Anda di halaman 1dari 5

KONSEP MANUSIA DALAM AL-QUR’AN

Untuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan agama islam

Diampuh oleh: YULIA PRAMUSINTA M.Pd.I

Di susun oleh:

UMMI KHOIRUN NI’MAH (151910001)

PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

2019
PEMBAHASAN

A. KONSEP MANUSIA DALAM AL-QUR’AN


Manusia diciptakan oleh Allah dengan segala kesempurnaannya.
Manusia diberia akal pikiran sehingga dengan akal tersebut mereka dapat
berikir. Dengan berpikir, manusia mampu mengajukan pertanyaan serta
memecahkan masalah. Dengan adanya akal pula,manusia berbeda dari
makhluk makhluk ciptaan Allah yang lain. Islam mendorong manusia
pada kemajuan meteril yang hebat,namun mengalami kekosongan dalam
hal rohaniyah,sehingga manusia terjebak dalam segala kesombongan yang
merusak dirinya.
Dalam mengunakan potensinya manusia harus menjadi makhluk
psikofisik,budaya,dan beragama untuk tetap mempertahankan kapasitas
dirinya sebagai makhluk yang paling mulia. Al-Quran nenegaskan kualitas
dan nilai manusia dengan mengunakan tiga macam istilah yang saling
berhubungan satu sama lain,yaitu al-insan,an-nas,al-basyar,dan bani
adam.
Al-Quran memuliakan manusia sebagai makhluk surgawi, yang
sedang dalam perjalanan menuju kehidupan spritual yang suci dan abadi di
akhirat kelak, meskipun ia harus melewati rintangan dan cobaan denga
beban dosa ketika melakukan kesalahan di dalam kehidupan dunia.
Bahkan, dalam Al-Quran manusia diisyaratkan sebagai makhluk spritual
yang sifat aslinya adalah berpembawaan baik (hanif). oleh karena itu,
kualitas, hakikat, fitrah, dan kesejatian manusia adalah baik, benar, dan
indah. Tidak ada mkhluk didunia ini yang memiliki kemuliaan yang
dimiliki manusia. Sebaliknya, kualitas yang buruk, salah, dan jelek selalu
menjadi batu sandungan bagi manusia untuk meraih predikat berkualitas
tersebut.

Manusia dapat dikatakan berkualitas apabila ia memiliki kebebasan


untuk berbuat dan berkehendak. Kebebasan yang dimaksud adalah
kesadaran untuk mewujudkan kualitas dan nilai dirinya sebagai khlifah
Allah dimuka bumi secara bertanggung jawab. Kualitas dan nilai manusia
dapat diraih apabila manusia memiliki kemampuan untuk mengarahkan
naluri bebasnya bedasarkan pertimbangan aqliyah yang dikaruniakan
Allah kepadanya dan di bimbing oleh cahaya imam yang menerangi
nuraninya yang paling murni1.

1
Kamaluddin, U.A. (2013). Manusia: sebuah perbandingan antara islam dan barat. Bandung: CV
Pustaka Setia
B. Hakikat Manusia Menurut Al-Qur’an

Dalam islam kajian hakikat manusia sangat bertolak belakang dengan


yang ada di barat. Dalam memahami ekstensi manusia,akal manusia
dibimbing dan dituntun oleh otoritas wahyu, yaitu Al-Qur’an dan wahyu.
Manusia berbeda dengan mkhluk yang lain, termasuk dengan malaikat,
iblis, dan juga binatang, karena manusia memiliki akal dan hikmah serta
tabiat dan nafsu. Dengan segala potensi yamg dimilikinya ekstensi
manusia selalu menjadi kajian menarik untuk di dalami. Perbedaan analisis
antara para ilmuan muslim dan barat ini menjadikan kajian tentang
manusia menjadi semakin berkembang. Para ilmuan harus
mengungkapkannya dari berbagai sisi manusia dan displin ilmu,baik
psikologo, kedokteran, biologi dan berbagai ilmu sosial lainnya. Dalam
Al-Qur’an terdapat tuga istilah kunci yang mengacu pada makna pokok
manusia, yaitu:

Al-Basyar yaitu memberikan referensi pada manusia sebagai mkhluk


biologois.

