Anda di halaman 1dari 32

Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2

RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

RKS ELEKTRIKAL

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 1 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

Pasal 1 - PENDAHULUAN

Spesifikasi ini ditujukan hanya untuk Pekerjaan Optimalisasi Gedung/Bangunan


RSUD Blok 2 di Jl. Dr. Sumeru No 121, Kota Bogor, Jawa Barat.

1.1. Uraian dan syarat-syarat ini menjelaskan tentang spesifikasi bahan dan cara
pemasangan pekerjaan instalasi dan peralatan seperti tercantum dalam pasal-
pasal, lampiran-lampiran dan gambar-gambar berikut sehingga sistem dapat
beroperasi secara baik dan sempurna. Pekerjaan tersebut antara lain :
- Penyediaan bahan
- Pengangkutan sampai site
- Pemasangan
- Pengujian - Supervisi
- Pemeliharaan
- Pemberian jaminan
- Perizinan

1.2. Gambar-gambar Detail

Detail-detail kecil yang diperlukan tidak semuanya digambar atau ditulis dalam
spesifikasi teknis.
Bila hal itu perlu untuk kelengkapan dan kesempurnaan sistem pemasangan
atau kerja atau lazim terdapat dalam praktek agar sistim dapat berjalan
sebagaimana mestinya, maka hal itu menjadi kewajiban Kontraktor untuk
melengkapinya.

1.3. Pemberitahuan Waktu-waktu Kritis

Kontraktor diharuskan memberitahukan saat-saat pemasangan yang kritis


kepada pengawas misalnya : saat pemasangan sleeve, pemasukan dan
penempatan genset dari luar sampai ke pondasi, bagaimana rute yang akan
ditempuh, kecukupan dari segi ruang dan kekuatan struktur, alat-alat bantu
yang akan dipasang, schedule dengan urutan kerja dan sebagainya.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 2 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

1.4. Ukuran dalam Gambar

Ukuran panjang, lebar, tinggi dan elevasi dari mesin atau peralatan lainnya
yang tercantum dalam gambar, adalah ukuran yang didapat dari data-data lain
seperti gambar arsitektur, struktur atau brosur-brosur, Kontraktor wajib
menyesuaikan dengan standar pabrik yang dimiliki.

1.5. Adanya penggunaan bahasa asing pada sebagian spesifikasi disebabkan


belum adanya padanan kata yang tepat, dan juga untuk menghindari
penyimpangan maksud dan tujuan, serta menghindari persepsi yang berbeda

1.6. Pada saat pengajuan penawaran, kontraktor wajib melampirkan konfirmasi


design terhadap semua sistim dan peralatan. Konfirmasi berupa pernyataan
kesanggupan/kesesuaian system atau peralatan yang ditawarkan terhadap
system atau peralatan yang dipersyaratkan dalam dokumen perencanaan,
termasuk dalam konfirmasi design adalah daftar penyimpangan (deviation list)
jika ada. Konfirmasi design harus mendapat dukungan dari agen tunggal
peralatan. Kontraktor dapat mengajukan surat dukungan lebih dari satu merek
peralatan.

1.7. Gambar dan Spesifikasi Teknis

Apabila suatu penjelasan atau spesifikasi tidak terdapat dalam gambar tetapi
terdapat dalam spesifikasi teknis, atau sebaliknya terdapat dalam spesifikasi
teknis tetapi tidak terdapat dalam gambar maka keterangan yang manapun
berlaku.
Apabila terdapat pertentangan antara keduanya diambil nilai yang lebih
tinggi,lebih lengkap dan lain-lain yang bersifat lebih baik secara kuantitas
maupun kualitas (apabila perlu dikonfirmasikan dengan Perencana).

1.8. Dalam melaksanakan pekerjaan ini Kontraktor harus mengikuti dan mematuhi
semua peraturan yang ada antara lain :

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 3 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

a. Peraturan Umum Instalasi Listrik PUIL 2011 (serta penyesuaian terhadap


“amandemen” yang dikeluarkan secara berkala oleh tim penyusun PUIL)
b. Persyaratan Pabrik dll.
c. Dokumen Perencanaan yang terdiri dari :
1. Gambar-gambar rencana
2. Syarat-syarat umum
3. Spesifikasi Teknis
4. Berita-berita Acara
d. Peraturan PEMDA setempat.
e. NFPA No. 70
f. NFPA No. 110
g. NFPA No. 101

1.9. Syarat – syarat Kontraktor

a. Memegang keagenan atau bekerja sama dengan agen dari merk yang
ditawarkan dengan menunjukan surat keagenan/ kerjasama.

b. Kontraktor maupun sub-kontraktor harus mempunyai sertifikat dari institusi


yang diakui sesuai dengan item pekerjaan masing-masing

1.10. Perubahan terhadap spesifikasi material harus mendapat persetujuan pihak


Konsultan Pengawas.
Pengajuan perubahan material maksimum 4 (empat) minggu sebelum
jadwal persetujuan atau 4 (empat) minggu sebelum jadwal pengajuan
gambar kerja/shop drawing.

1.11. Keterlambatan pengajuan material/shop drawing/schematic diagram sesuai


dengan yang telah ditentukan dalam spesifikasi/RKS ini adalah sepenuhnya
menjadi tanggung jawab kontraktor, dan kontraktor tidak berhak untuk
mendapatkan penambahan/pengunduran jadwal.

1.12. Penolakan lebih dari satu kali atas material/shop drawing/schematic diagram
yang tidak memenuhi persyaratan dalam spesifikasi/RKS ini adalah

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 4 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor, dan kontraktor tidak berhak


untuk mendapatkan penambahan/pengunduran jadwal.

PASAL 2 - SISTEM INSTALASI

2.1. Semua pemasangan instalasi harus memakai pelindung pipa lengkap dengan
fitting-fittingnya.

2.2. Semua pemasangan instalasi di halaman yang mendapat / mempunyai tekanan


mekanis (misalnya daerah yang dilalui kendaraan, dibawah lantai/cor-coran
beton) menggunakan pipa dan fitting berlapis galvanis (GIP).

