Anda di halaman 1dari 2

TRIASE DENGAN PETUGAS NON MEDIS

di INSTALASI GAWAT DARURAT

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


RATU AJI PUTRI BOTUNG
No. Dokumen No. Revisi Halaman
447.2/???/???/ARK/?/2019 1/2
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur
STANDAR
PROSEDUR
?? Januari 2019
OPERASIONAL
dr. Jansje Grace Makisurat
NIP. 19690125 200112 2 005
PENGERTIAN Pengelompokan penderita yang dilakukan oleh petugas non-medis yang
telah dilatih berdasarkan atas berat-ringan penyakit/trauma.
TUJUAN Sebagai acuan untuk memilah dan menentukan prioritas penanganan
pasien di IGD.
KEBIJAKAN 1. Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri
Botung Nomor 445/31/RAPB/I/2018 tentang Kebijakan Akses ke
Rumah Sakit dan Kontinuitas Pelayanan Rumah Sakit Umum
Daerah Ratu Aji Putri Botung.
2. Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri
Botung Nomor 445/98/RAPB/I/2018 tentang Panduan Triase
PROSEDUR A. Persiapan Alat

1. Timer/jam tangan

B. Persiapan Pasien

1. Identifikasi Pasien
2. Pasien diminta untuk menempati area triase yang sudah
ditentukan

C. Persiapan Petugas

Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang terdiri dari :


1. Handscoon bersih
2. Masker (sesuai kondisi pasien)

D. Pelaksanaan Tindakan

1. Pasien tiba di IGD


2. Petugas triase melakukan kebersihan tangan (hand hygiene)
sesuai dengan prosedur dan menyambut pasien.
3. Petugas triase senyum menyapa dengan santun dan
memperkenalkan diri kepada pasien atau keluarga
“Selamat pagi/siang/malam bpk/ibu, saya (sebut nama) adalah
(sebutkan jabatan/tugas) yang sedang bertugas pagi/siang/malam
ini, ada yang bisa kami bantu ?”
TRIASE IGD

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
RATU AJI PUTRI BOTUNG
447.2/???/???/ARK/?/2019 2/2
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :
Direktur
STANDAR
? Januari 2019
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Jansje Grace Makisurat
NIP. 19690125 200112 2 005
PROSEDUR 4. Petugas triase melakukan skrining/assesment cepat terhadap
pasien dengan menilai apakah pasien mampu berjalan sendiri
dan tidak sesak(stabil) atau tidak sadar/tidak stabil.

5. Bila pasien stabil (mampu berjalan sendiri dan tidak sesak),


arahkan pasien / keluarga ke tempat pendaftaran dan edukasi
untuk menunggu sesuai antrian.

6. Segera informasikan ke dokter atau perawat bahwa ada pasien


menunggu untuk diberikan pelayanan.

7. Bila pasien tidak sadar/tidak stabil (tidak mampu berjalan sendiri


dan sesak nafas), segera gunakan APD dan fasilitasi pasien
dengan kursi roda atau tempat tidur beroda/brankar dan segera
panggil dokter/perawat dengan bel yang telah disediakan.

8. Bantu petugas medis untuk memposisikan pasien ke atas kursi


roda atau brankar kemudian bersama sama mendorong pasien
ketempat area penanganan (merah/kunig).

9. Kembalikan dan rapikan kembali kursi roda/brankar pasien ke


tempat semula setelah digunakan.

10. Buang APD sekali pakai (disposible) ke tempat sampah infeksius


(warna kuning)

11. Lakukan kebersihan tangan (hand hygiene)

12. Untuk kasus maternitas atau penyakit komplikasi akibat


maternitas, dan tidak ada indikasi untuk resusitasi jantung paru,
pasien diarahkan ke Unit Kamar Bersalin. Apabila ada indikasi
resusitasi jantung paru, pasien diarahkan ke Ruang
Resusitasi/Ponek.

UNIT TERKAIT 1. IGD


2. PENDAFTARAN
3. SATPAM
4. TIM RUJUKAN