Anda di halaman 1dari 17

LAPORANLAPORAN PRAKTIKUMPRAKTIKUM KIMIAKIMIA ANORGANIKANORGANIK IIII

ReaksiReaksi OksidasiOksidasi ReduksiReduksi (2)(2)

PengaruhPengaruh AsamAsam dandan BasaBasa TerhadapTerhadap LogamLogam

AsamAsam dandan BasaBasa TerhadapTerhadap LogamLogam KELOMPOKKELOMPOK :: 22 NamaNama :: FitriyaniFitriyani

KELOMPOKKELOMPOK

::

22

NamaNama ::

FitriyaniFitriyani

MelvaMelva HilderiaHilderia SibaraniSibarani

NadilaNadila PitrianiPitriani

(06101381520(06101381520037)037)

(06101381520(06101381520037)037)

(06101381520(06101381520037)037)

NoviyantiNoviyanti AmartaAmarta

(06101381520(06101381520037)037)

RatuRatu AyuAyu JessikaJessika

UlfaUlfa PratiwiPratiwi

(06101381520(06101381520037)037)

(06101381520(06101381520037)037)

DosenDosen pengampupengampu

:: Drs.Drs. M.HadeliM.Hadeli L.,M.Si.L.,M.Si.

MaefaMaefa EkaEka Haryani.,Haryani., S.Pd.,S.Pd., M.Pd.M.Pd.

PENDIDIKANPENDIDIKAN KIMIAKIMIA

FAKULTASFAKULTAS KEGURUANKEGURUAN DANDAN ILMUILMU PENDIDIKANPENDIDIKAN

UNIVERSITASUNIVERSITAS SRIWIJAYASRIWIJAYA

20182018

I.

NOMOR PERCOBAAN : III

II. JUDUL PERCOBAAN : Reaksi Oksidasi Reduksi (2) Pengaruh Asam dan basa Terhadap Logam

III. TUJUAN PERCOBAAN : Mempelajari Pengaruh Asam dan Basa Terhadap Logam

IV. DASAR TEORI

A. Pengertian Reduksi Oksidasi

Pengikatan Oksigen :

Senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi dengan oksigen dinamakan oksida sehingga reaksi antara oksigen dan suatu unsur dinamakan reaksi oksidasi. Karat besi adalah senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara besi dan oksigen (besi oksida). Perkaratan besi merupakan salah satu contoh dari reaksi oksidasi. Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan cara mengikat oksigen menjadi besi oksida.

Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen.

Pelepasan dan Penerimaan Elektron

Dalam konsep redoks, peristiwa pelepasan elektron dinamakan oksidasi, sedangkan peristiwa penerimaan elektron dinamakan reduksi. Pada reaksi tersebut, enam elektron dilepaskan oleh dua atom besi dan diterima oleh tiga atom oksigen membentuk senyawa Fe 2 O 3 , Oleh karena itu, peristiwa oksidasi selalu disertai peristiwa reduksi.

Pada setiap persamaan reaksi, massa dan muatan harus setara antara ruas kanan dan ruas kiri. Persamaan reaksi redoks tersebut memiliki muatan dan jumlah atom yang sama antara ruas sebelah kiri dan sebelah kanan persamaan reaksi. Oksidasi besi netral melepaskan elektron yang membuatnya kehilangan muatan. Dengan menyamakan koefisiennya maka muatan pada kedua ruas persamaan reaksi menjadi sama. Penyetaraan pada reaksi reduksi oksigen juga menggunakan cara yang sama.

Reaksi Perpindahan Elektron

Apakah reaksi logam magnesium dengan larutan hidrogen klorida yang dapat ditulis seperti persamaan reaksi dibawah ini juga termasuk reaksi redoks?

