Anda di halaman 1dari 7

Tugas Individu

Mata Kuliah : Kepemimpinan dan Berpikir System/


Leadership And Sytem Thinking
Dosen : Prof.Dr.dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc

SEBELAS HUKUM DISIPLIN KELIMA DALAM BUKU


“ THE FIFTH DISCIPLINE”
( The Art and Practice of The Learning Organization oleh Peter Senge)

OLEH :
LA ODE YASIR HAMUSU
P1804216012

KONSENTRASI EPIDEMIOLOGI
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016

1
SEBELAS HUKUM DISIPLIN KELIMA DALAM BUKU
“ THE FIFTH DISCIPLINE”
(The Art and Practice of The Learning Organization oleh Peter Senge)

1. Today’s problems come from yesterday’s “solutions”.


Masalah yang dihadapi hari ini datang dari pemecahan masalah
sebelumnya. Dalam kehidupan sehari-hari hukum ke satu ini dapat
dilihat dari contoh kasus-kasus berikut :
1) Ditemukannya antibiotika yang dapat menyembuhkan penyakit-
penyakit infeksi yang pada akhirnya menimbulkan kuman yang
resisten
2) Kebijakan pelayanan kesehatan gratis menyebabkan masyarakat
menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pemeliharaan
kesehatan masyarakat kepada tenaga kesehatan professional.
2. The harder you push, the harder the systems pushes back.
Semakin besar tekanan dari luar tersebut, semakin kuat organisasi
akan melawannya. Dalam kehidupan sehari-hari hukum ini dapat
dilihat dari contoh kasus-kasus berikut ;
1) Larangan aborsi tanpa indikasi medis menyebabkan banyaknya
aborsi yang dilakukan secara illegal.
2) Peraturan yang ketat tentang larangan perdagangan Narkotika
dan obat-obatan terlarang malah menyebabkan semakin tingginya
kasus penyeludupan Narkotika dan obat-obatan terlarang.
3. Behavior grows better before it grows worse.
Perilaku didalam organisasi cenderung membaik sebelum menjadi
buruk. Dalam kehidupan sehar-hari dari hukum ini dalam terlihat
dalam kasus-kasus berikut :
1) Penganggaran yang besar melalui GF-ATM dalam rangka
eliminasi malaria pada daera-daerah endemis tinggi menyebabkan
proses eliminasi berlangsung lebih cepat, tetapi setelah dana GF-
ATM dihentikan maka kasus malaria muncul kembali dan petugas

2
kurang tanggap lagi dengan masalah tersebut karena dana yang
mulai kurang.
2) Orang yang sakit gigi akan berusaha sendiri mengatasinya
dengan mengkonsumsi obat nyeri. Sakitnya mungkin hilang dalam
waktu yang singkat tetapi sumber utamanya tidak teratasi dengan
baik dan dikemuadian hari dapat mengakibatkan infeksi gigi dan
gusi yang lebih parah.
4. The easy way out usually leads back in.
Jalan Keluar yang mudah biasanya mengarah pada jalan kembali.
Dalam kehidupan sehari-hari hukum ini dapat kita lihat pada kasus
berikut:
1) Pemerintah Kota Surabaya menutup lokalisasi Dolly untuk
menghentikan praktek pelacura yang pada akhirnya PSK mencari
tempat-tempat baru yang tidak terorganisir sehingga sulit untuk
dilakukan control dari segi kesehatan dan memberi peluang
penyebaran penyakit menular seksual.
2) Pada daera-daerah tertinggal biasanya pemilik tanah akan lebih
mudah menghibahkan tanahnya untuk kepentingan umum seperti
pembangunan puskesmas tanpa surat hibah secara resmi karena
dianggap tidak perlu dan pengurusannya butuk sedikit waktu.
Dikemudian hari tanah tersebut biasanya akan ditutut oleh ahli
waris dari yang menghibahkan sebelumnya.
5. The cure can be worse than the disease.
Obatnya bisa lebih buruk dari pada penyakitnya. Pemecahan masalah
dapat lebih mahal dibanding dengan masalahnya sendiri. Dalam
kehidupan sehari-hari hukum ini dapat dilihat pada kasus berikut :
1) Kebijakan dilakukannya fogging pada rumah pasien pisitif DBD
dengan radius 100 meter, selain memerlukan biaya yang mahal
dan menimbulkan dampak negative bagi kesehatan. cara ini juga
kurang efektif dalam mengendalikan penyakit DBD.

