Anda di halaman 1dari 38

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK 1

SEKRETARIAT DAERAH
Jl. Dr. WahidinSudirohosodo 245Telp. (031) 3952825-30, Fax (031) 3952819
Website :www.gresikkab.go.idemail : info@gresikkab.go.id
GRESIK 61161

Gresik, 23 Agustus 2018

Nomor : 149/2216/437.80/2018 Kepada Yth.


Sifat : Penting Sdr. Camat se Kabupaten Gresik
Lampiran : 1 (satu) exemplar di-
Perihal : Badan Permusyawaratan Desa GRESIK

Sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan anggota


Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di beberapa Desa di Kabupaten
Gresik, dan karena proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah
Kabupaten Gresik tentang Badan Permusyawaratan Desa sebagai
tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 Tahun
2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa masih berjalan di DPRD
Kabupaten Gresik, maka dalam rangka pengisian anggota BPD perlu
diberitahukan hal-hal sebagai berikut :
A. KEANGGOTAAN BPD
1. Anggota BPD merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan
keterwakilan wilayah dan keterwakilan perempuan yang
pengisiannya dilakukan secara demokratis melalui proses
pemilihan secara langsung atau musyawarah perwakilan.
2. Jumlah anggota BPD ditetapkan dengan jumlah gasal, paling
sedikit 5 (lima) orang dan paling banyak 9 (sembilan) orang.
3. Penetapan jumlah anggota BPD memperhatikan jumlah
penduduk dan kemampuan keuangan Desa.
4. Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan
wilayah dalam desa seperti wilayah dusun, RW atau RT.
B. PENGISIAN
Pengisian keanggotaan BPD dilakukan melalui :
1. Pengisian anggota BPD berdasarkan keterwakilan wilayah
2

a. Pengisian anggota BPD berdasarkan keterwakilan wilayah


dilakukan untuk memilih calon anggota BPD dari unsur wakil
wilayah pemilihan dalam desa.
b. Unsur wakil wilayah adalah masyarakat desa dari wilayah
pemilihan dalam desa.
c. Wilayah pemilihan dalam desa adalah lingkup wilayah
tertentu dalam desa yang telah ditetapkan memiliki wakil
dengan jumlah tertentu dalam keanggotaan BPD.
d. Jumlah anggota BPD dari masing-masing wilayah ditetapkan
secara proporsional dengan memperhatikan jumlah
penduduk.
e. Tata cara penetapan jumlah anggota BPD di masing-masing
wilayah pemilihan ditetapkan dengan peraturan desa.
2. Pengisian anggota BPD berdasarkan keterwakilan perempuan.
a. Pengisian anggota BPD berdasarkan keterwakilan perempuan
dilakukan untuk memilih 1 (satu) orang perempuan sebagai
anggota BPD.
b. Wakil perempuan adalah perempuan warga desa yang
memenuhi syarat calon anggota BPD serta memiliki
kemampuan dalam menyuarakan dan memperjuangan
kepentingan perempuan.
c. Pemilihan unsur wakil perempuan dilakukan oleh perempuan
warga desa yang memiliki hak pilih melalui musyawarah.
C. ALOKASI JUMLAH ANGGOTA BPD
1. Alokasi jumlah anggota BPD setiap Desa ditentukan sebagai
berikut :
a. jumlahpenduduksampaidengan 2000 jiwa adalah 5 orang;
b. jumlahpenduduk 2001 jiwas/d 2500 jiwa adalah 7 orang;
c. Jumlah penduduklebih dari 2.500 jiwa adalah 9 orang
2. Alokasi jumlah anggota BPD sebagaimana tersebut pada huruf a,
sudah termasuk anggota BPD wakil perempuan.
3. Jumlah bakal calon anggota BPD adalah 2 (dua) kali jumlah
alokasi anggota BPD yang ditetapkan setiap wilayah.
D. PANITIA PENGISIAN ANGGOTA BPD
1. Pengisian anggota BPD dilaksanakan oleh panitia yang
ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.
3

2. Jumlah Panitia paling banyak 11 (sebelas) orang yang terdiri atas


unsur perangkat Desa paling banyak 3 (tiga) orang dan unsur
masyarakat paling banyak 8 (delapan) orang.
3. Unsur masyarakat merupakan wakil dari wilayah pemilihan.
4. Persyaratan sebagai Panitia Pengisian Anggota BPD adalah :
a. penduduk desa yang bersangkutan yang dibuktikan dengan
KTP;
b. berpendidikan minimal sekolah menengah atas atau
sederajad;
c. berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun; dan
d. memiliki kemampuan untuk melakukan penjaringan dan
penyaringan calon anggota BPD.
5. Apabila terdapat anggota Panitia Pengisian Anggota BPD yang
mendaftar sebagai bakal calon anggota BPD atau berhalangan
tetap, keanggotaannya digantikan oleh perangkat desa atau
unsur masyarakat dari wilayah bersangkutan.
6. Panitia Pengisian Anggota BPD melakukan penjaringan dan
penyaringan bakal calon anggota BPD dalam jangka waktu 6
(enam) bulan sebelum masa keanggotaan BPD berakhir.
7. Bakal calon anggota BPD yang memenuhi syarat ditetapkan
sebagai calon anggota BPD.
8. Pemilihan calon anggota BPD paling lambat 3 (tiga) bulan
sebelum masa keanggotaan BPD berakhir.
E. PERSYARATAN CALON ANGGOTA BPD
1. Persyaratan calon anggota BPD adalah:
a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945, serta mempertahankan dan memelihara keutuhan
Negara Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika;
c. Berusia paling rendah 20 (dua puluh) tahun atau sudah/
pernah menikah terhitung pada tanggal penetapan calon
anggota BPD;
d. Berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah
pertama atau sederajat;
e. Bukan sebagai perangkat desa;
4

f. Bersedia dicalonkan menjadi anggota BPD;


