Anda di halaman 1dari 11

HOMEOSTASIS

MAKALAH

DEDE HARISSANTOSO
19311005

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN PROGRAM B

STIKES PAYUNG NEGERI

PEKANBARU

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT atas berkat, rahmat dan hidayah-
Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul tentang “
HOMEOTOSIS PADA MANUSIA “ sebagai bagian dari pemenuhan tugas mata
kuliah Fisiologi.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa isi dari makalah ini masih jauh dari
sempurna dan masih perlu adanya perbaikan dan penambahan materi. Maka dari itu,
saya mengharapkan kritik dan saran sangat diharapkan guna kesempurnaan makalah
ini.

Pekanbaru, September 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................


DAFTAR ISI ..........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang .............................................................................................
B. Rumusan maasalah ......................................................................................
C. Tujuan ........................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
A. Defenisi Homeostasis ..................................................................................
B. Sistem Kontrol Homeostasis .......................................................................
C. Umpan Balik Homeostasis .........................................................................

BAB III PENUTUP


A. Simpulan .....................................................................................................
B. Saran ............................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Homeostasis berasal dari kata homeo berarti “yang sama” dan stasis berarti
“berdiri atau diam”. Sherwood (2007) mendefinisikan homeostasis sebagai
pemeliharaan lingkungan internal yang relatif stabil. Homeostasis merujuk kepada
ketahanan atau mekanisme pengaturan lingkungan kesetimbangan dinamis dalam
(badan organisme) yang konstan/ homeostasis merupakan salah satu konsep yang
paling penting dalam biologi. Bidang fisiologi dapat mengklasifikasikan mekanisme
homeostasis pengaturan dalam organisme. Singkatnya homeostasis adalah
karakteristik dari suatu organisme untuk mengatur kondisi internal tubuh. Contohnya
adalah tubuh mengatur suhu inernal dengan menggigil atau berkeringat.

I.2 Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian homeostasis?


2. Bagaimanakah proses pengaturan keseimbangan pada homeostasis?
3. Bagaimanakah dasar-dasar homeostasis?
4. Apa saja faktor-faktor lingkungan yang dipertahankan secara homestatis?
5. Apa saja kontribusi berbagai sistem bagi homestatis?

I.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian homeostasis.


2. Untuk mengetahui proses pengaturan keseimbangan pada homeostasis.
3. Untuk mengetahui dasar-dasar homeostasis.
4. Untuk mengetahui faktor-faktor lingkungan yang dipertahankan secara
homeostasis
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Homeostasis
Homeostasis berasal dari bahasa yunani yaitu, homeo yang berati
sama dan stasis yang berati mempertahankan keadaan. Homeostasis kemudian
sering diartikan sebagai semua proses yang terjadi dalam organisme hidup
untuk mempertahankan lingkungan internal, dalam kondisi tertentu agar
tecipata kondisi yang optimal bagi kehidupan organisme yang bersangkutan.
Konsep homeostasis ini mengacu kepada pemeliharaan suatu keadaan
stabil dinamis di dalam lingkungan cairan internal yang membasuh semua sel
tubuh. Karena sel-sel tubuh tidak berkontak langsung dengan lingkungan luar,
kelangsungan hidup sel bergantung pada pemeliharaan lingkungan cairan
internal yang stabil yang berhubungan langsung dengan sel. Sebagai contoh,
di lingkungan internal O2 dan zat-zat gizi harus terus menerus diganti sesuai
kecepatan penggunaannya oleh sel. Jadi homeostasis dapat disimpulkan
sebagai upaya untuk mempertahankan lingkungan dalam yang stabil.

