Anda di halaman 1dari 52

MODUL

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI


SEKTOR KONSTRUKSI GOLONGAN POKOK
JURU GAMBAR ARSITEKTUR

BEKERJASAMA DENGAN REKAN KERJA DAN


LINGKUNGAN SOSIAL YANG BERAGAM
INA.5220.123.01.02.06

2016

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
DIREKTORAT BINA KOMPETENSI DAN PRODUKTIVITAS KONSTRUKSI
Jl. Sapta Taruna Raya – Komplek PU Pasar Jumat – Jakarta Selatan
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

KATA PENGANTAR

Modul pelatihan berbasis kompetensi merupakan salah satu media pembelajaran yang
dapat digunakan sebagai media transformasi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja
kepada peserta pelatihan untuk mencapai kompetensi tertentu berdasarkan program
pelatihan yang mengacu kepada Standar Kompetensi.

Modul pelatihan ini berorientasi kepada pelatihan berbasis kompetensi ( Competence


Based Training) diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku Informasi, Buku Kerja
dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penggunaanya
sebagai referensi dalam media pembelajaran bagi peserta pelatihan dan instruktur, agar
pelaksanaan pelatihan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Untuk memenuhi
kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi tersebut , maka disusunlah modul pelatihan
berbasis kompetensi dengan judul “Bekerjasama Dengan Rekan Kerja Dan
Lingkungan Sosial Yang Beragam “.

Kami menyadari bahwa modul yang kami susun ini masih jauh dari sempurna . Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan masukan untuk perbaikan agar tujuan
dari penyusunan modul ini menjadi lebih efektif.

Demikian kami sampaikan, semoga Tuhan YME memberikan tuntunan kepada kita dalam
melakukan berbagai upaya perbaikan dalam menunjang proses pelaksanaan pelatihan di
lembaga pelatihan kerja .

Jakarta, ........................ 2016

Direktur
Bina Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi

Dr. Ir. H. Masrianto, MT.


NIP.

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 1 dari 12
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
1

DAFTAR ISI………..
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
2

ACUAN STANDAR KOMPETENSI KERJA DAN SILABUS PELATIHAN


..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
3

A. Acuan Standar Kompetensi Kerja


................................................................................................................
................................................................................................................
3

B. Kemampuan yang Harus Dimiliki Sebelumnya


................................................................................................................
................................................................................................................
4

C. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)


................................................................................................................
................................................................................................................
9

LAMPIRAN

1. BUKU INFORMASI

2. BUKU KERJA

3. BUKU PENILAIAN

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 2 dari 12
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

ACUAN STANDAR KOMPETENSI KERJA


DAN SILABUS PELATIHAN

A. Acuan Standar Kompetensi Kerja

Materi Pelatihan ini merupakan bagian dari Paket Pelatihan Jabatan Kerja Juru
Gambar Arsitektur yaitu sebagai representasi dari Unit Kompetensi Bekerjasama
dengan rekan kerja dan lingkungan sosial yang beragam, sehingga untuk kualifikasi
jabatan kerja tersebut diperlukan pemahaman dan kemampuan mengaplikasikan
dari materi pelatihan lainnya, yaitu:
2.1.1. Melaksanakan prosedur K3 dan lingkungan di tempat kerja
2.1.2. Mendiagnosa gambar sketsa/draft
2.1.3. Mengidentifikasi bahan dan alat yang diperlukan
2.1.4. Membuat jadwal kerja
2.1.5. Melakukan penggambaran
2.1.6. Menyimpan/merapikan gambar dan peralatan yang sudah selesai digunakan
2.1.7. Membuat laporan hasil penggambaran

2.2. Pengertian Unit Standar Kompetensi

2.2.1. Unit Kompetensi

Unit kompetensi adalah bentuk pernyataan terhadap tugas / pekerjaan yang


akan dilakukan dan merupakan bagian dari keseluruhan unit kompetensi
yang terdapat pada standar kompetensi kerja dalam suatu jabatan kerja
tertentu.

2.2.2. Unit Kompetensi yang akan Dipelajari

Salah satu unit kompetensi yang akan dipelajari dalam paket pelatihan ini
adalah “Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial yang
beragam”.

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 3 dari 12
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

2.2.3. Durasi/Waktu Pelatihan

Pada sistem pelatihan berbasis kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian


kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Peserta yang berbeda mungkin
membutuhkan waktu yang berbeda pula untuk menjadi kompeten dalam
melakukan tugas tertentu.

2.2.4. Kesempatan untuk Menjadi Kompeten

Jika peserta latih belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan


pertama, Pelatih akan mengatur rencana pelatihan dengan peserta latih
yang bersangkutan.
Rencana ini akan memberikan kesempatan kembali kepada peserta untuk
meningkatkan level kompetensi sesuai dengan level yang diperlukan.
Jumlah maksimum usaha / kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

2.3 Unit Kompetensi Kerja Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi


peserta pelatihan atau siswa untuk dapat :
 Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
 Mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan.
 Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
 Menyakinkan, bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria
unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

B. Kemampuan yang harus dimiliki sebelumnya

1. Kemampuan Awal
Peserta pelatihan harus telah memiliki pengetahuan awal K3-LH, perbaikan
gambar sketsa/draft dan melakukan penggambaran.

2. Judul Unit : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial yang
beragam

3. Kode Unit : INA.5220.123.01.02.06


Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 4 dari 12
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

4. Deskripsi Unit
Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang
diperlukan dalam Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial yang
beragam yang dilakukan oleh Juru Gambar Arsitektur

5. Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA


1. Berkomunikasi di 1.1 Pengertian, persyaratan dan jenis komunikasi
tempat kerja dipelajari dengan cermat dan teliti.
1.2 Penerimaan dan penyampaian informasi
dilakukan dengan benar dan efektif agar tidak
menimbulkan hambatan
1.3 Penerimaan dan penyampaian informasi
dilakukan melalui cara dan media yang tepat.
1.4 Jalur komunikasi internal dan external
dilaksanakan secara efektif.
1.5 Prosedur pelaksanaan tugas dipahami dan
dilaksanakan dengan cermat.
1.6 Prosedur hubungan kerja antar personal
dilaksanakan secara transparan untuk
kepentingan kelompok kerja dengan
mengesampingkan permasalahan pribadi.

2. Melaksanakan 2.1. Masukan disampaikan pada pertemuan


koordinasi di tempat koordinasi di tempat kerja dengan cara
kerja. penyampaian yang tepat.
2.2. Keputusan dari hasil pertemuan dilaksanakan
secara konsisten.
2.3. Interaksi positif dilakukan agar sifat
individualistis pribadi dapat dirubah menjadi
kepentingan kolektif sesuai tujuan yang hendak
dicapai.
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 5 dari 12
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA


3. Melaksanakan 3.1. Peran anggauta tim dalam kelompok kerja
kerjasama (team work) dipelajari dan dilaksanakan sesuai prosedur
di tempat kerja. yang ada.
3.2. Tujuan kerja tim dibangun dan dikenali untuk
mencapai keberhasilan yang diharapkan.
3.3. Tugas dan tanggung jawab individu
diidentifikasi, diprioritaskan serta diselesaikan
dalam waktu yang ditentukan.
3.4. Komunikasi yang tepat dilaksanakan untuk
menunjang keberhasilan kerja.
3.5. Pelaksanaan tugas dalam Tim dilaksanakan
sesuai prosedur perusahaan yang berlaku.

BATASAN VARIABEL
1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor jasa konstruksi.
2. Tergantung kepada organisasi dan situasi tertentu, pelanggan meliputi, namun tidak
terbatas pada:
2.1. Anggota juru gambar lainnya.
2.2. Individu atau kelompok internal.
2.3. Mitra kerja.
3. Perbedaan budaya meliputi, namun tidak terbatas kepada perbedaan-perbedaan
alami berikut (hanya contoh) :
3.1. Ras.
3.2. Bahasa.
3.3. Agama.
3.4. Cacat (kekurangan).
3.5. Struktur keluarga.
3.6. Jenis kelamin.
3.7. Umur.
3.8. Pilihan jenis kelamin.
4. Kemungkinan perbedaan cultural meliputi, namun tidak terbatas kepada :
4.1. Bahasa yang digunakan.
4.2. Cara menyampaikan.
4.3. Tingkat formalitas/informalitas.
4.4. Tingkah laku yang tersirat.
4.5. Etika kerja.
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 6 dari 12
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

4.6. Kerapian pribadi.


4.7. Tuntutan keluarga.
4.8. Hari libur yang diakui.
4.9. Kebiasaan atau tradisi.
4.10. Kebutuhan khusus.
4.11. Produk yang disukai.
5. Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan bahasa :
5.1. Bertemu dan member salam kepada kolega/atasan langsung.
5.2. Memberikan pengarahan yang sederhana.
5.3. Memberikan instruksi yang sederhana.
5.4. Menjawab pertanyaan yang sederhana.
5.5. Menyiapkan, melayani, dan membantu kolega/atasan langsung.

PANDUAN PENILAIAN
1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang untuk mendemonstrasikan kompetensi,
bukti pengetahuan dan keterampilan dibidang berikut ini dibutuhkan :
1.1. Kebutuhan dan harapan kolega/atasan langsung.
1.2. Pengetahuan komunikasi efektif yang berkaitan dengan :
1.2.1. Pendengaran.
1.2.2. Pertanyaan.
1.2.3. Komunikasi non-verbal.
1.2.4. Pemahaman prinsip-prinsip kerja tim.

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 7 dari 12
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

2. Konteks penilaian
Unit ini dapat dinilai berdasarkan saat bekerja atau tidak bekerja. Penilaian wajib
meliputi, peragaan praktek baik di tempat kerja maupun melalui simulasi. Penilaian
wajib didukung oleh jenis metode-metode untuk menilai pengetahuan penunjang.
3. Aspek penting penilaian
3.1. Petunjuk harus meliputi, kemampuan berkomunikasi efektif dengan kolega
yang didemonstrasikan (termasuk bagi yang memiliki kebutuhan tertentu)
dalam jenis situasi yang dibutuhkan untuk peranan pekerjaan yang relevan.
3.2. Fokus dari unit ini beragam yang tergantung kepada variasi cultural dan
persyaratan tertentu yang berlaku dalam situasi tertentu.
Kaitan dengan unit-unit lain
Unit inti yang menopang kinerja efektif di seluruh unit lain. Direkomendasikan bahwa
unit ini dinilai/dilatih sesuai dengan unit layanan dan operasional lainnya.
3.3. Membuat program kerja berdasarkan target waktu yang diberikan, dan rencana
kebutuhan bahan.
3.4. Membuat laporan hasil pekerjaan untuk kebutuhan pelaporan.

