Anda di halaman 1dari 15

BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

1
INTERAKSI MANUSIA DAN LINGKUNGAN DALAM DINAMIKA LITOSFER

Litosfer berasal dari kata Lithos yang artinya batuan dan sphaira atau sfer yang artinya
lapisan. Jadi litosfer artinya lapisan batuan yang menyelubungi bumi. Litosfer merupakan
salah satu lapisan dari struktur bumi.

A. Batuan pembentuk litosefer


Laisan litosfer terbentuk dari batuan. Batuan adalah benda yang berbentuk padat dan
disusun oleh mineral, baik sejenis atau berbagai jenis. Batuan terbentuk dari pembekuan
magma, kemudian membentuk batuan beku, batuan sedimen dan batuan malihan.

1. Batuan beku
Batuan beku terbentuk dari magma pijar yang mendingin, memadat tidak berlapis dan
berbentuk Kristal
Berdasarkan tempat terjadinya batuan beku dapat dibedakan menjadi

a. Batuan beku dalam/ tubir


Batuan beku dalam terbentuk dari magma yang membeku (mengalami pendinginan
karena penurunan suhu) yang proses pembkuanya terjadi jauh di dalam bumi dan
pendinginan sangat lambat. Pendinginan yang sangat lambat ini membentuk Kristal
yang besar (holokristalin) contoh. Granit, senit dan gabbro.

b. Batuan beku korok/ gang


Terbentuk dari magma yang membeku yang proses pembekuanya terjadi di sela sela
lapisan kulit bumi atau korok. Oleh karena letaknya yang dekat dengan permukaan
bumi maka pendiginan agak cepat sehingga Kristal yang terbentuk tidak sekompak
batuan beku dalam. Contoh granit porfirik.

c. Batuan beku Luar / leleran


Terbentuk dari magma yang membeku yang proses pembekuanya dipermukaan
bumi.oleh karena itu pembekuanya terjadi dipermukaan bumi maka pembekuanya
berlangsung sangat cepat sehingga mengalami pembekuan yang merata. Contoh
batuan beku luar : basal, andesit dan obsidian.

2. Batuan sedimen
Batuan sedimen terbentuk dari proses pengendapan material hasil pelapukan dan erosi
baik oleh es, air maupun angina.
Berdasarkan proses pembentukanya dibedakan menjadi

a. Batuan sedimen klastis


Terbentuk dari pengendapan pecahan batuan asal, dapat berupa batuan beku
maupun batuan metamorf dan batuan itu sendiri) tanpa mengalami susunan kimia
tetapi hanya mengalami penghancuran secara mekanik dari besar menjadi kecil
contoh batuan sedimenklastis adalah ; konglomerat, breksi, arenit dan batu lanau.

b. Batuan sedimen non klastis


Terbentuk dai pengendapan pecahan batuan hasil reaksi kimia seperti pelarutan,
penguapan, oksidasi, dan dehidrasi. Dan atau dari kegiatan organisme( hewan dan

MAN SALATIGA 1
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

2
tumbuhan) contoh sedimen klastis adalah batuan gamping, dolomit batu kapur,
napal, rijang dan batu bara.

3. Batuan metamorf (malihan)


Batuan malihan adalah batuan yang btelah mengalami perubahan bentuk baik
fisikmaupun kimia akibat pengaruh suhu dan tekanan yang sangat tinggi. Natuan metamorf
ini dapat berasal dari batuan beku dan batuan sedimen. Proses pembentukan batuan
metamorf memerlukan waktu yang sangat lama.
Berdasarkan proses pembentukan batuan metamorf ddapat dibedakan menjadi tiga:

a. Batuan metamorf kontak(metamorf termal)


Batuan metamorf kontak adalah batuan yang berubah bentuk karena pengaruh suhu
yang sangat tinggi karena letaknya dekat dengan magma. Contoh marmer (pualam)

b. Batuan metamorf dynamo(meamorf kinetik)


Batuan metamorf dynamo adalah batuan yang berubah bentuk karenapengaruh
tekanan yang sangat tinggi Dalam waktu yang sangat lama. Batuan ini banyak dijumpai
didaerah patahan dan lipatan. Contoh batuan : batu sabak(batu tulis)

c. Batuan metamorf pneumatolitis kontak


Batuan metamorf pneumatolitis kontak adalh batuan yang berubah karena pengaruh
penambahan bahan bahan lain seperti gas, cairan atau bahan padat. Contoh kuarsa yang
dalam proses metamorfnya disusupi gas borium akan berubah menjadi
turmalin(sejenis permata), kuarsa dengan penambahan gas flurium akan berubah
menjadi topas.