g. Wakil penduduk Desa yang dipilih secara demokratis; dan
h. Penduduk desa dan bertempat tinggal di wilayah pemilihan.
2. Persyaratan Administratif Calon Anggota BPD
Persyaratan administrasi Bakal Calon Anggota BPD :
a. surat permohonan bermeterai cukup kepada Panitia
b. foto copy Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan
Tanda Penduduk dan Karlu Keluarga yang dilegalisir oleh
pejabat yang berwenang;
c. foto copy akte kelahiran yang disyahkan oleh Pejabat yang
berwenang;
d. foto copy Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) dan/atau ijazah
jenjang tertinggi yang dimiliki dan telah disyahkan oleh
pejabat yang berwenang;
e. Asli Surat Keterangan Sehat dari dokter Puskesmas atau
Rumah Sakit Pemerintah setempat;
f. foto terbaru berwarna ukuran 4 x 6 cm sebanyak 3 (tiga)
lembar.
g. Surat Pernyataan bermeterai cukup, yang berisi :
1) bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dibuat oleh
yang bersangkutan di atas kertas bermeterai cukup;
2) memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia, dan Bhineka
Tunggal Ika yang dibuat oleh yang bersangkutan di atas
kertas segel atau bermeterai cukup;
3) Bukan sebagai perangkat desa;
4) Bersedia dicalonkan sebagai anggota BPD.
F. MEKANISME PENGISIAN ANGGOTA BPD
Pengisian anggota BPD dapat dilakukan melalui proses
pemilihan langsung atau melalui Musyawarah.
1. Pemilihan langsung
a. Panitia menyelenggarakan pemilihan langsung calon anggota
BPD oleh unsur masyarakat yang mempunyai hak pilih.
b. Pemilihan langsung dilakukan pada setiap wilayah pemilihan,
misalnya Dusun, wilayah RT, atau wilayah RW.
5

c. Pemilih anggota BPD adalah kepala keluarga atau setiap satu


KK mempunyai 1 hak pilih/hak suara atau sesuai kebiasaan
yang berlaku di desa setempat.
d. Tata cara pemilihan ditetapkan dalam Tata Tertip Pemilihan
Anggota BPD yang ditetapkan oleh Panitia Pengisian Anggota
BPD.
2. Musyawarah
a. Calon anggota BPD dipilih dalam proses musyawarah
perwakilan oleh unsur wakil masyarakat yang mempunyai
hak pilih.
b. Bakal Calon Anggota BPD diusulkan melalui Musyawarah
dalam wilayah pemilihan, yaitu Dusun, wilayah RT/RW atau
sesuai kebiasaan yang berlaku di Desa setempat yang
dituangkan
c. Berdasarkan hasil musyawarah wilayah, Panitia Pengisian
Anggota BPD menetapkan calon anggota BPD sesuai urutan
rangking hasil musyawarah.
d. Musyawarah pada wilayah pemilihan diselenggarakan oleh
Panitia Pengisian Anggota BPD.
e. Unsur masyarakat yang mempunyai hak pilih ditetapkan
secara proporsional ada setiap wilayah pemilihan.
f. Calon anggota BPD terpilih adalah calon anggota BPD dengan
suara terbanyak.
3. Calon anggota BPD terpilih ditetapkan dalam Berita Acara
Penetapan Calon Anggota BPD dan disampaikan oleh Panitia
kepada Kepala Desa paling lama 7 (tujuh) hari sejak calon
anggota BPD terpilih ditetapkan panitia.
4. Calon anggota BPD terpilih disampaikan oleh Kepala Desa
kepada Bupati melalui Camat paling lama 7 (tujuh) hari sejak
diterimanya hasil pemilihan dari panitia pengisian untuk
diresmikan oleh Bupati.
G. PERESMIAN ANGGOTA BPD
1. Peresmian anggota BPD ditetapkan dengan keputusan Bupati
paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya laporan hasil
pemilihan anggota BPD dari Kepala Desa.
6

2. Keputusan Bupati sebagaimana dimaksud angka 1 mulai berlaku


sejak tanggal pengucapan sumpah/janji anggota BPD.
3. Pengucapan sumpah/janji anggota BPD dipandu oleh Bupati
atau pejabat yang ditunjuk paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak
diterbitkannya keputusan bupati tentang Peresmian anggota
BPD.
H. MASA KEANGGOTAAN DAN SUMPAH/JANJI ANGGOTA BPD
1. Masa keanggotaan BPD adalah 6 (enam) tahun terhitung sejak
tanggal pengucapan sumpah/janji.
2. Anggota BPD sebagaimana dimaksud pada angka 1, dapat dipilih
untuk masa keanggotaan paling banyak 3 (tiga) kali secara
berturut-turut atau tidak secara berturut-turut.
3. Anggota BPD sebelum memangku jabatannya
bersumpah/berjanji secara bersama-sama dihadapan
masyarakat dan dipandu oleh Bupati atau pejabat yang ditunjuk.
4. Susunan kata sumpah/janji anggota BPD sebagai berikut:
“Demi Allah/Tuhan, saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan
memenuhi kewajiban saya selaku anggota Badan
Permusyawaratan Desa dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya,
dan seadil-adilnya; bahwa saya akan selalu selalu taat dalam
mengamalkan dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar
negara, dan bahwa saya akan menegakkan kehidupan demokrasi
dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 serta melaksanakan segala peraturan perundang-undangan
dengan selurus-lurusnya yang berlaku bagi Desa, Daerah, dan
Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
5. Pengucapan sumpah/janji jabatan anggota BPD, didampingi oleh
rohaniwan sesuai dengan agamanya masing-masing.
6. Dalam pengucapan sumpah/janji, anggota BPD yang beragama :
a. Islam, diawali dengan frasa “Demi Allah saya bersumpah”;
b. Kristen Protestan dan Kristen Katolik, diawali dengan frasa
“Demi Tuhan saya berjanji” dan diakhiri dengan frasa “Semoga
Tuhan menolong saya”;
c. Budha, diawali dengan frasa “Demi Hyang Adi Budha”; dan
d. Hindu, diawali dengan frasa “Om Atah Paramawisesa”.
7

7. Setelah pengucapan sumpah/janji dilanjutkan penanda-


tanganan berita acara pengucapan sumpah/janji.
I. PEMBIAYAAN PENGISIAN ANGGOTA BPD
1. Biaya yang dikeluarkan sebagai akibat pelaksanaan pengisian
BPD dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa
(APBDesa).
2. Biaya tersebut digunakan untuk :
a. Pengadaan alat tulis kantor;
b. Operasional pemilihan langsung atau musyawarah
perwakilan;
c. honorarium panitia dan petugas;
d. pengadaan/sewa alat-alat perlengkapan; dan
e. peresmian dan upacara pengucapan sumpah/janji anggota
BPD.
f. pengeluaran lain sesuai kebutuhan.
J. PEMBERHENTIAN ANGGOTA BPD
1. Anggota BPD berhenti karena :
a. Meninggal dunia;
b. Mengundurkan diri; atau
c. Diberhentikan.
2. Anggota BPD diberhentikan sebagaimana tersebut pada angka 1
huruf c, apabila :
a. Berakhir masa keanggotaan;
b. Tidak dapat melak sanakan tugas secara berkelanjutan atau
berhalangan tetap secara berturut-turut selama 6 (enam)
bulan tanpa keterangan apapun;
c. Tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota BPD;
d. Tidak melaksanakan kewajiban;
e. Melanggar larangan sebagai anggota BPD;
f. Melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik BPD;
g. Dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang
telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan
tindak pidana dengan ancaman pidana penjara 5 (lima) tahun
atau lebih;
8

