Anda di halaman 1dari 47

MODUL

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI


SEKTOR KONSTRUKSI GOLONGAN POKOK
JURU GAMBAR ARSITEKTUR

MEMBUAT JADWAL KERJA


INA.5220.123.01.05.06

2016

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
DIREKTORAT BINA KOMPETENSI DAN PRODUKTIVITAS KONSTRUKSI
Jl. Sapta Taruna Raya – Komplek PU Pasar Jumat – Jakarta Selatan
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

KATA PENGANTAR

Modul pelatihan berbasis kompetensi merupakan salah satu media pembelajaran yang
dapat digunakan sebagai media transformasi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja
kepada peserta pelatihan untuk mencapai kompetensi tertentu berdasarkan program
pelatihan yang mengacu kepada Standar Kompetensi.

Modul pelatihan ini berorientasi kepada pelatihan berbasis kompetensi (Competence Based
Training) diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku Informasi, Buku Kerja dan Buku
Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penggunaanya sebagai
referensi dalam media pembelajaran bagi peserta pelatihan dan instruktur, agar
pelaksanaan pelatihan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Untuk memenuhi
kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi tersebut , maka disusunlah modul pelatihan
berbasis kompetensi dengan judul “Membuat jadwal kerja “.

Kami menyadari bahwa modul yang kami susun ini masih jauh dari sempurna . Oleh karena
itu, kami sangat mengharapkan saran dan masukan untuk perbaikan agar tujuan dari
penyusunan modul ini menjadi lebih efektif.

Demikian kami sampaikan, semoga Tuhan YME memberikan tuntunan kepada kita dalam
melakukan berbagai upaya perbaikan dalam menunjang proses pelaksanaan pelatihan di
lembaga pelatihan kerja .

Jakarta, ........................ 2016

Direktur
Bina Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi

Dr. Ir. H. Masrianto, MT.


NIP.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 1 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... 1

DAFTAR ISI……….............................................................................................. 2

ACUAN STANDAR KOMPETENSI KERJA DAN SILABUS PELATIHAN ............. 3


A. Acuan Standar Kompetensi Kerja .............................................................. 3
B. Kemampuan yang Harus Dimiliki Sebelumnya ............................................. 4
C. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) .............................................. 8

LAMPIRAN
1. BUKU INFORMASI
2. BUKU KERJA
3. BUKU PENILAIAN

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 2 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

ACUAN STANDAR KOMPETENSI KERJA


DAN SILABUS PELATIHAN

A. Acuan Standar Kompetensi Kerja

Materi Pelatihan ini merupakan bagian dari Paket Pelatihan Jabatan Kerja Juru
Gambar Arsitektur yaitu sebagai representasi dari Unit Kompetensi Membuat jadwal
kerja, sehingga untuk kualifikasi jabatan kerja tersebut diperlukan pemahaman dan
kemampuan mengaplikasikan dari materi pelatihan lainnya, yaitu:
1. Melaksanakan prosedur K3 dan lingkungan di tempat kerja
2. Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial yang beragam
3. Mendiagnosa gambar sketsa/draft
4. Mengidentifikasi bahan dan alat yang diperlukan
5. Melaksanakan penggambaran
6. Menyimpan/merapikan gambar dan peralatan yang sudah selesai digunakan.
7. Membuat laporan hasil penggambaran.

Pengertian Unit Standar Kompetensi

1. Unit Kompetensi

Unit kompetensi adalah bentuk pernyataan terhadap tugas / pekerjaan yang


akan dilakukan dan merupakan bagian dari keseluruhan unit kompetensi yang
terdapat pada standar kompetensi kerja dalam suatu jabatan kerja tertentu.

2. Unit Kompetensi Yang Akan Dipelajari

Salah satu unit kompetensi yang akan dipelajari dalam paket pelatihan ini
adalah “Membuat jadwal kerja”.

3. Durasi / Waktu Pelatihan

Pada sistem pelatihan berbasis kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian


kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Peserta yang berbeda mungkin
membutuhkan waktu yang berbeda pula untuk menjadi kompeten dalam
melakukan tugas tertentu.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 3 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

4. Kesempatan untuk Menjadi Kompeten

Jika peserta latih belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan


pertama, Pelatih akan mengatur rencana pelatihan dengan peserta latih yang
bersangkutan.

Rencana ini akan memberikan kesempatan kembali kepada peserta untuk


meningkatkan level kompetensi sesuai dengan level yang diperlukan.

Jumlah maksimum usaha / kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

Unit Kompetensi Kerja Yang dipelajari


Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi
peserta pelatihan atau siswa untuk dapat :
 Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
 Mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan.
 Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
 Menyakinkan, bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk kerja
telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

B. Kemampuan yang Harus Dimiliki Sebelumnya

1. Kemampuan Awal
Peserta pelatihan harus telah memiliki pengetahuan awal K3-LH, dan
mengidentifikasi bahan dan alat yang diperlukan.

2. Judul Unit : Membuat jadwal kerja

3. Kode Unit : INA.5220.123.01.05.06

4. Deskripsi Unit
Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang
diperlukan dalam Membuat jadwal kerja yang dilakukan oleh Juru Gambar
Arsitektur.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 4 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

5. Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA

1. Memperkirakan jumlah 1.1 Setiap gambar diperkirakan jumlah waktu


waktu tiap gambar pengerjaannya dengan cermat dan teliti.

1.2 Jumlah waktu pengerjaan setiap gambar


disimulasikan dan diatur sesuai dengan target
pekerjaan.

1.3 Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk tiap


gambar didiskusikan dengan atasan
langsung/arsitek.

2. Memperkirakan alokasi 2.1. Penyelesaian pelaksanaan penggambaran


waktu penyelesaian diperkirakan alokasi waktunya sesuai dengan
pelaksanaan jenis dan jumlah gambar, ketersediaan sumber
penggambaran. daya (peralatan dan SDM) dan target waktu
penyelesaian.

2.2. Draft alokasi waktu penyelesaian pelaksanaan


penggambaran didiskusikan dengan atasan
langung/ arsitek

2.3. Alokasi waktu penyelesaian pelaksanaan


penggambaran dipastikan sesuai hasil diskusi
dengan atasan langsung/ arsitek

3. Menyusun dan 3.1. Jadwal kerja disusun dengan cermat dan teliti
memberikan jadwal dalam borang-borang.
kerja kepada atasan 3.2. Draft jadwal kerja didiskusikan dengan atasan
langsung. langsung/ arsitek untuk dipastikan hasilnya.

3.3. Jadwal kerja dilaporkan pada atasan


langsung/arsitek, bagian logistik dan bagian
teknis lainnya.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 5 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

BATASAN VARIABEL
1. Kompetensi ini diterapkan pada satuan kerja secara mandiri.
2. Dokumen pelaksanaan berupa gambar sketsa/draft dan uraian/spesifikasi bahan harus
tersedia.
3. Diberi kewenangan untuk menganalisis waktu pelaksanaan dan kebutuhan bahan
yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai persyaratan mutu dan
persyaratan kerja.

PANDUAN PENILAIAN
1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang untuk mendemonstrasikan kompetensi,
diperlukan sebagai bukti keterampilan :
1.1. Pemahaman dan penerapan gambar sketsa/draft dalam pelaksanaan di
lapangan.
1.2. Penerapan persyaratan mutu dan kerja serta K3 dan lingkungan.
1.3. Pemahaman dalam jadwal pelaksanaan dan produktifitas kerja.
2. Konteks penilaian
2.1. Unit ini dapat dinilai di dalam tempat kerja.
2.2. Penilaian harus mencakup peragaan praktek baik di tempat kerja maupun melalui
simulasi.
2.3. Unit ini harus didukung oleh serangkaian metode untuk menilai pengetahuan dan
keterampilan penunjang yang ditetapkan dalam materi uji kompetensi (MUK).
3. Aspek penting penilaian
Aspek penting yang harus diperhatikan :
3.1. Kemampuan merencanakan kebutuhan bahan untuk penggambaran.
3.2. Kemampuan menghitung kebutuhan bahan dan peralatan untuk penggambaran.
3.3. Kemampuan menerapkan metode/cara kerja yang tepat-guna dan berdaya guna.
3.4. Kemampuan untuk menghitung materi yang diperlukan.
3.5. Kemampuan menyusun program kerja.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 6 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

4. Kaitan dengan unit-unit lain


Unit ini mendukung kinerja efektif dalam serangkaian unit kompetensi pelaksanaan
perancangan bangunan gedung, yaitu terkait dengan unit :
4.1. Membuat program kerja berdasarkan target waktu yang diberikan, dan rencana
kebutuhan bahan.
4.2. Membuat laporan hasil pekerjaan untuk kebutuhan pelaporan.

