Anda di halaman 1dari 46

MODUL

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI


SEKTOR KONSTRUKSI GOLONGAN POKOK
JURU GAMBAR ARSITEKTUR

MELAKSANAKAN PROSEDUR K3 DAN


LINGKUNGAN DI TEMPAT KERJA
INA.5220.123.01.01.06

2016

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
DIREKTORAT BINA KOMPETENSI DAN PRODUKTIVITAS KONSTRUKSI
Jl. Sapta Taruna Raya – Komplek PU Pasar Jumat – Jakarta Selatan
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

KATA PENGANTAR

Modul pelatihan berbasis kompetensi merupakan salah satu media pembelajaran yang
dapat digunakan sebagai media transformasi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja
kepada peserta pelatihan untuk mencapai kompetensi tertentu berdasarkan program
pelatihan yang mengacu kepada Standar Kompetensi.

Modul pelatihan ini berorientasi kepada pelatihan berbasis kompetensi ( Competence


Based Training) diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku Informasi, Buku Kerja
dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penggunaanya
sebagai referensi dalam media pembelajaran bagi peserta pelatihan dan instruktur, agar
pelaksanaan pelatihan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Untuk memenuhi
kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi tersebut , maka disusunlah modul pelatihan
berbasis kompetensi dengan judul “Melaksanakan Prosedur K3 Dan Lingkungan Di
Tempat Kerja “.

Kami menyadari bahwa modul yang kami susun ini masih jauh dari sempurna . Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan masukan untuk perbaikan agar tujuan
dari penyusunan modul ini menjadi lebih efektif.

Demikian kami sampaikan, semoga Tuhan YME memberikan tuntunan kepada kita dalam
melakukan berbagai upaya perbaikan dalam menunjang proses pelaksanaan pelatihan di
lembaga pelatihan kerja .

Jakarta, ........................ 2016

Direktur
Bina Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi

Dr. Ir. H. Masrianto, MT.


NIP.

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Buku Informasi Edisi : 2016
Halaman: 1 dari 13
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
1

DAFTAR ISI………..
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
2

ACUAN STANDAR KOMPETENSI KERJA DAN SILABUS PELATIHAN


..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
3

A. Acuan Standar Kompetensi Kerja


................................................................................................................
................................................................................................................
3
................................................................................................................

B. Kemampuan yang Harus Dimiliki Sebelumnya


................................................................................................................
................................................................................................................
4

C. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)................................................ 8

LAMPIRAN

1. BUKU INFORMASI

2. BUKU KERJA

3. BUKU PENILAIAN

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Buku Informasi Edisi : 2016
Halaman: 2 dari 13
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

ACUAN STANDAR KOMPETENSI KERJA


DAN SILABUS PELATIHAN

A. Acuan Standar Kompetensi Kerja

Materi Pelatihan ini merupakan bagian dari Paket Pelatihan Jabatan Kerja Juru
Gambar Arsitektur yaitu sebagai representasi dari Unit Kompetensi Melaksanakan
prosedur K3 dan lingkungan di tempat kerja, sehingga untuk kualifikasi jabatan
kerja tersebut diperlukan pemahaman dan kemampuan mengaplikasikan dari materi
pelatihan lainnya, yaitu:

2.1.1. Mendiagnosa gambar sketsa/draft.


2.1.2. Mengidentifikasi bahan dan alat yang diperlukan
2.1.3. Membuat jadwal kerja
2.1.4. Melakukan penggambaran
2.1.5. Menyimpan/merapikan gambar dan peralatan yang sudah selesai digunakan
2.1.6. Membuat laporan hasil penggambaran

2.2. Pengertian Unit Standar Kompetensi

2.2.1. Unit Kompetensi

Unit kompetensi adalah bentuk pernyataan terhadap tugas / pekerjaan yang


akan dilakukan dan merupakan bagian dari keseluruhan unit komptensi yang
terdapat pada standar kompetensi kerja dalam suatu jabatan kerja tertentu.

2.2.2. Unit Kompetensi Yang Akan Dipelajari

Salah satu unit kompetensi yang akan dipelajari dalam paket pelatihan ini
adalah “Melaksanakan prosedur K3 dan lingkungan di tempat kerja”.

2.2.3. Durasi / Waktu Pelatihan

Pada sistem pelatihan berbasis kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian


kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Peserta yang berbeda mungkin
membutuhkan waktu yang berbeda pula untuk menjadi kompeten dalam
melakukan tugas tertentu.
Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja
Buku Informasi Edisi : 2016
Halaman: 3 dari 13
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

2.2.4. Kesempatan Untuk Menjadi Kompeten

Jika peserta latih belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan


pertama, Pelatih akan mengatur rencana pelatihan dengan peserta latih
yang bersangkutan.
Rencana ini akan memberikan kesempatan kembali kepada peserta untuk
meningkatkan level kompetensi sesuai dengan level yang diperlukan.
Jumlah maksimum usaha / kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

2.3 Unit Kompetensi Kerja Yang dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi


peserta pelatihan atau siswa untuk dapat :
 Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
 Mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan.
 Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
 Menyakinkan, bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria
unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

B. Kemampuan yang harus dimiliki sebelumnya

1. Kemampuan Awal
Peserta pelatihan harus telah memiliki pengetahuan awal K3-LH, komunikasi dan
kerjasama di tempat kerja.

2. Judul Unit : Melaksanakan prosedur K3 dan lingkungan di tempat kerja

3. Kode Unit : INA.5220.123.01.01.06

4. Deskripsi Unit
Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang
diperlukan dalam Melaksanakan Prosedur K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja
yang dilakukan oleh Juru Gambar Arsitektur

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Buku Informasi Edisi : 2016
Halaman: 4 dari 13
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

5. Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA


1. Mengikuti prosedur kerja 1.1 Prosedur K3 dan lingkungan terkait dengan pekerjaan
dan memberikan laporan juru gambar arsitektur dikuasai dengan cermat dan
tentang pelaksanaan K3 teliti.
dan lingkungan 1.2 Pelaksanaan prosedur K3 dan lingkungan diidentifikasi
dan dilaporkan sesuai ketentuan yang berlaku.
1.3 Setiap sikap atau kejadian yang tidak wajar dilaporkan
segera kepada petugas K3 yang ditunjuk.
2. Menangani situasi darurat 2.1. Situasi darurat segera dikenali dan tindakan yang
pada kecelakaan kerja dibutuhkan ditentukan sesuai ruang lingkup tanggung
dan penyakit akibat jawab individu masing-masing.
pekerjaan. 2.2. Prosedur keadaan darurat dilaksanakan secara benar.
2.3. Rincian situasi darurat secara akurat dilaporkan
kepada yang berwenang.
3. Menjaga perilaku kerja. 3.1. Kebersihan dan kerapihan di tempat kerja dijaga
sesuai prosedur K3 yang berlaku.
3.2. Pakaian dan pelindung badan dikenakan serta cara
penggunaan peralatan/perlengkapan K3 dipelajari
sesuai prosedur K3 di tempat kerja.
3.3. Perilaku yang patut dan santun serta syarat
ergonomic penggunaan computer dilaksanakan sesuai
prosedur K3 di tempat kerja.