h. Tidak menghadiri rapat paripurna dan/atau rapat BPD


lainnya yang menjadi tugas dan kewajibannya sebanyak 6
(enam) kali berurut-turut tanpa alasan yang sah;
i. Adanya perubahan status desa menjadi kelurahan,
penggabungan 2 (dua) desa atau lebih menjadi 1 (satu) desa
baru, pemekaran atau penghapusan desa;
j. Bertempat tinggal diluar wilayah asal pemilihan; dan/atau
k. Ditetapkan sebagai calon Kepala Desa atau perangkat desa.
3. Pemberhentian anggota BPD diusulkan oleh pimpinan BPD
berdasarkan hasil musyawarah BPD kepada Bupati melalui
Kepala Desa.
4. Kepala Desa menindaklanjuti usulan pemberhentian anggota
BPD kepada Bupati melalui camat paling lama 7 (tujuh) hari
sejak diterimanya usulan pemberhentian.
5. Camat menindaklanjuti usulan pemberhentian anggota BPD
kepada Bupati paling lama 7 (tujuh) hari sejak diterimanya
usulan pemberhentian.
6. Bupati meresmikan pemberhentian anggota BPD paling lama 30
(tiga puluh) hari sejak diterimanya usulan pemberhentian
anggota BPD.
7. Peresmian pemberhentian anggota BPD ditetapkan dengan
keputusan Bupati.
K. PEMBERHENTIAN SEMENTARA
1. Anggota BPD diberhentikan sementara oleh Bupati setelah
ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi,
terorisme, makar, dan/atau tindak pidana terhadap keamanan
negara.
2. Dalam hal anggota BPD yang diberhentikan sementara
berkedudukan sebagai pimpinan BPD, diikuti dengan
pemberhentian sebagai pimpinan BPD.
3. Dalam hal pimpinan BPD diberhentikan sebagaimana pada
angka 2, pimpinan BPD lainnya memimpin rapat pemilihan BPD
pengganti antarwaktu.
9

L. PEMBERHENTIAN ANGGOTA BPD ANTARWAKTU


(1) Anggota BPD yang berhenti antarwaktu digantikan oleh calon
anggota BPD nomor urut berikutnya berdasarkan hasil
pemilihan anggota BPD
(2) Dalam hal calon anggota BPD nomor urut berikutnya
sebagaimana angka 1 meninggal dunia, mengundurkan diri
atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon anggota BPD,
digantikan oleh calon anggota BPD nomor urut berikutnya.
(3) Paling lama 7 (tujuh) hari sejak anggota BPD yang
diberhentikan antarwaktu ditetapkan, Kepala Desa
menyampaikan usulan nama calon pengganti anggota BPD yang
diberhentikan kepada Bupati melalui camat.
(4) Paling lama 7 (tujuh) hari sejak diterimanya usulan anggota
BPD yang diberhentikan antarawaktu sebagimana dimaksud
pada ayat (1), Camat menyampaikan usulan nama calon
pengganti anggota BPD yang diberhentikan kepada Bupati.
(5) Bupati meresmikan calon pengganti anggota BPD menjadi
anggota BPD dengan keputusan Bupati paling lama 30 (tiga
puluh) hari sejak disampaikannya usul penggantian anggota
BPD dari Kepala Desa.
(6) Peresmian anggota BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
mulai berlaku sejak pengambilan sumpah/janji dan dipandu
oleh Bupati atau pejabat yang ditunjuk.
(7) Setelah pengucapan sumpah/janji dilanjutkan
penandatanganan berita acara pengucapan sumpah/janji.
(8) Masa jabatan anggota BPD antarawaktu melanjutkan sisa masa
jabatan anggota BPD yang digantikannya.
(9) Masa jabatan anggota BPD antarwaktu dihitung 1 (satu)
periode.
(10) Penggantian antarwaktu anggota BPD tidak dilaksanakan
apabila sisa masa jabatan anggota BPD yang digantikan
kurang dari 6 (enam) bulan.
(11) Keanggotaan BPD yang kosong sampai berakhir masa jabatan
anggota BPD.
10

M. LARANGAN ANGGOTA BPD


Anggota BPD dilarang:
1. Merugikan kepentingan umum, meresahkan sekelompok
masyarakat Desa, dan mendiskriminasikan warga atau golongan
masyarakat Desa;
2. Melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme, menerima uang,
barang, dan/atau jasa dari pihak lain yang dapat memengaruhi
keputusan atau tindakan yang akan dilakukannya;
3. Menyalahgunakan wewenang;
4. Melanggar sumpah/janji jabatan;
5. Merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa;
6. Merangkap sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik
Indonesia, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi atau Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah Kabupaten/Kota, dan jabatan lain yang
ditentukan dalam peraturan perundang-undangan;
7. Sebagai pelaksanaan proyek Desa;
8. Menjadi pengurus partai politik; dan/atau
9. Menjadi anggota dan/atau pengurus organisasi terlarang.
N. KELEMBAGAAN BPD
1. Kelembagaan BPD terdiri atas:
a. Pimpinan; dan
b. Bidang.
2. Pimpinan BPD sebagaimana angka 1 huruf a terdiri atas:
a. 1 (satu) orang ketua;
b. 1 (satu) orang wakil ketua; dan
c. 1 (satu) orang sekretaris.
3. Bidang sebagaimana dimaksud angka 1 huruf b terdiri atas :
a. Bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan pembinaan
kemasyarakatan; dan
b. Bidang pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat
desa.
4. Bidang dipimpin oleh ketua bidang;
5. Pimpinan BPD dan ketua bidang merangkap sebagai anggota
BPD.
11

