Anda di halaman 1dari 25

Arti dan makna lambang Negara Indonesia

“GARUDA PANCASILA”
Ditulis pada Agustus 10, 2012

Burung garuda berwarna kuning emas mengepakkan sayapnya dengan gagah menoleh ke kanan.
Dalam tubuhnya mengemas kelima dasar dari Pancasila. Di tengah tameng yang bermakna
benteng ketahanan filosofis, terbentang garis tebal yang bermakna garis khatulistiwa, yang
merupakan lambang geografis lokasi Indonesia. Kedua kakinya yang kokoh kekar
mencengkeram kuat semboyan bangsa Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti
“Berbeda-beda, Namun Tetap Satu“.

Secara tegas bangsa Indonesia telah memilih burung garuda sebagai lambang kebangsaannya
yang besar, karena garuda adalah burung yang penuh percaya diri, energik dan dinamis. Ia
terbang menguasai angkasa dan memantau keadaan sendiri, tak suka bergantung pada yang
lain. Garuda yang merupakan lambang pemberani dalam mempertahankan wilayah, tetapi dia
pun akan menghormati wilayah milik yang lain sekalipun wilayah itu milik burung yang lebih
kecil. Warna kuning emas melambangkan bangsa yang besar dan berjiwa priyagung sejati.

Burung garuda yang juga punya sifat sangat setia pada kewajiban sesuai dengan budaya bangsa
yang dihayati secara turun temurun. Burung garuda pun pantang mundur dan pantang
menyerah. Legenda semacam ini juga diabadikan sangat indah oleh nenek moyang bangsa
Indonesia pada candi dan di berbagai prasasti sejak abad ke-15.

Keberhasilan bangsa Indonesia dalam meraih cita-citanya menjadi negara yang merdeka bersatu
dan berdaulat pada tanggal 17 Agustus 1945, tertera lengkap dalam lambang garuda. 17 helai
bulu pada sayapnya yang membentang gagah melambangkan tanggal 17 hari kemerdekaan
Indonesia, 8 helai bulu pada ekornya melambangkan bulan Agustus, dan ke-45 helai bulu pada
lehernya melambangkan tahun 1945 adalah tahun kemerdekaan Indonesia. Semua itu memuat
kemasan historis bangsa Indonesia sebagai titik puncak dari segala perjuangan bangsa Indonesia
untuk mendapatkan kemerdekaannya yang panjang. Dengan demikian lambang burung garuda
itu semakin gagah mengemas lengkap empat arti visual sekaligus, yaitu makna filosofis,
geografis, sosiologis, dan historis.

Burung garuda merupakan mitos dalam mitologi Hindu dan Budha. Garuda dalam mitos
digambarkan sebagai makhluk separuh burung (sayap, paruh, cakar) dan separuh manusia
(tangan dan kaki). Lambang garuda diambil dari penggambaran kendaraan Batara Wisnu yakni
garudeya. Garudeya itu sendiri dapat kita temui pada salah satu pahatan di Candi Kidal yang
terletak di Kabupaten Malang tepatnya: DesaRejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten
Malang, Jawa Timur.

Garuda sebagai lambang negara menggambarkan kekuatan dan kekuasaan dan warna emas
melambangkan kejayaan, karena peran garuda dalam cerita pewayangan Mahabharata dan
Ramayana. Posisi kepala garuda menengok lurus ke kanan.
Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara
lain:

 Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17


 Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
 Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
 Jumlah bulu di leher berjumlah 45

Perisai

Perisai merupakan lambang pertahanan negara Indonesia. Gambar perisai tersebut dibagi
menjadi lima bagian: bagian latar belakang dibagi menjadi empat dengan warna merah putih
berselang seling (warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia, merah
berarti berani dan putih berarti suci), dan sebuah perisai kecil miniatur dari perisai yang besar
berwarna hitam berada tepat di tengah-tengah. Garis lurus horizontal yang membagi perisai
tersebut menggambarkan garis khatulistiwa yang tepat melintasi Indonesia di tengah-tengah.