Kompetensi Kunci

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT


1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa 1
informasi
2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 1
3. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas 1
4. Bekerja dengan orang lain dan kelompok 1
5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 1
6. Memecahkan masalah 1
7. Menggunakan teknologi 1

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 8 dari 12
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

C. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)

Judul Unit Kompetensi : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial yang beragam
Kode Unit Kompetensi : INA.5220.123.01.02.06
Deskripsi Unit Kompetensi : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang diperlukan
dalam Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial yang beragam yang dilakukan
oleh Juru Gambar Arsitektur
Perkiraaan Waktu Pelatihan : 270 menit terdiri dari teori 135 menit, praktek 135 menit
Tabel Silabus Unit Kompetensi :

Metode/
Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Silabus Media Waktu Pembelajaran
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran
T P Jml
Komunikasi di
1. Melakukan komunikasi di tempat kerja 45 45 90
Lingkungan Kerja
1.1. Pengertian , persyaratan dan jenis • Dapat menjelaskan pengertian, jenis, Komunikasi dan kerjasama di  Ceram 15 15 30
komunikasi dipelajari dengan cermat persyaratan, dan cara berkomunikasi di tempat tempat kerja ah
dan teliti kerja.  Diskusi
• Dapat menjelaskan kriteria komunikasi yang  Demon
efektif dalam tim kerja. strasi
• Mampu melakukan komunikasi yang efektif di
dalam tim kerja.
• Harus mampu secara cermat dan tepat dalam
berkomunikasi di dalam tim kerja
1.2. Penerimaan dan penyampaian informasi • Dapat menjelaskan pengertian informasi Pengelolaan Informasi di  Ceram 15 15 30
dilakukan dengan benar dan efektif • Dapat menjelaskan cara penerimaan dan tempat Kerja ah
agar tidak menimbulkan hambatan  Diskusi
penyampaian informasi kepada atasan, teman
sejawat, dan bawahan di tempat kerja.  Demon
• Mampu menyampaikan dan menerima informasi strasi
kepada atasan, teman sejawat, dan bawahan di
tempat kerja
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Halaman: 9 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Metode/
Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Silabus Media Waktu Pembelajaran
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran
T P Jml
• Harus mampu secara cermat dan tepat dalam
menyampaikan dan menerima informasi kepada
atasan, teman sejawat, dan bawahan di tempat
kerja
1.3. Penerimaan dan penyampaian informasi • Dapat menjelaskan jenis media penyampaian Media Penyampaian  Ceram 15 15 30
dilakukan melalui cara dan media yang informasi kepada atasan, teman sejawat, dan Informasi ah
tepat bawahan di tempat kerja.  Diskusi
 Demon
strasi
• Mampu menggunakan cara dan media yang
tepat dalam menerima dan menyampaikan
informasi dari dan kepada atasan, bawahan,
dan teman sejawat.
• Harus mampu secara cermat dan tepat dalam
menggunakan cara dan media dalam menerima
dan menyampaikan informasi dari dan kepada
atasan, bawahan, dan teman sejawat.
1.4. Jalur komunikasi internal dan external • Dapat menjelaskan pengertian jalur komunikasi Media dan Pengelolaan  Ceram 15 15 30
dilaksanakan secara efektif. secar internal dan eksternal Komunikasi di tempat kerja ah
 Diskusi
 Demon
strasi
• Dapat menjelaskan cara penggunaan jalur
komunikasi internal dan eksternal dalam
bekerja.
• Mampu melakukan komunikasi secara internal
maupun ekesternal dalam bekerja.
• Harus mampu secara efektif dalam
berkomunikasi secara internal maupun
eksternal.
1.5. Prosedur pelaksanaan tugas dipahami • Dapat menjelaskan tugas-tugas seorang juru Prosedur Pelaksanaan Tugas  Ceram 15 15 30
dan dilaksanakan dengan cermat. gambar. Menggambar ah
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Halaman: 10 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Metode/
Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Silabus Media Waktu Pembelajaran
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran
T P Jml
 Diskusi
 Demon
strasi
• Dapat menjelaskan cara menyelesaikan tugas/
SOP seorang juru gambar.
• Mampu melaksanakan tugas menggambar
sesuai prosedur yang benar.
• Harus mampu secara cermat dan teliti dalam
melaksanakan tugas menggambar sesuai
prosedur yang benar.
1.6. Prosedur hubungan kerja antar personal • Dapat menjelaskan pengertian hubungan kerja hubungan kerja antar  Ceram 15 15 30
dilaksanakan secara transparan untuk antar personal dalam tim kerja. personal dalam tim kerja ah
kepentingan kelompok kerja dengan  Diskusi
mengesampingkan permasalahan
 Demon
pribadi.
strasi
• Dapat menjelaskan cara membina hubungan
kerja antar personal dalam tim kerja.
• Mampu melaksanakan kerjasama dalam
menyelesaikan tugas dalam tim kerja yang solid.
• Harus mampu secara bijaksana dalam
membangun hubungan antar personal dalam
menyelesaikan tugas dalam tim kerja.
Koordinasi di tempat
2. Melaksanakan koordinasi di tempat kerja 45 45 90
Kerja
2.1 Masukan disampaikan pada pertemuan • Dapat menjelaskan fungsi koordinasi dalam Penyampaikan Masukan  Ceram 15 15 30
koordinasi di tempat kerja dengan cara pekerjaan. Dalam Pertemuan Koordinasi ah
penyampaian yang tepat. • Dapat menjelaskan hal-hal yang perlu  Diskusi
diperhatikan dalam rapat koordinasi.  Demon
• Dapat menjelaskan cara menyampaikan strasi
informasi dan masukan pada rapat koordinasi.

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Halaman: 11 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Metode/
Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Silabus Media Waktu Pembelajaran
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran
T P Jml
• Dapat menjelaskan hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam menyampaikan masukan
pada rapat koordinasi.
• Mampu menyampaikan informasi dan masukan
pada rapat koordinasi dengan tepat.
• Harus mampu secara cermat dan tepat dalam
menyampaikan informasi dan masukan pada
rapat koordinasi.
2.2 Keputusan dari hasil pertemuan • Dapat menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan Keputusan dari hasil  Ceram 15 15 30
dilaksanakan secara konsisten. pada saat melaksanakan keputusan hasil rapat. pertemuan dilaksanakan ah
• Dapat menjelaskan hasil keputusan rapat secara konsisten  Diskusi
koordinasi dengan arsitek, dan tim kerja yang  Demon
lain. strasi
• Mampu melaksanakan pekerjaan penggambaran
sesuai hasil keputusan rapat koordinasi.
• Harus mampu secara tepat dan konsisten dalam
melaksanakan pekerjaan penggambaran sesuai
hasil keputusan rapat koordinasi.

2.3 Interaksi positif dilakukan agar sifat • Dapat menjelaskan prinsip-prinsip dalam Interaksi di tempat kerja  Ceram 15 15 30
individualistis pribadi dapat dirubah berinteraksi antar anggota tim maupun dengan ah
menjadi kepentingan kolektif sesuai tim lain dalam bekerja.  Diskusi
tujuan yang hendak dicapai.
 Demon
strasi
• Dapat menjelaskan tujuan yang akan dicapai
dalam bekerja.
• Mampu berinteraksi secara positif dengan
anggota tim maupun orang lain di luar tim.
• Harus mampu secara tepat dalam berinteraksi
dengan anggota tim maupun orang lain di luar
tim.

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Halaman: 12 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Metode/
Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Silabus Media Waktu Pembelajaran
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran
T P Jml
Kerjasama dan Team
3. Melaksanakan kerjasama (team work) di tempat kerja
work
45 45 90

3.1. Peran anggauta tim dalam kelompok • Dapat menjelaskan pengertian team work. Peran Anggota Tim dalam  Ceram 15 15 30
kerja dipelajari dan dilaksanakan sesuai Kelompok Kerja ah
prosedur yang ada.  Diskusi
 Demon
strasi
• Dapat menjelaskan prinsip-prinsip dalam
melaksanakan kerjasama di tempat kerja.
• Dapat menjelaskan peran masing-masing
anggota tim.
• Mampu melaksanakan tugas sesuai peran dalam
anggota tim.
• Harus mampu dengan penuh tanggung jawab
dalam melaksanakan tugas sesuai peran dalam
anggota tim.
3.2 Tujuan kerja tim dibangun dan dikenali • Dapat menjelaskan tujuan tim kerja. Tujuan kelompok kerja  Ceram 15 15 30
untuk mencapai keberhasilan yang • Dapat menjelaskan kriteria keberhasilan dalam ah
diharapkan.  Diskusi
mencapai tujuan dalam tim.
• Mampu melaksanakan tujuan tim dalam  Demon
kelompok kerja. strasi
• Harus mampu melaksanakan tujuan tim dalam
kelompok kerja dengan penuh tanggung jawab.
3.3. Tugas dan tanggung jawab individu • Dapat mengidentifikasi anggota-anggota dalam Tugas dan tanggung jawab  Ceram 15 15 30
diidentifikasi, diprioritaskan serta kelompok kerja. anggota tim kerja ah
diselesaikan dalam waktu yang menggambar  Diskusi
ditentukan
 Demon
strasi
• Dapat menjelaskan peran setiap anggota tim
dalam kelompok kerja.
• Dapat menjelaskan tugas dan tanggung jawab
masing-masing anggota kelompok kerja.
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Halaman: 13 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Metode/
Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Silabus Media Waktu Pembelajaran
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran
T P Jml
• Mampu memprioritaskan dan menyelesaikan
tugas dan tanggung jawab dalam waktu yang
ditentukan.
• Harus mampu menyelesaikan tugas dalam
kelompok kerja dengan cermat dan tepat waktu.
3.4. Komunikasi yang tepat dilaksanakan • Dapat menjelaskan prinsip-prinsip komunikasi Komunikasi dalam kelompok  Ceram 15 15 30
untuk menunjang keberhasilan kerja. dalam kelompok kerja. kerja ah
 Diskusi
 Demon
strasi
• Dapat menjelaskan cara/media yang dapat
digunakan untuk melakukan komunikasi antar
anggota kelompok kerja.
• Mampu melaksanakan komunikasi antara kepala
kelompok dan anggota kelompok, serta antar
anggota kelompok.
• Harus Mampu melaksanakan komunikasi antara
kepala kelompok dan anggota kelompok, serta
antar anggota kelompok dengan tepat.
3.5. Pelaksanaan tugas dalam Tim • Dapat menjelaskan peraturan dalam kelompok Pelaksanaan tugas dalam  Ceram 15 15 30
dilaksanakan sesuai prosedur kerja yang sudah disepakati. kelompok kerja juru gambar ah
perusahaan yang berlaku.  Diskusi
 Demon
strasi
• Dapat menjelaskan kriteria kelompok kerja yang
berkinerja tinggi.
• Dapat menjelaskan prosedur melaksanakan
tugas juru gambar.
• Mampu melaksanakan tugas dalam tim sesuai
prosedur yang berlaku sehingga menghasilkan
kelompok kerja yang berkinerja tinggi.
• Harus mampu secara cermat dan tanggung
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Halaman: 14 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Golongan Pokok Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Metode/
Elemen Kompetensi Indikator Unjuk Kerja (IUK) Silabus Media Waktu Pembelajaran
/ Kriteria Unjuk Kerja Persyaratan Kompetensi Pembelajaran
T P Jml
jawab dalam melaksanakan tugas dalam tim
sesuai prosedur yang berlaku sehingga
menghasilkan kelompok kerja yang berkinerja
tinggi.