6. Pimpinan BPD dan ketua bidang dipilih dari dan oleh anggota
BPD secara langsung dalam rapat BPD yang diadakan secara
khusus.
7. Rapat pemilihan pimpinan BPD dan ketua bidang untuk pertama
kali dipimpin oleh anggota tertua dan dibantu oleh anggota
termuda.
8. Rapat pemilihan pimpinan BPD dilaksanakan paling lambat 3
(tiga) hari terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah/janji.
9. Rapat pemilihan pimpinan dan atau ketua bidang berikutnya
karena pimpinan dan atau ketua bidang berhenti, dipimpin oleh
ketua atau pimpinan BPD lainnya berdasarkan kesepakatan
pimpinan BPD.
10. Pimpinan dan ketua bidang, ditetapkan dengan keputusan BPD.
11. Keputusan BPD mulai berlaku setelah mendapatkan pengesahan
dengan Keputusan Camat atas nama Bupati.
O. FUNGSI DAN TUGAS BPD
1. BPD mempunyai fungsi :
a. Membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa
bersama Kepala Desa;
b. Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa; dan
c. Melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa.
2. BPD mempunyai tugas :
a. Menggali aspirasi masyarakat
BPD melakukan penggalian aspirasi masyarakat yang dapat
dilakukan langsung kepada kelembagaan dan masyarakat
desa termasuk kelompok masyarakat miskin, masyarakat
berkebutuhan khusus, perempuan, kelompok marjinal.
Penggalian aspirasi dilaksanakan berdasarkan keputusan
musyawarah BPD yang dituangkan dalam agenda kerja BPD.
Pelaksanaan penggalian aspirasi menggunakan panduan
kegiatan yang sekurang – kurangnya memuat maksud,
tujuan, sasaran, waktu dan uraian kegiatan.
Hasil penggalian aspirasi masyarakat desa disampaikan dalam
musyawarah BPD.
12

b. Menampung aspirasi masyarakat.


Pelaksanaan kegiatan menampung aspirasi masyarakat
dilakukan di sekretariat BPD. Aspirasi masyarakat
diadministrasikan dan disampaikan dalam musyawarah BPD.
c. Mengelola aspirasi masyarakat
BPD mengelola aspirasi masyarakat Desa melalui
pengadministrasian dan perumusan aspirasi berdasarkan
pembidangan yang meliputi bidang pemerintahan,
pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan
pemberdayaan masyarakat Desa.
Perumusan aspirasi dilakukan dengan cara menganalisa dan
merumuskan aspirasi masyarakat Desa untuk disampaikan
kepada Kepala Desa dalam rangka mewujudkan tata kelola
penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan kesejahteraan
masyarakat Desa.
d. Menyalurkan aspirasi masyarakat
BPD menyalurkan aspirasi masyarakat dalam bentuk lisan
dan atau tulisan seperti penyampaian aspirasi masyarakat
oleh BPD dalam musyawarah BPD yang dihadiri Kepala Desa.
Penyaluran aspirasi masyarakat dalam bentuk tulisan dapat
melalui surat dalam rangka penyampaian masukan bagi
penyelenggaraan pemerintahan Desa, permintaan keterangan
kepada Kepala Desa, atau penyampaian rancangan peraturan
Desa yang berasal dari usulan BPD.
e. Menyelenggarakan musyawarah BPD
Musyawarah BPD dilaksanakan dalam rangka menghasilkan
keputusan BPD terhadap hal-hal yang bersifat strategis
seperti musyawarah pembahasan dan penyepakatan
rancangan Peraturan Desa, evaluasi laporan penyelenggaraan
Pemerintahan Desa, menetapkan peraturan tata tertib BPD,
dan usulan pemberhentian anggota BPD.
BPD menyelenggarakan musyawarah BPD dengan mekanisme,
sebagai berikut:
1) Musyawarah BPD dipimpin oleh pempinan BPD;
2) Musyawarah BPD dinyatakan sah apabila dihadiri oleh
paling sedikit 2/3 ( dua pertiga) dari jumlah anggota BPD;
13

3) Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara


musyawarah guna mencapai mufakat;
4) Apabila musyawarah mufakat tidak tercapai, pengambilan
keputusan dilakukan dengan cara pemungutan suara;
5) Pemungutan suara sebagaimana dimaksud dalam huruf d
dinyatakan sah apabila disetujui oleh paling sedikit ½ (satu
perdua) ditambah 1 (satu) dari jumlah anggota BPD yang
hadir; dan
6) Hasil musyawarah BPD ditetapkan dengan keputusan BPD
dan dilampiri notulen musyawarah yang dibuat oleh
sekretaris BPD.
f. Menyelenggarakan musyawarah Desa
Musyawarah Desa diselenggarakan oleh BPD yang difasilitasi
oleh Pemerintah Desa. Musyawarah Desa merupakan forum
permusyawaratan yang diikuti oleh BPD, Pemerintah Desa,
dan unsur masyarakat Desa untuk memusyawarahkan hal
yang bersifat strategis dalam penyelenggaraan Pemerintahan
Desa yang meliputi
1) Penataan Desa;
2) Perencanaan Desa;
3) Kerja sama Desa;
4) Rencana investasi yang masuk Desa;
5) Pembentukan BUMDesa;
6) Penambahan dan pelepasan Aset Desa; dan
7) Kejadian luar biasa.
Musyawarah Desa dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Desa.
g. Membentuk panitia pemilihan Kepala Desa
BPD membentuk panitia pemilihan Kepala Desa serentak dan
panitia pemilihan Kepala Desa antarwaktu. Pembentukan
panitia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan
dengan keputusan BPD.
h. Menyelenggarakan musyawarah Desa khusus untuk
pemilihan Kepala Desa antarwaktu
1) BPD menyelenggarakan musyawarah Desa khusus untuk
pemilihan Kepala Desa antarwaktu.
14

2) BPD membentuk panitia pemilihan kepala Desa antar


waktu yang ditetapkan dengan keputusan pimpinan BPD.
3) Panitia pemilihan kepala Desa antar waktu terdiri atas
perangkat Desa dan unsur masyarakat.
4) Panitia pemilihan kepala Desa antar waktu jumlahnya
disesuaikan dengan beban tugas dan kemampuan
anggaran pendapatan belanja Desa.
5) Panitia pemilihan kepala Desa antar waktu
bertanggungjawab kepada pimpinan BPD.
6) BPD menyampaikan calon Kepala Desa (antarwaktu)
terpilih kepada Bupati paling lama 7 (tujuh) hari sejak
diterimanya laporan hasil pemilihan Kepala Desa dari
panitia pemilih.
i. Membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa
bersama Kepala Desa
1) BPD dan Kepala Desa membahas dan menyepakati
rancangan Peraturan Desa yang diajukan BPD dan atau
Kepala Desa dalam musyawarah BPD yang
diselenggarakan oleh BPD.
2) Rancangan Peraturan Desa yang diusulkan Kepala Desa
dibahas terlebih dahulu dalam musyawarah internal BPD
paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak
rancangan Peraturan Desa diterima oleh BPD.
3) Pelaksanaan pembahasan rancangan Peraturan Desa
antara BPD dan Kepala Desa untuk pertama kali dilakukan
paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak pelaksanaan
musyawarah internal BPD.
4) Setiap pembahasan rancangan Peraturan Desa dilakukan
pencatatan proses yang dituangkan dalam notulen
musyawarah.
5) Dalam hal pembahasan rancangan Peraturan Desa antara
BPD dan Kepala Desa tidak mencapai kata sepakat,
musyawarah bersama tetap mengambil keputusan dengan
disertai catatan permasalahan yang tidak disepakati.
6) Rancangan Peraturan Desa yang tidak mendapat kata
sepakat, dapat diajukan oleh Kepala Desa kepada Bupati
15

