Anda di halaman 1dari 30

DAFTAR ISI

Daftar Isi .................................................................................................................. i

A. Executive Summary ........................................................................................... 1

B. Business Description

1. Latar Belakang ............................................................................................... 2

2. Diskripsi Produk ............................................................................................. 5

3. Visi/ Misi dan Tujuan ..................................................................................... 5

4. Analisis SWOT .............................................................................................. 7

C. Management dan Organization

1. Struktur Organisasi ......................................................................................... 9

2. Job Description Pihak Manajement ............................................................... 9

3. Program Pengembangan SDM ..................................................................... 12

4. Proses Pembuatan Serabi Bapeel Cake ........................................................ 13

D. Marketing dan Sales Strategy

1. Peluang Pasar ............................................................................................... 14

2. Analisis Pesaing ........................................................................................... 15

3. Kebijakan STP (Segmentation, Targetting, Positioning) ............................. 17

4. Kebijakan Marketing Mix (Product, Price, Place, and Promotion) ............. 18

E. Operating Flow

1. Supply Chain dan Distribusi Produk ............................................................ 19

2. Supplier Bahan Baku .................................................................................... 20

3. Teknologi yang Digunakan .......................................................................... 21

4. Tempat Produksi .......................................................................................... 21

5. Desain Logo dan Produk Serabi Bapeel Cake ............................................. 22

i
F. Financial Projection

1. Sumber Pendanaan ............................................................................................ 23

2. Kebutuhan Modal .............................................................................................. 23

3. Perhitungan Biaya Produksi Selama Satu Tahun .............................................. 25

4. Perhitungan Laba Rugi ..................................................................................... 26

5. Gross Benefit Cross Ratio ................................................................................. 26

6. Waktu Pengembalian Modal ............................................................................. 26

7. BEP ................................................................................................................... 27

ii
A. Executive Summary

Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah kulit pisang) yang cukup
banyak jumlahnya. Menurut Basse (2002) jumlah kulit pisang adalah 1/3 dari buah
pisang yang belum dikupas. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), produksi
pisang di Indonesia pada tahun 2015 mencapai 7,29 ton. Dilihat dari jumlah produksi
pisang di Indonesia maka jumlah kulit pisang mencapai 2.063.017 ton/tahun. Pada
umumnya kulit pisang belum dimanfaatkan secara nyata dan hanya dibuang sebagai
limbah organik saja atau digunakan sebaagai makanan ternak seperti kambing, sapi,
dan kerbau. Jumlah kulit pisang yang cukup banyak akan memiliki nilai jual yang
menguntungkan apabila bisa dimanfaatkan sebagi bahan baku makanan (Susanti,
2006). Komponen kulit pisang terbesar adalah air dan karbohidrat. Karbohidrat dalam
limbah kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagi nutrisi pakan ternak. Seiring dengan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini kulit pisang dapat menjadi inovasi
dari camilan tradisional Indonesia yaitu Serabi Bapel Cake.

No Komponen Jumlah Sumber :


1 Air 69,80% Anonim, 1978
2 Karbohidrat 18,50%
3 Lemak 2,11%
4 Protein 0,32%
5 Kalsium 715 mg / 100 gr
6 Pospor 117 mg / 100 gr
7 Besi 0,6 mg / 100 gr
8 Vitamin B 0,12 mg / 100 gr
9 Vitamin C 17,5 mg / 100 gr

1
Berdasarkan Tabel diatas, kandungan karbohidrat dalam kulit pisang mencapai
18,50%. Kandungan kaerbohidrat yang besar membuat kulit pisang memiliki potensi
besar sebagai bahan baku produk olahan makanan dalam hal ini berupa Serabi Bapeel
Cake.

B. Business Description
1. Latar Belakang
Pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai
potensi produksi (buah pisang) cukup besar karena produksi pisang berlangsung
tanpa mengenal musim. Buah pisang sangat disukai dari berbagai kalangan
masyarakat karena banyaknya kandungan gizi yang terdapat di dalamnya yaitu
vitamin, gula, air, protein, lemak, serat dan menyimpan energi yang cukup
(stover,1987). Di Indonesia sendiri banyak dijumpai berbagai jenis pisang
diantaranya pisang ambon, pisang raja, pisang mas, pisang kepok dan masih
banyak lagi. Sehingga, semakin banyak jenis pisang maka volume limbah kulit
pisang yang dihasilkan semakin tinggi Kulit pisang merupakan bahan buangan
(limbah buah pisang) yang cukup banyak jumlahnya. Menurut Basse (2000)
jumlah kulit pisang adalah 1/3 dari buah pisang yang belum dikupas. Produksi
pisang di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 6.189.052 ton, sedangkan produksi
pisang di Lampung pada tahun 2011 mencapai 687.761 Ton (BPS, 2012). Dilihat
dari jumlah produksi pisang di Indonesia maka jumlah kulit pisang mencapai
2.063.017 ton/tahun. Pada umumnya kulit pisang belum dimanfaatkan secara
nyata dan hanya dibuang sebagai limbah organik saja atau digunakan sebagai
makanan ternak seperti kambing, sapi, dan kerbau. keberadaan limbah kulit pisang
banyak dijumpai di lingkungan sekitar sehingga dapat mencemari lingkungan.
Dengan demikian pemanfaatan limbah kulit pisang masih kurang maksimal.