BATASAN VARIABEL

1. Unit ini berlaku untuk seluruh pekerjaan jasa konstruksi


2. Prosedur K3 dan Lingkungan meliputi, namun tidak terbatas pada:
2.1. Keadaan darurat, kebakaran dan kecelakaan
2.2. identifikasi dan kontrol bahaya
2.3. Penggunaan pakaian dan perlengkapan peralatan
2.4. Tempat duduk, pengangkat dan penanganan yang aman
2.5. Keamanan dokumen, perlengkapan dan orang
2.6. Sistem kontrol utama

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Buku Informasi Edisi : 2016
Halaman: 5 dari 13
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

3. Situasi darurat meliputi, namun tidak terbatas pada :


3.1. Ancaman virus pada hardware/hackers dan ledakan bom
3.2. Pelanggan yang mengacau
3.3. Kecelakaan
3.4. Pencurian dengan kekerasan
3.5. Kebakaran
3.6. Perampokan bersenjata
3.7. Banjir
3.8. Gempa bumi
3.9. Kerusuhan dan huru hara

PANDUAN PENILAIAN

1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang


Untuk mendemonstrasikan kompetensi, dibutuhkan bukti keterampilan dan
pengetahuan di bidang berikut ini:
1.1. Persyaratan industri/sektor asuransi dan pertanggungan sehubungan dengan
tanggung jawab staf individu.
1.2. Peraturan perundang-undangan Ketenagakerjaan sehubungan dengan hak dan
kewajiban atasan dan bawahan.
1.3. Peraturan perundang-undangan jasa konstruksi
1.4. Prosedur K3 dan Lingkungan umum di tempat kerja bidang jasa konstruksi.
1.5. Penyebab utama kecelakaan tempat kerja berkaitan dengan lingkungan kerja.

2. Konteks penilaian
Unit ini harus dinilai berdasarkan saat bekerja atau tidak bekerja. Penilaian harus
meliputi, jenis metode-metode untuk menilai pengetahuan dan keterampilan
penunjang.
3. Aspek penting penilaian
Petunjuk wajib ini meliputi, pemahaman pentingnya bekerja sesuai dengan prosedur
K3 dan Lingkungan yang didemonstrasikan, serta implikasi-implikasi potensial atas
kelalaian pelaksanaan prosedur-prosedur tersebut.

4. Kaitan dengan unit-unit lain

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Buku Informasi Edisi : 2016
Halaman: 6 dari 13
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

Yang dimaksud adalah unit inti yang menopang kinerja optimal di seluruh unit-unit
lain. Direkomendasikan bahwa unit ini dinilai/dilatih sesuai dengan unit-unit layanan
dan operasional lain.

Kompetensi Kunci

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa 1


informasi

2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 1

3. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas 1

4. Bekerja dengan orang lain dan kelompok 1

5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika -

6. Memecahkan masalah 1

7. Menggunakan teknologi 1

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Buku Informasi Edisi : 2016
Halaman: 7 dari 13
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

C. Silabus Pelatihan Silabus Berbasis Kompetensi (PBK)

Judul Unit Kompetensi : Melaksanakan prosedur K3 dan lingkungan di tempat kerja


Kode Unit Kompetensi : INA.5220.123.01.01.06
Deskripsi Unit Kompetensi : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk
mengikuti prosedur kesehatan, keselamatan dan keamanan. Unit ini berlaku untuk seluruh
kegiatan pekerjaan juru gambar arsitektur. Unit ini tidak meliputi, kebersihan atau
pertolongan pertama yang didapatkan dari unit-unit berbeda.
Perkiraaan Waktu Pelatihan : 270 menit terdiri dari teori 135 menit, praktek 135 menit
Tabel Silabus Unit Kompetensi :

Metode/
Waktu
Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Silabus Media
Pembelajaran
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran
T P Jml
1. Mengikuti prosedur kerja dan memberikan laporan
K3 dan Lingkungan 45 45 90
tentang pelaksanaan K3 dan lingkungan
1.1. Prosedur K3 dan  Dapat menjelaskan Prosedur K3 dan  Ceramah 15 15 30
lingkungan terkait dengan pengertian K3 dan Lingkungan Lingkungan Untuk Juru  Diskusi
pekerjaan juru gambar  Dapat menjelaskan Prosedur Gambar  Demonst
arsitektur dikuasai dengan K3 dan Lingkungan . rasi
cermat dan teliti asuransi.
 Mampu melaksanakan 
prosedur K3 dan lingkungan
 Harus mampu secara cermat
dan teliti dalam melaksanakan
prosedur K3 dan lingkungan

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 8 dari 13
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

Metode/
Waktu
Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Silabus Media
Pembelajaran
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran
T P Jml
1.4. Pelaksanaan  Dapat menjelaskan Prinsip  Prinsip Kesehatan dan  Ceramah 15 15 30
prosedur K3 dan lingkungan keselamatan dan kesehatan Keselamatan Kerja juru  Diskusi
diidentifikasi dan dilaporkan kerja gambar  Demonst
sesuai ketentuan yang  Dapat menjelaskan  Prosedur pelaporan rasi
berlaku. pentingnya keselamatan dan pelaksanaan K3 juru
kesehatan kerja gambar
 Mampu mengisi formulir
pelaporan pelaksanaan K3
 Harus mampu secara cermat
dan teliti dalam melaksanakan
prosedur K3 untuk juru gambar
 Harus mampu secara cermat
dan teliti dalam mengisi formulir
pelaporan pelaksanaan K3
1.5. Setiap sikap atau  Dapat menjelaskan prosedur Sikap dan Kejadian  Ceramah 15 15 30
kejadian yang tidak wajar membuat laporan kejadian tidak berbahaya pada pekerjaan  Diskusi
dilaporkan segera kepada wajar. juru gambar  Demonst
petugas K3 yang ditunjuk  Dapat menjelaskan kriteria rasi
sikap dan kejadian tidak wajar
yang berhubungan dengan K3
dan lingkungan.
 Mampu menyiapkan formulir
laporan adanya sikap atau
kejadian tidak wajar kepada
petugas K3.

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 9 dari 13
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

Metode/
Waktu
Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Silabus Media
Pembelajaran
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran
T P Jml
 Harus mampu secara cermat
dan teliti dalam mengisi formulir
laporan adanya sikap atau
kejadian tidak wajar kepada
petugas K3
2. Menangani situasi darurat pada
K3 dan Lingkungan 45 45 90
kecelakaan kerja dan penyakit akibat pekerjaan.
2.1. Situasi darurat segera  Dapat menjelaskan kriteria Penanganan kecelakaan  Ceramah 15 15 30
dikenali dan tindakan yang situasi darurat yang kerja di lingkungan juru  Diskusi
dibutuhkan ditentukan sesuai berhubungan dengan K3 dan gambar  Demonst
ruang lingkup tanggung lingkungan untuk juru gambar. rasi
jawab individu masing-  Dapat menjelaskan jenis-
masing jenis tindakan yang dibutuhkan
dalam menangani situasi
darurat K3
 Mampu mengambil tindakan
yang dibutuhkan dalam
menangani situasi darurat K3
 Harus mampu secara cermat
dan tepat dalam mengambil
tindakan yang dibutuhkan
dalam menangani situasi
darurat K3
2.2. Prosedur keadaan darurat  Dapat menjelaskan kriteria Penanganan Kecelakaan  Ceramah 15 15 30
dilaksanakan secara benar keadaan darurat K3 yang Kerja dan Pertolongan  Diskusi
berhubungan dengan Pertama
pekerjaan juru gambar.

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 10 dari 13
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

Metode/
Waktu
Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Silabus Media
Pembelajaran
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran
T P Jml
 Dapat menjelaskan cara  Demonst
menangani keadaan darurat rasi
yang berhubungan dengan
pekerjaan juru gambar.
 Mampu menangani keadaan
darurat yang berhubungan
dengan pekerjaan juru
gambar.
 Harus mampu secara cermat
dan tepat dalam menangani
keadaan darurat yang
berhubungan dengan
pekerjaan juru gambar
2.3. Rincian situasi darurat  Dapat menjelaskan kriteria Laporan Kejadian Darurat  Ceramah 15 15 30
secara akurat dilaporkan situasi darurat yang Akibat Kecelakaan Kerja dan  Diskusi
kepada yang berwenang. berhubungan dengan Penyakit Akibat Kerja  Demonst
pekerjaan juru gambar. rasi
 Dapat menjelaskan cara
mengisi formulir laporan
situasi darurat K3.
 Mampu mengisi formulir
laporan situasi darurat yang
berhubungan dengan K3
 Harus mampu secara cermat
dan tepat dalam melaporkan
rincian situasi darurat yang
berhubungan dengan K3.