Kompetensi Kunci

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa gambar 1


kerja /detail dan spesifikasi teknis/bahan

2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 1

3. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas 1

4. Merencanakan kebutuhan bahan dan tenaga kerja 1

5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 1

6. Memecahkan masalah 1

7. Menggunakan teknologi 1

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 7 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

C. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)

Judul Unit Kompetensi : Membuat jadwal kerja


Kode Unit Kompetensi : INA.5220.123.01.05.06
Deskripsi Unit Kompetensi : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang diperlukan
dalam Membuat jadwal kerja yang dilakukan oleh Juru Gambar Arsitektur.

Perkiraaan Waktu Pelatihan : 270 menit terdiri dari teori 135 menit, praktek 135 menit

Tabel Silabus Unit Kompetensi :

Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Metode/ Media Waktu Pembelajaran
Silabus
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran T P Jml
1. Memperkirakan jumlah waktu tiap gambar Jumlah waktu tiap gambar 45 45 90
1.1. Setiap gambar diperkirakan jumlah • Dapat menjelaskan pengertian perkiraan jumlah waktu pengerjaan  Ceramah 15 15 30
waktu pengerjaannya dengan jadwal kerja. gambar  Diskusi
cermat dan teliti. • Dapat menjelaskan faktor-faktor  Demonstrasi
yang menentukan kecepatan
menggambar.
• Mampu memperkirakan Jumlah
waktu pembuatan setiap jenis
gambar sesuai dengan target
pekerjaan secara keseluruhan.
• Harus mampu secara cermat dan
tepat dalam memperkirakan
Jumlah waktu pembuatan setiap
jenis gambar sesuai dengan target
pekerjaan secara keseluruhan.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 8 dari13
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Metode/ Media Waktu Pembelajaran
Silabus
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran T P Jml
1.2. Jumlah waktu pengerjaan setiap • Dapat menjelaskan cara Simulasi waktu jumlah waktu  Ceramah 15 15 30
gambar disimulasikan dan diatur perhitungan kemampuan setiap pengerjaan gambar  Diskusi
sesuai dengan target pekerjaan. orang juru gambar dalam  Demonstrasi
menyelesaikan pekerjaan
menggambar secara manual
maupun menggunakan komputer.
• Dapat menjelaskan hal-hal yang
mempengaruhi waktu
penyelesaian menggambar.
• Mampu mengatur dan
mensimulasikan Jumlah waktu
pembuatan setiap jenis gambar
sesuai dengan target pekerjaan
secara keseluruhan.
• Harus mampu secara cermat dan
tepat dalam mengatur dan
mensimulasikan Jumlah waktu
pembuatan setiap jenis gambar
sesuai dengan target pekerjaan
secara keseluruhan.
1.3. Jumlah waktu yang dibutuhkan • Dapat menjelaskan bahan diskusi Jumlah waktu penggambaran  Ceramah 15 15 30
untuk tiap gambar didiskusikan dengan atasan langsung berkaitan  Diskusi
dengan atasan langsung/arsitek. dengan waktu penyelesaian  Demonstrasi
penggambaran.
• Mampu menghitung keseluruhan
waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan penggambaran
sebagai bahan diskusi dengan
atasan langsung.
• Mampu dengan cermat dan teliti
menghitung keseluruhan waktu

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 9 dari13
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Metode/ Media Waktu Pembelajaran
Silabus
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran T P Jml
yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan penggambaran
sebagai bahan diskusi dengan
atasan langsung.
2. Memperkirakan alokasi waktu penyelesaian pelaksanaan Perkiraan Waktu Penyelesaian
45 45 90
penggambaran Penggambaran
2.1 Penyelesaian pelaksanaan • Dapat menjelaskan jenis dan Perkiraan Waktu Penyelesaian  Ceramah 15 15 30
penggambaran diperkirakan alokasi jumlah gambar arsitektur. Penggambaran  Diskusi
waktunya sesuai dengan jenis dan • Dapat menjelaskan jenis sumber
jumlah gambar, ketersediaan  Demonstrasi
daya dalam melaksanakan
sumber daya (peralatan dan SDM)
dan target waktu penyelesaian. penggambaran.
• Dapat menjelaskan faktor-faktor
yang menentukan waktu
penyelesaian penggambaran.
• Mampu memperkirakan waktu
penyelesaian pembuatan semua
jenis gambar sesuai dengan target
pekerjaan secara keseluruhan.
• Harus mampu secara cermat dan
tepat dalam memperkirakan waktu
penyelesaian pembuatan semua
jenis gambar sesuai dengan target
pekerjaan secara keseluruhan.
2.2 Draft alokasi waktu penyelesaian • Dapat menjelaskan bahan diskusi Waktu penyelesaian semua jenis  Ceramah 15 15 30
pelaksanaan penggambaran dengan atasan langsung berkaitan gambar arsitektur  Diskusi
didiskusikan dengan atasan dengan alokasi waktu penyelesaian
langung/ arsitek.  Demonstrasi
penggambaran.
• Dapat menjelaskan metode
pendekatan perkiraan waktu
penyelesaian penggambaran

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 10 dari13
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Metode/ Media Waktu Pembelajaran
Silabus
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran T P Jml
sebagai bahan diskusi dengan
atasan.
• Mampu mendiskusikan draft
alokasi waktu penyelesaian
pelaksanaan penggambaran
dengan atasan langung/ arsitek
• Harus mampu secara cermat dan
tepat dalam mendiskusikan draft
alokasi waktu penyelesaian
pelaksanaan penggambaran
dengan atasan langung/ arsitek.
2.3 Alokasi waktu penyelesaian • Dapat menjelaskan metode Perkiraan Waktu Penyelesaian  Ceramah 15 15 30
pelaksanaan penggambaran pendekatan perkiraan waktu Penggambaran  Diskusi
dipastikan sesuai hasil diskusi penyelesaian penggambaran.
dengan atasan langsung/ arsitek.  Demonstrasi
• Mampu menghitung alokasi waktu
yang dibutuhkan dengan metode
pendekatan yang disetujui atasan
langsung untuk ditetapkan sebagai
dasar pembuatan jadwal kerja.
• Harus mampu menghitung alokasi
waktu yang dibutuhkan dengan
metode pendekatan yang disetujui
atasan langsung untuk ditetapkan
sebagai dasar pembuatan jadwal
kerja dengan tepat.

3. Menyusun jadwal kerja Jadwal Kerja 45 45 90


• Dapat menjelaskan tahapan-tahan  Ceramah 15 15 30
dalam penggambaran.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 11 dari13
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Metode/ Media Waktu Pembelajaran
Silabus
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran T P Jml
3.1 Jadwal kerja disusun dengan • Dapat menjelaskan jenis-jenis Tahapan penggambaran dan Sumber  Diskusi
cermat dan teliti dalam borang- gambar arsitektur yang akan daya  Demonstrasi
borang. dibuat.
• Dapat menjelaskan acuan dan
ketentuan waktu kerja.
• Dapat menjelaskan langkah
penyusunan jadwal kerja
penggambaran.
• Mampu menyiapkan borang-
borang jadwal kerja sesuai target
waktu yang ditentukan dalam
jadwal induk pekerjaan.
• Mampu membuat jadwal kerja
penyelesaian pekerjaan
penggambaran sesuai target
waktu yang ditentukan dalam
jadwal induk pekerjaan.
• Harus mampu dengan cermat
menyiapkan borang-borang jadwal
kerja sesuai target waktu yang
ditentukan dalam jadwal induk
pekerjaan.
• Harus mampu dengan cermat
membuat jadwal kerja
penyelesaian pekerjaan
penggambaran sesuai target
waktu yang ditentukan dalam
jadwal induk pekerjaan.
• Dapat menjelaskan bahan yang  Ceramah 15 15 30
dipersiapkan untuk diskusi dengan