B. Tenaga pembentuk permukaan bumi

Bumi kita terbentuk dari adanya dua tenaga besar diantaranya adalah tenaga geologi
Tenaga geologi adalah tenaga yang mempengaruhi relief permukaan bumi yang terbentuk
oleh gaya gaya yang datang dari dalam bumi
TEKTONISME EPIROGENESA EPIRO POSTF

VULKANISME EPIRO NEGTIF


OROGENESA
ENDOGEN PATAHAN
GEMPA BUMI

LIPATAN

TENAGA LAND SLIDE


GEOLOGI PELAPUKAN

EKSOGEN SUBSIDEN
EROSI

SLUMPING
SEDIMENTASI

EARTH FLOW

ABRASI
MUD FLOW

MASWESTING SOIL CREEP

MAN SALATIGA 2
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

3
1. Tenaga endogen
Tenaga Endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi bersifat konstruktif
atau membangun. Tenaga ini meliputi tektonisme, vulkanisme dan seisme (gempa
bumi).

a. Tektonisme
Tektonisme atau tenaga tektonik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi
yang menyebabkan adanya perubahan letak kedudukan lapisan kulit bumi, baik
secara horizontal maupun vertikal. tektonisme dengan arah vertikal mengakibatkan
bentuk menonjol pada permukaan bumi berupa kubah (domes), sedangkan
tektonisme dengan arah horizontal mengakibatkan bentuk lipatan-lipatan di bumi,
retakan-retakan bahkan patahan (fault). Gerakan tektonisme disebut juga dengan
istilah dislokasi.
Berdasarkan kecepatan gerak dan luas daeranya, tektonisme terbagi menjadi
dua yaitu Gerak Epirogenetik dan Gerak Orogenetik.

1) Epirogenetik (gerak pembentukan kontinen atau benua), adalah gerakan yang


mengakibatkan turun naiknya lapisan kulit bumi. Gerakan ini relatif lambat dan
berlangsung agak lama di suatu daerah yang luas. Contohnya pembentukan
kontinen atau benua.
Gerak epirogenetik dibedakan menjadi dua :
a. Epirogenetik positif, yaitu suatu proses gerak turunnya daratan sehingga
permukaan air laut seolah olah naik.
Contoh : Turunya Kep. Maluku sampai ke Banda, Turunya Muara sungai
Hudson di AS sampai kdlmn 1700 m, Turunya lembah sungai Kongo sampai
2000 m dbl (dibawah permukaaan laut)

b. Epirogenetik negatif, yaitu suatu proses gerak naiknya daratan sehingga


permukaan air laut tampak turun.
Contoh : Naiknya pulau Timor dan pulau Buton, pantai stockholm naik rata
rata 1m pertahun. Naiknya dataran tinggi Colorado di AS

MAN SALATIGA 3
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

4
2) Gerak orogenetik adalah gerakan atau pergeseran lapisan kulit bumi yang relatif
lebih cepat daripada gerakan epirogenetik serta meliputi daerah yang sempit.
Gerak orogenetik menyebabkan adanya tekanan horizontal atau vertikal pada
kulit bumi sehingga terjadilah peristiwa dislokasi, baik dalam bentuk lipatan
maupun patahan

a. Lipatan (folds), adalah kenampakan permukaan kulit bumi yang berlipat-lipat


yang disebabkan oleh tekanan secara vertikal dan horizontal pada kulit bumi
yang bersifat elastis.
Pada bentuk lipatan terdapat bagian yang turun atau lembah (sinklinal) dan
bagian yang terangkat atau puncak lipatan (antiklinal).

b. Patahan atau sesar (faoult), adalah lapisan kulit bumi yang patah atau retak
yang disebabkan oleh tekanan secara vertikal dan horizontal pada kulit bumi
yang bersifat tidak elastis.
Berdasarkan arah gerakannya patahan dibedakan menjadi:
a) sesar normal (sesar turun), sesar ini disebabkan oleh adanya gaya
tensional atau tarikan sehingga menyebabkan salah satu blok turun
membentuk lembah yang disebut slenk atau graben.

b) Sesar sungkup (sesar naik), sesar yang disebabkan oleh adanya gaya
kompresi sehingga batuan yang patah akan naik yang disebut horst.