3. Modul : MelaksanakanMenjaga
Judul perilakudikerja
K3 dan Lingkungan Sesuai
Tempat Kerja prosedur K3 dan Lingkungan 45 45 90
Halaman: 11 dari 13
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

Metode/
Waktu
Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Silabus Media
Pembelajaran
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran
T P Jml
3.1. Kebersihan dan kerapihan di  Dapat menjelaskan kriteria Perilaku Kerja Juru Gambar  Ceramah 15 15 30
tempat kerja dijaga sesuai kebersihan dan kerapihan  Diskusi
prosedur K3 yang berlaku. tempat kerja.  Demonst
rasi
 Dapat menjelaskan hal-hal
yang perlu diperhatikan untuk
menjaga kebersihan dan
kerapihan tempat kerja.
 Mampu menjaga kebersihan
dan kerapihan tempat kerja
sesuai prosedur K3 yang
berlaku.
 Harus mampu secara cermat
dan teliti dalam menjaga
kebersihan dan kerapihan
tempat kerja sesuai prosedur
K3 yang berlaku.
3.2. Pakaian dan pelindung badan  Dapat menjelaskan jenis Prosedur Penggunaan  Ceramah 15 15 30
dikenakan serta cara peralatan K3 sesuai Peralatan Pemadam  Diskusi
penggunaan pekerjaan juru gambar. Kebakaran  Demonst
peralatan/perlengkapan K3 rasi
dipelajari sesuai prosedur K3
 Dapat menjelaskan cara
di tempat kerja.
penggunaan peralatan K3
sesuai pekerjaan juru
gambar.
 Dapat menjelaskan alat
pelindung diri pada saat
melaksanakan pekerjaan.
Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja
Halaman: 12 dari 13
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

Metode/
Waktu
Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Silabus Media
Pembelajaran
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran
T P Jml
 Mampu menggunakan alat
pelindung diri pada saat
melaksanakan pekerjaan
 Mampu menggunakan
peralatan K3 pada saat
melaksanakan pekerjaan
sesuai prosedur.
 Harus mampu secara cermat
dan tepat dalam
menggunakan alat pelindung
diri pada saat melaksanakan
pekerjaan
 Harus mampu secara cermat
dan tepat dalam
menggunakan peralatan K3
pada saat melaksanakan
pekerjaan sesuai prosedur.
3.3. Perilaku yang patut dan  Dapat menjelaskan kriteria Perilaku yang baik dan  Ceramah 15 15 30
santun serta syarat perilaku santun di tempat syarat ergonomic di tempat  Diskusi
ergonomic penggunaan kerja. kerja  Demonst
computer dilaksanakan  Dapat menjelaskan syarat rasi
sesuai prosedur K3 di tempat ergonomic dalam bekerja.
kerja.
 Mampu menerapkan prinsip
ergonomic dalam bekerja.
 Harus mampu secara cermat
dan tepat dalam menerapkan
prinsip ergonomic dalam
Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkunganbekerja.
di Tempat Kerja
Halaman: 13 dari 13
Buku Informasi Edisi : 2016
BUKU INFORMASI

MELAKSANAKAN PROSEDUR K3 DAN


LINGKUNGAN DI TEMPAT KERJA

INA.5220.123.01.01.06

Tahun 2016

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
DIREKTORAT BINA KOMPETENSI DAN PRODUKTIVITAS KONSTRUKSI
Jl. Sapta Taruna Raya – Komplek PU Pasar Jumat – Jakarta Selatan
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ....................................................................................................... 1

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 3


A. Tujuan Umum .................................................................................. 3
B. Tujuan Khusus ................................................................................. 3

BAB II MENGIKUTI PROSEDUR KERJA DAN MEMBERIKAN LAPORAN


TENTANG PELAKSANAAN K3 DAN LINGKUNGAN.............................. 4
A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Mengikuti prosedur kerja dan
memberikan laporan tentang pelaksanaan K3 dan lingkungan.............. 4
1. Prosedur K3 dan Lingkungan Untuk Juru Gambar.......................... 4
1.1 Pengertian dan Tujuan K3 Lingkungan.................................... 4
1.2 Prosedur K3 dan Lingkungan.................................................. 6
1.3 Pelaporan Sikap dan Kejadian Yang Tidak Wajar Kepada Petugas
K3........................................................................................ 7
B. Keterampilan yang diperlukan dalam Mengikuti prosedur kerja dan
memberikan laporan tentang pelaksanaan K3 dan lingkungan.............. 8
C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Mengikuti prosedur kerja dan
memberikan laporan tentang pelaksanaan K3 dan lingkungan.............. 8

BAB III MENANGANI SITUASI DARURAT PADA KECELAKAAN KERJA DAN


PENYAKIT AKIBAT PEKERJAAN.......................................................... 9
A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menangani Situasi Darurat Pada
Kecelakaan Kerja Dan Penyakit Akibat Pekerjaan................................. 9
1. Situasi/Kondisi Darurat................................................................ 9
2. Situasi Yang Dapat Menimbulkan Bahaya Bagi Juru Gambar........... 11
3. Prosedur Penanganan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja. 12
4. Pelaporan Keadaan Darurat Akibat Kecelakaan Kerja dan Penyakit
Akibat Kerja................................................................................ 16
B. Keterampilan yang diperlukan dalam Menangani situasi darurat pada
kecelakaan kerja dan penyakit akibat pekerjaan.................................. 17
Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja
Halaman: 1 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Mengikuti prosedur kerja dan


memberikan laporan tentang pelaksanaan K3 dan lingkungan.............. 17

BAB IV MENJAGA PERILAKU KERJA SESUAI PROSEDUR.............................. 19


A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menjaga perilaku kerja Sesuai
prosedur........................................................................................... 19
1. Kebersihan dan Kerapihan Tempat Kerja....................................... 19
2. Pakaian dan Pelindung Badan serta Cara Penggunaan Peralatan
/Perlengkapan K3 Untuk Juru Gambar.......................................... 22
3. Perilaku yang Baik Untuk Juru Gambar......................................... 25
B. Keterampilan yang diperlukan dalam menjaga perilaku kerja Sesuai
prosedur........................................................................................... 29
C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam menjaga perilaku kerja Sesuai
prosedur........................................................................................... 29
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 30
DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN............................................................... 31

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 2 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

BAB I
PENDAHULUAN

A. TUJUAN UMUM

Setelah mempelajari modul ini peserta latih diharapkan mampu menerapkan


keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan dan prosedur yang
ditetapkan perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku serta mampu memberikan
laporan tentang pelaksanaan K3 dan lingkungan pada saat bekerja sebagai juru
gambar

B. TUJUAN KHUSUS

Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi melaksanakan


K3 dan lingkungan di tempat kerja ini guna memfasilitasi peserta latih sehingga
pada akhir pelatihan diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut:

1. Menguasai prosedur K3 dan lingkungan terkait dengan pekerjaan juru gambar


arsitektur.
2. Mengidentifikasi dan melaporkan pelaksanaan prosedur K3 dan lingkungan sesuai
ketentuan yang berlaku.
3. Menangani situasi darurat pada kecelakaan kerja dan penyakit akibat pekerjaan.
4. Melakukan tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 3 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

BAB II
MENGIKUTI PROSEDUR KERJA DAN MEMBERIKAN LAPORAN TENTANG
PELAKSANAAN K3 DAN LINGKUNGAN

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Mengikuti prosedur kerja dan


memberikan laporan tentang pelaksanaan K3 dan lingkungan

Untuk memperoleh hasil pekerjaan konstruksi yang optimal, maka aspek


keselamatan kerja harus mendapat perhatian tersendiri. Keselamatan kerja
merupakan salah satu aspek yang harus dipertimbangkan dalam melakukan suatu
pekerjaan disamping dua aspek lain, yaitu aspek pemenuhan target produksi sesuai
mutu/spesifikasi dan pengurangan dampak negative terhadap lingkungan. Ketiga
aspek tersebtu tidak dapat berdiri sendiri, tetapi merupakan suatu kesatuan yang
saling terkait dan masing-masing memiliki peran yang strategis serta tidak dapat
terlepas satu dengan lainnya.