Mg (s) + 2 HCl (aq) > MgCl 2(aq) + H 2(g)

Jika diperhatikan reaksi tersebut tidak melibatkan oksigen. Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut perhatikan kembali reaksi logam natrium dengan oksigen membentuk natrium oksida

4 Na (s) + O 2(g) > 2 Na 2 O (s)

Dalam reaksi tersebut logam Na mengikat oksigen sehingga dikatakan mengalami oksidasi. Senyawa Na 2 O merupakan senyawa ionik, jadi senyawa tersebut terdiri atas ion Na + dan ion O 2 - . Peristiwa pembentukan ion-ion tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Na (s) > Na + (s) + e-

O 2(g) + 2e- > O 2 - (g)

Dalam reaksi tersebut logam natrium melepaskan elektron, padahal logam natrium mengalami peristiwa oksidasi. Jadi dapat dikatakan bahwa oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron. Sekarang perhatikan reaksi logam magnesium dengan larutan hidrogen klorida yang reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut:

Mg (s) + 2 HCl (aq) > MgCl 2(aq) + H 2(g)

atau

Mg (s) -> Mg 2 + (aq) + 2e (pelepasan electron, oksidasi)

2 H + (aq) + 2e > H 2(g) (penerimaan electron, reduksi)

Mg (s) + 2 H + (aq) > Mg 2 + (aq) + H 2(g)

Dalam reaksi di atas logam magnesium bertindak sebagai pereduksi (reduktor) dan ion hidrogen bertindak sebagai pengoksidasi (oksidator) . Reaksi oksidasi selalu diikuti dengan reaksi reduksi, dan sebaliknya reaksi reduksi juga tidak mungkin terjadi tanpa reaksi oksidasi. Karena itu gabungan kedua reaksi tersebut dinamakan reaksi redoks. Sedangkan reaksi oksidasi saja disebut setengah reaksi oksidasi dan reaksi reduksi disebut setengah reaksi reduksi.

Reaksi Perubahan Bilangan Oksidasi

Dalam berbagai reaksi-reaksi redoks yang melibatkan spesi yang kompleks, kadang- kadang tidak mudah menentukan atom mana yang melepas dan atom mana yang menyerap electron. Hal ini dapat diataasi dengan mengaitkan pengertian oksidasi dan reduksi dengan perubahan bilangan oksidasi

Pelepasan

electron

(oksidasi)

menyebabkan

kenaikan

bilangan

oksidasi,

sedangkan

penyerapan electron (reduksi) menurunkan bilangan oksidasi.

Reduktor dan Oksidator

Dalam reaksi redoks, pereaksi yang dapat mengoksidasi pereaksi lain dinamakan zat pengoksidasi atau oksidator. Sebaliknya, zat yang dapat mereduksi zat lain dinamakan zat pereduksi atau reduktor.

B. Asam

Asam (yang sering diwakili dengan rumus umum HA) secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu bas a dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat (ditemukan dalam cuka) dan asam sulfat (digunakan dalam baterai atau aki mobil).

Asam Klorida Dan Kegunaannya

Asam klorida adalah larutan akuatik dari gas hydrogen klorida (HCl). Ia adalah asam kuat, dan merupakan komponen utama dalam asam lambung. Senyawa ini juga digunakan secara luas dalam industri. Asam klorida harus ditangani dengan hati-hati karena merupakan cairan yang sangat korosif (dapat menyebabkan pengikisan) dan berbau menyengat. HCL termasuk bahan kimia berbahaya atau B3.

Asam klorida pernah menjadi zat yang sangat penting dan sering digunakan dalam awal sejarahnya. Ia ditemukan oleh alkimiawan Persia yang bernama Abu Musa Jabir bin Hayyan sekitar tahun 800. Senyawa ini digunakan sepanjang abad pertengahan oleh alkimiawan dalam pencariannya mencari batu filsuf, dan kemudian digunakan oleh ilmuwan Eropa dalam rangka membangun pengetahuan kimia modern.

Asam Nitrat Dan Kegunaannya

Asam nitrat adalah cairan jernih tidak berwarna jika masih baru, akan menjadi kekuning-kuningan jika terkena cahaya atau sering terbuka botolnya karena sebagian kecil memecah :

4 HNO 3 2 H 2 O + 4 NO 2 + O 2

Oleh karena itu harus selalu disimpan di dalam botol yang berwarna gelap (coklat, biru, hijau). Sebagai pengoksidasi harus ditangani secara hati-hati, jika tertumpah dapat membakar kertas, jerami atau kayu. Dapat meledak botolnya jika disimpan di tempat panas, uapnya beracun. HNO3 pekat memiliki kadar antara 50-75%. Asam nitrat berasap memiliki kadar 95% dan titik didih 86 o C.