melalui Camat disertai catatan permasalahan yang tidak


disepakati paling lambat 7 (tujuh) hari sejak musyawarah
pembahasan terakhir untuk mendapatkan evaluasi dan
pembinaan.
7) Tindak lanjut evaluasi dan pembinaan sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) dapat berbentuk :
a) Penghentian pembahasan; atau
b) Pembinaan untuk tindak lanjut pembahasan dan
kesepakatan rancangan Peraturan Desa yang dapat
dihadiri Camat atau pejabat lain yang ditunjuk Bupati.
j. Melaksanakan pengawasan terhadap kinerja Kepala Desa
1) BPD melakukan pengawasan terhadap kinerja Kepala Desa
melalui :
a) Perencanaan kegiatan Pemerintah Desa;
b) Pelaksanaan kegiatan; dan
c) Pelaporan penyelenggaraan Pemerintah Desa.
2) Bentuk pengawasan BPD berupa monitoring dan evaluasi.
3) Hasil pelaksanaan pengawasan kinerja Kepala Desa
menjadi bagian dari laporan kinerja BPD.
k. Melakukan evaluasi laporan keterangan penyelenggaraan
Pemerintahan Desa (LKPPD)
1) BPD melakukan evaluasi laporan keterangan
penyelenggaraan Pemerintahan Desa merupakan evaluasi
atas kinerja Kepala Desa selama 1 (satu) tahun anggaran.
2) Pelaksanaan evaluasi dilakukan berdasarkan prinsip
demokratis, responsif, transparansi, akuntabilitas dan
objektif.
3) Evaluasi pelaksanaan tugas Kepala Desa meliputi :
a) Capaian pelaksanaan RPJM Desa, RKP Desa dan APB
Desa;
b) Capaian pelaksanaan penugasan dari Pemerintah,
Pemerintah Provinsi Dan Pemerintah Kabupaten;
c) Capaian ketaatan terhadap pelaksanaan tugas sesuai
peraturan perundang-undangan; dan
d) Prestasi Kepala Desa.
16

4) Pelaksanaan evaluasi merupakan bagian dari laporan


kinerja BPD.
5) BPD melakukan evaluasi LKPPD paling lambat 10
(sepuluh) hari kerja sejak LKPPD diterima.
6) Berdasarkan hasil evaluasi LKPPD, BPD dapat:
a) Membuat catatan tentang kinerja Kepala Desa;
b) Meminta keterangan atau informasi;
c) Menyatakan pendapat; dan
d) Memberi masukan untuk penyiapan bahan
musyawarah Desa.
7) Dalam hal Kepala Desa tidak memenuhi permintaan BPD,
BPD tetap melanjutkan proses penyelesaian evaluasi
LKPPD dengan memberikan catatan kinerja Kepala Desa.
8) Evaluasi LKPPD menjadi bagian dari laporan kinerja BPD.
l. Menciptakan hubungan kerja yang harmonis dengan
Pemerintah Desa dan lembaga Desa lainnya; dan
1) Dalam rangka menciptakan hubungan kerja yang
harmonis dengan Pemerintah Desa dan lembaga Desa
lainnya, BPD dapat mengusulkan kepada Kepala Desa
untuk membentuk Forum Komunikasi Antar Kelembagaan
Desa atau FKAKD yang terdiri dari unsur Ketua/Kepala
kelembagaan Desa yang telah terbentuk.
2) Forum tersebut ditetapkan dengan keputusan Kepala Desa.
3) Tugas forum sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
menyepakati dan menyelesaikan berbagai permasalahan
aktual di desa.
m. Melaksanakan tugas lain yang diatur dalam ketentuan
peraturan perundang-undangan.
P. HAK BPD
1. BPD berhak :
a. Mengawasi dan meminta keterangan tentang penyelenggaraan
Pemerintahan Desa kepada Pemerintahan Desa;
1) BPD melakukan pengawasan melalui monitoring dan
evaluasi pelaksanaan tugas Kepala Desa.
2) Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap, pelaksanaan
dan pelaporan penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
17

b. Menyatakan pendapat atas penyelenggaraan Pemerintahan


Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan
kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa
1) BPD menggunakan hak menyatakan pendapat berdasarkan
keputusan BPD berdasarkan hasil musyawarah BPD.
2) Pernyataan pendapat merupakan kesimpulan dari
pelaksanaan penilaian secara cermat dan objektif atas
penyelenggaraan Pemerintahan Desa myang dilakukan
melalui pembahasan dan pendalaman suatu objek
penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang dilakukan
dalam musyawarah BPD.
c. Mendapatkan biaya operasional pelaksanaan tugas dan
fungsinya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.
1) BPD mendapatkan biaya operasional yang bersumber dari
APB Desa yang digunakan untuk dukungan pelaksanaan
fungsi dan tugas BPD.
2) Penetapan Alokasi biaya operasional dengan
memperhatikan komponen kebutuhan operasional dan
kemampuan Desa.
2. Hak Anggota BPD
a. Anggota BPD berhak :
1) Mengajukan usul rancangan Peraturan Desa;
2) Mengajukan pertanyaan;
3) Menyampaikan usul dan/ atau pendapat;
4) Memilih dan dipilih; dan
5) Mendapat tunjangan dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Desa.
b. Hak anggota BPD sebagaimana tersebut pada huruf a angka
1) sampai dengan angka 4) digunakan dalam musyawarah
BPD.
c. Selain hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) BPD berhak:
1) Memperoleh pengembangan kapasitas melalui pendidikan
dan pelatihan, sosialisasi, pembimbingan teknis, dan
kunjungan lapangan yang dilakukan di dalam negeri; dan
2) Penghargaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten bagi
pimpinan dan anggota BPD yang berprestasi.
18