MAN SALATIGA 4
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

c) Sesar mendatar

Sinistral
Dekstral

b. Vulkanisme
Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan keluarnya
magma hingga mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau
pipa kepundan yang disebut diatrema. Gejala-gejala vulkanisme meliputi intrusi
magma dan ekstrusi magma.

1) Intrusi Magma adalah proses menyusupnya magma didalam lapisan litosfer


namun tidak sampai ke permukaan bumi. Bentuk-bentuk intrusi magma antara
lain:
a. Batholith, yaitu batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma karena
penurunan suhu yang sangat lambat.
b. Lakolith, yaitu magma yang membeku diantara dua lapisan litosfer, karena
menekan ke atas maka berbentuk cembung.
c. Siil (keeping intrusi), yaitu magma yang membeku diantara dua lapisan litosfer
berbentuk tipis dan melebar.
d. Gang/dikes, yaitu batuan beku yang memotong lapisan-lapisan litosfer yang
berbentuk pipih atau lempeng.
e. Diatrema, yaitu batuan beku yang mengisi pipa letusan berbentuk silinder,
mulai dapur magma hingga ke pemukaan bumi.
f. Apofisa, gang yang relatif kecil, merupakan cabang dari gang dan berbentuk
silinder memanjang.

2) Ekstrusi Magma (erupsi), yaitu proses keluarnya magma dari dapur magma
hingga mencapai pemukaan bumi. Ekstrusi magma dapat diklasifikasikan
berdasarkan pada beberapa kategori, diantaranya:
a. Berdasarkan kekuatannya erupsi dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a) Erupsi effusif (berupa leleran) yaitu erupsi dengan ciri-ciri:
 Dapur magma dangkal

MAN SALATIGA 5
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

6
 Tekanan gas rendah
 Tidak disertai dengan ledakan
 Magma encer
b) Erupsi eksplosif (berupa ledakan) yaitu erupsi dengan ciri-ciri:
 Dapur magma dalam
 Tekanan gas besar
 Disertai dengan ledakan
 Magma kental.
b. Berdasarkan banyaknya celah pada permukaan bumi, erupsi dibedakan
menjadi empat, yaitu:
a) Erupsi linier, yaitu gerakan magma menuju permukaan bumi melalui
celah atau retakan yang panjang, magma yang keluar bersifat cair. Erupsi
ini menghasilkan :
 plato (dataran tinggi), misalnya plato Sukadana (Lampung) , plato
Colombia (Amerika Selatan) dan plato yang mengelilingi Kutub Utara
seperti Greenland Asia Utara dan Spitsbergen.

 Deretan gunung api, misalnya Gn. Laki (Laki Spleet) di Eslandia


panjang retakannya kurang lebih 30 km.

Gb. Erupsi linier

b) Erupsi central, yaitu erupsi dimana lava keluar melalui terusan kepundan,
erupsi ini menghasilkan timbunan kerucut material vulkanik. Erupsi
sentral menghasilkan 3 macam bentuk gunung api yaitu :
 Gunung api perisai (aspit) atau schildvulkan, yaitu gunung api yang
bentuknya mirip tameng, keadaan bentuk ini alasnya luas, ketingian
landai, berasal dari magmatic, termasuk kategori erupsi effusifa.
contoh Gn. Maona Kea dan Gn. Maona Loa di Kepulauan Hawaii.

Gb. Erupsi central menghasilkan bentuk perisai

 Gunung api maar, berasal dari erupsi eksplosif dengan sekali kegiatan
erupsi semua eflata keluar membentuk tanggul disekeliling lubang
kepundan/kawah yang melingkar, lereng agak curam dan dasarnya
kedap air, sehingga mampu menahan air hujan yang masuk kedalam
kawah dan terbentuklah danau vulkanik. Contoh ; puncak Gn. Eifel di
Perancis, puncak Pericutin di Meksico, Gn. Lamongan (Jatim), danau
Atar (Sumbar), ranu Marsada(Jabar).