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 12 dari13
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Metode/ Media Waktu Pembelajaran
Silabus
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran T P Jml
3.2 Draft jadwal kerja didiskusikan atasan langsung berkaitan dengan Alokasi waktu penyelesaian tiap  Diskusi
dengan atasan langsung/ arsitek jadwal kerja. gambar  Demonstrasi
untuk dipastikan hasilnya. • Mampu membuat draft jadwal
kerja penggambaran sebagai
bahan diskusi dengan arsitek.
• Harus mampu dengan cermat
membuat draft jadwal kerja
penggambaran sebagai bahan
diskusi dengan arsitek.
3.3 Jadwal kerja dilaporkan pada • Dapat menjelaskan langkah- Jadwal Kerja  Ceramah 15 15 30
atasan langsung/ arsitek, bagian langkah dalam proses penyusunan  Diskusi
logistik dan bagian teknis lainnya. dan pelaporan jadwal kerja yang  Demonstrasi
sudah disetujui atasan langsung.
• Mampu melaporkan jadwal kerja
hasil diskusi kepada atasan
langsung/ arsitek dan bagian lain
yang terkait.
• Harus mampu dengan cermat
melaporkan jadwal kerja hasil
diskusi kepada atasan langsung/
arsitek dan bagian lain yang
terkait.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 13 dari13
Buku Informasi Edisi : 2016
BUKU INFORMASI

MEMBUAT JADWAL KERJA


INA.5220.123.01.05.06

2016

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
DIREKTORAT BINA KOMPETENSI DAN PRODUKTIVITAS KONSTRUKSI
Jl. Sapta Taruna Raya – Komplek PU Pasar Jumat – Jakarta Selatan
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ..................................................................................................... 1

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 2

A. Tujuan Umum ............................................................................... 2

B. Tujuan Khusus .............................................................................. 2

BAB II MEMPERKIRAKAN JUMLAH WAKTU TIAP GAMBAR ..................... 3


A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Memperkirakan jumlah waktu tiap
gambar .......................................................................................... 3
1. Perkiraan jumlah waktu pengerjaan gambar ............................... 3
2. Simulasi jumlah waktu pengerjaan gambar ................................. 7
3. Jumlah waktu penggambaran .................................................... 7
B. Keterampilan yang diperlukan dalam Memperkirakan jumlah waktu tiap
gambar .......................................................................................... 10
C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Memperkirakan jumlah waktu tiap
gambar .......................................................................................... 10

BAB III MEMPERKIRAKAN ALOKASI WAKTU PENYELESAIAN


PELAKSANAAN PENGGAMBARAN ................................................... 11
A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Memperkirakan alokasi waktu
penyelesaian pelaksanaan penggambaran ....................................... 11
1. Perkiraan Waktu Penyelesaian Penggambaran............................ 11
2. Waktu penyelesaian semua jenis gambar arsitektur .................... 11
3. Perkiraan Waktu Penyelesaian Penggambaran ............................ 17
B. Keterampilan yang diperlukan dalam Memperkirakan alokasi waktu
penyelesaian pelaksanaan penggambaran ....................................... 20
C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Memperkirakan alokasi waktu
penyelesaian pelaksanaan penggambaran ....................................... 20
BAB IV MENYUSUN JADWAL KERJA............................................................ 21
A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menyusun jadwal kerja ............ 21
1. Tahapan Penyusunan Jadwal Kerja dan sumber daya ................... 21

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 1 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

2. Penyusunan jadwal kerja ............................................................ 22


B. Keterampilan yang diperlukan dalam Menyusun jadwal kerja ............ 29
C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Menyusun jadwal kerja ............... 30
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 31
DAFTAR PERALATAN DAN BAHAN ........................................................................ 32

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 2 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

BAB I
PENDAHULUAN

A. TUJUAN UMUM

Setelah mempelajari modul ini peserta latih diharapkan mampu membuat daftar
gambar, alokasi waktu penyelesaian masing-masing gambar, kemudian dituangkan
dalam jadwal kerja penggambaran arsitektur.

B. TUJUAN KHUSUS

Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi membuat jadwal
kerja guna memfasilitasi peserta latih sehingga pada akhir pelatihan diharapkan
memiliki kemampuan sebagai berikut:

1. Menyusun daftar gambar


2. Memperkirakan alokasi waktu penyelesaian masing-masing gambar
3. Memperkirakan alokasi waktu penyelesaian keseluruhan penggambaran
4. Menyusun jadwal kerja

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 3 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

BAB II
MEMPERKIRAKAN JUMLAH WAKTU TIAP GAMBAR

A. Pengetahuan Yang Diperlukan Dalam Memperkirakan Jumlah Waktu Tiap


Gambar

Seorang juru gambar arsitektur harus melakukan pekerjaan yang menjadi tanggung
jawabnya sesuai dengan waktu dan mutu yang telah ditentukan. Agar berhasil baik,
maka juru gambar tersebut harus membuat rencana kerja dengan baik. Apabila tidak
direncanakan dengan akan mengakibatkan kemungkinan pekerjaan secara
keseluruhan juga akan terlambat. Oleh karena itu juru gambar arsitektur harus dapat
menyusun jadwal kerja harian yang rinci, sebagai pedoman kerja bagi dirinya sendiri.

Jadwal kerja adalah daftar atau tabel yang memuat waktu dan kegiatan, kejadian atau
acara yang terkait. Dari jadwal dapat diketahui tentang “apa” akan berlangsung,
“kapan” dan berapa lama. Jadwal kerja merupakan salah satu bentuk rencana yang
diperlukan juru gambar arsitektur untuk memudahkan mengendalikan waktu.

Seorang juru gambar arsitektur harus melaksanakan pekerjaan yang menjadi


tanggung jawabnya sesuai mutu dan waktu yang telah ditentukan. Akibat tida adanya
jadwal kerja yang jelas, pekerjaan menggambar akan terlambat dan akan
mengakibatkan progress penyelesaian pekerjaan pokok akan terlambat pula.

1. Perkiraan jumlah waktu pengerjaan gambar


Kecepatan penggambaran diukur dengan berapa lama suatu lembar gambar
disajikan oleh seorang juru gambar. Satuannya ditentukan dalam jam atau hari,
sebagai contoh seorang juru gambar dapat menggambar 1 lembar gambar
tertentu dalam 15 jam atau 2 hari. Untuk perhitungan kecepatan menggambar
dipakai satuan man hour atau man days.

a. Perhitungan Kecepatan Penggambaran Secara Manual


Kecepatan penggambaran diukur dengan berapa lama suatu lembar gambar
disajikan oleh seorang juru gambar. Satuannya ditentukan dalam jam atau hari,

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 4 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

sebagai ilustrasi seorang juru gambar dapat menggambar 1 lembar gambar


tertentu dalam 15 jam atau 2 hari.

Dalam konteks penyusunan jadwal kerja, untuk menghitung kebutuhan


penggambaran beberapa gambar dipakai satuan orang jam (man hour) atau
orang hari (man day). Sebagai contoh: suatu penggambaran pra-rancangan
terdiri dari 10 lembar gambar A 2; 1 lembar gambar digambar oleh seorang
juru gambar rata-rata dalam 2 hari; 1 lembar = 2 o.h; 10 lembar = 20 oh.

Faktor-faktor yang menentukan kecepatan menggambar adalah :

- Peralatan yang digunakan, contoh ; menggambar dengan mesin


gambar lebih cepat dari pada dengan T-square (Teken Hak).

- Kelengkapan perlengkapan gambar, contoh : keterbatasan jumlah sablon


huruf yang terkadang bersifat kolektif bisa menghambat proses
penggambaran karena menimbulkan antrian juru gambar yang akan
menggunakan.

- Ukuran kertas gambar, contoh : gambar A 2 lebih cepat digambar dari pada
ukuran A 1.

- Jenis gambar, contoh: kecepatan pembuatan gambar pra-rancangan tidak


sama dengan pembuatan gambar detail standar yang sudah ada
referensinya.

- Kualifikasi juru gambar, contoh: juru gambar senior dan berpengalaman


lebih cepat menggambarnya dari pada juru gambar yunior.

- Kelengkapan informasi gambar sketsa/draf dari arsitek, contoh: banyaknya


waktu konsultasi akan menghambat laju penggambaran.