2
Kandungan serat kasar dalam kulit pisang cukup tinggi sehingga memiliki
peluang untuk dimanfaatkan sebagi produk makanan kaya serat Jumlah kulit
pisang yang cukup banyak akan memiliki nilai jual yang menguntungkan apabila
bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan (Susanti, 2006. Saat ini di
masyarakat perkotaan terjadi pergeseran pola konsumsi pangan, yaitu cenderung
mengkonsumsi makanan siap saji, disamping rendah serat, umumnya mempunyai
kandungan lemak dan protein tinggi (Sulistijani, 2001). Kurangnya asupan
seratdalam waktu lama menyebabkan resiko terserang penyakit degenaratif seperti
kanker kolon, diabetes mellitus dan jantung koroner. Berdasarkan Depkes (2008)
manfaat serat bagi kesehatan diantaranya adalah menurunkan kolestrol darah,
menurunkan resiko penyakit degeneratif, penyakit divertikular, penyakit
kardiovaskular, kanker kolon dan kegemukan (obesitas) serta gangguan
pencernaan seperti mencegah terjadinya sembelit dan memperlancar buang air
besar.

Hasil penelitian Silalahi (2006) menunjukkan bahwa serat yang larut dapat
menurunkan kadar kolestrol darah, sedangkan serat yang tidak larut hanya sedikit
berpengaruh. Hal ini diduga karena serat yang larut mengikat asam dan garam
empedu sehingga reabsorpsinya dapat dicegah. Garam empedu lalu dibuang dari
sirkulasi usus-hati (entero-hepatic circulation) dan hanya sedikit yang tersedia
untuk absorpsi lipida di usus. Produk fermentasi serat pangan oleh mikroflora di
dalam kolon (Biflidobacteria), yang juga disebut probiotik, mungkin juga
berpengaruh terhadap metabolisme lipida.

Ada banyak sekali jajanan tradisonal yang ada di Indonesia dan memiliki citra
rasa yang sangat enak Diantara jajan tradisional tersebuat ada serabi atau beberapa

3
orang menyebutnya surabi. Merupakan makanan pasar (jajan pasar) yang
berasal dari Indonesia, rasa manis yang pas, adonan kue yang empuk dan
mengenyangkan merupakan faktor mengapa kue ini sangat digemari, namun
seiring berjalannya waktu Negara Indonesia pun memasuki era Globalisasi saat
ini, tentu saja arus westernisasi akan mudah masuk dan mempengaruhi berbagai
sektor di Indonesia. Pengaruhnya tidak terlihat, namun kita dapat merasakanya.
Westernisasi di Indonesia banyak mempengaruhi keadaan sehari-hari seperti gaya
hidup yang modern dan mewah, cara pakaian sehari-hari yang terkesan kebaratan,
begitu pun dari segi panganan dimana makanan khas traditional seperti kue serabi
ini digantikan dengan makanan junk food, humberger, pizza dsb, untuk mengatasi
kepunahan makanan traditional khususnya kue serabi, pengelola melakukan
inovasi berupa perpaduan kue traditional serabi yang manis dengan kulit pisang
yang berserat tinggi kemudian dimodifikasi guna menarik perhatian konsumen
dan mengangkat nilai jual makanan khas traditional kue serabi

Serabi menawarkan beraneka ragam rasa yang patut untuk dicoba. Disana
ini tidak hanya menawarkan variasi rasa dari serabi tapi masih banyak kejutan
menu variasi rasa yang disajikan.usaha yang dilestarian juga guna melestarikan
makanan khas tradisional serta membuat inovasi baru yang menarik dengan
memodifikasi beranekanragam variasi rasauntuk membuat para pelanggan tidak
merasakan bosan dan cita rasa originalnya pun wajib dijaga dan dilestarikan.