Di laboratorium digunakan sebagai pelarut bijih mineral atau sebagai pengoksidasi (pengabuan basah). Dalam aneka industri, misalnya : HNO3 encer untuk membuat pupuk buatan {NaNO3, Ca(NO3)2}, HNO3 pekat untuk membuat bahan peledak (nitro selulosa, nitro gliserin, TNT), serta untuk membuat zat warna azo, anilin, nitril, sianida, dll.

C. Basa

Definisi umum dari basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika dilarutkan dalam air. Basa adalah lawan (dual) dari asam, yaitu ditujukan untuk unsur/senyawa kimia yang memiliki pH lebih dari 7. Kostik merupakan istilah yang digunakan untuk basa kuat. Basa dapat dibagi menjadi basa kuat dan basa lemah. Kekuatan basa sangat tergantung pada kemampuan basa tersebut melepaskan ion OH dalam larutan dan konsentrasi larutan basa tersebut.

Natrium Hidroksida Dan Kegunaannya

Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik alkali dan, adalah dasar logam kaustik. Hal ini digunakan di banyak industri, terutama sebagai basis kimia yang kuat dalam pembuatan pulp dan kertas, tekstil, air minum,sabun dan deterjen dan sebagai pembersih tiriskan. Produksi di seluruh dunia pada tahun 2004 adalah sekitar 60 juta ton,sementara permintaan adalah 51 juta ton.

Natrium hidroksida murni adalah padatan putih yang tersedia dipelet, serpih, butiran, dan sebagai larutan jenuh 50%. Ini adalah higroskopis dan mudah menyerap karbon dioksida

dari udara,sehingga harus disimpan dalam wadah kedap udara. Hal ini sangat larut dalam air dengan pembebasan panas. Hal ini jugalarut dalam etanol dan metanol, meskipun pameran kelarutanrendah dalam pelarut daripada kalium hidroksida. Natrium hidroksida cair juga merupakan basis yang kuat, namun suhutinggi yang diperlukan aplikasi batas. Hal ini tidak larut dalameter dan pelarut non-polar. Sebuah larutan natrium hidroksidaakan meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas.

D. Logam

Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat kuat, liat, keras, penghantar listrik dan panas, serta mempunyai titik cair tinggi. Bijih logam ditemukan dengan cara penambangan yang terdapat dalam keadaan murni atau bercampur. Bijih logam yang ditemukan dalam keadaan murni yaitu emas, perak, bismut, platina, dan ada yang bercampur dengan unsur- unsur seperti karbon, sulfur, fosfor, silikon, serta kotoran seperti tanah liat, pasir, dan tanah.

Bijih logam yang ditemukan dengan cara penambangan terlebih dahulu dilakukan proses pendahuluan sebelum diolah dalam dapur pengolahan logam dengan cara dipecah sebesar kepalan tangan, dipilih yang mengandung unsur logam, dicuci dengan air untuk mengeluarkan kotoran, dan terakhir dikeringkan dengan cara dipanggang untuk mengeluarkan uap yang mengandung air.

Besi (Fe)

Besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi merupakan logam transisi yang berada pada golongan VIII B dan periode 4. Besi adalah logam paling melimpah nomor dua setelah alumunium. Besi adalah logam yang dihasilkan dari bijih besi, dan jarang dijumpai dalam keadaan unsur bebas. Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Besi adalah logam yang paling banyak dan paling beragam penggunaannya.

Besi merupakan unsur transisi yang mempunyai sifat logam sebagaimana semua unsur transisi lainnya. Sifat logam ini dipengaruhi oleh kemudahan unsur tersebut untuk melepas elektron valensi. Selain itu, keberadaan electron pada blok d yang belum penuh menyebabkan unsur Fe memiliki banyak elektron tidak berpasangan. Elektron- elektron tidak berpasangan tersebut akan bergerak bebas pada kisi kristalnya sehingga membentuk ikatan

logam yang lebih kuat dibandingkan dengan unsur golongan utama. Adanya ikatan logam ini menyebabkan titik leleh dan titik didih serta densitas unsur Fe cukup besar sehingga bersifat keras dan kuat.

Seng (Zn)

Seng adalah logam yang berwarna putih kebiruan, dan disimbolkan dengan Zn. Logam ini termasuk ke dalam kelompok logam-logam golongan II-B dalam tabel periodik unsur kimia, mempunyai nomor atom 30 dan berat atom 65,38. Mineral yang umum adalah ZnS. Mineral lainnya adalah kompleks produk oksi dan garam-garam serta silikat (walaupun jumlahnya lebih sedikit). Mineral-mineral dalam tanah liat juga dapat menyerap Zn (Allen,

1989).