2.3. Untuk penembusan pondasi atau sloof didalam bangunan harus digunakan pipa
galvanis sebagai pelindung. Penembusan pada daerah delatasi menggunakan
pipa jenis fleksible.

2.4. Semua peralatan yang memerlukan pentanahan harus diberi pentanahan


tersendiri secara baik dan memenuhi persyaratan.

2.5. Instalasi dan feeder yang terpasang didalam bangunan dan di halaman yang
tidak mendapat tekanan mekanis harus dilindungi dengan pipa dan fitting
UPVC.

2.6. Semua instalasi terpasang inbouw atau tidak nampak dari luar misalnya
didalam plat beton, dinding, kolom partisi dan diatas plafond.

2.7. Semua pemipaan instalasi dan feeder kabel yang tidak masuk dalam cor-coran
atau tertanam misalnya yang terpasang dalam shaft, diatas plafond, di rak
kabel, trench, atau plat beton harus dicat pada tiap ujung pipa dan pada tiap 10
meter dengan warna yang akan ditentukan kemudian untuk dapat dibedakan
dari instalasi lain.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 5 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

2.8. Tidak diperkenankan melakukan penyadapan atau penyambungan ditengah


jalan.

2.9. Setiap kabel sesampainya dipanel atau peralatan berilah kelebihan panjang
secukupnya untuk mengantisipasi adanya kemungkinan penggeseran alat-alat
tersebut pada saat penyesuaian /setting terhadap posisi di lapangan.

2.10. Semua teknik pelaksanaan yaitu percabangan, pembelokan, pengetapan dan


sebagainya harus menggunakan fitting-fitting yang sesuai.

2.11. Untuk terminasi kabel pada busbar, circuit breaker atau peralatan lainnya harus
menggunakan sepatu kabel.

2.12. Semua peralatan listrik yang memerlukan pentanahan harus diberi pentanahan
tersendiri dan terpisah dari instalasi pentanahan lain.

2.13. Semua instalasi penerangan dan kotak kontak menggunakan sistem 3 core
dimana core yang ketiga merupakan jaringan pentanahan disatukan ke panel
listrik.

2.14. Sistem tegangan listrik 380 volt - 3 fasa - 50 Hz atau 220 volt - 1 fasa - 50 Hz.

Pasal 3 - PERSYARATAN UMUM MATERIAL

3.1. Syarat-syarat dasar.

a. Kontraktor harus memberikan bahan/material dari kualitas baik, baru, bukan


hasil perbaikan dan pemasangan yang rapi dan sempurna sehingga dapat
berfungsi dengan baik dan harus sesuai dengan spesifikasi/persyaratan
ataupun ketentuan pabrik.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 6 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

b. Kapasitas yang tercantum baik dalam gambar atau spesifikasi merupakan


kapasitas minimum. Penyesuaian dalam pemilihan boleh dilakukan
Kontraktor dengan syarat-syarat sebagai berikut :

 Tidak menyebabkan pertambahan peralatan

 Sistem tidak berubah, dan menjadi lebih sulit

 Tidak meminta pertambahan ruang

 Biaya operasi dan pemeliharaan tidak menjadi mahal.

 Melakukan konfirmasi ke Konsultan Perencana dan mengajukan


daftar penyimpangan (deviation list), dan disesuaikan dengan pasal 1
butir 1.10.

c. Dalam hal ukuran fisis harus cukup dan tidak meminta ruangan lebih besar
dari pada yang telah disediakan. Kecukupan tersebut dalam arti telah
termasuk segala peralatan pendukung yang perlu untuk operasi sampai
sempurna sesuai ketentuan pabrik dan sesuai dengan pasal 1 butir 1.10.

3.2. Syarat-syarat fisis

a. Bahan dan peralatan dari klasifikasi atau type yang sama sedapat mungkin
diminta dari merk atau buatan pabrik yang sama.

b. Apabila suatu unit peralatan terdiri dari bagian-bagian komponen, maka


seluruh bagian-bagiannya sebaiknya dari merk yang sama untuk
menghindari kesulitan dalam hal :

 pemeliharaan dan menjaga mutu karakteristiknya.


 Jaminan produk dan pemasangan
 Menentukan pihak yang akan bertanggung jawab apabila terjadi ketidak
sesuaian ataupun kesalahan

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 7 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

c. Apabila diperlukan suatu peralatan tambahan yang berbeda merek tapi


merupakan bagian dari sistem secara keseluruhan, maka kontraktor harus
mengajukan surat dukungan dari pabrik peralatan utama yang menyatakan
bahwa merek peralatan tambahan tersebut akan “competible” dengan
peralatan utama yang diproduksinya.

Pasal 4 - PERSYARATAN UMUM PEMASANGAN

4.1. Kontraktor harus mengajukan persetujuan material utama seperti Panel Trafo
Isolasi, Trafo Isolasi, Kabel Toevoer & Kabel Instalasi, Panel Tegangan
Rendah, dan harus mendapat persetujuan dari Konsultan Perencana.
Pengajuan material maksimum 3 (tiga) minggu sebelum jadwal
persetujuan

4.2. Kontraktor diharuskan meneliti semua dimensi-dimensi secepatnya sesudah


mendapat SPK.
Sebelum melakukan pemasangan bahan dan peralatan lakukanlah
pengukuran, meneliti peil - peil dalam proyek menurut keadaan sebenarnya.
Apabila ada perbedaan antara pengukuran dilapangan dengan gambar, ajukan
data-data dan usul-usul kepada Konsultan Perencana tentang apa yang perlu
diubah atau diatur kembali agar supaya semua instalasi dan peralatan dalam
sistem dapat ditempatkan dan bekerja sebaik-baiknya.

4.3. Kontraktor harus melakukan pengukuran dan memberi tanda pada tempat yang
akan dipasang peralatan/instalasi sesuai ukuran sebenarnya dengan mendapat
persetujuan dari Konsultan Pengawas.

