Lebak adalah sebagai berikut :

1. Mempercepat Revitalisasi Upaya pelayanan Kesehatan

2. Meningkatkan Kemampuan Sumber Daya Kesehatan

3. Menggerakan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat

4. Meningkatkan manajemen dan Sumber daya organisasi dalam

memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dengan menjalankan misi ini secara terencana, dapat diharapkan

terwujudnya ”Lebak Sebagai Daerah Yang Kondusif Dalam Berinvestasi

Yang Berorientasi Pada Pembangunan Pedesaan” dan pencapaian

pembangunan kesehatan di Kabupaten Lebak dapat terwujud.

Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten

Lebak, tahun 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak juga mendapat

bantuan dana yang dari sumber lain guna pencapaian target SPM

Kementrian Kesehatan serta MDG,s. Alokasi dana Non APBD Kabupaten

Lebak tahun 2018 dapat dilihat pada tabel 08 (terlampir)

Melihat masih rendahnya daya ungkit antara anggaran terhadap

pencapaian target program kesehatan maka diperlukan ketajaman analisa

terhadap masalah, intervensi yang akan dilaksanakan serta perencanaan

anggaran melihat seluruh sumber dana yang ada, sehingga anggaran-

anggaran bidang kesehatan dapat lebih memberikan hasil terhadap

pencapaian target indikator tersebut baik target dalam Rencana Strategis

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, SPM Kementrian Kesehatan serta target

60
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

MDG,s. Seiring dengan itu adanya anggaran Bantuan Keuangan dari

Propinsi, APBN, dan lain sebangainya guna membantu target tersebut.

Anggaran Non APBD II yang direalisasikan ke Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak tahun 2018, dapat dilihat pada Tabel (Terlampir)

BAB. V
PENUTUP

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak

Tahun 2018 ini disusun yang memuat ungkapan dan penjelasan-penjelasan Realisasi

Anggaran Pendapatan dan Belanja dan Neraca sesuai dengan Pos-Pos Laporan

keuangan selama Tahun Anggaran 2018 juga sebagai bukti pertanggungjawaban

terhadap pelaksanaan 15 program dan 47 kegiatan, baik yang dibiayai oleh APBD II,

DAK dan Bantuan Keuangan Propinsi Banten.

Prinsip Pelaksanaan laporan keuangan ini sebagaimana peraturan perundang-

undangan yaitu efektif, efisien, ekonomis, transparan dan bertanggungjawab dengan

memperhatikan azas keadilan, kepatutan/kelayakan dan manfaat untuk masyarakat.

Berdasarkan analisa laporan keuangan pendapatan dan belanja serta

pencapaian target indikator program kesehatan tahun 2018 dapat disimpulkan hal-hal

sebagai berikut :

61
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor kesehatan

melalui retribusi Puskesmas, Laboratorium Kesehatan Daerah (LabKesDa),

Pemeriksaan Haji, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), realisasinya

mencapai Rp. 55.248.333.842,38,- atau 93,77% dari target sebesar Rp.

58.915.970.905,-

Realisasi Retribusi Pelayanan Kesehatan sebesar Rp. 1.332.935.000,- (107,56%)

terdiri dari :

a) Retribusi Umum/Puskesmas Rp. 1.288.510.000,- (106,10%)

b) Labkesda Rp. 30.230.000,- (215,93%)

c) Pemeriksaan Haji, Tahap II Rp. 14.000.000,-(129,15%)

d) Lain-lain Pendapatan yang sah Dana Kapitasi JKN 42 FKTP sebesar Rp.

53.915.398.842,38 (93,48%)

e) Retribusi Pelayanan tanggal 31 Desember 2018 yang disetor bulan

Januari 2018 sebesar Rp. 1.411.500,-

f) Piutang Pasen Rawat Inap 31 Desember 2018 sebesar Rp. 240.000,-

g) Piutang FKTP Non Kapitasi sebesar Rp. 1.346.546.500,-

h) Pendapatan sesuai LO sebesar Rp. 1.334.391.500,-

3. Anggaran Belanja Dinas Kesehatan setelah perubahan sebesar

Rp. 229.232.631.112,- realisasi penyerapan yang sudah digunakan dan dapat

dipertanggungjawabkan ditambah Dana JKN yang diluar mekanisme APBD II

sebesar Rp. 193.179.853.979,20- atau 84,27% yaitu :

a. Belanja Operasi sebesar Rp. 183.663.159.960,- terdiri dari :

 Belanja Pegawai sebesar Rp. 69.234.456.498,-

 Belanja Barang jasa sebesar Rp. 114.428.703.462,20,-

 Belanja Modal sebesar Rp. 9.516.694.019,-

62
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

 Pengembalian ke Kas Daerah sebesar Rp. 198.216.300,-

b. Beban Operasi (LO) sebesar Rp.