Sebagi kofaktor, Zn dapat mengakibatkan keaktifan enzim lainnya. Kekurangan zat mineral seng dapat mengakibatkan hati dan ginjal membengkak, dan terjadi gejala gizi besi. Diperkirakan kebutuhan seng adalah 15 mg bagi setiap anak diatas 11 tahun (Winarno, 1988).

Tembaga (Cu)

Tembaga atau cuprum dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor atom 29. Tembaga di alam tidak begitu melimpah dan ditemukan dalam bentuk bebas maupun dalam bentuk senyawaan. Bijih tembaga yang terpenting yaitu pirit atau chalcopyrite (CuFeS 2 ), copper glance atau chalcolite (Cu 2 S), cuprite (Cu 2 O), malaconite (CuO) dan malachite (Cu 2 (OH) 2 CO 3 ) sedangkan dalam unsur bebas ditemukan di Northern Michigan Amerika Serikat. Dalam jumlah kecil tembaga ditemukan pada beberapa jenis tanaman, bulu- bulu burung terutama yang berbulu terang dan dalam darah binatang-binatang laut seperti udang dan kerang.

V.

ALAT DAN BAHAN

1. Tabung Reaksi

2. Rak Tabung

3. Pipet Pencet

4. Logam (Fe, Zn, Cu, Pb)

5. Paku Besi

6. Larutan Na 2 S 2 O 3

7. NaOH 2M

8. HNO 3 5M

9. HCl 5M

VI. CARA KERJA

1. Siapkan sepotong kecil logam Fe, Zn, dan Cu. Bersihkan logam tersebut menggunakan

sabut baja (ampelas) dan tempatkan sample ters ebut ke dalam tabung-tabung secara berpisah.

2. Tambahkan 3 ml larutan HCl 5M kedalam tabung tes dan catat perubahan yang terjadi

pada tabel lembar kerja dan tuliskan persamaan reaksinya.

3. Jika tidak terjadi, panaskan tabung-tabung tes tersebut secara hati-hati dan catat perubahan

yang terjadi

4. Ulangi langkah-langkah tersebut untuk logam-logam lain

5. Ulangi cara kerja pada langkah 1-4 dengan menggunakan larutan HNO 3 5M sebagai

pengganti larutan HCl. Catat semua pengamatan anda dan tulis pula persamaan reaksinya.

6. Ulangi cara kerja pada langkah 1-4 dengan menggunakan larutan HCl. Catat hasil

pengamatan.

7. Ke dalam tabung tersebut , tambahkan 2 ml Na 2 S 2 O 3 amati perubahan yang terjadi dan

catat pada table

VII.

HASIL PENGAMATAN

Pengaruh Asam Terhadap Logam

Asam

Logam

Pengamatan

 
 

Dingin

Panas

HCl

Zn

Zn (s) (abu-abu) + HCl (aq)

 

(tidak berwarna)

 

Larutan bening tak

berwarna, terdapat

endapan berwarna abu-

abu dan gelembung gas

H

2

 

Fe

Fe (s) (coklat) + HCl (aq)

 
 

(tidak berwarna)

Laarutan menjadi

kuning, dan terdapat

gelembung gas H 2

disekitar paku

 

Cu Cu (s) (orange) + HCl (aq)

Cu (s)

+ HCl (aq)

 

(tidak berwarna)

 

larutan

Tidak terjadi perubahan

berwarna kuning

reaksi

 

muda

HNO3

Zn

Zn (s) (abu-abu) + HNO 3

 

(aq) (tidak berwarna)

 

larutan bening tak

 

berwarna, terdapat

 

endapan berwarna abu-

abu dan gelembung gas

 

Fe

Fe (s) (Coklat) + HNO 3

Persamaan Reaksi

Zn (s) + 2HCl (aq) ZnCl 2 (s) + H 2 (g)

2Fe (s) + 6HCl (aq)

2FeCl 3(aq) + 3H 2(g)

Cu (s) + 2HCl (aq)

CuCl 2(aq) + H 2 (g)

Zn (s) + 4 HNO 3 (aq)

Zn(NO 3 ) 2(aq) + 2NO 2(aq) +

2H 2 O (aq)

