Anda di halaman 1dari 6

DISKUSI KELOMPOK

1. Secara mandiri, bacalah berita ini selama 15 menit, kemudian buat


pointers yang terkait dengan konsep organisasi pembelajaran.

2. Secara berkelompok, diskusikan catatan yang Saudara buat dan susunlah


rancangan strategis membangun organisasi pembelajaran.

3. Sepakati satu orang dalam kelompok Saudara, untuk mempresentasikan


rancangan strategis tersebut.

Nyoman' dan 'Ketut' Langka, Gubernur Bali Hentikan Sosialisasi


KB 2 Anak Cukup
https://denpasar.kompas.com/Kompas.com - 28/06/2019

Editor : Rachmawati

DENPASAR, KOMPAS.com - Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan bupati/wali kota


se-Bali untuk segera menghentikan kampanye dan sosialisasi program Keluarga Berencana 2
anak cukup atau dua anak lebih baik, serta ditindaklanjuti melalui jajarannya yang menangani
urusan tersebut.
"Hal itu dituangkan dalam Instruksi Gubernur Bali Nomor 1545 Tahun 2019 tentang Sosialisasi
Program Keluarga Berencana ( KB) Krama Bali," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda
Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Oka Sutha Diana, di Denpasar, Kamis (27/6/2019).

Instruksi Gubernur Bali tersebut merupakan penghormatan terhadap hak reproduksi krama
(warga) Bali yang didasarkan pada kearifan lokal yang telah berjalan turun-temurun, serta untuk
mewujudkan krama Bali yang unggul dan keluarga yang berkualitas.

"Penghormatan hak reproduksi tersebut punya makna bahwa krama Bali berhak untuk memiliki
keturunan lebih dari dua orang bahkan sampai empat orang, yang sebutannya terdiri atas Wayan,
Made, Nyoman, dan Ketut," ucap Agung Sutha.

Dengan demikian, keluarnya instruksi gubernur ini juga berarti menghentikan kampanye dan
sosialisasi KB dua anak cukup atau dua anak lebih baik yang selama bertahun-tahun telah
dijalankan.

"Instruksi ini diharapkan bisa dijalankan oleh bupati/wali Kota se-Bali, untuk bisa
ditindaklanjuti oleh jajaran masing-masing terutama yang khusus menangani program Keluarga
Berencana," ujar Agung Sutha. B
Selain itu, dikeluarkannya instruksi gubernur ini sebagai salah satu aktualisasi dan pelaksanaan
visi Nangun Sat kerthi Loka Bali melalui pembangunan semesta berencana menuju Bali Era
Baru.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil-KB Bali I Gusti Agung Ketut
Kartika Jaya Seputra yang ditemui secara terpisah menyebut kondisi pertumbuhan penduduk
Bali asli dalam beberapa tahun terakhir makin menurun.

"Kita ketahui bersama saat ini populasi 'Nyoman' dan 'Ketut' sudah mulai langka, karena itu
sesuai arahan Bapak Gubernur kami susun program untuk kembali kepada konsep dan pedoman
keluarga warisan leluhur kita di Bali yakni anjuran untuk 4 anak," ucap Seputra.

Angka bonus demografi ini terkait dengan pola pikir sebagian masyarakat bahawa memiliki 2
orang anak dianggap sudah cukup yang ditunjang pula oleh kampanye masif selama bertahun-
tahun oleh pemerintah. Akibatnya, trennya cukup mengkhawatirkan. Baca juga: Tinjau Program
Kampung KB di Badung, Menko Puan Bagikan KIS dan KIP

Seputra juga meyakinkan bahwa program "KB Krama Bali" ini akan disosialisasikan secara lebih
intens dan efektif, menggandeng pula berbagai pihak agar bisa lebih menjangkau ke tatanan
rumah tangga terutama pada pasangan muda yang sedang dalam masa subur.

"Tentunya program ini tak hanya menganjurkan untuk sekadar punya lebih dari 2 anak, namun
juga ada pertimbangan dari berbagai aspek keluarga berencana, seperti pengaturan kelahiran,
jarak kelahiran, usia ideal, perlindungan, bantuan dan lainnya. Intinya tetap berpegang pada
koridor KB," kata Seputra.
Terobosan Pemkot Denpasar Sukses Kurangi
Sampah
Koran Sindo

Jum'at, 21 Juni 2019 - 11:54 WIB

Terobosan Pemkot Denpasar Sukses Kurangi Sampah. (Istimewa).

A+ A-

DENPASAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, Bali berhasil membuat terobosan dalam
menangani limbah sampah. Salah satunya adalah mengubah bantaran Sungai Badung menjadi
objek wisata yang bersih dan menarik.