1. Prosedur K3 dan Lingkungan Untuk Juru Gambar

Untuk jabatan kerja Juru Gambar Arsitektur yang biasanya bekerja di dalam suatu
kantor, maka penerapan dari sistem manajemen K3 dan lingkungan pada
pelaksanaan pekerjaan sehari-hari perlu difokuskan pada K3 untuk bekerja dalam
suatu ruangan kantor.

1.1 Pengertian dan Tujuan K3 Lingkungan

a. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan (K3 L)

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan adalah Suatu


usaha/upaya untuk mengadakan pencegahan terjadinya kecelakaan, penyakit
akibat kerja serta dampak terhadap lingkungan. Secara umum, keselamatan kerja
adalah suatu usaha untuk melaksanakan pekerjaan tanpa mengakibatkan
kecelakaan atau nihil kecelakaan penyakit akibat kerja atau zero accident. Dengan
demikian setiap personil di dalam suatu lingkungan kerja harus membuat suasana
kerja atau lingkungan kerja yang aman dan bebas dari segala macam bahaya

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 4 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

untuk mencapai hasil kerja yang menguntungkan serta tidak menimbulkan


dampak negatif pada lingkungan sekitar.

b. Tujuan K3 dan lingkungan

Tujuan K3 dan lingkungan adalah untuk mengadakan pencegahan, agar setiap


tenaga kerja tidak mengalami kecelakaan serta peralatan yang digunakan tidak
mengalami kerusakan ketika sedang melaksanakan pekerjaan serta tidak
menimbulkan dampak kesehatan dan lingkungan.

c. Prinsip K3 dan Lingkungan


Prinsip K3L adalah bahwa setiap pekerjaan dapat dilaksanakan dengan aman dan
selamat. Suatu kecelakaan terjadi karena ada penyebabnya, antara lain manusia,
peralatan, atau kedua-duanya. Penyebab kecelakaan ini harus dicegah untuk
menghindari terjadinya kecelakaan. Hal-hal yang perlu diketahui agar pekerjaan
dapat dilakukan dengan aman, antara lain:
1) Mengenal dan memahami pekerjaan yang akan dilakukan,
2) Mengetahui potensi-bahaya yang bisa timbul dari setiap kegiatan pada setiap
item pekerjaan yang akan dilakukan
3) Melaksanakan ketentuan yang tertuang dalam peraturan K3 L.
Dengan mengetahui dan melaksanakan ketiga hal tersebut di atas akan tercipta
lingkungan kerja yang aman serta meminimalisasi terjadinya kecelakaan, baik
tenaga kerja maupun peralatan yang digunakan.
Terdapat 3 hal utama yang menjadi prinsip dasar Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3) yang perlu untuk diperhatikan yaitu :
 Upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
 Status Kesehatan Pekerja
 Pengkajian Bahaya Potensial Lingkungan kerja

d. Pentingnya K3L
Pentingnya K3 merupakan sebuah usaha penyerasian antara kapasitas kerja,
beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat
tanpa membahayakan dirinya maupun masyarakat sekelilingnya agar diperoleh
produktivitas kerja yang optimal.
Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja
Halaman: 5 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

Keselamatan kerja sangat penting diperhatikan dan dilaksanakan antara lain


untuk:
1) Menyelamatkan karyawan dari penderitaan sakit atau cacat, kehilangan
waktu, dan kehilangan pemasukan uang.
2) Menyelamatkan keluarga dari kesedihan atau kesusahan, kehilangan
penerimaan uang, dan masa depan yang tidak menentu.
3) Menyelamatkan perusahaan dari kehilangan tenaga kerja, pengeluaran biaya
akibat kecelakaan, melatih kembali atau mengganti karyawan, kehilangan
waktu akibat kegiatan kerja terhenti, dan menurunnya produksi.

1.2 Prosedur K3 dan Lingkungan

Seorang Juru Gambar Arsitektur yang bekerja di dalam suatu ruangan kantor harus
memahami dan menerapkan prosedur K3 dan lingkungan. Sebelum masuk ke detail,
diuraikan secara umum beberapa prosedur K3 yang harus dilakukan untuk petugas
yang bekerja dalam suatu ruangan kantor.

Semua petugas dalam ruangan kantor harus bisa mengidentifikasi pelaksanaan


prosedur K3 dan lingkungan dan apabila ada penyimpangan harus melaporkan
kepada yang berwenang dengan segera.

Prosedur K3L adalah Aturan-aturan atau tata cara kerja yang berlaku saat
melakukan suatu pekerjaan dalam bidang kesehatan dan keselamatan kerja serta
lingkungan. Prosedur K3L harus dipahami oleh juru gambar sebelum memulai
pekerjaan.

Manfaat prosedur K3L yang lengkap dan benar akan dapat mencegah terjadinya
kecelakaan kerja, serta dampak terhadap lingkungan sehingga akan menjamin
keefektifan dan evisiensi dalam suatu pekerjaan.

Cara melaksanakan prosedur K3 dan lingkungan untuk juru gambar

 Sebelum mulai menggambar, Menyiapkan meja, kursi yang nyaman untuk


menggambar.

 Menggunakan pelindung/screen saver pada komputer untuk melindungi mata dari


radiasi.
Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja
Halaman: 6 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

 Memeriksa semua kabel-kabel yang dibutuhkan untuk power komputer dalam


kondisi baik dan aman untuk mencegah konsleting listrik

 Memastikan pada saat menggambar, kondisi ruangan aman dari bahaya


kebakaran.

 Mulai menggambar dengan aman

1.3 Pelaporan Sikap dan Kejadian Yang Tidak Wajar Kepada Petugas K3

Beberapa contoh sikap atau kejadian yang tidak wajar yang berhubungan dengan
pekerjaan juru gambar adalah terjadi korsleting listrik, timbul asap di ruangan
sebagai indikasi adanya kebakaran, tercium bau gas yang menyengat di ruangan
mengindikasikan adanya kebocoran gas, dll. Jika pada saat bekerja, juru gambar
mengalami hal-hal seperti di atas, maka harus segera mengambil tindakan
pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan. Namun apabila kecelakaan tidak dapat
terhindarkan maka, juru gambar harus melakukan prosedur pelaporan kepada
petugas K3.

Adapun prosedur membuat laporan adanya kejadian tidak wajar yang menimbulkan
potensi bahaya dan kecelakaan adalah:

 Lapor ke petugas K3 adanya kejadian tidak wajar

 Mengumpulkan data tentang terjadinya kecelakaan dengan cara bertanya


kepada saksi-saksi yang melihat kejadian

 Mencatat semua data yang diperoleh

 Membuat laporan terjadinya kecelakaan

Dalam hubungan dengan karyawan sekantor/seruangan, apabila terjadi sikap atau


kejadian yang tidak wajar maka perlu diambil tindakan segera. Apabila terjadi
kondisi teman sekerja berperilaku yang tidak wajar, perlu segera dilaporkan kepada
yang berwenang atau petugas K3 yang ditunjuk, sedangkan apabila terjadi
kecelakaan kerja atau penyakit akibat pekerjaan, kecuali dilaporkan kepada petugas
K3, maka sangat harus segera dilakukan pertolongan pertama.

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 7 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

B. Keterampilan yang diperlukan dalam Mengikuti prosedur kerja dan


memberikan laporan tentang pelaksanaan K3 dan lingkungan
1. Menerapkan prosedur K3 dan lingkungan terkait dengan pekerjaan juru gambar
arsitektur.
2. Melaporkan pelaksanaan prosedur K3 dan lingkungan sesuai ketentuan yang
berlaku.
3. Membuat laporan Pelaksanaan K3 di lingkungan juru gambar

C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Mengikuti prosedur kerja dan


memberikan laporan tentang pelaksanaan K3 dan lingkungan
1. Cermat, teliti, dan tepat dalam menerapkan prosedur K3 dan lingkungan terkait
dengan pekerjaan juru gambar arsitektur.
2. Cermat dan teliti dalam melaporkan pelaksanaan prosedur K3 dan lingkungan
sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Cermat dan teliti dalam membuat laporan pelaksanaan K3 dan lingkungan.