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Halaman: 15 dari 14
Buku Informasi Edisi : 2016
BUKU INFORMASI

BEKERJASAMA DENGAN REKAN KERJA DAN


LINGKUNGAN SOSIAL YANG BERAGAM
INA.5220.123.01.02.06

2016

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
DIREKTORAT BINA KOMPETENSI DAN PRODUKTIVITAS KONSTRUKSI
Jl. Sapta Taruna Raya – Komplek PU Pasar Jumat – Jakarta Selatan
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ....................................................................................................... 1

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 3


A. Tujuan Umum .................................................................................. 3
B. Tujuan Khusus ................................................................................. 3

BAB II BERKOMUNIKASI DI TEMPAT KERJA............................................... 4


A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Berkomunikasi di Tempat Kerja. . . 4
1. Pengertian, Persyaratan dan Jenis Komunikasi.................................. 4
1.1 Pengertian komunikasi............................................................. 4
1.2 Penerimaan dan Penyampaian Informasi yang Terkait dengan
Tugas...................................................................................... 6
1.3 Penerimaan dan Penyampaian Informasi Melalui Cara dan Media
Yang Tepat.............................................................................. 8
1.4 Jalur komunikasi...................................................................... 10
1.5 Prosedur Pelaksanaan Tugas Juru gambar................................. 11
1.6 Prosedur Hubungan Kerja Antar Personal.................................. 12
B. Keterampilan yang diperlukan dalam Berkomunikasi di tempat kerja.... 14
C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Berkomunikasi di tempat kerja....... 14

BAB III MELAKSANAKAN KOORDINASI DI TEMPAT KERJA......................... 15

A.Pengetahuan yang diperlukan dalam Melaksanakan Koordinasi di Tempat


Kerja................................................................................................ 15
1. Penyampaikan Masukan Dalam Pertemuan Koordinasi................... 15
2. Keputusan/ Hasil Pertemuan Dilaksanakan Secara Konsisten.......... 21
2.1 Pelaksanaan keputusan hasil pertemuan............................... 21
2.2 Umpan balik dari pelaksanaan setiap keputusan berdasarkan
penerapan-nya di lapangan.................................................. 21
3. Interaksi Di Tempat Kerja............................................................ 22

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 1 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

B.Keterampilan yang diperlukan dalam Melaksanakan Koordinasi di tempat


kerja................................................................................................. 23
C.Sikap Kerja yang diperlukan dalam Melaksanakan Koordinasi di tempat kerja
23

BAB IV MELAKSANAKAN KERJASAMA DI TEMPAT KERJA........................... 24

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Melaksanakan Kerjasama di Tempat


Kerja................................................................................................ 24
1. Peran Anggota Kelompok Kerja...................................................... 25
2. Tujuan Kelompok Kerja.................................................................. 25
3. Tugas dan tanggung jawab anggota tim kerja menggambar............ 26
4. Komunikasi dalam Kegiatan Kelompok Kerja................................... 28
5. Pelaksanaan Tugas dalam Kelompok Kerja Juru Gambar.................. 29
B. Keterampilan yang diperlukan dalam Melaksanakan kerjasama ( team
work) di tempat kerja........................................................................ 33
C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Melaksanakan kerjasama (team work)
di tempat kerja................................................................................. 33
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................... 34

DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN................................................................. 35

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 2 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

BAB I
PENDAHULUAN

A. TUJUAN UMUM

Setelah mempelajari modul ini peserta latih diharapkan mampu Peserta mampu
melaksanakan komunikasi dan bekerjasama dalam menyelesaikan tugas
menggambar.

B. TUJUAN KHUSUS

Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi bekerjasama


dengan rekan kerja dan lingkungan sosial yang beragam ini guna memfasilitasi
peserta latih sehingga pada akhir pelatihan diharapkan memiliki kemampuan
sebagai berikut:

1. Kemampuan melaksanakan komunikasi secara efektif di tempat kerja


2. Kemampuan melaksanakan konsultasi dengan arsitek dan koordinasi
secara efektif di tempat kerja
3. Kemampuan melaksanakan kerjasama (team work ) secara efektif di tempat
kerja

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 3 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

BAB II
BERKOMUNIKASI DI TEMPAT KERJA

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Berkomunikasi di Tempat Kerja

Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia,


dimana dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah
manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan
mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya. Satu-satunya alat
untuk dapat berhubungan dengan orang lain dilingkungannya adalah komunikasi,
baik secara verbal maupun non verbal.
Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia, terlebih manusia yang melakukan aktifitas atau pekerjaan di lingkungan
tertentu.

1. Pengertian, Persyaratan dan Jenis Komunikasi

1.1 Pengertian komunikasi

Komunikasi di juru gambar : komunikasi antara job captaian dengan juru gambar
melalui gambar sketsa, foto, notasi, simbol, legenda, catataan, dll untuk
menyelesaikan tugas menggambar.

Menurut kamus Bahasa Indonesia, komunikasi adalah penyampaian dan


penerimaan pesan antara dua orang atau lebih secara benar, sehingga tujuan
berkomunikasi tercapai.

Menurut asal kata Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau
Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita
berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang
disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.

Jadi komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang (penyampai


pesan atau komunikator) kepada orang lain (penerima pesan atau komunikan)
dengan maksud memperoleh umpan balik / feed back (gambar 4.1 Proses
Komunikasi)

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 4 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Gambar 4.1 Proses Komunikasi

Persyaratan komunikasi

Ada beberapa peryaratan yang mempengaruhi keberhasilan suatu komunikasi,


antara lain:

a. Juru gambar dengan atasan dapat berkomunikasi dengan baik melalui


gambar sketsa, simbol, legenda, catatan,

b. Tujuan komunikasi harus jelas, terciptanya gambar yang memenuhi


persyaratan

c. Isi komunikasi dikemas secara jelas dan mudah dipahami melalui sketsa,
foto, dll

d. Alat/media komunikasi yang tepat melalui internet, telpon, sosial media, dll

e. Komunikasi harus menarik sehingga menghasilkan gambar yang sesuai


dengan perintah kerja.

Jenis komunikasi

Terdapat beberapa jenis atau macam komunikasi yang masing-masing jenis


memiliki kelebihan dan kekurangan.

Jenis komunikasi yang dimaksud adalah:


a. Komunikasi verbal (secara lisan)

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 5 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Komunikasi secara lisan adalah komunikasi yang bersifat langsung, yaitu


dalam bentuk pengarahan dan pembahasan tentang gambar yang dikerjakan
antara atasan dengan juru gambar.
b. Komunikasi non-verbal
 Komunikasi tertulis
Komunikasi tertulis adalah penyampaian informasi dengan tujuan
tertentu dengan cara ditulis, baik ditujukan kepada seseorang maupun
kepada kelompok orang. Komunikasi tertulis biasanya berupa surat,
surat perintah kerja dari pimpinan, laporan dari juru gambar.
 Komunikasi dengan gambar
Komunikasi atau informasi kadang-kadang lebih tepat dengan
menggunakan gambar sketsa dan hasil penggambaran.

Komunikasi dalam kelompok kerja yang efektif

Dalam suatu kelompok kerja, setiap anggota kelompok dapat berkomunikasi


secara bebas dan terbuka dengan anggota kelompok lainnya. Kelompok inipun
dapat membangun norma-norma kelompok, misalnya mengatur bagaimana cara
mereka berdiskusi, juga dapat mengembangkan peran-peran yang mempengaruhi
interkasi di antara mereka dan setiap anggota kelompok harus bersinergi dengan
anggota lainnya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa kehadiran kelompok
kerja seringkali lebih mampu untuk menghasilkan sebuah pekerjaan yang lebih
berkualitas dan juga mengambil keputusan yang lebih baik daripada bekerja
sendiri.

1.2. Penerimaan dan Penyampaian Informasi yang Terkait dengan


Tugas

Informasi adalah Sekumpulan data/ fakta yang diorganisasi atau diolah dengan
cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerima. Data yang telah diolah
menjadi sesuatu yang berguna bagi si penerima maksudnya yaitu dapat
memberikan keterangan atau pengetahuan. Bentuk-bentuk informasi untuk juru

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 6 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

gambar berupa informasi secara lisan : perintah menggambar, perintah secara


tertulis gambar sketsa, foto, dll

Informasi yang dihasilkan berupa gambar arsitektur.

Informasi berupa (1) Job description yang menyangkut tugas dan wewenang
sebagai juru gambar arsitektur, (2) Surat Perintah Kerja, (3) Prosedur yang
harus dilakukan dalam melaksanakan tugas (sesuai SOP), (4) Surat Keputusan,
dll.

