Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

JENIS TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta)

Disusun Oleh Kelompok 4 :


Ara Yuda Iswanto (1612051356)
Dayang Masmauwati (1612051358)
Rosita Enjelina (1612051376)
Sapriana Yunti Pariana (1612051377)
Yuni Sara (1612051388)
Kelas : A.12
Semester : VI (Enam)
Mata Kuliah : Botani
Dosen Pengampu : Hendrikus Julung, M. Pd

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)

PERSADA KHATULISTIWA SINTANG

2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
karunia Nyalah makalah ini dapat terselesaikan. Adapun judul dari makalah kami ini yaitu “Jenis
Tumbuhan Paku (Pteridophyta)”. Dalam penyusunan makalah ini kami mengucapkan banyak
terimakasih kepada Bapak Hendrikus Julung, M. Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Botani
yang telah memberi kesempatan dan mempercayai kami untuk menyelesaikan makalah ini
dengan tepat waktu.

Kami sebagai penyusun makalah ini menyadari bahwa tiada kesempurnaan dari makhluk
ciptaan Tuhan dan kami masih jauh dari kesempurnaan yang termasuk pada makalah ini yang
masih jauh dari kata sempurna. Kami penyusun mengharapkan kritikan dan saran dari teman-
teman pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan makalah selanjutnya.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi pihak yang membaca.

Sintang, 1 Juli 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i

DAFTAR ISI........................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1

A. Latar Belakang .......................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
C. Tujuan ....................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................... 3
A. Tumbuhan paku (Pterydophyta) ............................................................... 4
B. Ciri-ciri tumbuhan paku (Pterydophyta) .................................................. 4
C. Daur hidup dari tumbuhan paku(Pteridophyta) ........................................ 6
D. Jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) ......................................................... 7
BAB III PENUTUP ............................................................................................. 11
A. Kesimpulan ............................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 12

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tumbuhanpaku merupakan kelompok tumbuhan yang termasuk dalam divisi
Pteriodophyta dan merupakan kelompok tumbuhan yang tumbuh menempel pada pohon,
kayu mati, kayu lapuk,sersah, tanah, dan batuan.
Di dalam kehidupannya, tumbuhan paku dipengaruhi oleh faktor
lingkungan.Setiap jenis tumbuhan paku memerlukan kondisi lingkungan abiotik untuk
dapat hidup. Tumbuhan ini hidup subur dan banyak dijumpai pada lingkungan yang
lembab dan beriklim tropis.
Jenis tumbuhan yang dapat hidup sebagai epifit mencapai 30.000 jenis yang
merupakan sekitar10% dari seluruh jenis tumbuhan berpembuluh di muka bumi yang
terbagi dalam 850 margadan 65 suku. Jumlah terbanyak dari suku Orchidaceae yang
mencakup 25 000 jenis, dari kelompok paku-pakuan terdapat 3000 jenis,dan kelas
Dikotile donae sekitar 3000 jenis,dan banyak lagi dari suku termasuk Gymnospermae.
Menurut Syamsiah (2009 : 34), identifikasi jenis paku-pakuan epifit pada
berbagai jenispohon, tingkat pertumbuhan dan bagian – bagianpohon yang menjadi inang
karena ketergantungannya pada kondisi iklim mikro tegakan hutan, menyebabkan
keberadaan sejumlah koloni paku-pakuan epifit hanya dapat dijumpai pada jenis pohon
tertentu.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan tumbuhan paku (Pterydophyta) ?
2. Bagaimana Ciri-ciri tumbuhan paku (Pterydophyta)?
3. Bagaimana daur hidup dari tumbuhan paku(Pteridophyta)?
4. Apa saja jenis tumbuhan paku (Pteridophyta)?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui tumbuhan paku (Pterydophyta)
2. Untuk mengetahui Ciri-ciri tumbuhan paku (Pterydophyta)
3. Untuk mengetahui daur hidup dari tumbuhan paku(Pteridophyta)
4. Untuk mengetahui jenis tumbuhan paku (Pteridophyta)