3. Tunjangan Pimpinan dan Anggota BPD


Pimpinan dan anggota BPD mempunyai hak untuk memperoleh
tunjangan, meliputi :
a. Tunjangan pelaksanaan tugas dan fungsi yang merupakan
tunjangan berdasarkan kedudukannya dalam kelembagaan
BPD.
b. Tunjangan lainnya yang merupakan tunjangan kinerja yang
dapat diberikan dalam hal terdapat penambahan beban kerja.
Tunjangan kinerja bersumber dari Pendapatan Asli Desa dan
besarannya ditetapkan oleh Bupati.
Q. KEWAJIBAN ANGGOTA BPD
Anggota BPD wajib:
1. Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
serta mempertahankan dan memelihara keuntuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika;
2. MelaksanAkan kehidupan demokrasi yang berkeadilan gender
dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa;
3. Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi,
kelompok, dan/atau golongan;
4. Menghormati nilai sosial budaya dan adat istiadat masyarakat
Desa;
5. Menjaga norma dan etika dalam hubungan kerja dengan lembaga
Pemerintahan Desa dan lembaga desa lainnya; dan
6. Mengawal aspirasi masyarakat, menjaga kewibawaan dan
kestabilan penyelenggaraan Pemerintahan Desa serta
mempelopori penyelenggaraan Pemerintahan Desa berdasarkan
tata kelola pemerintahan yang baik.
R. KEWENANGAN BPD
BPD berwenang :
1. Mengadakan pertemuan dengan masyarakat untuk mendapatkan
aspirasi;
2. Menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Desa
secara lisan dan tertulis;
3. Mengajukan rancangan Peraturan Desa yang menjadi
kewenangannya;
19

4. Melaksanakan monitoring dan evaluasi kinerja Kepala desa;


5. Meminta keterangan tentang penyelenggaraan Pemerintahan
Desa kepada Pemerintah Desa;
6. Menyatakan pendapat atas penyelenggaraan Pemerintahan Desa,
pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan
Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa;
7. Mengawal aspirasi masyarakat, menjaga kewibawaan dan
kestabilan penyelenggaraan Pemerintahan Desa serta
mempelopori penyelenggaraan Pemerintah Desa berdasarkan tata
kelola pemerintahan yang baik;
8. Menyusun peraturan tata tertib BPD;
9. Menyampaikan laporan hasil pengawasan yang bersifat insidentil
kepada Bupati/Wali kota melalui Camat;
10. Menyusun dan menyampaikan usulan rencana biaya operasional
BPD secara tertulis kepada Kepala Desa untuk dialokasikan
dalam Rancangan Anggaran dan pendapatan Belanja Desa;
11. Mengelola biaya operasional BPD;
12. Mengusulkan pembentukan Forum Komunikasi Antar
kelembagaan Desa kepada Kepala Desa; dan
13. Melakukan kunjungan kepada masyarakat dalam rangkat
monitoring dan evaluasi penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
S. PERATURAN TATA TERTIB BPD
1. BPD menyusun peraturan tata tertib BPD yang dibahas dan
disepakati dalam musyawarah BPD.
2. Peraturan tata tertib BPDpaling sedikit memuat :
a. Keanggotaan dan kelembagaan BPD;
b. Fungsi, tugas, hak, kewajiban dan kewenangan BPD;
c. Waktu musyawarah BPD, yaitu pengaturan yang meliputi :
1) Pelaksanaan jam musyawarah;
2) Tempat musyawarah;
3) Jenis musyawarah; dan
4) Daftar hadir anggota BPD.
d. Pengaturan mengenai pimpinan musyawarah BPD, yaitu
pengaturan yang meliputi :
1) Penetapan pimpinan musyawarah apabila pimpinan dan
anggota hadir lengkap;
20

2) Penetapan pimpinan musyawarah, apabila ketuan BPD


berhalangan Hadir;
3) Penetapan pimpinan musyawarah apabila ketua dan wakil
ketua berhalangan hadir; dan
4) Penetapan secara fungsional pimpinan musyawarah sesuai
dengan bidang yang ditentukan dan penetapan
penggantian anggota BPD antarwaktu.
e. Tata cara musyawarah BPD, yaitu pengaturan yang meliputi :
1) Tata cara pembahasan rancangan Peraturan Desa;
2) Konsultasi mengenai rencana dan program Pemerintah
Desa;
3) Tata cara mengenai pengawasan kinerja Kepala Desa; dan
4) Tata cara penampungan atau penyaluran aspirasi
masyarakat.
f. Tata laksana dan hak menyatakan pendapat BPD dan anggota
BPD, yaitu pengaturan yang meliputi :
1) Pemberian pandangan terhadap pelaksanaan
Pemerintahan Desa;
2) Penyampaian jawaban atau pendapat Kepala desa atas
pandangan BPD;
3) Pemberian pandangan akhir atas jawaban atau pendapat
Kepala Desa; dan
4) Tindak lanjut dan penyampaian pandangan akhir BPD
kepada Bupati.
g. Pembuatan berita acara musyawarah BPD.
1) Penyusunan notulen rapat;
2) Penyusunan berita acara;
3) Format berita acara;
4) Penandanganan berita acara; dan
5) Penyampaian berita acara.
h. Pedoman teknis penyusunan tata tertib akan diatur lebih
lanjut oleh Bupati
T. PENDANAAN DAN PENINGKATAN KAPASITAS ANGGOTA BPD
1. Pendanaan pelaksanaan kegiatan BPD dibebankan pada :
a. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.
b. Sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
21
22

Lampiran : Surat Bupati Gresik


Tanggal Kamis, 23 Agustus 2018
Nomor 149/2216/437.80/2018
Perihal Badan Permusyawaratan Desa

I. Form Surat Pernyataan Bakal Calon Anggota BPD

SURAT PERNYATAAN BAKAL CALON ANGGOTA BPD

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,


Nama Lengkap :
Tempat, Tgl Lahir :
Pekerjaan :
Jenis Kelamin :
Agama :
Alamat :
Dengan ini menyatakan bahwa saya :
1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta mempertahankan dan
memelihara keutuhan Negara Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika;
3. Bukan sebagai perangkat desa dan pengurus Lembaga Kemasyarakatan;
4. Bersedia dicalonkan sebagai anggota BPD.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya sebagai
persyaratan bakal calon anggota BPD sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Gresik, ................

Yang membuat pernyataan

Meterai
Rp.6000,00

Nama Lengkap
23

II. FORMAT LAPORAN KINERJA BPD

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA …….


KECAMATAN …………….
KABUPATEN GRESIK
Alamat : …………………………………………………………………………….

LAPORAN KINERJA BPD


TahunAnggaran …….

I. Dasar Hukum
1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 Tahun 2016 tentang Badan
Permusyawaratan Desa
2. Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 3 Tahun 2010 tentang Badan
Permusyawaratan Desa
3. Keputusan Bupati Gresik Nomor …… Tahun ….. tentang peresmian anggota
BPD periode ……. sampai ……
4. Keputusan BPD Nomor …… Tahun ….. tentang Penetapan Kinerja BPD Tahun
Anggaran ……….

