Anda di halaman 1dari 3

Tenaga Kerja Kontinjen

Tenaga kerja kontinjen atau Contingent worker adalah pekerja yang bekerja di
sebuah perusahaan tetapi tidak bekerja secara permanen tetapi berdasakan keperluaan perusahaan
berdasarkan permintaan jasa mereka. Tenaga kerja kotingen itu merupakan para pekerja tidak
tetap, pekerja lepas, dan pekerja kotrak. Beberapa merujuk para pekerja ini sebagai pekerja
independen karena tidak adanya hubungan dependen di antara pekerja dan perusahaan. Dengan
melibatkan pekerja kontinjen, organisasi akan gesit dan menghemat biaya. Tenaga kerja
kontinjen bertindak sebagai tenaga kerja variabel bagi perusahaan untuk milih pekerja dalam
melakukan proyek tertentu atau menyelesaikan proyek khusus.

Selain itu, ketika organisasi berupaya lebih gesit dan cepat merespons perubahan
agar lebih kompetitif, mereka beralih ke angkatan kerja kontingen untuk memiliki akses sesuai
permintaan kepada para profesional dan pakar. Organisasi juga melihat peluang untuk
mengurangi tunjangan dan biaya pensiun dengan melibatkan tenaga kerja kontingen. Namun, ada
risiko yang terlibat dalam menghindari biaya-biaya ini jika seorang karyawan tidak
diklasifikasikan dengan benar sebagai pekerja tidak tetap. Menggunakan tenaga kerja kontinjen
juga dapat hemat biaya karena menggunakan tenaga kerja kontinjen mampu memungkinkan
penyesuaian tingkat tenaga kerja dan biaya tenaga kerja sesuai pada jenis keahlian dan tenaga
kerja apa yang dibutuhkan dan pada saat apa dibutuhkan.

Pada 2018, Perusahaan-perusahaan akan semakin mahir dalam merekrut dan


memberdayakan pekerja kontingen dalam waktu singkat dan mereka akan memfokuskan energi
mereka untuk mempertahankan kelompok-kelompok pekerja inti mereka yang lebih kecil.
Moden untuk pendekatan structural dari tenaga kerja kontinjen dapat dilihat dalam industry film.
Pada industri ini masing masing individu adalah seorang “agen bebas” yang berpindah dalam
suatu proyek ke proyek lain untuk mengalokasi kemampuan-kemampuan mereka. Mereka
berkumpul karena sebuah proyek dan dibubarkan begitu proyek yang dikerjakan selesai dan
mereka berpindah ke proyek mereka selanjutnya. Tenaga kontinjen semacam ini biasa ditemukan
di dalam organisasi berbasis proyek . Namun, tenaga kerja kontinjen juga dapat berupa para
karyawan tidak tetap yang dipekerjakan untuk membantu pekerjaan-pekerjaan khusus, seperti
pekerja musiman.
Mengelola Tenaga Kerja Kontinjen

Mengelola Pekerja Kontinjen dan Sementara Dengan menyebarluasnya


penggunaan pekenja kontinjen dan sementara, manajer sumber daya manusna harus memahami
bagaimana menggunakan karyawan tersebul dengan cara palung efektif; yaltu mereka perlu
memahami bagaimana mengelola pekerja kontinjen.

Salah satu kunci adalah perencanaan yang hati-hati. Walaupun satu dari
keuntungan yang diasumsikan dari menggunakan pekerja kontinjen adalah fleksibilitas, masih
penting untuk mengintegrasikan pekerja tesebut dalam suatu cara yang terkoordinasi. Daripada
harus memanggul pekerja secara sporadis tanpa pemberitahuan sebelumnya, orgarnisasi berusaha
untuk membawa masuk sejumlah pekerja untuk suatu periode waktu yang didefinisikan dengan
bank. Kemampuan untuk melakukan hal ini datang dari perencanaan yang hati-hati.

Kunci kedua adalah memahami pekeja kontinjen dan menyadari baik kelebihan
maupun kelemahan mereka; yaitu orgamnisasi harus menyadari apa yang dapat dan tidak dapat
dicapai dari penggunaan pekerja kontinjen. Mengharapkan terlalu banyak dan pekeja semacam
ini misalnya, merupakan suatu kesalahan yang seharusnya dihindari oleh manayer.

Ketiga, manajer harus secara hati-hari mengukur biaya nyata dari penggunaan
pekerja kontinjen. Misalnya bahwa banyak perusahaan melakukan tindakan lni untuk
menghemat biaya tenaga kerja. Organisasi seharusnya mampu menghitung secara tepat
penghematan tenaga kerjanya, Berapa banyak ia akan membayar orang dalam upah dan
tunpangan juka mereka merupakan staff permanen, Bagaimana biaya tersebut dibandingkan
dengan jumlah yang dihabiskan pada pekerja kontinjen. Akan tetapi perbedaan ini dapat
menyesatkan. misalnya bahwa pekerja kuntumen mungkm merupakan pekeqa yang kurang
elekni danpada pekerja permanen dan pekena penuh waktu. Membandmgkan karyawan per
karyawan dengan dasar biaya ndak selamanya valid. Orgamusu harus bela|ar untuk
menyematkan perbedaan lang-ung dalam buaya tenaga kena untuk memperhltungkan perbedaan
adalam produktivitas dan kmena.

Tcrakhir, manajer harus sepenuhnya memahami strategi mereka sendiri dan memutuskan di
muka bagaimana mereka mengelola pekerja kontinjen termaduk berfokus pada bagaimana
mengintegrasikan mereka ke dalam organisasi. Pada suatu tingkat yang paling sederhana,
misalnya suatu organisasi dengan tenaga kerja kontinjen yang besar harus membuat beberapa
keputusan mengenai perlakukan terhadap pekerja kontinjen relatif dengan perlakuan terhadap
pekerja permanen penuh wakku. Apakah pekerja kontinjen diundang dalam perayaan llburan
perunahaan? Apakah mereka mermllkl akses yang sama dalam hal ini tunjangan karyawan
seperti pusat konseling dan penitipan anak? Tidak terdapat jawaban yang benar atau salah
terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebul. Manajer harus memahami bahwa mereka perlu
mengembangkan suatu strategi untuk mengintegrasikan pekerja kontinjen menurut logika yang
tepat dan kemudian mengikuti strategi tersebut secara konsisten selama beberapa waktu.
Sumber: Griffin, 2004, Management, 7rd edn, Texas A & M University, Houghton Mifflin
Company.

Advantages Disadvantages

Flexibility in type and amount of labor resources Lack of loyalty to employer or company

Disturbs organization's core morale and


Save costs in benefits and tax
culture

Immediate access to expertise not present


Training costs
internally

Savings in long-term compensation costs Worker carries the full risk, limited benefits

Anda mungkin juga menyukai