Peluang membuka usaha serabi menjadi tangtangan yang kompetitif dan


berkesinambungan. Semua kalangan bisa mencicipi makanan khas ini mulai dari
anak-anak, Remaja hingga Orang dewasapun bisa menikmati makanan khas
indonesia ini. Serabi Bapeel Cake ini dapat dikunjungi di di jalanRaya Unijoyo
No A8 Telang, Kamal Bangkalan, Madura

4
2. Diskripsi Produk
Bapeel Cake berupa kue serabi yang berbahan dasar kulit pisang dan dikemas
dengan sedemikian rupa sehingga menarik dengan kesan lebih praktis dan
modern, dilengkapi dengan berbagai varian diantaranya Original Bapeel Cake,
Bapeel Cake Coklat, Bapeel Cake Mocca, Vanilla Bapeel Cake, Bapeel Cake
Green Tea.

Contoh Varian Rasa Green Tea

3. Visi/Misi dan Tujuan


a. Visi
Menjadi perusahaan yang terus berkembang dan maju dengan
mengedepankan prinsip syariah dalam setiap kegiatannya, serta membantu
mensejahterakan masyarakat dan berupaya melestarikan produk pangan lokal
khas Indonesia.
b. Misi
 Mengedepankan prinsip syariah dalam setiap aktivitas.
 Menghasilkan produk yang unggul, melalui peningkatan kualitas dan
kuantitas produk.
 Menjalankan kegiatan usaha dengan standar etika dagang yang tinggi,
integritas, serta memberikan layanan terbaik kepada konsumen.
 Membangun brand yang kuat agar dikenal masyarakat.

5
 Mengoptimalisasi penggunaan sumber daya pangan lokal khas Indonesia.
 Meningkatkan pemasaran dengan memanfaatkan berbagai media sosial
serta memperluas jaringan distribusi.

 Memberikan perhatian yang tulus kepada masyarakat melalui penciptaan


lapangan kerja.
c. Tujuan

 Menerapkan praktik muamalah berdasarkan prinsip-prinsip syariah yang


bersumber pada kaidah al-Quran dan as-Sunah, sebagaimana yang terdapat
dalam hadits-hadits berikut :

 Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang bekerja suatu pekerjaan


yang lebih baik dari pada bekerja dengan tangannya sendiri. Dan apa saja
yang seseorang belanjakan untuk keperluan dirinya, keluarganya, anaknya
dan pembantunya itu merupakan sedekah” (HR Ibnu Majah)

 Mengasah kreativitas mahasiswa dalam mengoptimalisasi potensi sumber


daya pangan lokal sehingga dapat melihat peluang usaha, guna menciptakan
jiwa kewirausahaan dalam diri mahasiswa.

 Membantu mensejahterakan kondisi perekonomian masyarakat melalui


penyerapan tenaga kerja.

6
4. Analisis SWOT

SWOT Produksi Marketing Keuangan SDM


Strength Menghadirkan Mempunyai Laporan Adanya
produk strategi pencatatan evaluasi
berkualitas, rasa promosi jitu keuangan kegiatan rutin
nikmat harga dan menarik menurut bulanan dan
bersahabat dengan PSAK training bagi
dibuat dari memanfaatkan syariah. pegawai.
bahan yang media sosial. Sehingga Serta
bermutu dengan sesuai peningkatan
memiliki dengan mutu
banyak prinsip- karyawan.
kandungan gizi prinsip
yang tinggi syariah.
Weakness Waktu yang Brand produk Baru bisa Skill pelaku
dimiliki untuk yang memulai usaha yang
menjalankan dipasarkan usaha ketika masih minim
usaha tidak masih baru ada shahibul di bidang
banyak karena sehingga mal wirausaha.
pelaku usaha belum dikenal (investor)
(mahasiswa) banyak yang
memiliki masyarakat. menyalurkan
kewajiban modal.
kuliah

7
Opportun Bahan baku mudah Belum Penggunaan Meningkatkan
ity diperoleh serta ada dana ukhuwah
dapat pesaing di menganggur islamiyah
mengoptimalisasi daerah yang ada di antara
penggunaan sekitar masyarakat mudharib
sumber daya serta untuk usaha dengan
pangan lokal. tempat riil sehingga shahibul maal
pemasara dapat lebih serta
n yang bermanfaat membantu
strategis dan mensejahterak
yakni di menghasilka an
area dekat n perekonomian
kampus. keuntungan. melalui
penyerapan
tenaga kerja.
Threat Terdapat usaha Pangsa Kondisi Kinerja dan
yang bergerak pasar inflasi atau motivasi para
dalam bidang yang kenaikan pelaku usaha
industry yang sama masih harga bahan yang
kecil. produksi terkadang
menurun
dalam bekerja