Emblem

Setiap gambar emblem yang terdapat pada perisai berhubungan dengan simbol dari sila
Pancasila.

Bintang Tunggal

Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa. Perisai hitam dengan sebuah bintang emas berkepala lima
menggambarkan agama-agama besar di Indonesia, Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan juga
ideologi sekuler sosialisme.

Rantai Emas

Sila ke-2: Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Rantai yang disusun atas gelang-gelang kecil
ini menandakan hubungan manusia satu dengan yang lainnya yang saling membantu. Gelang
yang lingkaran menggambarkan wanita, gelang yang persegi menggambarkan pria.

Pohon Beringin

Sila ke-3: Persatuan Indonesia. Pohon beringin (Ficus benjamina) adalah sebuah pohon
Indonesia yang berakar tunjang – sebuah akar tunggal panjang yang menunjang pohon yang
besar tersebut dengan bertumbuh sangat dalam ke dalam tanah. Ini menggambarkan kesatuan
Indonesia. Pohon ini juga memiliki banyak akar yang menggelantung dari ranting-rantingnya.
Hal ini menggambarkan Indonesia sebagai negara kesatuan namun memiliki berbagai akar
budaya yang berbeda-beda.

Kepala Banteng
Sila ke-4: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Permusyawaratan/Perwakilan. Binatang banteng (Latin: Bos javanicus) atau lembu liar adalah
binatang sosial, sama halnya dengan manusia cetusan Presiden Soekarno dimana pengambilan
keputusan yang dilakukan bersama (musyawarah), gotong royong, dan kekeluargaan merupakan
nilai-nilai khas bangsa Indonesia.

Padi Kapas

Sila ke-5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas (yang
menggambarkan sandang dan pangan) merupakan kebutuhan pokok setiap masyarakat Indonesia
tanpa melihat status maupun kedudukannya. Hal ini menggambarkan persamaan sosial dimana
tidak adanya kesenjangan sosial satu dengan yang lainnya, namun hal ini bukan berarti bahwa
negara Indonesia memakai ideologi komunisme.

Motto

Pita yang dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu
Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika berasal dari kalimat bahasa Jawa Kuno karangan
Mpu Tantular yang berarti “Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu” yang menggambarkan
keadaan bangsa Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam suku, budaya, adat-istiadat,
kepercayaan, namun tetap adalah satu bangsa, bahasa, dan tanah air
Arti dan Makna pancasila
Arti dan Makna Sila Ketuhanan yang Maha Esa
1. Mengandung arti pengakuan adanya kuasa prima (sebab pertama) yaitu Tuhan yang Maha
Esa 2. Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut
agamanya. 3. Tidak memaksa warga negara untuk beragama. 4. Menjamin berkembang dan
tumbuh suburnya kehidupan beragama. 5. Bertoleransi dalam beragama, dalam hal ini toleransi
ditekankan dalam beribadah menurut agamanya masing-masing. 6. Negara memberi fasilitator
bagi tumbuh kembangnya agama dan iman warga negara dan mediator ketika terjadi konflik
agama.
Arti dan Makna Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
1. Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai makhluk Tuhan 2. Menjunjung
tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa. 3. Mewujudkan keadilan dan peradaban yang
tidak lemah.
Arti dan Makna Sila Persatuan Indonesia
1. Nasionalisme. 2. Cinta bangsa dan tanah air. 3. Menggalang persatuan dan kesatuan
Indonesia. 4. Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan, keturunan dan perbedaan
warna kulit. 5. Menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan.
Arti dan Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan Perwakilan
1. Hakikat sila ini adalah demokrasi. 2. Permusyawaratan, artinya mengusahakan putusan
bersama secara bulat, baru sesudah itu diadakan tindakan bersama. 3. Dalam melaksanakan
keputusan diperlukan kejujuran bersama.
Arti dan Makna Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
1. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat. 2. Seluruh
kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama menurut potensi
masing-masing. 3. Melindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja
sesuai dengan bidangnya. Sikap positif terhadap nilai-nilai pancasila Nilai-nilai Pancasila telah
diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia. Oleh karena itu , mengamalkan Pancasila
merupakan suatu keharusan bagi bangsa Indonesia. Sikap positif dalam mengamalkan nilai-nilai
pancasila. 1. Menghormati anggota keluarga 2. Menghormati orang yang lebih tua 3.
Membiasakan hidup hemat 4. Tidak membeda-bedakan teman 5. Membiasakan musyawarah
untuk mufakat 6. Menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing 7. Membantu orang
lain yang kesusahan sesuai dengan kemampuan sendir
Pengertian Pancasila

