Anda di halaman 1dari 19

Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

METODE TRANSPORTASI

Metode Kuantitatif . 70
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

POKOK BAHASAN VI
METODE TRANSPORTASI

Sub Pokok Bahasan :

1. Metode North West Corner Rule

2. Metode Stepping Stone.

3. Metode Modi

4. Metode VAM

Tujuan Instruksional Khusus :

Setelah mempelajari Bab VI ini mahasiswa diharapkan mampu :

1. Memahami, menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan transportasi dengan

metode NWCR.

2. Memahami, menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan transportasi dengan

metode Stepping Stone.

3. Memahami, menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan transportasi dengan

metode Modi.

4. Memahami, menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan transportasi dengan

metode VAM.

5. Memahami, menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan degeneracy, dan

penggunaan variabel dummy.

Metode Kuantitatif . 71
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

POKOK BAHASAN VI.


METODE TRANSPORTASI

6.1. Pendahuluan

Metode transportasi termasuk salah satu bentuk khusus dari linier

programming. Agar dicapai kondisi optimal, maka fungsi batasan harus bertanda sama

dengan (=). Metode ini digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber-sumber yang

menyediakan produk yang sama, ke tempat-tempat yang membutuhkan secara optimal.

Alokasi ini harus diatur, karena terdapat perbedaan biaya alokasi dari satu sumber ke

tempat tujuan yang berbeda, dan atau beberapa sumber ke tempat tujuan yang berbeda

juga. Metode ini dapat dimodifikasi untuk memecahkan permasalahan dalam dunia

bisnis antara lain : pembelanjaan modal, keseimbangan perakitan perencanaan dan

penjadualan produksi, masalah periklanan, dan lain-lain.

Ada beberapa macam metode transportasi yang semuanya terarah pada

penyelesaian optimal dari permasalahan-permasalahan transportasi yang terjadi. Ahli-

ahli yang mempelopori metode transportasi ini diantaranya adalah : F.L. Hitchcock

(1941), T.C. Koopmans (1949), dan G.B. Dantziq (1951).

6.2. Asumsi Dasar

Model umum suatu permasalahan transportasi klasik dilandasi dengan asumsi-

asumsi sebagai berikut :

1. Bahwa suatu produk yang ingin diangkat tersedia dalam jumlah yang tetap dan

diketahui.

Metode Kuantitatif . 72
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

2. Bahwa produk tersebut yang akan dikirim melalui jaringan transportasi yang ada

dengan memakai cara pengangkutan tertentu dari pusat pengadaan ke pusat-pusat

permintaan.

3. Bahwa jumlah permintaan di pusat permintaanpun diketahui dalam jumlah yang

tertentu dan tetap.

4. Bahwa biaya angkut per unit produk yang diangkut juga diketahui, sehingga tujuan

untuk meminimumkan biaya angkut total dapat dicapai.

Model transportasi dapat digambarkan sebagai berikut :

Sumber (Source) Tujuan (Destination)


(Supply Si) (Demand Dj)

X11 C11

i = 1 X12 C12 j = 1

X1n C1n

X21 C21

i = 2 X22 C22 j = 2

X2n C2n

Xm1 Cm1

i = m Xm2 Cm2 j = m

Xmn Cmn

Gambar 6.1: Diagram Permasalahan Transportasi

Metode Kuantitatif . 73
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

6.3. Model Matematis

Apabila ada sejumlah m pusat pengadaan (sumber) dan akan di distribusikan ke

sejumlah n pusat permintaan (tujuan), maka secara matematis model transportasi dapat

ditulis sebagai berikut :

m n
Fungsi Tujuan : Minimumkan Z =   cij Xij
i=1 j=1

n
Batasan : 1.  Xij = ai
j=1

n
2.  Xij = bj
j=1

m n
3.  ai =  bj
i=1 j=1

4. Xij ≥ 0

Dimana :

Xij : Variabel keputusan, dalam hal ini jumlah produk yang diangkut dari sumber i ke

tujuan j.

ai : Jumlah yang disediakan untuk diangkut (jumlah supply) di titik asal i.

bj : Jumlah yang diminta untuk didatangkan (jumlah permintaan) di titik tujuan j.

cij : Biaya pengangkutan per unit produk Xij yang bersangkutan (pada rute angkutan

tertentu dengan memakai cara angkutan tertentu pula).

m : Jumlah pusat pengadaan (sumber).

n : Jumlah pusat permintaan (tujuan).