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
Dunia tumbuhan secara umum dibagi mejadi 5 kelompok besar dalam
divisio. Kelima divisio tersebut dari
yang paling sederhana ke yang
paling komplek yaitu Divisio
Schyzophyta yaitu tumbuhan belah
yang menjadi anggota Schizophyta
adalah semua tumbuhan yang cara
reproduksinya dengan membelah
diri, inti sel belum berdinding dan
secara umum bersifat uniseluler.
Contoh dari Diviso Schizophyta adalah bakteri dan alga biru.Divisio berikutnya
adalah Divisio Thallophyta, yaitu kelompok tumbuhan yang dapat multiseluler
ataupun uniseluler namun sudah memiliki inti yang sesungguhnya.Contoh dari
Divisio Thallophyta adalah alga dan jamur. Meningkat pada kelompok tumbuhan lain
yang struktur akar dan batangnya belum ada, namun sel telah mengalami diferensiasi
dan spesialisasi adalah kelompok Bryophyta. Pteridophyta adalah divisio yang semua
anggotanya telah memiliki akar, batang dan daun yang sudah jelas.Perkembangbiakan
secara generatif dilakukan dengan menggunakan spora. (Gembong
Tjitrosoepomo,1988)
Divisio tertinggi dalam dunia tumbuhan, adalah Divisio
Spermatophyta.Divisio ini telah memiliki biji untuk perkembangan biakan
generatifnya. Divisi ada juga yang membaginya menjadi 4 saja dikarenakan Divisio
Schizophytayaitu tumbuhan belah; karena memiliki ciri inti sel belum berdinding
maka 7 dikelompokkan pada kelompok tersendiri di luar kelompok tumbuhan yaitu
Kingdom Monera.
Pada beberapa jenis paku yang hidup di tanah, batang tumbuhan paku
sejajar dengan tanah Karena tumbuhnya menyerupai akar maka batang tersebut
dinamakan rizoma. Batang inisering tertutup oleh rambut atau sisik berfungsi sebagai

3
pelindungnya. Dari rizoma ini pula tumbuh akar-akar yangl embut. Daun paku ada
yang berbentuk tunggal, majemuk ataupun menyirip ganda. Helaian daun secara
menyeluruh disebut ental, terkadang tumbuh dua macam ental, yaitu yang subur dan
mandul. Pada ental yang subur tumbuh sporangia pada permukaan daun bagian
bawah.Kumpulan dari sporangia disebut sorus sedangkan sekumpulan sorus itu
sendiri disebut dengan sori. Spora terletak pada kotak spora (sporangium) dan tidak
jarang sorus tersebut dilindungi oleh suatu lapisan penutup yang disebut indusium
yang umumnya berbentuk ginjal.
B. Ciri-Ciri Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku termasuk tumbuhan kormus berspora, artinya dapat
dibedakan antara akar, batang dan daun. Tumbuhan ini disebut Pteridophyta yang
berasal dari bahasa Yunani.Pteridophyta diambil dari kata pteronyang berarti sayap,
bulu dan phyta yang berarti tumbuhan.Di Indonesia tumbuhan ini lebih dikenal
sebagai tumbuhan paku.
Sesuai dengan artinya,pteridophyta mempunyai susunan daun yang
umumnya membentuk bangun sayap (menyirip) dan pada bagian pucuk terdapat bulu-
bulu daun mudanya membentuk gulungan atau melingkar.
Tumbuhan paku memperlihatkan pergiliran keturunan yang jelas dan
menghasilkan spora seperti halnya pada filum bryophyta.Namun pada pteridophyta
fase gametofitnya sangat kecil dan masih berbentuk thallus yang disebut protalium
(berupa lembaran kecil) sehingga tidak terlihat jelas.
Sifat prothallium pada tumbuhan paku tergantung pada sifat sporanya.Selain
itu pada tumbuhan paku, fase gametofitnya lebih singkat daripada fase
sporofitnya.Adapun fase sporofitnya terlihat jelas.Fase inilah yang sering kita lihat
dan kita kenal sebagai tumbuhan paku.