Penerimaan dan penyampaian informasi merupakan tali penghubung antara


pihak yang menerima informasi dengan yang menyampaikan informasi. Materi
informasi dalam perusahaan dapat berupa perintah (instruksi), laporan atau
ketentuan-ketentuan yang harus ditaati oleh setiap anggota kelompok kerja.
Agar tidak menimbulkan hambatan maka komunikasi harus dilakukan dengan
benar dan efektif.

Cara penerimaan dan penyampaian informasi kepada atasan:

 meneliti informasi tersebut berasal dari sumber yang benar

 Menelaah dan menerima informasi dari atasan langsung

Cara penerimaan dan penyampaian informasi kepada teman sejawat:

 meneliti informasi tersebut berasal dari sumber yang benar

 Apabila jenis pekerjaan yang dilaksanakan oleh tim terdiri dari beberapa juru
gambar arsitektur, maka yang bersangkutan harus saling berkoordinasi dan
memberikan informasi mengenai detail tugasnya masing-masing.

 Menyampaikan ke atasan kebutuhan koordinasi dengan juru gambar disiplin


lain (juru gambar struktur, ME, dll).

Pada penerimaan informasi yang terkait dengan tugas, maka perlu diperhatikan:

1) Sumber informasi yang benar.


Dalam pelaksanaan tugas, seorang juru gambar arsitektur akan menerima
informasi dari berbagai sumber antara lain dari sesama anggota kelompok
kerja atau dari pimpinan kelompok kerja, baik disampaikan secara tertulis
maupun secara lisan (verbal).

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 7 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Setelah informasi tersebut diterima, maka juru gambar arsitektur pertama


kali harus dapat meneliti bahwa informasi tersebut berasal dari sumber yang
benar, misalnya berasal dari:
- Atasan Langsung
- Anggota Kelompok Kerja (sesama juru gambar)

2) Uraian informasi yang benar.


Juru gambar arsitektur harus mampu meneliti bahwa isi informasi yang
diterimanya telah benar dan sesuai dengan tugas pekerjaannya. Misalnya
untuk seorang juru gambar arsitektur mampu menentukan bahwa informasi
tersebut benar sesuai dengan tugas pekerjaannya:
a. Bila berasal dari Atasan Langsung, antara lain berisi informasi:
(1) Job description yang menyangkut tugas dan wewenang sebagai juru
gambar arsitektur
(2) Surat Perintah Kerja
(3) Prosedur yang harus dilakukan dalam melaksanakan tugas (sesuai
SOP)
(4) Surat Keputusan

b. Bila berasal dari sesama anggota kelompok kerja:


(1) Juru gambar arsitektur
Apabila jenis pekerjaan yang dilaksanakan oleh tim terdiri dari
beberapa juru gambar arsitektur, maka yang bersangkutan harus
saling berkoordinasi dan memberikan informasi mengenai detail
tugasnya masing-masing.

1.3. Penerimaan dan Penyampaian Informasi Melalui Cara dan Media Yang
Tepat.
Juru gambar harus memahami cara menerima dan menyampaikan informasi
melalui cara dan media yang tepat. Adapun cara komunikasi juru gambar adalah :
Cara langsung: melalui perintah, penjelasan dan arahan dari atasan ke juru
gambar mengenai pekerjaan menggambar.

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 8 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Tidak Langsung : melalui telepon, internet, sosial media mengenai tugas


menggambar bagi juru gambar arsitektur.

a) Penggunaan media yang tepat

Dalam kegiatan proyek sehari-hari ke 4 media komunikasi tersebut


banyak digunakan, antara lain :
(1) Komunikasi primer secara verbal digunakan pada pemberian tugas
dengan media bahasa yang dituangkan dalam tulisan, yaitu surat
perintah kerja, gambar kerja, gambar sketsa arsitektur, daftar
simak potensi bahaya dan kecelakaan.
(2) Komunikasi primer secara non verbal jarang dilakukan karena
bekerja di ruangan kantor, biasanya dengan telpon atau surat.
(3) Komunikasi sekunder biasanya dengan telpon dan surat.
(4) Komunikasi secara linear dalam bentuk tatap muka paling sering
digunakan, antara lain pada rapat koordinasi, diskusi, instruksi
lisan, laporan lisan dan sebagainya.
(5) Komunikasi secara sirkuler digunakan terutama untuk evaluasi
apakah yang disampaikan oleh atasan dapat dipahami dan
dimengerti dengan baik oleh juru gambar.

Dengan demikian jelas bahwa faktor media komunikasi, disamping cara


berkomunikasi sangat penting untuk menunjang keberhasilan
komunikasi yang efektif antara atasan dan juru gambar.

b) Penerimaan informasi
Informasi yang telah diterima melalui cara dan media yang tepat,
meskipun telah diyakini akan kebenarannya, sebaiknya dilakukan
penelitian lagi, terutama mengenai tujuan informasi tersebut sehingga
dapat dibedakan antara informasi yang ditujukan untuk dirinya sendiri
dan informasi yang harus disampaikan lagi kepada anggota kelompok
lainnya.

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 9 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

c) Penyampaian informasi
Informasi yang telah diseleksi tujuannya dan kebenaran isinya,
disampaikan melalui media yang tepat dan cara yang benar ke alamat
yang benar pula.
Kondisi ini akan melibatkan juru gambar arsitektur ke dalam interkasi
antar personal secara sinergi yang akan menghasilkan kinerja yang lebih
baik.

1.4 Jalur komunikasi

a) Dimensi jalur komunikasi


Dalam kehidupan organisasi terjadi dua dimensi jalur komunikasi yaitu
komunikasi internal dan eksternal.

1. Komunikasi internal.
Komunikasi internal antara juru gambar arsitektur dengan sesama
juru gambar arsitektur, dan antara juru gambar dengan atasan.
organisasi adalah proses penyampaian pesan antara anggota-
anggota organisasi yang terjadi untuk kepentingan organisasi,
seperti komunikasi antara pimpinan dengan bawahan, antara
sesama bawahan, dsb. Proses komunikasi internal ini bisa berujud
komunikasi antarpribadi ataupun komunikasi kelompok. Juga
komunikasi bisa merupakan proses komunikasi primer maupun
sekunder (menggunakan media nirmassa). Komunikasi internal ini
lazim dibedakan menjadi dua, yaitu:
 Komunikasi vertikal, yaitu komunikasi dari atas ke bawah dan
dari bawah ke atas. Komunikasi dari pimpinan kepada bawahan
dan dari bawahan kepada pimpinan. Dalam komunikasi vertikal,
pimpinan memberikan instruksi-instruksi, petunjuk-petunjuk dan
informasi-informasi kepada bawahannya. Sedangkan bawahan
memberikan laporan-laporan, saran-saran, pengaduan-
pengaduan, dsb. kepada pimpinan.

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 10 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

 Komunikasi horizontal atau lateral, yaitu komunikasi antara


sesama seperti dari karyawan kepada karyawan, manajer
kepada manajer. Pesan dalam komunikasi ini bisa mengalir di
bagian yang sama didalam organisasi atau mengalir
antarbagian. Komunikasi lateral ini memperlancar pertukaran
pengetahuan, pengalaman, metode, dan masalah. Hal ini
membantu organisasi untuk menghindari beberapa masalah dan
memecahkan yang lainnya, serta membangun semangat kerja
dan kepuasan kerja.
Menurut sifatnya komunikasi internal dalam perusahaan juga dapat
dikategorikan menjadi :
 Komunikasi Formal, yaitu komunikasi yang berlangsung dalam
jalur lini formal menurut struktur komando dalam organisasi
 Komunikasi Informal, yaitu komunikasi yang diluar jalur formal.

2. Komunikasi eksternal
Apabila juru gambar harus melakukan penggambaran ulang pada
suatu gedung yang harus digambar ulang, maka juru gambar harus
berkomunikasi dengan pemilik gedung, pengelola gedung atau
pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap gedung tersebut.

1.5 Prosedur Pelaksanaan Tugas Juru gambar

Di dalam melaksanakan tugas, juru gambar harus memahami tugas-tugasnya.


Adapun tugas-tugas seorang juru gambar : adalah menterjemahkan tugas
menggambar yang diberikan oleh atasan antara lain : gambar dokumen tender
(drawing for tender), gambar untuk dilaksanakan (drawing for construction),
gambar kerja (shop drawing), dan gambar hasil pelaksanaan (as built built
drawing).

SOP juru gambar :


 Menerima perintah/tugas dari atasan dalam bentuk sketsa, foto, simbol,
notasi, legenda, catatan, skala, contoh gambar lain.

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 11 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

 Mendiskusikan perintah menggambar dengan atasan


 Melakukan penggambaran sesuai perintah kerja
 Mendiskusikan hasil penggambaran dengan atasan.
 Memperbaiki gambar sesuai arahan atasan.
 Menyimpan gambar dalam bentuk hardcopy dan softcopy

Cara melaksanakan tugas menggambar sesuai prosedur yang benar untuk juru
gambar adalah :
 Juru gambar arsitektur menerima perintah kerja dari atasan secara lisan atau
tertulis
 Juru gambar berkonsultasi dengan atasan tentang pekerjaan yang harus
diselesaikan dan target waktu penyelesaian.
 Juru gambar menyiapkan alat dan bahan untuk melaksanakan tugas.
 Menerima gambar sketsa dari arsitek
 Membuat gambar arsitektur sesuai dengan perintah kerja
 Melakukan konsultasi dengan arsitek/atasan tentang masalah pekerjaan
pembuatan gambar.
 Mencetak gambar yang sudah dibuat.
 Melaporkan hasil menggambar kepada arsitek/atasan langsung untuk
mendapatkan persetujuan.
 Mendokumentasikan gambar yang sudah dibuat.
 Menyimpan gambar yang sudah dibuat dengan benar.

a) Pemahaman terhadap prosedur/ peraturan perusahaan.