Metode Kuantitatif . 74
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

6.4. Penyelesaian Persoalan Transportasi

Secara skematis penyelesaian masalah transportasi dapat digambarkan sebagai

berikut :

Menentikan solusi fisibel


Basis awal dengan : NWCR / VAM

Solusi fisibel
Sudah optimum ? Ya Tulis
(dengan SS / Modi) Solusi

Tidak

Menentukan entering variabel dan


Leaving variabel dengan : SS / Modi

NWCR : North West Corner Rule

SS : Stepping Stone

VAM : Vogel Aproximation Methods

Modi : Modified Distribution = Multiplier

Gambar 6.2: Penyelesaian Masalah Transportasi

Metode Kuantitatif . 75
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

Contoh :

Sebuah perusahaan mempunyai 3 pabrik di lokasi yang berbeda, yaitu di A, B, dan C.

Perusahaan ini harus mendistribusikan produksinya ke 3 gudang yang lokasinya juga

berlainan, yaitu di gudang I, II, dan III. Kapasitas pabrik, kebutuhan masing-masing

gudang, dan biaya transportasi dari masing-masing pabrik ke masing-masing gudang

adalah sebagai berikut :

Tujuan
Sumber Kapasitas Pabrik
Gudang I Gudang II Gudang III
20 5 8
Pabrik A XA1 XA2 XA3 90

15 20 10
Pabrik B XB1 XB2 XB3 60

25 10 19
Pabrik C XC1 XC2 XC3 50

Kebutuihan Gudang 50 110 40 200

Bagaimanakah alokasi barang produksi dari 3 pabrik ke 3 gudang agar biaya

transportasi totalnya dapat minimum ?

a). Metode North West Corner Rule (NWCR)

Metode North West Corner Rule (NWCR) ini merupakan metode awal.

Metode ini belum tentu menghasilkan solusi yang optimum. Jika belum optimum

maka dapat dilanjutkan dengan metode yang lainnya misalnya metode Staping Stone

atau metode Modi.

Metode Kuantitatif . 76
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

Langkah-langkah metode NWCR :

*) Isilah sel pojok kiri atas dengan sejumlah maksimum sumber atau tujuan yang

paling mungkin.

*) Pengisian dilanjutkan ke sel sebelah kanan atau bawah yang masih bersisa.

*) Isilah kotak tersebut dengan sejumlah maksimum sumber atau tujuan yang paling

mungkin.

*) Seterusnya sama seperti di atas sampai terisi sel pojok kanan bawah.

Contoh :

Tujuan
Sumber Kapasitas Pabrik
Gudang 1 Gudang 2 Gudang 3
20 5 8
Pabrik A 50 40 90

15 20 10
Pabrik B 60 60

25 10 19
Pabrik C 10 40 50

Kebutuihan Gudang 50 110 40 200

Dengan alokasi barang seperti ini maka biaya transportasi total adalah sebesar =

50 (20) + 40 (5) + 60 (20) + 10 (10) + 40 (19) = 3260

b). Metode Stepping Stone

Langkah-langkah Metode Stepping Stone :

*) Setelah metode NWCR, dievaluasi apakah solusi awal telah optimum. Jika belum,

dapat dilanjutkan dengan metode yang lain misalnya Stepping Stone.

Metode Kuantitatif . 77
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

*) Perubahan alokasi dilakukan secara coba-coba (trial and error). Caranya tentukan

entering variabel dan leaving variabel dengan membuat loop tertutup (circle)

secara trial and error. Misalnya sel X A1 – XB1 – XB2 – XA2.

*) Pindahkan 1 satuan barang dari dari sel X A1 ke sel XB2, dan sebagai konsekuensinya

pindahkan juga 1 satuan barang dari sel XB2 ke sel XA2. Kemudian hitunglah

pengurangan biaya transportasi yang dapat dihemat = - 20 + 15 - 20 + 5 = - 20.

Tujuan
Sumber Kapasitas Pabrik
Gudang 1 Gudang 2 Gudang 3
20 5 8
Pabrik A - 50 40 + 90

15 20 10
Pabrik B + 60 - 60

25 10 19
Pabrik C 10 40 50

Kebutuihan Gudang 50 110 40 200

Karena tandanya (-) maka alokasikan sebanyak yang bisa (yaitu 50 unit) sehingga :

Tujuan
Sumber Kapasitas Pabrik
Gudang 1 Gudang 2 Gudang 3
20 5 8
Pabrik A 90 90

15 20 10
Pabrik B 50 10 60

25 10 19
Pabrik C 10 40 50

Kebutuihan Gudang 50 110 40 200

Metode Kuantitatif . 78
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

Perubahan alokasi yang baru tersebut, maka biaya transportasi totalnya menjadi =

90 (5) + 50 (15) + 10 (20) + 10 (10) + 40 (19) = 2260. Atau berkurang sebesar =

3260 – 2260 = 1000. Angka pengurangan sebesar 1000 tadi berasal = setiap

alokasi 1 unit dapat mengurangi biaya transportasi 20, maka kalau yang

dialokasikan sebanyak 50 unit, maka biaya yang dapat dikurangi = 1000.