C. Morfologi Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

4
a. Akar
Akar tumbuh dari pangkal batang, membentuk akar serabut, sehingga
itusistem perakaran paku merupakan akar serabut.Berdasarkan poros
bujurnya,embrio tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi kutub atas dan kutub
bawah.Kutub atas berkembang membentuk rimpang dan daun, sedangkan bagian
kutubbawah membentuk akar.Akar tumbuhan paku bersifat endogen dan tumbuh
daririmpang.
b. Batang
Umumnya batang tumbuhan paku tumbuh di tanah disebut akar batangatau
rizoma (rimpang).Batang tumbuhan paku dapat berbentuk panjang,merambat atau
memanjat.Rimpang dan daun yang masih muda sering tertutupoleh rambut atau sisik
sebagai pelindungnya (Holtum;Satrapadja dalamHariyadi, 2000).Beberapa tumbuhan
paku memiliki batang yang muncul di atastanah, misalnya pada genus Alsophyla,
Cyathea, Psilotum.
c. Daun
Berdasarkan bentuk dan sifat daunnya tumbuhan paku dapat dibedakan atas
dua golongan menurut Smith dalam Lubis (2009) yaitu:

5
1) Megaphyllus, yaitu paku yang mempunyai daun besar sehingga mudahdibedakan
atas batang dan daun , misalnya pada Asplenium
2) Macrophyllus, yaitu paku yang memiliki daun kecil dan umumnya berupasisik
sehingga sukar dibedakan bagian-bagiannya, misalnya pada genusLycopodium.
Berdasarkan fungsinya daun paku Megaphyllus dibagi atas 2 kelompokyaitu tropofil
dan sporofil.
1) Tropofil, yaitu daun yang berwarna hijau yang berfungsi sebagaipenyelenggara
asimilasi.
2) Sporofil, yaitu daun yang berfungsi sebagai penghasil spora.
D. Daur Hidup Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Tumbuhan paku memiliki kotak spora atau sporangium. Pada sporangium


dihasilkan spora. Banyak sporangium terkumpul dalam satu wadah yang disebut
sorus, yang dilindungi oleh suatu selaput indusium.
Fase pembentukan spora dalam daur hidup tumbuhan paku disebut generasi
sporofitdan fase pembentukan gamet disebut generasi gametofit.Tumbuhan paku
mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) dengan dua generasi, yaitu generasi
sporofit dan generasi gametofit.Berdasarkan jenis sporanya, tumbuhan paku

6
dibedakan menjadi tumbuhan pakuhomospora, heterospora dan peralihan
homosporaheterospora.
Tumbuhan paku homosporamenghasilkan spora dengan ukuran sama yang
tidak dapat dibedakan antara spora jantan dan betina, misalnya Lycopodium sp.(paku
kawat). Tumbuhan paku heterospora menghasilkan spora berbeda ukuran.Spora
jantan berukurankecil disebut mikrospora dan spora betina besar disebut makrospora,
misalnya Selaginellasp(paku rane), Marsilea sp (semanggi).
Tumbuhan paku peralihan menghasilkan spora jantan dan betina yang sama
ukurannya, Misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda).Generasi gametofit pada
tumbuhan paku umurnya pendek sedangkan generasi sporofitnyaberumur panjang.
E. Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

7
7
8
9
10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Tumbuhan paku merupakan kelompok tumbuhan yang termasuk dalam divisi
Pteriodophyta dan merupakan kelompok tumbuhan yang tumbuh menempel pada
pohon, kayu mati, kayu lapuk, sersah, tanah, dan batuan.
Tumbuhan paku termasuk divisio pteridophyta dalam kingdom plantae,
tumbuhanpteridophyta merupakan tumbuhan yang sudah memiliki akar, batang, daun
yang jelas,namun masih berkembang biak secara generative
Berbagai jenis tumbuhan paku tersebut memiliki berbagai potensi seperti sebagai
tumbuhan berkhasiat obat sebanyak 11 jenis diantaranya : Syngramma alismifolia (Pr),
Diplazium accendens Blume., Gleichenia hispida Mett.ex Kuhn., Hymenophyllum sp

11
DAFTAR PUSTAKA

Cryptogamae.Bandung.Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia.

Van CGGJ, Steenis.1978. Flora, untuk sekolah di Indonesia. Jakarta.PT Pradnya Paramitha.

Anonim, 1980.Jenis Paku Indonesia., LBN-17, SDE-76, LIPI Bogor. Bogor. LIPI

Tjitrosoepomo, G. 1994. Taksonomi Tumbuhan Obat-obatan. Gadjah Mada

12

Anda mungkin juga menyukai