B. Fungsi Homeostatis
Homeostasis memiliki banyak fungsi yang sangat penting bagi kehidupan
makhluk hidup, antara lain :
1. Menstabilkan cairan disekitar sel-sel oranisme multi sel atau cairan
extrasel (CES)
2. Untuk kelangsungan hidup sel
3. Memungkinkan organisme beradaptasi pada lingkungan luar yang
mempunyai jumlah dan habitat yang lebih luas.
4. Menyediakan keadaan dalam (lingkungan dinamis dalam badan
organisme) yang stabil supaya sel-sel dapat menjalankan hidup dengan
efisien.
5. Memungkinkan kadar metabolisme diatur secara efisien pada saat tertentu.
6. Dan yang terakhir Memungkinkan enzim-enzim menjalankan fungsinya
dengan optimum

C. Faktor faktor yang mempengaruhi homeostatis


Salah satu fungsi dari homeostasis adalah menstabilkan atau
menyeimbangan cairan, dan faktor yang mempengaruhu keseimbangan cairan
tersebut adalah:
1. Usia
Dengan bertambahnya usia organisme, maka organ yang mengatur
keseimbangan akan menurun fungsinya, dengan begitu hasil untuk
kesimbangan pun akan menurun.
2. Temperatur lingkungan
Dengan sesuatu organisme banyak terdapat di lingkungan yang panas,
maka akan terjadi proses evaporasi, sehingga dimungkinkan cairan banyak
yang keluar.
3. Makanan
4. Obat-obatan
5. Stres dapat mempengaruhi beberapa hal diantaranya adalah,
Mempengaruhi metabolisme sel, meningkatkan gula darah, meningkatkan
osmotik dan ADH akan meningkatkan sehingga urine menurun.

D. Mekanisme Homeostatis
Perubahan kondisi lingkungan internal dapat timbul karena 2 hal, yaitu
adanya perubahan aktifitas sel tubuh dan perubahan lingkungan eksternal
yang berlangsung terus- menerus. Untuk menyelenggarakan seluruh aktifitas
sel dalam tubuhnya, hewan selalu memerlukan pasokan berbagai bahan dari
lingkungan luar secara konstan, misalnya oksigen, nutrient dan garam.
Sementara itu, aktivitas sel juga menghasilkan bermacam – macam hasil
sekresi sel yang bermanfaat dan berbagai zat sisa, yang di alirkan ke
lingkungan internal yaitu cairan ekstraseluler (CES). Apabila aktifitas sel
berubah pengambilan zat dari lingkungan internal dan pengeluarran berbagai
zat dari dalam sel ke lingkungan internal juga berubah. Perubahan aktifitas sel
semacam itu akan mengubah keadaan lingkungan internal. Perubahan
lingkungan internal yang ditimbulkan oleh sebab manapun (penyebab pertama
atau kedua) harus selalu dikendalikan agar kondisi homeostasis selalu terjaga.

E. Kontrol Homeostasis
Setiap sistem kontrol homeostatis memiliki tiga komponen fungsional, yaitu :
1. Reseptor
Mendeteksi perubahan beberapa variabel lingkungan internal hewan,
seperti perubahan suhu tubuh. Biasanya ini dilakukan melalui sinyal listrik
atau kimia dalam tubuh. Contoh : cuaca yang dingin terpapar pada kulit
kita. Saraf pada kulit kita akan mengirimkan sinyal ke otak sebagai pusat
kontrol (Tortora dan B. Derrickson, 2006).
2. Pusat Kontrol
Memproses informasi yang diterima dari reseptor dan mengarahkan
suatu respon yang tepat melalui efektor. Contoh : sinyal dari sistem saraf
dibaca oleh otak bahwa terjadi penurunan suhu diluar tubuh yang jika
didiamkan saja akan mengakibatkan suhu normal tubuh turun dan
menimbulkan kondisi yang berbahaya bagi tubuh sehingga otak
memberikan komando dengan mengirimkan perintah keluaran ke efektor
(Tortora dan B. Derrickson, 2006).
3. Efektor
Menerima keluaran dari pusat kontrol yang kemudian mewujudkannya
dalam bentuk suatu respons tubuh. Contoh : komando dari otak di terima
oleh efektor, misalnya sistem gerak. Otak memberikan komando kepada
sistem gerak untuk bergerak untuk menghangatkan tubuh, yaitu dengan
cara menggigil sehingga menghasilkan panas tubuh (Tortora dan B.
Derrickson, 2006).