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 8 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

BAB III
MENANGANI SITUASI DARURAT PADA KECELAKAAN KERJA DAN PENYAKIT
AKIBAT PEKERJAAN

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menangani Situasi Darurat Pada


Kecelakaan Kerja Dan Penyakit Akibat Pekerjaan

1. Situasi/Kondisi Darurat

Untuk mengantisipasi adanya kecelakaan kerja, maka juru gambar yang biasanya
bekerja di dalam ruangan harus mengenali kondisi atau situasi darurat pada saat
bekerja. Situasi Darurat ialah situasi yang berbeda dari situasi normal yang
mempunyai kecenderungan atau potensi membahayakan, baik bagi keselamatan
manusia, harta benda maupun lingkungan. Situasi ini dapat pula menimbulkan
dampak negatif pada lingkungan sekitarnya, mengganggu kegiatan yang ada,
organisasi serta komunitas yang sedang beraktivitas saat itu. Oleh karena itu,
situasi ini harus segera dilakukan penanggulangan.

Pada umumnya, situasi darurat terbagi 3,yaitu:


a. Natural Hazard (bencana alamiah), situasi ini terjadi karena adanya keadaan
alam yang kurang baik atau sering terjadi karena bencana alam. Contoh: banjir,
kekeringan, angin topan, gempa, petir, dll.
b. Technological Hazard (Kegagalan Teknis), seperti : pemadaman/korsleting listrik,
kebakaran/ledakan, kecelakaan kerja/lalu lintas, dll.
c. Huru Hara, seperti : perang, kerusuhan, dll.

Sikap Dan Tindakan Saat Mengetahui Situas Darurat:


 Cepat dand tanggap dalam situasi darurat
 Tidak panik
 Tidak berteriak yang membuat panik orang lain
 Adanya keinginan untuk menyelesaikan masalah
 Tenang dalam menghadapi situasi darurat.
 Bekerjasama dalam mengatasi situasi darurat

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 9 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

Cara mengambil tindakan yang dibutuhkan dalam menangani situasi darurat K3


sesuai dengan prosedur yang berlaku:
 Ikuti induksi K3 dari petugas K3 dengan cermat
 Tangani Situasi darurat sesuai prosedur di perusahaan
 Ikuti pesan tanda-tanda bahaya di tempat kerja
 Tentukan langkah dalam situasi darurat sesuai dengan permasalahannya
 Operasikan perlengkapan situasi darurat yang tersedia di tempat kerja
 Segera mengetahui dan meneliti keadaan darurat dan potensi keadaan darurat
 Segera tentukan tindakan yang dibutuhkan untuk melakukannya dalam rangka
lingkup tanggung jawabnya.
 Pelaksanaan tindakan darurat mengikuti prosedur keadaan derurat yang sesuai
dengan prosedur di perusahaan.
 Segera cari bantuan dari rekan sejawat atau orang yang mempunyai wewenang
bila perlu.
 Membuat risalah kejadian kecelakaan

Untuk mengantisipasi adanya kecelakaan kerja, maka seorang juru gambar juga
harus memahami bahaya-bahaya di lingkungan kerjanya. Dengan demikian, juru
gambar tersebut dapat meminimalisir bahaya di tempat kerja tersebut. Adapun
kondisi bahaya di tempat kerja juru gambar, diantaranya bahaya yang bersifat
khusus dan bahaya yang bersifat umum. Bahaya bersifat khusus biasanya berupa
materiil, seperti : keadaan lingkungan kerja yang tidak aman ( Unsafe Condition),
gedung yang tinggi dengan pondasi yang tidak seimbang, struktur tanah yang tidak
sesuai dengan standar izin mendirikan bangunan (IMB), instalasi listrik yang tidak
teratur, tidak adanya peralatan keamanan dan pelindung saat bekerja, dsb. Adapun
bahaya yang bersifat umum biasanya bersifat non materiil yang disebabkan oleh
karyawan itu sendiri atau bahaya yang ditimbulkan dari proses kerja, seperti :
bekerja dengan tidak mematuhi keselamatan kerja (Unsave Worker), tidak
beristirahat, memaksakan kerja pada saat kondisi badan kurang sehat, terjadinya
konflik, kurang komunikasi yang membuat tidak kondusif di tempat kerja, lalai,
tidak mengikuti prosedur kerja, dsb.

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 10 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

2. Situasi Yang Dapat Menimbulkan Bahaya Bagi Juru Gambar

Situasi dan kondisi yang dapat menjadi pemicu atau sumber-sumber bahaya bagi
keamanan dan kesehatan juru gambar yang dapat menimbulkan kecelakaan
adalah:
 Faktor Fisik, seperti : suara yang terlalu bising, suhu yang terlalu tinggi atau
terlalu rendah, penerangan yang kurang memadai, kelembaban udara, getaran
mekanis, radiasi, ventilasi yang kurang memadai, tekanan udara yang terlalu
tinggi atau terlalu rendah, bau-bauan di tempat kerja
 Faktor Kimia, seperti : gas/uap, cairan, debu,dll
 Faktor Biologi, seperti : bakteri/virus, jamur, cacing, dan serangg
 Faktor Faal, seperti :sikap badan yang tidak baik pada waktu bekerja, peralatan
yang tidak sesuai dengan pekerjaan juru gambar, gerak yang senantiasa berdiri
atau duduk, proses, sikap, dan cara kerja yang monoton, beban kerja yang
melampaui batas kemampuan
 Faktor Psikologis, seperti :kerja yang terpaksa/di paksakan yang tidak sesuai
dengan kemampuan, sasaran kerja yang tidak menyenangkan, pikiran yang
senantiasa tertekan terutama karena sikap atasan atau teman kerja yang tidak
sesuai.
Sikap dan tindakan yang perlu dilakukan oleh juru gambar terhadap keadaan
bahaya adalah:
 Bersikap cepat dan tanggap terhadap hal-hal yang diperkirakan dapat
membahayakan.
 Mengamati (observasi) terhadap hal-hal yang dapat membahayakan
 Mempelajari petunjuk-petunjuk penyelamatan jika ada keadaan darurat
 Mengidentifikasi satu persatu hal-hal yang akan membahayakan tersebut
 Menganalisis secara teoritis baik dan buruknya untuk jangka panjang
 Menyimpulkan dan membuat solusi secara tertulis hasil pengamatan tersebut
dan diajukan kepada bagian yang menangani permasalahan tersebut di
perusahaan itu untuk ditindaklanjuti kepada atasannya.

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 11 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

3. Prosedur Penanganan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja

Kecelakaan kerja adalah suatu keadaan atau kejadian yang tidak direncanakan,
tidak diingini, dan tidak diduga sebelumnya yang terjadi pada saat seseorang
sedang bekerja. Kecelakaan dapat terjadi sewaktu-waktu dan mempunyai sifat
merugikan terhadap terhadap manusia, peralatan, dan produksi, yang akhirnya
dapat menyebabkan kegiatan suatu pekerjaan terhenti secara menyeluruh.

Untuk mengantisipasi adanya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada juru
gambar, maka seorang juru gambar harus mengikuti prosedur kerja yang berlaku,
seperti:
 Setiap karyawan harus menjaga keselamatan dirinya dan karyawan yang
lainnya.
 Wajib memakai alat-alat keselamatan kerja, jika juru gambar bekerja di
proyek/lapangan.
 Mematuhi ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan kerja dan perlindungan
kerja yang berlaku.
 Apabila menemui hal-hal yang dapat membahayakan terhadap keselamatan juru
gambar atau pekerja lain di tempat kerja, harus segera melaporkan kepada
pimpinan perusahaan atau atasannya.
 Setiap juru gambar harus memelihara alat-alat atau perlengkapan kerja dengan
baik dan teliti.