Ecoparian Sungai Badung ini pun kemarin diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, dengan didampingi Dirjen Pencemaran Kementerian LHK
Karliansyah dan para peserta Pertemuan IV Antarnegara dalam Koordinasi Kelautan Negara-
Negara Asia Timur (COB-SEA).

“Sampah plastik yang memenuhi sungai dan lautan telah menyebabkan masalah selama
bertahun-tahun, seperti menyumbat saluran air, meningkatnya risiko banjir, dan permasalahan
lingkungan yang sangat serius. Terkait dengan hal itu, Pemerintah Kota Denpasar serius dalam
kebijakan dan strategi pengelolaan sampah serta penanganannya,” ungkap Siti saat meresmikan
Ecoparian Sungai Badung di Denpasar, Bali, kemarin.

Siti mengatakan, dalam rangka mendukung target pencapaian kebijakan dan strategi nasional
pengelolaan sampah rumah tangga dan mengingat dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari
permasalahan sampah terutama sampah plastik, maka telah dibuat beberapa terobosan atau
inovasi oleh Pemkot Den pasar. Salah satu di antaranya penetapan Peraturan Wali Kota Denpasar
Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.
Setelah Peraturan Wali Kota Denpasar tersebut resmi diberlakukan tanggal 1 Januari 2018, maka
terjadi penurunan penggunaan kan tong plastik pada toko modern, pusat perbelanjaan, pasar
tradisional, dan usaha lainnya di Kota Denpasar.

Pada pasar tradisional penurunan mencapai 54,26%. Kemudian untuk usaha kegiatan lainnya
mencapai 86,27% dan bahkan mencapai 99,16% untuk toko modern dan pusat perbelanjaan.
(Binti Mufarida)
Sumber: https://daerah.sindonews.com
Menteri LHK Resmikan Hutan Pendidikan
di Riau
Banda Haruddin Tanjung

Jum'at, 12 April 2019 - 21:41 WIB

Menteri Pendidikan dan Lingkungan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya meresmikan hutan pendidikan di
Riau. Okezone/Banda Haruddin Tanjung

A+ A-
PEKANBARU - Menteri Pendidikan dan Lingkungan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya
meresmikan hutan pendidikan di Riau. Peresmian ini berupa mengelola Kawasan Hutan Dengan
Tujuan Khusus (KHDTK).

Lokasi KHDTK hutan pendidikan berada di dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Buluh
Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau dengan luasan sekitar 103 hektare.
Universitas Lancang Kuning (Unilak) ditunjuk untuk mengelola KHDTK hutan pendidikan oleh
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, sudah mengenal Unilak sejak 1990-an ketika pakar UI
Dr Iwan Jaya Aziz intensif mempelajari Riau. Dia juga mengenal Unilak sebagai satu-satunya
universitas swasta di Sumatera yang memiliki Fakultas Kehutanan.
Baca Juga:

"Unilak memiliki Fakultas Kehutanan. Kampus Unilak sebagai satu-satunya universitas swasta
di Sumatera yang memiliki fakultas kehutanan," ucap Siti Jumat (12/4/2019).

Dia berharap, dengan memiliki KDHTK hutan Pendidikan mendorong Unilak dapat menjadi
laboratorium lapangan. Mengingat beberapa hal yang sangat penting ada di Riau, seperti
variabilitas landscape, kompleksitas masalah sosial, konsentrasi habitat flagship spesies terutama
harimau, gajah dan orangutan.

"KHDTK hutan pendidikan menjadi ketuk pintu untuk pengembangan Fahutan (Fakultas
Kehutanan) Unilak ke depan dan ini tidak boleh berhenti. Saya ingin Fahutan Unilak mampu
bersaing dengan kakak-kakaknya seperti IPB, UGM, dan lainnya,"ucap Menteri Siti.
ADVERTISEMENT
Melalui pemanfaatan KHDTK Hutan Pendidikan, Menteri Siti menyandarkan pemahaman
tentang pengetahuan hutan Sumatera pada Fahutan Unilak, baik untuk tingkat regional, nasional
maupun global.

Sementara itu, Rektor Unilak Dr Hasnati mengatakan, dengan adanya SK KHDTK, Fakultas
Kehutanan Unilak yang memiliki Prodi Kehutanan akan semakin mampu mengembangkan
cabang-cabang ilmu kehutanan agar lebih maju serta memiliki manfaat bagi masyarakat
sekitarnya.
(wib)
Sumber: https://daerah.sindonews.com