*) Kemudian dengan cara yang sama dicobakan untuk alokasi pada segi empat (loop

tertutup) yang lainnya. Jika dapat mengurangi biaya maka dialokasikan sebanyak

yang bisa.

*) Catatan, jika dalam pemindahan barang ternyata perubahan biaya transportasi

ternyata bertanda positif, artinya justru akan berakibat menambah biaya

transportasi, oleh karena itu jangan dilakukan, cobalah dengan sel-sel yang lainnya.

Begitu seterusnya sampai diperoleh biaya transportasi total yang paling minimum.

c). Metode VAM (Vogel Aproximation Method)

Langkah-langkah :

*) Hitung denda baris, dengan cara mengurangkan biaya terkecil dari setiap baris

terhadap biaya terkecil kedua dari baris yang bersangkutan. Lakukan juga untuk

setiap kolom.

*) Pilih denda baris / kolom yang terbesar.

*) Jika terdapat 2 nilai denda yang sama maka pilihlah salah satu diantaranya.

*) Alokasikan sebanyak mungkin pada sel yang mempunyai ongkos / unit terkecil.

*) Hilangkan baris / kolom dimana Si / dij sudah sama dengan nol.

*) Ulangi sampai diperoleh optimum.

Metode Kuantitatif . 79
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

Contoh :

Tujuan Kapasitas Denda


Sumber
Gudang 1 Gudang 2 Gudang 3 Pabrik Baris
20 5 8
Pabrik A 90 3

15 20 10
Pabrik B 60 5

25 10 19
Pabrik C 50 9

Kebutuhan Gudang 50 110 40 200


Denda Kolom 5 5 2

Karena 9 adalah denda baris yang paling besar maka pada baris pabrik C

dialokasikan pada kotak yang biaya transpornya paling kecil (Gudang 2) sebanyak

yang bisa (XC2 =50 unit), dan baris Pabrik C dihilangkan karena kapasitasnya

sudah habis.

Tujuan Kapasitas Denda


Sumber
Gudang 1 Gudang 2 Gudang 3 Pabrik Baris
20 5 8
Pabrik A 90 3

15 20 10
Pabrik B 60 5

Kebutuhan Gudang 50 60 40 200


Denda Kolom 5 15 2

Metode Kuantitatif . 80
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

Denda yang paling besar adalah 15, maka analog dialokasikan pada kotak X A2

sebesar 60 unit. Kolon gudang 2 dihilangkan karena kapasitasnya sudah habis.

Tujuan Kapasitas Denda


Sumber
Gudang 1 Gudang 3 Pabrik Baris
20 8
Pabrik A 30 12

15 10
Pabrik B 60 5

Kebutuhan Gudang 50 40 200


Denda Kolom 5 2

Analog pada kotak XA3 dialokasikan sebanyak 30 unit, dan baris pabrik A

dihilangkan.

Tujuan Kapasitas Denda


Sumber
Gudang 1 Gudang 3 Pabrik Baris

15 10
Pabrik B 60 5

Kebutuhan Gudang 50 10 200


Denda Kolom 5 2

Metode Kuantitatif . 81
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

Karena tinggal 1 baris maka barang sebanyak 60 unit dialokasikan ke kotak X B1

sebanyak 50 unit dan kotak XC3 sebanyak 10 unit. Sehingga akhirnya distribusi

barang yang dapat memberikan biaya transportasi total yang minimum adalah

sebagai berikut :

Tujuan Kapasitas Denda


Sumber
Gudang 1 Gudang 2 Gudang 3 Pabrik Baris
20 5 8
Pabrik A 60 30 90 3

15 20 10
Pabrik B 50 10 60 5

25 10 19
Pabrik C 50 50 9

Kebutuhan Gudang 50 110 40 200


Denda Kolom 5 5 2

Jadi biaya transportasi totalnya adalah = 60 (5) + 30 (8) + 50 (15) + 10 (10) + 50 (10)

= 1890. Biaya transportasi ini adalah yang paling minimum.

d). Metode MODI (Modification Distribution)

Metode MODI (Modification Distribution) merupakan menyempurnaan dari

metode stepping stone, yaitu dengan menentukan segi empat kosong yang dapat

mengurangi biaya dengan cara yang lebih cepat dan pasti.