MAN SALATIGA 6
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

Gb. Erupsi central menghasilkan bentuk maar

 Gunung api strato, berasal dari erupsi effusive dan eksplosif, gunung
api ini berbentuk kerucut, badan gunung berlapis-lapis yang berasal
dari timbunan efflata dan lava secara terus-menerus. Contoh Gn.
Merapi, Gn. Kelud, Gn. Semeru, Gn.Batur, Gn.Merbabu, Gn.Kerinci.

Gb. Erupsi sentral menghasilkan bentuk Gn. Api Strato

 Erupsi areal, yaitu erupsi (letusan) yang terjadi melalui lubang yang
sangat luas. Contoh : Yellowstone park Amerika Serikat.

Gb. Erupsi Areal

Gunung api memiliki beberapa tipe letusan yang ditentukan oleh beberapa
faktor, antara lain:
1. Viskositas magma (derajad kekentalan dan tingkat kecairan magma)
2. Besar kecilnya tekanan gas
3. Tingkat kedalaman magma ( dapur magma)
4. Jenis material yang dikeluarkan (padat, gas dan cair)

Dari keempat faktor diatas, tipe letusan gunung api dapat dibedakan menjadi
:
No. TIPE GN API LAVA TEKANAN KEDALAMAN CONTOH

1. Hawai cair rendah Sangat dangkal Kilauea


Maona Loa
2. Stromboli cair sedang dangkal Stromboli
Visuvius
Gn. Raung
3. Perret Cair- Sangat kuat Sangat dalam Krakatau Visuvius
kental
4. Vulkano cair sedang dangkal Etna (Eropa)
lemah Bromo
Semeru

MAN SALATIGA 7
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

8
5. Vulkano kuat Cair- tinggi dalam Etna
kental Visuvius
6. Merapi kental rendah Sangat dangkal Merapi
7. Sint Vincent kental sedang dangkal St. Vincent
Kelud
8. Pelee kental tinggi dalam Gn. pelee
Tabel: tipe letusan gunung berapi

Gb. Tipe letusan gunung berapi

Materi/bahan-bahan yang dikeluarkan oleh gunung berapi ada beberapa


macam diantaranya adalah :
1) Benda padat (efflata),
a. Menurut asalnya efflata dibedakan menjadi dua yaitu :
a) Efflata allogen, berasal dari batu-batuan sekitar pipa kawah yang ikut
terlempar.
b) Efflata autogen, berasal dari dapur magma itu sendiri (pyroclastic)
b. Menurut ukurannya efflata dibedakan mejadi :
a) Bom (batu-batu besar)
b) Lapilli (batu kerikil)
c) Pasir
d) Debu
e) Batu apung (batu yang penuh dengan pori udara)
2) Benda cair, terdiri dari:
a. Lava, yaitu magma yang telah sampai keluar
b. Lahar panas, berupa lumpur panas yang mengalir berasal dari magma yang
bercapur air.
c. Lahar dingin, semua materi yang berada dipuncak gunung berapi
bercampur denga air hujan mengalir dengan deras ke bawah melalui
lereng menyapu bersih semua benda yang ada disekitarnya.

MAN SALATIGA 8
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

9
3) Benda gas (ekshalasi), meliputi:
a. Solfatar, yaitu gas belerang/Hidrogen Sulfida ( H2S) yang keluar dari
kawah, terdapat di Gn. Welirang, Gn. Arjuno Jawa Timur.
b. Fumarol (uap air panas), terdapat di Kamojang Jawa barat.
c. Mofet, yaitu gas asam arang (CO2) terdapat di gn. Tangkuban Parahu dan
dataran tinggi Dieng.

Gunung api yang akan mengalami erupsi terkadang akan mengeluarkan tanda-tanda
seperti :
a. Temperatur di area sekitar kawah mengalami peningkatan
b. Sumber-sumber mata air mulai mengering
c. Sering terjadi getaran gempa disekitar gunung berapi
d. Banyak binatang-binatang dari puncak gunung yang turun ke lereng
e. Pepohonan tampak layu dan menguning
f. Terdengar suara bergemuruh
Gunung api yang sudah mengalami letusan paling dasyat sampai
menghancurkan sebagian puncak gunung apai biasanya akan memasuki masa
istirahat yang ditandai munculny gejala Pascavulkanik/tanda-tanda gunung api
istirahat atau mati (postvulkanik):
a. Munculnya sumber air mineral, misalnya di Maribaya dan Sangkanurip
Jawa Barat.
b. Munculnya makdani (sumber air panas), misalnya Baturraden Jawa
Tengah, Ci Panas dan Ci Ater Jawa Barat.
c. Munculnya Geiser, yaitu sumber air panas yang memancar secara berkala,
misalnya di Ci Solok dan Kamojang Jawa Barat.
d. Munculnya sumber gas (ekshalasi), misalnya solfatar, fumarol dan mofet.