201.098.272.852,- yaitu :

 Beban Pegawai sebesar Rp. 69.234.456.498,-

 Beban Barang Jasa sebesar Rp. 119.881.750.588,20,-

 Beban Penyusutan sebesar Rp. 11.982.065.766,26,-

c. Neraca Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak tahun

2018 total aset sebesar Rp. 137.635.543.173 ,- terdiri dari :

 Jumlah Aset Lancar tahun 2018 sebesar Rp. 25.264.227.686,-

 Jumlah Aset Tetap tahun 2018 sebesar Rp. 181.698.798.734,40,-

 Akumulasi penyusutan sebesar Rp. 77.974.702.380,36,-

Jumlah Aset Tetap Tahun 2018 terdiri dari :

 Aset Tanah nilainya sebesar Rp. 5.936.747.109,15,-

 Aset Peralatan dan Mesin senilai Rp. 72.936.017.756,99,-

 Aset Gedung dan Bangunan senilai Rp. 102.794.726.686,26,-

 Aset lainya (Aset tetap dengan kondisi rusak berat) sebesar

Rp.8.647.219.132,51,-

d. Jumlah Ekuitas Dinas Kesehatan Kabupaten

Lebak sebesar Rp.136.413.711.211,-

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak pada tahun 2018 untuk mendukung

Program dan kegiatan selain mendapat Dana yang bersumber dari APBD II,

DAK dan Bantuan Keuangan Propinsi juga mendapat anggaran Non APBD II

diantaranya :

- Sumber dana dari GF. NFM HIV-AIDS. sebesar Rp. 147.639.980,- untuk

mendukung kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

63
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

antara lain : untuk Insentif Pengelola Kegiatan, Patty Cash, dan untuk

Supervisi.

Pencapaian indikator program kesehatan tahun 2018 dengan berbagai sumber

anggaran belum memperlihatkan hasil yang maksimal terhadap target yang telah

ditetapkan baik itu target Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, SPM Kementrian

Kesehatan maupun MDG,s.

Peningkatan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak akan terus ditingkatkan baik

dalam pencapaian pendapatan, realisasi dan atau penyerapan anggaran serta

pencapaian terhadap cakupan indikator yang ditetapkan sehingga dapat turut

mewujudkan Visi Kabupaten Lebak 2014 – 2019 yaitu “ Menuju Kabupaten Lebak

yang maju dan Berdaya saing Melalui Pemanfaatan Pembangunan Perdesaan dan

pengembangan Ekonomi Kerakyatan” dan demi terwujudnya Visi Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak yaitu “Penggerak Pembangunan kesehatan Yang Profesional

Menuju Masyarakat Sehat, Mandiri, Berkualitas dan Berkeadilan ”.

Basis Akuntansi yang digunakan dalam Laporan Keuangan Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018 adalah Standar Akuntansi Pemerintah

berbasis Akrual.

Rangkasbitung, Februari 2019


KEPALA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN LEBAK

H.M. SUKIRMAN S.Sos. Msi


NIP. 19591108 198103 1 006

64
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

65
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

66
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

67
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

BAB IV (TAHUN LALU)


KEBIJAKAN AKUNTANSI

Dalam struktur pemerintahan, satuan kerja merupakan entitas akuntansi yang

mempunyai kewajiban melakukan pencatatan atas transaksi-transaksi yang terjadi di

lingkungan satuan kerja.

Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi

Pemerintah menyatakan bahwa akuntansi anggaran merupakan tehnik

pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang digunakan untuk mengelola

pendapatan, belanja, transfer dan pembiayaan. Akuntansi Anggaran diselenggarakan

setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) disahkan oleh Dinas Pendapatan

Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD).

Tujuan kebijakan Akuntansi adalah mengatur penyusunan dan penyajian

laporan keuangan pemerintah daerah dan SKPD untuk tujuan umum dalam rangka

meningkatkan keterbandingan laporan keuangan terhadap anggaran dan antar

periode.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kebijakan akuntansi ini mengatur seluruh

pertimbangan dalam rangka penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah

Daerah dan SKPD.

4.1 Entitas Akuntansi/Pelaporan Keuangan

68
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Entitas pelaporan keuangan daerah adalah unit pemerintahan daerah

yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan

peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan keuangan. Entitas

Pelaporan dilaksanakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.

Entitas Akuntansi adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah selaku Pengguna

Anggaran yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan penyusunan

Laporan Keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan.

