Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

(PHBS)

KELOMPOK 6

1. Dwi Yuli Yanti (21116068)

2. Indri Ramadanti (21116072)

3. Dina Ekadasi O. (21116098)

4. Ajeng Rindani (21116100)

5. Ulia Ulan Dari (21116105)

6. M. Sigit Novianto (21116106)

7. Resty Permatasari (211161110)

8. Asep Sumatri (21115087)

Dosen Pembimbing :

Septi Ardianty S.Kep,.Ns,.M.Kep

Yudi Abdul Majid S.kep Ns,. M.kep

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


STIKes MUHAMMADIYAH PALEMBANG

2018/2019

SATUAN ACARA PENYULUHAN

1. Pendahuluan

Topik : Rumah Tangga Sehat dengan Perilaku Hidup Bersih


dan Sehat
Hari/Tanggal : Senin 22 Juli 2019
Waktu : 08:00 WIB s.d selesai
Moderator : Ajeng Rindani Putri
Penyaji : 1. Resty Permatasari
2. M.sigit Novianto
3. Dina Ekadasi Oktaryana
Tempat : Balai Desa
Sasaran : Warga desa 14 ulu

2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Menambah wawasan dan pengetahuan warga desa tentang pentingnya
berperilaku hidup bersih dan sehat
b. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan ini diharapkan warga desa dapat
memahami antara lain:
1. Apa itu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ?
2. Mengapa PHBS perlu dilakukan di rumah tangga?
3. Apa itu rumah tangga ber-PHBS?
4. Apa manfaat rumah tangga ber-PHBS?

3. Metode
a. Ceramah
b. Diskusi, Tanya jawab

4. Media
a. Banner
b. Leaflet
c. Vidio

5. Kroiteria evaluasi
a. Evaluasi struktur
b. Evaluasi evaluasi proses
Pada saat pemateri menyampaikan materi promosi kesehatan,
peserta promosi kesehatan yang terdiriwarga desa 14 ulu,
berantusias dan mendengarkan materi hingga pemateri selesai
menyampaikan materi.
c. Evaluasi hasil
Setelah melakukan diskusi antara penyampai materi dan peserta,
peserta promosi kesehatan mengetahui bagaimana cara berperilaku
hidup bersih dan sehat

6. Kegiatan penyuluhan

No Kegiatan Penyuluhan Peserta Waktu


1 Pembukaan  Mengucapkan salam Menjawab salam 5 menit
dan memperkenalkan
diri
 Menjelaskan maksud
dan tujuan
2 Isi  Menjelaskan Mendengarkan 25 menit
pengertian PHBS penjelasan
 Menjelaskan alasan
pentingnya ber-
PHBS di ruamh
tangga
 Menjelaskan
indicator PHBS
 Menjelaskan manfaat
PHBS
3 Penutup  Evalusi : mengkaji  Menjawab 10 Menit
pemahaman warga pertanyaan
desa dan  Mengucapkan
memberikan terimakasih
beberapa pertanyaan  Membalas
lisan salam
 Membagikan lefleat
 Mengucapkan salam

7. Pengorganisasian
a. Penangguang jawab : M/sigit Novianto
b. Fasilitator : Dina Ekadasi Oktaryana
c. Moderator : Ajeng Rindani Putri

TINJAUAN TEORI

A. DEFINISI

PHBS adalah semua perilaku hidup bersih dan sehat yang dilakukan atas
kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya
sendiri dibiang kesehatan dan berperan aktif dalam kegaiatan-kegiatan kesehatan
di masyarakat. (Depkes RI, 2007).

PHBS adalah upaya memberikan pengalaman belajar bagi perorangan,


keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi,
memberikan informasi dan melakukan edukasi, guna meningkatkan pengetahuan,
sikap dan perilaku, melalui pendekatan Advokasi, Bina Suasana (Social Support)
dan Gerakan Masyarakat (Empowerment) sehingga dapat menerapkan cara-cara
hidup sehat, dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan
masyarakat (Depkes RI 2011).
Pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari rumah tangga atau keluarga,
karena rumah tangga yang sehat merupakan asset atau modal pembangunan di
masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya.
Beberapa anggota rumah tangga mempunyai masa rawan terkena penyakit
menular dan penyakit tidak menular, oleh karena itu untuk mencegah penyakit
tersebut, anggota rumah tangga perlu diberdayakan untuk melaksanakan PHBS.