Pertama sekali dalam melakukan tugas pekerjaan yang diberikan atasan
langsung kepada setiap anggota kelompok kerja, adalah pemahaman
terhadap peraturan atau standar prosedur operasi (SOP) yang telah
ditetapkan perusahaan. SOP ini sifatnya mengikat dan setiap karyawan
perusahaan wajib mentaatinya dan melaksanakannya dengan disipiln dan
penuh tanggung jawab.
Biasanya dalam kelompok kerja selalu dilakukan sosialisasi tentang SOP
tersebut, terutama yang menyangkut uraian tugas dari masing-masing

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 12 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

anggota kelompok, sehingga pimpinan kelompok lebih mudah dan terarah


dalam melakukan koordinasi di lapangan.

b) Pelaksanaan tugas sesuai prosedur


Dampak pembinaan yang intensif dari kelompok kerja dalam sosialisasi
pemahaman prosedur yang ditetapkan perusahaan adalah setiap anggota
kelompok lebih percaya diri dalam melaksanakan tugasnya masing-masing
dan dapat bersinergi dengan anggota lainnya sehingga secara konsisten
dapat mencapai hasil yang lebih baik, yaitu lebih baik untuk individunya, lebih
baik untuk kelompok kerjanya dan lebih baik untuk perusahaan. Selama
pelaksanaan tugas tidak terjadi tugas pekerjaan yang tumpang tindih antara
tugas anggota kelompok kerja.

Misalnya yang memberikan perintah kerja, apakah dalam bentuk tertulis


dengan surat perintah kerja atau dalam bentuk lisan kepada juru gambar
arsitektur, adalah atasan langsung antara lain kepala studio atau arsitek.

Di tempat kerja (kantor) atasan langsung juru gambar arsitektur yaitu kepala
studio atau arsitek memberikan pengarahan yang rinci mengenai pekerjaan
yang harus dilaksanakan. Di sinilah faktor komunikasi dan kerjasama menjadi
amat penting, karena kalau terjadi komunikasi yang tidak efektif dan masing-
masing tidak kooperatif satu sama lain, maka akan terjadi hambatan dalam
pelaksanaan penggambaran arsitektur yang akan menyebabkan jadwal/skedul
juga akan terhambat.

1.6 Prosedur Hubungan Kerja Antar Personal

a) Hubungan kerja antar personal.


Hubungan kerja antar personal dapat diartikan sebagai komunikasi timbal balik
antara seseorang dengan orang lain. Hubungan antar personal antara juru
gambar dengan atasan, dan juru gambar dengan sesama juru gambar. Dalam
melakukan penggambaran arsitektur komunikasi antar personal dilakukan
antara sesama juru gambar arsitektur. Komunikasi dilakukan secara transparan
untuk kepentingan kelompok kerja dan dengan mengenyampingkan
permasalahan pribadi.
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 13 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

b) Pembinaan hubungan kerja di tempat kerja.


Tumbuhnya rasa kesetaraan dalam kelompok kerja, salah satunya dibina
dengan intensifnya komunkasi antar personal yang transparan dengan
penekanan kepada kepentingan tugas dalam kelompok kerja. Pencapaian
tujuan kelompok kerja diraih karena adanya kekuatan individu yang bersinergi
dengan individu lainnya menyelesaikan tugas kelompok, dengan tidak
menonjolkan kepentingan pribadi masing-masing.
Maka menjadi tanggung jawab pemimpin kelompok kerja untuk menumbuhkan
motovasi semua anggota kelompok kerja dalam membina hubungan kerja
antar personal di tempat kerja yang berorientasi kepada kepentingan kelompok
kerja.

B. Keterampilan yang diperlukan dalam Berkomunikasi di tempat kerja

1. Kemampuan melaksanakan komunikasi secara efektif di tempat kerja


2. Kemampuan dalam menerima dan menyampaikan informasi
3. Kemampuan dalam menggunakan media dalam menerima dan menyampaikan
informasi
4. Kemampuan dalam melaksanakan tugas seuai prosedur hubungan kerja

C. Sikap Kerja yang Diperlukan dalam Berkomunikasi di tempat kerja


1. Tepat dan cermat dalam melaksanakan komunikasi secara efektif di tempat kerja
2. Tepat dan cermat dalam menerima dan menyampaikan informasi
3. Tepat dan cermat dalam menggunakan media dalam menerima dan
menyampaikan informasi
4. Tepat dan cermat dalam dalam melaksanakan tugas seuai prosedur hubungan
kerja

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 14 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

BAB III
MELAKSANAKAN KOORDINASI DI TEMPAT KERJA

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Melaksanakan Koordinasi di Tempat


Kerja

1. Penyampaikan Masukan Dalam Pertemuan Koordinasi

Pelaksanaan pekerjaan penggambaran arsitektur, rasanya tidak akan mungkin bila


dilakukan oleh hanya seorang diri, apalagi untuk pekerjaan yang cukup besar
maupun bersifat kompleks. Dengan demikian maka pada pelaksanaan hampir pada
semua pekerjaan tersebut diperlukan adanya koordinasi.

Pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh lebih dari satu orang, atau dikerjakan
oleh beberapa orang bersama-sama dalam bentuk kerjasama (team work),
memerlukan adanya koordinasi agar kerjasama dapat dipertahankan tetap baik.
Dengan koordinasi dapat dilakukan beberapa hal penting dengan lebih mudah dan
hasil yang lebih baik, seperti misalnya monitoring kemajuan pekerjaan, keselarasan
kerja, pemecahan masalah, dan lain sebagainya.
 Koordinasi adalah wujud nyata dari komunikasi dengan sarana pembicaraan
langsung, telepon, faks, surat dan media lainnya
 Untuk memastikan bahwa kepentingan proyek bisa dimengerti dan mendapat
dukungan perusahaan maka data komunikasi harus lengkap, jelas dan
informatif serta menyakinkan. Dalam hal tertentu data bisa membantu
perusahaan untuk kepentingan’kolega’ sehingga peran positif terhadap misi
(tugas) yang diberikan
 Koordinasi harus meningkatkan usaha kerja keras, memperlancar atau
menghilangkan hambatan maupun ketergantungan pekerjaan.
 Fungsi koordinasi proyek
Memberi manfaat maksimal dalam hal:

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 15 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

 Membuat rencana kerja yang lebih mendekati kenyataan dari


pelaksanaannya (data mengenai kondisi medan kerja, situasi dan lingkungan
kerja bisa langsung diobservasi)
 Membuat laopran tentang realisasi aktivitas dengan membandingkan dengan
rencana awalnya
 Menanggulangi setiap ketergantungan pekerjaan dan kesulitan proyek
 Menindaklanjuti setiap perubahan dengan melakukan perbaikan dan
pencegahan yang diperlukan
 Menyiapkan dan merevisi rencana mutu dan kendali mutu sesuai dengan
dengan prosedur kerja (perusahaan)
 Melakukan tindakan antisipasif dengan melakukan pencegahan (preventive
action) terhadap masalah atau hambatan yang diperkirakan timbul dan
menggangu upaya untuk mencapai sasaran kerja
 Sarana pertemuan dan kordinasi langsung bagi setiap petugas proyek
 Sasaran dan ‚ keydate’ pekerjaan harus dikoordinasikan
Memberi manfaat untuk :
 Menggugah semangat kerja dan motivasi
 Memberikan data tentang kemajuan pekerjaan secara lebih jelas kepada
manajer senior yang memeriksa
 Merupakan sarana/ data komunikasi dengan pihak luar yang terkait dengan
tim proyek
 Merupakan sasaran (pusat perhatian) pada hasil kerja proyek
 Merupakan tahapan kerja yang jelas, tegas dan bisa dilaksanakan
 Menjadikan tonggak tantangan dan tanggung jawab tersebut lebih jelas
untuk dibagikan/ di berikan kepada level tertentu dalam jajaran manajemen
proyek

Koordinasi di tempat kerja diadakan melalui rapat secara berkala dimana perlu
diperhatikan hal-hal berikut :

a) Informasi agenda pertemuan


Koordinasi merupakan suatu hal yang mudah dikatakan, akan tetapi tidak
demikian pada pelaksanaannya.
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 16 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Koordinasi dapat dilakukan dengan lebih efisien melalui pertemuan atau rapat-
rapat secara berkala, dengan tujuan untuk evaluasi kemajuan hasil pekerjaan,
memelihara keselarasan kerja kelompok sehingga kondisi sinergi tetap dapat
dipertahankan, pemecahan masalah, menampung dan mengunakan berbagai
masukan yang baik dan bermanfaat bagi kelompok, dan sebagainya.

Oleh karena itu setiap anggota kelompok kerja harus berusaha proaktif
mendapatkan informasi agenda pertemuan koordinasi di lapangan, agar dapat
mempersiapkan diri untuk hadir dan aktif dalam setiap pertemuan yang telah
diagendakan.

b) Kehadiran dalam pertemuan harian atau berkala di tempat kerja


Berdasarkan agenda rapat atau pertemuan yang telah diinformasikan kepada
semua anggota kelompok kerja, maka kepada setiap anggota kelompok
diwajibkan untuk selalu hadir dalam rapat atau pertemuan kordinasi, agar dapat
menyampaikan pemasalahan yang dihadapi untuk bantuan pemecahanya,
memberikan masukan-masukan yang relevan dengan tugas kelompok, dan lain
sebagainya.

Disamping itu rapat atau pertemuan ini dapat dipakai sebagai sarana untuk
berinteraktif antar anggota kelompok kerja dalam forum yang lebih terarah
karena telah ditetapkan agenda pertemuannya.

Setiap anggota kelompok wajib mentaati dan melaksanakan secara konsisten


semua keputusan kelompok yang telah disetujui bersama.

a) Penyiapan materi pertemuan.


Berdasarkan agenda pertemuan, setiap anggota kelompok telah dapat
memahami tujuan pertemuan tersebut, sehingga diharapkn dapat
menyiapkan bahan masukan atau masalah yang memerlukan pemecahan
bersama daam pertemuan.