8
C. Management dan Organization
1. Struktur Organisasi

Direktur Utama

Anggun Fambudi

Manajer Manajer Manajer Manajer SDM


Operasi Keuangan Pemasaran
Fadhurrozi
Raudiatuzzahra Aiwa Zakiyatun nafsi

2. Job Description Pihak Manajement

No. Jabatan Uraian Tugas Jumlah Gaji Total


1. Direktur Memimpin perusahaan dengan 1 12% 12%
Utama menerbitkan kebijakan- dari
kebijakan perusahaan atau laba
institusi. Memilih, bersih
menetapkan, mengawasi tugas
dari karyawan dan kepala
bagian (manajer). Menyetujui
anggarantahunan perusahaan
atau institusi. Mengawasi
kesesuaian antara realisasi
dengan standar usaha atau SOP
yang ditetapkan.

9
Memberikan motivasi pada
pegawai serta melakukan
evaluasi hasil usaha secara
rutin.
2. Manajer Mengelola dan meningkatkan 1 10.5% 10.5%
Operasi efektifitas dan efisiensi operasi dari
perusahaan. Meneliti teknologi laba
baru dan metode alternatif bersih
efisiensi. Mengawasi produksi
barang atau penyediaan jasa.
Mengawasi tata letak
operasional , persediaan dan
distribusi barang. Membuat
atau merencanakan
pengembangan operasi dalam
jangka pendek maupun
panjang. Meningkatkan sistem
operasional, proses dan
kebijakan dalam mendukung
visi dan misi perusahaan.

3. Manajer Mengatur keuangan entitas 1 10.5% 10.5%


Keuangan mulai dari pencairan dana dari dari
shahibul mal (investor) laba
Mengatur anggaran dan bersih
mengelola biaya.

10
Memangkas habis biaya-biaya
operasi yang sama sekali tidak
menguntungkan perusahaan
serta menjaga dan
meningkatkan profit
perusahaan.
4. Manajer Melakukan perencanaan strategi 1 10.5
Pemasaran pemasaran atau promosi yang 10.5% %
jitu melalui berbagai media dari
dengan memperhatikan trend laba
pasar dan sumber daya bersih
perusahaan.Merencanakan
marketing research yaitu
dengan mengikuti
perkembangan pasar, terutama
terhadap produk yang sejenis
dari perusahaan
pesaing.Melakukan
perencanaan analisis peluang
pasar.
5. Manajer Merencanakan dan 1 10.5% 10.5
Sumber mengkordinasikan tenaga kerja dari %
Daya perusahaan yang hanya laba
Manusia mempekerjakan pegawai yang bersih
berbakat

11
dan mau bekerja keras di
sekitar daerah berdirinya
perusahaan dengan melakukan
training. Melakukan pelayanan
karyawan, memotivasi
pegawai agar dapat bekerja
lebih baik. Mengkordinir dan
mengawasi pekerjaan para
pegawai dengan evaluasi.
6. Pegawai Menjalankan kegiatan 5 9% 45%
produksi serta menyampaikan dari
laporan terkait kendala atau hal laba
hal penting yang ada di dalam bersih
kegiatan produksi.

Ket: - Penetapan gaji direktur, manajer, dan para karyawan produksi cv.
Bapeelcake menggunakan akad mudharabah atau bagi hasil dari laba bersih hasil
produksi dimana telah disepakati bahwasanya Direktur utama sebanyak 12%, para
manager 10.5%, para karyawan 9%.

3. Program Pengembangan SDM


a. Seleksi Karyawan
Akan dibuka lowongan pekerjaan sebagai pegawai dengan spesifikasi
pria/wanita diutamakan berasal dari daerah sekitar, berumur 17-45 tahun, jujur,
bekerja keras dan dapat bertanggung jawab.

12
b. Pelatihan/Training Karyawan
Setelah mendapatkan pegawai yang sesuai dengan kriteria maka akan dilakukan
pelatihan karyawan yang nantinya dapat membuat para pegawai cepat tanggap
dlam bekerja terutama di bidang teknis pekerjaan, serta adanya motivasi guna
mendukung moral para karyawan.
c. Performance Appresiasion
Berupa penghargaan bagi karyawan terpilih di setiap tahunnya dalam meghargai
kerja keras karyawan dan motivasi bagi yang lainnya.
d. Touring orientasion
Dimana setiap tahunnya akan diadakan perjalanan berlibur bersama guna
mempererat rasa persaudaraan antar sesama baik karyawan atau atasan.
4. Preoses Pembuatan Serabi Bapeel Cake
1. Pertama, rebus santan.siapkan kompor dan wajannya untuk merebus santan,
masukkan daun pandan secukupnya dan juga garam pada santan, kemudian
aduk campuran tesebut hingga benar-benar merata sampai keadaan mendidih
setelahnya diamkan campuran santan dan pandan tadi untuk beberapa menit,
tunggu hingga santan menghangat atau dalam keadaan suam kuku,tidak panas
dan tidak dingin.
2. Campurkan Semua bahan kering, Tepung kulit pisang (kulit pisang yang
sudah diambil floemnya dan dihaluskan setalh itu dikerringkan), Tepung
Beras, dan gula pasir campur hingga rata, tuangkan 50 ml adonan santan
kedalamnya dan aduk hingga rata.
3. Setalah adonan diaduk hingga merata, diamkan 1 jam terlebih dulu tunggu
hingga adonan terlihat berbusa.