http://3.bp.blogspot.com

Pancasila ialah ideologi dasar negara Kesatuan Republik Indonesia yang asalnya dari ajaran
budha dalam kitab tripitaka 2 kata: “panca” yaitu “lima” dan “syila” yang memiliki arti “dasar ,
prinsip atau asas”.

Sehingga dari makna tersebut dapat disimpulkan menjadi pancasila mempunyai 5 prinsip utama
yang menjadi acuan bagi segala bentuk aspek-aspek kehidupan Bangsa dan Negara Indonesia.

Dapat 5 prinsip tersebut pancasila mempunyai makna dan arti sendiri yang sehingga dijadikan
sebagai acuan semua aturan yang terdapat pada negara Indonesia.

Isi Pancasila

1. Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa.


2. Sila kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
3. Sila Ketiga: Persatuana Indonesia.
4. Sila Keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan.
5. Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Fungsi Umum Pancasila

1. Pancasila berfungsi sebagai perjanjian luhur.


2. Pncasila menjadi falsafah dalam kehidupan bangsa indonesia.
3. Pancasila menjadi sumber utama dalam peraturan-peraturan negara.
4. Pancasila berfungsi sebagai acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Arti dan Makna pancasila

https://3.bp.blogspot.com

Seperti yang kita bahas sebelumnya tadi bahwa pancasila mempunyai 5 prinsip dan itu
mempunyai makna dan maksud masing-masing. Dengan begitu berikut ini kami akan membahas
mengenai dengan makna atau arti pancasila.
Isi pancasila tersebut meliputi dari 5 prinsip atau sila yang meliputi dari ketuhanan YME,
kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat
indonesia.

Makna dan Arti Sila Ketuhanan yang Maha Esa

http://4.bp.blogspot.com

1. Mempunyai makna atau arti sebagai bentuk rasa pengakuan adanya kuasa yang satu yaitu
Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memberikan kebebasan dan keamanan dalam memeluk dan beribadah menurut kepercayaan
agamanya masing-masing.
3. Tidak memberikan paksaan terhadap warga-warganya untuk memeluk suatu agama atau
berpindah ke agama lain.
4. Memberikan jaminan perkembangan dan pertumbuhan ajaran agama masing-masing.
5. Negara memberikan sebuah kebebasan terhadap masyarakat Indonesia dan menjadi fasilitator
dalam memilih agama yang ingin di anutnya.
Makna dan Arti Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

http://3.bp.blogspot.com

1. Memberikan hak dan kewajiban kepada masyarakatnya dalam mengeluarkan pendapat sebagai
bukti keadilan.
2. Kemerdekaan merupakan hak setiap masyarakat Indonesia, mereka berhak mendapatkan
kebebasan dan keamanan dalam kehidupan mereka.
3. Negara memberikan penegasan dalam agar menegakkan keadilan dan menjunjung tinggi
kemerdekaan bagi setiap warga Indonesia.
Makna dan Arti Sila Persatuan Indonesia

https://ekonomitakserius.files.wordpress.com

1. Sikap nasionalisme yang wajib dimiliki oleh tiap-tiap warga indonesia.


2. Mencintai bangsa dan tanah air Indonesia.
3. Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
4. Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan tolong menolong terhadap sesama rakyat Indonesia.
5. Mencegah terjadinya kekuatan dan kekuasaan perseorangan.
6. Tidak adanya perbedaan dan permusuhan ketika adanya perbedaan budaya dan warna kulit.
Makna dan Arti Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan Perwakilan