Fe (s) +

4HNO 3 (aq)

(aq) (tidak berwarna)

larutan keruh, terdapat gelembung gas

dan besi menjadi

berkarat

Cu

Cu (s) (orange) + HNO 3

(aq) (tidak berwarna) larutan menjadi

warna biru dan ada gelembung gas H 2

Fe(NO 3 ) 3(aq) + 2H 2 O (aq) +

NO (g)

Cu (s) +

Cu(NO 3 ) 2(aq) + H 2

2HNO 3 (aq)

Pengaruh Alkali terhadap Logam

Logam

Pengamatan dan persamaan reaksi

 

Pengaruh alkali (NaOH)

Pengaruh sulfide (Na2S2O3)

Zn

Zn (s) (abu-abu) + NaOH (aq) (tidak

Zn (s) + NaOH (aq) + Na 2 S 2 O 3(aq)

berwarna)

larutan berwarna

tidak terjadi perubahan, larutan tetap

abu-abu dan ada endapan berwarna

berwarna abu-abu, tetapi mengeluarkan

abu-abu tua

endapan larut dan

gas berbau sulfur

warna larutan menjadi abu-abu tua

Fe

Fe (s) (coklat) + NaOH (aq) (tidak

Fe (s) + NaOH (aq) + Na 2 S 2 O 3(aq)

berwarna) perubahan reaksi

tidak terjadi larutan

tidak terjadi perubahan reaksi

berwarna kuning

Cu

Cu (s) (orange) + NaOH (aq) (tidak

Cu (s) + NaOH (aq) + Na 2 S 2 O 3(aq)

berwarna)

perubahan reaksi

bereaksi, larutan tidak berwarna

tidak terjadi

tidak

tidak terjadi perubahan reaksi

VIII.

MEKANISME REAKSI

Pengaruh Asam terhadap Logam HCl

Zn (s) + 2HCl (aq)

2Fe (s) + 6 HCl (aq)

Cu (s) + 2HCl (aq)

HNO3

Zn (s) + 4HNO 3(aq)

Fe (s) + 4HNO 3(aq)

Cu (s) + 2HNO 3(aq)

+ 4HNO 3(aq) Fe (s) + 4HNO 3(aq) Cu (s) + 2HNO 3(aq) ZnCl 2(s) +

ZnCl 2(s) + H 2(g)

2FeCl 3(aq) + 3H 2(g)

CuCl 2(aq) + H 2(g) ↑ 2(aq) + H 2(g)

2FeCl 3(aq) + 3H 2(g) ↑ CuCl 2(aq) + H 2(g) ↑ Zn(NO 3 ) 2(aq)

Zn(NO 3 ) 2(aq) +

2NO 2(g) + 2H 2 O (aq)

Fe(NO 3 ) 3(aq) + 2H 2 O (aq) + NO (g)

Cu(NO 3 ) 2(aq) + H 2(g)

Pengaruh Alkali terhadap Logam Pengaruh alkali (NaOH)

Zn (s) + 2NaOH (aq)

Fe (s) + 2NaOH (aq)

Cu (s) + 2NaOH (aq)

) + 2NaOH ( a q ) Cu ( s ) + 2NaOH ( a q

Zn(OH) 2(aq) + 2Na

Fe(OH) 2(aq) + 2Na

Cu(OH) 2(aq) + 2Na

Pengaruh sulfide (Na2S2O3)

Zn(OH) 2(aq) + Na 2 S 2 O 3(aq)

Fe(OH) 2(aq) + Na 2 S 2 O 3(aq)

Cu(OH) 2(aq)

+ Na 2 S 2 O 3(aq)

ZnS 2 O 3 + 2NaOH

FeS 2 O 3 + 2NaOH

CuS 2 O 3 + 2NaOH

IX.

PEMBAHASAN

Pada percobaan kali ini ,

yaitu "Reaksi Oksidasi Reduksi (2) Pengaruh Asam dan

Basa terhadap Logam

. Pada percobaan ini kami menggunakan sebanyak 3 sampel logam

yaitu Zn, Fe, dan Cu. Sedangkan larutan yang digunakan sebagai pelarut (zat penguji) adalah

HCl, HNO 3 , NaOH dan Na 2 S 2 O 3. Pada praktikum ini dilakukan dua perlakuan yaitu percobaan untuk mengetahui pengaruh asam terhadap logam dan percobaan untuk mengetahui pengaruh alkali terhadap logam.