II. PelaksanaanTugas BPD


1. Pengelolaan aspirasi masyarakat desa
2. Penyusunan dan atau pembahasan peraturan desa
3. Penciptaan keadaan kondusif dalam penyelenggaraan pemerintahan desa
4. Pelaksanaan tugas lain
a. Pemilihan kepal desa
b. Pelaksanaan musyawarah desa
c. Pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan desa
d. Pelaksanaan kerjasama antar desa
e. …… dll
5. Pelaksanaan pengawasan kinerja kepala desa
6. Pelaksanaan Evaluasi laporan keterangan penyelenggaraan pemerintahan
desa

III. Penutup
Demikian laporan kinerja ini dibuat sebagai pertanggungjawaban BPD dalam
penyelenggaraan pemerintahan desa.

…………, Tanggal Bulan Tahun


Badan Permusyawaratan Desa
Ketua

……………………………
24

III. FORMAT ADMINISTRASI DAN PEMBUKUAN BPD

1. FORMAT BUKU ADMINISTRASI BPD


1. Buku Agenda Surat Keluar

SURAT KELUAR
NO TANGGAL HAL & KETERANGAN
NOMOR TANGGAL ISI TUJUAN
SINGKAT
1 2 3 4 5 6 7

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD …………. Sekretaris BPD ………….

____________ _________________

Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi dengan nomor secara berurut sesuai dengan urutan surat keluar
Kolom 2 diisi dengan tanggal surat keluar
Kolom 3 diisi dengan nomor surat keluar
Kolom 4 diisi dengan tanggal, bulan, tahun surat keluar
Kolom 5 diisi dengan hal dan isi singkat surat keluar
Kolom 6 diisi dengan nama instansi yang dituju
Kolom 7 diisi dengan keterangan lain jika diperlukan
25

2. Buku Agenda Surat Masuk


SURAT MASUK
NO TANGGAL KETERANGAN
NAMA INSTANSI HAL & ISI
NOMOR TANGGAL
PENGIRIM SINGKAT
1 2 3 4 5 6 7

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD …………. Sekretaris BPD ………….

-------------------- -----------------------------

Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi dengan nomor secara berurut sesuai dengan urutan surat masuk
yang diterima
Kolom 2 diisi dengan tanggal surat masuk
Kolom 3 diisi dengan nomor surat masuk
Kolom 4 diisi dengan tanggal, bulan, tahun surat masuk
Kolom 5 diisi dengan nama instansi yang mengirimkan surat
Kolom 6 diisi dengan hal dan isi singkat surat masuk
Kolom 7 diisi dengan keterangan lain jika diperlukan
26

3. Buku Ekspedisi
TANGGAL HAL & ISI
NO. TANGGAL TUJUAN
DAN NOMOR SINGKAT KETERANGAN
URUT PENGIRIMAN SURAT
SURAT SURAT
1 2 3 4 5 6

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD …………. Sekretaris BPD ………….

___________ _________

Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi dengan nomor secara berurut sesuai dengan urutan surat yang
dikirim
Kolom 2 diisi dengan tanggal pengiriman surat
Kolom 3 diisi dengan tanggal dan nomor surat yang dikirim
Kolom 4 diisi dengan hal dan isi singkat surat yang dikirim
Kolom 5 diisi dengan instansi yang dituju
Kolom 6 diisi dengan penjelasan atau catatan lain jika ada
27

4. Buku Data Inventaris BPD

KEADAAN KEADAAN
BARANG / BARANG /
ASAL BARANG / BANGUNAN TANGGAL PENGHAPUSAN
JENIS BANGUNAN BANGUNAN
BARANG AWAL TAHUN AKHIR TAHUN
NO / KET
BANGUN TANGG
AN BANTUAN DISU
AL
APB- SUMBA RUS RUS DIJU MBA RUS
BAIK PENGH BAIK
Desa PEMERIN PRO KAB/K NGAN AK AK AL NGK AK
APUSA
TAH V OTA AN
N

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD …………. Sekretaris BPD ………….

_____________________ _____________________

Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi dengan nomor secara berurut
Kolom 2 diisi dengan jenis barang/bangunan inventaris
Kolom 3 s.d. 7 diisi dengan pilihan asal barang/bangunan
Kolom 8 s.d. 9 diisi dengan pilihan keadaan barang/bangunan pada awal tahun
Kolom 10 s.d. 13 diisi dengan pilihan dan tanggal penghapusan
Kolom 14 s.d. 15 diisi dengan pilihan keadaan barang/bangunan pada akhir tahun
Kolom 16 diisi dengan penjelasan atau catatan lain jika ada
28

5. Buku Laporan Keuangan BPD


PENERIMAAN PENGELUARAN
NO TANGGAL URAIAN
(Rp) (Rp)
1 2 3 4 5

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD …………. Sekretaris BPD ………….

_____________________ _____________________

Cara Pengisian :

Kolom 1 diisi dengan nomor secara berurut


Kolom 2 diisi dengan tanggal penerimaan atau pengeluaran uang
Kolom 3 diisi dengan uraian penerimaan atau pengeluaran uang
Kolom 4 diisi dengan angka rupiah dan jumlah penerimaan
Kolom 5 diisi dengan angka rupiah dan jumlah pengeluaran
29

6. Buku Tamu BPD

NO TANGGAL NAMA JABATAN ALAMAT KEPERLUAN TTD


1 2 3 4 5 6 7

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD …………. Sekretaris BPD ………….

_____________ _____________

Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi dengan nomor urutan sesuai kedatangan tamu
Kolom 2 diisi dengan tanggal kedatangan tamu
Kolom 3 diisi dengan nama tamu
Kolom 4 diisi dengan jabatan tamu
Kolom 5 diisi dengan alamat tamu/alamat instansi tamu
Kolom 6 diisi dengan keperluan/tujuan tamu
Kolom 7 diisi dengan tanda tangan tamu
30

Buku Data Inventaris


7.
BPD
NOMOR DAN
NOMOR DAN
NAMA JENIS TANGGAL
TEMPAT, JABATA PENDIDIKAN TANGGAL
NO LENGKA NIP KELAMI AGAMA KEPUTUSAN
TANGGAL LAHIR N TERAKHIR KEPUTUSAN
P N PEMBERHENTI
PENGANGKATAN
AN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD …………. Sekretaris BPD ………….