- Alokasi waktu penggambaran, contoh: dalam kondisi keterbatasan alokasi


waktu bisa mempertimbangkan lembur (overtime) yang wajar sehingga
mempercepat proses penggambaran, misalnya 4 jam per hari, sehingga 1
lembar gambar dengan 3 o.h. bisa menjadi 2 o.h

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 5 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

b. Perhitungan Kecepatan Penggambaran dengan Komputer

Satuan perhitungan kecepatan penggambaran dengan komputer sama dengan


penggambaran manual, yaitu seorang juru gambar komputer menyajikan
selembar gambar arsitektur dalam satuan jam atau hari. Penentuan kecepatan
penggambaran dengan komputer ~dalam beberapa hal pertimbangannya
sama dengan penggambaran secara manual seperti yang diuraikan pada 1.1.
diatas, yaitu aspek: jenis gambar, kualifikasi juru gambar, kelengkapan
informasi gambar sketsa / draf dan alokasi waktu penggambaran.
Dalam penyajian gambar dengan bantuan komputer ada beberapa hal yang
mempengaruhi kecepatan penyajian gambar antara lain adalah:
 Jenis / brand perangkat lunak yang digunakan, brand makin baru atau
makin canggih umumnya fitur dan fasilitasnya makin lengkap dan lebih
user's friendly sehingga mempercepat waktu penggambaran
 Kapasitas RAM pada perangkat keras, makin besar RAM (Random
Access Memory) yang tersedia makin cepat komputer mengolah data dalam
proses penggambaran sehingga mempengaruhi kecepatan
penggambaran. Untuk perangkat lunak tertentu ada minimum RAM yang
harus dipenuhi agar sistim bisa beroperasi.

Dari sisi kecepatan, dibandingkan dengan penggambaran dengan cara manual


banyak keunggulan penggambaran dengan bantuan komputer yang bisa
dikemukakan, diantaranya adalah: duplikasi gambar dengan sistim copy-
paste; proses pencetakan tanpa memindahkan gambar dari meja gambar; juga
dalam revisi proses jauh lebih mudah, namun dilain pihak membutuhkan
volume kertas yang lebih banyak; disamping fitur-fitur dan fasilitas-fasilitas lain
yang sangat memudahkan proses penggambaran.

Dengan demikian secara umum kecepatan penggambaran dengan komputer


dapat lebih cepat dibandingkan cara manual, misalnya: suatu gambar digambar
oleh juru gambar dengan kualifikasi yang sama dengan cara manual dalam 3
oh dengan komputer gambar bisa disajikan dalam 2 oh.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 6 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Menimbang parameter-parameter diatas, maka penentuan kecepatan


penggambaran suatu lembar gambar tidaklah mudah, juru gambar atau job
captain harus menentukan ini secara spesifik dan customized sesuai
pengalaman empiris dalam timnya.

2. Simulasi jumlah waktu pengerjaan gambar

Dari jumlah waktu setiap gambar, maka dapat disimulasikan pada target
penyelesaian pekerjaan. Apabila simulasi tersebut menghasilkan target
penyelesaian pekerjaan menjadi terlambat, maka perlu dianalisa ulang apakah
perlu penambahan lembur kerja, penambahan jumlah juru gambar atau
penyesuaian-penyesuaian yang lain.

Perkiraan jumlah waktu tiap gambar didiskusikan dulu dengan atasan


langsung/arsitek. Seorang arsitek yang sudah berpengalaman seharusnya tahu
apakah perkiraan jumlah waktu tiap gambar tersebut wajar atau terlalu berlebihan,
sehingga perlu diadakan penyesuaian seperlunya. Tujuannya adalah waktu
penyelesaian penggambaran dapat dicapai sesuai target disertai juru gambar
arsitektur dapat bekerja secara efisien dan efektif.
Bahan diskusi dengan atasan langsung berkaitan dengan waktu penyelesaian
penggambaran :
 Produktifitas juru gambar
 Peralatan gambar
 Target waktu penyelesaian gambar
 Jumlah gambar yang harus diselesaikan
 Perkiraan jumlah waktu penyelesaian tiap lembar gambar

3. Jumlah waktu penggambaran

Contoh aplikasi:

Suatu proyek penggambaran diberikan acuan kerja sebagai berikut:


1. Jumlah gambar : 12 lembar A-2

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 7 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

2. Kecepatan rata - rata penggambaran / lembar: 3 hari (1 lembar 3 oh)

A. Berapa kebutuhan juru gambar bila gambar harus selesai dalam 7 hari dan
siap dicetak untuk asistensi pemberi tugas ?

Penyelesaian A :
1. Kapasitas penggambaran 12x3 o.h = 36 o.h
2. Perkiraan jumlah juru gambar: 36 o.h = 6 orang. 6 hari
3. Diperlukan 1 hari penuh untuk review dan revisi
4. Perkiraan disimulasikan dalam jadwal waktu

Jadwal Waktu Penggambaran


(hari)
No Kode (No) Nama Gambar
1 2 3 4 5 6 7 8

1. AR-01-01 Denah lantai basement 2 K P


Denah lantai basement 2 parsial
2. AR-01-01A K P
A
Denah lantai basement 2 parsial
3. AR-01-01B K P
B
4. AR-01-02 Denah lantai basement 1 K P
Denah lantai basement 1 parsial
5. AR-01-02A K P
A
Denah lantai basement 1 parsial
6. AR-01-02B K P
B
7. AR-01-03 Denah lantai dasar K P

8. AR-01-03A Denah lantai dasar parsial A K P

9. AR-01-03B Denah lantai dasar parsial B K P

10. AR-01-04 Denah lantai 1 K P

11. AR-01-05 Denah lantai 2 K P

12. AR-01-06 Denah lantai 3 K P

Proses revisi

Jumlah Juru Gambar 6 6 6 6 6 6 6

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 8 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Keterangan : K : Koreksi oleh Arsitek P : Pencetakan

B. Berapa waktu penggambaran yang dibutuhkan bila dialokasikan 5 juru


gambar untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut ?

Penyelesaian B:
1. Kapasitas penggambaran 12 x 3 o.h = 36 o.h
2. Perkiraan waktu yang dibutuhkan: 36 o.h = 7 hari (+ kerja lembur) 5
orang
3. Diperlukan 1 hari penuh untuk review dan revisi
4. Kecepatan kerja lembur 1 lembar - 2 o.h
5. Perkiraan disimulasikan dalam jadwal waktu

Jadwal Waktu Penggambaran (hari)


Kode
No Nama Gambar
(No)
1 2 3 4 5 6 7 8 9

13. AR-01-01 Denah lantai basement 2 K P

AR-01- Denah lantai basement 2


14. K P
01A parsial A
AR-01- Denah lantai basement 2
15. K P
01B parsial B

16. AR-01-02 Denah lantai basement 1 K P

AR-01- Denah lantai basement 1


17. K P
02A parsial A
AR-01- Denah lantai basement 1
18. K P
02B parsial B

19. AR-01-03 Denah lantai dasar K P

AR-01- Denah lantai dasar parsial


20. K P
03A A
AR-01- Denah lantai dasar parsial
21. K P
03B B

22. AR-01-04 Denah lantai 1 K P

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 9 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Jadwal Waktu Penggambaran (hari)


Kode
No Nama Gambar
(No)
1 2 3 4 5 6 7 8 9

23. AR-01-05 Denah lantai 2 K P

24. AR-01-06 Denah lantai 3 K P

Proses revisi

Jumlah Juru Gambar 5 5 5 5 5 5 5 5

Keterangan : K : Koreksi oleh Arsitek, P : Pencetakan

B. Keterampilan yang diperlukan dalam Memperkirakan jumlah waktu tiap


gambar
1. Memperkirakan Jumlah waktu pembuatan setiap jenis gambar sesuai dengan
target pekerjaan secara keseluruhan.
2. Mengatur dan mensimulasikan Jumlah waktu pembuatan setiap jenis gambar
sesuai dengan target pekerjaan secara keseluruhan.
3. Menghitung keseluruhan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
penggambaran sebagai bahan diskusi dengan atasan langsung.