http://4.bp.blogspot.com

1. Hakikat sila keempat adalah negara menggunakan sistem demokrasi.


2. Permusyawaratan memiliki makna bahwa setiap persoalan dan permasalahan diputuskan secara
bersama, disetujui bersama, dan diselesaikan secara bersama-sama.
3. Rakyat dipimpin oleh pemimpin yang hikmat dan bijaksana dalam menyelesaikan permasalahan-
permasalahan negara.
Makna dan Arti Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

http://4.bp.blogspot.com

1. Kemakmuran dan kesejahteraan merupakan hak bagi seluruh rakyat Indonesia.


2. Memberikan perlindungan kepada yang lemah dan yang memiliki kekurangan.
3. Kekayaan alam Indonesia dipergunakan untuk kebahagiaan dan kepentingan bersama.
engertian Pancasila

Pancasila ialah ideologi dasar negara Indonesia yang asalnya dari ajaran budha dalam kitab tripitaka 2
kata: "panca" yaitu "lima" dan "syila" yang memiliki arti "dasar". Jadi, Pancasia memiliki maksa 5 aturan
tingkah laku yang penting. Adanya kata Pancasila sudah sejak lama dikenal yaitu sejak zaman kerajaan
Majapahit dan Sriwijaya dimana terdapat sila-sila yang ada dalam Pancasila sudah diterapkan dalam
kehidupan bermasyarakat ataupun dikalangan kerajaan meskipun sila-sila tersebut belum untuk
dirumuskan secara konkrit.

Menurut kitab Sutasoma yang dikarang oleh Mpu Tantular, Pancasila memiliki arti “pelaksanaan
kesusilaan yang lima” atau “berbatu sendi yang lima”. Pancasila dipakai untuk menjadi dasar guna
mengatur segala bentuk arah serta gerak dari pemerintahan negara yang memiliki tujuan untuk
mengatur setiap penyelenggaraan yang ada dalam bernegara. Arti lambang pancasila penuh akan
makna. Fungsi pancasila salah satunya merupakan asas kerohanian tertib hukum di Indonesia

Dalam proses merumuskan Pancasila tersebut pada awalnya saat sidang BPUPKI yang pertama dan
dipimpin oleh dr. Radjiman Widyodiningrat. Pada kala itu, beliau memberikan sebuah saran supaya ada
seseorang yang dapat memberikan ide rumusan terkait dasar negara Indonesia yang kemudian akan
dibuat nantinya. Lalu, muncullah 3 pembicara yaitu Soekarno, Mohammad Yamin, dan Soepomo.
Tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI tersebut, Ir. Soekarno menyampaikan pidato secara lisan
tentang rumusan dasar negara Indonesia.

Lalu guna memberikan nama “Pancasila” hal inilah menurut Ir. Soekarno atas masukan dari seorang
temannya yang merupakan seorang ahli bahasa. Akhirnya pada 17 Agustus 1945, Indonesia
memproklamirkan kemerdekaannya, kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945 disahkan yaitu Undang-
undang Dasar 1945 termasuk pembukaan yang mana di dalamnya terdapat isi rumusan tentang 5
prinsip sebagai satu dasar negara yang kemudian dinamai dengan Pancasila. Fungsi pancasila bagi
bangsa Indonesia sangatlah penting. Untuk lebih lengkapnya, berikut pengertian pancasila menurut para
ahli :
Pengertian Pancasila Menurut Para Ahli

Untuk lebih lengkapnya mengenai pengertian pancasila, berikut ini pengertian pancasila menurut para
ahli :

1. Ir. Soekarno

Pancasila merupakan isi yang terdapat dalam jiwa bangsa Indonesia secara turun-temurun
lamanya sudah terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Oleh sebab itu, Pancasila tidak saja
sebagai falsafah negara, namun cakupannya lebih luas, yaitu falsafah bangsa Indonesia.

2. Muhammad Yamin

Pancasila berasal dari kata dalam bahasa Sansekerta, yaitu "Panca" yang memiliki arti “lima” dan
"Sila" yang berarti “dasar atau sebuah peraturan tingkah laku yang penting dan baik”.