Dalam kaitan penulisan Laporan Keuangan ini, perlu disampaikan

keberadaan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak sehingga dapat diperoleh

gambaran bahwa entitas pelaporan dapat memenuhi asumsi adanya kewenangan

untuk menyusun anggaran dan melaksanakan dengan tanggungjawab penuh.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dibentuk berdasarkan tuntutan

kebutuhan sesuai dengan yang diamanatkan dalam Peraturan Daerah

Kabupaten Lebak Nomor 10 tahun 2007 tanggal 10 Pebruari 2007 tentang

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak terletak di Jalan Multatuli No. 5

Rangkasbitung, adalah unsur Pelaksanaan Pemerintah Daerah di Bidang

Kesehatan berdasarkan azas otonomi serta melaksanakan tugas pembantuan

yang diserahkan pemerintah Daerah.

4.2 Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan

Basis akuntansi yang digunakan dalam Laporan Keuangan Dinas

Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2013, adalah basis kas untuk

pengakuan pendapatan dan belanja dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis

akrual untuk pengakuan asset, kewajiban, dan ekuitas dana dalam Neraca.

69
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Basis kas untuk Laporan Realisasi Anggaran berarti bahwa pendapatan

diakui pada saat kas diterima oleh Bendahara Penerimaan Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak, serta belanja dan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat

kas dikeluarkan dari Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.

Basis akrual untuk Neraca berarti bahwa asset, kewajiban dan ekuitas

dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian

atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak, bukan pada saat kas diterima atau dibayar oleh Bendahara

Pengeluaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.

4.3 Basis Pengukuran yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan

Basis pengukuran dalam laporan keuangan berpedoman kepada

Peraturan Bupati Lebak Nomor 10 Tahun 2007 tentang Kebijakan Akuntansi,

sebagai berikut :

a. Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui

dan memasukan setiap pos dalam Laporan Keuangan Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak.

b. Pengukuran pos-pos dalam Laporan Keuangan Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak menggunakan nilai perolehan histories.

c. Asset dicatat sebesar pengeluaran kas atau sebesar nilai wajar

dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh asset tersebut.

d. Pengukuran pos-pos Laporan Keuangan menggunakan mata uang

rupiah. Transaksi yang menggunakan mata uang asing harus dikonversikan

terlebih dahulu (Kurs Tengah Bank Indonesia) dan dinyatakan dalam mata

uang rupiah.

70
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

4.4 Penerapan Kebijakan Akuntansi Berkaitan dengan Ketentuan yang

ada dalam Standar Akuntansi Pemerintah

Berdasarkan basis pengukuran sebagaimana tersebut di atas, dalam

pelaksanaannya terdapat beberapa hal yang belum dapat dilaksanakan yaitu

depresiasi (penyusutan) atas barang bergerak maupun tidak bergerak baik yang

bersifat fisik maupun non fisik. Di dalam kebijakan Akuntansi Pemerintahan asset

tersebut semestinya dilakukan penyusutan, namun mengingat nilai perolehan

serta metode penyusutan belum dimiliki maka terhadap aset-aset tersebut belum

dilakukan penyusutan.

Kebijakan akuntansi yang telah diterapkan berdasarkan Permendagri

Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 59

Tahun 2007 dan terakhir telah diubah menjadi Permendagri No.21 tahun 2011

tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang

Standar Akuntansi Pemerintah sehingga didalam pembuatan Laporan Keuangan

perlu dilakukan penyesuaian (konversi)

71
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

Perlu kami jelaskan selain Dana APBD , tahun 2014 Dinas Kesehatan
Kabupaten Lebak mendapat anggaran Non APBD , hal ini dapat dilihat pada
tabel 9 berikut ini :

72
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

TABEL. 9
DANA ANGGARAN NON APBD II
DINAS KESEHATAN KABUPATEN LEBAK TAHUN 2014

73
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

74
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

75
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

BAB VII
PENUTUP

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak

Tahun 2014 ini disusun yang memuat ungkapan dan penjelasan- penjelasan Realisasi

Anggaran Pendapatan dan Belanja dan Neraca sesuai dengan Pos-Pos Laporan

keuangan selama tahun anggaran 2014 juga sebagai bukti pertanggungjawaban

terhadap pelaksanaan program-program dan kegiatan-kegiatan.

Prinsip Pelaksanaan laporan keuangan ini sebagaimana peraturan

perundang-undangan yaitu efektif, efisien, ekonomis, transparan dan

bertanggungjawab dengan memperhatikan azas keadilan, kepatutan/ kelayakan dan

manfaat untuk masyarakat.