3
2) Penggunaan herbisida untuk membersihkan gulma atau rumpu
pengganggu secara cepat, menyebabkan pencemaran udara,
gangguan kesehatan dan dampak buruk lainnya.
6. Faster is lower.
Cepat bertindak dapat memperlambat pemecahan masalah jika hanya
ditujukan pada gejala permukaan bukan pada akar masalah yang
sebenarnya. Dala kehidupan sehari-hari hukum ini dapat dilihat dalam
contoh kasus berikut :
1) Meningkatkan jumlah gaji/insentif para pejabat dan angggota
dewan untuk mencegah korupsi, bukannya mempercepat proses
pemberantasan korupsi karena korupsi malah lebih banyak
dilakukan dan usaha pemberantasan korupsi malah berjalan lebih
lambat.
2) Mengambil alih pekerjaan rekan kerja atau bawahan dengan
tujuan agar pekerjaan tersebut selesai tepat waktu. Hal ini
memang membuat pekerjaan tersebut terselesaikan dengan cepat
tetapi sesunggunya sedang memperlambat pekerjaan-pekerjaan
selanjutnya karena tidak ada proses belajar bagi pegawai untuk
menggunakan waktu secara efektif dan efisien.
7. Cause and effect are not closely related in time and space.
Penyebab dan akibat tidak terkait erat dalam ruang dan waktu. Sebab
dan akibat tidak jelas tampak pada dimensi waktu dan tempat yang
sama. Dalam kehidupan sehari-hari hukum ini dapat terlihat pada
kasus berikut :
1) Kebiasaan anak-anak menonton film dengan adegan kekerasan
akan mempengaruhi mental mereka dimasa depan.
2) Seseorang yang tidak mau berobat ke sebuah rumah sakit bukan
hanya karena pernah mendapatkan pelayanan yang tidak
memuaskan dari rumah sakit tersebut tetapi bisa jadi hanya
karena pernah mendengar keluhan tentang pelayanan rumah sakit
tersebut dari orang lain.

4
8. Small changes can produce big big results – but the areas of
highest leverage are often the least obvious.
Perubahan yang kecil dapat berdaya ungkit yang besar, tetapi daerah
sasaran mana perbaikan tersebut diarahkan, sering adalah yang
paling tidak jelas. Dalam kehidupan sehari-hari hukum ini dapat dilihat
pada kasus berikut ini :
1) Keramahan penjaga toko akan menarik para pelanggan untuk
berbelanja ke toko tersebut meskipun harga barang di toko
tersebut sama dengan harga barang di toko lain.
2) Usaha catering yang mengantarkan makanan tepat waktu kepada
pelanggan akan mendapatkan pelanggan yang lebih banyak.
9. You can have your cake and eat it too – but not at once.
Anda dapat “mempertahankan kue anda dan memakannya”, tetapi
tidak pada saat yang sama. Dalam kehidupan sehari-hari hukum ini
dapat dilihat pada kasus berikut ini :
1) Seorang PNS yang sedang menduduki jabatan dan ingin
menjalani tugas belajar untuk melanjutkan pendidikannya
kejenjang S2 maka harus bersedia melepaskan jabatannya.
2) Seseorang yang bekerja lembur akan memperoleh penghasilan
yang lebih banyak tetapi harus relah kehilangan sebagian waktu
istrahatnya untuk bekerja.
10. Dividing an elephant in half does not produce two small
elephants.
Membelah seekor gajah menjadi dua bagian tidak menghasilkan dua
gajah kecil. Dalam kehidupan sehari-hari hukum ini dapat dilihat pada
kasus berikut ini :
1) Sebuah rumah makan memiliki banyak pengunjung, lalu pemilik
rumah makan memutuskan membuka rumah makan ditempat lain.
Kedua rumah makan tersebut bukan berarti akan memiliki
pengunjung yang sama.

5
2) Satu kabupaten dengan tingkat kesejahteraan yang baik jika
dimekarkan tidak akan menghasilkan dua kabupaten dengan
tingkat kesejahteraan yang sama baiknya.
11. There is no blame.
Tidak ada pihak yang dipersalahkan, karena setiap pihak berada
dalam satu sistem yang menyeluruh. Tidak ada gunanya mencari
“kambing hitam”, melainkan mencari masalah dan akar masalah untuk
dipecahkan bersama-sama di dalam satu sistem. Dalam kehidupan
sehari-hari hukum ini dapat dilihat pada kasus berikut ini :
1) Mahasiswa tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya
tepat waktu justru menyalahkan dosen yang terlalu banyak
memberi tugas kuliah, bukan mengintrospeksi diri yang tidak
mampu mengatur waktunya dengan efektif dan efisien sehingga
tugas-tugas kuliahnya dapat diselesaikan tepat waktu.
2) Seorang pemimpin yang memiliki elektabilittas yang menurun lalu
menyalahkan pemberitaan pers yang buruk tentang dirinya, bukan
memperbaiki kinerjanya.

6
7

Anda mungkin juga menyukai