Secara garis besar bahan masukan atau masalah yang akan disampaikan
antara lain harus memiliki kondisi:
1. Bahan harus dirancang sedemikan rupa sehingga dapat menarik
perhatian anggota pertemuan
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 17 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

2. Bahan yang disusun harus menggunakan bahasa atau lambang-


lambang yang tertuju kepada pengalaman yang sama antara
anggota pertemuan, sehingga secara bersama akan mengerti atas
bahan yang akan disampaikan tersebut.
3. Bahan yang akan disampaikan harus diusahakan dapat
membangkitkan pemenuhan kebutuhan tugas anggota dan
kelompok kerja

Masukan rapat dapat terdiri dari berbagai masalah, misalnya :


 Buah pikiran yang telah disaring dan dipertimbangkan dengan baik
 Pengalaman, yang telah dilakukan dan ternyata dapat memberikan
kemajuan pada pelaksanaan tugas
 Usulan atas suatu perubahan sistem, prosedur atau hal lain lagi
(menambah, menghilangkan, memindah/merubah) sesuatu yang
dapat memberikan hasil lebih baik bagi tujuan kelompok, tanpa
merugikan salah satu pihak, ataupun individu.
 Masalah yang ditemukan, untuk mendapatkan bantuan
pemecahannya
 Dan lain sebagainya.

b) Cara penyampaian masukan


Di dalam rapat atau pertemuan koordinasi, diharapkan kepada semua
peserta rapat untuk dapat memberikan masukan yang relevan dengan
kepentingan dan tujuan rapat, yang pada gilirannya dapat memberikan
keuntungan bagi kelompok, keuntungan bersama ataupun keuntungan
semua pihak.
Dalam memberikan ataupun menanggapi masukan, seyogianya selalu
perpe-gang pada prinsip dasar komunikasi yang efektif, sehingga dapat
meperoleh hasil yang baik, tanpa menimbulkan hal-hal yang tidak
diingkinkan atau friksi di dalam kelompok.
Selain itu beberapa faktor perlu dipertimbangkan dalam penyampaian
masukan ini, antara lain:
a. Timing yang tepat untuk penyampaiannya
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 18 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

b. Bahasa yang digunakan, agar masukan dapat dimengerti


c. Sikap dan nilai yang harus ditampilkan agar efektif
d. Jenis kelompok dimana masukan tersebut akan dilaksanakan

Menurut para ahli komunikasi, Prinsip dasar komuniukasi yang efektif


dapat tercakup dalam satu kata, yaitu REACH, terdiri dari respect,
empathy, audible, clarity dan humble, dengan pengertiannya sebagai
berikut :

Respect
Adalah sikap hormat dan sikap menghargai terhadap lawan bicara.

Kita harus memiliki sikap (attitude) menghormati dan menghargai lawan


bicara kita, karena pada dasarnya manusia itu ingin dihormati dan
dihargai dan diangggap penting. Jika masukan merupakan suatu kritik
terhadap seseorang, lakukan dengan penuh respect terhadap harga diri
dan kebanggaan orang yang bersangkutan.

Empathy
Yaitu kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi dan kondisi yang
dihadapi oleh orang lain yang bersangkutan.

Rasa empathy akan membuat kita mampu untuk menyampaikan


masukan (pesan) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan
komunikan (communicatee) menerima pesan yang kita sampaikan.
Prinsik dasar ini adalah memperlakukan orang lain seperti halnya kita
ingin diperlakukan.

Empati bisa juga diartikan sebagai kemampuan untuk mendengar dan


bersikap perspektif, yaitu sikap menerima masukan ataupun umpan balik
apapun dengan sikap yang positif.

Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik
(feed back) yang merupakan arus balik dari penerima pesan

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 19 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Audible
Makna dari audible adalah dapat didengarkan atau dimengerti dengan
baik.

Kunci utama untuk menerapkan prinsip ini dalam mengirimkan /


menyampaikan pesan adalah :

 Buatlah pesan/masukan yang akan disampaikan mudah dimengerti


 Fokus pada informasi yang penting
 Gunakan ilustrasi untuk membantu memperjelas isi dari pesan yang
disampaikan
 Berilah perhatian pada fasilitas yang ada dan lingkungan di sekitar
 Antisipasi kemungkinan muncul suatu masalah
 Selalu siapkan rencana atau pesan cadangan (back up)

Clarity
Adalah kejelasan pesan yang ingin disampaikan.

Pesan yang ingin disampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan


multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity ini juga
sangat tergantung dari kualitas suara dan bahasa yang dipergunakan.
Penggunaan bahasa yang tidak dimengerti membuat isi dari pesan tidak
dapat mencapai tujuannya. Sering orang menganggap remeh pentingnya
clarity, sehingga tidak menaruh perhatian pada suara dan kata-kata yang
dipilih untuk berkomunikasi.

Beberapa cara untuk menyiapkan pesan agar jelas, antara lain :


 Tentukan goal yang jelas
 Luangkan waktu untuk menyiapkan ide
 Penuhi tuntutan kebutuhan format bahsa yang dipakai

Humble
Yaitu rendah hati.

Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan prinsip yang pertama,
membangun rasa menghargai orang lain. Kerendahan hati juga bisa

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 20 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

berarti tidak sombong dan menganggap dirinya penting ketika berbicara.


Justru dengan kerendahan hatilah orang dapat menangkap perhatian dan
respons yang positif dari sipenerima pesan.

Dengan menerapkan prinsip dasar komunikasi tersebut, diharapkan


penyampaian pesan kepada semua peserta akan berjalan baik dan
mendapatkan respon yang positif, yang pada gilirannya akan tercapai
hubungan yang harmonis dan saling menunjang (sinergi)

2. Keputusan/ Hasil Pertemuan Dilaksanakan Secara Konsisten

2.1 Pelaksanaan keputusan hasil pertemuan


a. Setiap pertemuan atau rapat koordinasi, harus dapat menghasilkan suatu
kesimpulan rapat yang telah disetujui bersama. Hasil rapat ini merupakan
keputusan yang ditentukan secara konsesus sehingga merupakan suatu
keputusan bersama yang bersifat mengikat, oleh karenanya semua pihak harus
mau dan mampu melaksanakan hasil rapat sesuai dengan bidang masing-
masing. Hasil kesepakatan rapat yang tidak dilaksanakan, atau tidak ada
respon/umpan balik, adalah suatu hal yang mubadir, dan ini harus dihindari.
b. Hindarkan hasil-hasil yang belum tuntas atau masih ngambang, tidak jelas
statusnya.
c. Hasil keputusan rapat tersebut harus dilaksanakan dengan konsisten, baik oleh
kelompok maupun anggota kelompok yang terkait

2.2 Umpan balik dari pelaksanaan setiap keputusan berdasarkan


penerapan-nya di lapangan
Pelaksanaan setiap keputusan sebagai hasil pertemuan oleh setiap anggota
kelompok kerja, diusahkan dapat menghasilkan kinerja yang efektif dalam
kelompok kerja. Secara sadar setiap anggota kelompok kerja akan merasakan
dampak dari pelaksanaan keputusan tersebut setelah diterapkan sesuai dengan
tugas individunya dalam melaksanakan tugas sebagai karyawan perusahaan.
Setiap keberhasilan dari penerapan keputusan di lapangan, dicatat sebagai bahan
masukan untuk peningkatan kinerja kelompok atau individu. Dan setiap ketidak

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 21 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

tepatan penerapan kuputusan dengan kondisi lapangan juga dicatat sebagai


bahan masukan untuk perbaikan kinerja kelompok atau individu.
Diharapkan setiap anggota kelompok kerja dapat mengembangkan hasil
pengamatan lapangan berdasarkan pengalamannya masing-masing, dan dapat
memberikan umpan balik kepada pimpinan kelompok atau atasannya untuk
perbaikan kinerja kelompok untuk dibahas dalam pertemuan berikutnya.

3. Interaksi Di Tempat Kerja


Setiap pribadi/individu anggota kelompok kerja memiliki latar belakanag kemampuan
bebeda, berupa pemahaman, pengalaman, maupun prediksi tantangan yang dihadapi
sebuah kelompok kerja. Sinergi kelompok kerja dapat dicapai ketika setiap individu
tim merubah diri dari sifatnya yang individualistis ke dalam sebuah tim yang sifatnya
kolektif. Kesuksesan perpindahan tersebut tergantung pada kemampuan anggota tim
dalam interaksi positif dan dalam kerjasama konstruktif dalam setiap aktivitas tim.
Dengan demikian, membuka diri dan mau menerima peran serta orang lain
merupakan permulaan dan pembuka jalan bagi kita untuk mempercepat perpindahan
menuju satu tim. Lebih dari itu, membuat membuat orang lain lebih terbuka dan
lapang dada untuk menerima kita, dengan sendirinya telah menghilaingkan area tak
bertuan yang kita sendiri tidak mengetahuinya jika hanya bersandar pada reaksi
orang lain terhadap diri kita

a) Interaksi dilakukan dengan benar dan sopan.


Interaksi merupakan salah satu bagian dari proses yang terjadi di dalam
kelompok kerja. Interaksi antar anggota kelompok dapat juga dipakai sebagai
indikator bagaimana kerjasama dalam tim berjalan. Minimnya interaksi antar
anggota kelompok menunjukkan bahwa kerjasama dalam kelompok tersebut
tidak atau kurang berjalan. Hal ini tentunya bukan merupakan hal yang
diinginkan. Oleh karena itu pimpinan kelompok harus selalu berusaha untuk
merangsang timbulnya interaksi antar anggota kelompok.

Kelompok kerja bisa berfungsi dengan baik, bila semua anggota berusaha
memiliki kemampuan untuk mengembangkan hubungan antar pribadi secara

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 22 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

baik, bicara secara terbuka satu sama lain, memecahkan konflik yang ada, dan
secara bersama menghadapi masalah.

Agar interaksi dalam kelompok kerja dapat selalu bertahan baik, maka dalam
berinterkasi tersebut perlu memegang prinsip-prinsip interaksi berikut:

 Interaksi dilakukan dengan sopan/santun


 Menyampaikan segala sesuatu dilakukan dengan benar dan
menggunakan media yang tepat

b) Interaksi di tempat kerja dan tertib organisasi


Sinergi dalam kerja tim memiliki kekuatan dinamis, sehingga mempengaruhi
bagaimana individu-individu berinteraksi satu dengan yang lain. Tentunya hal ini
terjadi dari jiwa yang saling menghargai diantara masing-masing anggota
kelompok kerja dan sama-sama memahami posisinya dalam organisasi
perusahaan dalam menghasilkan sesuatu yang baru, yang menjdi tujuan
kelompok kerja.
Dengan demikian, walaupun semangat kerjasama telah terbina dengan baik,
setiap anggota kelompok kerja dalam melakukan interaksi antar personal tetap
disiplin dalam koridor kerja sesuai dengan standar prosedur operasi (SOP) yang
ditetapkan organisasi perusahaan.