4.4. Kontraktor harus membuat gambar pemasangan dilapangan/gambar kerja


(shop drawing) yang dibuat oleh pabrik atau studio Kontraktor, yang memuat
denah, potongan dan detail serta ukuran yang jelas untuk keperluan
pemasangan yang sesungguhnya, sesuai dengan peralatan utama dan
peralatan bantu serta peralatan perlengkapan lainnya sebelum melakukan

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 8 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

pemasangan untuk menjamin ketepatan, dan hal ini harus mendapat


persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas sebelum dilaksanakan.
Pengajuan gambar kerja maksimum 1 (satu) minggu sebelum jadwal
pelaksanaan.

4.5. Persetujuan terhadap suatu material/shop drawing/schematic diagram tidak


berarti membebaskan kontraktor dari kewajiban untuk memenuhi semua
persyaratan yang diminta dalam spesifikasi/RKS ini, terutama apabila dalam
lembar persetujuan tersebut tidak menampilkan secara detail semua
persyaratan yang diminta oleh spesifikasi/RKS.

4.6. Kontraktor harus berkonsultasi dengan Kontraktor lain dan Konsultan


Pengawas sebelum memulai pekerjaan pemasangan kabel/ konduit, hanger,
peralatan dan sebagainya sedemikian sehingga kabel-kabel listrik dan
peralatan tidak bertabrakan dengan pemasangan pekerjaan lain. Apabila ada
perselisihan paham antar Kontraktor maka keputusan akhir ada pada Konsultan
Pengawas.

4.7. Kontraktor harus kerja sama dengan Kontraktor pembuat panel dalam hal
pemasangan komponen kontrol dan komponen pengaman (CB).

4.8. Bilamana terjadi perbedaan antara gambar rencana dan gambar kerja dengan
keadaan sebenarnya dilapangan, Kontraktor diharuskan memberitahukan
secepat mungkin kepada Konsultan Pengawas untuk dapat diselesaikan.

4.9. Kontraktor harus dapat bekerjasama dengan Kontraktor lain serta Konsultan
Pengawas, sehingga koordinasi lapangan berjalan lancar.

4.10. Semua material sebelum dipesan, dibeli, masuk ke site project dan sebelum
dilakukan pemasangan, harus mendapat persetujuan dari Konsultan
Pengawas. Khusus untuk peralatan utama seperti :

 Panel listrik Tegangan Rendah : diatur dalam pasal 4 butir 4.1 dan pasal 8
butir 8.11.3 ; 8.11.4 ; 8.11.5 dan butir 8.11.7 pada RKS ini.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 9 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

Pasal 5 - SPESIFIKASI UMUM TESTING/ PENGUJIAN

5.1. Pengujian Instalasi Listrik

a. Semua pelaksanaan instalasi dan peralatan harus diuji sehingga mencapai


hasil baik dan bekerja sempurna sesuai persyaratan PLN dan syarat-syarat
pada pasal 1 butir 1.9.

b. Bilamana diangap perlu maka Konsultan Pengawas atau Perencana berhak


meminta supaya bahan-bahan instalasi atau peralatan dapat diuji ke
laboratorium atas tanggungan biaya Kontraktor.

c. Setiap instalasi yang akan ditutup harus diuji sebelum dan sesudah bagian
tersebut tertutup sehingga diperoleh hasil yang baik sesuai peraturan pada
pasal 1 butir 1.9.

d. Semua penyambungan harus diperiksa tersambung dengan mantap,


kencang dan tidak terjadi kesalahan sambung atau kesalahan polaritas.

e. Tahanan tanah harus diuji memenuhi persyaratan yang dispesifikasikan.

f. Setiap bagian instalasi yang akan tertutup harus diuji sebelum dan sesudah
bagian tersebut tertutup.

g. Untuk bangunan lebih dari satu lantai maka setiap satu lantai telah selesai
dilaksanakan maka harus dilakukan pengujian terhadap lantai yang
bersangkutan.

h. Setiap Panel dan Instalasi selesai dilaksanakan harus diuji bahwa


sambungan terpasang dengan kencang dan tidak terjadi salah polaritas.

i. Tahanan/impedansi instalasi harus sesuai dengan persyaratan RKS dan


PLN.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 10 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

j. Setelah seluruh peralatan terpasang harus diuji kelengkapannya sehingga


tidak ada yang kurang dan tersambung dengan benar.

k. Pengujian seluruh sistem harus bersama agen dan hasilnya harus baik dan
memenuhi persyaratan spesifikasi dan pabrik pembuat.

l. Bila diperlukan pengujian terhadap bahan-bahan instalasi dan peralatan,


maka Konsultan Pengawas boleh meminta bahan-bahan instalasi dan
peralatan tersebut untuk diuji ke laboratorium atas biaya Kontraktor.

m.Seluruh pengujian harus dilakukan bersama Konsultan Pengawas, serta


dibuat berita acaranya.

Pasal 6 - PENYERAHAN, PEMELIHARAAN DAN JAMINAN

6.1. Penyerahan dilakukan dengan Berita Acara proyek disertai lampiran-lampiran


sebagai berikut :

a. Gambar revisi (as build drawing), dengan jumlah sesuai lingkup/ scope
pekerjaan.
b. Surat pemeriksaan dari LMK.
c. Laporan hasil pengukuran.
d. Sertifikat pabrik untuk peralatan utama seperti Panel Trafo Isolasi, Trafo
Isolasi, Kabel Toevoer & Kabel Instalasi, Panel Tegangan Rendah,
Khusus untuk panel tegangan rendah, sertifikat harus ditandatangani oleh
personil yang bertanggung jawab dari pabrik panel sesuai dengan yang
diatur pada pasal 8 butir 8.11.5.

e. Surat jaminan ditujukan kepada pemilik bangunan dan mencantumkan nama


proyek.

f. Brosur asli, petunjuk operasi dan petunjuk pemeliharaan.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 11 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

6.2. Setelah serah terima tahap I Kontraktor harus melakukan masa pemeliharaan
dan penggantian peralatan yang rusak secara cuma-cuma selama jangka
waktu 90 hari terhadap hasil pekerjaan tetap dalam keadaan bekerja sempurna.

