Anda di halaman 1dari 2

Penetapan kadar PO4 (Phosfat) dalam Na2HPO4

(Dinatrium Hidrogen Phosfat)

Penetapan kadar PO4 (Phosfat) dalam Na2HPO4 (Dinatrium Hidrogen


Phosfat)

1. 1. PENETAPAN KADAR PO4 DALAM Na2HPO4.12H2O A. DASAR Larutan


garam posfat diendapkan dengan campuran magnesia dan ammonia menjadi NH4Mg
PO4 yang berwarna putih, yang setelah dipijarkan menjadi Mg2P2O7. B. REAKSI
Na2HPO4 + MgCl2 + NH4OH NH4MgPO4 + 2NaCl + H2O Putih 2NH4MgPO4
Mg2P2O7 + 2NH3 + H2O Abu-abu C. ALAT DAN BAHAN Alat-alat yang
digunakan adalah sebagai berikut: 1. Neraca analitik. 2. Pinset. 3. Kaca arloji. 4.
Tabung reaksi. 5. Pengaduk. 6. Piala gelas. 7. Labu semprot. 8. Tutup kaca. 9. Piala
gelas. 10. Kasa asbes. 11. Kaki tiga. 12. Teklu. 13. Asbak. 14. Pipet tetes. 15. Kertas
saring. 16. Corong. 17. Penyangga corong. 18. Policemen. 19. Oven. 20. Cawan
porselin. 21. Segitiga porselin. 22. Meker/tanur. 23. Desikator. 24. Neraca digital.
Bahan-bahan yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Sampel Na2HPO4.12H2O. 2.
Air suling. 3. HCl 4N. 4. NH4OH 2N. 5. Campuran magnesia. 6. Indikator PP. 7.
NH4OH 1:10 dan 1:20 8. HNO3 4N. 9. AgNO3 0,1%. 10. Es batu. D. CARA KERJA
1. Sampel ditimbang sebanyak 0,5 gr. 2. Sampel yang telah ditimbang dimasukan ke
dalam piala gelas dan dilarutkan dengan 50 ml air suling. 3. Ditambahkan beberapa
tetes HCl 4N. 4. Larutan ditambahkan 10 ml NH4Cl 2N dan 5 ml Campuran magnesia
(Bila terbentuk endapan putih, dilarutkan kembali dengan HCl 4N sampai jernih). 5.
Larutan dididihkan, kemudian dididinginkan dengan bantuan es. 6. Setelah Larutan
dingin, ditambahkan indikator PP dengan perbandingan 1 tetes untuk 20 ml larutan. 7.
Larutan diendapkan dengan NH4OH 1:10 sampai larutan berwarna merah muda
seulas. Kemudian didinginkan kembali. 8. Larutan ditambahkan lagi NH4OH 1:10
sebanyak 1/5 dari volume larutan. 9. Endapan disaring dengan kertas saring whatman
no.40. Dan dicuci dengan NH4OH 1:20 sampai bebas pengotor ion Khlorida. 10.
Corong yang berisi endapan dikeringkan dalam oven. 11. Kertas saring yang berisi
endapan dimasukan ke dalam cawan porselin yang telah diketahui terlebih dahulu
bobot kosongnya. Kemudian diperarang dan diperabu.
2. 2. 12. Cawan porselin yang berisi abu sisa pijar, didinginkan dalam desikator.
Kemudian ditimbang. 13. Dilakukan beberapa kali pemijaran, pendinginan dan
penimbangan hingga dicapai bobot tetap Mg2P2O7. E. PEMBAHASAN Larutan
garam phosfat dapat diendapkan dengan ammonia dan campuran magnesia
membentuk endapan NH4MgPO4 yang berwarna putih. Pada penetapan ini,
pengaturan pH harus benar-benar teliti. Karena, apabila larutan diendapkan pada pH
tinggi Mg(OH)2 akan terendap. Oleh karena itu, sebelum pengendapan, ke dalam
larutan ditambahkan NH4Cl sebagai pendapar. Selain itu, ditambahkan juga
campuran magnesia sebagai pengendap, yang apabila terbentuk endapan putih dapat
dipastikan terjadi kopresipitasi endapan Mg(OH)2. Endapan tersebut harus dilarutkan
kembali dengan menambahkan beberapa tetes HCl 4N sampai larutan menjadi jernih.
Pendidihan dilakukan untuk mendapatkan larutan yang sempurna, yaitu semua zat
terlarut homogen sempurna dengan pelarutnya. Endapan NH4MgPO4 sangat sulit
terbentuk pada suhu larutan panas maupun biasa. Oleh karena itu, dilakukan
pendinginan dengan bantuan es setelah pendidihan larutan. Sebelum dilakukan
pengendapan, kedalam larutan ditambahkan indikator PP dengan perbandingan 1 tetes
untuk 20 ml larutan. Indikator ini berfungsi sebagai pemberi informasi, sampai mana
kita harus menambahkan NH4OH 1:10 pada saat pertama kali. Indikator ini tak
berwarna pada larutan berpH asam dan berwarna merah muda sampai ungun pada
larutan berpH basa. Pengendapan pertama dilakukan dengan menambahkan NH4OH
1:10 sampai warna larutan berubah menjadi berwarna merah muda seulas. Kemudian
larutan didiamkan beberapa saat kembali, ini berfungsi untuk menyempurnakan
endapan yaitu memperbesar serta memurnikan larutan. Pengendapan kedua dilakukan
dengan menambahkna NH4OH 1:10 sebanyak 1/5 dari volume larutan. Endapan
NH4MgPO4 disaring dengan kertas saring whatman no.40 dan dicuci dengan larutan
NH4OH 1:20 sampai endapan terbebas dari pengotor ion khlorida. Digunakan
NH4OH 1:20 sebagai pencuci bertujuan untuk mengurangi peptisasi (Proses
mengurainya koloid yang menggumpal menjadi butiran-butiran koloid dalam keadaan
terdispersi). Pada saat uji pengotor ion khlorida, kedalam filtrat ditambahkan 1 tetes
indikator PP. Karena filtrat bersifat asam dan edapan AgCl hanya terbentuk pada
larutan bersifat asam. Indikator ini ketika diteteskan akan merubah warna filtrat
menjadi ungu, sehingga banyaknya penambahan HNO3 dapat diketahui untuk
membuat filtrat menjadi asam. Sisa pijar ditimbang sebagai Mg2P2O7 yang berwarna
abu-abu. F. FAKTOR KIMIA 𝟐𝐏𝐎𝟒 𝐌𝐠𝟐𝐏𝟐𝐎𝟖 G. KADAR PHOSFAT (PO4)
PRAKTEK 𝐅𝐊 𝐱 𝐁𝐨𝐛𝐨𝐭 𝐚𝐛𝐮 𝐁𝐨𝐛𝐨𝐭 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐞𝐥 𝐱 𝟏𝟎𝟎%