Adanya vulkanisme pada suatu wilayah sebenarnya memiliki manfaat dan juga
kerugian, diantaranya:
1) Manfaat vulkanisme, Vulkanisme ternyata banyak membawa manfaat bagi
manusia, yaitu:
a. Abu vulkanis dapat menyuburkan tanah
b. Hancuran dari bahan vulkanis banyak mengandung unsur hara
c. Lokasi gunung berapi dapat dimanfaatkan untuk tempat wisata
d. Menghasilkan bahan galian industri/bahan bangunan
e. Topografi gunung api yang tinggi dapat menghasilkan hujan orografis
(menjadi daerah tangkapan hujan)
2) Kerugian yang diakibatkan oleh gunung berapi:
a. Letusan gunung berapi dapat merusak lahan pertanian dan lahan non
pertanian
b. Hujan abu dapat menutup tanaman dan mengganggu kesehatan
c. Lahar panas dapat mrusak semua benda yang dilaluinya
d. Awan panas dapat membahayakan jiwa dan merusak kehidupan
e. Lahar dingin dapat menyebabkan pendangkalan sungai
f. Gas beracun yang dikeluarkan dapat mematikan mahluk hidup

c. Gempa bumi (SEISME)


Gempa bumi adalah getaran dipermukan bumi yang disebabkan oleh
kekuatan dari dalam bumi. Besar kecilnya getaran terantung pada besar kecilnya
hipocentra gempa, garis tegak lurus dari hipocentra menuju ke permukaan bumi

MAN SALATIGA 9
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

10
disebut epicentra. Kekuatan gempa dapat diukur dengan alat yang disebut
seismograf, sedangkan hasil pengukuran dari alat tersebut adalah seismogram.
1) Istilah-istilah yang berkaitan dengan gempa
a. Hypocentrum, adalah pusat/sumber getaran gempa, berada di bawah
permukaan bumi.
b. Epicentrum, adalah titik /garis dipermukaan bumi tempat gelombang
permukaan mulai dirambatkan atau tempat gelombang primer dan sekunder
pertama kali mencapai permukaan bumi.
c. Homoseista, adalah garis khayal pada permukaan bumi yang mencatat
gelombang primer pada waktu yang sama.
d. Isoseista, adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yamg
mempunyai kerusakan fisik sama.
e. Pleistoseista, adalah garis khayal yang membatasi sekitar episentrum yang
mengalami kerusakan terhebat akibat gempa.
f. Seismograf, adalah alat pencatat gempa.
g. Seismologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang gempa bumi.
h. Seismogram, adalah gambaran hasil pengukuran alat pencatat gempa berupa
grafik.
i. Teduh seisme,adalah daerah berbentuk gelang pada permukaan bumi yang
tidak diguncang gelombang primer dan sekunder.

2) Klasifikasi Gempa Bumi


a. Berdasarkan penyebabnya, meliputi:
a) Gempa tektonik, gempa yang mengikuti gerakan tektonik yaitu sesar
patahan
b) Gempa vulkanik, gempa yang terjadi bersamaan atau sebelum terjadi
erupsi
c) Gempa runtuhan (terban), gempa yang disebabkan oleh runtuhnya gua
kapur/gua galian pertambangan
b. Berdasarkan bentuk episentrumnya, meliputi:
a) Gempa linier, yaitu gempa dengan epicentrum berbentuk garis, misalnya
gempa tektonik
b) Gempa sentral, yaitu gempa dengan epicentrum berbentuk titik, misalnya
gempa vulkanik
c. Berdasarkan jarak hipocentrumnya, meliputi:
a) Gempa dalam, jika hipocentrumnya antara 300 – 700 km.
b) Gempa intermedier/menengah, jika hipocentrumnya antara 100 – 300
km.
c) Gempa dangkal, jika hypocentrumya kurang dari 100 km.
d. Berdasarkan letak epicentrumnya, meliputi:
a) Gempa laut, jika epicentrumnya terletak di lautan, gempa ini dapat
menibulkan tsunami.
b) Gempa daratan, jika epicentrumnya terletak di daratan, gempa ini dapat
menimbulkan patahan.
e. Berdasarkan intensitasnya, meliputi:
a) Makroseisme, yaitu gempa bumi yang intensitasnya sangat besar,
sehingga dapat diketahui tanpa menggunakan alat.
b) Mikroseisme, yaitu gempa bumi yang intenssitasnya sangat kecil,
sehingga hanya dapat diketahui hanya dengan menggunakan alat.