C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Memperkirakan jumlah waktu tiap


gambar
1. Cermat dan teliti dalam memperkirakan Jumlah waktu pembuatan setiap jenis
gambar sesuai dengan target pekerjaan secara keseluruhan.
2. Cermat dan teliti dalam mengatur dan mensimulasikan Jumlah waktu pembuatan
setiap jenis gambar sesuai dengan target pekerjaan secara keseluruhan.
3. Cermat dan teliti dalam menghitung keseluruhan waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan penggambaran sebagai bahan diskusi dengan atasan langsung.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 10 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

BAB III
MEMPERKIRAKAN ALOKASI WAKTU PENYELESAIAN PELAKSANAAN
PENGGAMBARAN

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Memperkirakan alokasi waktu


penyelesaian pelaksanaan penggambaran

1. Perkiraan Waktu Penyelesaian Penggambaran

Jadwal penggambaran dibuat untuk menjelaskan berapa waktu yang dibutuhkan


dan berapa banyak sumber daya yang dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan
penggambaran. Pada suatu proyek, ada keadaan dimana kegiatan perancangan
termasuk penggambaran target waktu penyelesaiannya ditetapkan dan sumber
daya baik manusia maupun peralatan pendukungnya menjadi variabel yang harus
ditentukan. Sedangkan pada proyek yang lain, arsitek dan pelaksana pekerjaan
penggambaran bisa menentukan jumlah sumber daya yang dilibatkan dan jangka
waktu penyelesaian penggambarannya bisa dinegosiasikan dengan pemberi kerja
atau memang jadwal waktunya cukup leluasa sehingga dengan sumber daya yang
ada proses penggambaran bisa dilaksanakan dengan baik.

Menjadi pertimbangan utama bahwa sumber daya yang ada bisa diserap dengan
baik dalam tempo normal, karena bila kebutuhan sumber daya lebih besar dari
yang tersedia akan berpengaruh pada biaya penggambaran, baik karena perlunya
rekrutmen tenaga baru, kerja lembur (over time), atau bahkan pelimpahan
pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain walaupun kontrak dengan pemberi kerja
tetap pada pihaknya (outsource).

2. Waktu penyelesaian semua jenis gambar arsitektur


Pendekatan, perhitungan jadwal penggambaran ada 2 macam, yaitu
penggambaran dengan target waktu dan penggambaran dengan target sumber
daya.
a) Penggambaran dengan target waktu
Waktu selesainya penggambaran merupakan batasan yang harus dipenuhi
oleh perancang atau tim penggambaran untuk menjaga komitmen terhadap

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 11 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

pemberi kerja. Batasan ini menjadi penentu berapa besar sumber daya yang
harus dilibatkan untuk menyelesaikan pekerjaan pada waktunya.

Pada kondisi ini penentuan kapasitas penggambaran (dalam o.h) merupakan


langkah awal yang perlu dilakukan. Selanjutnya ditetapkan maksimal waktu
yang dialokasikan untuk penggambaran. Kemudian disimulasikan ke dalam
format bar chart untuk menentukan kapasitas sumber daya yang dibutuhkan.

Dalam kasus ini mengingat waktu merupakan batasan utama upaya


penyediaan sumber daya merupakan faktor variabel dalam melaksanakan
pekerjaan sesuai target. Sumber daya tersebut bisa ditambahkan pada
formasi existing bila dimungkinkan, atau menugaskan kerja lembur bila tenaga
existing ingin dimanfaatkan secara optimal. Penerapan kerja lembur perlu
mempertimbangkan stamina juru gambar mengingat esok hari yang
bersangkutan harus bekerja lagi dengan efektif Pada beberapa biro bila kerja
lembur dijadwalkan untuk jangka waktu lama umumnya dibatasi maksimal 5
jam, sampai pukul 10.00 malam.

Proyek perencanaan-perancangan umumnya menetapkah durasi waktu per


tahap perancangan yang harus diikuti oleh arsitek. Durasi waktu tersebut
mencakup kegiatan pembuatan mated perancangan yang melahirkan gambar
sketsa/draft dan kegiatan penggambaran oleh juru gambar. Dengan adanya
jadwal penggambaran maka arsitek diminta membuat keputusan lebih tepat
waktu agar kegiatan presentasi gambar tidak terganggu.

Jadwal waktu ketat umumnya berlaku untuk proyek-proyek pemerintah yang


dibatasi oleh masa tahun anggaran, juga untuk proyek - proyek komersial
swasta yang pendanaannya sudah tersedia dan perlu segera direalisir sesuai
momentum pasar properti dan adanya biaya uang (cost of fund), disamping
resiko bisnis lainnya yang mungkin timbul dengan berjalannya waktu.

Suatu proyek high rise building untuk tahap DED terdiri dari gambar detail
pintu dan jendela membutuhkan kapasitas penggambaran 30 o.h (10 gambar
A 2 dengan rata-rata penyajian per gambar 3 hari). Waktu penggambaran
yang diberikan 1 minggu, dengan 1 hari penelitian akhir oleh arsitek.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 12 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Ditetapkan bahwa pada saat mulai penggambaran gambar sketsa/draft sudah


cukup matang dan ada pendampingan penuh dari arsitek.

Contoh aplikasi:
Ditanyakan:
Berapa jumlah juru gambar yang perlu dilibatkan dalam proyek agar proyek
dapat diselesaikan tepat waktu?

Perhitungan Kapasitas Penggambaran Denah Pintu dan Jendela

No. Kode/No Nama Gambar Skala Format Kapasitas Keterangan

Denah pintu dan


1. AR.06-01 jendela lantai basement 1:250 A2 3.0h 2 dimensi
2
Denah pintu dan
2. AR.06-02 jendela lantai basement 1:250 A2 3.0h 2 dimensi
1
Denah pintu dan
3. AR.06-03 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
jendela lantai dasar

Denah pintu dan


4. AR.06-04 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
jendela lantai 1

Denah pintu dan


5. AR.06-05 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
jendela lantai 2
Denah pintu dan
6. AR.06-06 jendela lantai 3-5, 11- 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
15 dan 23
Denah pintu dan
7. AR.06-07 jendela lantai 6-8, 24 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
dan 27
Denah pintu dan
8. AR.06-08 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
jendela lantai 9

Denah pintu dan


9. AR.06-09 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
jendela lantai 10
Denah pintu dan
10. AR.06-10 jendela lantai 16,17,19 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
dan 21,22

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 13 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

No. Kode/No Nama Gambar Skala Format Kapasitas Keterangan

Kapasitas total penggambaran 30.0h

Perhitungan Jadwal Penggambaran Denah Pintu dan Jendela

Jadwal Waktu Penggambaran


(hari)
No Kode/No Nama Gambar
1 2 3 4 5 6 7 8
Denah pintu dan jendela lantai
1. AR.06-01 K P
basement 2
Denah pintu dan jendela lantai
2. AR.06-02 K P
basement 1
Denah pintu dan jendela lantai
3. AR.06-03 K P
dasar
4. AR.06-04 Denah pintu dan jendela lantai 1 K P

5. AR.06-05 Denah pintu dan jendela lantai 2 K P


Denah pintu dan jendela lantai 3-
6. AR.06-06 K P
5, 11-15 dan 23
Denah pintu dan jendela lantai 6-
7. AR.06-07 K P
8, 24 dan 27
8. AR.06-08 Denah pintu dan jendela lantai 9 K P

9. AR.06-09 Denah pintu dan jendela lantai 10 K P


Denah pintu dan jendela lantai
10. AR.06-10 K P
16,17,19 dan 21,22
Proses revisi

Kapasitas Juru Gambar 5 5 5 5 5 5 5

Keterangan : K : Koreksi oleh Arsitek


P : Pencetakan
Kesimpulan : Untuk mencapai target waktu yang ditetapkan arstek harus
mengalokasikan 5 orang juru gambar untuk menyelesaikan
pekerjaan.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 14 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

b) Penggambaran dengan target sumber daya

Dalam beberapa kasus, bukan waktu selesainya penggambaran yang


merupakan batasan, tetapi ketersediaan sumber daya yang menjadi faktor yang
pasti sehingga harus menjadi batasan utama. Kondisi tersebut bisa terjadi di
tempat-tempat yang jauh dari kota dimana untuk merekrut tenaga baru bukan
hal yang mudah. Batasan ini menjadi penentu berapa lama waktu yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan keseluruhan pekerjaan. Rekrutmen tambahan
bukan solusi yang bijak untuk menambah kapasitas juru gambar bila
dipertimbangkan bahwa lonjakan kebutuhan hanya bersifat sementara dan
sesaat. Dalam kondisi tesebut langkah pemberlakuan kerja lembur atau
outsourcing mungkin langkah yang tepat.