3. Notonegoro

Pancasila merupakan dasar falsafah dari negara Indonesia. Pancasila merupakan dasar falsafah
dan ideologi negara yang menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai suatu dasar
kesatuan.

Dapat disimpulkan bahwa pengertian Pancasila yang sebagai dasar negara ialah untuk mengatur
penyelenggaraan dalam pemerintahan negara Indonesia. Sedangkan Pancasila menurut dari Ketetapan
MPR No.III/MPR/2000 ialah sumber hukum dasar nasional.
Fungsi Pancasila

Dalam kedudukannya yaitu pancasila sebagai dasar negara maka fungsi pancasila antara lain :

1. Fungsi pancasila salah satunya sebagai sumber dari segala sumber hokum (sumber tertib
hukum) di Indonesia. Oleh sebab itu, Pancasila adalah asas kerohanian tertib hukum di
Indonesia.
2. Suasana kebatinan dari Undang-Undang Dasar.
3. Cita-cita hukum bagi hukum dasar negara Indonesia.
4. Norma-norma yang mengharuskan Undang-Undang Dasar memiliki kandungan isi yang
mengharuskan pemerintah dan lain-lain dari penyelenggara negara untuk memegang teguh cita-
cita moral seluruh rakyat yang luhur.
5. Sumber semangat bagi UUD 1945, pelaksana pemerintahan, dan penyelenggara negara. MPR
(Majelis Permusyawaratan Rakyat) dengan Ketetapan No. XVIIV MPR/1998 yang telah
mengembalikan kedudukan Pancasila menjadi dasar negara RI.

Arti Lambang Pancasila

Burung Garuda adalah lambang negara bangsa Indonesia sejak negara Indonsia berdiri. Namun, tidak
semua orang mengetahui mengenai arti serta makna pada garuda pancasila yang merupakan lambang
negara. Sebagai warga negara Indonesia, paling tidak kita mengetahui serta mengerti tentang arti
lambang negara sebagai sikap penghargaan terhadap para pejuang bangsa. Berikut arti lambang
pancasila.
1. Burung Garuda yang merupakan kendaraan dari Dewa Wisnu yang kuat dan besar.
2. Warna dari Burung Garuda yang berwarna kuning emas menggambarkan sifat agung dan jaya.
3. Garuda ialah burung gagah dengan mempunyai paruh, ekor, cakar, dan sayap yang
menggambarkan tenaga pembangunan dan kekuatan.
4. Jumlah bulu burung Garuda melambangkan hari kemerdekaan negara Indonesia yaitu 17
Agustus 1945.
o Bulu burung Garuda masing-masing sayap mempunyai 17 helai.
o Bulu Ekor yang mempunyai 8 helai.
o Bulu Leher yang mempunyai 45 helai.

Pada bagian dada burung Garuda tersebut terdapat sebuah perisai yang dalam arti kebudayaan dan
peradaban Indonesia merupakan senjata yang digunakan untuk berjuang, berlindung, dan bertahan
untuk meraih suatu tujuan. Perisai pada burung Garuda bergambar 5 simbol yang berarti masing-masing
:
1. Bintang

Pada sila ke-1 Pancasila, yaitu melambangkan Ketuhanan yang Maha Esa.

2. Rantai Baja

Pada sila ke-2, yaitu melambangkan Kemanusiaan yang adil dan beradab.

3. Pohon beringin

Pada sila ke-3, yaitu melambangkan Persatuan Indonesia.

4. Kepala banteng

Pada sila ke-4, yaitu melambangkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan.

5. Padi serta kapas

Pada sila ke-5, yaitu melambangkan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Terdapat garis hitam tebal yang ada di tengah perisai yaitu melambangkan garis khatulistiwa yang
menggambarkan tempat negara Indonesia yang berada di garis khatulistiwa tersebut. Warna dasar dari
perisai tersebut berwarna merah putih seperti pada warna bendera negara Indonesia.