Langkah-Langkah Menangani Keadaan Darurat dan Kecelakaan Kerja di


Lingkungan Juru Gambar :

a. Menangani Kecelakaan Kerja

Bila terjadi kecelakaan kerja yang dialami seorang karyawan, maka karyawan
yang lain harus menolongnnya. Yang perlu dilakukan yaitu :
 Membawanya keruangan kesehatan dan keselamatan kerja
 Memberikan pertolongan pertama
 Melaporkan pada atasan/ pimpinan
 Menghubungi atau membawanya pada petugas kesehatan terdekat

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 12 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

 Mendeteksi penyebab kecelakaan


 Membuat solusi agar tidak terjadi lagi

b. Kebakaran

Bila terjadi kebakaran di tempat kerja, maka tindakan yang harus dilakukan
adalah :
 Segera hubungi lewat telepon tim pemadam kebakaran terdekat dengan
menyampaikan alamat kejadian kebakaran yang jelas.
 Pakailah pakaian pengaman anti api
 Pijit bel peringatan berbahaya agar semua pekerja yang belum tahu
mengetahuinya
 Selamatkan dokumen-dokumen yang paling penting
 Matikan listrik dari kilometernya
 Ikuti jalan yang paling mudah untuk keluar dari tempat kebakaran
 Jangan berteriak-teriak karena akan membuat panik dan salah tingkah
 Segera evakuasi teman sekerja kalau ada yang terperangkap di dalam
ruanga
 Berikan pertolongan pertama dengan bantuan pernapasan
 Hubungi petugas kesehatan terdekat

c. Kebocoran gas

Hal-hal yang perlu dilakukan pada saat terjadi kebocoran gas :


 Segera pakai pakaian pelindung pernapasan yang tersedia
 Segera laporkan pada teknisi di perusahaan
 Bila kebocoran sudeh parah dan menyebar, pijit sirine/ alarem agar semua
pekerja cepat keluar mengamankan diri

d. Banjir

Bila terjadi banjir maka dalam situasi darurat tersebut yang harus dilakukan adalah
sebagai berikut :
 Membunyikan tanda sirine bahaya agar semua karyawan waspada
 Mematikan aliran listrik
Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja
Halaman: 13 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

 Mematikan mesin-mesin yang sedang digunakan


 Menyimpan dokomen-dokumen penting pada tempat yang tertutup dan tidak
terkena air
 Bawa dokumen-dokumen pada gedung lantai atas, bila gedung beberapa
lantai.
 Memakai pakaian pelampung
 Tutup semua pintu
 Bila keluar gedung gunakan ban atau perahu karet
 Mintalah bantuan pada masyarakat atau dinas terdekat untuk mengevakuasi
korban
 Bila banjir sudah reda mintalah pendataan dan inventarisir semua barang baik
yang rusak, hilang dan yang masih laik pakai serta kerugian yang dialami
perusahaan

e. Gempa Bumi

Bila terjadi genpa bumi sebagai situasi darurat, dalam penanganan adalah sebagai
berikut :
 Ambil pengaman tutup kepala
 Pindah ke ruangan yang tidak banyak barang berat
 Ingat-ingat pintu darurat yang paling cepat dan aman kemudian keluarlah
dengan cepat
 Jangan keluar dengan lari tak tentu arah
 Jangan lari pada pentu yang sama kerena akan menghambat kelancaran
bahkan dapat menimbulkan kecelakaan jiwa
 Buat laporan tertulis pada pimpinan dan pemerintah stempat

f. Tersengat Listrik

Hal-hal yang perlu dilakukan dalam menangani orang yang tersengat listrik adalah
sebagai berikut:
 Segera matikan aliran lstrik
 Pakailah sandal karet yang kering agar tidak tersengat listrik

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 14 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

 Pisahkan orang yang terkena arus listrik dengan benda yang menempel dari
arus listrik tersebut
 Bila korban masih hidup berilah air minum putih secukupnya sebagai
pertolongan pertama
 Bawalah korban ke dinas kesehatan setempat

Pertolongan pertama pada kecelakaan


a. Gangguan pernafasan
 Lihat pergerakan dada korban.
 Dengar suara nafas korban yang keluar dari mulut korban.
 Rasakan udara yang keluar dari mulut korban dengan mendekatkan pipi ke
hidung korban.
 Waktu yang diperlukan dari butir a s/d c tidak lebih dari 10 detik, untuk
memastikan korban bernafas normal atau tidak.
 Jika korban bernafas normal, lakukan hal-hal sebagai berikut :
 Posisikan miring (posisi stabil) untuk menjaga jalan nafas tetap terbuka.
 Segera minta bantuan.
 Periksa ulang untuk memastikan apakah korban masih bernafas atau tidak.
b. Pendarahan
 Mengangkat bagian tubuh yang terluka
 Menghentikan pendarahan dengan membersihkan luka dengan kapas yang
sudah diberik cairan yang steril lalu menutupnya dengan pembalut.
 Bila kondisi pendarahan bertambah cukup parah atau pendarahan masih
terus berlangsung segera kirim ke rumah sakit atau klinik yang terdekat.
c. Kelelahan
 Pindahkan korban ke tempat sejuk.
 Bila korban masih dalam kondisi sadar, berikan air dingin.
 Bila korban banyak berkeringat, kram, diare dan muntah, berikan larutan ½
sendok the garam dan 1 liter air.
 Jika korban pingsan, telentangkan korban dan tinggikan posisi kaki 20-30
cm.

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 15 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

 Jika kondisi korban masih juga belum membaik, segera bawa ke rumah
sakit/klinik yang terdekat.

d. Terkena aliran listrik


 Amati/kenali kondisi/keadaan sekitarnya.
 Matikan aliran listrik, bila mengetahui sumbernya segera matikan
sumbernya.
 Gunakan alat pelindung non logam seperti : kertas Koran, kayu dan
sebagainya, untuk melepaskan/menarik korban dari sumber.
 Baringkan kepala korban lebih rendah dari kaki.
 Bila korban sadar berikan minum air gula.
 Bila korban pingsan/tak sadar lakukan bantuan nafas buatan.
 Bila kondisi korban belum membaik, segera bawa ke rumah sakit.
Perlengkapan/Sarana
a) Tersedia perlengkapan PPPK/obat
b) Tersedia perlengkapan keselamatan kerja (topi/helm, kacamata, masker,
pelindung telinga, sarung tangan dan sepatu pengaman)
c) Pencegahan bahaya kebakaran

Gambar 4-16 - Kotak PPPK

Harus tersedia dilokasi yang mudah dilihat


dan harus selalu terisi dengan obat-obatan
yang untuk pertolongan pertama
Tersedia alat pemadam kebakaran, diperik
sa dan harus dalam keadaan baik

4. Pelaporan Keadaan Darurat Akibat Kecelakaan Kerja dan Penyakit


Akibat Kerja

Apabila terjadi kecelakaan dan kondisi darurat di lingkungan kerja juru gambar,
maka seorang juru gambar harus dapat melaporkan kondisi ini kepada atasan.
Salah satu cara melaporkan adalah dengan mengisi formulir laporan terjadinya
Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja
Halaman: 16 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

kecelakaan/kondisi darurat. Formulir tersebut harus ditanda tangani


atasan/pimpinan. Adapun bentuk formulir laporan kecelakan seperti pada Gambar
1.

RISALAH KEJADIAN KECELAKAAN

Nama divisi yang terjadi kecelakaan :

Tanggal dan tempat terjadinya kecelakaan :

Lama kejadian :

Jumlah korban :

Nama Korban :

Tanggal, ………………………………………………….