Pada kondisi penggambaran dengan target sumber daya penentuan kapasitas


penggambaran (dalam o.h) merupakan langkah awal yang perlu dilakukan.
Selanjutnya ditetapkan berapa sumber daya yang tersedia termasuk SDM dan
perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan. Kemudian disimulasikan ke
dalam format bar chart untuk menentukan durasi penggambaran yang
diperlukan.

Contoh aplikasi:

Suatu proyek gedung bertingkat tinggi untuk tahap DED terdiri dari gambar
rencana tapak, denah-denah, tampak-tampak, potongan-potongan,
potongan tipikal, membutuhkan kapasitas penggambaran 30 O.h (10
gambar A 2 dengan rata-rata penyajian per gambar 3 hari). Waktu
penggambaran minta ditentukan oleh arsitek dan akan disetujui oleh
pemberi kerja. Ditetapkan bahwa pada saat mulai penggambaran gambar
sketsa/draft sudah cukup matang dan ada pendampingan penuh dari
arsitek.

Ditanyakan :
Berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyajikan gambar tersebut bila
juru gambar yang bisa dialokasikan untuk proyek tersebut adalah maksimal
3 orang ?

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 15 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Perhitungan Kapasitas Penggambaran Denah Pintu dan Jendela

No. Kode/No Nama Gambar Skala Format Kapasitas Keterangan

Denah pintu dan


1. AR.06-01 jendela lantai basement 1:250 A2 3.0h 2 dimensi
2
Denah pintu dan
2. AR.06-02 jendela lantai basement 1:250 A2 3.0h 2 dimensi
1
Denah pintu dan
3. AR.06-03 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
jendela lantai dasar
Denah pintu dan
4. AR.06-04 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
jendela lantai 1
Denah pintu dan
5. AR.06-05 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
jendela lantai 2
Denah pintu dan
6. AR.06-06 jendela lantai 3-5, 11- 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
15 dan 23
Denah pintu dan
7. AR.06-07 jendela lantai 6-8, 24 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
dan 27
Denah pintu dan
8. AR.06-08 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
jendela lantai 9
Denah pintu dan
9. AR.06-09 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
jendela lantai 10
Denah pintu dan
10. AR.06-10 jendela lantai 16,17,19 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
dan 21,22

Kapasitas total penggambaran 30.0h

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 16 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

3. Perkiraan Waktu Penyelesaian Penggambaran


Berikut ini adalah contoh cara memperkirakan waktu total penyelesaian
penggambaran untuk menyusun jadwal kerja.

Perhitungan Jadwal Penggambaran (Normal)

Jadwal Waktu Penggambaran (hari)


No Kode/No Nama Gambar
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5

Denah pintu dan


AR.06-
1. jendela lantai K P
01
basement 2
Denah pintu dan
AR.06-
2. jendela lantai K P
02
basement 1
Denah pintu dan
AR.06-
3. jendela lantai K P
03
dasar
AR.06- Denah pintu dan
4. K P
04 jendela lantai 1
AR.06- Denah pintu dan
5. K P
05 jendela lantai 2
Denah pintu dan
AR.06-
6. jendela lantai 3-5, K P
06
11-15 dan 23
Denah pintu dan
AR.06-
7. jendela lantai 6-8, K P
07
24 dan 27
AR.06- Denah pintu dan
8. K P
08 jendela lantai 9
AR.06- Denah pintu dan
9. K P
09 jendela lantai 10
Denah pintu dan
AR.06- jendela lantai
10. K P
10 16,17,19 dan
21,22

Proses revisi

Kapasitas Juru Gambar 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 17 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Keterangan : K : Koreksi oleh Arsitek


P : Pencetakan
Kesimpulan : Dengan batasan maksimal 3 juru gambar pekerjaan penggambaran
dapat diselesaikan dalam 13 hari sebelum dicetak.
Maksimalisasi sumber daya bisa dilakukan dengan over time 3 jam per
hari dimana 1 lembar gambar yang normalnya 3o.h dapat menjadi
2o.h.

Perhitungan Jadwal Penggambaran (crash program)

Jadwal Waktu Penggambaran (hari)


No Kode/No Nama Gambar
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5

Denah pintu dan


AR.06-
1. jendela lantai K P
01
basement 2
Denah pintu dan
AR.06-
2. jendela lantai K P
02
basement 1
Denah pintu dan
AR.06-
3. jendela lantai K P
03
dasar
AR.06- Denah pintu dan
4. K P
04 jendela lantai 1
AR.06- Denah pintu dan
5. K P
05 jendela lantai 2
Denah pintu dan
AR.06-
6. jendela lantai 3-5, K P
06
11-15 dan 23
Denah pintu dan
AR.06-
7. jendela lantai 6-8, K P
07
24 dan 27
AR.06- Denah pintu dan
8. K P
08 jendela lantai 9
AR.06- Denah pintu dan
9. K P
09 jendela lantai 10
AR.06- Denah pintu dan
10. K P
10 jendela lantai

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 18 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Jadwal Waktu Penggambaran (hari)


No Kode/No Nama Gambar
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5

16,17,19 dan
21,22

Proses revisi

Kapasitas Juru Gambar 3 3 3 3 3 3 3 2 2

Kesimpulan : Dengan over time pekerjaan dapat diselesaikan oleh maksimal 3


orang juru gambar dalam 9 hari.

Diskusi dengan Atasan Langsung/Arsitek

Perkiraan alokasi waktu penyelesaian pelaksanaan penggambaran


didiskusikan dengan atasan langsung/arsitek, karena hanya arsitek yang tahu
betul jadwal penyelesaian proyek secara keseluruhan. Apabila ternyata ada
deviasi terhadap jadwal penyelesaian proyek, maka alokasi waktu
penyelesaian pelaksanaan penggambaran segera direvisi/disesuaikan.

Adapun bahan diskusi dengan atasan langsung berkaitan dengan waktu


penyelesaian penggambaran adalah :
 Produktifitas juru gambar yang bersangkutan
 Peralatan gambar
 Target waktu penyelesaian gambar secara keseluruhan
 Jumlah semua gambar yang harus diselesaikan
 Perkiraan jumlah waktu penyelesaian tiap lembar gambar
 Kondisi pada saat menggambar , misalnya pemadaman listrik, dsb.

Penetapan Alokasi Waktu Penyelesaian Pelaksanaan


Penggambaran

Konsep alokasi waktu penyelesaian pelaksanaan penggambaran setelah


didiskusikan dengan atasan langsung/arsitek dan diadakan perbaikan-

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 19 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

perbaikan maka alokasi waktu tersebut bisa ditetapkan dan menjadi bahan
untuk pembuatan jadwal kerja.

B. Keterampilan yang diperlukan dalam Memperkirakan alokasi waktu


penyelesaian pelaksanaan penggambaran
1. Memperkirakan waktu penyelesaian pembuatan semua jenis gambar sesuai
dengan target pekerjaan secara keseluruhan.
2. Mendiskusikan draft alokasi waktu penyelesaian pelaksanaan penggambaran
dengan atasan langung/ arsitek.
3. Menghitung alokasi waktu yang dibutuhkan dengan metode pendekatan yang
disetujui atasan langsung untuk ditetapkan sebagai dasar pembuatan jadwal
kerja.