Zink (Zn) adalah logam yang putih kebiruan. Logam nya yang murni melarut lambat

sekali dalam asam dan dalam alkali. Zink mudah larut dalam asam klorida encer dan asam sulfat encer dengan mengeluarkan hidrogen . Asam nitrat pekat mempunyai pengaruh yang kecil terhadap zink, karena rendahnya kelarutan zink nitrat dalam suasana demikian. Zink

bereaksi dengan larutan NaOH menghasilkan endapan seperti gelatin putih, yaitu zink hidroksida, dimana endapan larut dalam asam dan juga dalam reagensia yang berlebihan.

Pada praktikum ini, Zn direaksikan dengan asam (HCl 5M dan HNO 3 5M). Ketika Zn di reaksikan dengan HCl, Zn larut dalam HCl, mengeluarkan gas H 2, dan ada endapan berwarna

abu-abu. Lalu pada saat Zn direaksikan dengan HNO 3 5M, Zn larut tapi lebih lambat dari

larutan berwarna kuning.

dengan menggunakan HCl, ada sedikit gelembung gas H 2 ,dan

Selain direaksikan dengan asam, Zn juga direaksikan dengan alkali (NaOH 2M) dan sulfide (Na 2 S 2 O 3 ). Ketika Zn direaksikan dengan NaOH, pada saat dingin larutan berwarna abu-abu

muda dan ada endapana berwarna abu-abu tua lalu dipanaskan, setelah di panaskan endapan larut dan larutan berwarna abu-abu tua. Hal ini tidak seseui dengan teori, dimana seharusnya ketika Zn direaksikan dengan NaOH, menghasilkan endapan seperti gelatin putih. Lalu setelah direkasikan dengan NaOH dan menghasilkan Zn(OH) 2(aq) , Zn(OH) 2(aq) direaksikan dengan Na 2 S 2 O 3 dan tidak terjadi perubahan reaksi

Besi (Fe) yang digunakan dalam percobaan ini yaitu paku besi. Asam klorida encer atau pekat dan asam sulfat encer melarutkan besi, dan menghasilkan garam-garam besi(II) dan gas hidrogen. Dengan asam nitrat encer dingin te rbentuk ion besi(II) dan ammonia. Asam nitrat pekat dingin membuat besi menjadi pasif. Besi bereaksi dengan NaOH menghasilkan

endapan putih besi(II) hidroksida, bila tak terdapat udara sama sekali. endapan ini tak larut dalam reagensia berlebihan, tetapi larut dalam asam. Bila terkena udara, besi(II) hidroksida

dengan cepat dioksidasikan, yang pada akhirnya menghasilkan besi(III) hidroksida yang coklat kemerahan. Pada kondisi biasa, Fe(OH)2 nampak sebagai endapan hijau kotor dengan

penambahan

menjadi besi(III) hidroksida. Pada praktikum ini, Fe direaksikan dengan asam (HCl 5M dan

HNO 3 5M). Ketika Fe di reaksikan dengan HCl,

hidrogen

peroksida

segera dioksidasikan

larutan menjadi kuning dan terdapat

gelembung disekitar paku. Lalu pada saat Fe direaksikan dengan HNO 3 5M, larutan berwarna keruh, terdapat gelembung gas dan paku menjadi berkarat, hal ini sudah sesuai dengan teori.

Selain direaksikan dengan asam, Fe juga direaksikan dengan alkali (NaOH 2M) dan sulfide (Na 2 S 2 O 3 ). Ketika Fe direaksikan dengan NaOH, pada saat dingin tidak terjadi reaksi lalu

dipanaskan, setelah di panaskan larutan berwarna kuning, di teori jika Fe direaksikan dengan NaOH maka akan menghasilkan endapan putih tetapi dengan syarat tidak ada udara, pada percoobaan ini Fe direaksikan dengan NaOH tidak ada endapan karena pada saat dilakukakan percobaan terdapat udara. Lalu setelah direkasikan dengan NaOH dan menghasilkan Fe(OH) 2(aq) , Fe(OH) 2(aq) direaksikan dengan Na 2 S 2 O 3 dan tidak terjadi perubahan reaksi