MAN SALATIGA 10
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

11
Untuk mengetahui jarak episentrum gempa dapat diketahui dengan
menggunakan rumus Laska.

δ = {(𝑆 − 𝑃) − 1′ } 1000 km

δ : jarak episentrum dari stasiun pencatat gempa


S : waktu yang menunjukkan pukul berapa gelombang sekunder
tercatat di stasiun itu.
P : waktu yang menunjukkan berapa gelombang primer tercatat di
stasiun
1’ : satu menit (konstanta)
1000 = konstanta

Contoh:
Stasiun pencatat gempa A mencatat gelombang primer suatu gempa pukul
19.30’.20” dan gelombang sekunder pukul 19.35’.50”. Tentukan jarak
episentrum gempa dari stasiun pencatat A!

Penyelesaian:
Diketahui: S = 19.35’.50”
P = 19.30’.20”
Ditanyakan : δ
Jawab:
δ = {(𝑆 − 𝑃) − 1′ } 1000 km
δ = {((19.35’. 50” − 19.30’. 20”) − 1′ } 1000 km
δ = {(5’. 30) − 1′ } 1000
δ = {(4’. 30) − 1′ } 1000
δ = 4.500 KM

3) Menentukan skala gempa


Ada beberapa skala yang dipakai untuk mengukur kekuatan gempa, antara
lain skala Omori, Mercall dan Richter.
a. Skala Omori
Omori membuat skala gempa dengan tujuh tingkat kekuatan yaitu:

Derajat Keterangan
I Getaran-getaran lunak, dirasakan oleh banyak orang
Getaran-getaran sedang, semua orang terbangun disebabkan bunyi
II
barang-barang pecah, bunyi jendela dan pintu-pintu
Getaran-getaran agak kuat, jam dinding berhenti, pintu dan jendela
III
terbuka
Getaran-getaran kuat, gambar=gambar dinding berjatuhan, dinding-
IV
dinding retak
V Getaran-getaran sangat kuat, dinding dan atap rumah runtuh
VI Rumah-rumah yang kuat runtuh
VII Kerusakan-kerusakan umum

MAN SALATIGA 11
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

12

b. Skala Richter
Tabel di bawah menunjukkan cara menggunakan skala Richter. Garis sebelah
kiri menunjukkan jarak episentrum (D) dalam satuan km. Gempa dicatat
dengan jarak 300 km atau kurang dari 3o. Garis sebelah kanan menunjukkan
amplitude gelombang gempa. Gempa yang dicatat adalah 10 mm. Ditariklah
garis dari titik 300 km ke titik 10 mm. Sehingga garis itu memotong garis
yang terletak di tengah pada titik 5. Hal ini berarti gempa yang terjadi
berkekuatan 5 pada skala Richter.

skala Ciri ciri

2,0 -3,4 Tidak terasa, tetapi terekam seismograf


3,5 – 4,2 Hanya terasa oleh beberapa orang
4,3 – 4,8 Terasa oleh banyak orang
4,9 – 5,4 Terasa oleh semua orang
5,5 – 6,1 Sedikit kerusakan bangunan
6,2 -6,9 Merusak bangunan
7,0 – 7,3 Rel kereta api bengkok
7,4 – 7,9 Kerusakan hebat
> 8,0 Kerusakan luar biasavv

Hasil pencatatan seismograf berupa catatan-catatan gelombang gempa


yang terlihat pada kertas berarang yang disebut seismogram.

2. Tenaga eksogen

Tenaga eksogen adalah tenaga geologi yang berasal dari luar bumi yang bersifat
destruktif atau merusak. Berdasarkan penyebabnya, tenaga eksogen dibedakan
menjadi 3, yaitu degradasi, agradasi, dan antropogenik

1. Degradasi
Tenaga eksogen yang bersifat mengikis muka bumi digolongkan sebagai
tenaga eksogen degradasi. Berdasarkan penyebabnya, tenaga eksogen degradasi
dibedakan menjadi pelapukan, gerakan massa serta erosi dan transportasi.