Itulah pengertian pancasila, fungsi pancasila, dan arti lambang pancasila. Sebagai warga negara
Indonesia (WNI) yang baik, paling tidak kita harus mengetahui serta mengerti terlebih dahulu tentang
pengertian pancasila, arti lambang pancasila, dan juga fungsi pancasila itu sendiri.
Read more: http://woocara.blogspot.com/2016/02/pengertian-pancasila-fungsi-arti-lambang-
pancasila.html#ixzz5TPqLKtuK

Pengertian Pancasila Secara Etimologis,


Historis, & Terminologis Hakikat Pancasila
Kedudukan dan fungsi Pancasila bilamana dikaji secara ilmiah memliki pengertian pengertian
yang luas, baik dalam kedudukannya sebagai dasar Negara, sebagai pandangan hidup bangsa,
sebagai ideologi bangsa dan Negara, sabagai kepribadian bangsa bahkan dalam proses terjadinya
terdapat berbagai macam terminologi yang harus didesktipsikan secara objektif. Selain itu,
pancasila secara kedudukan dan fungsinya juga harus dipahami secara kronologis.

Oleh karena itu, untuk memahami Pancasila secara kronologis baik menyangkut rumusannya
maupun peristilahannya maka pengertian Pancasila tersebut meliputi lingkup pengertian sebagai
berikut :

Pengertian Pancasila secara etimologis

Secara etimologis istilah “Pancasila” berasal dari Sansekerta dari India (bahasa kasta Brahmana)
adapun bahasa rakyat biasa adalah bahasa Prakerta. Menurut Muhammad Yamin, dalam bahasa
sansekerta perkataan “Pancasila” memilki dua macam arti secara leksikal yaitu :

“panca” artinya “lima”

“syila” vokal I pendek artinya “batu sendi”, “alas”, atau “dasar”

“syiila” vokal i pendek artinya “peraturan tingkah laku yang baik, yang penting atau yang
senonoh”

Kata-kata tersebut kemudian dalam bahasa Indonesia terutama bahasa Jawa diartikan “susila “
yang memilki hubungan dengan moralitas. Oleh karena itu secara etimologis kata “Pancasila”
yang dimaksudkan adalah adalah istilah “Panca Syilla” dengan vokal i pendek yang memilki
makna leksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang memiliki lima unsur”.
Adapun istilah “Panca Syiila” dengan huruf Dewanagari i bermakna 5 aturan tingkah laku yang
penting.
Pengertian Pancasila secara Historis

Proses perumusan Pancasila diawali ketika dalam sidang BPUPKI pertama dr. Radjiman
Widyodiningrat, mengajukan suatu masalah, khususnya akan dibahas pada sidang tersebut.
Masalah tersebut adalah tentang suatu calon rumusan dasar negara Indonesia yang akan
dibentuk. Kemudian tampilah pada sidang tersebut tiga orang pembicara yaitu Mohammad
Yamin, Soepomo dan Soekarno.

Pada tanggal 1 Juni 1945 di dalam siding tersebut Ir. Soekarno berpidato secara lisan (tanpa teks)
mengenai calon rumusan dasar negara Indonesia. Kemudian untuk memberikan nama
“Pancasila” yang artinya lima dasar, hal ini menurut Soekarno atas saran dari salah seorang
temannya yaitu seorang ahli bahasa yang tidak disebutkan namanya.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, kemudian


keesokan harinya tanggal 18 Agustus 1945 disahkannya Undang-Undang Dasar 1945 termasuk
Pembukaan UUD 1945 di mana didalamnya termuat isi rumusan lima prinsip atau lima prinsip
sebagai satu dasar negara yang diberi nama Pancasila.

Sejak saat itulah perkataan Pancasila menjadi bahasa Indonesia dan merupakan istilah umum.
Walaupun dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 tidak termuat istilah “Pancasila”, namun yang
dimaksudkan Dasar Negara Republik Indonesia adalah disebut dengan istilah “Pancasila”. Hal
ini didasarkan atas interpretasi historis terutama dalam rangka pembentukan calon rumusan dasar
negara, yang secara spontan diterima oleh peserta sidang secara bulat.

