Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)

FOGING
TAHUN 2019

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG


DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS KASEMBON
Jl. Raya Kasembon No. 21 Telp. (0354) 326264
Email: pkmkasembonmlg@gmail.com web: puskesmaskasembon.blogspot.co.id
KASEMBON 65393
KERANGKA ACUAN
FOGING

A. Pendahuluan
Pada umumnya program pemberantasan penyakit DBD
belum berhasil, terutama karena masih tergantung pada
penyemprotan dengan insektisida untuk membunuh nyamuk
dewasa. Penyemprotan membutuhkan pengoperasian khusus,
membutuhkan biaya cukup tinggi, dan detail teknis yang harus
dikuasai pelaksana program. Berikut beberapa informasi yang perlu
diketahui tentang pemberantasan vektor DBD secara kimia,
khususnya melalui metode fogging. menurut Depkes RI (2007),
kegiatan pengendalian vektor dengan pengasapan atau fogging
fokus dilakukan di rumah penderita/tersangka DBD dan lokasi
sekitarnya yang diperkirakan menjadi sumber penularan. Fogging
(pengabutan dengan insektisida) dilakukan bila hasil PE positif, yaitu
ditemukan penderita/tersangka DBD lainnya atau ditemukan tiga
atau lebih penderita panas tanpa sebab dan ditemukan jentik > 5 %.
Fogging dilaksanakan dalam radius 200 meter dan dilakukan dua
siklus dengan interval + 1minggu.

B. Latar Belakang
Pelaksanaan penanggulangan DBD secara umum dapat dibagi dalam
tiga wilayah: endemis, sporadis dan potensial bebas. Pemberantasan
vektor masih harus dilakukan dengan cara fogging foccus, abatisasi masal
dan PSN dengan cara gerakan 3M.
Fogging (pengasapan) memotong siklus penyebarannya dengan
memberantas nyamuk tersebut. Salah yang menyebabkan Demam
Berdarah dan Malaria. Selain itu juga dapat dilakukan Pemberantasan
Sarang Nyamuk (PSN) dan (MBS) untuk mengetahui sampel darah
penderita malaria serta memberantas jentik nyamuk. Namun bila hal ini
tidak dikendalikan bisa memicu ledakan masalah pada masa datang
karena umumnya dikerjakan tanpa dilandasi pengetahuan yang benar.
Tingginya morbiditas penyakit itu memaksa masyarakat bertindak:
memberantas nyamuk anopheles,culex, Aedes aegypti sebagai serangga
yang berbahaya.
Di wilayah kerja puskesmas kasembon hamper tiap tahun
ditemukan kasus dbd. Pada tahun 2017 terdapat 13 kasus DBD di
wilayah kerja Puskesas Kasembon, tidak ada kasus meninggal.
pada tahun 2018 terdapat 26 kasus dbd yang ditemukan. Dalam
tahun 2018 tidak ditemukan kasus meninggal.Dalam upaya
kewaspadaan dini dan respon kejadian penyakit DBD masih banyak
masukan dari masysrakat yang menginginkan foging.
.Agar kegiatan pelayanan ini berhasil dengan baik kami petugas
Puskesmas Kasembon melaksanakan program foging sesuaitata
nilai UPT Puskesmas Kasembon yang telah ditetapkan adalah
TERSENYUM
 Tertib Dalam artian mematuhi peraturan-peraturan kedinasan
yang berlaku dalam lingkungan Puskesmas yang tercerminkan
dalam disiplin waktu (kehadiran), berpakaian dan penyusunan
laporan.
 Ramah dalam artian memiliki sikap yang sopan dan santun
kepada masyarakat dan rekan kerja dengan penilaian
berdasarkan Indikator Kepuasan Pelanggan (3S = Senyum,
Salam, Sapa).
 Sehat dalam artian menerapkan langkah-langkah
pencegahan terjadinya infeksi nosokomial di lingkungan
Puskesmas.
 Nyaman Untuk Semua dalam artian menciptakan lingkungan
Puskesmas yang menyenangkan baik dalam hal pelayanan
dan fasilitas sehingga dapat mengurangi angka ketidakpuasan
pelanggan dan resiko cidera bagi karyawan dan pengunjung
Puskesmas
C. Tujuan
a. Tujuan Umum
1. Untuk memutus mata rantai penularan penyakit DBD
b. Tujuan Khusus
1. Untuk menurunkan kejadian penyakit DBD
2. Memutus rantai penularan penyakit DBD
3. Mencegah terjadinya KLB

D. Kegiatan Pokok Dan Rincian Kegiatan


a. Kegiatan pokok
Pelaksanaan Fogging
b. Rincian kegiatan
1. Penetapan wilayah/daerah focus yang akan defogging
(biasanya radius 200 meter).
2. Menyiapkan lokasi yang akan di foging.
3. Pelaksanaan fogingg oleh tim (siklus I dan II)

E. Cara Melaksanakan Kegiatan


1. Menentukan waktu dan tempat yang akan di foging
2. Berkoordinasi dengan lintas sector kelurahan setempat
3. Menentukan area yang akan di lakukan fogging
4. Menentukan jarak radius200 meter dari lokasi dengue
5. Memberitahu pada masyarakat yang dilakukan foging untuk
Tidak mengunci pintu,menutup makanan,mengeluarkan
ternak piaraan.
6. Melakukan pengasapan di lokasi yang sudah ditentukan
7. Mencatat jumlah rumah yang dilakukan fogging
8. Memberitahu kepada masyarakat fogging siklus kedua
9. Penangung jawab upaya melaporkan kepada kepala
puskesmas.
F. Sasaran
Terlaksananya kegiatan fogging focus sesuai dengan
prosedur yang ada.

G. Jadwal Kegiatan Pelasanaan Kegiatan


Jika terjadi kasus DBD yang memenuhi syarat untuk
dilaksanakan fogging

H. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Dan Pelaporan


Pelaksanaan kegiatan divaluasi tentang
permasalahan,hambatan.Kemudian dianalisis dan dicari
pemecahanyaPenangungjawab upaya melaporkan hasil kegiatan
kepada kepala puskesmas

I. Pencatatan, Pelaporan Dan Evaluasi Kegiatan


a. Pencatatan dan pelaporan
Hasil kegiatan dicatat dan dilaporkan untuk menyusun rencana
tindak lanjut
b. Evaluasi Kegiatan
Evaluasi dilaksanakan setelah semua kegiatan dilakukan

Kasembon, 2 Januari 2019

Mengetahui,
Kepala UPT PuskesmasKasembon Ketua Pokja UKM

dr. Yudiono Setiawan Elikah, Amd. Keb