1) Pelapukan, yaitu peristiwa penghancuran, pelepasan partikel-partikel batuan.


Dilihat dari daerahnya, kecepatan pelapukan ditentukan oleh faktor-faktor sbb:
a. Tingkat kekuatan dan kekompokan batuan
b. Topografi/kemiringan lereng
c. Keadaan vegetasi atau organisme lain yang ada
d. Unsur-unsur kimia yang terkandung di dalam batuan

Berdasarkan proses terjadinya, pelapukan di bagi menjadi 3, yaitu:


a. Pelapukan mekanik/fisik
Yaitu proses penghancuran massa batuan yang tidak merubah susunan
kimia dari batuan tersebut.

MAN SALATIGA 12
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

13
b. Pelapukan organik
Yaitu pelapukan batuan oleh bakteri, organisme kecil di dalam tanah,
cendawan dan lumut.
c. Pelapukan kimia
Yaitu pelapukan yang terjadi di daaerah kapur, susunan kimia pada batuan
mengalami perubahan baik secara tetap maupun sementara. Contoh : doline,
gua di dlam tanah, stalagtit, stalagmit dan kubah kapur.

Perubahan bentuk muka bumi disebabkan oleh gerakan massa tanah atau
mass wasting. Faktor penyebab mass wasting antara lain:
a. Kondisi alamiah material
b. Kadar air yang terkandung dalam material
c. Kemiringan dan kestabilan lereng
d. Gempa bumi, banjir, atau peristiwa geologi lainnya

Gerakan massa tanah/mass wasting dibedakan menjadi:


a. Tanah longsor, terjadi akibat kondisi tanah yang miring atau lereng yang
tidak ditumbuhi tanaman yang dapat melindungi tanah
b. Tanah amblas, terjadi akibat adanya rongga tanah, biasanya terjadi di daerah
kapur
c. Tanah mendat, yaitu proses longsoran tanah yang bertingkat-tingkat
membentuk teras-teras.
d. Rayapan tanah, yaitu gerakan tanah secara lambat ke arah bawah. Rapan
tanah terjadi di daerah yang agak landai. Peristiwa ini disebut juga tanah
menjalar.

2) Erosi
Yaitu perpindahan material yang mengalami pelapukan dari satu tempat
ke tempat yang lain. Berdasarkan penyebabnya erosi dibedakan menjadi 4, yaitu:
a. Erosi oleh air (erotion), biasanya terjadi di daerah dengan kemiringan lereng
yang curam atau di daerah tidak bervegetasi
b. Erosi oleh air (gletser), disebut juga erosi glasial
c. Erosi oleh angin (deflasi), umumnya terjadi di aerah beriklim kering (gurun)
d. Erosi oleh air laut (abrasi), merupakan pengikisan di daerah pantai. Erosi air
laut dapat menyebabkan terjadinya bentukan-bentukan sebagai berikut:
a) Fyord (pantai sempit dan curam)
b) Pantai curam (clif)
c) Gua (cave), arch, stack, dan stumps

2. Agradasi
Sedimentasi merupakan bagian dari agradasi, yaitu pengendapan material
oleh angin, air atau gletser.

Berdasarkan tempat dan tenaga pengendapannya, sedimen dibedakan menjadi 3,


yaitu:
1) Sedimentasi fluvial, merupakan proses pengendapan materi yang diangkut oleh
sungai, danau dan waduk, atau muara sungai. Contoh delta
2) Sedimentasi eolis (sedimentasi terestrial), merupakan proses pengendapan
materi oleh angin, contoh : sand dunes

MAN SALATIGA 13
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

14
3) Sedimentasi laut (marine sedimentation), merupakan hasil abrasi pantai yang
kemudian diendapkan kembali disepanjang pantai. Contoh: endapan puing
karang (beach), endapan gosong pasir (bar) dan endapan pasir yang
menghubungkan dua pulau (tombolo)