B. Keterampilan yang diperlukan dalam Melaksanakan Koordinasi di tempat


kerja
1. Kemampuan dalam menyampaikan masukan dalam pertemuan koordinasi
2. Kemampuan dalam melaksanakan keputusan hasil rapat koordinasi
3. Kemampuan dalam melakukan interaksi di tempat kerja

C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Melaksanakan Koordinasi di tempat


kerja
1. Cermat dan tepat dalam menyampaikan masukan dalam pertemuan koordinasi
2. Cermat dan tepat dalam melaksanakan keputusan hasil rapat koordinasi
3. Cermat dan tepat dalam melakukan interaksi di tempat kerja

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 23 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

BAB IV
MELAKSANAKAN KERJASAMA DI TEMPAT KERJA

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Melaksanakan Kerjasama di Tempat


Kerja
Kerjasama (team work) adalah keinginan untuk bekerja
sama dengan orang lain secara kooperatif dan menjadi
bagian dari kelompok. Kompetensi kerjasama
menekankan peran sebagai anggota kelompok, dan

Gambar 4.2 Contoh kelompok disini dalam arti yang luas, yaitu sekelompok
bentuk sebuah tim
individu yang berkeinginan untuk menyelesaikan suatu
tugas atau proses.
Kumpulan individu-individu atau anggota kelompok tersebut memiliki aturan dan
mekanisme kerja yang jelas serta saling tergantung antara satu dengan yang lain.

Team work terbentuk memiliki karakteristik:


 Ada kesepakatan terhadap misi kelompok kerja.
Anggota kelompok kerja harus memahami dan menyepakati misi kelompok kerja
agar bisa bekerja dengan efektif
 Semua anggota mentaati peraturan kelompok kerja
Suatu kelompok kerja harus mempunyai peraturan atau tata tertib, sehingga dapat
membentuk kerangka usaha pencapaian misi
 Ada pembagian tanggung jawab dan wewenang yang adil
Kelompok kerja dapat berjalan dengan baik apabila tanggung jawab dan
wewenang didistribusikan dengan baik dan setiap anggota diperlakukan secara adil
 Orang beradaptasi terhadap perubahan
Perubahan bukan saja tidak dapat dihindari tetapi juga diperlukan sekali, hanya
pada umumnya orang sering menolak perubahan. Oleh karenanya setiap anggota
kelompok kerja harus dapat saling membantu dalam beradaptasi terhadap
perubahan secara positif

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 24 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

1. Peran Anggota Kelompok Kerja


Setiap perusahaan telah dilengkapi dengan struktur organisasi yang mengatur
mekanisme kerja dan tingkat jabatan dalam organisasi tersebut. Dan suatu
keharusan bagi setiap petugas dalam organisasi perusahaan tersebut mengetahui
dengan benar tugas dan tanggung jawabnya.
Sedangkan pimpinan kelompok berkewajiban mensosialisasikan tugas dan
tanggung jawab anggota kelompoknya.
Misalnya dalam kelompok kerja perencanaan gedung, terdapat beberapa kelompok
juru gambar antara lain kelompok juru gambar arsitektur, kelompok juru gambar
struktur dan kelompok juru gambar mekanikal dan elektrikal, masing-masing
pemimpin kelompok memberikan instruksi berupa penjelasan tugas setiap anggota
kelompok. Secara teratur pemimpin kelompok kerja selalu mengingatkan tugas
setiap anggota disamping kerjasama antar kelompok yang kesemuanya diarahkan
untuk mengatur kerjasama secara sinergi.
2. Tujuan Kelompok Kerja

Uraian jabatan kadang-kadang tidak sesuai dengan kemampuan dan harapan


anggota kelompok kerja, sehingga perlu dibicarakan bersama dengan para anggota
kelompok kerja peran dan tugas masing-masing anggota kelompok kerja dalam
pencapaian tujuan kelompok kerja. Dalam pembicaraan dengan semua kelompk
kerja dijelaskan antara lain:
- Misi atau tujuan kelompok kerja
- Tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok kerja
- Kepada siapa setiap anggota kelompok kerja harus melaporkan hasil kerjanya.
- Peran masing-masing anggota kelompok kerja tidak bertentangan atau tumpang
tindih antara satu dengan yang lainnya.

Dalam melaksanakan penggambaran arsitektur seorang juru gambar arsitektur


tidak mungkin bekerja hanya sendirian sebagai individu dan sebagai anggota
kelompok kerja, sehingga dalam pelaksanaannya selalu melakukan kerjasama
dengan anggota lainnya.

Mekanisme kerjasama harus berpedoman kepada uraian tugas yang ditetapkan


perusahaan sehingga setiap petugas (anggota kelompok kerja) dapat bekerja
dengan baik sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Sinergi diantara anggota
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 25 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Ketergantungan kelompok kerja mengandung arti bahwa satu tambah satu lebih
besar dari satu, tetapi belum tentu sama dengan dua, biasa terjadi paling sedikit
sama dengan tiga atau lebih. yaitu hal yang membuat dua individu bekerja
bersama karena mereka mendapatkan keuntungan dengan bekerja sama sehingga
hasil bersama itu lebih menguntungkan dari pada dikerjakan sendiri-sendiri.
Pada dasarnya sinergi memilki makna bahwa
satu ditambah satu pasti lebih besar dari dua.
Dengan kata lain, hasil dari suatu kelompok
kerja yang efektif harus lebih besar dari hasil
masing-masing individu.
Gambar 4.3
Contoh sinergi dalam tim
Sebagai contoh kerjasama semut yang
mampu memindahkan barang dengan ukuran
melebihi kapasitas jumlah semut dalam
kelompok tersebut.
Pelaksanaan tugas sesuai perannya dalam kelompok kerja.
Sinergi adalah kerja kelompok yang kreatif, kerjasama yang kreatif.. Kunci untuk
menciptakan sinergi dengan belajar untuk menghargai bahkan mensyukuri
perbedaan latar belakang adat Istiadat, kepribadian maupun pengalaman dan
pendidikan.
Karena perbedaan-perbedaan itulah yang menunjukan hasil kerja kelompok kerja
menjadi lebih baik dan kelompok kerja.
Dengan menyadari dan menerapkan peran masing-masing anggota kelompok
kerja, akan menghasilkan kinerja yang optimal dalam kelompok kerja sebagai
penerapan dari proses saling mengisi kekurangan dan kelebihan kemampuan
individualnya.

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 26 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

3. Tugas dan tanggung jawab anggota tim kerja menggambar


Identifikasi tugas dan tanggung jawab pribadi dan anggota kelompok kerja.
Salah satu kunci keberhasilan kelompok kerja adalah mengenal lebih jauh tugas
dan tanggung jawab dari masing-masing anggota kelompok kerja. Beberapa
langkah yang dapat dilakukan adalah:
a. Kenali anggota kelompok kerja.
Sebisa mungkin dapatkan informasi tentang teman-teman sekerja, selain
namanya. Misalnya, sudah berapa lama ia bekerja, tugasnya apa saja selama
bekerja. Pastikan Anda tahu bagaimana menyebutkan namanya dengan benar.
b. Temukan kesamaan.
Untuk memperlancar komunikasi carilah kesamaan antara rekan sekerja.
Misalnya; hobi, makanan favorit atau lainnya
c. Komitmen
Setiap anggota dibutuhkan komitmen yang tinggi demi tercapainya tujuan
bersama didalam kelompok kerja.
d. Menjaga kebersamaan
Tidak hanya pada saat jam kerja, tetapi kegiatan bersama lainnya.
Kondisi ini akan lebih memudahkan untuk mengenal tugas dan tanggung jawab
pribadi dan anggota kelompok kerja, sehingga dalam pelaksanaan kerja akan
menjadikan suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan yang dapat
menghasilkan kinerja kelompok kerja yang efektif dan efisien.

Pelaksanaan tugas dan bekerjasama dengan anggota kelompok kerja. Dalam


kelompok kerja setiap anggota kelompok kerja melakukan tugasnya sesuai dengan
perannya dengan berpedoman kepada standar operasi yang telah ditentukan dan
kesepakatan dalam kelompok kerja. Setiap anggota kelompok harus berusaha
untuk mengatur tugasnya sendiri bersinergi dengan tugas anggota kelompok
lainnya dapat dilaksanakan dengan baik mencapai kinerja kelompok kerja yang
efektif dan efisien.
Kondisi ini hanya akan dapat dilaksanakan bila setiap anggota kelompok kerja
memilki motivasi dan rangsangan untuk bekerja bersama-sama menyelesaikan
tugas atau sasaran yang telah ditetapkan dalam kelompok kerja.

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 27 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Cara melaksanakan kerjasama dalam menyelesaikan tugas dalam tim kerja yang
solid :
 Masing-masing juru gambar menerima tugas/perintah sesuai dengan job
desknya.
 Selalu berkonsultasi dengan arsitek/atasan langsung untuk menyelesaikan
tugasnya.
 Berkoordinasi dan bekerja sama dengan teman kerja sesama juru gambar
arsitektur untuk menyelesaikan tugas menggambar.
 Berkoordinasi dan bekerja sama dengan juru gambar struktur dan ME dalam
pembuatan gambar agar tidak terjadi kesalahan dalam penggambaran.

4. Komunikasi dalam Kegiatan Kelompok Kerja


4.1 Komunikasi dalam kelompok kerja.
Keberhasilan kerja dalam suatu kelompok kerja, salah satunya ditentukan
dengan penerapan komunikasi yang tepat sehingga mampu menjembatani
hubungan kerja antar anggota kelompok kerja.
Dalam kelompok kerja jenis komunikasi yang diterapkan adalah komunikasi
kelompok dimana seorang kepala kelompok menyampaikan pesan kepada
sekelompok orang (anggota kelompok) atau komunikasi interpersonal dimana
kepala kelompok atau anggota kelompok menyampaikan atau menerima pesan
kepada / dari anggota kelompok lainnya.

A. Komunikasi antara kepala kelompok dengan anggota kelompok


Biasa dilakukan dalam rapat koordinasi atau penyampaian instruksi atau
penyampaian laporan, dengan menggunakan media surat (tertulis) atau
verbal

B. Komunikasi antar anggota kelompok kerja


Biasa dilakukan dalam kegiatan kelompok kerja dengan tujuan memberi
informasi atau tukar informasi dalam pelaksanaan pencapaian sasaran
kegiatan kelompok kerja secara efektif dan efisien.