13
4. Sambil menunggu adonan siapkan wajan cetakan serabi dan panaskan
menggunakan api yang berukuran sedang diatas cetakan diolesi minyak sedikit
5. Setalah semua siap, aduk adonan yang sudah disiapkan tadi, lalu tuangkan
adonan atu sendok sayur atau secukupnya kedalam wajan cetakan yang dalam
keadaan panas. Gunakan punggung sendok sayur untuk meratakan pinggiran
adonan serabi tadi, tunggu sampai permukaan serabi nampak berlubang.
Setelah nampak tuangkan 1 sendok teh untuk topping untuk serabi, baik
vanilla, meises, ini bisa dikombinasikan atau hanya salah satu saja
6. Tutup wajan cetakan dan tunggu hingga matang sambil menyiapkan potongan
daun pisang untuk menyajikan, agar tercipta aroma khas dari daun pisang yang
terkena serabi panas. Setelah siap dan matang ambil serabi dan letakkan keatas
daun pisang yang sudah dipotong tadi
7. Tunggu beberapa menit hingga serabi sedikit dingin setelah beberapa menit
masukan serabi kedalam kemasan
8. Dan serabi siap untuk di jual.

D. Marketing dan Sales Strategy


1. Peluang Pasar
Peluang pasar usaha ini sangatlah menjanjikan dimana usaha pengembangan dan
modifikasi limbah makanan berupa kulit pisang yang dipadukan dengan panganan
lokal kue serabi merupakan usaha yang belum pernah ada di daerah jawa timur
khususnya pulau Madura sehingga tidak memliki pesaing produk sejenis, sehingga
dapat memudahkan kami dalam mendistribusikan produk ini.

14
2. Analisis Pesaing

Untuk melakukan analisis competitor dan persaingan usaha yang akan kami jalani,
kami menggunakan pendekatan five force modelyang dikemukakan oleh pakar
bisnis Michel Porter.

Threat of
Subtitute
(High)

Rivally
Rivally Among Bargaining
Among Power of
Competitor Competitor Buyer
(High)
(High) (hihg)

Rivally Rivally
Threat of
New
Entrants
(high)

1. Rivally High Pesaing produk pangan lokal kue serabi


Among yang di modifikasi dan dimix dengan
Existing limbah kulit pisang saat ini belum ada,
Competitor akan tetapi pesaing yang membuat produk
pangan berupa kue serabi tidak dapat
dikatakan sedikit.

Namun produk Bapeel Cake memiliki


keunggulan tersendiri diantaranya yaitu
satu satunya produk modifikasi kue serabi

15
dengan limbah kulit pisang,
dimanakandungan gizi yang lebih tinggi,
rasa nikmat yang sehat, dan harga yang
menyenangkan. yang membuat produk
pangan berupa kue serabi tidak dapat
dikatakan sedikit. Namun produk Bapeel
Cake memiliki keunggulan tersendiri
diantaranya yaitu satu satunya produk
modifikasi kue serabi dengan limbah kulit
pisang, dimanakandungan gizi yang lebih
tinggi, rasa nikmat yang sehat, dan harga
yang menyenangkan.
2. Threat Of High Subtitusi yang ada memang cukup banyak,
Subtitucs karena kue serabi bukanlah makanan
pokok. Produk ini cocok sekali untuk
dijadikan makanan penunda lapar, karna di
dalam Bapeel Cake karbohidrat serta
glukosa yang terkandung cukup banyak.
Selain itu dapat dijadikan cemilan sehari
hari bagi yang sedang menjalankan diet.
3. Bargaining Low Supplier power rendah karena sumber
Powes Of bahan baku sangat mudah didapat dengan
Supplier harga yang cukup murah.
4. Threat Of New Low Potensi masuknya pesaing baru cukup
Entrants rendah karena proses produksi makanan
yang tidak umumditambah modifikasi,
inovasi baru kulit pisang sendiri sangatlah
sulit.