F. Sistem Umpan Balik


Sistem umpan balik dapat didefinisikan sebagai perubahan suatu
variabel yang dilawan oleh tanggapan yang cenderung mengembalikan
perubahan tersebut dalam keadaan semula. Didalam proses umpan balik,
informasi indrawi tentang variabel suhu atau pH misalnya, digunakan untuk
mengendalikan proses dalam sel dan jaringan serta organ yang berpengaruh
terhadap level variabel tersebut. Mekanisme homeostasis yang utama adalah
diatur oleh hipotalamus. System umpan balik ada dua macam, yaitu system
umpan balik positif dan system umpan balik negative. Tetapi system umpan
balik yang befungsi dalam pengendalian kondisi homeostasis pada tubuh
hewan adalah adalah system balik negative.
Terdapat dua macam pengaturan umpan balik dalam homeostasis, yaitu :
1. Umpan Balik Positif (Positive Feedback)
Peristiwa yang terjadi pada system umpan balik positif berlawan
dengan peristiwa yang terjadi pada system umpan balik negative. Pada
system umpan balik positif, perubahan aawal suatu variable akan
menghasilkan perubahan yang semakin besar, misalnya proses
pembekuan darah. proses pembekuan darah sebenarnya bekerja melalui
mekanisme system umpan balik positif, yang bertujuan untuk
menghentikan pendarahan. Namun, hasil dari proses tersebut selanjutnya
bermakna sangat penting untuk memepertahankan volume darah yang
bersirkulasi agar tetap konstan.
2. Umpan balik negatif (negative feedback)
Sebagai gambaran tentang umpan balik negatif adalah dengan
mengamati bekerjanya thermostat yang dipasang dalam akuarium untuk
menjaga agar suhu air dalam akuarium tersebut berada pada suhu yang
diinginkan. Bilamana suhu air medium lebih rendah dari suhu yang
diinginkan, sensor memberikan informasi agar pemanas memanaskan
medium. Jadi pengaturan suhu tubuh membutuhkan “thermostat” yang
informasinya harus diberikan pada sistem pengendali suhu. Jika informasi
yang sampai pada sistem pengendali suhu adalah bahwa suhu tubuh lebih
rendah dari yang semestinya, maka sistem pengendali akan meningkatkan
suhu tubuh sampai kondisi semestinya dan pemanasan berhenti sampai
terjadinya penurunan suhu lebih rendah dari yang semestinya.
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan
1. Homeostasis adalah karakteristik dari suatu organisme untuk mengatur
kondisi internal tubuh. Contohnya adalah tubuh mengatur suhu inernal dengan
menggigil atau berkeringat.
2. Faktor yang mempengaruhi homeostatis yaitu : Menstabilkan cairan disekitar
sel-sel oranisme multi sel atau cairan extrasel (CES), Untuk kelangsungan
hidup sel, Memungkinkan organisme beradaptasi pada lingkungan luar yang
mempunyai jumlah dan habitat yang lebih luas. Menyediakan keadaan dalam
(lingkungan dinamis dalam badan organisme) yang stabil supaya sel-sel dapat
menjalankan hidup dengan efisien.
3. Faktor yang mempengaruhi terdiri atas faktor eksternal meliputi usia,
temperatur lingkungan, makanan, obat-obatan dan stress. Faktor internal yaitu
konsentrasi molekul-molekul nutrien, konsentrasi O2 dan CO2, konsentrasi
zat-zt sisa, PH, dan konsentrasi air, garam, dan elektrolit lain.
4. Mekanisme Homeostatis terdiri atas sistem umpang balik positif seperti
demam, badan akan bertambah panas untuk membunuh bakteri serta virus.
Dan sistem umpan balik negatif seperti keadaan panas, badan akan diatur
untuk mengurangi panas badan dan berkeringat.
B. Saran
Dengan mempelajari ilmu fisiologi melalui makalah ini saya selaku penyusun
mengharapkan para pembaca sekalian dapaat mengetahui dan memahami apa itu
homeostasis.
DAFTAR PUSTAKA

Aulia, Cahya., 2013. Makalah Anfisman Konsep Homeostasis


cahyaaulia.blogspot.com/2013/12/makalah-anfisman-konsep
homeostasis_8.html?m=1/ diakses pada tanggal 28, September 2019, pukul 00,23 wib

Budi. 2015. Pengertian homeostasis dan contohnya


Https:budisma.net/2015/04/pengertian-homeostasis-dan-contohnya.html/ diakses
pada tanggal 28, September 2019, pukul 00,23 wib

https://id.wikipedia.org/wiki/Homeostasis