6.3. Setelah penyerahan I, Kontraktor diharuskan melatih orang-orang yang ditunjuk


oleh pemilik bangunan, sehingga mahir dalam mengoperasikan, menyetel dan
memelihara semua peralatan dari instalasi yang dilaksanakan.

6.4. Pada saat serah terima tahap II (dua) :

 Semua peralatan dalam kondisi bersih.


 Ruangan panel dalam kondisi bersih
 Semua peralatan dalam kondisi siap operasi

6.5. Setelah serah terima tahap II, Kontraktor harus melakukan masa jaminan
terhadap instalasi dan peralatan terpasang selama jangka waktu 365 hari
(kecuali bola/tube lampu).

PASAL 7 - LINGKUP PEKERJAAN

7.1. Melaksanakan seluruh instalasi :


a. Penerangan dan kotak kontak
b. Pentanahan dan instalasinya

7.2. Menyediakan dan memasang semua feeder listrik.

7.3. Menyediakan dan memasang seluruh panel Tegangan Rendah termasuk


memasang nama-nama panel dan gambar hubungan circuit breaker berupa
tulisan yang jelas dari bahan yang tahan lama.

7.4. Menyediakan dan memasang armature lampu (penyediaan lubang pada


plafond serta perapihan plafond kembali ).

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 12 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

7.5. Menyediakan dan memasang instalasi dan peralatan peredam petir.

7.6. Menyerahkan gambar “As Build Drawing” sebanyak 4 (empat ) set fotokopian
dan 1 (satu) set gambar asli.

7.7. Melakukan supervisi dan pengetesan.

7.8. Melaksanakan pemeliharaan dan memberikan jaminan terhadap instalasi dan


peralatan terpasang sesuai pasal 6 butir 6.2 dan 6.5 dengan menyerahkan
surat pernyataan jaminan instalasi listrik.

7.9. Menyerahkan buku Panduan Operasional dan Pemeliharaan (Operation &


Maintenance Manual) dalam bahasa Indonesia (lampiran berupa Brosur
diperbolehkan dalam bahasa Inggris). Buku Panduan harus disetujui oleh
Konsultan Pengawas.

7.10. Melatih operator Pemilik Proyek selama 14 hari kerja dan dilengkapi dengan
berita acara training. Buku panduan yang dipergunakan dalam pelatihan
adalah buku panduan sesuai item diatas.

7.11. Melaksanakan dan mengurus perizinan yang terkait.

Pasal 8 - SPESIFIKASI TEKNIK - BAHAN DAN PERALATAN

8.1. Kabel listrik Tegangan Rendah

8.1.1. Type NYM


- Standard : PLN / LMK dan SNI
- Konstruksi : Annealed copper solid
- Diameter : sesuai kebutuhan minimal 2 1/2 mm2.
- Jumlah core : Satu (single)
- Kelas tegangan : 1000 Volt dan 600/1000 Volt
- Isolasi : PVC and sheathed

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 13 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

- Produksi : Lihat Daftar Material

8.1.2. Type NYY


- Standard : PLN / LMK dan SII
- Konstruksi : Annealed copper solid atau stranded
- Diameter : sesuai kebutuhan
- Jumlah core : Satu (single) atau banyak (multi)
- Kelas tegangan : 1000 Volt dan 600/1000 Volt
- Isolasi : PVC and sheathed
- Produksi : Lihat Daftar Material

8.1.3. Type NYFGbY


- Standard : PLN / LMK dan SII
- Konstruksi : Annealed copper solid atau stranded
- Armour : Flat steel wire and tape
- Diameter : sesuai kebutuhan
- Jumlah core : Satu (single) atau banyak (multi)
- Kelas tegangan : 1000 Volt dan 600/1000 Volt
- Isolasi : PVC and sheathed
- Produksi : Lihat Daftar Material

8.1.4. Type Bare Conductor (BC)


- Standard : PLN / LMK dan SII
- Konstruksi : Annealed copper solid atau stranded
- Diameter : sesuai kebutuhan
- Produksi : Lihat Daftar Material

8.1.5. Copper rod untuk Pentanahan


 Konstruksi : Round solid Copper
 Diameter : 1” 
 Produksi : Local product

8.1.6. Type Fire Resistance Cable


PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 14 dari 32 Paraf :
Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

- Standard : IEC , NFPA


- Konstruksi : Annealed copper solid atau stranded
- Diameter : sesuai kebutuhan minimal 2 1/2 mm2.
- Jumlah core : Satu (single) atau multi core
- Kelas tegangan : 1000 Volt dan 600/1000 Volt
- Isolasi : mineral
- Produksi : Lihat Daftar Material

 Merek Kabel harus seragam untuk pemasangan dalam satu sistim 3-


phase atau 1-Phase.

 Merek Kabel harus seragam untuk pemasangan dalam satu deretan panel
listrik (beberapa panel yang tergabung tanpa pemisah satu sama lainnya).

 Merek Kabel harus seragam untuk pemasangan dalam satu panel listrik.

a. Pemasangan

1). Seluruh ujung kabel harus diberi sepatu kabel. Bahan sepatu kabel ialah
tembaga.

2). Sepatu kabel yang berukuran 70 mm2 atau lebih harus menggunakan
alat press hidraulic yang kemudian disolder dengan timah patri.

3). Kabel feeder didalam ruang terpasang rapih pada rak kabel atau trench
tanpa dilindungi pipa. Kabel feeder yang dipasang didalam trench harus
mempergunakan support dari besi siku tiap 50 cm.

Pada kedua ujung kabel harus diberi tanda yang jelas dan tidak mudah
lepas, untuk meng-identifikasi arah beban.

4). Kabel feeder didalam shaft terpasang rapih pada rak kabel tanpa
dilindungi pipa.

5). Setiap belokan kabel harus diperhatikan radiusnya yang minimal R = 40


D, dimana D adalah diameter kabel tersebut.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 15 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

6). Setiap ujung kabel yang akan diconnect pada panel atau peralatan harus
diberi kelebihan panjang secukupnya untuk menghindari kemungkinan
penggeseran alat-alat tsb.

b. Pengujian : Semua kabel feeder harus ditest tegangan dan tahanan isolasi
yang memenuhi persyaratan PLN/LMK.