Al-Insan yaitu berbicara tentang manusia secara utuh sebagai manusia.


Kata insan dapat dikategorikan dalam tiga kelompok yaitu: insan
dihubungkan denga konsep manusia sebagai khlifah, insan dihubungkan
dengan predisposisi negatif manusia, insan dihubungkan dengan proses
penciptaan manusia.

An-Nas yaitu mengacu pada manusia sebagai makhluk sosial, hal ini dapat
kita lihat dalam tiga segi: gabungan antara unsur material dan unsur
ruhani, dalam segi hubungannya denga tuhan, dan kedudukan manusia
sebagai hamba2.

2
Azmi, M. N., & Zukifli, M. (2018). MANUSIA, AKAL DAN KEBAHAGIAAN (Studi Analisis
Komparatif Antara Al- Qur’an Dengan Filsafat Islam). Al Qalam : Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan
Kemasyarakatan.
C. Tujuan,Fungsi, Dan Peran Penciptaan Mnusia

Manusia merupakan karya Allah swt. Yang paling istimewa, bila


dilihat dari sosok diri, serta beban yang diamanatkan kepadanya, manusia
satu satunya makhluk yang sempurna. Perbuatannya mampu mewujudkan
bagian tertinggi dari kehendak. Ada unsur lain yang membuat manusia
dapat mengatasi pengaruh duniasekitarnya serta problema dirinya, yaitu
unsur jsmani dan unsur rohani. Kedua unsur ini sanmgat tampak pada
berbagai unsuir lain yang diberi jiwa atau roh. Akan tetapi, pada kedua
unsur itu manusia dianugrahi nilai lebih, hingga kualitasnya berada berada
diatas kemampuan yang dimiliki makhluk lain. Dengan bekal yang
istimewa ini, manusia mampu menompang keselamatan, keamanan,
kesejahteraan, dan kualitas hidupnya. Selain itu manusia manusia juga
merupakan makhluk berperadaban yang mampu membuat sejarah
generasinya.

Sejalan dengan kelebihan dan keistimewaan yang dimilikinya


maka Allah menegaskan bawasannya tujuan pokok diciptakannya manusia
dialam ini adalah untuk mengenal Allah sebagai tuhan serta berbakti
kepadanya. Tujuan ini ditempatka sebagai yang terepenting dalam
hubungan dengan penciptaan manusia selaku makhluk yang diciptakan.
Dengan demikian, alur kehidupan manusia yang serasi sebagai makhluk
adalah apabila ia dapat mengembang tugas dan tanggung jawabnya denga
tujuan umtuk berbakti kepada sang pencipta, sebagai makhluk ciptaan
Allah, manusia pada dasarnya telah dilengkapi dengan perangkat yang
dibutuhkan untuk menompang tugas pengabdiannya. Telah cukup
persyaratan yang dimiliki sehingga manusia merupakan makhluk yang
layak mengabdi3.

3
Djaelani, Hasan. (2010). Peran masyarakat dalam pendidikan prespektif pendidikan islam.
DAFTAR PUSTAKA

Kamaluddin, U.A. (2013). Manusia: sebuah perbandingan antara islam dan barat.
Bandung: CV Pustaka Setia.

Azmi, M. N., & Zukifli, M. (2018). MANUSIA, AKAL DAN KEBAHAGIAAN (Studi
Analisis Komparatif Antara Al- Qur’an Dengan Filsafat Islam). Al Qalam : Jurnal Ilmiah
Keagamaan Dan Kemasyarakatan.

Djaelani, Hasan. (2010). Peran masyarakat dalam pendidikan prespektif pendidikan


islam.