Berdasarkan analisa laporan keuangan pendapatan dan belanja serta

pencapaian target indikator program kesehatan tahun 2014 dapat disimpulkan hal-

hal sebagai berikut :

A. Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor

kesehatan melalui retribusi Puskesmas, Laboratorium Kesehatan Daerah

(LabKesDa), Pemeriksaan Haji, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

termasuk Program Jamkesmas dan Jampersal terhutang tahun 2013,

realisasinya mencapai Rp.49.308.278.500,- atau 94,79 % dari target

sebesar Rp. 52.015.923.000,- yang terdiri dari :

i) Retribusi Umum/Puskesmas Rp.1.041.410.500,- (106,37%)

j) Labkesda Rp.13.298.000,- (120,89 %)

k) Pemeriksaan Haji,Thp.II Rp.8.120.000,- (81,20 %)

l) Jamkesmas/Jampersal tahun 2013 Rp.1.126.724.000,- (109,76%)

76
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

m) Lain-lain Pendapatan yang sah Dana Kapitasi JKN 41 FKTP sebesar

Rp.47.118.340.500,-(94,25 %)

B. Anggaran Belanja Dinas Kesehatan yang

bersumber Kabupaten Lebak setelah perubahan sebesar

Rp.129.162.030.715,-,realisasi penyerapan yang sudah digunakan dan dapat

dipertanggung jawabkan ditambah Dana JKN yang diluar mekanisme APBD II

sebesar Rp.121.028.741.538,- atau 93,70 %, dan dikembalikan ke Kas Daerah

sebesar Rp.219.167.479,- .

C. Jumlah Aset Lancar tahun 2014 sebesar

Rp. 10.655.501.936,-

D. Jumlah Aset Tetap yang dimiliki sampai

dengan tahun 2014 sebesar Rp.114.746.925.074,- terdiri dari :

 Aset Tanah nilainya sebesar Rp. 4.520.105.057,-

 Aset Peralatan dan Mesin senilai Rp. 44.808.548.751,58

 Aset Gedung dan Bangunan senilai Rp. 65.418.271.265,42

E. Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak pada


tahun 2014 mendapat anggaran Non APBD II yang bersumber dari :

1) NLR dan WHO untuk Kegiatan Pemberantasan Penyakit KUSTA sebesar

Rp.107.720.000,-yaitu untuk :

 Pertemuan Koordinasi Petugas Kusta Rp.9545.000,-

 Intensifikasi Kusta sebesar Rp.58.025.000,-

 Advokasi sebesar Rp.40.150.000,-

2) GLOBAL FUND untuk kegiatan Pemberantasan Penyakit TB sebesar

Rp.32.532.000,- yaitu untuk :

 Case Finding sebesar Rp.14.496.400,-

 Monitoring dan Evaluasi sebesar Rp.17.285.600,-

77
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

 Alat Tulis Kantor (ATK) sebesar Rp.750.000,-

3) APBN untuk Kegiatan Pelatihan Kader Posbindu PTM sebesar

Rp.27.610.000,-

4) APBN untuk kegiatan PANSIMAS sebesar Rp.52.906.000,-

5) Dana dari APBD I untuk kegiatan Promosi Kesehatan sebesar

Rp.51.450.000,-

6) Dana Tugas Pembantuan (TP) Bantuan Operasonal Kesehatan (BOK)

sebesar Rp.3.474.000.000,-dengan realisasi sebesar Rp.3.473.699.500,-

7) Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan dana kapitasi untuk

41 FKTP sebesar Rp.49.989.419.000,- dengan realisasi yang sudah

dipertanggung jawabkan sebesar Rp.44.270.014.596,-melalaui mekanisme

APBD II/ SP2D Dan mekanisme sesuai Perbup No.19 tahun 2014. SP3B

dan SP2B (sebagaimana terlampir).

8) Dana Alokasi Khusus (DAK) Murni sebesar Rp.6.869.266.530,-untuk :

 Pelayanan Kesehatan Dasar Rehabilitasi Rumah Dinas sebesar

Rp.380.630.030,-

 Rehabilitasi Puskesmas sebesar Rp.2.040.999.970,-

 Pelayanan Kefarmasian sebesar Rp.4.447.636.530,-

Pencapaian indikator program kesehatan tahun 2014 dengan berbagai sumber

anggaran belum memperlihatkan hasil yang maksimal terhadap target yang telah

ditetapkan baik itu target Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, SPM

Kementrian Kesehatan maupun MDG,s.

Peningkatan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak akan terus

ditingkatkan baik dalam pencapaian pendapatan, realisasi dan atau penyerapan

keuangan serta pencapaian terhadap cakupan indikator yang ditetapkan sehingga


78
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

dapat turut mewujudkan Visi Kabupaten Lebak 2009 – 2014 yaitu “ Kabupaten

Lebak Sebagai Daerah Yang Kondusif Untuk Berinvestasi Yang Berorientasi Pada

Pembangunan Pedesaan Tahun 2014 “ dan demi terwujudnya Visi Dinas Kesehatan

Kabupaten Lebak yaitu “ Sebagai Pendukung Utama Masyarakat Lebak Mandiri

Hidup Sehat 2014”. Serta Visi Pembangunan Kesehatan Nasional yaitu “ Masyarakat

Mandiri Hidup Sehat dan Berkeadilan “.

79
CALK Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2018

80