16
3. Kebijakan STP (Segmentation, Targetting, Positioning)

Segmentation

Umur Lokasi Selera

Targetting
Semua Kalangan
Bangkalan, Madura Makanan
Masyarakat

Positioning
Serabi Bapeel Cake merupakan produk modifikasi dan perpaduan
antara kue tradisisonal dan limbah kulit pisang yang akan
disajikan dengan berbagai variant rasa yang digemari masyarakat,
diantaranya rasa pisang, strawberry, durian, anggur, dimana
Serabi Bapeel Cake ini bukan hanya dibuat satu versi (basah)
namun juga hadir versiFrienchfrezee nya (kering)

17
Penjelasan:

Serabi Bapeel Cake menyasar target pasar berdasarkan berbagai segmen,


segmen usia, dimana orang tua hingga anak anak dapat menikmati olahan produk
kami. sedangkan Segmen pekerjaan, tempat, dan selera produk kami secara
universal mencakup semua kalangan karena setiap lapisan masyarakat sangat
berpotensial terhadap produk kami. Untuk pasaran utama pada daerah Bangkalan,
Madura yang dijadikan sasaran Dosen, Karyawan, Mahasiswa, dan Masyarakat
sekitar Bangkalan. Kami memposisikan Bapeel Cake dengan slogan “Perfect
Healthy Friendly!!” dimana slogan ini didesain untuk meyakinkan konsumen,
slogan ini mengimplikasikan bahwa bapeel cake merupakan produk yang
menyehatkan, selain bahan bahan berkualitas pendukung lainnya dengan gizi
tinggi, dari kulit pisang sendiri yang mengandung lutein dan karotenoid yang
merupakan senyawa larut dalam lemak. Kandungan zat ini juga bisa membantu
melawan peradangan dan jerawat parah serta kerutan diwajah.

Dapat juga mengatasi migran.Slogan tersebut juga dibuat sedemikian rupa agar
mudah diingat dengan nama Brand Bapeel Cake yang kami usung. Slogan ini
ditampilkan pada semua materi pemasaran baik secara online maupun offline.

4. Kebijakan Marketing Mix (Product, Price, Place dan Promotion)

Produk: Produk yang kami tawarkan merupakan olahan dari kulit pisang yang
dimix dengan kue tradisional serabi yang dihadirkan dengan varian rasa seperti
strawberry, durian, anggur, serta dua varian jenis yaitu serabi basah, dan
Frenchfrezee (kering).

18
Price: Bapeel Cake memiliki berbagai varian rasa yang dipasarkan dengan harga
Rp. 10.000

Place:Lokasi pemasaran kami disekitar daerah bangkalan meliputi Bangkalan


meluputi, beberapa kampus, tempat wisata, membuka booth di tempat produksi
danmembuka outlet pada even-even bazar.
Promote:Promosi yang dilakukan melalui sosial media, melalui brosur dan
pamflet, serta secara personal selling

E. Operating Flow

1. Supply Chain dan Distribusi Produk

Ada dua jenis tipe supply chain yang kami gunakan, yaitu:

a). Pull Base

SUPPLIER RUMAH KONSUMEN


PRODUKSI

Penjelasan :

P tarik yang berarti bahwa barang yang dibuat


Skema tersebut menunjukkan skema
berdasarkan permintaan konsumen. Melalui proses pemasanan produk. Jadi,
konsumen melakukan pemesanan kemudian perusahaan memproduksi barang
dengan bahan baku brupa kulit pisang dari supplier, supplier kami yakni para
pengelola buah pisang yang kemudian kulit pisangnya tidak digunakan lagi yang
kami dapat dari daerah sekitar tempat produksi kami. Sehingga melalui proses ini
pembuatan produk dapat mengurangi persediaan bahan baku digudang karena
pembuatan produk berdasarkan pesanan yang ada.

19
b). Push Base
SUPPLIER PERUSAHAAN OUTLET KONSUMEN

Penjelasan:

Dalam skema ini perusahaan memperoleh bahan baku berupa kulit pisang pilihan
dari supplier, supplier kami yakni para pengelola buah pisang yang berada di daerah
sekitar tempat produksi, kemudian perusahaan mengolah bahan baku tersebut
melalui beberapa proses sehingga menghasilkan produk yang siap untuk dipasarkan,
selanjutnya yakni menawarkan produk kepada konsumen baik secara online
menggunakan berbagai sosial media berupa blog, facebook, twitter, instagram, WA
dan BBM, maupun secara offline dengan menawarkan langsung kepada konsumen
(membuka outlet pada even-even bazar, bekrjasama dengan toko oleh –oleh atau
toko makanan dan membuka booth di tempat produksi).