C. Pembentukan tanah dan pemanfaatanya

1. Faktor pembentuk tanah

Proses pembentukan tanah dipengaruhi oleh faktor faktor berikut : (IOBTW )


a. iklim adalah faktor yang penting dalam proses pembentukan tanah. Umumnya suhu
dan curah hujan tergantung pada iklim.
b. Organisme Yaitu segala jenis mahluk hidup( manusia hewan dan tumbuhan dan
mikroorgannisme) yang berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dalam
hal membuat proses pelapukan yaitu membantu proses pembentukan humus
c. Bahan induk : terdiri atas batuan vulkanik, batuan beku, batuan sedimen (endapan),
dan batuan metamorf. Batuan induk itu akan hancur menjadi bahan induk, kemudian
akan mengalami pelapukan dan menjadi tanah.
d. Topografi (relief) adalh perbedaan tinggi atau bentuk wilayah suatu daerah
termasuk didalmnya perbedaan kecuraman dan bentuk lereng. Relief
mempengaruhi proses pembentukan tanah Daerah yang memiliki topografi miring
dan berbukit,
e. Waktu :Tanah merupakan benda alam yang terus-menerus berubah, akibat
pelapukan dan pencucian yang terus-menerus. Oleh karena itu, tanah akan menjadi
semakin tua

2. Jenis Jenis tanah di indonesia :

1. Tanah podsol/andosol
Tanah yang terjadi karena pengaruh dari tinggi rendahnya curah hujan, tanah
podsol mudah basah jika terkena air, berwarna kuning dan kuning kelabu, sangat
subur dan terdapat di daerah pegunungan tinggi.
2. Tanah laterit
Tanah yang terjadi karena suhu udara tinggi dan curah hujan tinggi,
mengakibatkan berbagai mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan larut dan
meninggalkan sisa oksida besi dan almunium. Tanah laterit tersebar di Jawa
Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Barat.
3. Tanah humus
Yaitu tanah hasil pelapukan tumbuh-tumbuhan (bahan organik), berwarna
kehitaman, sangat subur sehingga sangat cocok untuk pertanian. Tanah humus
banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
4. Tanah vulkanis
Tanah vulkanis merupakan hasil pelapukan bahan padat dan cair yang
dikeluarkan oleh gungung berapi. Tanah ini sangat subur. Daerah persebarannya
hampir diseluruh Indonesia.
5. Tanah alluvial/endapan
Tanah alluvial adalah tanah yang berasal dari pengendapan batuan induk yang
telah mengalami proses pelarutan, yang hanyut oleh aliran sungai, tanah ini

MAN SALATIGA 14
BAB 3 PETA SIG DAN INDERAJA

15
bersifat subur sehingga baik untuk pertanian. Tanah alluvial tersebar di Jawa
bagian utara, Sumatera bagian timur, Kalimantan bagian selatan dan tengah, dan
Papua bagian selatan.
6. Tanah terrarosa
Tanah ini merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan kapur. Tanah
ini terdapat didasar dolina-dolina dan merupakan tanah yang subur di daerah
kapur. Daerah persebarannya antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi,
Nusa Tenggara, Maluku dan Sumatera .
7. Tanah mergel
Tanah mergel merupakan tanah yang terbentuk dari campuran batuan kapur,
pasir dan tanah liat, pembentukan tanah mergel dipengaruhi oleh curah hujan
yang tidak merata sepanjang tahun. Tanah mergel termasuk tanah yang subur
dan terdapat di lereng pegunungan dan dataran rendah, misalnya Solo, Madiun
dan Kediri.
8. Tanah gambut/rawa
Tanah gambut/rawa adalah tanah yang berasal dari bahan organik yang selalu
tergenang air (rawa). Sedikitnya kandungan unsur hara dan sirkulasi udara
didalamnya menyebabkan proses penghancuran tanah tidak sempurna. Jenis
tanah ini kurang baik untuk pertanian. Daerah persebarannya antara lain pantai
timur Sumatera, Kalimantan dan Papua.
9. Tanah kapur
Tanah yang terbentuk dari bahan induk kapur (endapan) yang telah mengalami
laterisasi lemah. Daerah persebarannya antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah,
Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Sumatera.
10. Tanah Pasir
Yaitu tanah tanah yang berasal dari pelapukan batuan beku dan sedimen dan
tidak berstruktur. Tanah ini kurang baik untuk pertanian karena mengandung
sedikit mengandung bahan organik. Tanah ini terdapat di pantai barat
Sumatera Barat, Jawa Timur dan Sulawesi.

MAN SALATIGA 15