C. Keterampilan yang diperlukan dalam Memperkirakan alokasi waktu


penyelesaian pelaksanaan penggambaran
1. Cermat dan teliti dalam memperkirakan waktu penyelesaian pembuatan semua
jenis gambar sesuai dengan target pekerjaan secara keseluruhan.
2. Cermat dan teliti dalam mendiskusikan draft alokasi waktu penyelesaian
pelaksanaan penggambaran dengan atasan langung/ arsitek.
3. Cermat dan teliti dalam menghitung alokasi waktu yang dibutuhkan dengan
metode pendekatan yang disetujui atasan langsung untuk ditetapkan sebagai
dasar pembuatan jadwal kerja.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 20 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

BAB IV
MENYUSUN JADWAL KERJA

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menyusun jadwal kerja

1. Tahapan Penyusunan Jadwal Kerja dan sumber daya

Sebelum membuat jadwal kerja, juru gambar harus mengetahui tahapan-tahapan


dalam pembuatan gambar arsitektur. Adapun Tahapan-tahapan dalam
penggambaran :

 Persiapan : Menyiapkan peralatan dan perlengkapan gambar


 Pelaksanaan penggambaran : Menggambar site plan, Menggambar denah
lantai dasar, Menggambar denah lantai atas, Menggambar denah atap,
Menggambar tampak depan, tampak samping, tampak belakang, Menggambar
potongan meleintang dan memanjang, Menggambar perspektif interior,
Menggambar perspektif eksterior, Menggambar detail pintu dan jendela,
Menggambar detail plafond, Menggambar detail lantai
 Pengakhiran menggambar : memeriksa hasil gambar yang sudah dibuat,
memeriksa skala, jumlah lembar, jumlah gambar, urutan gambar, kebenaran
notasi, legenda, simbol, mencetak gambar

Selain pengetahuan tentang tahapan pembuatan gambar, juru gambar juga harus
mengetahui jenis-jenis gambar arsitektur yang akan dibuat, sehingga akan
memudahkan dalam penggambaran maupun penyusunan jadwal kerja bagi
diirinya sendiri. Dengan demikian juru gambar dapat memperkirakan berapa lama
waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung
jawabnya. Adapun jenis-jenis gambar arsitektur yang harus dibuat juru gambar
adalah:

 Gambar perancangan awal


 Gambar perancangan lanjut terdiri dari gambar pengembangan rancangan,
gambar kerja dan detail, gambar lelang
 Gambar kerja pelaksanaan (shop drawing)

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 21 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

 Gambar sesuai pelaksanaan (as-built drawing)


 Jumlah gambar pra rancangan terdiri dari: site plan, denah, tampak, potongan,
dan gambar-gambar detail
 Jumlah gambar ditunjukkan pada daftar gambar sehingga dapat dihitung
jumlah lembar gambar.

2. Penyusunan Konsep Jadwal Kerja

a) Ketentuan dan acuan waktu kerja


Ketentuan dan Acuan Waktu Kerja Dalam suatu tim kerja penggambaran/
konsultan arsitek berbadan hukum seperti PT dan sejenisnya umumnya waktu
kerja merupakan bagian dari Peraturan Perusahaan.
Peraturan Perusahaan, termasuk ketentuan waktu kerja dan kerja lembur,
secara normatif harus disahkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
suatu Pemerintah Daerah. Secara nasional ada beberapa UU dan Peraturan
Menteri Tenaga Kerja yang bisa dijadikan referensi penentuan waktu kerja,
diantaranya Undang-undang Nomor 13 tahun 2003, Tentang Ketenagakerjaan.
Beberapa ketentuan umum yang kerap diterapkan tentang waktu kerja antara
lain adalah:
- Waktu kerja seminggu adalah 40 jam, atau 8 jam per hari untuk seminggu
5 hari kerja.
- Jadwal waktu kerja; 08.00 - 17.00, dengan waktu istirahat: 12.00 - 13.00
- Kerja lembur dapat diterapkan walaupun tidak dianjurkan, misalnya dalam
rangka proyek crash program, keadaan darurat yang berdampak pada
kinerja perusahaan, penggantian karyawan yang berhalangan dsb. Kerja
lembur diatur dengan sistim pengupahan tertentu.
- Pada hari libur resmi masuk kerja dikategorikan kerja lembur yang
mengikuti ketentuan yang berlaku.
Kerja lembur sesuai ketentuan menimbulkan dampak biaya yang diatur oleh
perusahaan dan direkomendasikan oleh Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi. Karyawan perusahaan yang menikmati fasilitas upah lembur
umumnya adalah tingkatan staf kebawah, termasuk juru gambar.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 22 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Contoh ketentuan upah lembur suatu perusahaan yang sudah disahkan oleh
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI adalah :
A. Dasar perhitungan upah lembur adalah gaji bruto
B. Ketentuan upah lembur pada hari kerja :
- 1 jam pertama -> upah lembur: 11/2 x upah sejam
- 1 jam kedua dst. -> upah lembur: 2 x upah sejam
C. Ketentuan upah lembur pada hari libur resmi :
- 1-7 jam pertama -> upah lembur per jam 2 x upah sejam
- jam ke 8 -> upah lembur 3 x upah sejam
- jam ke 9 dst. -> upah lembur 4 x upah sejam

b) Ketentuan Prioritas Penggambaran

Prioritas penggambaran berkaitan dengan berbagai aspek diantaranya:


berkaitan dengan sequence pemikiran perancangan, tahap perizinan, pola
komunikasi antara arsitek dan pemberi kerja, dll.

Dalam proses perancangan juru gambar mengikuti pola pikir dari arsitek yang
didukung, dan satu arsitek dengan arsitek yang lain tidak selalu memiliki pola
pikir yang sama. Ada arsitek yang pendekatan perancangannya dari bentuk-
bentuk 3 dimensi/sketsa perspektif, namun yang lain lebih konvensional
dengan pendekatan 2 dimensi, denah -> tampak -> potongan dst.

Berkaitan dengan penyajian gambar arsitektur, umumnya prioritas


penggambaran berkaitan dengan mekanisme informasi yang dihasilkan suatu
gambar akan menjadi masukan untuk penyajian gambar yang lain, sehingga
proses penggambaran menjadi lebih efektif.

Sebagai contoh: informasi dari gambar denah menjadi masukan untuk


pembuatan gambar tampak; informasi dari gambar denah dan tampak
menjadi masukan untuk pembuatan gambar potongan; informasi dari gambar
potongan menjadi masukan untuk pembuatan gambar potongan tipikal;
informasi dari gambar denah dan tampak menjadi masukan untuk pembuatan
gambar perspektif exterior.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 23 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Secara normatif tahap perancangan dan perizinan juga mengarahkan prioritas


penggambaran dan keduanya cenderung sejalan. Dari tahap ke tahap gambar
perancangan akan semakin jelas dan semakin lengkap informasinya.

Sebagai contoh: gambar pra-rancangan dengan skala 1:100 merupakan


perancangan awal sebelum pemjbuatan gambar rancangan bagian bangunan
yang lebih detail (rencana tangga misalnya) dengan skala 1:50.

Perizinan bangunan juga menentukan prioritas gambar yang harus disajikan


lebih awal dan sejalan dengan berkembangnya tahap perancangan.

Cara mengkomunikasikan ide dari arsitek kepada stakeholders juga


menentukan prioritas penggambaran yang disajikan. Stakeholders di sini
dapat mencakup pemberi kerja, otoritas pemberi izin dan pelaksana /
kontraktor.

Umumnya prioritas penggambaran yang dipakai untuk mengkomunikasikan


ide arsitek kepada pemberi kerja dan otoritas pemberi izin adalah: rencana
tapak, denah - tampak - potongan, ditambah dengan sketsa perspektif.

Prioritas penggambaran lanjutan untuk konsumsi pemberi kerja yang ingin


tahu lebih banyak tentang aspek estetika dan arsitektur bangunan adalah:
perancangan bagian bangunan termasuk lantai - dinding / kusen - plafond,
dan perancangan per ruang pentihg seperti: R. Keluarga, R. Tangga, KM7WC,
Dapur, Pantry, dsb.

Kemudian prioritas terakhir yang lebih ditekankan bagi pelaksana/kontraktor


adalah gambar-gambar detail konstruksi.

c) Metode Penyusunan Jadwal Kerja

Jadwal kerja dalam konteks ini mencakup jadwal waktu penggambaran,


jadwal kebutuhan persopil dan jadwal kebutuhan perlengkapan / peralatan.

Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam penyusunan jadwal kerja


adalah:

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 24 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

1. Kapasitas penggambaran ditentukan, seperti sudah dijelaskan


dimuka mencakup penentuan jumlah lembar dan jenis gambar,
penentuan kecepatan penggambaran per lembar gambar (o.h).
2. Jadwal penggambaran ditentukan, dengan mensimulasikan data
kapasitas penggambaran dengan batasan-batasan waktu atau sumber
daya.

Sebagai contoh: suatu proyek high rise building untuk tahap DED terdiri dari
gambar denah membutuhkan kapasitas penggambaran 28 o.h (14 gambar A2
dengan rata-rata penyajian per gambar 2 hari). Waktu penggambaran yang
dibutuhkan 1 minggu, termasuk 1 hari penelitian akhir oleh arsitek ditetapkan
bahwa pada saat mulai penggambaran gambar sketsa/draft sudah cukup
matang dan ada pendampingan penuh dari arsitek.