2. Supplier Bahan Baku

Supplier bahan baku produk kami berupa serat kulit pisang raja segar
pilihan, diperoleh dari para pengelolah makanan yang mengambil buah pisangnya
saja yang berada di sekitar daerah tempat produksi, pisang merupakan salah satu
icon di daerah Bojonegoro karena memiliki hasil pisang yang melimpah dan
kurangnya pengembangan dari pisang itu sendiri. Oleh karena itu bahan baku
tersebut sangat mudah diperoleh di sekitar tempat produksi yang berada di dekat
area Desa Drajat Kec. Bureno Kab. Bojonegoro. Krena kami masih mahasiswa aktif
, kami melakukan pemasaran berlokasi di dekat kampus Universitas Trunojoyo
Madura

20
3. Teknologi yang Digunakan

No Nama Mesin Fungsi


Mesin Parutan Kelapa Digunakan untuk memarut kelapa secara
1 Listrik otomatis
Digunakan untuk mengukur massa benda
2 Timbangan Digital Bahan atau bahan secara elektronik

5. Tempat Produksi
1. Lokasi Pengolahan Kulit Pisang dijadikan Tepung Desa Drajat RT 16/ RW 05
Kec. Bureno Kab. Bojonegoro.
Alasan:
a. Lokasi dekat dekan bahan baku

2. Lokasi pemasaran mudah dijangkau oleh para wisatawan yaitu di jalanRaya


Unijoyo No A8 Telang, Kamal Bangkalan, Madura. Alasan pemilihan lokasi
tersebut karena:
a. Lokasi dekat dengan tenaga kerja.
b. Lokasi mudah dijangkau oleh pihak manajemen yang sedang menempuh
kuliah di Universitas Trunojoyo Madura.

21
5. Desain Logo dan Produk Serabi Bapeel Cake

22
F. Financial Projection

1. Sumber Pendanaan

Dalam pendanaan modal utama usaha ini kami menggunakan akad


mudharabahdimana kami sebagai mudharibakad mengelola dana dari shahibul
mal. Dana tersebut sebesar Rp. Rp. 95.620.000 keuntungan dari usaha kami akan
dibagi dengan nisbah 30% bagi shahibul mal dan 70% bagi mudharib.

2. Kebutuhan Modal
A. Modal Tetap

No Investasi Jumlah Harga Per Unit Total Biaya


1 Tempat Produksi 1 Rp. 80.000.000 Rp. 80.000.000
2 Kompor Gas LPG Tungku 1 Rp. 950.000 Rp. 950.000
3 Mesin Parutan Kelapa Listrik 1 Rp. 250.000 Rp. 250.000
4 Timbangan Digital Bahan 1 Rp. 30.000 Rp. 30.000
5 Cetakan Serabi 6 Rp. 25.000 Rp. 150.000
6 Baskom Besar 2 Rp. 15.000 Rp. 30.000
7 Nampan 10 Rp. 5.000 Rp. 50.000
8 Sendok Sayur 5 Rp. 3.000 Rp. 15.000
9 Sendok 12 Rp. 2.000 Rp. 24.000
10 Booth Penjualan 1 Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000
11 Perizinan MUI 1 Rp. 300.000 Rp. 300.000
12 Perizinan BPOM 1 Rp. 300.000 Rp. 300.000
13 Pembuatan CV dan lainnya 1 Rp. 2.000.000 Rp. 2.000.000
Total Modal Tetap Rp. 85.099.000

23
B. Modal kerja
No Jenis Bahan Jumlah Harga Per Unit Total Biaya
1 Gas LPG 8 Kg Rp. 20.000 Rp. 160.000
2 Kulit Pisang 500 Kg Rp. 1.000 Rp. 500.000
3 Tepung Beras 150 Kg Rp. 7.000 Rp. 1.050.000
4 Gula Pasir 30 Kg Rp. 15.000 Rp. 450.000
5 Kelapa 30 biji Rp. 10.000 Rp. 300.000
6 Pandan 30 ikat Rp. 1.000 Rp. 30.000
7 Telur 15 Kg Rp. 15.000 Rp. 225.000
8 Soda Kue 2 (500 g) Rp. 6.000 Rp. 6.000
9 Misis Coklat 1 Kg Rp. 40.000 Rp. 40.000
10 Keju 2 (165 g) Rp. 25.000 Rp. 50.000
11 Susu Kental Manis 3 Rp. 15.000 Rp. 45.000
12 Mocca 2 (175 g) Rp. 20.000 Rp. 20.000
13 Serbuk Green Tea 2 ( 175 g) Rp. 20.000 Rp. 20.000
14 Kemasan 15.000 Rp. 900 Rp. 1.350.000
Gaji Direktur
15 Utama 1 Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000
16 Gaji Management 4 Rp. 800.000 Rp. 3.200.000
17 Gaji Pegawai 2 Rp. 650.000 Rp. 1.300.000
30
18 Transportasi liter/bulan Rp. 7.500 Rp. 225.000
19 Telepon 1 bulan Rp. 150.000 Rp. 150.000
20 Listrik dan Air 1 bulan Rp. 450.000 Rp. 450.000
Total Kebutuhan Modal (Modal Tetap + Modal Kerja) Rp. 95.620.000