Langkah-langkah Metode MODI:

*) Buat Cij = Ui + Vj pada variabel dasar. Ui adalah nilai baris, dan Vj adalah

nilai kolom, sedangkan Cij adalah biaya pengangkutan 1 unit barang dari sumber I

ke tujuan j.

Metode Kuantitatif . 82
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

*) Cari harga Ui dan Vj. Sebagai langkah awal nilai baris pertama diberi nilai nol.

Sedangkan nilai kolom atau baris yang lain dihitung menggunakan rumus diatas.

CA1 = UA + V1  20 = 0 + V1  V1 = 20

CA2 = UA + V2  5 = 0 + V2  V2 = 5

CB2 = UB + V2  20 = UB + 5  UB = 15

CC2 = UC + V2  10 = UC + 5  UC = 5

CC3 = UC + V3  19 = 5 + V3  V3 = 14

*) Hitung Cij - (Ui + Vj) pada sel bukan variabel dasar. Angka ini disebut sebagai

indeks perbaikan.

CB1 - (UB + VI) = 15 – (15 + 20) = - 20

CC1 - (UC + V1) = 25 – (5 + 20) = 0

CA3 - (UA + V3) = 8 – (0 + 14) = - 6

CB3 - (UB + V3) = 10 - (15 + 14) = - 19

Dipilih indek perbaikan yang bernilai negatif paling besar, yaitu kotak X B1. Dari

kotak ini dibuat segi empat tertutup (loop tertutup) seperti pada stepping stone.

Tujuan
Sumber Gudang 1 Gudang 2 Gudang 3 Kapasitas Pabrik
V1 = 20 V2 = 5 V3 = 14
20 5 8
Pabrik A - 50 40 + 90
UA = 0
15 20 10
Pabrik B + 60 - 60
UB = 15
25 10 19
Pabrik C 10 40 50
UC = 5
Kebutuihan Gudang 50 110 40 200

Metode Kuantitatif . 83
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

Tujuan
Sumber Gudang 1 Gudang 2 Gudang 3 Kapasitas Pabrik
V1 = 0 V2 = 5 V3 = 14
20 5 8
Pabrik A 90 90
UA = 0
15 20 10
Pabrik B 50 - 10 + 60
UB = 15
25 10 19
Pabrik C + 10 40 - 50
UC = 5
Kebutuihan Gudang 50 110 40 200

Dengan perubahan alokasi ini biaya transportasi total menjadi = 90 (5) + 50 (15) +

10 (20) + 10 (10) + 40 (19) = 2260.

Tujuan
Sumber Gudang 1 Gudang 2 Gudang 3 Kapasitas Pabrik
V1 = 19 V2 = 5 V3 = 14
20 5 8
Pabrik A - 90 + 90
UA = 0
15 20 10
Pabrik B 50 10 60
UB = - 4
25 10 19
Pabrik C + 20 30 - 50
UC = 5
Kebutuihan Gudang 50 110 40 200

Biaya transportasi total = 90 (5) + 50 (15) + 10 (10) + 20 (10) + 30 ( 19) = 2070

*) Bila Cij - (Ui + Vj)  0 , solusi belum optimal.

*) Begitu seterusnya sampai diperoleh biaya transportasi total yang terendah.

Metode Kuantitatif . 84
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

Tujuan
Sumber Gudang 1 Gudang 2 Gudang 3 Kapasitas Pabrik
V1 = 13 V2 = 5 V3 = 8
20 5 8
Pabrik A 60 30 90
UA = 0
15 20 10
Pabrik B 50 10 60
UB = 2
25 10 19
Pabrik C 50 50
UC = 5
Kebutuihan Gudang 50 110 40 200

Akhirnya biaya transportasi total = 60 (5) + 30 (8) + 50 (15) + 10 (10) + 50 (10) =

1890. Biaya ini adalah yang paling minimum (optimal) karena indek perbaikannya

sudah tidak ada yang bernilai negatif.

6.5. Kapasitas Tidak Sama Dengan Kebutuhan

Jika kebutuhan tujuan tidak sama dengan kapasitas sumber maka untuk

menyelesaiakannya harus dibuat kolom dummy atau baris dummy tergantung mana

yang lebih banyak dari yang lainnya baris atau kolomnya. Dengan tambahan kolom

atau baris dummy ini, maka penyelesaian dapat diteruskan sampai tercapai kondisi

optimal.