Proposal Jadwal Kerja


Perhitungan Kapasitas Penggambaran

No. Kode/No Nama Gambar Skala Format Kapasitas Keterangan

1. AR.01-04 Denah lantai 1 1:200 A2 3.0h 2 dimensi

2. AR.01-05 Denah lantai 2 1:200 A2 3.0h 2 dimensi

3. AR.01-06 Denah lantai 3 1:200 A2 3.0h 2 dimensi

AR.01- Denah lantai 3,5,11-15


4. 1:100 A2 3.0h 2 dimensi
06A parsial A
AR.01- Denah lantai 3,5,11-15
5. 1:100 A2 3.0h 2 dimensi
06B parsial B

6. AR.01-07 Denah lantai 4 1:200 A2 3.0h 2 dimensi

7. AR.01-08 Denah lantai 5 1:200 A2 3.0h 2 dimensi

8. AR.01-09 Denah lantai 6 1:200 A2 3.0h 2 dimensi

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 25 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

No. Kode/No Nama Gambar Skala Format Kapasitas Keterangan

AR.01- Denah lantai 6-8, 24 &


9. 1:100 A2 3.0h 2 dimensi
09A 27 parsial A
AR.01- Denah lantai 6-8, 24 &
10. 1:200 A2 3.0h 2 dimensi
09B 27 parsial B

11. AR.01-10 Denah lantai 7 1:200 2 dimensi

12. AR.01-11 Denah lantai 8 1:200 2 dimensi

13. AR.01-12 Denah lantai 9 1:200 2 dimensi

AR.01-
14. Denah lantai 9 parsial A 1:100 2 dimensi
12A

Kapasitas total penggambaran 28.0h

Jadwal Penggambaran

Jadwal Waktu
Penggambaran (hari)
No Kode/No Nama Gambar
1 2 3 4 5 6 7

1. AR.01-04 Denah lantai 1 K

2. AR.01-05 Denah lantai 2 K

3. AR.01-06 Denah lantai 3 K

4. AR.01-06A Denah lantai 3,5,11-15 parsial A K

5. AR.01-06B Denah lantai 3,5,11-15 parsial B K

6. AR.01-07 Denah lantai 4 K

7. AR.01-08 Denah lantai 5 K

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 26 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

Jadwal Waktu
Penggambaran (hari)
No Kode/No Nama Gambar
1 2 3 4 5 6 7

8. AR.01-09 Denah lantai 6 K

9. AR.01-09A Denah lantai 6-8, 24 & 27 parsial A K

10. AR.01-09B Denah lantai 6-8, 24 & 27 parsial B K

11. AR.01-10 Denah lantai 7 K

12. AR.01-11 Denah lantai 8 K

13. AR.01-12 Denah lantai 9 K

14. AR.01-12A Denah lantai 9 parsial A K

Proses revisi

Kapasitas Juru Gambar 5 5 5 5 5 5 5

K = Koreksi arsitek

Langkah penyusunan jadwal kerja penggambaran:

 Kapasitas penggambaran ditentukan, seperti sudah dijelaskan dimuka


mencakup penentuan jumlah lembar dan jenis gambar, penentuan
kecepatan penggambaran per lembar gambar (o.h).

 Jadwal penggambaran ditentukan, dengan mensimulasikan data kapasitas


penggambaran dengan batasan-batasan waktu atau sumber daya

 Histogram SDM (juru gambar) ditentukan, dengan mengacu pada jadwal


penggambaran

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 27 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

 Histogram sumber daya peralatan (perangkat keras dan perangkat lunak)


ditentukan, dengan mengacu pada jadwal penggambaran

Diskusi Bersama Arsitek


Konsep jadwal kerja yang sudah dibuat didiskusikan dulu dengan arsitek, karena
arsitek yang athu dan menguasai skedul pelaksanaan pekerjaan secara
keseluruhan dari hasil diskusi tersebut, apabila ada revisi/perubahan atau
penyesuaian maka akan diadakan perbaikan dan selanjutnya dapat disahkan.

Pengiriman Jadwal Kerja pada Bagian Logistik dan Bagian Lain


Terkait
Setelah jadwal kerja penggambaran selesai disusun oleh juru gambar / job
captain dengan berkoordinasi dengan arsitek dan dibubuhi tanda tangan oleh
juru gambar/job captain bersangkutan, jadwal tersebut kemudian diverifikasi
oleh Kepala Studio.

Daftar tersebut kemudian diajukan kepada arsitek untuk mendapatkan


persetujuan. Dengan jadwal kerja yang sudah disetujui ini arsitek dapat
memerintahkan juru gambar/job captain untuk menyusun daftar kebutuhan
penggambaran termasuk: kebutuhan SDM, perlengkapan dan peralatan
penggambaran.

Selanjutnya dengan disetujuinya usulan daftar kebutuhan oleh manajemen dan


diadakannya proses pengadaan (bila perlu), maka kegiatan penggambaran
dapat segera dilakukan.

Bagan alir proses dari kegiatan inventarisasi gambar sampai persetujuan usulan
jadwal kerja dapat dilihat di bawah ini.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 28 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

DAFTAR LEMBAR GAMBAR


DISIAPKAN OLEH
JOB CAPTAIN DAN ARSITEK

KAPASITAS PENGGAMBARAN
DISIAPKAN OLEH JOB CAPTAIN

JADWAL KERJA DISIAPKAN


OLEH JOB CAPTAIN DAN DIVERIFIKASI
OLEH KEPALA STUDIO, LALU
DIUSULKAN KE ARSITEK

JADWAL KERJA DISETUJUI OLEH


ARSITEK, SELANJUTNYA JOB
CAPTAIN MENYIAPKAN DAFTAR
KEBUTUHAN PENGGAMBARAN
UNTUK DIPROSES SELANJUTNYA

- DAFTAR STOK BARANG


PROSES PENGADAAN - DAFTAR INVENTARISIR
OLEH BAG. ADM & KEU/BAGIAN DIUPDATE OLEH BAG.ADM &
LOGISTIK KEU DAN KEPALA STUDIO

B. Keterampilan yang diperlukan dalam Menyusun jadwal kerja

1. Menyiapkan borang-borang jadwal kerja sesuai target waktu yang ditentukan


dalam jadwal induk pekerjaan.

2. Membuat jadwal kerja penyelesaian pekerjaan penggambaran sesuai target waktu


yang ditentukan dalam jadwal induk pekerjaan.

3. Membuat draft jadwal kerja penggambaran sebagai bahan diskusi dengan arsitek.

4. Melaporkan jadwal kerja hasil diskusi kepada atasan langsung/ arsitek dan bagian
lain yang terkait.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 29 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

C. Sikap kerja yang diperlukan dalam Menyusun jadwal kerja

1. Cermat dan teliti dalam menyiapkan borang-borang jadwal kerja sesuai target
waktu yang ditentukan dalam jadwal induk pekerjaan.

2. Cermat dan teliti dalam membuat jadwal kerja penyelesaian pekerjaan


penggambaran sesuai target waktu yang ditentukan dalam jadwal induk
pekerjaan.

3. Cermat dan teliti dalam membuat draft jadwal kerja penggambaran sebagai bahan
diskusi dengan arsitek.

4. Cermat dan teliti dalam melaporkan jadwal kerja hasil diskusi kepada atasan
langsung/ arsitek dan bagian lain yang terkait.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 30 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

DAFTAR PUSTAKA

A. Dasar Perundang-undangan

1. -

B. Buku Referensi

1. -

C. Majalah/Buletin

1. -

D. Referensi Lainnya

1. Bina Karya PT, Rehabilitasi dan Pengembangan Gedung Pasca Sarjana Universitas Negeri
Jakarta 2011.
2. Yodya Karya PT, Perencanaan Gedung DPR-RI
3. Yodya Karya PT, ICB Planning Works Package No 6 Construction of Workshop Balai Besar
Wilayah Sungai Serayu-Opak.

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 31 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.05.06

DAFTAR PERALATAN DAN BAHAN

A. Peralatan Yang Digunakan :


- Komputer
- Printer

B. Bahan Yang Dibutuhkan :


- Kertas, notes
- Alat tulis

Judul Modul : Pembuatan Jadwal Kerja


Halaman: 32 dari 32
Buku Informasi Edisi : 2016