Nama jelas

B. Keterampilan yang diperlukan dalam Menangani situasi darurat pada


kecelakaan kerja dan penyakit akibat pekerjaan
1. Menerapkan prosedur K3 dan lingkungan dalam mmenangani situasi darurat pada
kecelakaan kerja terkait dengan pekerjaan juru gambar arsitektur.
2. Menangani situasi darurat dan kecelakaan kerja sesuai prosedur K3 dan
lingkungan serta ketentuan yang berlaku.
3. Memberikan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan kerja

C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Mengikuti prosedur kerja dan


memberikan laporan tentang pelaksanaan K3 dan lingkungan

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 17 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

1. Cermat, teliti, dan tepat dalam menerapkan prosedur K3 dan lingkungan dalam
mmenangani situasi darurat pada kecelakaan kerja terkait dengan pekerjaan juru
gambar arsitektur.
2. Cermat, teliti, dan tepat dalam menangani situasi darurat dan kecelakaan kerja
sesuai prosedur K3 dan lingkungan serta ketentuan yang berlaku.
3. Cermat, teliti, dan tepat dalam memberikan pertolongan pertama jika terjadi
kecelakaan kerja.

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 18 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

BAB IV
MENJAGA PERILAKU KERJA SESUAI PROSEDUR

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menjaga perilaku kerja Sesuai


prosedur

Perilaku kerja seorang Juru Gambar Arsitektur meliputi bagaimana menjaga


kebersihan dan kerapihan kerja, bagaimana karyawan mengenakan pakaian diwaktu
kerja, apakah perlu mengenakan pelindung badan, bagaimana cara penggunaan
peralatan/perlengkapan K3 serta bagaimana perilaku yang patut dan santun dan
syarat bagaimana perilaku pada waktu menggunakan computer.

1. Kebersihan dan Kerapihan Tempat Kerja

Kriteria lingkungan kerja yang aman dan nyaman adalah tiap ruangan atau
lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana pekerja bekerja atau
yang sering dimasuki untuk keperluan pekerjaan yang memenuhi syarat
keselamatan dan kesehatan kerja sehingga pekerja dapat bekerja dengan baik dan
aman.

Kriteria lingkungan kerja yang memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja
adalah:

a. Teratur.

Lingkungan kerja yang teratur seperti : penempatan peralatan kerja , peralatan


safety , material , dll dapat memudahkan pekerja untuk bekerja dan tidak asal
asalan menaruh peralatan. Alat-alat gambar manual dan komputer diletakkan
secara teratur sehingga memudahkan pekerjaan menggambar.

b. Bersih dan tidak licin.

Ruangan kerja juru gambar bersih dari sampah sehingga juru gambar nyaman
dalam bekerja.

Keadaan lingkungan kerja yang bersih memudahkan pekerja bekerja dan lantai
kerja yang tidak licin dapat menjaga pekerja dari kecelakaan terjatuh.
Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja
Halaman: 19 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

c. Nyaman suhunya.

Suhu ruangan kerja dapat mempengaruhi kualitas pekerjaan , jika suhu terlalu
panas maka pekerja dapat cepat kelelahan karena panas ruangan dan kerja
melambat.

d. Ada keseimbangan antara waktu kerja dan waktu istirahat.

Waktu kerja dan waktu istirahat yang tepat dapat meningkatkan kinerja pekerja
dan meghindari sakit pekerja karena terlambat makan atau kurang istirahat.

e. Harmonis tata warna dan tata letaknya.

Penempatan perlengkapan dan peralatan gambar sesuai dengan lingkungan kerja


yang akan dikerjakannya memudahkannya untuk mengambilnya dan menciptakan
kondisi kerja yang menarik.

f. Kondisi peralatan gambar dan alat-alat lainnya disesuaikan dengan SDM


Kebutuhan.

Penggunaan alat-alat gambar sesuai dengan kebutuhan pekerjaan menggambar.

g. Ada pengaturan intensitas dan penyebaran cahaya.

Pencahayaan yang tepat untuk bekerja/menggambar membutuhkan ruangan


yang mendapat cukup cahaya agar juru gambar dapat bekerja dengan nyaman
dan tidak menimbulkan penyakit akibat pencahayaan yang kurang. Jika juru
gambar bekerja di ruangan yang pencahayaannya kurang, maka juru gambar
tersebut harus mengajukan peningkatan kualitas pencahayaan ruangan.

h. Bahan-bahan beracun terkendali.

Keadaan lingkungan kerja yang bebas dan aman dari gas-gas yang dapat
menggangu dan merusak saluran pernafasan.

Selain lingkungan kerja yang nyaman, tempat kerja juru gambar harus rapi,
sehingga juru gambar dapat bekerja dengan efektif dan efisie. Adapun kriteria
kerapihan tempat kerja adalah:

 Kemudahan menemukan arsip yang dibutuhkan

 Kabel-kabel terkoneksi dengan baik dan tidak membahayakan

 Akses di ruangan mudah


Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja
Halaman: 20 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

 Tumpukan berkas, dokumen, dan gambar tertata rapi di tempatnya sehingga


mudah ditemukan pada saat diperlukan

 Meja dan kursi di ruangan kerja tertata rapi dan nyaman

 Rak/lemari penyimpanan arsip maupun gambar tertata rapi

 Kabel-kabel instalasi di ruangan kerja tertata rapi dan terkoneksi dengan baik

 ATK dan peralatan gambar tertata rapi

 Penataan interior ruangan, rapi dan nyaman

Apabila lingkungan kerja kita bersih dan rapi maka dapat dicegah terjadinya
kecelakaan kerja dan lingkungan kantor dan karyawannya menjadi lebih sehat.

Beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kerapihan
tempat kerja juru gambar adalah :

 Menyiapkan tempat sampah di ruangan kerja

 Selalu membuang sampah di tempat sampah yang telah disediakan

 Meletakkan kembali dokumen yang telah digunakan di tempat semula dengan rapi

 Merapikan kembali semua peralatan yang telah selesai digunakan.

Cara membersihkan dan merapihkan tempat kerja juru gambar sesuai prosedur K3
yang berlaku:

 Mengingatkan rekan kerja yang membuang sampah sembarangan

 Membersihkan meja dan peralatan kerja

 Membuang sampah di tempat sampah

 Menyusun gambar yang telah selesai dicetak di tempat penyimpanan sesuai


urutannya.

 Meletakkan peralatan gambar dan peralatan lain setelah selesai digunakan di


tempatnya semula dengan rapi

 Merapikan kembali meja kerja setelah selesai bekerja

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 21 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

2. Pakaian dan Pelindung Badan serta Cara Penggunaan Peralatan


/Perlengkapan K3 Untuk Juru Gambar

Karena Juru Gambar Arsitektur tidak bekerja di lapangan, maka persyaratan K3


untuk pakaian dan pelindung badan kurang begitu penting, tapi cara penggunaan
peralatan/perlengkapan K3 misalnya peralatan pemadam api perlu diketahui
karyawan yang bersangkutan.

Pakaian/baju kerja yang dipakai selama melakuan tugas pekerjaan harus dengan
ukuran yang pas dengan besar dan tingginya badan. Dengan demikian maka yang
bersangkutan dalam melaksanakan pekerjaannya menjadi nyaman dan dapat
meningkatkan produktifitas kerjanya.

Alat Pelindung Diri (APD) adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk
melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari
potensi bahaya di tempat kerja.

Jenis-jenis APD untuk juru gambar : Screen server,

Manfaat APD, adalah:

 untuk melindungi seluruh/sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya


potensi bahaya/kecelakaan kerja.

 Mengurangi resiko akibat kecelakaan

APD untuk juru gambar yang bekerja di studio/di kantor :

 Menggunakan sepatu dan pakain kerja yang nyaman, screen server, pelindung
mata dari radiasi komputer.

 Pakaian kerja sesuai lokasi pekerjaannya

Prosedur penggunaan APD dan peralatan K3 sesuai pekerjaan juru


gambar:

 Memeriksa kelaikan peralatan K3

 Pada saat juru gambar bekerja di ruangan/ kantor, menggunakan pakaian dan
sepatu yang nyaman untuk bekerja.
Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja
Halaman: 22 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

 Menggunakan meja dan kursi yang nyaman

 Menggunakan alat pelindung mata/ screen server untuk melindungi radiasi


komputer karena bekerja lama di depan komputer.