8.2. Pipa galvanis dan fitting untuk instalasi dibawah lantai, diluar bangunan/tanah,
dan ruang-ruang yang yang mempunyai tekanan mekanis seperti ruang trafo,
ruang pompa, ruang diesel genset dll :

a. Spesifikasi Material :

- Pipa galvanized digunakan kelas medium jenis bulat dengan luas


penampang 2.5 kali penampang luar kabel dan minimal  20 mm.
- Semua pipa galvanis ini harus dilindungi dengan lapisan anti karat.

b. Pemasangan

- Dihalaman instalasi terpasang minimal 60 centimeter dari permukaan.


Pipa diletakan pada lapisan pasir setebal 10 cm pada bagian bawah dan
atas pipa dan diberi pelindung batu beton diatasnya.

- Untuk sleeve/sparing didalam bangunan : lubang antara pipa dengan


kabel dicor/diisi dengan bahan (Multi Cable Transit) yang sifatnya
menahan Air, Asap dan api dengan fire rating  2 (dua) jam.

c. Produksi (Pipa GIP) : Lihat Daftar Material

d. Produksi (Multi Cable Transit) : Lihat Daftar Material

8.3. Pipa UPVC dan fitting untuk instalasi didalam bangunan dan diluar bangunan/
tanah yang tidak terdapat tekanan mekanis :

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 16 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

a. Spesifikasi Material

Pipa UPVC jenis high impact dengan luas penampang 2.5 kali luas
penampang luar kabel dan minimal  20 mm.

b. Pemasangan

- Dihalaman instalasi terpasang minimal 60 cm dibawah permukaan.

Pipa diletakan pada lapisan pasir setebal 10 cm pada bagian bawah dan
atas pipa dan diberi pelindung batu beton diatasnya.

- Pada daerah langit-langit dengan plafond instalasi satu atau dua jalur
diletakan pada rack atau diklem langsung ke pelat beton.Untuk instalasi
lebih dari dua jalur diletakan pada rack-cable.

- Pada daerah langit-langit tanpa plafond terpasang dengan di klem ke plat


atap atau diletakan pada rak atau hanger cable yang digantung ke plat.

- Dibawah plafond atau langit-langit instalasi terpasang recessed mounted


ke kolom, tembok atau didalam partisi.

- Kelos kayu kamper harus terpasang kokoh dan rata/rapi ke pelat beton.

c. Produksi (pipa UPVC) : Lihat Daftar Material

8.4. Stop Kontak/Kotak-kontak

a. Spesifikasi Material
- Type standard warna putih.

- Stopkontak mempunyai 2 kutub ditambah 1 untuk pentanahan.

b. Pemasangan
- Jenis pasangan reccessed mounted

- Dalam pengadaan stopkontak harus lengkap dengan box tempat


dudukannya dari bahan metal jenis pasangan recessmounted.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 17 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

- Stopkontak setinggi 30 cm diatas lantai kecuali untuk peralatan tertentu.

- Setiap kotak-kontak dilengkapi dengan label yang menunjukkan kapasitas


amper, kapasitas daya (watt) dan level tegangan.

c. Produksi : Lihat Daftar Material

8.5. Rak Kabel dan Hanger

a. Spesifikasi Material

1).Material Hanger

- Bahan besi pelat atau siku yang diklem setiap jarak 100 cm

- Gantungan ke plat beton dengan ikatan ramset atau fischerplug

- Besi pelat dan mur baut

- Semua bahan besi harus dimeni synchromat dan dicat warna abu-abu

2).Rak Kabel

- Kabel ladder lengkap T, siku, drop out dll.

- Bahan galvanis sheet steel dengan bentuk sesuai gambar.

- Ukuran lebar disesuaikan dengan gambar atau sesuai kebutuhan

- Gantungan ke plat atap atau pemegang ke dinding untuk setiap 100 cm


dengan besi beton 10 mm dan besi siku.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 18 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

- Semua bahan besi harus dianti karat

b. Pemasangan

- Pemasangan angkur harus dikerjakan sebelum pengecoran dan diikat ke


besi beton.
- Dapat juga dilakukan dengan tembakan ramset atau fischerplug.
- Ramset atau fischerplug harus terpasang ke pelat beton dengan kokoh.
- Rak kabel bersama penggantung di murbaut ke ankur.
- Hanger besi pelat atau besi beton di murbaut atau di las ke ramset atau
fischerplug.
- Kemudian instalasi diklem ke rack kabel.

c. Penggunaan :

 Untuk kabel dengan diameter < 50 mm2 : menggunakan kabel Tray


 Untuk kabel dengan diameter  50 mm2 : menggunakan kabel
Ladder

d. Produksi : Lihat Daftar Material

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 19 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

8.6. Gali Urug

a. Kontraktor harus menggali dengan kedalaman dan besar yang sesuai


spesifikasi yang diminta.
b. Bilamana ada tabrakan dengan pipa, saluran got atau lainnya, harus dibuat
gambar detail dan cara penyelesaian yang baik untuk semua pihak dengan
mendapat persetujuan dari Konsultan Perencana.
c. Biaya yang timbul karena kelalaian/kesalahan Kontraktor harus menjadi
tanggung jawab Kontraktor bersangkutan.
d. Setelah selesai pemasangan kabel, galian harus diurug kembali dengan sirtu
sampai padat.
e. Keterlambatan penggalian sehingga merusak hasil pekerjaan pihak lain
harus diperbaiki kembali oleh kontraktor dengan beban biaya tanggungan
sendiri.

8.7. Pentanahan

Yang harus diberi pentanahan adalah :

 Pintu besi, base plate, plate bordes, dll.