________ _____________________

Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi dengan nomor secara berurut sesuai dengan jabatan pada BPD
Kolom 2 diisi dengan nama lengkap anggota
Kolom 3 diisi dengan nomor induk anggota
Kolom 4 diisi dengan jenis kelamin anggota
Kolom 5 diisi dengan tempat lahir dan tgl, bulan serta tahun kelahiran anggota
Kolom 6 diisi dengan agama yang dianut
Kolom 7 diisi dengan jabatan
Kolom 8 diisi dengan pendidikan formal terakhir
Kolom 9 diisi dengan nomor /tgl, bulan dan tahun keputusan pengangkatan
Kolom 10 diisi dengan nomor /tgl, bulan dan tahun keputusan pemberhentian
Kolom 11 diisi dengan penjelasan atau catatan lain jika diperlukan
31

8. Buku Data Kegiatan BPD

HARI / JENIS AGENDA DAN HASIL


NO. PELAKSANA KET
TANGGAL KEGIATAN KEGIATAN

1 2 3 4 5 6

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD …………. Sekretaris BPD ………….

_____________________ _____________________

Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi nomor berurutan dengan kegiatan BPD yang dilaksanakan
Kolom 2 diisi hari, tanggal, bulan, tahun kegiatan
Kolom 3 diisi dengan jenis kegiatan
Kolom 4 diisi dengan personil/anggota BPD yang melaksanakan kegiatan dimaksud
Kolom 5 diisi dengan agenda yang dilaksanakan dan apa yang dihasilkan dari
pelaksanaan kegiatan
Kolom 6 diisi dengan keterangan/informasi lain jika diperlukan
32

9. Buku Data Aspirasi Masyarakat


NAMA /
LEMBAGA
ASPIRASI YANG TINDAK
NO HARI /TANGGAL PIHAK
DISAMPAIKAN LANJUT
PENYAMPAI
ASPIRASI
1 2 3 4 5

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD …………. Sekretaris BPD ………….

_________________ _____________________

Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi dengan nomor urut sesuai waktu penyampaian aspirasi
Kolom 2 diisi dengan hari/tanggal aspirasi disampaikan
Kolom 3 diisi dengan nama individu/lembaga yang menyampaikan aspirasi
Kolom 4 diisi dengan aspirasi yang disampaikan
Kolom 5 diisi dengan langkah tindak lanjut serta pihak yang diminta menindaklanjuti
aspirasi
33

10. Buku Daftar Hadir Rapat BPD


TANDA
NO NAMA JABATAN KETERANGAN
TANGAN
1 2 3 4 5

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD …………. Sekretaris BPD ………….

____________ _____________________

Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi dengan nomor urut sesuai urutan
Kolom 2 diisi dengan nama peserta rapat
Kolom 3 diisi dengan jabatan peserta rapat
Kolom 4 diisi dengan tanda tangan
Kolom 5 diisi dengan keterangan/informasi lain jika diperlukan
34

11. Buku Notulen Rapat BPD


RINGKASAN
NO HARI/TANGGAL MATERI RAPAT PESERTA
PEMBAHASAN
1 2 3 4 5

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD
Sekretaris BPD ………….
………….

__________ ______________

Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi dengan nomor sesuai urutan
Kolom 2 diisi dengan hari, tanggal, bulan dan tahun rapat dilaksanakan
Kolom 3 diisi dengan materi rapat
Kolom 4 diisi dengan unsur dan jumlah peserta rapat
Kolom 5 diisi dengan ringkasan pembahasan materi rapat
35

12. Buku Data Peraturan /Keputusan BPD


NOMOR, TANGGAL
URAIAN
NO PERATURAN / TENTANG KET
SINGKAT
KEPUTUSAN BPD
1 2 3 4 5

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD …………. Sekretaris BPD ………….

_____________________ _____________________

Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi secara berurutan sesuai dengan nomor Peraturan/Keputusan BPD
yang ditetapkan
Kolom 2 diisi dengan nomor, tanggal, bulan dan tahun Peraturan / Keputusan
BPD
Kolom 3 diisi dengan judul/penamaan Peraturan/Keputusan BPD
Kolom 4 diisi secara singkat dengan materi pokok yang telah ditetapkan dengan
Peraturan / Keputusan BPD
Kolom 5 diisi dengan catatan atau penjelasan lain jika diperlukan
36

13. Buku Data Peraturan Desa


NOMOR DAN
NOMOR DAN
TANGGAL URAIAN
NO. TENTANG TANGGAL KET
PERATURAN SINGKAT
KESEPAKATAN
DESA
1 2 3 4 5 6

……, Tanggal Bulan


Mengetahui
Tahun
Sekretaris BPD
Ketua BPD ………….
………….

_____________________ _____________________

Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi secara berurutan sesuai dengan nomor urut
Kolom 2 diisi dengan nomor, tanggal, bulan dan tahun peraturan desa
ditetapkan
Kolom 3 diisi dengan judul/penamaan peraturan desa
Kolom 4 diisi secara singkat dengan materi pokok yang telah ditetapkan dengan
Keputusan BPD
Kolom 5 diisi dengannomor dan tanggal keputusan BPD tentang
kesepakatan atas rancangan peraturan desa
Kolom 6 diisi dengan catatan atau penjelasan lain jika diperlukan
37

Buku Keputusan Musyawarah


14.
Desa
TENTANG /
HARI / POKOK-POKOK
NO HAL KETERANGAN
TANGGAL KEPUTUSAN
STRATEGIS
1 2 3 4 5

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD
Sekretaris BPD ………….
………….

____________ _____________________

Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi secara berurutan sesuai pelaksanaan musyawarah desa
Kolom 2 diisi dengan hari, tanggal, bulan dan tahun Pelaksanaan
musyawarah desa
Kolom 3 diisi dengan judul/penamaan/hal strategis yang dimusyawarahkan
Kolom 4 diisi secara singkat dengan pokok-pokok keputusan musyawarah
desa
Kolom 5 diisi dengan catatan atau penjelasan lain jika diperlukan
38

15. Buku Keputusan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa

HARI / POKOK-POKOK URAIAN KETERAN


NO
TANGGAL USULAN/KEGIATAN SINGKAT GAN

1 2 3 4 5

Mengetahui ……, Tanggal Bulan Tahun


Ketua BPD …………. Sekretaris BPD ………….

____________ _____________________
Cara Pengisian :
Kolom 1 diisi secara berurutan sesuai dengan pelaksanaan musyawarah
perencanaan pembangunan desa
Kolom 2 diisi dengan hari, tanggal, bulan dan tahun Pelaksanaan
musyawarah perencanaan pembangunan desa
Kolom 3 diisi dengan pokok-pokok usulan dan atau kegiatan keputusan
musyawarah perencanaan pembangunan desa
Kolom 4 diisi secara singkat dengan materi pokok yang telah ditetapkan
dengan keputusan musyawarah perencanaan pembangunan desa
Kolom 5 diisi dengan catatan atau penjelasan lain jika diperlukan