Pengertian Pancasila secara Terminologis

Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu telah melahirkan negara Republik
Indonesia. Untuk melengkapi alat-alat perlengkapan negara sebagaimana lazimnya negara-
negara yang merdeka, maka panitia Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) segera
mengadakan sidang. Dalam sidangnya tanggal 18 Agustus 1945 telah berhasil mengesahkan
UUD negara Republik Indonesia yang dikenal dengan UUD 1945. Adapun UUD 1945 terdiri
atas dua bagian yaitu Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasal UUD 1945 yang berisi 37 pasal, 1
aturan Aturan Peralihan yang terdiri atas 4 pasal dan 1 Aturan Tambahan terdiri atas 2 ayat.

Dalam bagian pembukaan UUD 1945 yang terdiri atas empat alinea tersebut tercantum rumusan
Pancasila sebagai berikut :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan


5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 inilah yang secara
konstisional sah dan benar sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang disahkan oleh PPKI
yang mewakili seluruh rakyat Indonesia.

SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA (Sebagai Ideologi & Dasar Negara)


31 Mei 2011 pukul 09.13

Oleh : Junaidi Farhan

Dari berbagai sumber sejarah.

Tiga setengah abad lebih, bangsa kita dijajah bangsa asing.

Tahun 1511 Bangsa Portugis merebut Malaka dan masuk kepulauan Maluku, sebagai awal
sejarah buramnya bangsa ini, disusul Spanyol dan Inggris yang juga berdalih mencari rempah -
rempah di bumi Nusantara. Kemudian Tahun 1596 Bangsa Belanda pertama kali datang ke
Indonesia dibawah pimpinan Houtman dan de Kyzer. Yang puncaknya bangsa Belanda
mendirikan VOC dan J.P. Coen diangkat sebagai Gubernur Jenderal Pertama VOC.

Penjajahan Belanda berakhir pada tahun 1942, tepatnya tanggal 9 Maret 1942 Pemerintah Hindia
Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak saat itu Indonesia diduduki oleh bala
tentara Jepang. Namun Jepang tidak terlalu lama menduduki Indonesia, sebab tahun 1944,
tentara Jepang mulai kalah melawan tentara Sekutu.
Untuk menarik simpati bangsa Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentara
Sekutu, Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari. Janji ini diucapkan oleh
Perdana Menteri Kaiso pada tanggal 7 September 1944. Oleh karena terus menerus terdesak,
maka pada tanggal 29 April 1945 Jepang memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepada
bangsa Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam Maklumat
Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer Jepang di Jawa dan Madura)
Dalam maklumat tersebut sekaligus dimuat dasar pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tugas badan ini adalah menyelidiki dan
mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat
dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia.

Keanggotaan badan ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945, dan mengadakan sidang pertama pada
tanggal 29 Mei s/d 1 Juni 1945. Dalam sidang pertama tersebut yang dibicarakan khusus
mengenai dasar negara untuk Indonesia merdeka nanti. Pada sidang pertama tersebut 2 (dua)
Tokoh membahas dan mengusulkan dasar negara yaitu Muhammad Yamin dan Ir. Soekarno.

Tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai calon dasar negara secara
lisan yang terdiri atas lima hal, yaitu :

1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat

Selain secara lisan M. Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yaitu :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa


2. Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kemudian pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno (Bung Karno) mengajukan usul mengenai
calon dasar negara yaitu :

1. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)


2. Internasionalisme (Perikemanusiaan)
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

Kelima hal ini oleh Bung Karno diberi nama PANCASILA, lebih lanjut Bung Karno
mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila, yaitu:

1. Sosio nasionalisme
2. Sosio demokrasi
3. Ketuhanan.

Selanjutnya oleh Bung Karno tiga hal tersebut masih bisa diperas lagi menjadi Ekasila yaitu
GOTONG ROYONG.

Selesai sidang pembahasan Dasar Negara, maka selanjutnya pada hari yang sama (1 Juni 1945)
para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah
menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno
BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat
sampai dengan tanggal 20 Juni 1945.

Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas 8 orang, yaitu:

1. Ir. Soekarno
2. Ki Bagus Hadikusumo
3. K.H. Wachid Hasjim
4. Mr. Muh. Yamin
5. M. Sutardjo Kartohadikusumo
6. Mr. A.A. Maramis
7. R. Otto Iskandar Dinata dan
8. Drs. Muh. Hatta

Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggota
BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. Hasil yang dicapai antara lain disetujui dibentuknya sebuah
Panitia Kecil Penyelidik Usul - usul/ Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas sembilan orang,
yaitu: Ir. Soekarno, Drs. Muh. Hatta, Mr. A.A. Maramis, K.H. Wachid Hasyim, Abdul Kahar
Muzakkir, Abikusno Tjokrosujoso, H. Agus Salim, Mr. Ahmad Subardjo dan Mr. Muh. Yamin.
Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini berhasil merumuskan Mukadimah Hukum
Dasar, yang kemudian dikenal dengan sebutan PIAGAM JAKARTA.
Dalam sidang BPUPKI kedua, Tanggal 10 s/d 16 Juli 1945, hasil yang dicapai adalah
merumuskan rancangan Hukum Dasar. Tanggal 9 Agustus 1945 dibentuk Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dan pada Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa
syarat kepada Sekutu, sejak saat itu Indonesia kosong dari kekuasaan. Keadaan tersebut
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia, yaitu dengan mem-
Proklamasi-kan Kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah
proklamasi kemerdekaan PPKI mengadakan sidang, dengan acara utama :

1. Mengesahkan Rancangan Hukum Dasar dengan Preambulnya (Pembukaan)


2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Untuk pengesahan Preambul, terjadi proses yang sangat panjang, sehingga sebelum
mengesahkan Preambul, Drs. Muhammad Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada
tanggal 17 Agustus 1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan, ada utusan dari
Indonesia bagian Timur yang menemuinya. Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan
agar pada alinea keempat preambul, di belakang kata KETUHANAN yang berbunyi 'dengan
kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' dihapus. Jika tidak maka rakyat
Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja
diproklamasikan.

Usul ini oleh Muh. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para
anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim dan
Teuku Muh. Hasan. Bung Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan
kesatuan bangsa. Oleh karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan,
mengingat Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh Islam itu merelakan dicoretnya
'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' di belakang kata
Ketuhanan dan diganti dengan 'Yang Maha Esa', sehingga Preambule (Pembukaan) UUD1945
disepakati sebagai berikut :

UNDANG-UNDANG DASAR

NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

PEMBUKAAN (Preambule)

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka
penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan
perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia
dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan
Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur,
supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang
berkedaulatan dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan
beradab, Persatuan Indonesia dan Ke-rakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/ Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia.

Dan untuk dapat melaksanakan PANCASILA sebagai ideologi dan dasar negara sekaligus
sebagai pandangan hidup seluruh Rakyat Indonesia, maka Pancasila diterjemahkan dalam butir -
butir Pancasila yaitu :

1. KETUHANAN YANG MAHA ESA :

 Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha
Esa.
 Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama
dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
 Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan
penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
 Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa.
 Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
 Menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
 Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan
agama dan kepercayaannya masing-masing.
 Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang
lain.

2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB :

 Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai
makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
 Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa
membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial,
warna kulit dan sebagainya.
 Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
 Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
 Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
 Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
 Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
 Berani membela kebenaran dan keadilan.
 Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
 Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. PERSATUAN INDONESIA :

 Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan
negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
 Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
 Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
 Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
 Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial.
 Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
 Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM


PERMUSYAWARATAN/ PERWAKILAN :

 Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan,
hak dan kewajiban yang sama.
 Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
 Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
 Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
 Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
 Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan
musyawarah.
 Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan
golongan.
 Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
 Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang
Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan
mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
 Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan
pemusyawaratan.

5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA :

 Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan
dan kegotongroyongan.
 Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
 Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
 Menghormati hak orang lain.
 Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
 Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasaN terhadap orang lain.
 Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gayA hidup mewah.
 Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikaN kepentingan umum.
 Suka bekerja keras.
 Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan
bersama.
 Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan
sosial.