 Semua Peralatan dan panel-listrik
 Semua material bangunan yang bersifat konduktif

a. Spesifikasi Material :

1). Semua sistem listrik menggunakan sistem pentanahan menurut apa


yang ditentukan dalam PUIL 2011 (serta penyesuaian terhadap
“amandemen” yang dikeluarkan secara berkala oleh tim penyusun PUIL)

2). Grounding Electroda berupa pentanahan buatan dari pantekan


batangan tembaga masip  25 mm, panjang minimal 6 meter dan
medapat tahanan tanah lebih kecil dari 5 ohm.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 20 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

3). Pentanahan sistem


Yang dimaksud dengan pentanahan sistem adalah pentanahan kawat
netral (N), yang harus ditanahkan adalah listrik netral.
Grounding Electroda berupa pentanahan buatan dari pantekan
batangan tembaga masip  25 mm, sehingga diperoleh tahanan tanah
lebih kecil dari 5 ohm.

4) Pentanahan Badan Peralatan dilakukan sebagai berikut :

 Untuk pentanahan sistem dimana penampang kawat fasanya lebih


besar atau sama dengan 10 mm2 dilakukan pentanahan ke kawat
netral (N). Kawat penghubung antara badan dengan tanah diberi
code “P”.
 Sistem pentanahan ini mempunyai sifat N = P. Busbar dalam panel
hanya 4 (empat) buah.
 Untuk sistem dimana penampang kawat fasa lebih kecil dari 10 mm2
dianut pentanahan ke kawat pengaman “P” Pada panel ini keluar 2
kawat pentanahan yaitu “N” dan “P” , sehinggah jumlah busbar
dalam panel berjumlah 5 (lima) buah.

b. Pemasangan

 Pentanahan terpasang dalam trench kabel, menembus dinding diatas


sloof menuju bak kontrol. Instalasi terpasang minimal 60 cm dibawah
permukaan tanah.
 Kawat pentanahan adalah dari tembaga dengan penampang yang
disesuaikan.

c. Pengujian
Tahanan tanah harus diuji sampai lebih kecil dari 5 ohm diukur dalam
keadaan tanah kering.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 21 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

8.8. Panel Tegangan Rendah :

8.8.1. Umum
 Tegangan kerja : 380 volt - 3 fasa - 50 Hz.
Jenis panel indoor freestanding dengan pintu.
 Lalu lintas kabel : dari bawah panel.
 Gambar detail harus dibuat oleh “Panel Maker” dan harus diperiksa
oleh Konsultan Perencana.

8.8.2. Pemutusan Daya

Release harus mengandung :


- thermal overload release.
- magnetic short circuit release (mempunyai setting range).

8.8.3. Rumah Panel dan komponen Tegangan Rendah

1. Panel Maker (pabrik panel) sebaiknya mempunyai sertifikat type


test yang menunjukkan Short Circuit Test dan Temperature Fuse
Test (minimal harus mempunyai sertifikat “Rekayasa Panel” dari
LMK..

2. Material untuk rangka / frame panel adalah profil “U” dari plat baja
dengan ketebalan 2 mm.

3. Cat finished panel : powder coating

4. Type panel utama (LVMDP) : free standing c/w swing door

5. Form protection adalah form-2 dengan arti :


 Komponen yang bertegangan terpisah secara
fisik/jangkauan/sentuhan orang pada saat pintu panel terbuka.
Pemisahan dilakukan dengan “panel decker” yang terbuat dari
bahan transparent

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 22 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

 Busbar dan Circuit Breaker mempunyai kompartement sendiri


yang terpisah satu sama lainnya

6. Suhu dan kelembaban dalam panel adalah :


- suhu : + 10C  T  40C
- kelembaban : 30%  HR  90%

Kontraktor wajib menyesuaikan / menambah peralatan berupa fan


atau exchanger bila suhu yang disyaratkan tidak tercapai oleh
sistem pendingin ruangan panel (room-switchboard) yang telah
direncanakan yaitu  23C dengan kelembaban  60%.

7. Semua circuit breaker harus sesuai standart IEC/ PUIL 2011.

8. Semua circuit breaker (MCB, MCCB, ACB) pada panel utama


(LVMDP) adalah type 4 (empat) Pole / kutub aktive.

9. Semua circuit breaker pada panel utama (LVMDP) dilengkapi


dengan “Unit Trip”

10. Semua komponen Breaker harus satu merek (seragam) untuk


menghindari kesulitan dalam hal :

 pemeliharaan dan menjaga mutu karakteristiknya.


 Jaminan produk dan pemasangan
 Menentukan pihak yang akan bertanggung jawab apabila terjadi
ketidaksesuain ataupun kesalahan

13. Penyambungan circuit breaker  250 A, terhadap komponen


lainnya harus disambung dengan busbar.

14. Pilot lamp, push button pada semua panel listrik dan panel-panel
kontrol berupa light emiting diode (LED).

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 23 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

15. Pilot lamp, push button pada semua panel listrik dan panel-panel
kontrol mempunyai indeks proteksi (IP) 65.

16. Ukuran dan rumah panel harus dapat mencakup semua peralatan
dengan penempatan yang cukup secara elektris dan fisis.

17. Bagian-bagian rumah panel terbuat/terdiri dari kompartemen sheet


steel yang dilas. Pintu swing depan, kerangka baja yang dilas dan
pelat penutup, dari sheet steel (yang dimaksud steel adalah carbon
steel).

18. Diagram hubungan listrik antar Circuit Breaker pada setiap


cell/kubikel panel, maupun antar cell/kubikel panel, harus
tergambar pada setiap sisi pintu panel dengan bahan/material yang
tahan lama seperti Scotlite atau yang sejenisnya. Gambar harus
menunjukan : busbar, Circuit Breaker, dan jaringan/wiring utama.

19. Tebal dari pelat adalah minimum 1,6 mm.

20. Peralatan instrumen, switches dan sebagainya harus dipasang


dalam pasangan masuk dari muka melalui bukaan-bukaan yang
telah tersedia pada rumah panel.

21. Untuk memudahkan pemasangan dan pemeliharaan bagian


penutup belakang panel harus dapat dibuka dengan peralatan
khusus.

22. Pintu harus dengan engsel yang tersembunyi dan interlock dengan
breaker untuk pengaman

23. Bukaan Ventilasi pada kedua sisi panel

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 24 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

24. Pada tempat masuknya kabel kedalam panel harus dipasang


penutup dengan baut, yang bila dikencangkan maka kontak antara
udara dalam dan udara luar terputus. Penutup adalah dari type anti
debu atau kotoran lainnya.