6.6. Masalah Degeneracy

Dalam mengisi tabel awal dengan metode NWCR, kadang terjadi masalah

degeneracy, yaitu jika banyaknya segi empat kurang dari m + n – 1. (m = banyaknya

Metode Kuantitatif . 85
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

baris dan n = banyaknya kolom). Dengan adanya masalah degeneracy ini pengisian

kotak tidak bisa dilanjutkan karena ada kotak yang kosong. Untuk mengatasi masalah

ini kita bisa isi kotak yang kosong tersebut dengan angka 0 (nol). Dengan demikian

pengisian dapat kita lanjutkan sampai kotak kanan bawah.

6.7. Ringkasan

1. Metode transportasi merupakan bentuk khusus dari model linear programming.

2. Metode ini hanya mengenal masalah minimisasi, karena trnsportasi termasuk unsur

biaya. Tetapi tidak menutup kemungkinan metode ini dapat diterapkan untuk

bidang yang lain dalam masalah maksimisasi.

3. Ada banyak metode untuk menganalisis masalah transportasi, tetapi dapat

dikategorikan ke dalam metode awal dan metode lanjutan.

4. Yang termasuk metode awal adalah metode NWCR (North West Corner Rule) dan

VAM.

5. Yang termasuk metode lanjutan adalah metode Stepping Stone, Modi dan VAM.

6. Untuk kasus-kasus khusus, dapat ditambahkan variabel dummy.

6.8. Soal-Soal

1. Seorang pedagang besar beras mempunyai 3 gudang di Cianjur, Cikampek dan

Sumedang, yang masing-masing menyimpan beras sebanyak 60, 80, dan 100 ton.

Pedagang besar tersebut mempunyai daerah pemasaran di Bandung, Bogor,

Jakarta, dan Cirebon, yang masing-masing membutuhkan beras sebanyak 40, 60,

80, dan 50 ton. Ongkos angkut tiap-tiap ton beras dari : Cianjur, Cikampek, dan

Metode Kuantitatif . 86
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

Sumedang ke: Bandung, Bogor, Jakarta, dan Cirebon adalah sebagai berikut

(dalam rupiah/ton) :

Ke
Dari
Bandung Bogor Jakarta Cirebon

Cianjur 11.000 12.000 13.000 14.000

Cikampek 14.000 13.000 12.000 10.000

sumedang 10.000 12.000 12.000 11.000

Saudara diminta mengalokasikan pendistribusian beras yang optimum, dan berapa

ongkos transportasi totalnya ?

2. Sebuah perusahaan minyak goreng memiliki 3 daerah perkebunan, yaitu di A, B,

dan C. Kapasitas produksi CPO masing-masing perkebunan berturut-turut adalah :

600.000 liter, 500.000 liter, dan 800.000 liter setiap harinya. Minyak CPO tersebut

diangkut ke pabrik pengolahan yang ada di 3 lokasi yaitu : X, Y, dan Z. Kapasitas

masing-masing pabrik pengolahan minyak goreng berturut-turut adalah : 400.000

liter, 800.000 liter dan 700.000 liter CPO. Biaya pengangkutan per 100.000 liter

CPO adalah sebagai berikut :

Dari A ke X, dan Y adalah : Rp. 120.000 dan Rp. 180.000. Ke Z tidak

dilakukan pengiriman.

Dari B ke X, Y, Z masing-masing : Rp. 300.000, Rp. 100.000, dan Rp.

80.000.

Dari C ke X, Y, Z masing-masing : Rp. 200.000, Rp. 250.000, dan Rp.

120.000.

Bagaimana usul Saudara untuk mendistribusikan CPO tersebut sebaik-baiknya ?

Metode Kuantitatif . 87
Pokok Bahasan VI Metode Transportasi

Daftar Pustaka

1. Hani Yuraningsih, Linda Kurniawati, 1995, Riset Operasional, Sekolah Tinggi


Informatika & Teknik Komputer, Surabaya.

2. Nasendi B,D, Affendi Anwar, 1995, Program linear dan Variasinya, Gramedia,
Jakarta

3. Pangestu Subagyo, Marwan A, T. Hani Handoko, 1992, Dasar-Dasar Operations


Research, BPFE, Yogyakarta.

4. Tjutju Tarliah Dimyati, Ahmad Dimyati, 2003, Operations Research Model-Model


Pengambilan Keputusan, Sinar Baru Algensindo, Bandung.

Metode Kuantitatif . 88