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 28 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

C. Melakukan kegiatan kelompok kerja


Agar kelompok kerja bisa berfungsi dengan baik, semua anggota harus
mempunyai kemampuan berkomunikasi yang tepat untuk mengembangkan
hubungan antar pribadi secara baik, bicara secara terbuka satu sama lain,
memecahkan konflik yang ada, dan secara bersama menghadapi masalah.
Prioritas utama sebuah kelompok kerja adalah belajar berfungsi seefektif
dan seefisien mungkin sehingga secara individu dan bersama-sama, anggota
kelompok kerja itu dapat meraih sasaran yang tepat.

5. Pelaksanaan Tugas dalam Kelompok Kerja Juru Gambar

Tujuan tim kerja juru gambar arsitektur adalah menyelesaik seluruh gambar
arsitektur sesuai spesifikasi dan jadwal yang telah ditentukan. Kriteria keberhasilan
dalam mencapai tujuan dalam tim:
 Antar anggota dapat bekerjasama dalam menyelesaikan pekerjaan/tugas
 Hasil pekerjaan sesuai dengan perencanaan.
 Pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal yang telah disusun
Cara merealisasikan tujuan tim dalam kelompok kerja:
 Menyosialisasikan misi atau tujuan kelompok kerja
 Membagi tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok kerja
 Setiap anggota kelompok kerja melaporkan hasil kerjanya.
 Peran masing-masing anggota kelompok kerja tidak bertentangan atau tumpang
tindih antara satu dengan yang lainnya.
Anggota-anggota yang terlibat dalam kelompok kerja perencanaan gedung, yaitu :
arsitek, juru gambar arsitektur, kelompok juru gambar struktur dan kelompok juru
gambar mekanikal dan elektrikal serta juru gambar tata lingkungan, landscape.
Peran setiap anggota tim dalam kelompok kerja perencanaan gedung :
 Arsitek : berperan sebagai pemimpin kelompok perencanaan gedung
 Juru gambar arsitektur : berperan menyelesaikan tugas menggambar arsitektur
 Juru gambar struktur : berperan menyelesaikan tugas menggambar struktur

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 29 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

 Juru gambar mekanikal elektrikal : berperan menyelesaikan tugas menggambar


mekanikal elektrikal
 Juru gambar tata lingkungan menyelesaikan tugas menggambar yang
berhubungan dengan tata lingkungan
Peran masing-masing anggota tim:
 Dalam kelompok kerja perencanaan gedung, terdapat beberapa kelompok juru
gambar antara lain kelompok juru gambar arsitektur, kelompok juru gambar
struktur dan kelompok juru gambar mekanikal dan elektrikal, masing-masing
pemimpin kelompok memberikan instruksi berupa penjelasan tugas setiap
anggota kelompok.
 Masing-masing anggota kelompok juru gambar menyelesaikan tugas sesuai
perintah kerja.
 Pemimpin kelompok kerja selalu mengingatkan tugas setiap anggota disamping
kerjasama antar kelompok yang kesemuanya diarahkan untuk mengatur
kerjasama secara sinergi.
Cara melaksanakan tugas sebagai anggota tim:
 Memberikan instruksi berupa penjelasan tugas menggambar arsitektur kepada
setiap anggota kelompok.
 Memantau hasil kerja masing-masing juru gambar arsitektur.
 Memeriksa hasil kerja menggambar masing-masing juru gambar dalam
kelompoknya.
 Berkoordinasi dengan pemimpin kelompok juru gambar lain untuk
menyelesaikan masalah penggambaran.

Prosedur melaksanakan tugas dalam kelompok kerja


Setiap individu atau kelompok kerja dalam pelaksanaan tugasnya harus
berpedoman kepada prosedur yang telah ditetapkan dalam organisasi perusahaan.
Untuk menjadi seseorang yang berkinerja baik itu umumnya membutuhkan
kompetensi teknis atau profesional sesuai bidangnya dan ditambah dengan
kompetensi sikap kerja yang baik. Dalam pengertian lain seseorang tersebut harus
dapat melakukan tugasnya dengan baik dalam bidang tugasnya sesuai dengan
persyaratan dan prosedur yang telah ditetapkan perusahaan
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 30 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

Pelaksanaan pekerjaan dan tanggung dalam kelompok kerja.


Dalam kenyataan di lapangan tidak semua kinerja individual yang baik itu secara
otomatis menjadi kinerja yang baik dalam kelompok kerja, dan kalau kita dalami
ternyata untuk menjadikan kelompok kerja yang berkinerja baik itu
membutuhkan kompetensi lain yang terkait dengan komunikasi dan kerjasama
yang perlu ditambahkan bagi setiap anggota kelompok kerja. Kompetensi substansi
masih belum cukup untuk diharapkan membentuk kelompok kerja yang baik.
Kelompok kerja yang baik, selain perlu diisi oleh orang yang tepat di bidangnya,
perlu juga mendapatkan orang dengan kompetensi bekerja dalam kelompok kerja
yang bagus sebagai anggota kelompok atau sebagai pemimpin kelompok kerja.
Sehingga setiap anggota kelompok kerja secara sadar dan penuh tanggung jawab
melaksanakan tugasnya secara profesional sesuai dengan tugas yang dibebankan
kepadanya dan dengan bekerjasama dengan anggota kelompok kerja lainnya
berusahan mencapai sasaran kelompok kerja dengan baik.

a) Pelaksanaan individu dalam pencapaian tujuan perusahaan.


Kelompok kerja yang dibentuk pada dasarnya terdiri dari anggota kelompok
kerja yang berstatus karyawan perusahaan, sehingga secara otomatis kelompok
kerja ini adalah bagian dari perusahaan.
Kelompok kerja ini dalam menjalankan tugas atau perannya, secara bersama
telah menetapkan sasaran atau target yang harus dicapai kelompok kerja
dengan pembagian tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok kerja
dengan jelas. Dalam hal ini target kelompok kerja merupakan bagian dari target
perusahaan dan tugas setiap anggota kelompok kerja sejalan dengan tugas
dalam struktur organisasi perusahaan.
Dengan demikian maka tugas dari setiap anggota kelompok kerja dilaksanakan
bersama secara sinergi, mencapai sasaran kelompok kerja yang pada akhirnya
menyelesaikan target yang ditetapkan perusahaan.

b) Ciri-ciri kelompok kerja yang berkinerja tinggi


Cara termudah menilai kinerja sebuah kelompok kerja ( teamwork) adalah
dengan melihat prestasi pekerjaan yang dihasilkannya, tetapi apabila diamati
lebih cermat kelompok tersebut memiliki ciri-ciri yang spesifik, antara lain :
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 31 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

 Seluruh anggota mempunyai tekad menyelesaikan tujuan atau misi yang


dikembangkannya.
 Kelompok kerja bekerja dalam lingkungan yang anggotanya saling terbuka
dan percaya satu sama lainnya.
 Seluruh anggota merasa memiliki kelompok kerja dan secara sukarela mereka
berpartisipasi didalamnya.
 Anggota terdiri atas orang dengan pengalaman, gagasan, pandangan, yang
berbeda, dan perbedaan ini dihargai.
 Semua anggota kelompok kerja secara terus menerus belajar dan
memperbaiki dirinya. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan kelompok
kerja dalam memecahkan persoalan.
 Semua anggota kelompok kerja mengerti peranan dan tanggung-jawabnya,
saling menghargai satu dengan lainnya.
 Keputusan diambil berdasarkan konsensus
 Setiap anggota kelompok kerja berkomunikasi secara terbuka, langsung, dan
saling mendengarkan satu dengan lainnya secara obyektif dan penuh
kesabaran.
 Kelompok kerja dapat menangani konflik tanpa harus memunculkan
permusuhan.
 Pimpinan kelompok kerja, apakah temporer atau tetap, mempraktekan gaya
kepemimpinan partisipatif.
 Setiap anggota kelompok kerja melaksanakan dan menyelesaikan tugas yang
ditentukan dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Cara menyelesaikan tugas dan tanggung jawab menggambar arsitektur dalam
waktu yang telah ditentukan:
 Mendapatkan perintah kerja dari arsitek/atasan baik secara lisan maupun
tertulis.
 Berkonsultasi dengan arsitek/atasan langsung untuk menyelesaikan tugas
menggambar arsitektur sesuai spesifikasi dan waktu yang telah ditetapkan.
 Berkoordinasi dengan sesama juru gambar arsitektur untuk menyelesaikan
pekerjaan
Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 32 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

 Berkoordinasi dengan juru gambar lain dalam tim kerja untuk menyelesaikan
tugas dalam tim
 Membuat laporan hasil menggambar

B. Keterampilan yang diperlukan dalam Melaksanakan kerjasama (team


work) di tempat kerja
1. Kemampuan melaksanakan tugas sesuai peran dan tanggung jawabnya
2. Kemampuan melaksanakan kerja sama dalam tim perancangan bangunan gedung
3. Kemampuan menyelesaiakan tugas sesuai prosedur dalam tim kerja

C. Sikap Kerja yang diperlukan dalam Melaksanakan kerjasama (team work)


di tempat kerja
1. Cermat, teliti, dan tepat dalam melaksanakan tugas sesuai peran dan tanggung
jawabnya
2. Efektif, cermat dan teliti dalam melaksanakan kerja sama dalam tim perancangan
bangunan gedung.
3. Efektif, cermat dan teliti dalam menyelesaiakan tugas sesuai prosedur dalam tim
kerja

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 33 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

DAFTAR PUSTAKA

1. Tim Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, 2005. Kontribusi


Komunikasi di Tempat Kerja. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Kejuruan, Ditjen. Manajemen Pendidikan Dasar Menengah.
2. WHO, 2003. Komunikasi. WHO

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 34 dari 35
Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Juru Gambar Arsitektur INA.5220.123.01.02.06

DAFTAR PERALATAN DAN BAHAN

A. Peralatan Yang Digunakan :


1. Surat Perintah Kerja
2. Surat Edaran
3. SOP/Manual Perusahaan
4. Format Laporan

B. Bahan Yang Dibutuhkan


1. Alat Tulis Kantor

Judul Modul : Bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan sosial beragam
Buku Informasi Edisi : 2016 Halaman: 35 dari 35