24
3. Perhitungan Biaya Produksi Satu Tahun
Biaya Tetap (Fixed Cost)
No Jenis Biaya Perhitungan Jumlah
1 Gaji Direktur Utama Rp. 1.000.000 X 12 Rp. 12.000.000
2 Gaji Manajemen Rp. 3.400.000 X 12 Rp. 40.800.000
3 Gaji Pegawai Rp. 1.300.000 X 12 Rp. 15.600.000
4 Transportasi Rp. 225.000 X 12 Rp. 2.700.000
5 Telepon Rp. 150.000 X 12 Rp. 1.800.000
6 Air dan Listrik Rp. 450.000 X 12 Rp. 5.400.000
Total Biaya Tetap (Fixed Cost) Rp. 78.300.000
Biaya Tidak Tetap (Variable Cost)
No Jenis Biaya Perhitungan Jumlah
1 Gas LPG Rp. 160.000 X 12 Rp. 1.920.000
2 Kulit Pisang Rp. 500.000 X 12 Rp. 6.000.000
3 Tepung Beras Rp. 1.050.000 X 12 Rp. 12.600.000
4 Gula Pasir Rp. 450.000 X 12 Rp. 5.400.000
5 Kelapa Rp. 300.000 X 12 Rp. 3.600.000
6 Pandan Rp. 30.000 X 12 Rp. 360.000
7 Telur Rp. 450.000 X 12 Rp. 5.400.000
8 Soda Kue Rp. 6.000 X 12 Rp. 720.000
9 Misis Coklat Rp. 40.000 X 12 Rp. 480.000
10 Keju Rp. 50.000 X 12 Rp. 600.000
11 Susu Kental Manis Rp. 45.000 X 12 Rp. 540.000
12 Mocca Rp. 20.000 X 12 Rp. 240.000
13 Serbuk Green Tea Rp. 20.000 X 12 Rp. 240.000
14 Kemasan Rp. 1.350.000 X 12 Rp. 16.200.000
Total Biaya Tidak Tetap (Variable Cost) Rp. 50.592.000
Total Biaya Produksi 1 Tahun (FC + VC) Rp. 129.252.000

25
4. Perhitungan Laba Rugi

No Cash Flow Perhitungan Jumlah


1 Bapeel Cake Original 300 X Rp. 10.000 X 12 Rp. 36.000.000
2 Bapeel Cake Vanilla 300 X Rp. 10.000 X 12 Rp. 36.000.000
3 Bapeel Cake Coklat 300 X Rp. 10.000 X 12 Rp. 36.000.000
4 Bapeel Cake Mocca 300 X Rp. 10.000 X 12 Rp. 36.000.000
5 Bapeel Cake Green Tea 300 X Rp. 10.000 X 12 Rp. 36.000.000
6 Bapeel Cake Keju 300 X Rp. 10.000 X 12 Rp. 36.000.000
Total Penerimaan Rp. 216.000.000
Biaya Produksi Rp. 129.252.000
Rp. 86.748.000
Zakat 2,50% Rp. 2.450.400
Laba Bersih Rp. 84.297.600

5. Gross Benefit Cross Ratio


gross B / C = benefit / cost
gross B /C = (Rp. 180.000.000) / (Rp. 129.252.00) = 1,4
berdasarkan rasio perbandingan tersebut menunjukkan bahwa B / C > 1. Ini
menggambarkan bahwa proyek yang dianalisis feasible (layak).

6. Waktu Pengembalian Modal


waktu pengembalian modal dihitung dengan asumsi jumlah penerimaan setiap tahun
sama.

26
Waktu kembali modal = jumlah modal tetap : jumlah penerimaan tiap tahun x 1 tahun
Waktu kembali modal = Rp. 85.099.000 : Rp. 84.297.600x 1 tahun = 1 tahun
Waktu pengembalian modal yaitu 1 tahun / 12 bulan
7. BEP (Break Even Point) Harga
Biaya Bahan Habis Pakai/Jumlah Produk = BEP
a. Bapeel Cake = 201.480.000/1.800 = 1.119,3

27