 Menggunakan APD dengan benar

Jenis perlengkapan K3 untuk juru gambar adalah : Alat Pemadam Kebakaran


(APAR). Cara penggunaan peralatan/perlengkapan K3 yang terpenting bagi juru
gambar adalah cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Berikut adalah prosedur K3 berupa Instruksi Kerja untuk penggunaan Alat Pemadam
Api Ringan.

Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)


1. Mengidentifikasi tempat-tempat kerja yang perlu dipasang APAR. Minimal 1
(satu) buah APAR harus tersedia :
a. Tempat penyimpanan bahan-bahan yang mudah terbakar.
b. Tempat pengelasan.
c. Di setiap tingkat/lantai gedung yang sedang dibangun, dimana terdapat
barang-barang atau alat-alat yang mudah terbakar.
2. Mengikuti induksi cara penggunaan APAR sesuai dengan petunjuk dari pabrik
pembuat.
3. Setiap juru gambar harus mengetahui posisi APAR yang terdekat dan cara
penggunaannya.
4. Cara penggunaan APAR :
a. Tarik kunci pengaman.
b. Berdiri pada jarak 2-3 m dari api.
c. Arahkan penyembur pada pusat api.
5. Tekan pemicu.
6. Tidak diperkenankan memindahkan APAR, kecuali sedang digunakan.
Gambar diganti dengan prosedur

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 23 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 24 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

3. Perilaku yang Baik Untuk Juru Gambar

Juru gambar yang biasanya bekerja di dalam ruangan harus mempunyai perilaku
yang baik dan santun. Adapun kriteria perilaku patut dan santun di tempat kerja :

 Menghormati atasan, teman sejawat, dan bawahan

 Menggunakan kata-kata yang sopan dan bertingkah laku yang baik

 Memakai pakaian yang sopan dan sesuai dengan tempatnya

 Menjaga hubungan baik dengan rekan kerja

 Tidak merokok, makan, minum, dan menggunakan obat-obat terlarang pada


saat bekerja

Persyaratan standar ergonomic dalam bekerja sebagai juru gambar

 Ketinggian kursi harus diatur sedemikian rupa sehingga kedudukan kaku


membentuk sudut 90 derajat, sehingga tekanan pada bawah paha merata.

 Atur sandaran punggung dengan menaik-turunkan sandaran punggung untuk


menopang daerah lumbar dengan kuat.

 Atur sandaran punggung dengan memaju-mundurkan sandaran sampai


mendukung punggung dengan senyaman mungkin.

 Atur ketinggian meja kerja sehingga siku tangan bersudut 90 derajat


terhadap permukaan meja.

 Atur dan sesuaikan jarak monitor terhadap mata operator (450-500)


millimeter atau pada jarak satu tangan.

 Letakkan monitor lurus di depan operator, agar operator tidak perlu


menengok pada saat mengoperasikan computer.

 Atur ketinggian layar monitor sehingga sudut penglihatan berkisar antara 10-
20 derajat.

 Atur posisi permukaan layar monitor sehingga selalu membentuk sudut 90


derajat terhadap garis penglihatan.

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 25 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

 Atur agar layar monitor dan cahaya tidak menimbulkan refleksi yang
mengakibatkan mata lelah.

 Atur penempatan barang-barang atau kertas baca terletak pada posisi yang
mungkin diraih.

 Mouse diletakkan dekat dengan keyboard dengan jarak jangkau yang cukup
tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat.

 Setiap bekerja dengan layar monitor untuk waktu 30 menit atau setengah jam
perlu istirahat untuk peregangan selama 1 menit.

 Setiap bekerja dengan layar monitor untuk terus menerus dalam waktu satu
jam perlu istirahat selama 10 menit dengan melihat tempat yang jauh.

 Hindari glare atau silau dengan memasang komputer tidak secara langsung
menghadap jendela atau sinar lampu atau memasang tirai pada jendela dan
lampu.

 Debu yang menempel pada monitor juga dapat memantulkan cahaya dan
menyebabkan silau, maka permukaan layar harus ritun dibersihkan.
Langkah-langkah dalam menerapkan prinsip ergonomic dalam bekerja sebagai juru
gambar:
1. Mengatur ketinggian kursi sedemikian rupa sehingga kedudukan kaku
membentuk sudut 90 derajat, sehingga tekanan pada bawah paha merata.
2. Mengatur sandaran punggung dengan menaik-turunkan sandaran punggung
untuk menopang daerah lumbar dengan kuat.
3. Mengatur sandaran punggung dengan memaju-mundurkan sandaran sampai
mendukung punggung dengan senyaman mungkin.
4. Mengatur ketinggian meja kerja sehingga siku tangan bersudut 90 derajat
terhadap permukaan meja.
5. Mengatur dan menyesuaikan jarak monitor terhadap mata operator (450-500)
millimeter atau pada jarak satu tangan.
6. Meletakkan monitor lurus di depan operator, agar operator tidak perlu
menengok pada saat mengoperasikan computer.
Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja
Halaman: 26 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

7. Mengatur ketinggian layar monitor sehingga sudut penglihatan berkisar antara


10-20 derajat.
8. Mengatur posisi permukaan layar monitor sehingga selalu membentuk sudut 90
derajat terhadap garis penglihatan.
9. Mengatur agar layar monitor dan cahaya tidak menimbulkan refleksi yang
mengakibatkan mata lelah.
10. Mengatur penempatan barang-barang atau kertas baca terletak pada posisi yang
mungkin diraih.
11. Meletakkan mouse dekat dengan keyboard dengan jarak jangkau yang cukup
tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat.
12. Setiap bekerja dengan layar monitor untuk waktu 30 menit atau setengah jam
perlu istirahat untuk peregangan selama 1 menit.
13. Setiap bekerja dengan layar monitor untuk terus menerus dalam waktu satu jam
perlu istirahat selama 10 menit dengan melihat tempat yang jauh.
14. Menghindari glare atau silau dengan memasang computer tidak secara langsung
menghadap jendela atau sinar lampu atau memasang tirai pada jendela dan
lampu.
15. Debu yang menempel pada monitor juga dapat memantulkan cahaya dan
menyebabkan silau, maka permukaan layar harus ritun dibersihkan.

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 27 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 28 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

B. Keterampilan yang diperlukan dalam menjaga perilaku kerja Sesuai


prosedur
1. Menjaga kebersihan dan kerapihan tempat kerja.
2. Menjaga perilaku santun dalam bekerja.
3. Menerapkan prinsip ergonomic dalam bekerja

C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam menjaga perilaku kerja Sesuai


prosedur
1. Cermat dan teliti dalam Menjaga kebersihan dan kerapihan tempat kerja.
2. Tepat dalam Menjaga perilaku santun dalam bekerja.
3. Cermat dan tepat dalam menerapkan prinsip ergonomic dalam bekerja

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 29 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

DAFTAR PUSTAKA

1. Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993, Tentang Penyakit Yang Timbul Karena
Hubungan Kerja
2. PERMENAKER No. PER 05/MEN/1996, Tentang Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja
3. Salim, Emil, Prof. Dr. - Lingkungan Hidup dan Pembangunan
4. Surat Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum
No.Kep.174/MEN/1986, No. 104/KPTS/1986, Tentang Keselamatan Kerja Pada
Tempat Kegiatan Konstruksi
5. Undang-undang Nomor 32, Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup 2009
6. UU tentang BPJS
7. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999, Tentang Jasa Konstruksi
8. Waskita Karya PT, Instruksi Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja
9. Sistem Manajemen K3 Konstruksi Permen PU........tentang K3 Konstruksi

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 30 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Arsitektur INA.5220.123.01.01.06

DAFTAR PERALATAN DAN BAHAN

A. Peralatan Yang Digunakan :

1. Jenis Alat Pelindung Diri : baju kerja

2. Jenis Alat Pengaman Kerja : alat pemadam kebakaran


B. Bahan-bahan :

Bahan-bahan P3K

Judul Modul : Melaksanakan K3 dan Lingkungan di Tempat Kerja


Halaman: 31 dari 31
Buku Informasi Edisi : 2016