PHBS itu jumlanya banyak sekali bisa ratusan. Misalnya tentang gizi:
makan beraneka ragam makanan, minum tablet tambah darah, mengkonsumsi
garam beryodium, memberi bayi dan balita kapsul vitamin A. setiap rumah tangga
dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan. Perilaku Hidup Sehat
dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar
kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga,
kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) dibidang
kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. dengan
demikian PHBS mencakup beratus-ratus bahkan beribu-ribu perilaku yang harus
dipraktekkan dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya.

B. MANFAAT PHBS

Keluarga yang melaksanakan PHBS maka setiap rumah tangga akan


meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. Rumah tannga tangga sehat dapat
meningkatkan produktivitas kerja anggota keluarga. Dengan meningkatnya
kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk
kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan dan
usaha lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota rumah tangga. Salah
satu indikator menilai keberhasilan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di bidang
kesehatan adalah pelaksanaan PHBS. PHBS juga bermanfaat untuk meningkatkan
citra pemerintah daerah dalam bidang kesehatan, sehingga dapat menjadi
percontohan rumah tangga sehat bagi daerah lain.
1. Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit

2. Anak tumbuh sehat dan cerdas

3. Anggota keluarga giat bekerja

4. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujuan untuk memenuhi gizi


keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga

C. TATANAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS)

PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memeberdayakan anggota rumah


tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat
serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah
Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS. Rumah tangga yang
ber-PHBS adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di rumah tangga yaitu:
1. Sepuluh Indikator PHBS di Tatanan Rumah Tangga:
a. Persalinan ditolong oleh Tenaga Kesehatan.
b. Memberi bayi ASI eksklusif.
c. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.
d. Menggunakan air bersih.
e. Menggunakan jamban sehat.
f. Memberantas jentik di rumah.
g. Makan sayur dan buah setiap hari.
h. Melakukan aktivitas fisik setiap hari.
i. Tidak merokok di dalam rumah.
2. Indikator PHBS di Tatanan Sekolah :
a. Mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun.
b. Mengkonsumsi jajanan di warung /kantin sekolah.
c. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat.
d. Olahraga yang teratur dan terukur.
e. Memberantas jentik nyamuk.
f. Tidak merokok.
g. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan.
h. Membuang sampah pada tempatnya.
3. Indikator PHBS di Tatanan Tempat Kerja :
a. Kawasan tanpa asap rokok.
b. Bebas jentik nyamuk.
c. Jamban sehat.
d. Kesehatan dan keselamatan kerja.
e. Olahraga teratur.
4. Indikator PHBS di Tatanan Tempat Umum :
a. Menggunakan jamban sehat.
b. Memberantas jentik nyamuk.
c. Menggunakan air bersih.
5. Indikator PHBS di Tatanan Fasilitas Kesehatan :
a. Menggunakan air bersih.
b. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat.
c. Membuang sampah pada tempatnya.
d. Tidak merokok.
e. Tidak meludah sembarangan.
f. Memberantas jentik nyamuk

DAFTAR PUSTAKA

Rumah tangga sehat dengan perilaku hisup bersih dan


sehat.2010.Departemen Kesehatan RI Pusat Promosi Kesehatan 2009
Dwi Jayanti, Linda. 2011. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Serta
Perilaku Gizi Seimbang Ibu Kaitannya Dengan Status Gizi Dan Kesehatan
Balita Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Vol 6(3). Hal: 192-199.
Soemirat, Juli. 2004. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta : Gajah Mada
University Press
Sumijatun, et al. 2005. Konsep Dasar Keperawatan Komunitas. Jakarta :
EGC