25. Penutup dan bagian-bagian yang dilas harus dibersihkan dengan


bahan-bahan kimia yang tepat, di treat dengan hot phospate, dicuci
dan dicat primer dengan bahan indoor light gray paint. Sesudah
semua bagian terpasang, bagian luar diberi cat pelindung yang
sama.

26. Diameter kabel < 10mm2 harus terdiri dari 5 (lima) core.

27. Kabel pentanahan BC 50 mm2.

28. Perubahan / penggantian type kabel dari “multi-core” menjadi


“single-core” diperbolehkan dengan syarat diameter kabel
pengganti sama dan sejenis.

29. Perubahan / penggantian type kabel dari “single-core” menjadi


“multi-core” diperbolehkan dengan syarat diameter kabel pengganti
diperbesar / ditingkatkan dua tingkat diatasnya.

30. Kontraktor harus/wajib melakukan penyesuaian komponen panel


(circuit breaker, cable, busbar, dll ) terhadap kemungkinan adanya
perbedaan asumsi/persepsi antara perencanaan dengan
penawaran kontraktor atas karakteristik arus asut (starting current)
motor.

31. Kontraktor harus/wajib melakukan penyesuaian komponen panel


(circuit breaker, kabel, busbar, dll) terhadap kemungkinan adanya
perbedaan asumsi/persepsi antara perencanaan dengan
penawaran kontraktor atas tipe motor 3 (phase) dan 1 (phase).

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 25 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

32. Semua material yang bersifat konduktif harus ditanahkan.

33. Penyambungan kabel BC harus dipabrikasi di lapangan (Cadweld-


System) dengan serbuk tembaga.

34. Proteksi untuk semua peralatan penunjang seperti control /


indikator menggunakan MCB (Mini Circuit Breaker).

35. Bahan terdiri dari Semua permukaan pelat baja sebelum dicat
harus mendapat pembersihan sejenis "phosphatizing treatment".
Bagian dalam dan luar harus mendapat paling sedikit satu lapis cat
penahan karat.

36. Lapisan akhir cat finish bagian luar dasarnya abu-abu.

37. Label-label terbuat dari bahan "Trafolite" yang tersusun berlapis


putih-hitam-putih dan digrafir sesuai kebutuhan dalam Bahasa
Indonesia

38. Semua pengabelan didalam harus rapih terdiri atas kabel-kabel


warna, dipasang memakai terminal, mudah diusut dan mudah
dalam pemeliharaan

8.8.4. Busbar Panel Tegangan Rendah

1. Pada sambungan busbar harus diberi bahan pelindung (tinned).

2. Tembaga yang berdaya hantar tinggi, bentuk persegi panjang


dipasang pada pole-pole isolator dari bahan cast resin dengan
kekuatan dan jarak yang telah diperhitungkan untuk menahan
tekanan-tekanan elektris dan mekanis pada level hubung singkat
yang ada dititik tersebut.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 26 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

3. Busbar dalam panel harus disusun sebaik-baiknya sampai semua


terminasi kabel atau bar lainnya tidak menyebabkan lekukan-
lekukan yang tidak wajar.

4. Batang-batang penghubung antara busbar dengan breaker harus


mempunyai penampang yang cukup dengan rating arus tidak
kurang dari 125 % rating (amper frame) breaker tersebut.

5. Rel pentanahan diperpanjang kearah deretan panel, terbuat dari


tembaga dengan kapasitas 100% rel utama.

6. Busbar material : Hard drawn high conductivity copper dengan


kandungan tembaga ( Cu > 99%)
Dibuktikan dengan sertifikat yang menunjukkan komposisi untuk
setiap jenis / ukuran busbar. Sertifikasi dari salah satu anggota
Copper Development Comite of South East Asia.

7. Busbar Support :

 Busbar harus non hygroscopic / thermoplastic serta anti traking


insulator dan harus self extinguisher

 Harus individual (satu-satu) untuk setiap phasenya

 Banyaknya support yang digunakan harus cukup jumlahnya


untuk menahan electrodynamic stress yang disebabkan oleh
arus hubung singkat.

 Harus mampu menahan peak short circuit current.

9. Busbar clearance :
 Jarak antara dua busbar : sesuai dengan standart IEC, DIN,
PUIL 2011.
 Phase to phase clearance : minimal 75mm

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 27 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

 Phase to earth clearance : minimal 40mm

10. Harus terdapat busbar horizontal dan vertikal pada setiap kubikel
panel.

11. Cu BARS di cat dengan warna yang berbeda untuk setiap phase
(Sesuai standar PUIL 2011)

12. Tidak diperbolehkan melakukan optimasi besaran / kapasitas


busbar dengan menggunakan sistem hantaran bercabang.

8.8.5. Instrument dan peralatan penunjuk lainnya :

 Voltmeter AC :
 Jenis moving iron, range 600 volt, sudut 90 derajat, kelas 2,5
hubungan langsung.
 Rangkaian memakai fuse.
 Bentuk persegi empat pasangan masuk.
 Selector switch dapat mengukur : - fasa/fasa
- fasa/netral

 Ammeter AC : - Jenis moving iron, range sesuai kebutuhan, 90 derajat


hubungan langsung dengan trafo arus kelas 2,5.
- Bentuk persegi empat, pasangan masuk

 Cos- meter. : - Jenis moving iron, range sesuai kebutuhan, 90 derajat


hubungan langsung dengan trafo arus kelas 2,5.
- Bentuk persegi empat, pasangan masuk

 Frequensi meter : - Jenis moving iron, range sesuai kebutuhan, 90


derajat hubungan langsung dengan trafo arus kelas
2,5.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 28 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

- Bentuk persegi empat, pasangan masuk

 Lampu pilot/indicator : Light Emitting Diode (LED)

8.8.6. Pemasangan Rumah Panel Tegangan Rendah

Panel Tegangan Rendah terpasang berdiri bebas diatas lantai atau


surface mounted pada dinding. Jenis indoor terpasang surface mounted
pada dinding, kolom dan partisi atau floor mounted sedang jenis outdoor
harus terpasang dengan dudukan dan penadah hujan.