Tembaga (Cu) adalah logam merah muda yang lunak, dapat ditempa,dan liat. Karena potensial electrode standarnya positif, tembaga tak larut dalam asam klorida, meskipun dengan adanya oksigen tembaga bisa larut sedikit. Asam nitrat yang pekatnya (8M) dengan

mudah melarutkan tembaga. Tembaga dengan larutan NaOH dalam larutan dingin menghasilkan endapan biru tembaga(II) hidroksida dimana endapan tak larut dalam reagensia

berlebihan. Bila dipanaskan, endapan diubah menjadi tembaga(II) oksida hitam oleh dehidratasi. Pada praktikum ini, Cu direaksikan dengan asam (HCl 5M dan HNO 3 5M).

Ketika Cu di reaksikan dengan HCl dalam keadaan dingin tidak terjadi reaksi, lalu dipanaskan. Setelah dipanaskan temabaga tidak larut dan larutan berwarna kuning muda, hal

ini sudah sesuai dengan teori.

menjadi berwarna biru dan ada gelembung gas, hal ini sudah sesuai dengan teori.

Lalu pada saat Cu direaksikan dengan HNO 3 5M, larutan

Selain

direaksikan dengan asam, Cu juga direaksikan dengan alkali (NaOH 2M) dan sulfide (Na 2 S 2 O 3 ). Ketika Cu direaksikan dengan NaOH, pada saat dingin tidak terjadi reaksi lalu

dipanaskan, setelah di panaskan tetap tidak terjadi perubahan reaksi. Hal ini tidak seseui dengan teori, dimana seharusnya ketika Cu direaksikan dengan NaOH dalam keadaan dingin menghasikan endapan biru. Lalu setelah direkasikan dengan NaOH dan menghasilkan Cu(OH) 2(aq) , Cu(OH) 2(aq) direaksikan dengan Na 2 S 2 O 3 dan tidak terjadi perubahan reaksi.

X.

KESIMPULAN

1. Logam Zn lebih cepat bereaksi apabila direaksikan dengan HNO 3 dibandingkan dengan HCl

2. Logam Cu tidak bereaksi apabila direkasikan dengan HCl tanpa adanya pemanasan, sedangkan apabila direaksikan denga HNO 3 langsung bereaksi.

3. Logam Fe yang direaksikan dengan HNO 3 ternyata akan lebih cepat mengkarat / berkorosi dibangdingkan dengan Fe didalam HCl

4. Logam (Fe,Cu dan Zn) ternyata sulit bereaksi bahkan tidak berekasi dengan larutan alkali atau NaOH.

5. Penambahan Na 2 S 2 O 3 pada larutan tidak mempengaruhi rekasi pada basa (NaOH)

DAFTAR PUSTAKA

Cotton dan G. wilkinson.1998. Kimia Anorganik dasar. Jakarta: UI Press.

Gulo, Fakhili dan Desi. 2014. Panduan Praktikum Kimia Anorganik II. Inderalaya : FKIP KIMIA UNSRI.

Vogel.1985. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta: PT. Kalman Media Pusaka.

Zulaiha, Zila. 2011. Reaksi Oksidasi Reduksi (2) Pengaruh Asam Dan Basa Terhadap Logam. (Online). http://zilazulaiha.blogspot.co.id/2011/10/reaksi-oksidasi-reduksi-2- pengaruh-asam.html. (Diakses pada tanggal 18 Februari 2018).

LAMPIRAN

Logam Zn yang direaksikan dengan HCl, HNO3 dan NaOH

 Logam Zn yang direaksikan dengan HCl, HNO 3 dan NaOH  Logam Cu yang direaksikan

Logam Cu yang direaksikan dengan HCl, HNO3 dan NaOH

 Logam Zn yang direaksikan dengan HCl, HNO 3 dan NaOH  Logam Cu yang direaksikan

Logam Fe yang direaksikan dengan HCl, HNO3 dan NaOH

 Logam Fe yang direaksikan dengan HCl, HNO 3 dan NaOH  Zn(OH) 2(aq) , Fe(OH)

Zn(OH)2(aq) , Fe(OH)2(aq) , dan Cu(OH)2(aq) yang direkasikan dengan Na2S2O3

dengan HCl, HNO 3 dan NaOH  Zn(OH) 2(aq) , Fe(OH) 2(aq) , dan Cu(OH) 2(aq)