8.8.7. Pengujian Panel Tegangan Rendah

 Periksa semua peralatan panel dalam keadaan lengkap dan semua


sambungan benar terpasang secara mantap.
 Bersihkan bagian dalam panel dan periksa barang-barang yang
tidak diperlukan disingkirkan.
 Periksa dan test semua tegangan dan tahanan isolasi harus dalam
keadaan baik dan sempurna.
 Juga harus diuji sistem kerjanya sesuai spesifikasi yang disyaratkan.

8.8.8. Produksi (Panel Maker) : Lihat Daftar Material

8.8.9. Produksi (Komponen CB) : Lihat Daftar Material

8.8.10. Produksi (Kontaktor/Relay) : Lihat Daftar Material

8.8.11. Pengetesan

1. Pengetesan dilakukan sebagai berikut :

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 29 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

Pengetesan dengan beban 25 %, 50 %, 75 % dan 100 % dari net


output yang diminta dengan target power factor 0,7, 0,8, 0,85, 0,9,
0,95 untuk masing-masing beban.

2. Noise pada jarak 1 (satu) meter dari panel kapsitor adalah lebih
kecil/sama dengan 60 deci bell (dB).

3. Temperatur panel : - 35C rata-rata dalam 24 jam


- 20C rata-rata pertahun

8.9. Panel dan Trafo Isolasi LV


Alat monitor isolasi ini adalah alat yang vital untuk menjamin keamanan dan
kelangsungan supply listrik medik, dimana alat tersebut harus dapat
memonitor nilai isolasi secara akurat dan terus-menerus. A-Isometer yang
memiliki sistem pengukuran yang dapat memantau nilai isolasi secara
akurat, walaupun pada jaringan listrik yang terkontaminasi dengan tegangan
kotor (tegangan dc yang ditimbulkan oleh power supply dari peralatan
listrik). A-Isometer ini juga dilengkapi alat monitor beban arus, suhu
temperature, digital display dengan nilai/ data yang jelas, key pad dan
tombol uji. Untuk memenuhi standard internasional/ nasional yang ada,
maka memiliki spesifikasi Sbb :

Response time : ≤ 5 Second


Power Consumption : ≤ 6,5 Volt Ampere
Measurement Voltage : ± 12 Volt
Measurement Current : ≤ 50 µAmpere
Location Current injector (for EDS) : Yes
EMC : IEC 61326-2-4
Audible Alarm : Yes
Remote Alarm Indicator Supported : Yes
Central Monitoring for Control and : Yes
Nurse Station
Remote Alarm Indicator Supported : Yes (via BMS)

8.9.1 Panel dan Trafo Isolasi LV

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 30 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

Sesuai dengan Sesuai dengan standard IEC 60364-7-710 bag.512.1.6 dan


PUIL 2011 Bab 8.27 mengenai Ruang Fasilitas Kesehatan. besarnya daya
dari masing-masing Trafo Isolasi harus berkisar antara 0,5kVa - 10 kVa
(IEC60364-7-710) dan PUIL 2011 mengatakan 3,15Kva - 8KVa. Dengan
spesifikasi sebagai berikut :

Inrush current : 8 x In (arus nominal)


Tegangan input : 380 Volt AC
Tegangan output : 220 Volt AC
Leakage Current : < 0,5 mA
No Load Input Current Io : ≤ 2,6 %
Short circuit Voltage : ≤ 2,8 %
Induction : 0,82 T
Resistancy of Primary : ≤ 0,1 Ω
Efficiancy : ≥ 97%
Full-load temperature rise : 74ºC

8.9.2 Modul Isyarat/ Panel Isolasi


Alat Isyarat ini harus terpasang di tempat-tempat yang mudah terpantau
oleh staff rumah sakit, agar supaya gangguan pertama dapat diketahui
sedini mungkin, sebelum terjadinya gangguan kedua yang dapat
mengakibatkan terputusnya listrik dan hal-hal yang tidak diinginkan. Alat
isyarat ini telah dilengkapi dengan digital display untuk menunjukan nilai
isolasi secara jelas dan nilai beban arus dalam persen pemakaian. Untuk
memenuhi standard Internasional / Nasional (PUIL 2011) yang ada,
maka “Modul Isyarat” ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:
- Digital Display untuk isolasi dan beban arus
- Tombol tekan uji, menguji system secara remote (IEC 60264-7-710
disyaratkan)
- Lampu warna Hijau : system sedang digunakan (IEC 60264-7-710
disyaratkan)
- Lampu warna kuning : system sedang gangguan (IEC 60264-7-710
disyaratkan)
Di normalkan/ stop dengan tombol, akan tetapi warna kuning tidak dapat
dipadamkan selama ganguan masih ada.

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 31 dari 32 Paraf :


Optimalisasi Gedung/Bangunan RSUD Blok 2
RSUD Kota Bogor Pekerjaan Listrik

Sumber Listrik untuk masing-masing ruang OK tersebut diproteksi dengan


Sistem IT-Medis yang mengunakan trafo isolasi medis. Untuk alasan
kontinuitas suplai, maka nilai isolasi, beban dan suhu trafo harus dipantau
secara terus menerus dengan alat modul isolasi untuk menunjukkan
terjadinya gangguan pertama. Disarankan agar gangguan pertama
dihilangkan dengan penundaan sesingkat mungkin, sebelum terjadi
gangguan kedua. Sesudah terjadinya gangguan pertama dari isolasi
pada bagian aktif ke bumi, maka untuk proteksi terjadinya gangguan kedua
digunakan Circuit Breaker untuk pemutusan suplai listrik. Untuk
kedepannya jika diperlukan, bahwa setiap aplikasi monitoring pada
masing-masing Sumber Listrik IT-Medis dapat diintegrasikan secara
keseluruhan dengan Isolation- Gateway , sehingga memungkinkan untuk
dapat dikembangkan pada pemantauan terpusat

------------oo0oo----------------

PT. SEWUN INDO KONSULTAN EL - 32 dari 32 Paraf :